Anda di halaman 1dari 3

Materi Belajar kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan

1. Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban Desentralisasi.


Daerah dalam rangka penyelenggaraan 12. Dana Alokasi Khusus yang selanjutnya disingkat
Pemerintahan Daerah yang dapat dinilai dengan uang DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan
serta segala bentuk kekayaan yang dapat dijadikan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu
milik Daerah berhubung dengan hak dan kewajiban dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan
Daerah tersebut. khusus yang merupakan Urusan Pemerintahan yang
2. Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan menjadi kewenangan Daerah.
kegiatan yang meliputi perencanaan, penganggaran, 13. Belanja Daerah adalah semua kewajiban Pemerintah
pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, Daerah yang diakui sebagai pengurang nilai
pertanggungiawaban, dan pengawasan Keuangan kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran
Daerah. berkenaan.
3. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang 14. Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu
selanjutnya disingkat APBN adalah rencana dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan
keuangan tahunan Pemerintah Pusat yang diterima kembali, baik pada tahun anggaran
ditetapkan dengan undang-undang. berkenaan maupun pada tahun-tahun anggaran
4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang berikutnya
selanjutnya disingkat APBD adalah rencana 15. Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang
keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan mengakibatkan Daerah menerima sejumlah uang
Perda. atau menerima manfaat yang bernilai uang dari
5. Penerimaan Daerah adalah uang yang masuk ke kas pihak lain sehingga Daerah tersebut dibebani
Daerah. kewajiban untuk membayar kembali.
6. Pengeluaran Daerah adalah uang yang keluar dari 16. Utang Daerah yang selanjutnya disebut Utang
kas Daerah. adalah jumlah uang yang wajib dibayar Pemerintah
7. Pendapatan Daerah adalah semua hak Daerah yang Daerah dan/atau kewajiban Pemerintah Daerah yang
diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan
dalam periode tahun anggaran berkenaan. perundang-undangan, perjanjian, atau berdasarkan
8. Dana Transfer Umum adalah dana yang sebab lainnya yang sah.
dialokasikan dalam APBN kepada Daerah untuk 17. Pemberian Pinjaman Daerah adalah bentuk investasi
digunakan sesuai dengan kewenangan Daerah guna Pemerintah Daerah pada Pemerintah Pusat,
mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka Pemerintah Daerah lainnya, badan layanan umum
pelaksanaan desentralisasi. daerah milik Pemerintah Daerah lainnya, badan
9. Dana Transfer Khusus adalah dana yang usaha milik negara, Badan Usaha Milik Daerah,
dialokasikan dalam APBN kepada Daerah dengan koperasi, dan masyarakat dengan hak memperoleh
tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus, bunga dan pengembalian pokok pinjaman.
baik fisik maupun nonfisik yang merupakan urusan 18. Dana Cadangan adalah dana yang disisihkan untuk
Daerah. mendanai kebutuhan pembangunan prasarana dan
10. Dana Bagi Hasil yang selanjutnya disingkat DBH sarana Daerah yang tidak dapat dibebankan dalam
adalah dana yang bersumber dari pendapatan 1 (satu) tahun anggaran.
tertentu APBN yang dialokasikan kepada Daerah 19. Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau
penghasil berdasarkan angka persentase tertentu potensi jasa dalam periode pelaporan yang
dengan tujuan mengurangi ketimpangan kemampuan menurunkan ekuitas atau nilai kekayaan bersih
keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset
11. Dana Alokasi Umum yang selanjutnya disingkat atau timbulnya kewajiban.
DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan 20. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen
kemampuan keuangan antar-Daerah untuk mendanai perencanaan Daerah untuk periode 5 (lima) tahun.
21. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang dan membayar seluruh Pengeluaran Daerah pada
selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah bank yang ditetapkan.
Daerah dan yang selanjutnya disingkat RKPD 29. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja
adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat DPA
1 (satu) tahun. SKPD adalah dokumen yang memuat pendapatan
22. Kebljakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat dan belanja SKPD atau dokumen yang memuat
KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan pendapatan, belanja, dan Pembiayaan SKPD yang
bidang pendapatan, belanja, dan Pembiayaan serta melaksanakan fungsi bendahara umum daerah yang
asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh
tahun. pengguna anggaran.
23. Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang 30. Surat Penyediaan Dana yang selanjutnya disingkat
selanjutnya disingkat PPAS adalah program prioritas SPD adalah dokumen yang menyatakan tersedianya
dan batas maksimal anggaran yang diberikan dana sebagai dasar penerbitan surat permintaan
kepada perangkat Daerah untuk setiap program dan pembayaran atas pelaksanaan APBD.
kegiatan sebagai acuan dalam pen5rusunan rencana 31. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya
kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah. disingkat SPP adalah dokumen yang digunakan
24. Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja untuk mengajukan permintaan pembayaran.
Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat RKA 32. Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat UP
SKPD adalah dokumen yang memuat rencana adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang
pendapatan dan belanja SKPD atau dokumen yang diberikan kepada bendahara pengeluaran untuk
memuat rencana pendapatan, belanja, dan membiayai Kegiatan operasional pada satuan kerja
Pembiayaan SKPD yang melaksanakan fungsi perangkat daerah/unit satuan kerja perangkat daerah
bendahara umum daerah yang digunakan sebagai dan/atau untuk membiayai pengeluaran yang
dasar pen5rusunan rancangan APBD. menurut sifat dan tujuannya tidak mungkin
25. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah adalah dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung.
pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan 33. Pembayaran Langsung yang selanjutnya disingkat
dengan pengambilan keputusan terhadap kebijakan LS adalah Pembayaran Langsung kepada bendahara
tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari 1 pengeluaran/penerima hak lainnya atas dasar
(satu) tahun anggaran dan mempertimbangkan perjanjian kerja, surat tugas, danf atau surat
implikasi biaya akibat keputusan yang bersangkutan perintah kerja lainnya melalui penerbitan surat
pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam perintah membayar langsusng.
prakiraan maju. 34. Barang Milik Daerah yang selanjutnya disingkat
26. Program adalah bentuk instrumen kebijakan yang BMD adalah semua barang yang dibeli atau
berisi 1 (satu) atau lebih Kegiatan yang diperoleh atas Beban APBD atau berasal dari
dilaksanakan oleh satuan kerja perangkat daerah perolehan lainnya yang sah
atau masyarakat yang dikoordinasikan oleh 35. Piutang Daerah adalah jumlah uang yang wajib
Pemerintah Daerah untuk mencapai sasaran dan dibayar kepada Pemerintah Daerah dan/atau hak
tujuan pembangunan Daerah. Pemerintah Daerah yang dapat dinilai dengan uang
27. Kas Umum Daerah adalah tempat penyimpanan sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya
uang Daerah yang ditentukan oleh kepala daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
untuk menampung seluruh Penerimaan Daerah dan atau akibat lainnya yang sah
membayar seluruh Pengeluaran Daerah. 36. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan
28. Rekening Kas Umum Daerah adalah rekening Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan
tempat penyimpanan uang Daerah yang ditentukan Dewan Perwakilan Ralryat Daerah menurut asas
oleh kepala daerah untuk menampung seluruh otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip
Penerimaan Daerah otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
37. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya
disingkat SKPD adalah unsur perangkat daerah pada
Pemerintah Daerah yang melaksanakan Urusan
Pemerintahan daerah
38. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah yang
selanjutnya disingkat SKPKD adalah unsur
penunjang Urusan Pemerintahan pada Pemerintah
Daerah yang melaksanakan Pengelolaan Keuangan
Daerah
39. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang
selanjutnya disingkat PPKD adalah kepala SKPKD
yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan
APBD dan bertindak sebagai bendahara umum
daerah.
40. Bendahara Umum Daerah yang selanjutnya disingkat
BUD adalah PPKD yang bertindak dalam kapasitas
sebagai BUD
41. Bendahara Penerimaan adalah pejabat yang ditunjuk
untuk menerima, menyimpan, menyetorkan,
menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan
uang Pendapatan Daerah dalam rangka pelaksanaan
APBD pada SKPD.
42. Bendahara Pengeluaran adalah pejabat yang
ditunjuk menerima, menyimpan, membayarkan,
menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan
uang untuk keperluan Belanja Daerah dalam rangka
pelaksanaan APBD pada SKPD