Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

NOISE INDUCED HEARING


LOSS (NIHL)

Oleh:

Wan Mastura Haji Wan Musaludin, S.Ked

NIM 0610714032

Pembimbing:

dr. H. Lukmantya, Sp.THT-KL(K)

BAGIAN ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK


BEDAH KEPALA LEHER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
RUMAH SAKIT Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
2010

1
LAPORAN KASUS

• IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn Sakir
Umur : 69 tahun
Jenis kelamin : Laki-Laki
Alamat : Jl T Pelabuhan Ratu 100 Arjosari Malang
Agama : Islam
Pekerjaan : Pensiunan
Register : 10897xxx
Tanggal pemeriksaan : 17 Mei 2010 (Poli Umum THT RSSA)

• ANAMNESIS (autoanamnesis)
Keluhan utama : Telinga kiri bunyi denging dan pendengaran berkurang
Anamnesis khusus :
• Pasien mengeluh pendengaran menurun pada telinga kiri
menurun sejak 1 tahun yang lalu, hilang timbul, disertai denging. Telinga
kanan juga mengalami penurunan pendengaran yang disertai denging.
• Riwayat penyakit sebelumnya : hipertensi dan generalized
osteoarthritis.
• Riwayat pengobatan:

ANAMNESIS UMUM THT


Telinga Hidung
Korek telinga - / - Rinore - / -
Nyeri telinga - / - Lamanya : -
Bengkak - / - Terus-menerus : -
Otore - / - Kumat-kumatan : -
Lama : - Cair/lendir/nanah : -
Terus menerus : - Campur darah/bau: -
Kumat-kumatan : - Hidung buntu - / -
Cair/lendir/nanah : - Lamanya : -
Tuli + / + Terus-menerus : -
Tinitus + /+ Kumat-kumatan : -

2
Vertigo - Bersin - / -
Mual - Dingin/lembab : -
Muntah - Debu rumah : -
Mau jatuh - Berbau -/-
Muka menceng - / - Mimisen -/-
Nyeri hidung -/-
Suara sengau -

Tenggorok Laring
Sukar menelan - Suara parau -
Sakit menelan - Lamanya : -
Lamanya : - Terus menerus : -
Frekuensi : - Kumat-kumatan : -
Yang terakhir : - Afonia -
Badan panas - Sesak nafas -
Lamanya : - Rasa sakit -
Frekuensi : - Rasa mengganjal -
Yang terakhir : -
Trismus -
Ptyalismus -
Rasa mengganjal -
Rasa berlendir -
Rasa kering -

STATUS PRAESENS: (17 Mei 2010)


Status Generalis
Keadaan umum : baik Sesak nafas : -
Kesadaran : compos mentis Sianosis : -
Gizi : Baik Stridor inspirasi : -
Anemia : tidak diperiksa Retraksi suprasternal : tidak diperiksa
Tensi : tidak diperiksa Interkostal : tidak diperiksa
Nadi : tidak diperiksa Epigastrial : tidak diperiksa
Suhu badan : 37,9 C Thorak -jantung : tidak diperiksa
Muntah : - -paru : tidak diperiksa
Kejang : - Abdomen : tidak diperiksa

3
Nistagmus : - Ekstremitas : tidak diperiksa
Parese/paralise n.fasialis: -

Status Lokalis THT


Telinga Hidung Tenggorok
Pembengkakan -/- Deformitas -/- Palatum molle paralisis -/-
Fluktuasi -/- Hematoma -/- Uvula deviasi -/-
Fistel auris kongen -/- Krepitasi -/- Tonsil : T1 / T1
Infiltrat/abses -/- Nyeri -/- Hiperemi -/-
Nyeri tekan -/- Rinoskopi anterior : Detritus -/-
MAE : Vestibulum:edema(-),krusta(-) Kripta melebar -/-
Hiperemi -/- , sekret-) Arkus ant N/N
Edema -/- Cavum Arkus post N/N
Penyempitan -/- Nasi:edema(-),sekret(-) Faring
Furunkel -/- Luas : Normal Edema -
Fistel -/- Mukosa:hiperemi-/- Hiperemi -
Sekret, sifat -/- Massa:-/- Granula -
Granulasi -/- Sekret:-/- Lendir -
Polip -/- Konka:N/N
Kolesteatoma -/- Septum:N Gb.
Foetor -/- Fenomena palatum molle:+/
Membran timpani : +
Warna kemerahan, Gb.
retraksi (-), intak/ putih T1 T1
mengkilap, intak Laringoskopi indirek
Perforasi -/- Tidak dilakukan
Pulsasi -/-
RC N/N Regio colli : pembesaran
KGB -/-
Gb.
Edema -/-
Hiperemi-/-
Sekret-/-
Darah-/-
Rinoskopi posterior
Kanan: intak, reflek

4
cahaya + Tidak dilakukan
Kiri: intak, reflek
cahaya+ Transiluminasi
Tidak dilakukan
Tes garpu tala:
(tidak dilakukan)

PEMERIKSAAN PENUNJANG :
Telinga kanan
0
5
20
o 25
< <
o 25
0
0
o 25
< o 25
<
40
0 0
o 25
<
0
60
o 25
0
80

100

120

125 250 500 1000 2000 4000 8000

20
>
X
40
X >
X >X X
60
X
80

100

120

125 250 500 1000 2000 4000 8000

2. Audiometri Tutur

6
Kanan : SRT 46 dB SDS 100%

Kiri : SRT 60 dB SDS 100%

3. Audiometri Impedans

a. Timpanometri

Kanan: tipe A

Kiri: tipe As

b. Reflex stapideus

Kanan: +

Kiri: +

7
RESUME
Identitas Tn. B/ laki-laki/ 69 tahun
Anamnesis • Pasien mengeluh pendengaran menurun pada telinga kiri
menurun sejak 1 tahun yang lalu, hilang timbul, disertai
denging. Telinga kanan juga mengalami penurunan
pendengaran yang disertai denging.
• Riwayat penyakit sebelumnya : hipertensi dan generalized
osteoarthritis.
Pemeriksaan Status generalis : Keadaan umum baik, Kesadaran compos
Fisik mentis
Status lokalis :
Telinga : Kanan : intak, RC normal
Kiri : intak, RC normal
Hidung : dalam batas normal
Tenggorok :
Tonsil : T1/T1

Faring : normal
Pembesaran kelenjar leher tidak ada.

Pemeriksaan Audiometri Nada Murni, Audiometri Tutur dan Audiometri


penunjang Impedans

WORKING DIAGNOSIS
• Gangguan pendengaran

PLANNING DIAGNOSIS
• Pemeriksaan audiometri nada murni, audiometri tutur dan audiometri
nada murni (sudah dilakukan)

8
DIAGNOSIS
• Tuli sensorineural telinga kanan derajat ringan dan tuli sensorineural
telinga kiri derajat sedang ec Noise Induced Hearing Loss (NIHL)

PLANNING THERAPY
1. Pemasangan alat bantu dengar (ABD) di telinga kiri
2. Rehabilitasi pendengaran

PLANNING MONITORING (pada waktu pasien kontrol)


-

PLANNING EDUCATION
• Menjelaskan kepada pasien mengenai penyakit yang diderita yaitu terjadi
tuli oleh karena bunyi bising. Telinga kanan mengalami tuli ringan
manakala telinga kiri mengalami tuli sedang.
• Menjelaskan tindakan penanganan yang akan dilakukan yaitu dengan
pemasangan alat bantu dengar pada sebelah kiri. Sesudah pemasangan,
rehabilitasi pendengaran akan dilakukan supaya dapat menggunakan
ABD dengan efisien.
• Menjelaskan komplikasi yang dapat terjadi dan bahayanya apabila tidak
ditangani, antaranya pendengaran akan lebih memburuk.
• Menjelaskan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk
mengurangi beratnya keluhan, yaitu dengan menghindari bising
lingkungan. Jika itu tidak memungkinkan boleh menggunakan alat
pelindung telinga (sumbat telinga, tutup telinga).

PROGNOSA : Prognosisnya baik