Anda di halaman 1dari 6

Nama : Nurwulansari Maelani

Jurusan : Ilmu Administrasi Negara

1.  Jelaskan bagaimana tata cara pengangkatan Perangkat desa ?


2.  Pada UU Nomor 32 Tahun 2004 Upaya pemerintah dalam memberikan penghasilan
kepada Aparat desa sudah mulai nampak, sebutkan PP nomor berapa dan apa saja yang diatur
didalamnya. Jelaskan !
3. Bagaimanakah seharusnya tata hubungan industrial antara perangkat desa dengan
pemerintah desa Jelaskan ?

Jawaban :
1. Dasar hukum yang menjadi pedoman pengangkatan perangkat desa adalah Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan Peraturan Pemerintah Nomor
43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang
Desa (“PP Desa”).
Perangkat desa terdiri dari sekretariat desa, pelaksana kewilayahan, dan pelaksana teknis
yang berkedudukan sebagai unsur pembantu kepala desa. Anda mempermasalahkan orang
yang secara administrasi kependudukan tidak memenuhi ketentuan untuk diangkat menjadi
perangkat desa. Berikut syarat untuk diangkat menjadi perangkat desa .
a.    berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau yang sederajat;
b.    berusia 20 (dua puluh) tahun sampai dengan 42 (empat puluh dua) tahun;
c.    terdaftar sebagai penduduk Desa dan bertempat tinggal di Desa paling kurang 1 (satu)
tahun sebelum pendaftaran; dan
d.    syarat lain yang ditentukan dalam Peraturan Daerah Kabupaten/Kota
Berbeda dengan tata cara pengangkatan perangkat desa sebelum UU 6/2014 tentang Desa
yang diputus sendiri oleh kepala desa, dalam UU 6/2014 ini, tata cara pengangkatan
perangkat desa salah satunya adalah camat memberikan rekomendasi tertulis yang memuat
mengenai calon perangkat Desa yang telah dikonsultasikan dengan kepala Desa.
Berdasarkan penelusuran kami, tidak ada aturan tentang mekanisme jika ada kecacatan
hukum dalam pengangkatan perangkat desa. Namun, jika memang ada perangkat desa yang
didapati tidak memenuhi syarat, maka yang bersangkutan dapat diberhentikan.
Di samping itu, berangkat dari wewenang kepala desa mengangkat dan memberhentikan
perangkat desa, maka pihak yang merasa dikecewakan dapat mengajukan keberatan kepada
kepala desa. Selanjutnya, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.    Kepala Desa melakukan konsultasi dengan camat atau sebutan lain mengenai
pemberhentian perangkat desa;
2.    Camat atau sebutan lain memberikan rekomendasi tertulis yang memuat mengenai
pemberhentian perangkat Desa yang telah dikonsultasikan dengan kepala Desa; dan
3.    Rekomendasi tertulis camat atau sebutan lain dijadikan dasar oleh kepala Desa dalam
pemberhentian perangkat Desa dengan keputusan kepala Desa.

2. Menurut saya, PP No 11 Tahun 2019


pemerintah memandang perlu mengubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47
Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Dengan pertimbangan tersebut, pada 28 Februari 2019, Presiden Joko Widodo telah
menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua
atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (tautan: PP Nomor 1 Tahun 2019).
Dalam PP ini, pemerintah mengubah Pasal 81 menjadi sebagai berikut:
1.Penghasilan tetap diberikan kepada Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa
lainnya dianggarkan dalam APBDesa yang bersumber dari ADD (Anggaran Dana Desa).
2. Bupati/Wali kota menetapkan besaran penghasilan tetap Kepala Desa, Sekretaris Desa,
dan Perangkat Desa lainnya, dengan ketentuan: a. besaran penghasilan tetap Kepala Desa
paling sedikit Rp2.426.640,00 setara 120% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan
ruang II/a; b. besaran penghasilan tetap Sekretaris Desa paling sedikit Rp2.224.420,00
setara 110% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang II/a; dan c. besaran
penghasilan tetap Perangkat desa lainnya paling sedikit Rp2.022.200,00 setara 100% dari
gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang II/a.
Dalam hal ADD tidak mencukupi untuk mendanai penghasilan tetap minimal Kepala
Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa lainnya sebagaimana dimaksud dapat dipenuhi
dari sumber lain dalam APBDesa selain Dana Desa,” bunyi Pasal 81 ayat (3) PP ini.
Menurut Pasal 81A PP ini, penghasilan tetap Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat
Desa lainnya diberikan sejak Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku. Dalam hal Desa
belum dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud, maka pembayaran penghasilan
tetap Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa lainnya diberikan terhitung mulai
bulan Januari 2020. Terkait perubahan Pasal 81 itu, maka Pasal 100 PP tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa diubah menjadi:
1. Belanja Desa yang ditetapkan dalam APBDesa digunakan dengan ketentuan:
a. paling sedikit 70% dari jumlah anggaran belanja desa untuk mendanai: 1.
Penyelenggaraan pemerintahan desa termasuk belanja operasional pemerintahan desa, dan
insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga; 2. Pelaksanaan pembangunan desa; 3.
Pembinaan kemasyarakatan desa; dan 4. Pemberdayaan masyarakat desa.
b. paling banyak 30% dari jumlah anggaran belanja desa untuk mendanai: 1. Penghasilan
tetap dan tunjangan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa lainnya; dan 2.
Tunjangan operasional Badan Permusyawaratan Desa.
2. Penghasilan belanja desa sebagaimana dimaksud di luar pendapatan yang bersumber
dari hasil pengelolaan tanah bengkok atau sebutan lain.
PP ini menegaskan, hasil pengelolaan tanah bengkok atau sebutan lain dapat digunakan
untuk tambahan tunjangan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa lainnya
selain penghasilan tetap dan tunjangan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa
lainnya sebagaimana dimaksud dalam ketentuan di atas (Pasal 81). Peraturan Pemerintah
ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Pemerintah Nomor
11 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H
Laoly pada 28 Februari 2019.
3. Kepala Desa berkedudukan sebagai Kepala Pemerintah Desa yang memimpin
penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Kepala Desa bertugas menyelenggarakan
Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk melaksanakan Tugasnya Kepala Desa memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja Pemerintahan, penetapan
peraturan di desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan
ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi kependudukan, dan
penataan dan pengelolaan wilayah
melaksanakan pembangunan, seperti pembangunan sarana prasarana perdesaan, dan
pembangunan bidang pendidikan, kesehatan
pembinaan kemasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat,
partisipasi masyarakat, sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan
pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang
budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga,
dan karang taruna.
menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga lainnya
tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sekretaris Desa
Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur pimpinan Sekretariat Desa.
Sekretaris Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam bidang administrasi
pemerintahan.
Untuk melaksanakan tugasnya Sekretaris Desa mempunyai fungsi :
melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat,
arsip, dan ekspedisi;
melaksanakan urusan umum seperti penataan administrasi perangkat desa, penyediaan
prasarana perangkat desa dan kantor,penyiapan rapat, pengadministrasian aset,
inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan umum
melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi keuangan, administrasi
sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan
administrasi penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, dan lembaga pemerintahan
desa lainnya
melakukan urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran pendapatan dan
belanja desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan, melakukan
monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan
Kepala Urusan
Kepala Urusan berkedudukan sebagai unsur staf sekretariat.
Kepala Urusan bertugas membantu Sekretaris Desa dalam urusan pelayanan administrasi
pendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.
Untuk melaksanakan tugasnya Kepala Urusan mempunyai fungsi :
Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan
ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi, dan
penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor,
penyiapan rapat, pengadministrasian asset, inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan
umum.
Kepala Urusan Keuangan memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan keuangan seperti
pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan
pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan administrasi penghasilan Kepala
Desa, Perangkat Desa, BPD, dan lembaga pemerintahan desa lainnya.
Kepala Urusan Perencanaan memiliki fungsi mengkoordinasi urusan perencanaan seperti
menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data
dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta
penyusunan laporan.
Kepala Urusan Umum dan Perencanaan memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan
ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip dan ekspedisi,
penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor,
penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan dinas, pelayanan
umum, mengkoordinasi urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran
pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan,
melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan.
Kepala Seksi
Kepala Seksi berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis.
Kepala seksi bertugas membantu Kepala Desa sebagai pelaksana tugas operasional.
Untuk melaksanakan tugasnya kepala seksi mempunyai fungsi :
Kepala Seksi Pemerintahan mempunyai fungsi melaksanakan manajemen tata praja
pemerintahan, menyusun rancangan regulasi desa, pembinaan masalah pertanahan,
pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat,
kependudukan, penataan dan pengelolaan wilayah, serta pendataan dan pengelolaan
profil desa.
Kepala Seksi Kesejahteraan mempunyai fungsi melaksanakan pembangunan sarana
prasarana perdesaan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan tugas sosialisasi
serta motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup,
pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.
Kepala Seksi Pelayanan memiliki fungsi melaksanakan penyuluhan dan motivasi
terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, peningkatan upaya partisipasi
masyarakat, pelestarian nilai sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan.
Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan mempunyai fungsi melaksanakan
pembangunan sarana prasarana perdesaan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan,
dan tugas sosialisasi serta motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik,
lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, karang taruna,
melaksanakan penyuluhan dan motivasi terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban
masyarakat, peningkatan upaya partisipasi masyarakat, pelestarian nilai sosial budaya
masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan.
Kepala Dusun

Kepala Kewilayahan yang disebut dengan Kepala Dusun atau sebutan lain berkedudukan
sebagai unsur satuan tugas kewilayahan yang bertugas membantu Kepala Desa dalam
pelaksanaan tugasnya di wilayahnya.
Untuk melaksanakan tugasnya Kepala Dusun atau sebutan lain memiliki fungsi :
pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat,
mobilitas kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah;
mengawasi pelaksanaan pembangunan di wilayahnya;
melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan dan
kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya; dan
melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam menunjang kelancaran
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Terimakasih !!!

Anda mungkin juga menyukai