Anda di halaman 1dari 5

TERM OF REFERRENCE (TOR)

PELATIHAN SURVEY BUDAYA KESELAMATAN PASIEN


TERM OF REFERRENCE (TOR)
PELATIHAN SURVEY BUDAYA KESELAMATAN PASIEN

A. PENDAHULUAN
Rumah sakit merupakan tempat yang sangat kompleks, terdapat ratusan macam obat,
ratusan tes dan prosedur, berbagai alat dan teknologi, bermacam profesi dan non profesi yang
memberikan pelayanan pasien selama 24 jam secara terus-menerus, dimana keberagaman dan
kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik memungkinkan munculnya
kejadian tidak diharapkan (KTD), yang akan mengancam keselamatan pasien (Depkes RI,
2006 ).
Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi dalam usaha penerapan keselamatan
pasien yang merupakan prioritas utama dalam pemberian layanan kesehatan. Penerapan
budaya keselamatan pasien yang adekuat akan menghasilkan pelayanan kesehatan yang
bermutu. Pelayanan kesehatan yang bermutu tidak cukup dinilai dari kelengkapan teknologi,
sarana prasarana yang canggih dan petugas kesehatan yang profesional, namun juga ditinjau
dari proses dan hasil pelayanan yang diberikan. Pondasi keselamatan pasien yang baik akan
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (Cahyono, 2008; Fleming &
Wentzel, 2008).
Upaya peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit akan sangat berarti dan efektif
bilamana keselamatan pasien menjadi budaya kerja sehari-hari dari setiap unsur di Rumah
Sakit termasuk pimpinan, pelaksana pelayanan dan staf penunjang (Bea, 2013). The
Institute of Medicine (IOM) menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam gerakan
perubahan menuju sistem pelayanan kesehatan yang lebih aman adalah mengubah budaya
keselamatan pasien, di mana sebuah kesalahan dianggap sebagai kesempatan untuk
meningkatkan mutu pelayanan dan mencegah insiden keselamatan pasien (Doweri dkk,
2015). Sebagai respon terhadap rekomendasi IOM tersebut, organisasi pemberi layanan
kesehatan sejak tahun 2006 mulai berfokus pada budaya keselamatan di unit kerjanya.
Langkah pertama adalah dengan menetapkan status budaya keselamatan di rumah sakit
(Sammer, CE dkk. 2010 ).
Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik sebagai salah Rumah Sakit Swasta yang
telah tersertifikasi secara paripurna dalam Akreditasi Rumah Sakit KARS selalu melakukan

2
evaluasi dan perbaikan secara berkesinambungan melalui metode Plan-Do-Study-Action
(PDSA) terhadap seluruh aspek pelayanan yang berfokus pada pasien, dengan tujuan utama
adalah peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Untuk membangun budaya keselamatan
pasien perlu adanya peran serta dari seluruh staf yang bekerja di Rumah Sakit untuk
bersama-sama mengaplikasikan budaya keselamatan pasien guna meningkatkan mutu
pelayanan Rumah Sakit, hal tersebut menjadi dasar perlunya dilakukan Sosialisasi tentang
Budaya Keselamatan Pasien dan Pengisian Kuesioner Budaya Keselamatan Pasien.

B. TUJUAN
1. Mengetahui dan mengaplikasikan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit
2. Mengetahui bentuk perilaku menyimpang di Rumah Sakit
3. Adanya pelaporan perilaku menyimpang di Rumah Sakit
4. Mampu melakukan pengisian Survey Budaya Keselamatan Pasien

C. WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan sosialisasi
Tanggal/hari : Rabu, 29 Mei 2019
Waktu : Pukul 07.30 WIB s/d selesai
Tempat : Aula Poli Terpadu Lantai III
Pemateri : dr. M. Agus Burhansyah

D. PESERTA PELATIHAN
Sosialisasi di ikuti oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA), staf Dokter, Perawat,
Bidan, Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian, Analis Medis, Radiografer, Fisioterapis
dan Ahli Gizi.
E. RUN DOWN PELATIHAN
Rabu, 29 Mei 2019 WAKTU KEGIATAN
07.00 - 07.30 Absensi dan persiapan
07.30 - 09.30 Materi
08.30 – 10.00 Pengisian Kuesioner Survey
Budaya Keselamatan Pasien

F. KEPANITIAAN
Ketua : dr. Bintoro Adi Saputro
Sekertaris : Hirma Agustina, S.Kep.
Bendahara : Nurul Mustofiah, S.Kep.
Sie Perlengkapan : Albertus Febri, Amd.Kep
Sie Acara : dr. Radityo
dr. Audrey
Debi Saktyana, Amd.Kep
Sahad Bayu Setiawan, Amd.Kep
Sie Konsumsi : Dyah Ajeng Safitri, S.Kep
Sie Dokumentasi : Yoga Pramartha, S.Kep.

G. BIAYA

1. Snack @ Rp 2.500 x 200 Rp 500.000


2. Air mineral botol @ Rp 35.000 x 8 Karton Rp 280.000
3. Penggandaan sertifikat @ Rp 3000x200 Rp 600.000

Total Rp 1.380.000
8. PENUTUP
Demikian Term Of Reference (TOR) acara sosialisasi ini dibuat agar dapat menjelaskan
maksud dan tujuan dari acara ini, sehingga mendapat dukungan dari semua pihak. Besar
harapan panitia atas lancarnya acara ini.

Menyetujui Jember, 25 Mei 2019

PANITIA

Drg. Fendik Desriadi dr. Bintoro Adi Saputro


Kepala Diklat RS Ketua