Anda di halaman 1dari 9

Makalah

Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang

Dosen Pembimbing:
Faye Maya Dewi M.M
Disusun Oleh :
Adisetiadi (1916120107)
Dony Eka Saputra (1916120115)
Rita Utami (1916120209)
Kelas: 2A Manajemen (Pagi)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PUTRA


PERDANA INDONESIA
2019/2020
1. Pasar Barang dan Jasa (Kurva IS)
Pasar barang dan jasa adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh
suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu. Permintaan dalam pasar barang merupakan
agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang
menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.
Kurva I-S adalah suatu kurva yang menjelaskan hubungan antara berbagai tingkat bunga r
dengan pendapatan nasional keseimbangan Y di mana pasar barang pada posisi
keseimbangan. Dengan demikian kurva IS menunjukkan keseimbangan di pasar barang.
2. Pasar Uang (Kurva LM)
• Pengertian Pasar Uang dan Kurva LM
• Pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-
surat berharga yang mempunya jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun
dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga
disebut pasar kredit jangka pendek.
• Keseimbangan pasar uang tercapai bila permintaan uang telah sama dengan
penawaran uang. Kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat
pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk keseimbangan
uang riil.
• Kurva LM menggambarkan hubungan diantara tingkat pendapatan dan tingkat
bunga. Semakin tinggi tingkat pendapatan, semakin tinggi permintaan terhadap
keseimbangan uang riil, dan semakin tinggi tingkat bunga keseimbangan. Karena itu,
kurva LM miring ke atas.
• Kurva LM akan bergeser bila permintaan dan atau penawaran uang berubah. Jika
ada penambahan jumlah uang beredar dan permintaan uang bertambah maka kurva LM
akan bergeser ke kanan (dari Lm0 ke Lm1). Begitu pula sebaliknya jika jumlah uang
beredar dan permintaan uang berkurang maka kurva LM akan bergeser ke kiri.
• Gambar Kurva LM

Keterangan: interaksi antara tingkat suku bunga (r1 dan r2) dengan income (Y1 dan Y2) membentuk kurva
LM
3. Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang (termasuk Grafik/Kurva Keseimbangan IS -LM)
Pengertian Keseimbangan Pasar Barang dan Jasa. Pasar barang dikatakan dalam keadaan
keseimbangan apabila penawaran pada pasar barang sama dengan penerimaan pada pasar
barang tersebut. Atau dengan kata lain pendapatan sama dengan pengeluaran, Keseimbangan
pasar barang ditunjukkan oleh suatu kurva yang disebut Kurva I-S.
Gambar berikut menunjukkan kurva I-S yang menjelaskan bagaimana tingkat suku bunga
berpengaruh terhadap kesimbangan pendapatan nasional. Dari kurvanya diketahui, bahwa
kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan turunnya pendapatan nasional keseimbangan.
Pendapatan nasional keseimbangan akan naik jika tingkat suku bunga diturunkan.

Gambar Kurva Grafik Keseimbangan Pasar Barang Persamaan Fungsi I-S


Pada tingkat suku Bunga 5 persen, pendapatan nasional keseimbangan adalah 1000 triliun
rupiah.
Y = 1100 – (2000x 0,05)
Y = 1000
Ketika tingkat suku bunga 15 persen, maka pendapatan nasional keseimbangan adalah 800 triliun rupiah
Y = 1100 – (2000x 0,15)
Y = 800
Jadi, ketika tingkat suku bunga dinaikkan dari 5 persen menjadi 15 pesen, maka pendapatan
nasional keseimbangan turun dari 1000 menjadi 800 triliun rupiah
Keseimbangan pasar uang atau money market equilibrium adalah keseimbangan antara uang
yang diminta oleh masyarakat untuk berbagai motif sama dengan jumlah uang beredar atau
penawaran uang pada masyarakat tersebut. Keseimbangan pasar uang ditunjukkan oleh suatu
kurva yang disebut Kurva L-M.
Kurva L-M adalah sebuah garis (kurva) yang menunjukkan berbagai hibungan antara tingkat
suku bunga dengan pendapatan nasional dalam kondisi keseimbangan di pasar uang.
Keseimbangan pasar uang terjadi pada kondisi fungsi permintaan uang sama dengan fungsi
penawaran uang.
Kurva Keseimbangan Pasar Uang L-M
Y = 800 + 2000r
Gambar berikut menunjukkan kurva L-M yang menjelaskan bagaimana tingkat suku bunga
berpengaruh terhadap kesimbangan pendapatan nasional. Dari kurvanya diketahui, bahwa
kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan naiknya pendapatan nasional keseimbangan.
Pendapatan nasional keseimbangan akan naik jika tingkat suku bunga dinaikkan.

Gambar Kurva Grafik Keseimbangan Pasar Uang Persamaan Fungsi L-M


Pada tingkat suku Bunga 5 persen, pendapatan nasional keseimbangan adalah 900 triliun
rupiah.
Y = 800 + (2000x 0,05)
Y = 900
Ketika tingkat suku bunga 15 persen, maka pendapatan nasional keseimbangan adalah 1100
triliun rupiah.
Y = 800 + (2000x 0,15)
Y = 1100
Jadi, ketika tingkat suku bunga dinaikkan dari 5 persen menjadi 15 pesen, maka pendapatan
nasional keseimbangan naik dari 900 menjadi 1100 triliun rupiah.

4. Contoh soal dari Keseimbangan pasar barang dan pasar uang (Model 2 Sektor dan Model 3
Sektor).
Keseimbangan Pasar Barang Dan Pasar Uang (Termasuk Grafik/Kurva Keseimbangan IS
- LM)

Y = C (Y-T)+G ,IS

M/P = L (R,Y) ,LM


Keseimbangan IS – LM dapat diterapkan pada model perekonomian 2sektor ,3sektor, dan
4sektor. Pada model perekonomian 2 sektor hanya ada fungsi konsumsi(C) dan investasi(I).
Pada model perekonomian 3 sektor selain fungsi konsumsi(C) dan investasi juga dipengaruhi
oleh pengeluaran pemerintah(G). Sedangkan pada model 4 sektor ditambah ekspor(X) dan
impor(M). Oleh karena itu, keseimbangan perekonomian adalah titik dimana kurva IS dan LM
berpotongan. Titik ini memberikan tingkat bunga dan tingkat pendapatan Y yang memenuhi
kondisi untuk keseimbangan baik dalam pasar barang mau pun pasar uang.
Grafik keseimbangan IS – LM
Keseimbangan dipasar barang menunjukkan bahwa peningkatan tingkat suku bunga 0i ke 0i
akan mendorong terjadinya penurunan output dari 0Y ke 0Y. Keseimbangan dipasar uang
menunjukan bahwa peningkatan output 0Y ke 0Y akan mendorong peningkatan tingkat suku
bunga 0i ke 0i. Ketika kurva IS berpotongan dengan kurva LM maka akan terjadi
keseimbangan.
Grafik keseimbangan IS – LM

Tingkat suku LM
Bunga, i I”
I’
i E

IS

0 Y’ Y Y”
Output (income), Y
Contoh soal dari keseimbangan pasar barang dan pasar uang (model 2 sektor dan model
3 sektor)
Contoh soal model 2 sektor
 Diketahui :
C = 100 + 0.75y
I = 60 – 200i
Ms = 500
Md = 0,2 Y + 428 – 400i
 Ditanya :
1. Keseimbangan pasar barang
2. Keseimbangan pasar uang
3. Keseimbangan umum IS – LM
Jawban :
Keseimbangan pasar barang
Y =C+I
Y = 100 + 0.75y + 60 – 200i
Y – 0,75 = 160 – 200i
0,75Y = 160 – 200i
Y = 640 – 800i

Keseimbangan pasar uang


Ms = Md
500 = 0,2Y + 428 - 400i
0,2Y = 72 – 400i
Y = 360 – 2000i
Keseimbangan umum
IS = LM
640 – 800i = 360 + 2000i
2800i = 280
I = 0,1 atau 10%
Y = 640 – 800 (0,1)
Y = 560
Jadi pada keseimbangan umum,tingkat bunga keseimbangan adalah 10% dan tingkat
pendapatan nasional keseimbangan adalah 560
Grafik keseimbangan IS – LM

E
10

IS0
560 y
Contoh soal model 3 sektor
Diketahui:
C = 100 + 0,75Y
I = 60 200i
G = 20
i = 10%
Ms = 500
Md = 0,2Y + 428 -400i
 Ditanya :
1. Keseimbangan pasar barang
2. Keseimbangan pasar uang
3. Keseimbangan umum IS -LM
Keseimbangan pasar barang
Y =C+I+G
Y = 100 + 0,75Y + 60 - 200i + 20
Y - 0,75Y = 180 + 200i
0,75Y = 180 - 200i
Y  = 720 - 800i
Keseimbangan pasar uang
Ms =Md
500 = = 0,2Y + 428 - 400i
0,2Y = 72 – 400i
Y = 360 – 2000i
Apabila kurva LM tetap maka keseimbanga numun menjadi:
IS = LM
720 – 800i = 360+2000i
2800i = 360
I = 0,129
Y = 720 –800i
Y =720–800(0,129)
Y =720 –103,2
Y =616,8

Naiknya pengeluaran pemerintah sebesar 20 ,menyebabkan tingkat bunga keseimbangan


naik menjadi 12,9% dan pendapatan nasional keseimbangan naik menjadi 616,8

i LM0

12,69
10
IS1
IS0
y
560 616,8

Dampak kebijakan Fiskal terhadap keseimbangan IS – LM


Dampak pengeluaran pemerintah yang ekspansif (fiskal ekspansif) menyebabkan kurva IS
bergeser ke kanan. Pada tingkat bunga yang sama (r1), pergeseran kurva tersebut
menyebabkan output keseimbangan bergeser dari Y0 ke Y1. Sebaliknya dampak anggaran
defisit (fiskalkontraktif) menyebabkan kurva bergeser ke kiri
r

r1

IS2 IS0 IS1

Y2 Y0 Y1
Dampak kebijakan moneter terhadap keseimbangan IS – LM
Kontraksi moneter atau pengetatan moneter berhubungan dengan penurunan penawaran
uang.Ketika terjadi peningkatan penawaran uang tersebut disebut juga sebagai ekspan
simoneter. Kebijakan moneter tidak mempengaruhi kurva IS,tetapi hanya mempengaruhi kurva
LM. Misalnya, Ketika terjadi peningkatan penawaran uang, kurva LM akan bergeser ke bawah.
Lm untuk (M/P)
A
I LM’ (untuk M’/P > M/P)
I’ A’

IS

Y Y’