Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN. K. PADA NY.

D
DENGAN HIPERTENSI DI RT 02 RW 13 KELURAHAN CIBADAK
KECAMATAN TANAH SAREAL BOGOR

I. DATA UMUM
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1 Nama kepala keluarga : Tn. K.
. (KK)
2 Alamat dan telepon : Kp. Seremped RT 02 RW 13 Kel. Cibadak Kec.
. Tanah Sareal Bogor
3 Agama : Islam
.
4 Pekerjaan kepala : Sopir
. keluarga
5 Pendidikan kepala : SD
. keluarga
6 Komposisi kepala keluarga dan genogram :
.
N Nama L/ Umur Hubungan dengan Pekerjaan Pendidikan
o P KK
1. Tn. K L 55 tahun Kepala Keluarga Sopir SD
2. Ny. D P 52 tahun Istri IRT SD
3. Tn. I L 21 tahun Anak Sopir SLTA

Genogram:

G.I

G.II

G.III

Keterangan : : Laki–laki

: Perempuan

: Meninggal

: Garis keturunan
: Tinggal serumah

: Anggota keluarga sakit (Ny.D)

1. Tipe keluarga adalah keluarga Inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu dan anak- anak.
2. Suku bangsa Sunda
3. Agama. Semua anggota keluarga beragama islam
4. Status ekonomi keluarga. Tn. K bekerja sebagai sopir, Ny.D sebagai ibu rumah tangga dan
dibantu anaknya sebagai sopir.
5. Penghasilan keluarga Tn. K. + Rp 2.5jt – Rp 3jt per bulan. Dana keluarga digunakan untuk
kebutuhan dasar (makan, minum, pakaian).
6. Aktivitas rekreasi keluarga. Keluarga Tn. K hanya sekali setahun untuk pergi rekreasi, dan
keluarga mendapatkan sarana hiburan dari menonton TV.

II. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini.
Tahap perkembangan keluarga Tn. K. saat ini adalah tahap keluarga dengan anak dewasa
(pelepasan) akhir, karena saat ini anak pertama dan kedua sudah berkeluarga dan punya rumah
sendiri dan anak terakhir berusia 21 tahun masih tinggal serumah.

2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.


Menurut keluarga yang belum terpenuhi adalah mencari dan memilih pasangan hidup untuk
anaknya, mengarahkan kelompok sosial yang sesuai dengan anak-anaknya. Keluarga berharap
anak–anaknya mempunyai rumah sendiri. Keluarga mengatakan tidak ada rencana khusus
untuk menghadapi masa tua.

3. Riwayat keluarga inti


Ny. D mengatakan mengalami hipertensi sejak 6 tahun yang lalu dan mengatakan sering
pusing. Pernah dirawat di Rumah sakit 1 tahun yang lalu karena dada berdebar dan tekanan
darahnya naik. Menurut Tn. K. Ny. D tidak rutin berobat karena sering tidak ada yang
mengantar apabila mau periksa atau berobat. Anak-anak tidak pernah menderita penyakit yang
serius. Tn. K. mengatakan dirinya pernah menderita sakit TBC dan berobat rutin selama 6
bulan dan dinyatakan sembuh. Saat ini sudah tidak merokok dan minum kopi.

4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya (adanya penyakit keturunan)


Tn.K mengatakan hanya Ny. D yang menderita penyakit hipertensi, keluarga sebelumnya baik
dari pihak suami maupun istri belum pernah ada yang mengalami keluhan/masalah kesehatan
yang sama seperti Ny. D

III. Pengkajian Lingkungan


1. Karakteristik rumah
Jenis rumah yaitu permanen, status kepemilikin rumah adalah milik pribadi Tn. K. dengan
jumlah kamar 3, kamar mandi 1, dapur 1, atap genting, lantai ruang tamu dan tengah dari
keramik. Rumah mempunyai ventilasi yang cukup dan sirlukasi udara yang bagus serta
pencahayaan yang baik. Sumber air keluarga yaitu sumur, dengan kondisi bersih dan tidak
berbau. Jarak kamar mandi dengan sumur ± 8 meter.

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RT/RW .


Tidak ada karakteristik khusus tetangga atau komunitas, hubungan bertetangga dan
komunitas berjalan rukun, tidak ada aturan khusus yang mengikat individu dalam
bermasyarakat selama tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat lainnya.

3. Mobilitas dan geografis keluarga


Mobilitas keluarga menggunakan sepeda motor. Ny. D jika ingin ke Puskesmas diantar oleh
anak yaitu Tn. I. Keluarga tidak memiliki kebiasaan berpindah tempat tinggal.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat


Tidak ada perkumpulan yang diikuti keluarga, interaksi keluarga dengan masyarakat terjalin
baik, interaksi antar warga banyak dilakukan pada saat pengajian bersama di majlis ta’lim
dan sore hari di sekitar rumah.

IV. Struktur Keluarga

1. Pola komunikasi keluarga :


Keluarga Tn. K. selalu berkomunikasi dengan baik dan selalu berkomunikasi dengan
keluarga yang lainnya, bahasa sehari–hari yang digunakan adalah bahasa daerah Sunda dan
bahasa Indonesia. Komunikasi dilakukan dengan cara terbuka, jika ada masalah maka
keluarga akan menyelesaikan dengan musyawarah.

2. Struktur kekuatan keluarga:


Pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan dengan cara musyawarah seluruh anggota
keluarga. Tn. K. selaku kepala keluarga memiliki kekuatan untuk mengendalikan dan
mempengaruhi anggota keluarga untuk merubah prilaku.

3. Struktur peran:
Peran formal : Tn. K. berperan sebagai kepala keluarga dan Ny. D sebagai wakil kepala
keluarga.

Peran informal: Tn. K. memiliki tanggungjawab untuk mencari nafkah, Ny. D sebagai ibu
rumah tangga dan TN. K. memiliki peran yang cukup berpengaruh dalam keluarga, dan Tn. I.
Sebagai anak terakhir ikut membantu mencari nafkah.
4. Nilai dan Norma keluarga:
Di dalam keluarga Tn. K. tidak ada nilai dan norma khusus yang mengikat anggota keluarga,
untuk masalah kesehatan keluarga juga tidak memiliki praktik yang harus dilakukan. Sistem
nilai yang dianut dipengaruhi oleh adat dan agama.

V. Fungsi Keluarga

1. Fungsi Keagamaan :
Tn. K. mengajarkan kepada istri dan anak–anaknya untuk selalu menjalankan sholat 5
waktu. Menekankan kepada keluarga untuk sholat berjamaah, mengaji dan istrinya untuk
ikut pengajian di majlis ta’lim.
2. Fungsi sosial dan budaya:
Interaksi dalam keluarga terjalin dengan akrab dan disiplin, saling mengenal dengan
masyarakat lainnya.

3. Fungsi Cinta dan kasih sayang:


Hubungan Tn. K. dengan istri beserta anaknya terjalin dengan baik, angota keluarga saling
menghormati, memperhatikan, menyayangi dan menyemangati

4. Fungsi Perlindungan :
Dalam keluarga Tn. K. berusaha menjalin hubungan yang harmonis sehingga suasana rumah
jadi tempat berlindung keluarganya, menumbuhkan rasa aman dan tentram serta kehangatan
bagi setiap anggota keluarganya

5. Fungsi Reproduksi:
Tn. K. memiliki 3 anak, keluarga mengendalikan jumlah anak dengan mengikuti program
keluarga berencana (KB). Ny. D sudah mengalami menopause sejak 5 taahun yang lalu.

6. Fungsi Sosialisasi dan pendidikan:


Tn. K. menganggap pendidikan sangat penting, sehingga beliau menyekolahkan ke 3
anaknya walau hanya sampai jenjang pendidikan SLTA karena penting untuk bekal masa
depan anak–anaknya.

7. Fungsi Ekonomi :
Tn. K. bekerja sebagai sopir untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Ny. D.
Dirumah mengurus rumah tangga. Anak Tn. K. yaitu Tn. I. juga turut serta membantuh
ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai sopir. Keluarga memanfaatkan pelayanan
kesehatan yang ada, keluarga menggunakan kartu KIS untuk berobat.
8. Fungsi perawatan kesehatan keluarga
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah
a) Keluarga mengatakan tidak mengetahui tentang penyakit hipertensi
b) Ny. D mengatakan masih sering mengosumsi garam yang berlebih
c) Ny. D mengatakan masih sering mengosumsi yang bersantan, ikan asin.
Hasil pengkajian :
a) Ny. D dan keluarga kurang dapat mengingat

b) Ny. D dan keluarga tampak bingung dan tidak mengerti ketika ditanya mengenai
penyakit hipertensi.

2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat : Keluarga


sudah mampu mengambil keputusan yang tepat. keluarga mengantarkan Ny. D ke
Puskesmas.

3) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit : Keluarga mengatakan


tidak tahu cara merawat anggota keluarga yang sakit dengan hipertensi.

4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan : Keluarga tidak mampu memodifikasi


lingkungan yang baik untuk perawatan hipertensi.

5) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan: Keluarga mampu


memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada yaitu Puskesmas.

VI. Stress Dan Koping Keluarga

1. Stressor jangka pendek (<6 bulan):


Keluarga mengatakan sementara tidak mempunyai masalah berat, hanya saja Ny. D
mengalami keluhan sakit kepala.
2. Stressor jangka panjang (>6 bulan):
Keluarga mengatakan stressor jangka panjang yaitu memikirkan masalah biaya untuk hidup
dan tetap menyekolahkan anak-anaknya setingi mungkin serta meningkatkan taraf hidup
keluarganya.
3. Respon keluarga terhadap stressor :
Keluarga menganggap masalah kesehatan yang dialami Ny. D. harus mendapatkan
penanganan segera agar tidak terjadi kondisi lebih buruk lagi.
4. Strategi koping yang digunakan:
Keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk mengatasi keluhan Ny. D.

VII. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik Keluarga

Data Tn. K. Ny. D Tn. I


TTV TD : 130/90 TD:180/110 TD : 110/80
N : 76 x/m N: 96x/m N : 84x/m
RR : 20 x/m RR: 18x/m RR : 22 x/m
S : 36,5 ̊ C S : 37 ̊ C S : 36,7 ̊ C
Kepala Bentuk simetris, bersih, Bentuk simetris, bersih, Bentuk simetris, bersih,
rambut warna hitam rambut warna hitam rambut warna hitam
beruban dengan sedikit beruban
Leher Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
kelenjar getah bening kelenjar getah bening kelenjar getah bening
Aksila Tidak ada lesi dan Tidak ada lesi dan Tidak ada lesi dan
pembengkakan pada axila pembengkakan pada axila pembengkakan pada axila
Dada Dada tampak simetris, Dada tampak simetris, Dada tampak simetris,
tidak terdengar suara nafas tidak terdengar suara nafas tidak terdengar suara nafas
tambahan, tidak lesi dan tambahan, tidak lesi dan tambahan, tidak lesi dan
pembengkakan berupa pembengkakan berupa pembengkakan berupa
benjolan, tidak ada retraksi benjolan, tidak ada retraksi benjolan, tidak ada retraksi
dinding dada dinding dada dinding dada
Abdomen Tidak ada asietes, tidak Tidak ada asietes, tidak Tidak ada asietes, tidak
ada nyeri tekan dan nyeri ada nyeri tekan dan nyeri ada nyeri tekan dan nyeri
lepas disetiap kuardran lepas disetiap kuardran lepas disetiap kuardran
Ekstremitas Tidak oedema, pergerakan Tidak oedema, pergerakan Tidak oedema, pergerakan
atas baik baik baik
Ekstremitas Tidak oedem, varises tidak Tidak oedem, varises tidak Tidak oedem, varises tidak
bawah ada, turgor kulit baik. ada, turgor kulit baik. ada, turgor kulit baik.

VIII. Data Fokus

Kepala Keluarga : Tn.K.


Anggota Keluarga Sakit : Ny. D
Data Fokus Hasil Pengkajian Keperawatan Keluarga

Data Subjektif Data Objektif


1. Ny. D mengeluh kepala belakang terasa pegal. 1. Ny. D kadang tampak memegang
P: Ny. D mengatakan timbulnya keluhan karena leher
tekanan darahnya yang kembali naik. 2. Ny. D kadang tampak gelisah
Q: Ny. D mengatakan keluhan yang dirasakan 3. Ny. D dan keluarga kurang dapat
kadang pegal belakang leher. mengingat.
R: Ny. D mengatakan keluhan dirasakan pada 4. Ny. D dan keluarga tampak bingung
daerah kepala dan leher. dan tidak mengerti ketika ditanya
S: Skala nyeri 3 (ringan) mengenai penyakit hipertensi.
T: Ny. D mengatakan keluhan timbul secara tiba– 5. TTV:
tiba, pegal yang dirasakan hilang timbul - TD:180/110
2. Ny. D mengatakan pusing, pegal pada leher dan - N: 96x/m
terasa berat. - RR: 18x/mnt
3. Keluarga mengatakan tidak mengetahui tentang - S: 37 ̊ C.
penyakit hipertensi.
4. Ny. D mengatakan masih sering mengosumsi
garam yang berlebih
5. Ny. D mengatakan sudah mengkosumsi yang
bersantan, ikan asin.
6. Keluarga mengatakan tidak tahu cara merawat
anggota keluarga yang sakit dengan hipertensi
Lampiran B
FORMAT ANALISA DATA

No Data Problem Etiologi


1 DS : Kurang Ketidakmampuan
1. Keluarga mengatakan tidak pengetahuan keluarga mengenal
mengetahui tentang penyakit masalah
hipertensi
2. Keluarga mengatakan tidak tahu
cara merawat anggota keluarga
yang sakit dengan hipertensi
3. Ny. D. mengatakan masih sering
mengosumsi garam yang
berlebih
4. Ny. D. mengatakan masih
sering mengosumsi yang
bersantan, ikan asin.
DO :
1. TD : 180/110 mmHg
2. Ny. D. dan keluarga kurang dapat
mengingat
3. Ny. D. dan keluarga tampak
bingung dan tidak mengerti
ketika ditanya mengenai penyakit
hipertensi.
2 DS : Nyeri Akut Ketidakmampuan
1. Ny. D. mengeluh kepala keluarga merawat
belakang terasa pegal. anggota keluarga sakit
P: Ny. D. mengatakan timbulnya
keluhan karena tekanan darahnya
yang kembali naik.
Q: Ny. D.mengatakan keluhan
yang dirasakan kadang pegal
belakang leher.
R: Ny. D. mengatakan keluhan
dirasakan pada daerah kepala dan
leher
S: Skala nyeri 3 (ringan)
T: Ny. D. mengatakan keluhan
timbul secara tiba- tiba, pegal
yang dirasakan hilang timbul
2. Ny. D. mengatakan pusing, nyeri
pada leher dan terasa berat.
DO:
1. Ny. D. kadang tampak memegang
leher.
2. Ny. D. kadang tampak gelisah.
3. Tanda-tanda vital.
TD:180/110
N: 96x/m RR:
18x/m
S : 37 ̊ C

Daftar diagnosa:
1. Defisiensi pengetahuan b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah
2. Nyeri Akut b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Lampiran C
FORMAT PENAPISAN MASALAH

Diagnosa : Nyeri Akut b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang
sakit

Kriteria Skor Rasionalisasi


1.Sifat masalah Masalah nyeri akut pada Ny.
3x1/3=1
a. Aktual (tidak/kurang sejahtera) : 3 D. dirasakan dan perlu
b. Ancaman kesehatan : 2 tindakan perawatan
c. Keadaan sejahtera : 1
2.Kemungkinan masalah dapat diubah Pengetahuan sumber daya
1x2/2=1
a. Mudah : 2 dan fasilitas kesehatan
b. Sebagian : 1 tersedia dan dapat dijangkau
c. Tidak dapat : 0
/dimanfaatkan
3.Potensi masalah untuk dicegah Nyeri dapat dicegah bila
2x1/3=2/3
a. Tinggi : 3 keluarga mengetahui cara
b. Cukup : 2
perawatan yang benar
c. Rendah : 1
4.Menonjolnya masalah Masalah terkadang dirasakan
1x1/2=1/2
a. Masalah berat dan harus segera oleh Ny. D. dan tidak menjadi
ditangani : 2 lebih serius bila tidak segera
b. Ada masalah, tidak perlu segera ditanggani
ditangani : 1
c. Masalah tidak dirasakan : 0
Total Skor 3 1/6
FORMAT PENAPISAN MASALAH

Diagnosa : Defisiensi pengetahuan b/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal


masalah

Kriteria Skor Rasionalisasi


1.Sifat masalah Keluarga tidak mengetahui
3x1/3=1
a. Aktual (tidak/kurang sejahtera) : 3 tentang penyakit hipertensi
b. Ancaman kesehatan : 2
c. Keadaan sejahtera : 1
2.Kemungkinan masalah dapat diubah Dengan informasi yang cukup,
1x2/2=1
a. Mudah : 2 akan menambah wawasan dan
b. Sebagian : 1 pengetahuan keluarga
c. Tidak dapat : 0 mengenai hipertensi

3.Potensi masalah untuk dicegah Hipertensi adalah penyakit


3x1/3=1
a. Tinggi : 3 yang dapat dikendalikan
b. Cukup : 2 apabila keluarga mengetahui
c. Rendah : 1

4.Menonjolnya masalah Masalah dirasakan oleh Ny. D.


1x1/2= 1/2
a. Masalah berat dan harus segera dan tidak perlu segera
ditangani : 2 penangananya
b. Ada masalah, tidak perlu segera
ditangani : 1
c. Masalah tidak dirasakan : 0
Total Skor 3 1/2
Lampiran D
FORMAT PERENCANAAN KEPERAWATAN KELUARGA

No Diagnosa Tujuan dan kriteria hasil (NOC) Intervensi (NIC)

1 Defisiensi pengetahuan NOC : NIC


berhubungan dengan Setelah dilakukan kunjungan rumah Teaching : disease proses
ketidakmampuan sebanyak 3 kali kunjungan rumah 1. Kaji pengetahuan klien dan keluarga tentang hipertensi
keluarga mengenal diharapkan keluarga mengetahui 2. Diskusikan dengan keluarga tentang hipertensi dengan
masalah. proses penyakit. menggunakan leaflet/lembar balik meliputi pengertian
Kriteria hasil : hipertensi, penyebab, tanda dan gejalah, proses penyakit,
1. Pasien dan keluarga menyatakan komplikasi, perawatan dan pencegahan hipertensi.
pemahaman tentang penyakit, 3. Diskusikan dengan keluarga tentang keputusan untuk
kondisi, dan program merawat anggota kelaurga sakit.
pengobatan. 4. Diskusikan dengan keluarga cara merawat anggota
2. Pasien dan keluarga mampu keluarga yang sakit.
melaksanakan prosedur yang 5. Jelaskan makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari
dijelaskan secara benar. penderita hipertensi.
3. Pasien dan keluarga mampu 6. Diskusikan dengan keluarga tentang lingkungan yang
menjelaskan kembali apa yang menunjang kesehatan.
dijelaskan perawat. 7. Diskusikan bersama keluarga tentang pemanfaatan
4. Klien dan keluarga mengetahui fasilitas kesehatan.
komplikasi hipertensi
2 Nyeri akut berhubungan NOC : NIC
dengan ketidakmampuan Setelah dilakukan kunjungan rumah Manejemen nyeri
keluarga merawat sebanyak 3 kali kunjungan rumah 1. Kaji nyeri secara komprehensif.
anggota keluarga sakit. diharapkan nyeri teratasi. 2. Observasi tanda-tanda vital
Kriteria hasil : 3. Ajarkan/demonstrasikan teknik manajemen nyeri (teknik
1. Klien mampu mengontrol nyeri relaksasi)
(tahu penyebab nyeri, mampu 4. Ajarkan/demonstrasikan teknik manajemen nyeri
menggunakan teknik (distraksi)
nonfarmakologi untuk 5. Anjurkan/demonstrasikan pada klien dan keluarga
mengurangi nyeri, mencari kompres hangat pada kepala bagian belakang.
bantuan) 6. Anjurkan klien untuk meningkatkan istrahat.
2. Melaporkan bahwa nyeri 7. Beri lingkungan yang nyaman untuk mengurangi nyeri.
berkurang dengan manajemen 8. Beri informasi pada klien dan keluarga tentang nyeri dan
nyeri. perawatan yang diberikan.
3. Menyatakan rasa nyaman 9. Kolabari pemberian terapi farmakologi (analgetik) untuk
setelah nyeri berkurang. megurangi nyeri (katopril 25 mg)
Lampiran E
FORMAT CATATAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KELUARGA

No Tanggal Diagnosa Tindakan Evaluasi Paraf


1. Sabtu P: Ny. D. mengatakan timbulnya keluhan
Nyeri akut b.d 1. Mengkaji nyeri secara
13/06/2020 karena tekanan darahnya yang kembali
ketidakmampuan komprehensif.
Jam 16:00 naik.
keluarga merawat
WIB Q: Ny. D. mengatakan keluhan yang
anggota keluarga
dirasakan seperti tertekan benda berat
sakit.
R: Ny. D. mengatakan keluhan dirasakan
pada daerah kepala dan leher
S: Skala nyeri 6 (sedang)
T: Ny. D. mengatakan keluhan timbul
secara tiba- tiba, sakit kepala yang
dirasakan hilang timbul

2. Mengobservasi tanda-tanda vital. Hasil : TD:180/110


N: 96x/m
RR: 18x/m
S : 37 ̊ C
3. Mengajarkan/demonstrasikan teknik DS : Klien mengatakan bersedia
manajemen nyeri (teknik relaksasi). diajarkan teknik relaksasi
DO : Klien mengikuti teknik relaksasi
yang diajarkan.

4. Mengajarkan/demonstrasika n teknik DS : Klien mengatakan belum tahu apa


manajemen nyeri (distraksi). itu teknik distraksi.
DO : Tampak klien menyimak teknik
distraksi yang diajarkan.

5. Menganjurkan/demonstrasik an pada DS : klien mengatakan akan melakukan


klien dan keluarga kompres hangat DO : Klien dan keluarga kooperatif.
pada kepala bagian belakang.
6. Menganjurkan klien untuk DS : Klien mengatakan paham dengan
meningkatkan istrahat. instruksi yang disampaikan.
Hasil : DO : Klien kooperatif. Tampak
menyimak dengan baik instruksi
yang disampaikan.
7. Menganjurkan keluarga memberi DS : Keluarga mengatakan paham
lingkungan yang nyaman untuk klien dengan instruksi yang disampaikan
untuk mengurangi nyeri. DO : Keluarga kooperatif.

8. Memberikan informasi pada klien dan DS : Klien mengatakan bersedia


keluarga tentang nyeri dan perawatan mendengarkan informasi.
yang diberikan. DO : Tampak klien dan keluarga
menyimak informasi yang disampaikan.
2. Sabtu Defisiensi 1. Mengkaji pengetahuan klien dan DS : Klien mengatakan hipertensi
13/06/2020 pengetahuan b.d keluarga tentang hipertensi. adalah darah tinggi.
Jam 16:25 ketidakmampuan DO : Klien dan keluarga tampak
WIB
keluarga mengenal bingung ketika ditanya tentang
masalah. hipertensi.
2. Mendiskusikan dengan keluarga DS : Keluarga mengatakan bersedia
tentang hipertensi dengan mendengarkan informasi.
menggunakan leaflet/lembar balik DO : Keluarga kooperatif.
meliputi pengertian hipertensi,
penyebab, tanda dan gejalah, proses
penyakit, komplikasi, perawatan dan
pencegahan hipertensi.

3. Mendiskusikan dengan keluarga DS : Keluarga mengatakan


tentang keputusan untuk merawat memanfaatkan Puskesmas
anggota keluarga sakit. untuk mengobati Ny. D.
DO : Keluarga kooperatif
4. Mendiskusikan dengan keluarga cara DS : Keluarga mengatakan bersedia
merawat (program pengobatan) diajarkan tentang cara merawat
anggota keluarga yang sakit. Ny. D..
DO : Keluarga kooperatif.
5. Menjelaskan makanan yang harus DS : Klien dan keluarga menyebutkan
dikonsumsi dan dihindari penderita diet makanan yang baik untuk
hipertensi. hipertensi.
DO : Klien dan keluarga mampu
mengulang informasi yang
disampaikan.

6. Mendiskusikan dengan keluarga DS : Keluarga menyebutkan lingkungan


tentang lingkungan yang menunjang yang baik untuk menunjang
kesehatan. kesehatan.
DO : Keluarga mampu mengulang
informasi yang disampaikan.
7. Mendiskusikan bersama keluarga DS : Keluarga menyebutkan manfaat
tentang pemanfaatan fasilitas faskes untuk kesembuhan anggota
kesehatan. keluarga sakit.

DO : Keluarga mampu
mengulang informasi yang
disampaikan.
3. Ahad Nyeri akut b.d 1. Mengkaji skala nyeri. DS : Ny. D. mengatakan leher terasa pegal
14/06/2020 ketidakmampuan DO : Ny. D. mengatakan skala nyeri yang
Jam 16:15 keluarga merawat dirasakan adalah 4 (nyeri sedang).
WIB
anggota keluarga 2. Mengobservasi tanda-tanda vital DS : -
DO : TD : 150/100, N : 90 x/m, RR :18x/m,
sakit.
S: 36,8 ̊ C

3. Menganjurkan melakukan teknik DS : Ny. D. mengatakan akan melakukanya


manajemen nyeri (teknik relaksasi).
DO : Ny. D. Mendemonstrasikan teknik
relaksasi.
4. Menganjurkan klien melakukan
DS : klien mengatakan melakukan
teknik manajemen nyeri (distraksi)
teknik distraksi dengan menarik
sesuai kebiasaan klien.
nafas dalam.
DO : Klien mendemontrasikan tehnik
distraksi dengan menarik nafas
dalam

5. Menganjurkan pada klien dan DS : Klien mengatakan akan


keluarga kompres hangat pada melakukanya
kepala bagian belakang. DO : Klien dan keluarga kooperatif.

6. Menganjurkan klien untuk DS : Klien mengatakan paham


meningkatkan istrahat. Hasil : dengan instruksi yang
disampaikan.
DO : Klien kooperatif. Tampak
menyimak dengan baik instruksi
yang disampaikan.
4. Ahad Defisiensi 1. Mengkaji pengetahuan klien dan DS : klien dan keluarga menyebutkan
14/06/2020
pengetahuan b.d keluarga tentang hipertensi. tentang hipertensi dengan bahasa
Jam 16:25
ketidakmampuan sendiri.
WIB
keluarga mengenal DO : Klien dan keluarga mampu
masalah. menyebutkan tentang hipertensi
namun masih sering lupa dan tidak
lancar.

2. Mendiskusikan dengan keluarga DS : Keluarga mengatakan bersedia


tentang hipertensi dengan mendengarkan informasi.
menggunakan leaflet/lembar balik DO : Keluarga kooperatif.
meliputi pengertian hipertensi,
penyebab, tanda dan gejalah, proses
penyakit, komplikasi, perawatan dan
pencegahan hipertensi.

3. Mendiskusikan dengan keluarga cara DS : Keluarga mengatakan


merawat (program pengobatan) melaksanakan program pengobatan
anggota keluarga yang sakit. sesuai dengan yang dijelaskan
perawat.
DO : Keluarga kooperatif.
5. Senin Nyeri akut b.d 1. Mengkaji skala nyeri. DS : Klien mengatakan nyeri sudah ringan
15/06/2020 ketidakmampuan DO : Skala nyeri 3 (nyeri ringan)
Jam 16:45 keluarga merawat
WIB 2. Mengobservasi tanda-tanda vital.
anggota keluarga DS : -
sakit. DO : TD: 140/90mmHg, N: 84x/m
RR : 18x/m S : 37 ̊ C
3. Menganjurkan melakukan teknik DS : Klienmengatakan akan melakukan
manajemen nyeri (teknik relaksasi). tehnik relaksasi
DO : Klien mendemonstrasikan teknik
relaksasi.
4. Menganjurkan klien melakukan DS : klien mengatakan melakukan teknik
teknik manajemen nyeri (distraksi) distraksi dengan menarik nafas
sesuai kebiasaan klien. dalam.

DO : klien mendemontrasikan tehnik


distraksi
5. Menganjurkan pada klien dan DS : klien mengatakan akan melkukan
keluarga kompres hangat pada kompres hangat pada bagian yang nyeri
kepala bagian belakang.
DO : Klien dan keluarga kooperatif.
6. Menganjurkan klien untuk
DS : Klien mengatakan paham dengan
meningkatkan istrahat. Hasil :
instruksi yang disampaikan.

DO : Klien kooperatif. Tampak


menyimak dengan baik instruksi
yang disampaikan.
6. Senin Defisiensi 1. Mengkaji pengetahuan klien dan DS : klien dan keluarga menyebutkan
15/06/2020 pengetahuan b.d keluarga tentang hipertensi. tentang hipertensi dengan bahasa
Jam 16:55 ketidakmampuan sendiri.
WIB
keluarga mengenal DO : Klien dan keluarga mampu
masalah. menyebutkan tentang hipertensi
meski masih sering lupa.

2. Mendiskusikan dengan keluarga DS : Keluarga mengatakan bersedia


tentang hipertensi dengan mendengarkan informasi.
menggunakan leaflet/lembar balik DO : Keluarga kooperatif.
meliputi pengertian hipertensi,
penyebab, tanda dan gejalah, proses
penyakit, komplikasi, perawatan dan
pencegahan hipertensi.

3. Mendiskusikan dengan keluarga cara DS : Keluarga mengatakan


merawat (program pengobatan) melaksanakan program
anggota keluarga yang sakit. pengobatan sesuai dengan yang
dijelaskan perawat.

DO : Keluarga kooperatif.
Lampiran F
FORMAT CATATAN PERKEMBANGAN

N
Tanggal Diagnosa Catatan perkembangan Paraf
o
1. Ahad Nyeri akut b.d Subjektif :
14/06/2020 ketidakmampuan - Klien mengatakan nyeri masih dirasakan
Jam 15.55 keluarga merawat namun sudah sedikit berkurang (skala
WIB anggota keluarga nyeri 4).
sakit. - Klien mengatakan mampu mengontrol
nyeri dengan teknik relaksasi dan
distraksi (klien melakukan teknik
distraksi nyeri dengan membaca Al-
Quran).
- Klien menyebutkan penyebab terjadinya
dan nyeri.
- Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang
setelah melakukan teknik menejeman
nyeri yang diajarkan.
- Klien mengatakan merasa lebih nyaman
dan nyeri berkurang setelah melakukan
kompres hangat pada kepala bagian
belakang.
Objektif :
- Klien mampu mendemonstrasikan teknik
relaksasi, distraksi dan kompres hangat
pada kepala bagian belakang.
- Klien mampu menyebutkan penyebab
terjadinya nyeri.
- Ny. D. tidak lagi terlihat gelisah dan
meringis.
- Tanda-tanda vital : TD : 150/100.
N : 90 x/m RR : 18 x/m S : 36,8 ̊ C
A : Masalah teratasi sebagian
Planning :
- Kaji skala nyeri
- Observasi TTV
- Anjurkan melakukan teknik relaksasi.
- Anjurkan melakukan teknik distraksi.
- Anjurkan memberi kompres hangat pada
kepala bagian belakang.
- Anjurkan klien meningkatkan istrahat.
2. Ahad Defisiensi Subjektif :
14/06/2020 pengetahuan b.d - Keluarga mengatakan paham tentang
Jam 16.05 ketidakmampuan penyakit, kondisi, dan program
WIB keluarga mengenal pengobatan yang diberikan pada Ny. D.
masalah. - Keluarga mengatakan melaksanakan
program pengobatan sesuai dengan yang
dijelaskan perawat.
- Keluarga menyebutkan pengertian
hipertensi, penyebabnya, tanda dan
gejalah, komplikasi, perawatan dan
pencegahan penyakit hipertensi dengan
bahasa sendiri.
Objektif :
- Klien dan keluarga mampu melaksanakan
prosedur yang dijelaskan secara benar.
- Klien dan keluarga mampu menjelaskan
kembali apa yang dijelaskan namun
masih sering lupa dan tidak lancar.
- Klien dan keluarga mengetahui
komplikasi hipertensi
A : Masalah teratasi sebagian.
Planning :
- kaji pengetahuan keluarga tentang
hipertensi.
- Diskusikan dengan keluarga tentang
hipertensi dengan menggunakan
leaflet/lembar balik meliputi pengertian
hipertensi, penyebab, tanda dan gejalah,
proses penyakit, komplikasi, perawatan
dan pencegahan hipertensi.
- Diskusikan dengan keluarga cara
merawat (program pengobatan) anggota
keluarga sakit.
3. Senin Nyeri akut b.d Subjektif :
15/06/2020 ketidakmampuan - Ny. D. mengatakan nyeri sudah sedikit
Jam 16.25 keluarga merawat berkurang daripada kemarin (skala nyeri
WIB anggota keluarga 3).
sakit. - Klien mengatakan mampu mengontrol
nyeri dengan teknik relaksasi dan
distraksi (klien melakukan teknik
distraksi nyeri dengan membaca Al-
Quran).
- Klien menyebutkan penyebab terjadinya
dan nyeri.
- Klien mengatakan nyeri berkurang
setelah melakukan
teknik menejeman nyeri yang diajarkan.
- Klien mengatakan merasa lebih nyaman
dan nyeri berkurang setelah melakukan
kompres hangat pada kepala bagian
belakang.
Objektif :
- Ny. D. mampu mendemonstrasikan
teknik relaksasi, distraksi dan kompres
hangat pada kepala bagian belakang.
- Ny. D. tidak lagi terlihat gelisah dan
meringis.
- Tanda-tanda vital : TD : 140/90.
N : 84 x/m RR : 18 x/m S : 37 ̊ C
A : Masalah teratasi sebagian
Planning :
- Kaji skala nyeri
- Observasi TTV
- Anjurkan melakukan teknik relaksasi.
- Anjurkan melakukan teknik distraksi.
- Anjurkan memberi kompres hangat pada
kepala bagian belakang.
- Anjurkan klien meningkatkan istrahat.
4. Senin Defisiensi Subjektif :
15/06/2020 pengetahuan b.d - Keluarga mengatakan paham tentang
Jam 16.35 ketidakmampuan penyakit, kondisi, dan program
WIB keluarga mengenal pengobatan yang diberikan pada Ny. D..
masalah. - Keluarga menyebutkan pengertian
hipertensi, penyebabnya, tanda dan
gejalah, komplikasi, perawatan dan
pencegahan penyakit hipertensi dengan
bahasa sendiri.
Objektif :
- Klien dan keluarga mampu menjelaskan
kembali apa yang dijelaskan namun
masih sering lupa dan tidak lancar.
- Klien dan keluarga mengetahui
komplikasi hipertensi
A : Masalah teratasi sebagian.
Planning :
- kaji pengetahuan keluarga tentang
hipertensi.
- Diskusikan dengan keluarga tentang
hipertensi dengan menggunakan
leaflet/lembar balik meliputi pengertian
hipertensi, penyebab, tanda dan gejalah,
proses penyakit, komplikasi, perawatan
dan pencegahan hipertensi.
- Diskusikan dengan keluarga cara
merawat (program pengobatan) anggota
keluarga sakit.
5. Selasa Nyeri akut b.d Subjektif :
16/06/2020 ketidakmampuan - Klien mengatakan nyeri sudah tidak
Jam 16.10 keluarga merawat dirasakan.
WIB anggota keluarga - Klien mengatakan mampu mengontrol
sakit. nyeri dengan teknik menejemen nyeri.
- Klien mengatakan nyeri berkurang
dengan manajemen nyeri.
- Klien mengatakan sudah merasa nyaman
karena nyeri yang dirasakan sudah
hilang.
Objektif :
- Klien menyatakan rasa nyaman setelah
nyeri berkurang.
- Klien mampu mendemonstrasikan teknik
relaksasi, distraksi dan kompres
hangat pada kepala bagian belakang.
- Klien mampu menyebutkan penyebab
terjadinya nyeri.
- Ny. D. tidak terlihat gelisah dan meringis.
- Tanda-tanda vital : TD : 130/90.
N : 78 x/m RR : 18 x/m S : 36,6 ̊ C
A : Masalah teratasi
Planning :
- Intervensi dipertahankan klien dan
keluarga.
6. Selasa Defisiensi Subjektif :
16/06/2020 pengetahuan b.d - Keluarga mengatakan paham tentang
Jam 16.20 ketidakmampuan penyakit, kondisi, dan program
WIB keluarga mengenal pengobatan yang diberikan pada Ny. D..
masalah. - Keluarga mengatakan melaksanakan
program pengobatan sesuai dengan yang
dijelaskan perawat.
- Keluarga menyebutkan pengertian
hipertensi, penyebabnya, tanda dan
gejalah, perawatan dan pencegahan
penyakit hipertensi dengan bahasa
sendiri.
- Klien dan keluarga menyebutkan
komplikasi hipertensi
Objektif :
- Klien dan keluarga mampu melaksanakan
prosedur yang dijelaskan secara benar.
- Klien dan keluarga mampu menjelaskan
kembali apa yang dijelaskan perawat
tentang hipertensi.
- Klien dan keluarga mengetahui
komplikasi hipertensi
A : Masalah teratasi.
Planning :
- Intervensi dipertahankan keluarga.