Anda di halaman 1dari 6

S3-21 Pertanyaan Pilihan Ganda Tentang Laporan Keuangan Konsolidasian Dan

Gabungan (Diadaptasi Dari AICPA)

1. Apa metode yang secara teoritis lebih tepat untuk menyajikan kepentingan
nonpengendali dilaporan posisi keuangan konsolidasian?
a. sebagai akun terpisah dalam bagan liabilitas
b. sebagai pengurang dari (kontra atas) goodwill dari konsolidasi, jika ada.
c. dengan catatan atau catatan kaki dilaporan posisi keuangan.
d. sebagai akun terpisah dalam bagian ekuitas pemegang saham.
Jawaban: D. Sebagai akun terpisah dalam bagian ekuitas pemegang saham.

2. Menyajikan laporan keuangan konsolidasian pada tahun ini sedangkan laporan


keuangan dari perusahaan individual disajikan pada tahun sebelumnya merupakan:
a. perbaikan kesalahan
b. perubahan akuntansi yang harus disajikan secara prospektif.
c. perubahan akuntansi yang harus disajikan dengan menyajikan laporan keuangan
dari semua periode sebelumnya yang disajikan.
d. bukan perubahan akuntansi.
Jawaban: C. perubahan akuntansi yang harus disajikan dengan menyajikan
laporan keuangan dari semua periode sebelumnya yang disajikan.

3. Anak perusahan, yang diakuisisi dengan kas dalam kombinasi bisnis, memiliki
peralatan dengan nilai pasar diatas nilai bukunya pada tanggal kombinasi bisnis.
Laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibuat sesaat setelah akuisisi akan
memperlakukan selisih tersebut sebagai:
a. Goodwill
b. Aset tetap
c. saldo laba
d. kredit tangguhan
Jawaban: A. Goodwill

4. Ketika laporan keuangan konsolidasian dibuat untuk kelompok perusahaan yang


berelasi, transaksi antarperusahaan dan laba atau rugi perusahaan harus dieliminasi
ketika kelompok tersebut terdiri dari:
Perusahaan Yang Anak Perusahaan
Dikendalikan Bersama yang Tidak Dikonsolidasi
a. Tidak Tidak
b. Tidak Ya
c. Ya Ya
d. Ya Tidak
Jawaban: C.

5. Tuan candra memiliki empat perusahaan. Laporan keuangan gabungan sedang dibuat
untuk perusahaan – perusahaan tersebut, dimana terdapat pinjaman antarperusahaan
sebesar Rp 200.000.000 dan laba antarperusahaan sebesar Rp 500.000. Berapakah
jumlah pinjaman dan laba antarperusahaan tersebut yang harus dimasukkan di laporan
keuangan gabungan?
Antar Perusahaan
Pinjaman Laba
a. Rp 200.000 Rp.0
b. Rp 200.000 Rp 500.000
c. Rp 0 Rp 0
d. Rp 0 Rp 500.000
Jawaban: C.

S3-22 Penjualan Antarperusahaan

PT. Kintamani memiliki 100% saham berhak suara PT Sentosa. Selama tahun 20X6,
PT.Sentosa membeli persediaan barang dagangan senilai Rp. 20.000.000 dan menjualnya ke
PT. Kintamani seharga Rp. 50.000.000. PT. Kintamani masih memiliki persediaan tersebut
pada tanggal 31 Desember 20X6. Penjualan untuk kedua perusahaan selama tahun 20X6
berjumlah Rp.300.000.000 dan total beban pokok penjualan adalah Rp. 200.000.000

Diminta:

a. Jika tidak ada penyesuaian yang dibuat untuk mengeliminasi penjualan


antarperusahaan pada saat laporan laba rugi dibuat untuk tahun 20X6, berapakah
jumlah laba bersih konsolidasi yang dinyatakan terlalu tinggi atau terlalu rendah?
b. Buatlah laporan laba rugi konsolidasian untuk tahun 20X6 tanpa adanya penyesuaian
untuk penjualan antarperusahaan?
c. Buatlah laporan laba rugi konsolidasian untuk tahun 20X6 yang disesuaikan untuk
penjualan antarperusahaan?
d. Apa akun di laporan laba rugi yang berbeda antara poin b dan c?

Jawab:

A. Laba bersih Konsolidasi adalah sebesar Rp30.000.000


(Rp50.000.000 - Rp20.000.000)

B.                                                         PT XXX
                                        Laporan Laba Rugi Konsolidasian
                               Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 20X6

             Penjualan Rp300.000.000


             Beban pokok penjualan Rp (200.000.000)
             Laba bersih konsolidasi Rp100.000.000

C.                                                     PT XXX


                                        Laporan Laba Rugi Konsolidasian
                               Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 20X6

             Penjualan Rp250.000.000


             Beban pokok penjualan Rp (180.000.000)
             Laba bersih konsolidasi Rp70.000.000

D. ketiga item dari masing-masing laporan laba rugi berubah akibat penjualan antar
perusahaan.
S3-23 Transfer Persediaan Antarperusahaan

Jurnal eliminasi keuntungan

(D) Saldo laba Rp15.000.000

(K) Persediaan Rp15.000.000

A. Persediaan per 1 januari 20X3 = Rp25.000.000 – Rp15.000.000 = Rp10.000.000


B. Beban pokok penjualan 20X2 Rp10.000.000
C. Beban pokok penjualan 20X3 Rp10.000.000
D. Penjualan 20X2 Rp25.000.000
E. Penjualan 20X3 Rp55.000.000

S3-24 Menentukan Laba Bersih Entitas Konsolidasi

 Terdapat selisih antara nilai investasi dengan nilai buku, sebesar Rp20.000.000
 Jumlah lebih bayar tersebut dialokasikan ke peningkatan nilai peralatan dengan
manfaat 8 tahun sehingga diamortisasi selama sisa manfaat peralatan, yaitu sebesar
Rp2.500.000 (20.000.000 : 8 = 2.500.000).

Jurnal untuk mencatat amortisasi selisih pembelian terkait dengan peralatan:

(D) Pendapatan dari Investee Rp2.500.000


(K) Investasi pada PT Makinta Rp2.500.000

Laba bersih konsolidasi PT Plasa dan PT Makinta:


Laba PT Plasa Rp110.000.000
Laba PT Makinta (14.000.000  0.75%) Rp10.500.000
Laba amortisasi Rp2.500.000
Total Rp123.000.000

S3-25 Menentukan Laba Bersih Induk Perusahaan

Laba operasi terpisah PT Talenta Rp155.180.000


Proporsi kepemilikan PT Talenta 60% X 15.200.000 Rp (9.120.000)
Laba Bersih Konsolidasi Rp164.300.000
S3-26 Data Laporan Laba Rugi Konsolidasi
A. Penjualan
Rp300.000.000 + Rp200.000.000 – (Rp50.000.000 – Rp35.000.000)
Rp500.00.000 - Rp15.000.000 = Rp485.000.000

A. Pendapatan Investasi dari PT Lezat Bakery


80% x Rp40.000.000 = Rp32.000.000

B. Beban pokok penjualan


Rp200.000.000 + Rp130.000.000 – Rp35.000.000 = Rp295.000.000

C. Beban Penyusutan
Rp 40.000.000 + Rp 30.000.000 = Rp70.000.000

Apabila dibagi dengan umur ekonomis asset 8 tahun maka


Rp70.000.000 : 8 = Rp8.750.000

S3-27 Data Perusahaan dan Konsolidasi Tidak Lengkap

A. Saldo persediaan yang dilaporkan di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah


Rp999.000.000 (Rp 09.000.000 +Rp 90.000.000).
B. Jumlah yang dibayarkan PT Berdikari untuk mengakuisisi PT Mantili adalah
Rp1.250.000.000 dan jumlah nilai investasi tersebut lebih kecil dari nilai buku yang
mendasari sebesar Rp 5.000.000.
 Rp5.000.000 = Harga Perolehan – Nilai Wajar Aset Bersih PT Mantili
= Rp1.250.000.000 – Rp1.255.000.000
C. PT Mantili membeli tanah seharga Rp15.000.000, jadi dalam laporan konsolidasian
menjadi Rp605.000.000, karena tanah dama pembukuan PT Mantili dieliminasi
sebesar Rp5.000.0000 sehingga total saldo laba dalam laporan konsolidasi sebesar
Rp720.000.000 bukan Rp725.000.000.
D. Saldo utang usaha yang dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian
adalah Rp322.000.000 (Rp227.000.000 + Rp95.000.000) dan nilai nominal saham
biasa PT Berdikari yang dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasi yaitu
Rp1.000.000.000.

S3-28 Konsolidasi Setelah Penjualan Peralatan Antarperusahaan

PT Pontia
Laporan Posisi Keuangan Konsilidasi
1 Januari 20X7
Eliminasi
PT Pontia PT Banjar Debit Kredit Konsolidasi
Kas Rp50.000.000 Rp35.000.000 Rp85.000.000
Piutang Usaha 110.000.000 60.000.000 a 17.000.000 153.000.000
Persediaan 95.000.000 75.000.000 170.000.000
Bangunan dan 230.000.000 105.000.000 335.000.000
Peralatan (bersih)
Investasi pada PT 140.000.000 c140.000.000
banjar
Total Debit Rp625.000.000 Rp275.000.000 Rp743.000.000

Utang Usaha Rp 82.000.000 Rp28.000.000 a 17.000.000 93.000.000


Utang Obligasi 200.000.000 107.000.000 307.000.000
Saham Biasa 180.000.000 50.000.000 c50.000.000 180.000.000
Agio Saham Biasa 25.000.000 c25.000.000
Saldo Laba 163.000.000 65.000.000 c65.000.000 163.000.000
Total Kredit Rp625.000.000 Rp275.000.000 Rp157.000.000 Rp150.000.000 Rp743.000.000

a. Eliminasi piutang PT Banjar Rp17.000.000


b. Eliminasi investasi dengan ekuitas pemegang saham anak perusahaan

Anda mungkin juga menyukai