Anda di halaman 1dari 2

Jelaskan pengendalian mutu ISO 9000 dan ISO 14000 tekait proses produksi

dalam suatu perusahaan. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk
menerapkan ISO 9000 dan ISO 14000 tersebut!

Jelaskan pengendalian mutu ISO 9000 terkait proses produksi dalam suatu
perusahaan
Dengan adanya pengendalian mutu ISO 9000, proses produksi dalam suatu
perusahaan dapat terjaga konsistensi mutu produk/jasa yang telah diklaim.
Dengan demikian dapat mengurangi komplain pembeli ataupun pengguna.
Dalam perkembangannya, ISO 9000 juga telah menjadi alat pemasaran
ataupun promosi dalam kegiatan bisnis dan turut meningkatkan image
perusahaan. Perusahaan yang telah menerapkan ISO 9000 akan memiliki
kredibilitas yang semakin tinggi. Secara internal manfaat penerapan ISO 9000
adalah berupa peningkatan kesadaran mutu karyawan, peningkatan efisiensi
operasi dan mengurangi biaya akibat produk gagal.
Dengan adanya pengendalian mutu ISO 14000, dapat mengurangi/
meminimalisasi limbah pada proses produksi dalam suatu perusahaan, juga
dapat mengoptimalisasi penggunaan sumber-sumber alam, dan membantu
mengatasi isu-isu lingkungan global. ISO 14000 akan mengurangi sekecil
mungkin timbulnya perbedaan-perbedaan pembiayaan lingkungan oleh sebab
perbedaan sistem/geografi. Dengan adanya pengendalian mutu ISO 14000 pun
dapat mengurangi kerugian, “sistem” akan melindungi atau meminimumkan
akibat ke lingkungan, dan juga meminimumkan akibat buruk bagi karyawan,
pengurangan luka dan penyakit.
Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk menerapkan ISO 9000 dan ISO
14000
1. Konteks organisasi serta proses bisnis seperti apa
2. Leadership dan komitmen, dimana leadership dan komitmen ini pimpinan
harus menyediakan sumber daya yang dibutuhkan, harus menyiapkan struktur
organisasi terkait dengan job description.
3. Perencanaan sasaran mutu yang ingin dicapai.
4. Berikutnya terkait dengan supporting/pendukung. Manajemen harus
menyiapkan sumber daya, baik itu sumber daya manusia, sumber daya
infrastruktur, sumber daya lingkungan kerja.
5. Organisasi menyiapkan oprasional dari mulai SOP dibangun, dilaksanakan
dan dikendalikan sampai dengan output yang tidak diharapkan dikelola dengan
baik.
6. Kemudian evaluasi kinerja, didalamnya ada tiga terkait yaitu, survey
kepuasan, audit internal dan tinjauan manajemen.