Anda di halaman 1dari 5

OKSIGENASI

PKM-JB/SOP/TD-
No. Dokumen
017/2016
SOP
No. Revisi 01
Tanggal Terbit 01 JUNI 2016
Jumlah Halaman 1/5

PUSKESMAS
dr. Hayfa Husaen, M Gizi
KECAMATAN
NIP 197801282006042007
JOHAR BARU
1. Pengertian Terapi oksigen adalah salah satu tindakan untuk meningkatkan
tekanan parsial oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan
menggunakan nasal kanul, simple mask, RBM mask dan NRBM
mask untuk memenuhi kebutuhan oksigen.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah–langkah dalam melakukan
pemberian oksigen dan mencegah hipoksia pada pasien di
Puskesmas Kecamatan Johar Baru
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Johar Baru Nomor
077 Tahun 2019 tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat
b. Buku GELS (General Emergency Life Support) Tahun 2015
5. Alat & a. Alat
Bahan 1. Tabung oksigen berisi oksigen lengkap dengan flowmeter
dan humidifier yang berisi aquades sampai batas pengisian;
2. Nasal kanul (pemilihan alat sesuai kebutuhan)
3. Plester ( jika dibutuhkan)
b. Bahan
1. Rekam Medis
2. Buku Register Tindakan
6. Petugas Dokter , perawat, dan bidan
7. Prosedur/ 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
Langkah- 2. Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pasien dan
langkah keluarga
3. Cek Instruksi dokter berapa oksigen yang akan diberika
4. Atur pasien dalam posisi semifowler
5. Hubungkan selang dengan oksigen
6. Bersihkan kanul / sungkup dengan kapas alkohol
7. Flowmeter dibuka, dicoba pada punggung tangan lalu ditutup
kembali
8. Memasang kanul / sungkup , lakukan fixasi (plester)
9. Membuka flowmeter kembali dengan ukuran sesuai advis dokter
10. Setelah selesai diberikan oksigen matikan flowmeter dan lepas
fixasi dari wajah klien
8. Diagram
Alir Mulai

Berikan salam, panggil


klien dengan namanya

Jelaskan tujuan, prosedur


dan lamanya tindakan
pasien dan keluarga

Cek Instruksi dokter berapa


oksigen yang akan
diberikan
Atur pasien dalam posisi
semifowler

Hubungkan selang nasal


kanul dengan oksigen

Bersihkan kanul /
sungkup dengan kapas
alkohol

Flowmeter dibuka, dicoba


pada punggung tangan
lalu ditutup kembali

Memasang
kanul/sungkup lakukan
fixasi (plester);

Membuka flowmeter
kembali dengan ukuran
sesuai instruksi dokter

Setelah selesai diberikan


oksigen matikan
flowmeter dan lepas
fixasi dari wajah klien

9. Hal-hal yang a. Perhatikan reaksi pasien sebelum dan sesudah pemberian


harus oksigen.
diperhatikan b. Aliran yang sudah ditentukan dan tekanan oksigen dan lamanya
pemberian harus tepat dan benar sesuai dengan program
pengobatan.
c. Humidifier harus selalu terisi aquades sebatas garis bertulisan
“batas aqua” dan harus diganti / dibersihkan setiap hari.
d. Setiap pemberian oksigen harus selalu memakai humidifier yang
berisi aquades untuk mencegah kekeringan mukosa pada
saluran pernapasan.
e. Perhatikan kemungkinan adanya tanda-tanda sianosis pada bibir,
ujung jari-jari tangan dan ujung jari-jari kaki.
f. Pada pasien yang sadar, anjurkan untuk tidak banyak bicara
selama pemberian oksigen
10. Unit a. Ruang Tindakan
Terkait b. Unit Layanan 24 Jam
123/PKM.JB/UKP | 2 / 5
c. Unit Layanan Ruang Bersalin
11. Dokumen a. Rekam Medis
Terkait b. Buku Register Tindakan

12. Rekaman Tanggal


Historis No. Yang Dirubah Isi Perubahan Mulai
Perubahan Diberlakukan
1 Kebijakan Sebelum Revisi: 17 Mei 2019
123/PKM.JB/UKP | 3 / 5
Menggunakan SK Kepala
Puskesmas No.
0070/KAPUS/V/2016
Tantang Layanan Klinis
Sesudah Revisi:
Menggunakan Surat
Keputusan Kepala
Puskesmas Kecamatan
Johar Baru No. 077
Tentang Layanan Klinis
2  Referensi Sebelum Revisi:
Menggunakan referensi UU
No. 36 Tahun 2009 pasal 5
tentang Pelayanan
Kesehatan
Sesudah Revisi:
Menggunakan referensi 17 Mei 2019
Peraturan Menteri
Kesehatan No. 75 tentang
Pusat Kesehatan
Masyarakat, Buku GELS
(General Emergency Life
Support) Tahun 2015
3  Diagram Alir Sebelum Revisi:
Tidak ada diagram alir
17 Mei 2019
Sesudah Revisi:
Terdapat diagram alir
4  Hal-hal yang Sebelum Revisi: 17 Mei 2019
harus di Tidak ada
perhatikan Sesudah Revisi:
a. Perhatikan reaksi pasien
sebelum dan sesudah
pemberian oksigen.
b. Aliran yang sudah
ditentukan dan tekanan
oksigen dan lamanya
pemberian harus tepat
dan benar sesuai
dengan program
pengobatan.
c. Humidifier harus selalu
terisi aquades sebatas
garis bertulisan “batas
aqua” dan harus
diganti / dibersihkan
setiap hari.
d. Setiap pemberian
oksigen harus selalu
memakai humidifier
yang berisi aquades
untuk mencegah
kekeringan mukosa
pada saluran
pernapasan.
e. Perhatikan
kemungkinan adanya
tanda-tanda sianosis
123/PKM.JB/UKP | 4 / 5
pada bibir, ujung jari-jari
tangan dan ujung jari-
jari kaki.
f. Pada pasien yang
sadar, anjurkan untuk
tidak banyak bicara
selama pemberian
oksigen
5 Unit Layanan Sebelum Revisi:
Terkait a. Layanan Kesehatan 24
Jam
b. Poli layanan klinis
17 Mei 2019
Sesudah Revisi:
a. Unit Layanan 24 Jam
b. Unit Layanan Bersalin
c. R. Tindakan

123/PKM.JB/UKP | 5 / 5