Anda di halaman 1dari 17

Kartel Scooter Matic

Yamaha Honda
https://www.federaloil.co.id/detail/umum/update-harga-terbaru-motor-matic-125cc-honda-dan-yamaha-april-2020?p=all
OUR TEAM: Kelompok 3

Amal Fitria Iriansah Donny Wahyu Niagara Nabilla Sekarsari


464989 465025 465092
Case
Summary
Market shares 2012

● KPPU curiga terhadap


perkembangan harga jual motor
skutik di tahun 2013-2014.
● Honda dan Yamaha menjual di
rentang harga 13-14 juta rupiah
● Pada pasar bebas seharusnya
harga jual tidak jauh dari harga
produksi yaitu sekitar 8 juta rupiah

https://oto.detik.com/motor/d-4531102/perjalanan-yamaha-honda-dalam-kasus-kartel-motor https://katadata.co.id/arsip/infografik/5e9a56dd9b3dc/honda-raja-jalanan-indonesia-2015
Kronologi Kartel YIMM-AHM

Presdir Yamaha, Kojima, Kojima mengirimkan email


mengirim email kepada VP dengan subjek “Pricing Issue”
Presdir Yamaha, Yoichiro Kojima, marketing yang kemudian di yang dibalas penolakan oleh
dan Presdir Honda, Toshiyuki forward ke manajemen Terada karena menyadari ini
Inuma, bertemu dan bermain golf marketing, adalah tindakan ilegal.
bersama.

Jan-14 Nov-14 2016

2013 Apr-14 Jan-15


Kojima dan Inuma kembali Kedua presdir, Kojima dan Inuma, KPPU mulai mengadakan
bermain golf bersama. kembali bermain golf. penyelidikan dan sidang dimulai.
Terada’s email
Bukti email Kojima’s email

Email Kojima kepada tim


marketing YIMM menjadi
salah satu bukti adanya
kartel antara YIMM dan
AHM

https://kabar24.bisnis.com/read/20191010/16/1157859/jejak-kartel-motor-skutik-yang-merugikan-konsumen
Kelanjutan Kasus Kartel YIMM-AHM

KPPU menyatakan Yamaha-Honda


terbukti melanggar Pasal 5 (1) tahun
1999 yang menyebabkan keduanya
terkena denda sekitar 25miliar rupiah.

MA menolak kasasi Yamaha-Honda.

Dec-17

Feb-17 April-19
Pengadilan Negeri menolak banding
dari Yamaha-Honda.
Uraikan mengenai
dilema etika pada kasus
tersebut, or is this just a
business like usual?

Jika terdapat dilema


etika, pada level apakah
dilema etika tersebut
terjadi?
● Terdapat praktik oligopoli pada industri skuter matic di Indonesia
● YIMM dan AHM melakukan price-fixing pada produk skuter matic
● Terdapat dilema etika pada level
○ Individu: Kojima, Inuma, Terada
○ Korporasi: top management dan jajaran di bawahnya terlibat
○ Sistem: terjadinya oligopoli

Bukan praktik bisnis biasa dan terbukti adanya pelanggaran etika bisnis
dan pelanggaran hukum Pasal 5 Ayat 1 UU Nomor 5/1999.
Siapakah
stakeholders yang
terdampak pada
kasus tersebut?
Stakeholders yang terdampak

● Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) & Astra Honda


Motor (AHM)
● Konsumen
● Investor
Siapakah yang menang
dan siapakah yang kalah
dalam kasus tersebut?
● KPPU menyatakan Yamaha-Honda terbukti melanggar Pasal 5 (1)
tahun 1999 yang menyebabkan terkena denda Rp 25 miliar kepada
Yamaha dan Rp22,5 miliar kepada Honda yang harus disetor ke kas
negara.

● KPPU menjadi pihak yang menang karena berhasil membuktikan


praktek kartel pada pasar oligopoli.

● Yamaha-Honda menjadi pihak yang kalah karena terbukti melakukan


kartel.
Diskusikanlah kasus tersebut
dengan menggunakan sudut
pandang prinsip etika berikut ini:

(a) utilitarian
(b) right
(c) justice
(d) caring.
Utilitarian
Secara etis hal ini tidaklah beretika, karena akan merugikan masyarakat
luas atau para pengguna motor merk Honda dan Yamaha. Namun dalam
konsep utilitarian, hal ini tidak bertentangan karena menghasilkan
keuntungan yang tidak sedikit bagi pihak pabrikan Honda dan Yamaha,
karena keduanya mampu membuat harga jual motor bebek matic tetap
diharga yang mereka inginkan dengan margin keuntungan yang cukup
besar apabila dilihat dari volume penjualan keduanya.

Right
Terdapat pelanggaran etika hak, karena kedua brand ini menghilangkan
kesempatan bagi seluruh pembeli untuk sepeda motor matic dengan harga
yang lebih murah dari harga saat ini yang dijual oleh Honda dan Yamaha
Justice
Kedua perusahaan seharusnya dalam menentukan harga penjualan suatu
produk motor harus dapat dijangkau oleh masyarakat, jangan hanya
berpegang pada prinsip mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

Caring
Perusahaan hanya berfokus kepada orientasi profit dengan tidak
mempertimbangkan keinginan dari para pelanggan untuk membeli motor
dengan harga yang lebih murah.
Terima
Kasih