Anda di halaman 1dari 2

NASKAH TUGAS LAB PPH II

UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.1

Fakultas : Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Program Studi : D-III Perpajakan
Kode / Nama MK : PAJA3353 / Lab Pajak Penghasilan II
Nama / NIM : Istaqsa Kuskar / 042022032

No Soal
1. PT Aman Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri Mebel. Pada
tahun 2019 memperoleh Penghasilan Netto sbb:
1. Penghasilan Netto Dalam Negeri Rp 2.500.000.000
2. Penghasilan dari Malaysia Rp 1.000.000.000 dengan tarif pajak sebesar 20%
3. Penghasilan dari Hongkong Rp.950.000.000 dengan tarif pajak sebesar 30%
Instruksi :
Hitunglah PPh Pasal 24 atau Kredit Pajak Luar Negeri maksimum yang diperkenankan
Tahun 2019! Gunakan tarif (pasal 17 ) dalam penghitungan pajak terutang.

Penghasilan Netto Dalam Negeri Rp 2.500.000.000


Penghasilan dari Malaysia Rp 1.000.000.000
Penghasilan dari Hongkong Rp 950.000.000
#Jumlah Penghasilan Netto adalah Rp 4.450.000.000
Berdasarkan perhitungan PPh Pasal 24 dimana disebutkan apabila penghasilan luar
negeri dari beberapa negara, maka perhitungan batas maksimum kredit pajak dilakukan
untuk masing-masing negara.
#Batas maksimum kredit pajak diambil terendah dari 3 unsut perhitungan berikut
dengan penghasilan luar negeri dari Malaysia
1. PPh terutang = 20% x Rp 1.000.000.000 = Rp 200.000.000
2. PPh terutang (Pasal 17) = Rp 4.450.000.000 x 25% = Rp 1.112.500.000
3. (Rp 1.000.000.000 / Rp 4.450.000.000) x Rp 1.112.500.000 = Rp 250.000.000
#Batas maksimum kredit pajak diambil terendah dari 3 unsut perhitungan berikut
dengan penghasilan luar negeri dari Hongkong
1. PPh terutang = 30% x Rp 950.000.000 = Rp 285.000.000
2. PPh terutang (Pasal 17) = Rp 4.450.000.000 x 25% = Rp 1.112.500.000
3. (Rp 950.000.000 / Rp 4.450.000.000) x Rp 1.112.500.000 = Rp 237.500.000
Dengan demikian kredit pajak yang dikenakan untuk penghasilan dari Malaysia adalah
Poin 1 sebesar Rp 200.000.000 dan untuk penghasilan dari Hongkong yaitu Poin 3
sebesar Rp 237.500.000. Jadi PPh Luar Negeri yang dapat dikreditkan sebesar Rp
437.500.000.

2. PT Maju Selangkah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Industri Sepatu.


Pada tahun 2019 memperoleh Penghasilan Netto sbb:
1. Penghasilan Netto Dalam Negeri (Rp.500.000.000)
2. Penghasilan dari Thailand Rp.800.000.000 dengan tarif pajak sebesar 25%
3. Penghasilan dari Hongkong Rp.750.000.000 dengan tarif pajak sebesar 20%
Instruksi :
Hitunglah PPh Pasal 24 atau Kredit Pajak Luar Negeri maksimum yang diperkenankan
Tahun 2019! Gunakan tarif (pasal 17 ) dalam penghitungan pajak terutang.

#Penghasilan Netto Dalam Negeri Rugi Rp.500.000.000


#Penghasilan dari Thailand Rp.800.000.000 tarif 25%
#Penghasilan dari Hongkong Rp.750.000.000 tarif 20%
Penghasilan Netto sebesar = Rp 800.000.000 + Rp 750.000.000 – Rp 500.000.000
= Rp 1.050.000.000
#Batas maksimum kredit pajak diambil terendah dari Thailand
1. PPh terutang = 25% x Rp 800.000.000 = Rp 200.000.000
2. PPh terutang (Pasal 17) = Rp 1.050.000.000 x 25% = Rp 262.500.000
3. (Rp 800.000.000 / Rp 1.050.000.000) x Rp 262.500.000 = Rp 200.000.000
#Batas maksimum kredit pajak diambil terendah dari Hongkong
1. PPh terutang = 20% x Rp 750.000.000 = Rp 150.000.000
2. PPh terutang (Pasal 17) = Rp 1.050.000.000 x 25% = Rp 262.500.000
3. (Rp 750.000.000 / Rp 1.050.000.000) x Rp 262.500.000 = Rp 187.500.000
Dengan demikian kredit pajak yang dikenakan untuk penghasilan dari Thailand adalah
Poin 1 dan 3 sebesar Rp 200.000.000 dan untuk penghasilan dari Hongkong yaitu Poin
1 sebesar Rp 150.000.000. Jadi PPh Luar Negeri yang dapat dikreditkan sebesar Rp
350.000.000.

Anda mungkin juga menyukai