Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

IMAN, IPTEK, DAN AMAL


Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Agama

Disusun oleh :

Lucky Mahendra (P17320320061)

POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG

JURUSAN PRODI KEPERAWATAN BOGOR

2020
Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan
kesempatan pada saya untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-
nya lah saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Iman , Iptek dan Amal”
tepat waktu. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Bapak Drs. H. Suyud. Mag
pada mata kuliah “Agama” di Politekkes Kemenkes Bandung Prodi Keperawatan
Bogor. Selain itu saya berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca
tentang Iman,Iptek dan Amal.

Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. H. Suyud. Mag


selaku dosen mata kuliah “Agama”. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni. Saya mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya membuat makalah ini.
Saya menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan saya terima demi kesempurnaan makalah ini.

Bogor , 14 September 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... i


DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 1
1.3 Tujuan ......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Iman ..........................................................................2
2.2 pengertian Iptek ...........................................................................2
2.3 Pengertian Amal...........................................................................2
2.4 Hubungan Iman, Iptek dan Amal .................................................3
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan .................................................................................. 7
3.2. Saran ............................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat seiring


perkembangan zaman. Perkembangan ini membawa berbagai dampak bagi
kehidupan manusia. Islam sangat memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan.
Karena, selain ditentukan oleh nilai-nilai peribadatan kepada Allah, martabat
manusia juga ditentukan oleh ilmu yang dimilikinya. Al-Qur’an tidak hanya
mengatur urusan masalah ubudiyah saja, tetapi juga memuat ayat-ayat yang
berhubungan dengan Iman, Iptek dan Amal.

Makalah ini akan membahas tentang Iman, iptek dan amal. Bagaimanakah
hubungan Iman, Iptek dan Amal? Bagaimana kandungan ayat – ayat Al – Qur’an
mengenai Iman,Iptek dan Amal? Pertanyaan inilah yang melatarbelakangi
penyusunan makalah ini.
1.2 Rumusan masalah

1. Definisi Iman,Iptek dan Amal?


2. Hubungan Iman, Iptek dan Amal?
3. Pengaruh Iman, Iptek dan Amal?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui Definisi dari Iman, Iptek dan Amal.


2. Memahami tentang hubungan Iman, Iptek dan Amal.
3. Mengetahui Pengaruh Iman,Iptek dan Amal dalam Islam.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Iman

Iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan


diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada
Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan
segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan
dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

2.2 Pengertian Iptek


Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi atau yang akrab disebut IPTEK adalah
suatu tempat yang menjadi sumber informasi yang tentunya dapat menambah
wawasan dan menambah ilmu pengetahuan seseorang khususnya di bidang teknologi
dari waktu ke waktu. IPTEK bisa pula diartikan sebagai ilmu yang mempelajari
berbagai informasi dan pengetahuan tentang berbagai teknologi.

2.3 Pengertian Amal


Amal saleh adalah melakukan pekerjaan baik yang bermanfaat bagi diri
sendiri dan bagi orang lain berdasarkan syariat Islam serta ikhlas karena Allah Swt
semata. Amal saleh termasuk perintah Allah karena dengan beramal saleh maka akan
tercipta kehidupan yang tentram dan bahagia. Amal saleh adalah perbuatan atau sikap
yang harus di miliki oleh setiap muslim sebab orang yang amal saleh akan menjadi
penghuni surga serta kekal didalamnya. Sebagaimana firman Allah :

ََ‫اب ا ْل َجنَّ َِةَۖ ُه َْم ِفي َها َخا ِلدُون‬ ْ َ‫ت أُو َٰلَ ِئكََ أ‬
َُ ‫ص َح‬ َّ ‫َوالَّذِينََ آ َمنُوا َوع َِملُوا ال‬
َِ ‫صا ِل َحا‬

Artinya : “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni
surga; mereka kekal di dalamnya”. (QS AL-Baqarah : 82) Amal saleh yaitu
mengerjakan suatu perbuatan yang baik, dengan niat karena Allah dan hanya
mengharakan ridha- Nya. Amal saleh termasuk perintah Allah karena dengan beramal
saleh maka akan tercipta kehidupan yang tentram dan bahagia. Amal saleh adalah
perbuatan atau sikap yang harus di miliki oleh setiap muslim.

2
2.4 Hubungan Iman, Iptek dan Amal

Dalam islam, antara iman, ilmu dan amal terdapat hubungan yang terintegrasi
kedalam agama islam. Islam adalah agama wahyu yang mengatur sistem kehidupan.
Dalam agama islam terkandung tiga ruang lingkup, yaitu akidah, syari’ah dan akhlak.
Sedangkan iman, ilmu dan amal barada didalam ruang lingkup tersebut. Iman
berorientasi terhadap rukun iman yang enam, sedangkan ilmu dan amal berorientasi
pada rukun islam yaitu tentang tata cara ibadah dan pengamalanya.

Akidah merupakan landasan pokok dari setiap amal seorang muslim dan sangat
menentukan sekali terhadap nilai amal, karena akidah itu berurusan dengan hati.
Akidah sebagai kepercayaan yang melahirkan bentuk keimanan terhadap rukun iman,
yaitu iman kepada Allah, Malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Rosul-rosul
Allah, hari qiamat, dan takdir.

Meskipun hal yang paling menentukan adalah akidah/iman, tetapi tanpa integritas
ilmu dan amal dalam perilaku kehidupan muslim, maka keislaman seorang
muslim menjadi kurang utuh, bahkan akan mengakibatkan penurunan keimanan pada
diri muslim, sebab eksistensi prilaku lahiriyah seseorang muslim melambangkan
batinnya.

• Hubungan Iman dan Iptek.

Beriman berarti meyakini kebenaran ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Serta dengan penuh ketaatan menjalankan ajaran tersebut. Untuk dapat menjalankan
perintah Allah SWT dan Rasul kita harus memahaminya terlebih dahulu sehingga
tidak menyimpang dari yang dikehendaki Allah dan Rasulnya. Cara memahaminya
adalah dengan selalu mempelajari agama (Islam).
Iman dan Ilmu merupakan dua hal yang saling berkaitan dan mutlak adanya.
Dengan ilmu keimanan kita akan lebih mantap. Sebaliknya dengan iman orang yang
berilmu dapat terkontrol dari sifat sombong dan menggunakan ilmunya untuk
kepentingan pribadi bahkan untuk membuat kerusakan.

• Hubungan Iman Dan Amal

Amal Sholeh merupakan wujud dari keimanan seseorana. Artinya orang yang
beriman kepada Allah SWT harus menampakan keimanannya dalam bentuk amal

3
sholeh. Iman dan Amal Sholeh ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
Mereka bersatu padu dalam suatu bentuk yang menyebabkan ia disebut mata uang.
Iman tanpa Amal Sholeh juga dapat diibaratkan pohon tanpa buah.

Dengan demikian seseorang yang mengaku beriman harus menjalankan


amalan keislaman, begitu pula orang yang mengaku islam harus menyatakan
keislamannya. Iman dan Islam seperti bangunan yang kokoh didalam jiwa karena
diwujudkan dalam bentuk amal sholeh yang menunjukkan nilai nilai keislaman.

• Hubungan Amal Dan Iptek

Hubungan ilmu dan amal dapat difokuskan pada dua hal. Pertama, ilmu adalah
pemimpin dan pembimbing amal perbuatan. Amal boleh lurus dan berkembang bila
didasari dengan ilmu. Dalam semua aspek kegiatan manusia harus disertai dengan
ilmu baik itu yang berupa amal ibadah atau amal perbuatan lainnya. Kedua jika orang
itu berilmu maka ia harus diiringi dengan amal. Amal ini akan mempunyai nilai jika
dilandasi dengan ilmu. Begitu juga dengan ilmu akan mempunyai nilai atau makna
jika diiringi dengan amal. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam perilaku manusia.
Sebuah perpaduan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia yaitu setelah
berilmu lalu beramal.

Ajaran Islam sebagai mana tercermin dari Al-qur'an sangat kental dengan
nuansa–nuansa yang berkaitan dengan ilmu, ilmu menempati kedudukan yang
sangat penting dalam ajaran islam. Keimanan yang dimiliki oleh seseorang akan jadi
pendorong untuk menuntut ilmu, sehingga posisi orang yang beriman dan berilmu
berada pada posisi yang tinggi dihadapan Allah yang berarti juga rasa takut kepada
Allah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk beramal shaleh.
Dengan demikian nampak jelas bahwa keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan
membuahkan amal–amal shaleh. Maka dapat disimpulkan bahwa keimanan dan amal
perbuatan beserta ilmu membentuk segi tiga pola hidup yang kokoh. Ilmu, iman dan
amal shaleh merupakan faktor menggapai kehidupan bahagia.

Tentang hubungan antara iman dan amal, demikian sabdanya,


“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal
perbuatan tanpa iman” [HR. Ath-Thabrani] . Kemudian dijelaskannya pula bahwa,
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” [HR. Ibnu Majah dari Anas, HR. Al

4
Baihaqi] . Selanjutnya, suatu ketika seorang sahabatnya, Imran, berkata bahwasanya
ia pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, amalan-amalan apakah yang seharusnya
dilakukan orang-orang?". Beliau Saw. menjawab: "Masing-masing dimudahkan
kepada suatu yang diciptakan untuknya" [HR. Bukhari] “Barangsiapa mengamalkan
apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu yang belum
diketahuinya.” [HR. Abu Na’im] . ”Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu lisan, itulah hujjah
Allah Ta’ala atas makhlukNya, dan ilmu yang di dalam qalb, itulah ilmu yang
bermanfaat.” [HR. At Tirmidzi] . ”Seseorang itu tidak menjadi ‘alim (ber-ilmu)
sehingga ia mengamalkan ilmunya.” [HR. Ibnu Hibban].

Suatu ketika datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan
pertanyaan: ”Wahai Rasulullah, apakah amalan yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah
Saw : “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang
Nabi maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw : ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu
wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka Rasulullah Saw salah tangkap,
ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau
menjawab tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan
berfaedah (berguna) bila disertai dengan ilmu tentang Allah, dan banyak amalan tidak
akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah”[HR.Ibnu Abdil Birrdari Anas].
Kejahilan adalah kebodohan yang terjadi karena ketiadaan ilmu pengetahuan. Dengan
demikian, banyak amal setiap orang menjadi sangat berkaitan dengan keimanan dan
ilmu pengetahuan karena ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka kerana keimanannya …
QS.[10]:9.

Ilmu pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala adalah penyambung


antara keimanannya dengan amalan-amalan manusia di muka bumi ini. Sebagaimana
kaedah pengaliran iman yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. bahwasanya iman
adalah sebuah tashdiq bi-l-qalbi yang di ikrarkan bi-l-lisan dan di amalkan bilarkan
Dengan itu di simpulkan bahawa kita jangan memisah ketiga komponen yang telah
kita perhatikan tadi (iman,ilmu dan amal) karena pemisahan setiap komponen
menjadikan islam itu janggal.

• Kaitan antara iman, iptek dan amal

5
Dalam sejarah kehidupan manusia, Allah swt memberikan kehidupan yang
sejahtera, bahagia, dan damai kepada semua orang yang mau melakukan amal
kebaikan yang diiringi dengan iman, dengan yakin dan ikhlas karena Allah swt
semata (QS. At – Thalaq : ayat 2 – 3 ).Perbuatan baik seseorang tidak akan dinilai
sebagai suatu perbuatan amal sholeh jika perbuatan tersebut tidak dibangun diatas
nilai iman dan takwa, sehingga dalam pemikiran Islam perbuatan manusia harus
berlandaskan iman dan pengetahuan tentang pelaksanaan perbuatan.

Sumber ilmu menurut ajaran Islam :

• Wahyu , yaitu sesuatu yang dibisikkan dan diilhamkan ke dalam sukma serta
isyarat cepat yang lebih cenderung dalam bentuk rahasia yang disebut ayat
Allah swt “Qur’aniyah”
• Akal , yaitu suatu kesempurnaan manusia yang diberikan oleh Allah swt untuk
berpikir dan menganalisa semua yang ada dan wujud diatas dunia yang disebut
ayat Allah “Kauniyah”

Allah swt akan mengangkat harkat dan martabat manusia yang beriman kepada
Allah swt dan berilmu pengetahuan luas, yang diterangkan dalam Q.S. Al Mujadalah :
11. Yang isinya bahwa Allah akan mengangkat tinggi-tinggi kedudukan orang yang
berilmu pengetahuan dan beriman kepada Allah swt , orang yang beriman diangkat
kedudukannya karena selalu taat melaksanakan perintah Allah swt dan rasulnya,
sedangkan orang yang berilmu diangkat kedudukannya karena dapat memberi banyak
manfaat kepada orang lain.

Islam tidak menghendaki orang alim yang digambarkan seperti lilin, mampu
menerangi orang lain sedang dirinya sendiri hancur, dan ini besar sekali dosanya,
karena dapat memberitahu orang lain dan dirinya sendiri tidak mau tau lagi juga tidak
mengerjakan seperti dalam Q.S. Ash – Shaf : 3 yang menerangkan bahwa orang alim
dan pandai hendaknya menjadi contoh dan teladan bagi orang lain. Dibawah naungan
dan lindungan Allah swt.

Iman, ilmu dan amal merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan
antara satu dengan lainnya.

6
BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah bahwa iman, Iptek dan amal
sangat penting dalam kehidupan kita semua. Iman . Iptek dan Amal saling berkaitan
satu sama lain yang mempunyai pengaruh masing masing disetiap hubungannya.
Seperti iman , selain kita harus mempunyai iman , iman juga harus di selingi dengan
iptek begitu juga amal.
3.2 Saran
Pengembangan IPTEK yang lepas dari keimanan tak akan bernilai ibadah dan
tak akan menghasilkan manfaat bagi manusia dan lingkungan. Sebaliknya,
pengembangan IPTEK yang didasari etika Islam akan memberikan orientasi dan arah
yang jelas, serta mampu mengoptimalkan manfaat IPTEK dan meminimalisir dampak
negatif IPTEK bagi manusia dan alam. Orang yang melandaskan ilmunya dengan
keimanan, pengembangan dan pemanfaatan IPTEK tidaklah ditujukan sebagai
tuntutan hidup semata, tetapi juga merupakan refleksi dari ibadah kepada Allah. Ia
menjadi sarana peningkatan rasa syukur dan ketakwaan kepada Allah. Oleh karena
itu, kita harus sebisa mungkin menyeimbangkan antara iptek dan agama.
Perbanyaklah membanca karena membaca adalah sumbernya ilmu dengan
adanya ilmu kita tidak akan tersesat. Perhatikan apa yang ada di materi ini agar
kedepannya kita dapat memahami dan mengamalkan materi ini kepada orang banyak.

7
Daftar pustaka

https://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pengertian-iman/
https://www.jurnalponsel.com/pengertian-iptek/
https://asbarsalim009.blogspot.com/2015/03/hubungan-antara-iman-ilmu-dan-
amal.html

Anda mungkin juga menyukai