Anda di halaman 1dari 4

INJEKSI INTRAVENA

No. Dokumen 21/PKM-JB/SOP/LK


No. Revisi 00
Tanggal Terbit 17 Mei 2019
SOP
Jumlah Halaman 1/6

PUSKESMAS
dr. Hayfa Husaen, M Gizi
KECAMATAN
NIP 197801282006042007
JOHAR BARU
1. Pengertian Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan
obat ke dalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit
dengan maksud untuk :
a. Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi
dibandingkan dengan injeksi parenteral lain.
b. Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan.
c. Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pemberian obat
melalui injeksi intravena.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Kecamatan Johar Baru Nomor
077 tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi a. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang
Pusat Kesehatan Masyarakat
b. Buku GELS (General Emergency Life Support) Tahun 2015
5. Alat & a. Alat
Bahan 1. Sarung tangan
2. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan.
3. Bak spuit
4. Kapas alkohol
5. Perlak dan pengalas
6. Obat sesuai program terapi
7. Bengkok
8. Plester
9. Pembendung vena (torniquet)
b. Bahan
1. Rekam Medis
2. Form Informed Concent
3. Buku Register Tindakan
6. Petugas Dokter , perawat, dan bidan terlatih
7. Prosedur/ 1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
Langkah- 2. Memastikan identitas pasien
langkah 3. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien dan
keluarga
4. Minta persetujuan pasien untuk melakukan tindakan, dengan
mengisi dan menandatangani Informed Consent
5. Petugas cuci tangan
6. Petugas menyiapkan alat
7. Petugas pakai sarung tangan
8. Siapkan obat dengan prinsip 6 benar
9. Atur klien pada posisi yang nyaman
10. Pasang perlak pengalas
11. Bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja
12. Pasang torniquet
13. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan,
peradangan, atau rasa gatal. Menghindari gangguan absorbsi
obat atau cidera dan nyeri yang berlebihan
14. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol,
dengan gerakan sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter
sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode ini dilakukan untuk
membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme
15. Pegang kapas alkohol, dengan jari-jari tengah pada tangan non
dominan
16. Buka tutup jarum. Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm di
bawah area penusukan dengan tangan non dominan supaya
kulit menjadi lebih kencang dan vena tidak bergeser sehingga
memudahkan penusukan. Arah tusukan sejajar vena yang akan
ditusuk secara perlahan dan pasti. Pegang jarum pada posisi 30◦
17. Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan tusukan jarum
ke dalam vena
18. Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel
dari spuit dan tangan dominan menarik plunger
19. Observasi adanya darah pada spuit
20. Jika ada darah, lepaskan terniquet dan masukkan obat perlahan-
lahan
21. Keluarkan jarum dengan sudut yang sama seperti saat
dimasukkan, sambil melakukan penekanan dengan
menggunakan kapas alkohol pada area penusukan
22. Tutup area penusukan dengan menggunakan kassa steril yang
diberi betadin
23. Kembalikan posisi klien
24. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan ke dalam bengkok
25. Buka sarung tangan
26. Cuci tangan
27. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
8. Diagram alir Bebaskan lengan klien
dari baju atau kemeja

Pasang torniquet

Pilih area penusukan


yang bebas dari tanda
kekakuan, peradangan,
atau rasa gatal

Bersihkan area
penusukan dengan
menggunakan kapas
alkohol, dengan
gerakan sirkuler dari
arah dalam keluar

Pegang kapas alkohol,


dengan jari-jari tengah
pada tangan non
dominan

Pegang jarum pada


posisi 30◦

Rendahkan posisi jarum


sejajar kulit dan
teruskan tusukan jarum 21/PKM-JB/SOP/LK | 2 / 6
ke dalam vena
Lakukan aspirasi
dengan tangan non
dominan menahan barel
dari spuit dan tangan
dominan menarik
plunger

Observasi adanya darah


pada spuit

Jika ada darah,


lepaskan terniquet dan
masukkan obat
perlahan-lahan

Keluarkan jarum dengan


sudut yang sama seperti
saat dimasukkan,
sambil melakukan
penekanan dengan
menggunakan kapas
alkohol pada area
penusukan

Tutup area penusukan


dengan menggunakan
kassa steril yang diberi
betadin
a. Melakukan 6 benar dalam pemberian obat
1. Benar obat
2. Benar dosis
9. Hal-hal yang
3. Benar pasien
harus
4. Benar cara
diperhatikan
5. Benar waktu
6. Benar dokumentasi
b. Melakukan penekanan pada bekas tusukan
a. Ruang Tindakan
b. Unit Layanan KIA/KB
c. Unit Layanan 24 Jam
10. Unit
d. Unit Layanan Paru
Terkait
e. Unit Layanan Laboratorium
f. Unit Layanan Bersalin
g. Unit Layanan HIV
a. Rekam Medis
11. Dokumen
b. Form Informed Consent
Terkait
c. Buku Register Tindakan

21/PKM-JB/SOP/LK | 3 / 6
12. Rekaman Tanggal
Historis No. Yang Dirubah Isi Perubahan Mulai
Perubahan Diberlakukan

       

       

       

21/PKM-JB/SOP/LK | 4 / 6