Anda di halaman 1dari 7

Akuntansi Manajemen

Cost Behaviour

OLEH:

KELOMPOK 1
Dirza Tri Astari Az Zahra Rachman A031181041
Aran Anugrah Marannu A031181352
Yunita Anggraeni Widyanti A031181362
Dimas jody setyawan A031181506
Nurfuadi A031181511
Indah Handayani A031181521

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2020

Cost Behaviour
Perilaku biaya (cost behavior) adalah istilah untuk menggambarkan apakah biaya input
berubah apabila terdapat perubahan aktivitas, dan bagaimana reaksi biaya terhadap
perubahan aktivitas.

Pola perilaku biaya merupakan bahan pertimbangan dasar dalam:

 menganalisa potensi biaya yang akan timbul di masa yang akan datang, sehubungan
dengan rencana peningkatan, penambahan, penurunan atau penghilangan aktivitas
tertentu; dan
 menilai kewajaran nominal biaya yang timbul pada periode tertentu dengan melihat
trend atau pergerakan aktivitas di periode yang sama.

Dasar-dasar Perilaku Biaya: Tetap, Variabel, Campuran


a. Fixed Cost (Biaya tetap)
Biaya yang jumlahnya tetap sama ketika keluaran berubah disebut biaya tetap (fixed
cost). Lebih formalnya, biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap
konstan dalam rentang yang relevan ketika tingkat keluaran aktivitas berubah. Dua
bagian dari definisi biaya tetap perlu pembahasan lebih jauh: rentang yang relevan dan
istilah “dalam jumlah keseluruhan”. Rentang yang relevan (relevant range) adalah
rentang keluaran di mana asumsi hubungan biaya/keluaran berlaku. Catatan akhir untuk
biaya tetap dapat berubah sesuai dengan perubahan keluaran.

b. Variable Cost (Biaya variabel)


Sementara biaya tetap tidak berubah saat terjadi perubahan keluaran, biaya variabel
berubah sesuai dengan perubahan keluaran. Biaya variabel (variable cost) adalah biaya
yang dalam jumlah keseluruhan bervariasi secara proposional terhadap perubahan
keluaran. jadi, biaya variabel naik ketika keluaran naik dan akan turun ketika keluaran
turun. Biaya variabel dapat juga dinyatakan dengan persamaan linear. Di sini, jumlah
biaya variabel bergantung pada tingkat penggerak. Hubungan ini dapat dideskripsikan
sebagai berikut.

Jumlah biaya variabel = Biaya variabel per unit x Jumlah unit

c. Mixed Cost (Biaya campuran)


Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel. Persamaan
linear untuk biaya campuran adalah sebagai berikut.

Jumlah biaya = Biaya tetap + Jumlah biaya variabel

Beberapa biaya, yang disebut biaya campuran, memiliki karakteristik biaya tetap dan
variabel. Untuk menganalisis perilaku biaya bila biaya dicampur, biaya harus dipecah
menjadi komponen tetap dan variabel. Beberapa metode, termasuk diagram pencar,
metode tinggi-rendah, dan paling-square regresi, yang digunakan untuk
mengidentifikasi bagian variabel dan biaya tetap dari biaya campuran, yang didasarkan
pada pengalaman masa lalu perusahaan.

Penentuan Pola Perilaku Biaya


Ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan pola perilaku suatu biaya.
1. Pertama, harus dipilih biaya yang akan diselidiki pola perilakunya. Biaya ini merupakan
variabel tidak bebas (dependent variable) dan biasanya dinyatakan dengan simbol y.
2. Kedua, harus dipilih variabel bebas (independent variable), yaitu sesuatu yang
menyebabkan biaya tersebut berfluktuasi. Secara matematis, fungsi tersebut dinyatakan,
y = f(x).
3. Ketiga, harus dipilih kisaran kegiatan yang relevan (relevant range of activity), dimana
hubungan antara variabel bebas dan tidak bebas yang dinyatakan dalam fungsi biaya
tersebut berlaku.

Peranan model penggunaan sumber daya dalam memahami perilaku biaya

Biaya-biaya jangka pendek kerap tidak cukup memadai untuk menggambarkan seluruh
biaya yang dibutuhkan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mendistribusikan,
dan mendukung suatu produk. Perilaku biaya jangka panjang dan jangka pendek
berhubungan dengan aktivitas dan sumber daya yang diperlukan untuk melakukannya.
Kapasitas adalah kemampuan aktual atau potensial untuk melakukan sesuatu. Jadi dalam
pembahasan mengenai kapasitas suatu aktivitas, hal yang dideskripsikan adalah jumlah
aktivitas yang dapat dilakukan perusahaan. Banyaknya aktivitas yang diperlukan bergantung
pada tingkat kinerja yang diminta. Biasanya, dapat diasumsikan bahwa kapasitas yang
diperlukan berhubungan dengan tingkat di mana aktivitas dikerjakan secara efisien. Tingkat
efisien atau kinerja aktivitas disebut kapasitas praktis (practical capacity). Hal ini
terkadang terdapat kelebihan kapasitas.
a. Sumber Daya Fleksibel
Sumber daya fleksibel (flexible resources) dipasok saat digunakan dan dibutuhkan.
Sumber daya ini diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka
panjang untuk membeli sejumlah sumber daya tertentu. Jadi, organisasi bebas membeli
hanya sebatas jumlah yang dibutuhkan. Dengan demikian, jumlah sumber daya yang
dipasok sama dengan jumlah yang diminta. Contohnya adalah bahan baku dan energy.
Tidak terdapat kapasitas yang tidak digunakan untuk kategori sumber daya ini karena
jumlah sumber daya yang digunakan sama dengan jumlah yang dibeli. Karena biaya
sumber daya yang dipasok ketika diperlukan sama dengan biaya sumber daya yang
digunakan, jumlah biaya sumber daya naik ketika permintaan untuk sumber daya
tersebut naik. Oleh karena itu, biaya sumber daya fleksibel merupakan biaya variabel.

b. Sumber Daya Terikat


Sumber daya terikat (committed resources) adalah sumber daya yang dipasok
sebelum penggunaan; mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau
implisit untuk memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang apakah
jumlah sumber daya yang tersedia digunakan secara penuh atau tidak. Sumber daya
terikat dapat memiliki kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas yang tersedia lebih
banyak daripada yang digunakan.
Sebagai contoh, banyak organisasi memperoleh berbagai kapasitas pelayanan
multiperiode dengan membayar tunai di muka atau membuat kontrak eksplisit yang
memerlukan pembayaran tunai secara periodik. Pembeliaan atau penyewaan gedung
dan peralatan adalah contoh bentuk akuisisi sumber daya di muka. Pembebanan
tahunan yang berhubungan dengan kategori multiperiode tidak bergantung pada
penggunaan actual sumber daya. Oleh karena itu, pembebanan-pembebanan tersebut
didedinisikan sebagai biaya tetap terikat (committed fixed cost) dan menyediakan
kapasitas aktivitas jangka panjang.
Contoh kedua lebih penting dari sumber daya terikat menyangkut organisasi
yang memperoleh sumber daya di depan melalui kontrak implicit. Kontrak tersebut
biasanya dibuat dengan karyawan tetap dan karyawan paruh waktu. Pengertian
implisitnya adalah organisasi akan mempertahankan jumlah karyawan meskipun
terdapat penurunan kuantitas aktivitas yang digunakan sementara. Akibatnya,
pembebanan yang berhubungan dengan kategori sumber daya ini tidak bergantung
pada kuantitas yang digunakan-paling tidak dalam jangka pendek. Oleh karena itu,
jumlah beban sumber daya ini tidak berubah dalam jangka pendek meskipun kuantitas
yang digunakan bervariasi dan biaya sumber daya kategori ini dapat diperlakukan
secara berhati-hati sebagai bebabn tetap. Sumber daya terikat untuk jangka yang lebih
pendek ini disebut sebagai biaya tetap diskresi (discreationary fixed cost). Biaya ini
adalah biaya yang terjadi karena perolehan kapasitas aktivitas jangka pendek.

1. Resource, Activities, dan Cost Behaviour Resource


RESOURCE
Sumber daya (Resource) adalah komponen ekonomi yang memungkinkan seseorang atau
sesuatu untuk melakukan pekerjaan. Sumber daya hanya elemen ekonomi yang dikonsumsi
dalam melakukan kegiatan.
Activity Capacity (Kapasitas kegiatan) secara sederhana merupakan kemampuan suatu
perusahaan memperoleh sumber daya untuk melakukan aktivitas.
Practical Capacity (kapasitas praktis) merupakan jumlah kapasitas aktivitas yang dibutuhkan
sehubungan dengan tingkatan dimana aktivitas dilakukan secara efisien (tingkat efisiensi
dari aktivitas yang dilakukan).
Unused Capacity adalah perbedaan/selisih antara kapasitas yang diperoleh dengan
kapasitas output yang sebenarnya.

Model Penggunaan Sumber Daya


Penggunaan sumber daya adalah jumlah kapasitas kegiatan yang digunakan dalam
meproduksi keluaran kegiatan. Karenanya penggunaan sumber daya ekuivalen dengan
keluaran kegiatan.

Sumber daya (Resource) dibagi menjadi dua yaitu :

1. Flexible Resource
Merupakan persediaan yang sering digunakan dan dibutuhkan, diperoleh dari sumber
luar, dimana jangka perolehannya tidak membutuhkan komitmen jangka panjang.
Perusahaan bebas membeli sumber daya yang dibutuhkan dan kapan sumber daya
tersebut dibutuhkan.
Sumber daya yang dipasok saat dibutuhkan sama dengan biaya sumber daya yang
digunakan, sehingga tidak terdapat unused capacity. Jumlah biaya meningkat seiring
permintaan untuk sumber daya meningkat. Jadi, sumber daya dipasok saat dibutuhkan
merupakan biaya variabel. Misalnya, apabila perusaahan menggunakan Just In Time
bahan baku diperoleh dan digunakan saat dibutuhkan.
2. Committed Resource
Merupakan persediaan yang diberikan sebelum penggunaan. Diperoleh dengan
menggunakan kontrak baik secara eksplisit maupun implisit untuk memperoleh sejumlah
sumber daya, terlepas dari apakah kuantitas dari sumber daya yang tersedia tersebut
digunakan secara penuh atau tidak.

STEP-COST BEHAVIOUR
Step-cost Function adalah fungsi yang menunjukkan tingkat biaya konstan pada suatu
rentang output kegiatan tertentu dan kemudian meningkat ke tingkat biaya yang lebih tinggi
pada titik yang sama, dimana biaya tidak berubah untuk rentang kegiatan yang sama.
Beberapa biaya terutama biaya tetap cenderung untuk mengikuti step-cost function.
Jika biaya yang mengikuti step-cost behaviour dengan tingkat langkah yang lebar maka
biaya dianggap tetap (step-fixed cost). Namun jika tidak (jarak yang sempit), biaya tersebut
diestimasikan dengan fungsi biaya variabel (step-variable cost).

ACTIVITY RATE (TINGKAT AKTIVITAS)


Merupakan biaya unit rata-rata yang diperoleh dengan membagi pengeluaran sumber daya
dan kapasitas praktis dari suatu aktivitas.
Tingkat aktivitas digunakan untuk menghitung biaya penggunaan sumber daya dan biaya
aktivitas yang tidak digunakan.

Hubungan antara penawaran dan permintaan dalam bentuk fisik:


Activity Availability = Activity Output + Unused Capacity

Hubungan antara penawaran dan permintaan dalam bentuk keuangan:


Cost of Activity Supplied = Cost of activity used + Cost of unused capacity

2. Metode Untuk Memisahkan Biaya Campuran Menjadi Komponen Tetap dan


Variabel
a. The High-Low Method (Metode Tinggi-Rendah)
Metode tinggi rendah adalah metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus
dengan terlebih dahulu memilih dua titik yang akan digunakan untuk menghitung
parameter perpotongan dan keminringan. Metode tinggi-rendah menggunakan dua poin
untuk menentukan persamaan garis biaya. Dua poin aktivitas, yang tertinggi dan
terendah, dan biaya yang berhubungan digunakan untuk menentukan rumus biaya.
Keuntungan dari metode tinggi-rendah, objektivitas setiap dua orang menggunakan satu
set data tertentu akan muncul dengan jawaban yang sama. Kerugian dari metode tinggi-
rendah, poin yang tinggi dan rendah tidak mungkin tidak mewakili cost activity
relationship.
b. The Scatterplot Method

Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan sautu garis dengan
menggambarkan data dalam suatu grafik. Dalam metode scatterplot, titik data diplot
sehingga hubungan antara variabel dependen dan variabel independen dapat dilihat,
sebuah scattergraph adalah potret visual dari hubungan antara biaya dan aktivitas.
Sebuah scattergraph memungkinkan pengguna untuk mentukan apakah hubungan
antara variabel dependen dan variabel independen ada. Keuntungan utama dari
metode tinggi-rendah adalah bahwa ia mengarahkan manajer untuk yang dua poin
untuk memilih untuk menghitung rumus biaya linear. Dengan demikian, metode
tinggi-rendah menghilangkan subjektivitas dari proses estimasi. Keuntungan dari
metode scatterplot atas metode tinggi-rendah adalah bahwa hal itu memungkinkan
pengguna untuk memeriksa data visual.

c. Least Square Method (Metode Kuadrat Terkecil)

Metode kuadrat terkecil menghasilkan garis terbaik yang dekat dengan titik data
daripada jalur lainnya. Secara matematis, lebih dekat didefinisikan sebagai sesuai
dengan jumlah terkecil dari kuadrat deviasi. Deviasi didefinisikan sebagai selisih
antara biaya diprediksi dan aktual. Metode kuadrat terkecil menggunakan jumlah
deviasi kuadrat untuk mengidentifikasi garis terbaik pas karena mengkuadratkan
penyimpangan menghilangkan efek membatalkan penyimpangan positif dan
negatif.mengkuadratkan penyimpangan juga menilai sebuah "hukuman" yang lebih
besar untuk titik data yang memiliki deviasi yang besar. Penyimpangan kecil banyak
yang lebih baik dari penyimpangan yang besar beberapa. Karena ukuran kedekatan
adalah jumlah deviasi kuadrat dari poin dari garis, semakin kecil ukuran, baik garis
sesuai titik data.