Anda di halaman 1dari 64

LAPORAN HASIL PRAKTIK PROFESI

PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS:


FOKUS PADA MASALAH PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN ADAPTASI
KEBIASAAN BARU DI RW 09 RT 02 KELURAHAN
DESA PARAKAN KECAMATAN CIOMAS
BOGOR

NAMA : ISMI NURUL HIDAYATI

NPM : 1819000025

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
JAKARTA
2020
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan
rahmat-Nya penyusun bisa menyelesaikan penyusunan laporan ini. Laporan ini merupakan
laporan Praktik Keperawatan Komunitas di Rw 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan Ciomas
Kabupaten Bogor, yang disusun untuk memenuhi salah satu tugas keperawatan komunitas.
Dalam penyelesaian laporan ini, penyusun menyadari bahwa dalam proses awal
pembuatan laporan hingga akhir terselesaikannya laporan tidak terlepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Allah SWT, yang telah memberikan nikmat sehat maupun rezki dari mulai proses
pengkajian masalah hingga penyusunan laporan.
2. Untuk Ibu Ns. Stella Sancka. S.Kep., M.Kep dosen keperawatan Komunitas yang telah
mengarahkan pemikirannya dan juga membimbing kami dalam proses praktik
lapangan.
3. Bapak Lurah Desa Parakan, Bapak RW 09 yang telah memberikan kesempatan kepada
kami untuk mengkaji masalah yang ada di RT 02 RW 09.
4. Bapak RT 02 dan Ibu-ibu Kader RT 02 dan seluruh warga RT 02 yang telah
menyempatkan waktunya untuk pengkajian, dan Kegiatan Kesehatan.
5. Untuk kedua orang tua ku terimkasih atas perhatian, kasih sayang, motivasi, serta doa
yang senantiasa mengiringi langkah penulis yang telah memberikan semangat
dorongan, materil maupun non materil.
6. Teman - teman keperawatan ners 2019 yang sama-sama saling memberi dukungan
selama proses belajar.

Penyusun menyadari bahwa ada kekurangan yang terdapat dalam laporan ini. Walaupun
demikian penyusun berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi dunia kesehatan khususnya
dalam bidang keperawatan. Kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan
untuk perbaikan selanjutnya.
Bogor, Juli 2020
Penyusun,

Ismi Nurul Hidayati


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

American Nurses Assosiation (ANA) mendefenisikan keperawatan kesehatan


komunitas atau keperawatan kesehatan masyarakat sebagai sintesis praktik keperawatan
klinis dan kesehatan masyarakat yag bersifat komprehensif, holistik dan berlangsung
terus menerus, diaplikasikan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan populasi
dengan fokus praktik pada upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan
rehabilitative serta ditujukan pada masnyarakat secara keseluruhan baik individu,
keluarga, kelompok dan masnyarakat (Ervin, 2002; Nies & Swansons, 2002; Stanhope &
Lancaster, 2016).
Asuhan keperawatan komunitas diberikan kepada individu, keluarga kelompok
dan komunitas dengan menggunakan proses keperawatan. Proses keperawatan komunitas
terdiri dari pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan,
dan penilaian (evaluasi). Asuhan keperawatan ini harus didokumentasikan dengan baik
sebagai dokumen dan pembuktian legal terhadap tindakan keperawatan yang dilakukan.
Menurut North American Nursing Diagnosis Assosiation (NANDA 2015 – 2017),
diagnosis keperawatan adalah “Interpretasi ilmiah atas data hasil pengkajian dan
interpretasi ini digunakan perawat untuk membuat rencana melakukan implementasi
serta evaluasi.” (Efendi, 2011).
Keperawatan komunitas adalah suatu dalam keperawatan yang
merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan p
eran sertaaktif masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara
kesehatanmasyarakat dengan menekankan kepada peningkatan peran serta masyarakat
dalammelakukan upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan tindakan kuratif
danrehabilitatif sehingga di harapkan masyarakat mampu mengenal mengambil
keputusandalam memelihara kesehatannya (Mubarak, 2011).

Perawat sebagai orang pertama dalam tatanan pelayanan kesehatan,


melaksanakan fungsi-fungsi yang sangat relevan dengan kebutuhan individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat. Dalam kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama
yang menjadi sasaran pelayanan, kerena keluarga merupakanunit terkecil dalam
masyarakat. Apabila ada salah satu anggota keluargamempunyai masalah keperawatan
atau kesehatan akan mempengaruhi anggotakeluarga yang lain, demikian pula terhadap
kelompok dan masyarakat disekitarnya (Efendi, 2011).
Di wilayah Desa Parakan RT 09 RW 04 Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, terdiri
dari 120 KK, 430 responden dan yang berhasil terkaji adalah 55 KK. Lebih rinci hasilnya
adalah sebagai berikut jumlah penduduk di RT 02 terdiri dari 430 jiwa (laki-laki 200 jiwa
dan perempuan 230 jiwa), kondisi lingkungan di RT 02 RW 09 merupakan daerah
pemukiman sedikit ramai, perkampungan dengan kondisi jalan yang rata, saluran
pembuangan yang cukup lancar, pembuangan sampah yang cukup, namun dapat
memungkinkan terjadinya penyakit yang berbasis pada lingkungan seperti ISPA, diare,
TBC dan lain-lain.
Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Suparyanto (2014), Melihat kondisi
yang demikian sudah seharusnya bukan hanya tenaga kesehatan saja yang menjadi
penanggung jawab kesehatan, tetapi kesehatan merupakan tanggung jawab semua
masyarakat. Dimana keluarga sebagai unit pelayanan dan komunitas sebagai target
pelayanan. Peran keluarga adalah mampu masalah kesehatan, mampu membuat
keputusan tindakan, mampu melakukan perawatan pada anggota keluarga yang sakit,
mampu memodifikasi lingkungan rumah, dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang
ada.
Berdasarkan tugas praktik belajar lapangan pada mata kuliah Komunitas yaitu
Mengorganisir masyarakat baik dalam bentuk wadah maupun kegiatan dan membuat
rancangan pembangunan masyarakat di bidang kesehatan (POA)” yang akan kami
realisasikan dalam bentuk kegiatan - kegiatan yang kami laksanakan seperti yang akan
kami paparkan dalam laporan ini. Adapun penjelasan program praktik lapangan.
Komunitas merupakan penerapan konsep, prinsip dan proses keperawatan komunitas
yang diarahkan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori keperawatan komunitas dan
manajemen keperawatan.
Dalam mengaplikasikan teori keperawatan komunitas mahasiswa STIKIM
melakukan praktek lapangan di RW 09 RT 02 Desa Parakan, Kecamatan Ciomas,
Kabupaten Bogor mulai pada tanggal 15 Juni 2020 sampai dengan 14 Agustus 2020.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengaplikasikan konsep keperawatan komunitas yang diperoleh dalam perkuliahan
pada kondisi yang nyata dilapangan.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengumpulan data hasil pengkajian pada masyarakat di RT 02 Desa
Parakan Ciomas Bogor.
b. Melakukan analisa data dan hasil pengkajian pada masyarakat di RT 02 Desa
Parakan Ciomas Bogor.
c. Menentukan diagnosa keperawatan hasil pengkajian pada masyarakat di RT 02
Desa Parakan Ciomas Bogor.
d. Menyusun rencana tindakan keperawatan sesuai dengan masalah yang di dapat di
RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor.
e. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana tindakan keperawatan yang telah
ditentukan.
f. Mengevaluasi hasil pelaksanaan kegiatan.

C. Manfaat
1. Untuk Mahasiswa
a. Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada
masyarakat.
b. Belajar menjadi role model dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas.
c. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan bijaksana dalam
menghadapi dinamika masyarakat.
d. Meningkatkan keterampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan
interpersonal.
e. Melatih kemampuan untuk memodifikasi lingkungan untuk pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan.
2. Untuk Masyarakat
a. Mendapatkan kesempatan untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan
dan pencegahan penyakit.
b. Mendapatkan kemampuan untuk mengenal, mengerti, dan menyadari masalah
kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan yang ada di
masyarakat.
c. Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatan dan mempunyai upaya
peningkatan status kesehatan.
d. Masyarakat mampu menerapkan paradima sehat dalam mempertahankan
status kesehatan
3. Untuk Pendidikan
a. Salah satu tolak ukur kebersihan Program Study Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Indonesia Maju khususnya dibidang keperawatan komunitas.
b. Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan model praktek
keperawatan komunitas selanjutnya.
4. Untuk Profesi
a. Upaya menyiapkan tenaga perawat yang profesional berpotensi secara mandiri
sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan.
b. Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga profesi
mampu mengembangkanya.

D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Bab I, berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan umum dan
khusus, yang terkait dengan RW 09/RT02 Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Bogor.
2. Bab II, adalah tinjauan teoritis, yang terdiri dari Keperawatan Komunitas, Asuhan
Keperawatan Komunitas.
3. Bab III, berisi aplikasi keperawatan komunitas yang terdiri dari pengkajian meliputi
pengantar, profil wilayah, diagram beserta analisanya, diagnosa keperawatan
komunitas di RW 09 RT 02 Desa Parakan, Ciomas, Bogor perencanaan yang terdiri
dari diagnosa keperawatan komunitas yang berisi tujuan jangka panjang, tujuan
jangka pendek, tindakan keperawatan dari Planning Of Action (POA) pelaksanaan
meliputi fase persiapan, fase proses, dan hasil kegiatan, evaluasi serta susunan rencana
tindak lanjut.
4. Bab IV, berisi pembahasan
5. Bab V, berisi kesimpulan dan saran.

E. Waktu
Pelaksanaan praktik keperawatan komunitas di RW 09 RT 02 Desa Parakan
Ciomas Bogor, dimulai pada tanggal 15 Juni 2020.
F. Tempat Praktek
Praktik Keperawatan Komunitas di tempatkan di wilayah RW 09 RT 02 Desa
Parakan Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor,

G. Strategi pelaksanaan
Dalam penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan Cross-sectional. Cross-
sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow
up, untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dengan variabel
dependen (efek). Strategi pelaksanaan keperawatan komunitas yang dapat digunakan
dalam perawatankesehatan masyarakat adalah:

1. Pendidikan kesehatan (Health Promotion) Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan


pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan,
sehingga masyarakat tidak saja sada, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa
melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan (Elisabeth, 2007).
2. Proses kelompok (Group Process) Bidang tugas perawat komunitas tidak bisa terlepas
dari kelompok masyarakat sebagai klien termasuk sub-sub sistem yang terdapat di
dalamnya, yaitu: Individu, keluarga, kelompok khusus, perawat spesialis komunitas
dalam melakukan upaya peningkatan, perlindungan, dan pemulihan status kesehatan
masyarakat dapat menggunakan alternatif model perorganisasian masyarakat yaitu :
perencanaan sosial, aksi sosial atau pengembangan masyarakat. Berkaitan dengan
pengembangan kesehatan masyarakat yang relevan, maka penulis mencoba
mendekatkan pengorganisasian masyarakat dengan model perkembangan masyarakat
(Community development, 2007).
3. Kerja sama atau kemitraan (Partnership) Kemitraan adalah hubungan atau kerjasama
antara dua pihak atau lebih, berdasarkan kesetaraan, keterbukaan yang saling
menguntungkan atau memberikan manfaat. Partisipasi klien/masyarakat
dikonseptualisasikan sebagai peningkatan inisiatif diri terhadap segala kegiatan yang
memiliki konstribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan (Elisabeth,2007).
Kemitraan antara perawat komunitas dan pihak-pihak terkait dengan masyarakat
digambarkan dalam bentuk garis hubung antara komponen-komponen yang ada. Hal
ini memberikan pengertian perlunya upaya kolaborasi dalam mengkombinasikan
keahlian masing-masing yang dibutuhkan untuk mengembangkan strategi
peningkatan kesehatan (Elisabeth, 2007).
4. Pemberdayaan (Empowerment) Konsep konsep pemberdayaan dapat dimaknai secara
sederhana sebagai proses pemberian kekuatan atau dorongan sehingga membentuk
interaksi kepada masyaraka. Antara lain : adanya dukungan, pemberdayaan, kekuatan
ide baru, dan kekuatan mandiri untuk membentuk pengetahuan baru (Elisabeth,2007).
Perawat komunitas perlu memberikan dorongan atau pemberdayaan kepada
masyarakat agar muncul partisipasi aktif masyarakat. Membangun kesehatan
masyarakat tidak terlepas dari upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas,
kepemimpinan dan partisipasi masyarakat (Elisabeth, 2007).

H. METODOLOGI
a. Wawancara
Metode ini dilakukan pada saat pengkajian untuk pengumpulan data yang
dilakukan pada setiap KK untuk mendapatkan data primer.
b. Observasi
Metode ini untuk memvalidasi data-data yang diperoleh pada setiap KK, baik
anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
c. Metode Kuesioner
Metode ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan
warga tentang covid-19 dalam usaha pengumpulan data dan pemecahan dalam
menghadapi masalah.
d. Kepustakaan/literatur
Metode ini digunakan sebagai panduan dalam menyusun, melaksanakan dan
evaluasi semua program yang ada sesuai dengan masalah yang dihadapi KK.

I. RENCANA KEGIATAN
Praktek keperawatan komunitas yang dilaksanakan dari tanggal 29 Juni sampai
dengan 07 Agustus 2020 di RW 09 Desa Parakan, Ciomas Bogor :
1) Perkenalan dan meminta izin dengan bapak RT 02
2) Melakukan observasi dan wawancara dengan warga RT 02 RW 09
3) Meneruskan pendataan dan pengkajian Askep Komunitas pada tanggal 29 Juni
sampai tanggal 22 Juli 2020.
4) Pendataan terakhir oleh Mahasiswa tanggal 10 Juli 2020.
5) Pengolahan Data dan Analisa Data (Tabulasi Data) pada 13 Juli 2020
6) Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Komunitas (Penyuluhan) bersama masyarakat
berdasarkan masalah yang ditemukan dan yang telah disepakati melalui pendekatan
edukatif, proses keperawatan dan manajemen/kepemimpinan pada tanggal 26 Juli
2020.
7) Evaluasi Asuhan Keperawatan Komunitas tanggal 29 Juli 2020.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS


Komunitas adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai persamaan nilai
(values), perhatian (interest), yang mempunyai kelompok khusus dengan batas-batas
geografi yang jelas dengan norma dan nilai yang telah melembaga (Sumijatun dkk, 2011).
Misalnya di dalam kesehatan di kenal kelompok ibu hamil, kelompok ibu menyusui,
kelompok anak balita, kelompok lansia, kelompok masyarakat dalam suatu wilayah desa
binaan dan lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok masyarakat petani, masyarakat
pedagang, masyarakat pekerja, masyarakat terasing dan sebagainya (Mubarak, 2019).
Komunitas adalah komponen penting dari pengalaman manusia sebgai bagian dari
pengalaman yang saling terkait dengan keluarga, rumah, serta berbagai ragam budaya dan
agama (Ervin, 2002). Keperawatan kesehatan komunitas adalah area pelayanan
keperawatan profesional yang diberikan secara kholisitik (bio – psiko - sosio - spiritual)
dan difokuskan pada kelompok resiko tinggi yang bertujuan meningkatkan derajat
kesehatan melalui upaya promotif, preventif, tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitative
dengan melibatkan komunitas sebgai mitra dalam menyelesaikan masalah
(Hithcok,Scubert & Thomas,1999 ; Alennder & spratley,2001, Stanhope & Lancaster,
2016).
Praktik keperawatan komunitas adalah sintesis praktik keperawatan dan praktik
kesehatan masyarakat, diaplikasikan dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan
masyarakat (populasi), menggunakan ilmu yang berasal dari Keperawatan ,social, dan
Kesehatan Masyarakat (Standhope & Lancaster, 2016).

1. Tujuan Keperawatan Komunitas


Tujuan keperawatan komunitas adalah mempertahankan system klien dalam keadaan
stabil melalui upaya prevensi primer, sekunder, dan tersier
(Pacala,2007;Wallace,dalam Allender;Rector; & Warner,2014). Adapun penjelasan
mengenai upaya prevensi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Prevensi primer
Prevensi primer ditujukan kepada individu, keluarga,kelompok,dan masyarakat
yang sehat. Contohnya adalah memberikan imunisasi pada balita,pemebrian
vaksin, serta promosi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
b. Prevensi Sekunder
Prevensi sekunder ditujukan kepada individu,keluarga,kelompok dan masyarakat
yang beresiko mengalami masalah kesehatan.
c. Prevensi Tersier
Prevensi tersier ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
pada masa pemulihan setelah mengalami masalah kesehatan. Contoh tindakan
yang dilakukan adalah melatih rentang pergerakan sendi/ range of motion (ROM)
pada klien pasca stroke, atau melakukan kegiatan pemulihan kesehatan pasca
bencana.
2. Konsep Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) di Idonesia
Keperawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) atau Community Health Nursing
(CHN) yang lebih dikenal di Indonesia sebagai Publick Health Nursing (PHN).
Menurut Kemenkes N0. 297 Tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan UKKM
PKM, Perkesma adalah pelayanan keperawatan profesional yang merupakan
perpaduan antara ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan masnyarakat dengan

penekanan pada kelompok resiko tinggi. Tujuan pelayanan Perkemas adalah


meningkatkan kemandirian masnyarakat dalam mengatasi masalah keperawatan

kesehatan masyarakat yang optimal. Sasaran Perkesmas adalah seluruh sistem klien
mencakup individu, keluarga, kelompok berisiko tinggi termasuk kelompok /
masyarakat di daerah kumuh, terisolasi, berkonflik dan daerah yang tidak terjangkau
pelayanan kesehatan. Ciri-ciri dari pelayanan Perkesmas menurut Hithcook,
Scubert&Thomas, (1999); Allender, Rector, & Warner, (2014); Stanhope & Lancaster
(2016) adalah :
a) Perpaduan pelayanan keperawatan dan kesehatan masyarakat
b) Adanya kesinambungan pelayanan kesehatan (contuinity of care)
c) Fokus intervensi keperawatan pada pencegahan primer, pencegahan sekunder
dan pencegahan tersier
d) Ada kemitraan perawat Perkesmas dengan klien dalam upaya kemandirian
klien
e) Memerlukan kolaborasi multi disiplin dan melibatkan peran serta klien
secara aktif
f) terjadi proses alih peran dari perawatan perkesmas kepada klien (individu,
keluarga, kelompok, masyarakat) sehingga terjadi kemandirian.
Prioritas sasaran pelayanan keperawatan komunitas adalah komunitas yang
mempunyai masalaah kesehatan:
1) Daerah yang belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan (Puskesmas
serta jaringannya)
2) Daerah yang sudah memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan tetapi
memerlukan tindak lanjut keperawatan dirumah. Sistem klien sebagai sasaran
perkesmes dari:
a. Sasaran Individu
b. Sasaran keluarga
c. Sasaran kelompok
d. Sasaran masyarakat

Pelayanan perkesmas dapat diberikan secara langsung pada semua tatanan pelayanan
kesehatan, yaitu:
a. Unit pelayanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas, dll) yang mempunyai
pelayanan rawat jalan dan rawat inap termasuk pelayanan keperawatan dipusat
pelayanan kesehatan jiwa dan penyalahgunaan obat.
b. Rumah
Perawat homecare memberikan pelyanan secara langsung pada keluarga di rumah
yang menderita penyakit akut maupun kronis.
c. Sekolah
Perawat sekolah dapat melakukan perawatan sehari (day care) atau sesaat di
bebagai institusi pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi) dengan
sasaran siswa/i, mahasiswa/i, serta karyawan lingkup sekolah.
d. Tempat Kerja/industry
Perawat dapat melakukan kegiatan perawatan langsung dengan kasus
kesakitan/kecelakaan minimal di dengan kasus kesakitan/ kecelakaan minimal
ditempat kerja / kantor, home industri, pabrik, dll.
e. Barak / Kelompok penampungan
Pelayanan dan asuhan keperawatan diberikan kepada kelompok lansia
dipenampungan, gelandangan, anak jalanan, kelompok penderita HIV dan WTS.
f. Puskesmas keliling
Pelayanan keperawatan dalam puskesmas keliling diberikan kepada individu,
kelompok masyrakat dipedesaan dan kelompok terlantar.
g. Dipanti atau kelompok khusus lain seperti panti asuhan lain anak, panti social
tresna werdha (PSTW) dan panti sosial lainnya serta rumah tahanan atau lembaga
kemasyarakatan.
h. Komunitas/masyarakat (RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten). Pelayanan
dan asuhan keperawatan ditujukan pada kelompok risiko yakni pelayanan
perawatan pada kelompok wanita, anak-anak, remaja, lansia mendapat perlakukan
kekerasan.
i. Pelayanan keperawatan wisata seperti pelayanan keperawatan dipantai.
Kegiatan Perkesmas berdasarkan Pemenkes RI no.75 tahun 2014 tentang Puskesmas
terkait kegiatan Perkesmas meliputi kegiatan didlam maupun diluar gedung Puskesmas
baik upaya kesehatan perorangan (UKP) dan atau upaya kesehatan masnyarakat
(UKM)
1. Kegiatan dalam gedung Puskesmas
Merupakan kegiatan keperawatan kesehatan masnyarakat yang dilakukan di ruang
rawat jalan dan ruang inap
2. Kegiatan luar gedung Puskesmas
Perawat melakukan kunjungan ke keluarga / kelompok / masnyarakat untuk
melakukan asuhan keperawatan di individu/ keluarga/ kelompok/ masnyarakat

Berikut akan dijelaskan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus dan
masnyarakat binaan, yakni:
a) Asuhan Keperawatan Kelompok Khusus
Merupakan asuhan keperawatan pada kelompok masnyarakat rawan kesehatan
yang memerlukan perhatian khusus, baik dalam suatu institusi maupun non
institusi.
b) Asuhan keperawatan masnyarakat di daerah binaan
Merupakan asuhan keperawatan yang ditujukan pada masnyarakat yang berisiko,
rentan atau mempunyai resiko tinggi terhadap timbulnya masalah kesehatan.
c) Strategi Intervensi Keperawatan

a. Proses kelompok
Proses kelompok adalah suatu bentuk intervensi keperawan komunitas yang
dilakukan dengan melibatkan peran serta aktif masnyarakat. Perawat komunitas
dapat membentuk kelompok baru atau bekerja sama dengan kelompok yang telah
ada (Stanhope& Lancaster, 2016)
Adapun tahapan dalam proses kelompok meliputi:
1). Fase awal (Intiative phase)
2). Fase kerja (work phase)
3). Fase Akhir (Termintaion phase)

b. Promosi Kesehatan
Berbagai bentuk dari promosi kesehatan menurut Stanhope & Lancaster, (2016)
adalah sebagai berikut:
1) Diseminasi informasi
Salah satu bentuk dari desiminasi informasi adalah pendidikan kesehatan
2) Pengkajian dan penilaian
Mendorong seseorang agar mengurangi factor resiko dan mengadopsi
gaya hidup sehat
3) Modifikasi gaya hidup (life style Modification)
Membantu klien bertanggung jawab atas kesehatan sendiri dan membuat
perubahan perilaku yang sesuai untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
4) Penataan linkungan (Environmental Restructuring)
Kegiatan ini mencakup penyediaan atau penataan factor pendukung untuk
mengoptimalkan kualitas lingkungan dan peningkatan perilaku.

c. Ruang Lingkup
Ruang lingkup perkesmas meliputi upaya-upaya peningkatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif), pengobatan & pemeliharaan kesehatan (kuratif)
dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
1. Upaya Promotif
Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu,
keluarga, kelompok, masyarakat dengan jalan memberikan:
a) Penyuluhan kesehatan masyarakat.
b) Peningkatan gizi.
c) Pemeliharaan Kesehatan perorangan.
d) Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan.
e) Olahraga secara teratur.
f) Rekreasi.
g) Pendidikan sex.
2. Upaya Preventif
Upaya preventif ditujukan untuk pencegahan, peningkatan kesehatan
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan jalan memberikan:
a) Imunisasi masal terhadap balita, anak serta ibu hamil.
b) Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui posyandu, puskesmas,
maupun kunjungan rumah.
c) Pemberian vitamin A yodium melalui posyandu, puskesmas ataupun di
rumah.
d) Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan ibu menyusui.

3. Upaya Kuratif
Upaya kuratif ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota-anggota
keluarga, kelompok, yang menderita penyakit, masalah kesehatan melalui
kegiatan :
a) Perawatan orang sakit di rumah (Home Care).
b) Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas dan
rumah sakit.
c) Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah, ibu bersalin dan
nifas.
d) Perawatanbuah dada.
e) Perawatan tali pusat bayi baru lahir.

4. Upaya rehabilitative
Merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita yang dirawat di
rumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit
yang sama, misalnya: kusta, TBC, cacat fisik, dan yang lainnya melalui
kegiatan:
a) Latihan fisik bagi yang menderita gangguan fisik seperti penderita kusta,
patah tulang dan kelainan bawaan.
b) Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu misalnya:
TBC, latihan nafas dan batuk, penderita stroke, fisioterapi manual yang
mungkin dilakukan perawat.

5. Upaya Resosialitatif
Adalah upaya untuk mengembangkan individu, keluarga dan kelompok
khusus kedalam pergaulan masyarakat, karena menderita suatu penyakit tertentu
misalnya :Kusta, AIDS, atau kelompok-kelompok masyarakat seperti kelompok
tuna susila, tuna wisma, dan sebagainya. Disamping itu adalah bagaimana
meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima kembali kelompok-kelompok
yang mempunyai masalah kesehatan tersebut dan menjelaskan secara benar
masalah yang mereka derita tidak berbahaya terhadap kesehatan secara
keseluruhan. Tentunya perlu memberikan penjelasan dengan pengertian atau
batasan-batasan yang jelas dan dapat dimengerti.

d. Prinsip Dasar
Prinsip dasar dalam pelaksanaan praktek keperawatan kesehatan masyarakat
adalah sebagai berikut:
1. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
2. Ada 4 tingkat sasaran yang saling berhubungan yaitu individu, keluarga,
kelompok khusus dan masyarakat (komunitas).
3. Perawat kesehatan “bekerja dengan” dan bukan “bekerja untuk” individu,
keluarga, kelompok khusus dan masyarakat.
4. Dasar utama dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah
menggunakan pendekatan pemecahan masalah proses keperawatan.
e. Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam pemecahan masalah kesehatan masyarakat
adalah pendekatan pemecahan masalah (problem solving approach) dengan
metodologi proses keperawatan sebagai pendekatan ilmiah dalam bidang
keperawatan, melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1. Pengkajian terdiri dari pengumpulan data, pengolahan dan analisa data.


2. Perumusan masalah kesehatan dan keperawatan atau penetapan diagnosis
keperawatan.
3. Perencanaan asuhan keperawatan (nursing care plan) terdiri dari : prioritas
masalah, penetapan tujuan umum dan khusus, penetapan rencana kegiatan atau
intervensi dan penetapan kriteria keberhasilan.
4. Pelaksanaan atau implementasi yaitu melaksanakan rencana yang telah disusun
dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
5. Penilaian atau evaluasi yaitu menilai keberhasilan tujuan atau hasil dan
keberhasilan proses sejak pengkajian sampai dengan pelaksanaan, atau dengan
kata lain dengan mempertimbangkan komponen sebagai berikut: daya guna
(cost efektifitas), hasil guna (cost efisiensi), kelayak an atau kesesuaian
(adequacy) dan kemajuan ( progress) Stanhope, M. & Lancaster, J. 2014).

B. Asuhan Keperawatan Komunitas


Pengkajian terdiri dari “core” atau inti dari asuhan keperawatan komunitas yang
meliputi: demografi, populasi, nilai-nilai, keyakinan dan riwayat individu termasuk
riwayat kesehatannya, serta dipengaruhi pula oleh delapan sub sistem komunitas yang
terdiri dari: fisik dan llingkungan perumahan, pendidikan, keselamatan dan transfortasi,
politik dan kebijakan pemerintah, kesehatan dan pelayanan sosial, komunitas, ekonomi
dan rekreasi.
Diagnosa keperawatan meliputi diagnosa keperawatan keluarga dan diagnosa
keperawatan komunitas. Diagnosa keperawatan keluarga diperoleh dari hasil analisa data
tentang kesehatan keluarga, sarana atau fasilitas yang tersedia di keluarga dan di
komunitas. Rumusnya merupakan pernyataan yang menunjukan ketidakmampuan
keluarga dalam melaksanakan tugasnya yang meliputi: mengenal masalah, mengambil
keputusan, melakukan tindakan keperawatan, memodifikasi lingkungan untuk
menunjang kesehatan. Menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia. Diagnosa
keperawatan komunitas ditegakan berdasarkan tingkat reaksi komunitas stressor yang
ada. Selanjutnya dirumuskan dalam tiga komponen: problem, etiologi dan manifestasi
atau data penunjang.
Perencanaan merupakan kegiatan penyusunan rencana tindakan yang spesifik
untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga, kelompok dan komunitas dengan
berprinsip pada tindakan promosi, prevensi, curative dan rehabilitasi. Pelaksanaan
difokuskan pada tiga level pencegahan yaitu Prevensi Primer, mencangkup peningkatan
kesehatan pada umumnya dan perlindungan terhadap penyakit khususnya, misalnya
imunisasi. Prevensi Sekunder, dengan memberikan intervensi yang tepat untuk
menghambat proses patologik, misalnya memotivasi keluarga utnuk melakukan
pemeriksaan kesehatan nerkala termasuk gigi dan mata terhadap balita. Prevensi Tersier,
difokuskan pada upaya rehabilitasi yaitu mengembalikan individu kepada tingkat
berfungsi yang optimal dari ketidakmampuan, misalnya membantu keluarga yang
mempunyai anak dengan kelumpuhan anggota gerak untuk latihan secara teratus di
rumah.
Pada praktek keperawatan komunitas, prinsip-prinsip kesehatan komunitas
haruslah menjadi pertimbangan yaitu : Kemanfaatan, Autonomi dan Keadilan.
Evaluasi disusun mengacu pada tujuan asuhan keperawatan untuk memandirikan klien
atau komunitas maka harus terlihat alih peran dimana pada awalnya peran perawat yang
lebih banyak dan akhirnya berangsur-angsur berkurang sesuai dengan tingkat
kemandirian klien (individu, keluarga dan masyarakat).

1. Keterkaitan Teori Perawatan Kesehatan Utama (PKU) Dengan Asuhan


Keperawatan Komunitas
Pelayanan kesehatan utama (PKU) merupakan strategi dalam upaya pelayanan
kesehatan untuk mencapai atau mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal,
dengan menggunakan fasilitas yang ada di masyarakat, dan berfokus pada pencegahan
dari pada pengobatan, serta peran serta aktif masyarakat sangat diperlukan agar tujuan
akhir yang diinginkan yaitu masyarakat mandiri, dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan
tersebut diatas diupayakan berbagai cara, salah satu upaya itu adalah keperawatan
komunitas yang merupakan pelayanan yang memberikan perhatian terhadap pengaruh
lingkungan (bio, psiko, sosio, kultural dan spiritual) terhadap kesehatan komunitas dan
memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dari peningkatan kesehatan.
Keperawatan komunitas memberikan pelayanan langsung terhadap individu, keluarga
dan kelompok di masyarakat serta yang mempengaruhi kesehatan komunitas dan juga
melibatkan secara langsung dalam mencapai tujuan agar masyarakat mandiri menangani
masalah kesehatannya (Adi, 2008).
Keperawatan komunitas dalam mencapai tujuan mengunakkan metode ilmiah yang
dikenal dengan Asuhan Keperawatan Komunitas yang mempunyai tahapan (pengkajian,
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi), di mana masing-masing tahapan melibatkan
langsung individu, keluarga dan kelompok masyarakat, dengan demikian diharapkan
yang tadinya masyarakat tidak mau, tidak tahu, tidak mampu. Akan dalam menangani
kesehatannya sehingga peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dapat
tercapai sebagai salah satu wujud kesejahteraan umum dari tujuan nasional (Adi, 2008).
Kegiatan PKU yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat
adalah penyuluhan kesehatan yang berarti juga pendidikan kesehatan.Adapun pendidikan
kesehatan merupakan salah satu strategi interaksi dari keperawatan komunitas.Antara
PKU dan keperawatan komunitas sama-sama menggunakan strategi pendidikan
kesehatan dalam mencapai tujuan.Memandirikan masyarakat disamping peran serta aktif
masyarakat sangat diperlukan.Sehingga dapat disimpulkan keperawatan komunitas
merupakan perpanjangan tangan dan PKU yang dalam pelaksanaanya menggunakan
asuhan keperawatan yang mengutamakan pencegahan dan peningkatan kesehatan.Untuk
mencapai hal tersebut, masyarakat diberi penyuluhan atau pendidikan kesehatan terlebih
dahulu (Adi, 2008).

2. Konsep Pengetahuan, Sikap dan Perilaku


a. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan atau kognitif merupakan
domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo,
2003).
1) Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Yang termasuk pengetahuan ini adalah bahan yang
dipelajari/rangsang yang diterima.
2) Memahami (Comprehention)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar
tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan suatu materi
tersebut secara benar.
3) Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi
yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya (riil). Aplikasi disini
dapat diartikan penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan
sebagainya dalam konteks lain.
4) Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
obyek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam kaitannya suatu sama
lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja.
5) Sintesis (Synthesis)
Sintesis merujuk pada suatu kemampuan untuk menjelaskan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
Bisa diartikan juga sebagai kemampuan untuk menyusun formasi baru dari
formasi-formasi yang ada.
6) Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan penelitian
terhadap suatu obyek. Penelitian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan
sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

Menurut Sukanto (2011), faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat


pengetahuan, antara lain:
a. Tingkat Pendidikan
Pendidikan adalah upaya untuk memberikan pengetahuan sehingga terjadi
perubahan perilaku positif yang meningkat.
b. Informasi
Seseorang yang mempunyai sumber informasi yang lebih banyak akan
mempunyai pengetahuan lebih luas.
c. Budaya
Tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhan
yang meliputi sikap dan kepercayaan.
d. Pengalaman
Sesuatu yang pernah dialami seseorang akan menambah pengetahuan tentang
sesuatu yang bersifat informal

b. Sikap
Sikap menurut Notoatmodjo (2013) adalah merupakan reaksi atau respon
seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap menurut
Sunaryo (2010) adalah kecenderungan bertindak dari individu, berupa respon
tertutup terhadap stimulus ataupun objek tertentu. Jadi, sikap merupakan reaksi
atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau
objek.
Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi
merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku. Sikap merupakan kesiapan untuk
bereaksi terhadap objek dilingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan
terhadap objek. Dalam hal sikap, dapat dibagi dalam berbagai tingkatan, antara
lain:
1) Menerima (receiving), diartikan bahwa orang (subjek) mau dan
memperhatikan stimulus yang diberikan (objek).
2) Merespon (responding), yaitu dapat berupa memberikan jawaban apabila
ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
3) Menghargai (valuating), yaitu dapat berupa mengajak orang lain untuk
mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah.
4) Bertanggung jawab (responsible) atas segala sesuatu yang telah dipilihnya
(Notoatmodjo, 2007).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap Menurut Sunaryo (2010), ada dua faktor
yang mempengaruhi pembentukan dan pengubahan sikap adalah faktor internal
dan eksternal.
1) Faktor internal
Berasal dari dalam individu itu sendiri. Dalam hal ini individu menerima,
mengolah, dan memilih segala sesuatu yang datang dari luar, serta
menentukan mana yang akan diterima atau tidak diterima. Sehingga individu
merupakan penentu pembentukan sikap. Faktor internal terdiri dari faktor
motif, faktor psikologis dan faktor fisiologis.
2) Faktor eksternal
Faktor yang berasal dari luar individu, berupa stimulus untuk mengubah dan
membentuk sikap. Stimulus tersebut dapat bersifat langsung dan tidak
langsung. Faktor eksterna terdiri dari: faktor pengalaman, situasi, norma,
hambatan danpendorong.
c. Perilaku
Menurut Notoatmodjo (2003) perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas
manusia, baik dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh
pihak luar. Perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat
diamati bahkan dapat dipelajari. Menurut Ensiklopedia Amerika perilaku
diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya. Skiner
(1938) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respons
atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar).
Namun dalam memberikan respons sangat tergantung pada karakteristik
atau faktor-faktor lain dari orang yang bersangkutan. Faktor-faktor yang
membedakan respons terhadap stimulus yang berbeda disebut determinan
perilaku. Determinan perilaku dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Determinan atau faktor internal, yakni karakteristik orang yang bersangkutan
yang bersifat given atau bawaan, misalnya tingkat kecerdasan, tingkat
emosional, jenis kelamin, dan sebagainya
b) Determinan atau faktor eksternal, yakni lingkungan, baik lingkungan fisik,
sosial, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya. Faktor lingkungan ini
merupakan faktor dominan yang mewarnai perilaku seseorang.
BAB III
PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RW 09 RT 02 DESA
PARAKAN KECAMATAN CIOMAS BOGOR 2020
DALAM KONTEKS KEPERAWATAN KESEHATAN UTAMA

Asuhan keperawatan komunitas yang dilaksanakan oleh mahasiswa melalui


praktek keperawatan di masyarakat yang berlangsung mulai dari tanggal 23 Juni 2020
sampai dengan 27 Juli 2020. Dalam hal ini mahasiswa mendapat tempat praktek di
RW 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor. Tahapan proses
yang telah dilakukan oleh mahasiswa meliputi, tahap persiapan, pengkajian,
penetapan masalah keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
A. Persiapan
Kegiatan praktek mahasiswa di Wilayah RW 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan
Ciomas Kabupaten Bogor, diawali dengan penerimaan secara resmi mahasiswa di
Keluraha Parakan dan di RT.02 pada taggal 10 Juni 2020 dan pertemuan pertama dengan
warga dalam rangka saling mengenal dan membina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan warga RW 09 RT 02 Desa Parakan Ciomas 11 Juli 2020. Selain acara
perkenalan juga penyampaian tujuan praktek dari mahasiswa Profesi Ners Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maju (STIKIM).
Untuk memvalidasi data masalah kesehatan yang ada di Wilayah RW 09 RT 02
Desa Parakan, akan dilakukan pengumpulan data yang terlebih dahulu diadakan
pertemuan kedua dengan kader dari warga RT.02 untuk mencari informasi terkait dengan
masalah kesehatan yang ada di Wilayah RW 09 RT 02 Desa Parakan Ciomas.
Pertemuan selanjutnya dengan dosen STIKIM untuk menyampaikan hasil
pertemuan sebelumnya dengan kader, dilanjutkan dengan diskusi untuk mengarahkan
cara pembuatan kuesioner, cara penyebaran kuesioner dan proses pengumpulan data.
Dari hasil pertemuan tersebut kemudian dibuat garis besar dan untuk kesempurnaannya
akan dilanjutkan oleh mahasiswa. Kuesioner yang dibuat mahasiswa dikonsulkan
sebanyak 2 kali dengan dosen pembimbing, pihak Kelurahan Desa Parakan Kecamatan
Ciomas Kabupaten Bogor dan selanjutnya kuesioner dibagikan kepada masyarakat RW
09 RT 02 Kelurahan Desa Parakan yang menjadi responden oleh mahasiswa dan melalui
bantuan kader dan tokoh masyarakat dengan menggunakan teknik Slovin yang diwakili
oleh 55 KK, maka dilakukan perhitungan dan analisa data oleh mahasiswa. Data yang
telah di olah dan dianalisa kemudian akan dipresentasikan oleh mahasiswa di depan
warga wilayah RW 09 RT 02 Kelurahan Desa Parakan.
Selanjutnya mahasiswa melakukan diskusi dengan ketua RW 09 RT 02 dan
Puskesmas terkait masalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Kerja
(UKK). Dari hasil diskusi kemudian ditentukan sekolah yang akan dijadikan sebagai
tempat pelaksanaan kegiatan UKS yakni di sekolah di SDN Parakan 1 dan Mi Al-inayah
Desa Parakan Kecamatan Ciomas. Tetapi berhubung karena ada Pandemik Covid
sementara untuk pelaksanaan tindakan ditiadakan.
Setelah angket disebarkan ke masyarakat RW 09 RT 02 Desa Parakan, Kecamatan
Ciomas Bogor, Serta dibantu oleh para kader kesehatan yang ada pada setiap RT dan
tokoh masyarakat dengan teknik slovin sehingga hanya diwakili oleh 55 jiwa, maka
dilakukan penghitungan dan analisa data oleh mahasiswa. Data yang telah diolah dan
dianalisa kemudian dipresentasikan pada warga RW 09 RT 02 Desa Parakan Ciomas
Bogor.

B. Pengkajian
1. Pengkajian RW 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan Ciomas Bogor
Pengkajian dilakukan oleh mahasiswa dimulai pada tanggal 22 Juni – 11 Juli 2020 di
wilayah RW 09 RT 02 Desa Parakan dengan jumlah jiwa yaitu 120 KK. Kemudian
mahasiswa melakukan perhitungan dengan menggunakan teknik slovin dengan
mengambil sampel populasi 55 KK/Jiwa. Metode yang di pakai dalam proses
pengkajian meliputi wawancara, observasi dan penyebaran angket
a. Hasil Wawancara
1) Hasil wawancara dengan pihak puskesmas, kelurahan, RW, Kader dan ibu
PKK
Dari hasil wawancara dengan Ketua RW 09 RT 02, Kader dan
Puskesmas Desa Parakan, jumlah penduduk di RT 02 sebanyak 120 KK.
Adapun masalah kesehatan yang sering dikeluhkan oleh warga RW 09 RT
02 Desa Parakan yaitu Hipertensi, Diabetes Melitus (DM), asam urat,
myalgia (pegal-pegal), kolesterol, typus, infeksi kulit dan penyakit lainnya.
Pihak Puskesmas Desa Parakan pernah melakukan sosialisasi kesehatan dan
lingkungan bagi kader-kader yang ada di RW 09 RT 02. Faktor penghambat
dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat yaitu kurangnya
pengetahuan, tingkat pendidikan yang rendah, kesadaran dan perilaku yang
tidak baik. Maka dari itu untuk mengatasi hambatan dalam menangulangi
masalah kesehatan tersebut mahasiswa STIKIM bekerja sama dengan Ketua
RW, Ketua RT, kader dan pihak puskesmas dalam rangka memberikan
pengetahuan kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran masyarakat
mengenai pencegahan Covid-19 di lingkungan wilayah RW 09 RT 02
dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan di wilayah RW 09 RT 02
dan mahasiswa melakukan pemeriksaan gratis, meliputi pemeriksaan
Tekanan Darah.
Upaya petugas puskesmas untuk meningkatkan kualiatas pelayanan
bagi masyarakat adalah dengan prefentif dan promotif. Wabah yang terjadi
saat ini adalah Covid-19 di seluruh Indonesia. Maka dari itu, Petugas
puskesmas mengarahkan kita untuk memberikan pendidikan kesehatan
mengenai pencegahan Covid-19.
2) Hasil Wawancara Dengan Pengurus Posyandu/Kader RW 09 RT 02
Jumlah kader di RT 02 ada 4 orang, semua aktif dalam melakukan
kegiatan di masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan maupun sosial.
Motivasi untuk menjadi kader adalah ingin lebih kenal dengan warga RT
02, ingin memajukan warga RT 02 menjadi lingkungan yang bersih dan
sehat. Manfaat yang dirasakan selama menjadi kader adalah banyak teman,
mudah dikenal oleh warga, silaturahmi lancar dengan para warga RT 02
maupun dengan RT lain. Harapan kader untuk meningkatkan perannya
adalah menjadikan lingkungan RT 02 lebih baik dan sehat. Kegiatan yang
dilakukan kader dalam menjalankan perannya dalam membantu
meningkatkan kesehatan masyarakat di RT 02 adalah PKK, Posyandu,
Jumantik, kerja bakti, PSN dan lain-lain.

b. Hasil Observasi
Wilayah RT 02 Desa Parakan terdiri dari jumlah penduduk yaitu 120 KK,
dengan komposisi penduduk terdiri dari masyarakat sunda, jawa dan di luar
pulau jawa, penduduk pendatang tetap dan penduduk musiman. Secara umum
gambaran wilayah RW 09 RT 02 berdasarkan winshied survey sebagai berikut :
1) Perkampungan
Sebagian rumah di RT 02 Desa Parakan dalam bentuk permanen dan
semi permanen yang berada dibagian belakang rumah berbentuk permanen
dan semi permanen. Jarak antara rumah satu dengan lainnya sangat dekat
dan berhimpitan. Berdasarkan status kepemilikan, ada yang berstatus milik
pribadi dan ada juga yang berstatus kontrakan.
2) Sejarah Desa Parakan
Pada mulanya Desa Parakan yang merupakan desa induk dari Desa
Parakan adalah desa yang memiliki bentangan wilayah yang sangat luas
sehingga kurang efisien dalam melayani sesuatu terhadap masyarakatnya.
Akhirnya pada tahun 1984 yang di pelapori oleh masyarakat setempat
bahwa Desa Parakan resmi di mekarkan dan di lahirlah Desa Parakan yang
di ambil nama dari Desa Parakan Salak sebagai desa induk kemudian
sebagian kecil Desa Mekarjaya.
Desa Parakan merupakan desa yang paling kecil diwilayah di antara
desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Ciomas dengan luas wilayah
kurang lebih 360 Ha dengan jumlah penduduk di wilayah Desa Parakan
Ciomas Bogor berjumlah 5905 juta jiwa pada tahun 2020 dan menaungi 7
RW dan 17 RT.
Desa Parakan yang berbatasan langsung Kecamatan Tamansari, jadi
bisa dikatakan bahwa Desa Parakan adalah desa yang berada di pada
berbatasan antar kecamatan. Penggunaan tanahnya terbagi atas pemukiman
umum, pesawahan, perkebunan, serta terdapat pula berbagai Jalan Baik,
Jalan Desa, Jalan Kabupaten dan Jalan Propinsi. Diwilayah desa Parakan
rata rata masyarakat mayoritas bekerja sebagai petani, wiraswasta, buruh
dan lain-lain.

Jumlah total warga RT 02 : 430 orang dengan 120 KK

Adapun batas-batas wilayah Desa Parakan adalah:

1) Sebelah Utara : Desa Mekarjaya


2) Sebelah Timur : Desa Laladon
3) Sebelah Selatan : Desa Pasireurih
4) Sebelah Barat : Desa Kotabatu

3) Lingkungan Terbuka
Wilayah RT 02 masih terdapat lahan kosong yang kemudian
digunakan sebagai lapangan olahraga dan kegiatan lainnya. Terdapat
saluran pembuangan air (parit) di sepanjang jalan. Terdapat juga
Empang/jamban sebagai tempat pembuangan tinja. Terdapat beberapa lahan
kosong yang dijadikan tempat untuk membakar sampah oleh warga.
4) Kebiasaan Masyarakat
Kebiasaan buang sampah pada masyarakat RT 02 Desa Parakan
adalah di tempat sampah yang kemudian di koordinir oleh tiap-tiap ketua
RT dan di angkut 2-3 kali/seminggu.
5) Alat Transportasi
Alat transportasi yang digunakan pada masyarakat RT 02 adalah
mobil, motor dan menggunakan transportasi seperti ojek untuk keluar dan
masuk wilayah RT 02. Tidak terdapat angkutan umum yang masuk ke
wilayah RT 02, sebagian masyarakat bahkan berjalan kaki dan
menggunakan angkutan umum untuk pergi ke Jakarta dan sekitarnya.
Namun ada juga masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi seperti
mobil dan motor.
6) Pusat Pelayanan Kesehatan
Pusat pelayanan kesehatan yang terdapat di Desa Parakan adalah
Puskesmas Desa Parakan yang berjarak lebih 1 km yang dapat dijangkau
dengan menggunakan ojek maupun kendaraan pribadi. Sarana kesehatan
Pusat Pelayanan Kesehatan
Pusat pelayanan kesehatan yang terdapat di RT 02 adalah Puskesmas
Desa Parakan yang berjarak kurang lebih 1 km yang dapat dijangkau
dengan menggunakan ojek maupun kendaraan pribadi. Sarana kesehatan
anak karang taruna di RT 02 juga aktif dalam berbagai kegiatan olahraga
dan remaja masjid.
7) Tempat penduduk berkumpul atau mengadakan pertemuan di RT 02
biasanya terjadi di Mushola, Masjid atau di rumah warga setempat.
8) Media informasi atau komunikasi warga atau penduduk yang ada biasanya
melalui pengeras suara lewat masjid dan terdapat 3 masjid di RW 09 RT 02,
Desa Parakan. Fasilitas pendidikan formal yaitu TK, Paud, SD/MI, MTS,
dan SMK.

c. Hasil Angket
- Total responden : 430 orang dengan 120 KK menjadi 55 KK
- Lokasi : RW 09 RT 02 Desa Parakan
Kecamatan ciomas Kabupaten Bogor.

1) Data Demografi
Distribusi Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin di RW 09 RT 02 Desa
Parakan, Ciomas Bogor 2020

Jenis Kelamin
Permpua
n
Laki-Laki Berdasarkan
diagram diatas
38% didapatkan jenis
62% kelamin masyarakat
Rt.02 Desa Parakan
mayoritas berjenis
kelamin perempuan
terdapat 34 orang
(62%)
Distribusi Penduduk berdasarkan Usia di RW 09 RT 02 Desa Parakan,
Ciomas Bogor 2020

Berdasarkan data diatas, usia penduduk di RT 02 Desa Parakan Bogor


berusia 20-30 tahun sebanyak 41.8% (23 Orang) dan yang berusia 31-50
adalah 58.2% (32 orang).

Distribusi Penduduk berdasarkan Tingkat Pendidikan di RW 09 RT


02 Desa Parakan, Ciomas Bogor 2020

Berdasarkan data di atas di RT 02 Desa Parakan Bogor sebagian besar


penduduk dengan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu
sebanyak 34,55% (19 Orang). Pendidikan SMP 27,27% (15 orang),
Pendidikan SD sebanyak 18,18% (10 orang), Pendidikan Pergutuan Tinggi
sebanyak 14,55% (8 orang) dan yang tidak sekolah yaitu sebanyak 5,54%
(3 orang).

Distribusi Penduduk berdasarkan Pekerjaan di RW 09 RT 02 Desa


Parakan, Ciomas Bogor 2020

Berdasarkan data di atas pekerjaan yang ada di RT 04 cukup bervariasi


seperti PNS, Buruh, Wiraswasta. Namun dari data yang diperoleh
menunjukan sebagian besar sebagai Buruh yaitu sebanyak 65,45% (34
Orang). Diurutan kedua bekerja sebagai Wiraswasta 20,00% (12 orang),
adapun sebagai PNS sebanyak 12,73% (7 orang) dan tidak bekerja sejumlah
1,82% (2 orang).

2) Data Sosial dan Ekonomi


Distribusi Penduduk Berdasarkan Penghasilan di RT 02 Desa Parakan
Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas penghasilan penduduk di RT 02 Desa Parakan
Ciomas Bogor sebagian besar berpengasilan < Rp. 500.000 – 1.000.000
yaitu sebanyak 70,91% (39 orang). Penghasilan Rp. 1.000.000 – 2.000.000
sebanyak 16,4% (9 orang) sedangkan berpenghasilan > Rp. 2.000.000
adalah 12,73% (7 orang).

3) Data Kesehatan Umum


Distribusi Penduduk Berdasarkan kesehatan anggota keluarga di RT
02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data kesehatan anggota keluarga penduduk di RT 02 Desa


Parakan Ciomas Bogor sebagian besar menderita Hipertensi sebanyak
43,64% (24 orang), diposisi kedua terdapat anggota keluarga yang tidak
memiliki keluhan sebanyak 21,82% (12 orang), adapula anggota keluarga
yang menderita penyakit DM sebanyak 20,00% (11 orang), dan anggota
keluarga yang menderita asam urat yaitu sebanyak 14,5% (8 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan kebiasaan keluarga jika anggota


keluarga sakit di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, kebiasaan keluarga jika anggota keluarga


sakit di RT 02 Desa Parakan Ciomas sebagian besar yang melakukan
membeli obat warung sebanyak 34,55% (19 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan jarak tempat pelayanan kesehatan


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas, jumlah presentase jarak rumah dengan
pelayanan kesehatan di RT 02 Desa Parakan Ciomas yang paling besar
yaitu > 500 meter sebanyak 74,55% (41 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan informasi kesehatan yang di dapat


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa di RT 02 Desa Parakan


Ciomas Bogor yang telah mendapatkan informasi kesehatan tertinggi yaitu
tentang penyakit yang sebesar 41,82% (23 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan sumber informasi kesehatan di RT


02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa di RT 02 Desa Parakan
Ciomas yang mendapatkan sumber informasi dari petugas kesehatan yaitu
sebesar 60,00% (30 orang).

4) Data Kesehatan Bayi/Balita


Distribusi Penduduk Berdasarkan penyakit balita di RT 02 Desa
Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor


sebagian besar bayi/balita yang menderita penyakit Panas, batuk, pilek
sebanyak 40,00% (22 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan balita/bayi yang diberikan imunisasi


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas yang terdapat di RT 02 Desa Parakan Ciomas
Bogor, di dapatkan hasil bayi/balita yng diberikan imunisasi sebanyak
83,64% (46 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan balita/bayi yang dibawa ke


pelayanan kesehatan secara rutin di RT 02 Desa Parakan Ciomas
Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor yang


didapatkan sebagian besar bayi/balita dibawa ke pelayanan kesehatan
secara rutin yaitu sebanyak 74,55% (41 orang).

5) Data Kesehatan Anak


Distribusi Penduduk Berdasarkan penyakit yang pernah di derita anak
di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


didapatkan data tertinggi yaitu anak yang pernah menderita Panas, batuk,
pilek sebesar 32,73% (18 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Pola Makan Seimbang di RT 02


Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data yang di dapat di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


terdapat anak yang pola makan seimbang dengan frekuensi 2 – 3 x sehari
sebanyak 69,09% (38 orang).
Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Anak Mencuci Tangan
Sebelum/Sesudah makan di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli
2020

Berdasarkan data yang di dapat di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


terdapat anak yang kebiasaan mencuci tangannya yaitu pernah tetapi
sesekali sebanyak 50,91% (28 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan waktu tidur/istirahat di


RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


didapatkan sebagian besar anak yang kebiasaan waktu tidur/istirahatnya 8 –
12 jam yaitu sebanyak 54,55% (30 orang).
6) Data Kesehatan Remaja dan Dewasa
Distribusi Penduduk Berdasarkan penyakit yang pernah di derita anak
di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


didapatkan data bahwa keluhan pada anak remaja bernilai sama rata antara
remaja tidak memiliki keluhan dan remaja yang memiliki keluhan sakit saat
menstruasi yaitu sebanyak 29,09% (16 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Perilaku remaja yang kurang sehat


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,
didapatkan bahwa terdapat remaja yang tidak berptilaku kurang sehat
sebanyak 58,18% (32 orang) dan diurutan ke dua terdapat perilaku remaja
yang kurang sehat yaitu merokok sebanyak 27,27% (15 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Remaja yang mengikuti organisasi


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


didapatkan bahwa terdapat remaja yang mengikuti organisasi karang taruna
yaitu sebanyak 47,27% (26 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Penyakit Dewasa saat ini di di RT


02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,
didapatkan data bahwa dewasa yang tidak memiliki keluhan yaitu sebanyak
30,91% (17 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Dewasa yang mengikuti organisasi


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


didapatkan bahwa terdapat dewasa yang mengikuti organisasi yaitu
sebanyak 60,00% (33 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Kegiatan Dewasa di dalam rumah


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor, telah
didapatkan data kebiasaan dewasa yaitu berolahraga sebesar 50,91% (28
orang).

7) Data Kesehatan Lansia


Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Lansia yang Tidak Sehat
di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor di dapatkan


data kebiasaan lansia yang tidak sehat yaitu sama rata antara lansia yang
meminum obat sembangaran dan lansia yang makan tidak teratur dengan
jumlah sebanyak 32,73% (18 orang).
Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Lansia yang Tidak Sehat
di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor di dapatkan


data kebiasaan lansia yang tidak sehat yaitu sama rata antara lansia yang
meminum obat sembangaran dan lansia yang makan tidak teratur dengan
jumlah sebanyak 32,73% (18 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Lansia yang Tidak Sehat


di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor, hasil yang di


dapatkan keluhan lansia biasanya yaitu sebagian besar lansia yang memiliki
Hipertensi sebesar 32,73% (18 orang).
Distribusi Penduduk Berdasarkan Kegiatan rutin diluar rumah di RT
02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor,


didapatkan hasil kegiatan lansia diluar rumah yaitu sebagaian besar lansai
yang mengikuti kegiatan pengajian sebanyak 45,45% (25 orang).

8) Data Kesehatan Lingkungan


Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Cuci Tangan di RT 02
Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase kebiasaan mencuci tangan


di RT 02 Desa Parakan Ciomas yaitu sebagian besar warga kadang-kadang
melakukan cuci tangan dengan jumlah sebanyak 45,45% (25 orang).
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pengelolaan Sampah di RT 02 Desa
Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase kebiasaan batuk efektif di


RT 02 Desa Parakan Ciomas yaitu sebagian besar warga batuk menutup
dengan menggunakan telapak tangan sebanyak 49,09% (27 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Pengelolaan Sampah di RT 02 Desa


Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase pengolahan sampah di RT


02 Desa Parakan Ciomas yaitu sebagian besar Dibakar pengolahan sampah
kering maupun sampah basah yaitu sebanyak 43,64%.
Distribusi Penduduk Berdasarkan Keadaan Rumah di RT 02 Desa
Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase keadaan rumah di RT 02


Desa Parakan Ciomas yaitu sebagian besar yaitu keadaan rumah yang
ruangan tidak lembab sebanyak 36,36%.

Distribusi Penduduk Berdasarkan Keadaan Rumah di RT 02 Desa


Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase keadaan rumah di RT 02


Desa Parakan Ciomas yaitu sebagian besar yaitu keadaan rumah yang
ruangan tidak lembab sebanyak 36,36%.
Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan membuka jendela pagi
hari di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase kebiasaan membuka


jendela pagi yang digunakan untuk pergantian udara di RT 02 Desa Parakan
Ciomas, presentase paling tinggi yaitu sering/setiap hari sebanyak 45,45%
(25 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan menguras bak mandi di


RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas, jumlah presentase kebiasaan membersihkan
bak mandi di RT 02 Desa Parakan Ciomas, presentase paling tinggi yaitu
seminggu 2 – 3 kali sebesar 34,55% (19 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Keadaan halaman rumah di RT 02


Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, yang memiliki keadaan rumah di RT 02 Desa


Parakan Ciomas sebagian besar memiliki ruangan yang tidak lembab yaitu
sebanyak 36,36% (20 Orang).

9) Data Sumber Air dan Pembuangan


Distribusi Penduduk Berdasarkan Sumber Air minum di RT 02 Desa
Parakan Ciomas Bogor juli 2020
Berdasarkan data diatas, jumlah presentase sumber air minum di RT 02
Desa Parakan Ciomas sebagian besar membeli air minum yaitu sebanyak
41,82% (23 orang), dan dua diantaranya yaitu sumur gali dan air pam
memiliki nilai yang sama rata yaitu 29,09% (16 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan jenis jamban yang digunakan di RT


02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase jenis jamban yang


digunakan di RT 02 Desa Parakan Ciomas sebagian besar menggunakan
kakus leher angsa yaitu sebanyak 45,45% (25 orang).
Distribusi Penduduk Berdasarkan Saluran limbah/ Pembuangan air
kotor di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase saluran limbah yang


digunakan di RT 02 Desa Parakan Ciomas sebagian besar yaitu ada dan
kedap air sebanyak 47,27% (26 orang).

Distribusi Penduduk Berdasarkan di RT 02 Desa Parakan Ciomas


Bogor juli 2020

Berdasarkan data diatas, jumlah presentase kandang ternak di RT 02


Desa Parakan Ciomas sama rata antara kandang dekat rumah <10 Meter
dan kandang menyatu dalam rumah sebesar 29,09% (16 orang).
10) Data Kuesioner Pengetahuan Covid
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pengetahuan covid-19 di RT 02
Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data di atas RT 02 Desa Parakan Ciomas di dapatkan hasil


pengetahuan kurang yaitu sebanyak 40,00% (22 orang), pengetahuan cukup
yaitu 30,91% (17 orang), dan yang pengetahuan baik yaitu 20,09% (16
orang).

11) Data Kuesioner Sikap Covid


Distribusi Penduduk Berdasarkan sikap terhadap pencegahan covid-19
di RT 02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data di atas RT 02 Desa Parakan Ciomas di dapatkan


hasil sikap baik yaitu sebanyak 87,27% (48 orang) dan yang sikap cukup
yaitu 12,73% (7 orang).
12) Data Kuesioner Perilaku Covid-19
Distribusi Penduduk Berdasarkan Perilaku terhadap covid-19 di RT
02 Desa Parakan Ciomas Bogor juli 2020

Berdasarkan data di atas RT 02 Desa Parakan Ciomas di dapatkan hasil


perilaku cukup yaitu sebanyak 61,82% (34 orang), perilaku baik yaitu
32,73% (18 orang), dan yang sikap kurang yaitu 5,45% (3 orang).

ANALISA DATA
No Data Masalah Keperawatan
1. Hasil Wawancara Kesiapan peningkatan manajemen
- Didapatkan data dari Wawancara dengan kesehatan di lingkungan warga RT 02
warga dari RT 09 mengenai pengetahuan Desa Parakan
mereka tentang covid, cara pencegahan agar
tidak tertular dengan adaptasi kebiasaan baru,
masih banyak warga yang belum faham
bagaimana cara pencegahan covid-19 selama
adaptasi kebiasaan baru dan belum bisa
melakukan cuci tangan 6 langkah secara
benar dan berurutan dan membiasakan diri
untuk menjaga kebersihan diri dan
lingkungan rumah.
- Wawancara dengan warga RT 09 belum
pernah dilakukan sosialisasi dari kader
kesehatan tentang bagaimana cara
pencegahan covid-19 selama adaptasi
kebiasaan baru, dan mempraktekkan cara
mencuci tangan 6 langkah dengan sabun cair
secara berurutan
2. Observasi
- Dari hasil observasi ditemukan ada 5 warga
RT 02 sedang mengobrol sambil makan tanpa
cuci tangan dahulu.
- Hasil Observasi saat melakukan wawancara
ke rumah warga, sebagian besar anggota
keluarganya mencuci tangan tidak
menggunakan sabun dan tidak
mengggunakan 6 langkah cuci tangan secara
benar.

3. Hasil Kuesioner
- Dari hasil kuesioner di dapatkan data bahwa
warga yang melakukan mencuci tangan
secara kadang-kadang sebesar 45,45% (25
orang).
- Dari hasil kuesioner di dapatkan data bahwa
adapula warga yang sering melakukan cuci
tangan yaitu sebesar 23,64% (10 orang).
4. Data Sekunder
Program PHBS tidak berjalan dengan
optimal.
1. Hasil Wawancara Ketidakefektifan manajemen kesehatan
- Wawancara dengan warga di RT 02, bahwa pada warga di RT 09 Desa Parakan
kebiasaan sebagian besar warga saat sedang
batuk dan bersin tidak menutup mulut, dan
apabila menutup mulut, dengan
menggunakan telapak tangan atau pun tidak
menutup mulut.
- Hasil wawancara dari beberapa ibu kader
didapatkan masih banyak warga yang tidak
mengerti akan batuk efektif sehingga warga
ketika batuk tidak melakukan dengan cara
yang benar.
2. Hasil Observasi
- Dari hasil observasi ditemukan 5 warga yang
sedang batuk menutupnya dengan telapak
tangan.
3. Hasil Kuesioner
- Dari hasil kuesioner di dapatkan data bahwa
warga yang melakukan batuk efektif dengan
cara batuk menutup menggunakan telapak
tangan sebesar 49,09% (27 orang).
- Dari hasil kuesioner di dapatkan data bahwa
adapula warga yang melakukan batuk efektif
dengan cara batuk menutup menggunakan
tissu / lipatan lengan sebesar 14,55% (7
orang).
4. Data Sekunder
Tidak ditemukannya petunjuk teknik batuk
efektif dalam bentuk poster ataupun banner

PENAPISAN MASALAH
No MASALAH KESEHATAN A B C D E F G H I J K L TOTAL PRIO
RITA

Defisit kesehatan komunitas


1.
pada warga di lingkungan RT 02
Desa Parakan berhubungan
dengan pencegahan covid-19
3 3 3 4 3 4 3 4 3 2 2 3 38
dengan melakukan cara mencuci
tangan 6 langkah yang benar dan
berurutan, menjaga kebersihan
diri dan lingkungan.

Ketidakefektifan manajemen
2.
kesehatan pada warga di RT 02
Desa Parakan berhubungan 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 2 3 39
dengan kurangnya edukasi untuk
melakukan teknik batuk efektif

Keterangan Pembobotan A.Resiko Terjadi G.Tempat

B.Resiko Parah H.Waktu


1. Sangat Rendah
2. Rendah C.Potensial untuk Pendidikan I.Dana
3. Cukup Kesehatan
4. Tinggi D.Minat Masyarakat J.Fasilitas Kesehatan
5. Sangat Tinggi E.Mungkin Diatasi K.Sumber Daya

F. Sesuai Dengan Pemerintah

F.Sesuai dengan Pemerintah


RENCANA KERJA (PLANNING OF ACTION)

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

DI RW 09 RT 02 DESA PARAKAN CIOMAS BOGOR

No Masalah kesehatan Tujuan Rencana kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ


1 Kesiapan Meningkatkan 1. Melakukan hubungan saling Masyarakat
Peningkatan kesiapan manajemen percaya kepada masyarakat RW 09 RT
Manajemen kesehatan di Rt 09 2. Melakukan pembagian 02 Desa
kesehatan Kelurahan kuesioner Parakan
(penyuluhan tentang Tanjungsari 3. Melakukan penyuluhan
cuci tangan) pencegahan covid-19
dengan adaptasi kebiasaan
baru
4. Memberikan leaflet pada
peserta penyuluhan
5. Memberikan informasi
tentang pencegahan covid-
19, mengajarkan cara cuci
tangan 6 langkah yang benar
dan berurutan, menjaga
kebersihan diri dan

8
lingkungan
6. Mengevaluasi pemahaman
informasi yang telah
diberikan.
2 Pemeliharaan Meningkatkan 1. Melakukan hubungan saling RW 09 RT
kesehatan tidak pemeliharaan percaya kepada masyarakat 02 Desa
efektif kesehatan batuk 2. Melakukan pembagian Parakan
efektif kuesioner
3. Melakukan penyuluhan
pencegahan covid-19
dengan adaptasi kebiasaan
baru
4. Memberikan leaflet pada
peserta penyuluhan
5. Memberikan informasi
tentang pencegahan covid-
19, mengajarkan cara batuk
efektif, menjaga kebersihan
diri dan lingkungan
6. Mengevaluasi pemahaman
informasi yang telah
diberikan.

9
RENCANA KEPERAWATAN KOMUNITAS

No Diagnosa TUM TUK Strategi Intervensi Evaluasi Sumber Tempa PJ


Kriteria Standar
Kep t
1. Kesiapan Meningkatkan Setelah dilakukan Edukasi Kesehatan Respon - 80% masyarakat Rt Ismi
Peningkatan kesiapan tindakan selama 1 Terapeutik Verbal 02 Desa Parakan Nurul
Manajemen manajemen x pertemuan - Sediakan materi Ciomas Bogor Hidayati
kesehatan kesehatan di diharapkan dan media mampu
(penyuluhan Rt 09 masyarakat dapat: Pendidikan menyebutkan
tentang cuci Kelurahan (D.0113) Kesehatan bentuk kesiapan
tangan) Tanjungsari - Melakukan (penyuluhan cuci peningkatan
tindakan untuk tangan 6 langkah) kesehatan yang
mengurangi - Jadwalkan terjadi
faktor resiko pendidikan dimasyarakat
(Pencegahan kesehatan sesuai - 80% leaflet tersebar
covid-19) kesepakatan di masyarakat
- Menerapkan - Berikan - 80% tokoh
program kesempatan untuk masyarakat dan
perawatan bertanya kader yang ada
(Cuci tangan 6 Edukasi mampu

10
langkah) - Jelaskan faktor menyebutkan
- Aktifitas resiko yang dapat masalah kesiapan
hidup sehari- mempengaruhi peningkatan
hari efektif kesehatan kesehatan yang
memenuhi (Pencegahan terjadi di
tujuan covid-19) masyarakat
kesehatan - Ajarkan perilaku - 80% masyarakat
hidup bersih dan mampu
sehat (cuci tangan) menyebutkan
- Ajarkan strategi tindakan dan
yang dapat mempraktekkan apa
digunakan untuk yang harus
meningkatkan dilakukan ketika
perilaku hidup warga telah
bersih dan sehat melakukan
aktivitas/ sebelum
melakukan aktivitas
- 80% masyarakat
mengikuti
pemeriksaan
kesehatan dan
penyuluhan

11
kesehatan yang di
adakan.
2. Pemeliharaan Meningkatkan Setelah dilakukan Terapeutik Respon - 80% masyarakat RT Ismi
kesehatan pemeliharaan tindakan - Berikan Verbal 02 Desa Parakan Nurul
tidak efektif kesehatan keperawatan lingkungan yang Ciomas Bogor Hidayati
selama 1 x mendukung menyebutkan
pertemuan kesehatan bentuk
diharapkan - Orientasi pemeliharaan
masyarakat dapat pelayanan kesehatan yang
: kesehatan yang terjadi dimasyarakat
(D.0117) dapat - 80% leaflet tersebar
- Menunjukkan dimanfaatkan di masyarakat
perilaku Edukasi - 80% tokoh
adaptif - Anjurkan menjaga masyarakat dan
- Menunjukkan pola hidup sehat kader yang ada
pemahaman - Anjurkan batuk mampu
perilaku dengan menyebutkan
sehat menggunakan masalah
- Kemampuan penutup pemeliharaan
menjalankan - Anjurkan kesehatan yang
perilaku melakukan cuci terjadi di
sehat tangan masyarakat

12
- 80% masyarakat
mampu
menyebutkan
tindakan apa yang
harus dilakukan
ketika batuk.
- 80% masyarakat
mengikuti
penyuluhan
kesehatan.

IMPLEMENTASI (PELAKSANAAN KEGIATAN)

N KEGIATAN HASIL HAMBATAN


O

13
14
BAB IV
PEMBAHASAN

A. Identifikasi masalah dan analisa kesehatan


Hasil pengkajian RW 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan Ciomas Kabupaten
Bogor dengan pengambilan sampel sebanyak 55 KK dari 120 KK dengan teknik
pengambilan kuesioner dan musyawarah masyarakat desa. Identifikasi masalah kesehatan
yaitu: beberapa masalah di RW 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan Ciomas Kabupaten
Bogor. Berdasarkan hasil survei dan pengumpulan data warga RT 02 dalam pengelolaan
sampahnya masih banyak yang dibakar, kebiasaan anak tidak mencuci tangan sebelum
dan sesudah makan atau buang air, kebiasaan lansia dalam keluarga yang tidak sehat,
sering mengkonsumsi obat bebas sebelum berobat ke puskesmas, kebiasaan sering
menggantung pakaian, kebiasaan batuk menutup menggunakan telapak tangan, dan
mencuci tangan yang kadang-kadang. Berdasarkan pengumpulan data yang didapat di
RW 02 masih banyak yang belum faham tentang pengetahuan pencegahan covid-19, cara
mencuci tangan yang benar, dan melakukan batuk efektif yang benar dengan adaptasi
kebiasaan baru.
Masalah kondisi kesehatan di RW 09 RT 02 Desa Parakan Kecamatan Ciomas
Kabupaten Bogor memang merupakan karakteristik masalah kesehatan yang banyak
dijumpai pada masyarakat, kurangnya pengetahuan masyarakat dan belum adanya
kesadaran mereka yang menyebabkan masalah.

B. Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan hasil survei kesehatan masyarakat RW 09 RT 02 Desa Parakan
Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor pada tanggal 15 Juni 2020, diagnosa keperawatan
yang muncul adalah masalah keperawatan
1. Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan di
lingkungan warga RT 02 Desa Parakan
2. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif pada warga di
lingkungan RT 02 Desa Parakan

8
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
American Nurses Assosiation (ANA) mendefenisikan keperawatan kesehatan
komunitas atau keperawatan kesehatan masyarakat sebagai sintesis praktik keperawatan
klinis dan kesehatan masyarakat yag bersifat komprehensif, holistic dan berlangsung
terus menerus, diaplikasikan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan populasi
dengan focus praktik pada upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan
rehabilitative serta ditujukan pada masnyarakat secara keseluruhan baik
individu,keluarga, kelompok dan masnyarakat (Ervin, 2002; Nies & Swansons, 2002;
Stanhope & Lancaster, 2016).
Komunitas adalah komponen penting dari pengalaman manusia sebgai bagian dari
pengalaman yang saling terkait dengan keluarga, rumah, serta berbagai ragam budaya
dan agama (Ervin, 2002). Keperawatan kesehatan komunitas adalah area pelayanan
keperawatan profesional yang diberikan secara kholisitik (bio – psiko - sosio - spiritual)
dan difokuskan pada kelompok resiko tinggi yang bertujuan meningkatkan derajat
kesehatan melalui upaya promotif, preventif, tanpa mengabaikan kuratif dan
rehabilitative dengan melibatkan komunitas sebgai mitra dalam menyelesaikan masalah
(Hithcok,Scubert & Thomas,1999 ; Alennder & spratley,2001, Stanhope & Lancaster,
2016).
Praktik keperawatan komunitas adalah sintesis praktik keperawatan dan praktik
kesehatan masyarakat, diaplikasikan dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan
masyarakat (populasi), menggunakan ilmu yang berasal dari Keperawatan ,social, dan
Kesehatan Masyarakat (Standhope & Lancaster, 2016).

B. Saran
1. Untuk Mahasiswa
a) Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada
masyarakat.
b) Belajar menjadi role model dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas.

9
c) Meningkatkan kemampuan berfikir kritis, analitis, dan bijaksana dalam
menghadapi dinamika masyarakat.
d) Meningkatkan keterampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan
interpersonal.
e) Melatih kemampuan untuk memodifikasi lingkungan untuk pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan.
2. Untuk Masyarakat
a) Mendapatkan kesempatan untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan
dan pencegahan penyakit.
b) Mendapatkan kemampuan untuk mengenal, mengerti, dan menyadari masalah
kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan yang ada di
masyarakat.
c) Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatan dan mempunyai upaya
peningkatan status kesehatan.
d) Masyarakat mampu menerapkan paradima sehat dalam mempertahankan
status kesehatan
3. Untuk Pendidikan
a) Salah satu tolak ukur kebersihan Program Study Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Indonesia Maju khususnya dibidang keperawatan komunitas.
b) Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan model praktek
keperawatan komunitas selanjutnya.
4. Untuk Profesi
a) Upaya menyiapkan tenaga perawat yang profesional berpotensi secara mandiri
sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan.
b) Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga profesi
mampu mengembangkanya.

10