Anda di halaman 1dari 2

Untuk mengetahui kualitas atau mutu sebuah barang maupun jasa, Anda bisa melihat dari standar

mutu yang mereka miliki. Dalam kasus ini, ISO menjadi standar untuk jaminan mutu. Sebagai
organisasi global, ISO memiliki banyak produk standar mutu. Misalnya saja ISO 9000 dan ISO
14000.

Lalu apa perbedaan ISO 9000 dan ISO 14000? Simak ulasanya dibawah ini.

Pada dasarnya, kedua jenis standar mutu tersebut sama-sama memiliki fokus pada peninjauan
mutu. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan dalam hal aplikasinya di sisi perusahaan
atau organisasi yang ingin menerapkan sebuah standar kualitas.

ISO 9000

Kita bahas ISO 9000 terlebih dahulu. ISO 9000 merupakan sebuah kumpulan prasyarat yang
diberlakukan untuk sistem pengelolaan mutu. Secara sederhana digambarkan, ISO 9000 lebih
sering digunakan untuk standarisasi kualitas manajemen perusahaan serta standar proses
produksi yang terjamin mutunya.

ISO 9000 menjadi sebuah standar yang dirumuskan berdasarkan kebutuhan konsumen. Dengan
begitu, ISO 9000 juga memiliki klausul yang membahas tentang proses penanganan keluhan,
pengujian hasil produksi, pengawasan proses produksi, hingga barang tersebut didistribusikan,
baik ke retail maupun ke pelanggan langsung.

ISO 9000 sangat penting dimiliki bagi perusahaan yang ingin memasarkan produk serta jasanya
ke pasar Eropa. Tak cuma perusahaan, pemasok pun mesti memiliki sertifikat ISO 9000 untuk
bisa menembus regulasi bisnis di benua biru. Sebab, Eropa sangat ketat kala berbicara tentang
mutu sebuah produk.

Kepemilikan ISO 9000 pun tidak bisa menjamin seberapa baik kualitas barang atau jasa.
Mengingat ISO 9000 hanya memantau hal-hal di balik layar. Untuk itu, terdapat produk
turunannya seperti ISO 9001 dan ISO 9004 untuk kualitas barang maupun jasa.

ISO 9001 bisa digunakan oleh perusahaan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kepuasan
konsumen. Apa pun jenis produknya, seberapa pun skala usahanya, ISO 9001 dibuat secara
umum untuk bisa digunakan siapapun.

Sementara ISO 9004 lebih kepada pedoman bagi perusahaan yang kesulitan melakukan
pengembangan produk. Klausul pada ISO 9004 tidak menjadi dasar standarisasi, karena sifatnya
hanya sebagai penyumbang saran semata.

ISO 14000
Seperti halnya ISO 9000, ISO 14000 pun merupakan sebuah standar uji mutu suatu produk atau
jasa. Bedanya, ISO 14000 adalah rangkuman standarisasi yang berkaitan dengan interaksi proses
usaha dengan kelangsungan hidup atau lingkungan.

ISO 14000 disusun agar perusahaan bisa mengurangi dampak buruk aktivitas produksi mereka
terhadap lingkungan. Misalnya, aktivitas mereka sebisa mungkin tidak mencemari tanah, air, dan
udara di sekitar mereka.

Tujuan terpenting konsep standarisasi ISO 14000 adalah untuk menggalakan tata kelola
lingkungan yang efisien. Sehingga perusahaan diharapkan memiliki perangkat produksi yang
hemat, memiliki basis secara sistem, dan juga fleksibel.

Standarisasi yang satu ini juga mengharuskan perusahaan untuk mematuhi peraturan dan hukum
yang berlaku, terutama yang memiliki orientasi kepada lingkungan hidup. Oleh karena itu, ISO
14000 dianggap lebih memiliki banyak tuntutan ketimbang ISO 9000.

ISO 14000 memiliki pendekatan yang sifatnya sukarela. Sebab ISO 14000 ini lebih menjadi
sarana agar pihak perusahaan dapat melakukan komitmen terhadap lingkungan secara internal. 

Dengan adanya ISO 14000, kini setiap perusahaan di dunia memiliki visi yang sama tentang
tanggung jawab lingkungan. Sebab, ISO 14000 bersifat universal dan bisa digunakan di belahan
dunia manapun. Sehingga, penggunaan sertifikat ISO 14000 juga menjadi tanda bahwa tata
kelola lingkungan yang dimiliki sebuah perusahaan sudah berkelas internasional.

Dalam perkembangannya, ISO sebagai induk organisasi, terus mengupayakan agar standar ISO
9000 dan ISO 14000 bisa dilebur menjadi satu. Caranya dengan menambahkan tanggung jawab
lingkungan dan sosial ke dalam salah satu klausul di dalam ISO 9000.

Telah Anda simak tadi, ulasan tentang ISO 9000 dan ISO 14000, yang ternyata cukup berbeda.
Meski begitu, kedua standar tersebut sangat penting untuk dikejar, demi kualitas mutu produk
terbaik dengan sifatnya yang ramah lingkungan, baik dari segi produksi maupun pemasarannya.