Anda di halaman 1dari 6

BERAGAM PRSPEKTIF ULAMA KLASIK TENTANG

MAQASHID AL-QUR'AN

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Maqashid al-Qur'an


yang dibina oleh
(Dr. Ah. Fawaid, M.A.)

:Disusun Oleh
FIDA LAYLY MAISURAH
MUHIMMAH ALFAINI
NADIA RIZQI AMALIA

PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR


FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
APRIL 2021
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur ke hadirat Allah swt. yang telah memberikan
taufik, rahmat dan hidayah kepada kami sehingga kami mampu menyelesaikan
penulisan makalah yang berjudul “Beragam Perspektif Ulama Klsik tentang
Maqashid al-Qur'an” untuk memenuhi tugas mata kuliah Maqashid Al-Qur'an.
Salawat dan salam semoga senantiasa terucap dan tercurah limpahkan kepada Nabi
Muhammad saw., sahabat, tabi’in dan keluarga beliau serta keturunan beliau yang
telah berjuang bahkan sampai gugur di medan perang untuk membawa kedamaian dan
kemenangan bagi umat Islam.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penulisan dan penyusunan makalah ini. Kami sadar dalam penulisan makalah
ini masih terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki, sehingga kritik dan saran yang
membangun kami butuhkan sebagai bahan koreksi dan perbaikan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ke depan. Semoga penulisan makalah ini
bemanfaat bagi penulis dan pembaca, serta dapat menambah wawasan dan
menumbuhkan pemahaman dalam mengkaji Al-Qur'an.

Pamekasan, 01 April 2021

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i


KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan..................................................................................... 2

BAB II : PEMBAHASAN
A. Kaidah Ilmu al-Jarh wa al-Ta’dil............................................................ 3
B. Redaksi Kritik Hadis................................................................................ 8
C. Urgensi Mempelajari Ilmu al-Jarh wa al-Ta’dil................................... 10

BAB III : PENUTUP


A. Kesimpulan ........................................................................................... 12
B. Saran ..................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur'an merupakan kitab suci bagi umat Islam. Sebagai pedoman
yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. beberapa abad yang lalu,
kajian tentang keilmuan al-Qur'an masih berkembang pesat dan relevan sesuai
dengan zaman. Pembahasan mengenai al-Qur'an yang penuh dengan fenomena
tidak akan pernah selesai. Berbagai dinamika dan problematika terjadi dalam
pembelajaran Al-Qur'an. Hal ini terjadi karena kedudukan Al-Qur'an yang
agung dan dapat merubah kehidupan manusia yang mau mengambil hikmah
dan pelajaran yang ada di dalamnya. Mengetahui tentang sejarah turunnya Al-
Qur'an penting untuk dipelajari. Mengingat Al-Qur'an yang ada saat ini
mengalami berbagai peristiwa yang tidak semuanya terdapat dalam sejarah.
Kajian tentang maqashid al-Qur'an juga masih tergolong istilah yang
sudah lama diperbincangkan di kalangan Ulama. Sehingga tidak dapat
dipungkiri bahwa ulama klasik juga banyak yang mengkaji tentang maqashid
al-Qur'an. Tidak sedikit dari kajian maqashid al-Qur'an yang menjadi bagian
yang tidak terpisah dari maqashid al-Syariah kontemporer yang belakangan ini
menjadi tren kajian dalam ilmu al-Qur'an. Karena sudah menjadi tren yang
mampu menjawab isu-isu kontemporer, tafsir maqashidi juga mmapu
menjawab isu kontemporer seperti isu kebebasan beragama.1

Umat Islam meyakini kemurnian dan keautentikan Al-Qur'an. Hal ini


bedasarkan firman Allah swt yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah
kitabulllah yang akan dijamin kemurniannya hingga akhir zaman. Dalam
proses penyusunan Al-Qur'an, tidak akan terlepas dari sejarah. Karena sejarah
berperan penting dalam ranah kajian ulumul Quran maupun tafsir serta yang
berkaitan dengan Al-Qur'an. Karena tanpa sejarah, tidak akan diketahui
bagaimana proses turunnya Al-Qur'an sehingga bisa dibaca dan dipelajari
sampai saat ini.
Sejarah mencatat bahwa proses penurunan Al-Qur'an kepada Nabi
Muhammmad saw. hingga sampai pada tangan kita saat ini tidak berjalan

1
Ah. Fawaid, "Maqasid al-Qur'an dalam Ayat Kebebasan Beagama Menurut Penafsiran Thaha Jabir
al-'Alwani", Madania: Jurnal Kajian Keislaman 21, 2 (2017): 113-114
dengan mulus tanpa rintangan. Dapat diartikan juga bahwa proses turunnya
Al-Qur'an menciptakan berbagai problematika. Banyak yang mengkritik Al-
Qur'an bahkan ingin membuat yang serupa dengan Al-Qur'an. Menandingi
keindahan sastra dan bahasa yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Akan tetapi itu
semua tidak dapat mempengaruhi keaslian dan keautentikan dari Al-Qur'an.
Banyak yang tidak tahu pasti bagaimana problematika kronologi Al-
Qur'an. Menurut hemat penulis, hal tersebut terjadi karena ada sejarah yang
menyembunyikan informasi asli mengenai hal itu. Disebabkan oleh
kepentingan pribadi atau sekte tertentu. Sehingga informasi yang sampai
kepada kita tidak semuanya benar. Akan tetapi kita tidak boleh terlalu
mengingkari dan tidak boleh terlalu percaya apabila informasi yang didapat
berasal dari sumber yang tidak bisa dipertanggung jawaban.
Penyusunan Al-Qur'an menuai banyak kritik dari kalangan yang
meragukan bahwa penyusunan Al-Qur'an tidak secara tauqify (penetapan dari
Allah swt.). Pasalnya karena penyusunan Al-Qur'an tidak sesuai dengan
penaggalan atau rentetan peristiwa yang terjadi pada saat itu. Mengingat
bahwa dalam pembagian Al-Qur'an berdasarkan periodesasi diturunkannya
terbagi menjadi dua periode. Yaitu periode Mekkah dan Madinah. Dengan
demikian mengetahui kronologi Al-Qur'an penting untuk dipelajari agar tidak
menimbulkan kontroversi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian kronologi Al-Qur'an?
2. Bagaimana proses turunnya Al-Qur'an?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi kronologi Al-Qur'an.
2. Untuk mengetahui proses turunnya Al-Qur'an.
D. Manfaat Penulisan
1. Sebagai bahan dalam mata kuliah Tarikh Al-Qur'an.
2. Sebagai media mahasiswa untuk menambah wawasan dan melatih tehnik
penulisan karya ilmiah yang baik dan benar.
BAB II

PEMBAHASAN

A. ِAbu Ahmad al-Ghazali

Nama lengkap beliau adalah Abu Hamid Muhammad ibn al-Ghazali, yang
dijuluki sebagai hujjah al-Islam dan Zain al-din al-Thusi. Imam al-Ghazali
dilahirkan di Thus pada tahun 450 M.