Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

BIMBINGAN KONSELING
KODE ETIK GURU DAN KODE ETIK BK

KELOMPOK 12 :

1. LAILY WULAN RAHMAWATI (19023077)


2. NURUL FAZILA ISMAIL (19023093)
3. SUCIANA RAMADHANI (19023046)

Dosen :
Dr. Yeni Karneli, M.Pd, Kons

MATA KULIAH UMUM


UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2021
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang pantas diaucapkan kecuali puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana iya
telah limpahkan rahmat hidayah-nya sehinggah tugas makalah ini dapat diselesaikan dengan
tepat waktu. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas pada mata kuliah “Profesionalisasi
Bimbingan dan Konseling” yang berjudul Kode Etik Guru BK.

Dalam makalah ini tentunya masih ada kekurangan-kekurangan yang tanpa di


senggaja atau di sadari kekuranganya maka dalam hal ini di harapkan saran dan kritik yang
sifatnya membantu atau membanggun motifasi dalam membuat makalah yang berikutnya.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian kode etik
B. Ruang lingkup kode etik guru
C. Ruang lingkup kode etik bk
D. Dasar Ruang Lingkup Kode Etik BK
E. Sanksi kode etik
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB l
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akhir-akhir ini pendidikan menjadi masalah yang ramai dibicarakan. Berbicara
mengenai pendidikan berarti berbicara tentang profesiguru. Pada saat ini profesi guru
merupakan salah satu profesi yang banyak diminati oleh kebanyakan siswa dan siswi, hal
tersebut karena guru merupakan profesi yang dapat menentukan masa depan bangsa ini, guru
yang baik dan berkualitas dapat menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang berkualitas juga,
begitu pun sebaliknya, seorang guru yang tidak berkualitas akan menjadikan bangsa ini
menjadi bangsa yang tertinggal dan bahkan bisa menjadi bangsa yang terjajah lagi, selain itu
saat ini profesi guru dijamin kesejahteraan hidupnya.
Namun,kebanyakan orang yang telah menjadi seorang guru dalam menjalankan
profesinya tersebut tidak jarang melakukan penyimpangan atau pun pelanggaran terhadap
norma-norma menjadi seorang guru, sehingga pemerintah menetapkan suatu aturan atau
norma-norma yang harus dipatuhi oleh para guru di Indonesia yang dikenal dengan “Kode
Etik Guru”. Dengan adanya Kode Etik Guru ini, diharapkan para guru dapat menjalankan
tugasnya dengan baik sebagaimana telah ditetapkan dalam Kode Etik Guru tersebut.

B. Rumusan Masalah
Kode Etik Guru dan Kode Etik BK
1.Pengertian Kode Etik
2.Ruang Lingkup Kode Etik Guru
3.Ruang Lingkup Kode Etik BK
4. Sanksi kode etik
C. Tujuan
Untuk mengetahui pengertian, isi dan fungsi dari kode etik Guru Bk, dan sebagai salah
satu tugas mata mata kuliah profesionalisasi bimbingan dan konseling.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian kode etik Guru


Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh sekelompok
profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya
berbuat dan sekaligus menjamin mutu profesi itu dimata masyarakat. Apabila anggota
kelompok profesi itu menyimpang dari kode etiknya, maka kelompok profesi itu akan
tercemar di mata masyarakat. Oleh karena itu, kelompok profesi harus mencoba
menyelesaikan berdasarkan kekuasaannya sendiri.
Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang
menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai
professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standar perilaku anggotanya.
Seperti guru memiliki kewajiban untuk membimbing anak didik seutuhnya dengan
tujuan membentuk manusia pembangunan yang pancasila. Inilah bunyi kode etik guru yang
perrtama dengan istilah “bebakti membimbing” yang artinya mengabdi tanpa pamrih dan
tidak pandang bulu dengan membantu (tanpa paksaan, manusiawi). Istilah seutuhnya lahir
batin, secara fisik dan psikis. Jadi guru harus berupaya dalam membentuk manusia
pembangunan pancasila harus seutuhnya tanpa pamrih.
Misalnya seperti guru pembimbing atau konselor di sekolah “Konselor harus
menghormati harkat pribadi, integritas dan keyakinan kliennya”. Apabila kode etik itu telah
diterapkan maka konselor ketika berhadapan dalam bidang apapun demi lancarnya
pendidikan diharapkan memiliki kepercayaan dengan clientnya dan tidak membuat clientnya
merasa terseinggung.
B. Ruang Lingkup Etika Profesi Guru
1. Etika terhadap Peraturan Perundang-undangan
Guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam
bidang pendidikan sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan
kebijaksanaan tersebut. Untuk menjaga agar guru Indonesia tetap melaksanakan ketentuan-
ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan diatur Kode
Etik Guru Indonesia.
2. Etika Terhadap Organisasi Profesi Dasar ke enam dari Kode Etik Guru
Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan, dan meningkatkan mutu dan
martabat profesinya.
Contoh:
Guru menjadi anggota organisasi profesi guru (PGRI) dan berperan serta secara aktif dalam
melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan pendidikan.
3. Etika Terhadap Teman Sejawat dalam ayat 7 Kode Etik Guru
Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan
sosial Maka:
● Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dan lingkungan
kerjanya
● Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan
kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.

4. Etika Terhadap Anak Didik


Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang
berjiwa pancasila.

● Ki Hajar Dewantara

● Ing Ngarso sung tulodo

● Ing madyo mangun Karso

● Tut Wuri Handayani

Guru hendaknya memberi contoh yang baik untuk anak didiknya. Guru harus dapat
mempengaruhi dan mengendalikan anak didiknya. Dalam hal ini, prilaku dan pribadi guru
akan menjadi instrumen ampuh untuk mengubah prilaku peserta didik.
Hendaknya guru menghargai potensi yang ada dalam keberagaman siswa.

5.Etika Guru Profesional Terhadap Tempat Kerja

Dalam UU No. 20/2003 pasal 1 bahwa pemerintah berkewajiban menyiapkan lingkungan


dan fasilitas sekolah yang memadai secara merata dan bermutu di seluruh jenjang pendidikan.
Guru yang profesional harus mampu memanfaatkan fasilitas yang ada dalam rangka
terwujudnya manusia seutuhnya sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional.
6. Etika Terhadap Pemimpin
Sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif, dalam pengertian harus bekerja sama
dalam menyukseskan program yang telah disepakati, baik di sekolah maupun di luar sekola
C. Ruang lingkup kode etik Bk
Ruang Lingkup dan materi Kode Etik Profesi Konseling
Kode etik profesi konseling meliputi hal-hal yang bersangkut paut dengan kompetensi yang
dimiliki, wewenangan dan kewajiban tenaga profesi konseling, serta cara-cara pelaksanaan
layanan yang dilakukan dalam kegiatan Profesi. Ruang lingkup dan materi kode etik profesi
konseling tertera pada lampiaran 3. Kode etik ini diadopsi dari Kode Etik Konseling ABKIN
yang di berlakukan dewasa ini.
D. Dasar Kode Etik Profesi BK
1. Pancasila. Hal ini mengingat profesi bimbingan dan konseling merupakan usaha pelayanan
terhadap sesama manusia dalam rangka membini warga negara Indonesia yang bertanggung
jawab
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (pasal 28 ayat 1, 2 dan 3 tentang standar pendidik dan tenaga
kependidikan).
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
E. Sanksi kode etik
Berikut ini terdapat beberapa sanksi pelanggaran kode etik, antara lain:
1. Dapatkan peringatan
Pelaku menerima peringatan halus. Misalnya, jika seseorang menyebutkan agensi terkait
(tetapi belum sangat terpengaruh), mereka mungkin menerima email dengan peringatan jika
tidak dijelaskan bahwa level selanjutnya kemungkinan akan tercapai, mis. B. peringatan keras
atau lainnya.
2. Blokir
Perbarui status yang berisi SARA, unggah data yang mengandung unsur-unsur porno dalam
bentuk gambar, dan. Gif, seorang programmer yang mendistribusikan malware.
Ini adalah contoh pelanggaran dalam kasus yang sama sekali berbeda. Kemungkinan dalam
kasus ini adalah memblokir akun tempat pelaku melakukan tindakan.
3. Hukum pidana atau hukum perdata
“Setiap penyelenggara negara, orang, unit bisnis atau kota yang dirugikan karena penggunaan
yang tidak sah dari nama domain oleh orang lain memiliki hak untuk meminta penghapusan
nama domain ini” (Pasal 23 ayat 3).
“Siapa pun yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melanggar hukum mengambil tindakan
yang mengarah pada kegagalan fungsi sistem elektronik dan / atau kegagalan fungsi sistem
elektronik” (Pasal 33).

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kode etik ialah ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh
siapa saja yang berkecimpung dalam bidangnya masing-masing misalnya seperti guru
bimbingan dan konseling memiliki kode etik yang harus di ikuti agar profesi seorang guru
tersebut terarah dengan baik.
Menurut saya kode etik yang di keluarkan oleh ABKIN sudah relatif bagus hanya saja
yang perlu di perhatikan kembali ialah guru bimbingan dan konseling itu sendiri, apakah
konselor itu mampu mengikuti kode etik tersebut atau malah mengabaikanya. Tetapi ketika
kode etik tersebut tidak di terapkan atau tidak di ikuti maka yang terjadi adalah kode etik
tersebut tidak berfungsi sebagai mana mestinya dan guru tersebut akan mendapatkan sangsi
sebagaimana mestinya seperti :
1. Memberikan teguran secara lisan dan tertulis
2. Memberikan peringatan keras secara tertulis
3. Pencabutan keanggotan ABKIN
4. Pencabutan lisensi
5. Apabila terkait dengan permasalahan hukum/ kriminal maka akan diserahkan pada pihak
yang berwenang.
B. Saran
Penulis mengetahui dalam makalah ini tentunya masih ada kekurangan-kekurangan
yang tanpa di senggaja atau di sadari kekuranganya maka dalam hal ini di harapkan saran dan
kritik yang sifatnya membantu atau membanggun motifasi dalam membuat makalah
berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://pakgalih.wordpress.com/2009/04/07/pengertian-dan-fungsi-kode-etik/
http://ade-suhenra.blogspot.com/2009/05/tugas-makalah-kode-etik.html
http://e3l.blogspot.com/2009/05/makalah-kode-etik-profesi.html
http://andristya.wordpress.com/2009/05/10/pentingnya-kode-etik-pro/
http://sevli074.wordpress.com/2009/05/12/tugas-2-makalah-tentang-pentingnya-kode-etik-
profesi/

Anda mungkin juga menyukai