Anda di halaman 1dari 2

NAMA : I GUSTI AYU AGUNG ARI ARSANDI PUTRI

NIM : 041330857
DISKUSI 6
EKONOMI MANAJERIAL
Kepada rekan mahasiswa anda dapat berdiskusi materi inisiasi ke 6 dan silahkan menjawab
beberapa pertanyaan  berikut ini !.

1. Sebuah perusahaan memproduksi suatu produk dan biaya  produksi  sebesar Rp 30.000
adapun komposisi biaya produksi terdiri dari: bahan baku, biaya tenga kerja, biaya
overhead dan biaya lainnya.  Dari rincian biaya tersebut Tentukan harga jual yang tepat
untuk produk jika perusahaan melakukan   atau ingin mark up 50%. Berapa harga jual
ditetapkan ?
2. Apa yang dimaksud dengan peak load pricing jelaskan dan berikan contohnya!
3. Jelaskan  perbedaan two part tariff dan diskriminasi harga derajat satu? 

JAWABAN

1. Diketahui : biaya produksi = Rp. 30.000


Markup = 50 %
Ditanyakan : harga jual=…?
Jawab : Harga jual = bahan baku modal + ( bahan baku modal x markup )
= 30.000 + ( 30.000 x 50 % )
= 30.000 + 15.000
= Rp. 45.000

2. Peak Load pricing adalah Prinsip pembebanan harga yang lebih tinggi untuk produk-
produk tertentu (yang tidak dapat disimpan) pada waktu permintaannya berada pada
tingkat maksimum, untuk mencerminkan biaya marginal yang lebih tinggi dari
penawaran produk pada waktu puncak. Penetapan harga dengan beban maksimum
didisain untuk mendorong konsumen menyebarkan permintaan mereka secara lebih
merata, untuk menghindari kebutuhan investasi dalam pabrik yang kemudian tidak dapat
digunakan secara penuh setelah masa puncak dilalui. Peak-Load Pricing adalah
penetapan harga lebih tinggi pada periode puncak ketika kendala kapasitas menyebabkan
biaya tinggi. Pada peak-load pricing, permintaan terhadap satu barang naik secara cepat
pada waktu tertentu. Dalam keadaan puncak biaya marginal naik secara cepat akibat
permintaan yang melonjak, sehingga biaya marginal juga naik secara cepat.

Contoh: perusahaan penerbangan dengan satu rute menghadapi permintaan normal maka
harga normal namun ketika lebaran permintaan akan memuncak, biaya marginal pun naik
secara cepat, harga dinaikkan.

3. Two part tarif pricing adalah menentukan harga produk dengan dua harga. Harga pertama
memberikan hak kepada pembeli untuk membeli produk, sedangkan harga kedua adalah
harga produk per satuan.

 Diskriminasi harga derajat pertama (first-degree price discrimination) adalah


jenis diskriminasi harga di mana produsen membebankan ke masing-masing pelanggan
harga tertinggi yang bersedia dan mampu mereka bayar.

Two part tarif pricing ini mirip dengan Diskriminasi harga derajat satu. Perbedaannya
yaitu pada two part tarif pricing seorang konsumen membeli lebih dari satu produk
pada diskriminasi harga derajat satu, konsumen hanya membeli sebuah produk.

Sumber : - http://ilmumikroekonomi.blogspot.com/2016/11/intertemporal-price-discrimination-
and.html#:~:text=Pada%20peak%2Dload%20pricing%2C%20permintaan,secara%20cepat
%20pada%20waktu%20tertentu.&text=Contoh%3A%20perusahaan%20penerbangan%20dengan
%20satu,naik%20secara%20cepat%2C%20harga%20dinaikkan.

- http://rantingasetemas.blogspot.com/2011/08/ekonomi-publik-teori-peak-load-
pricing.html
- https://cerdasco.com/diskriminasi-harga-tingkat-pertama/
- Materi inisiasi 6. Strategi Penentuan Harga

Demikian jawaban diskusi dari saya, terimakasih

Anda mungkin juga menyukai