Anda di halaman 1dari 2

tanpa masalah.

Penukaran istilah ini merupakan trik mereka melakukan hal itu secara sukararela atau ikhlas,
yang sangat gampang - meskipun 2000 tahun setelah maka tidak ada masalah. Yang ditentang oleh
itu masih banyak saja manusia yang terperangkap di liberalisme adalah unsur paksaan, sekalipun atas nama
dalamnya. (K.R. Popper, The Open Society and its sebuah budaya atau tradisi. (Adalah sangat tidak liberal
Enemies, London 1945). apabila manusia dipaksa untuk meninggalkan nilai-nilai
masyarakat yang mereka ikuti secara sukarela selama
Kesalahpahaman yang lain adalah tertukarnya ini, meskipun ini punya alasan yang baik!) Prinsip-prinsip Liberal
pengertian antara "individualisme metodologis dalam
ilmu-ilmu sosial" -yang dengan hipotesa "manusia
egois yang rasional" hanya hendak memperjelas model Literatur yang layak dibaca tentang topik
teorinya dengan "individualisme normatif (atau Individualisme

Individualisme
egoisme)" yang secara keliru dijadikan sebagai
pempropagandaan ketidakpedulian sosial. Immanuel Kant, Beantwortung der Frage:W as ist
Aufklärung? (Jawaban atas pertanyaan apakah
Dalam kenyataannya individualisme liberal hanya Aufklärung (pencerahan)itu? (1784)
menuntut satu hal, yaitu bahwa keputusan antara
egoisme dan altruisme, antara sikap solider dan tidak Karl R. Popper, Die Offene Gesellschaft und Ihre
solider harus ditentukan oleh setiap individu, termasuk Feinde (Masyarakat terbuka dan musuhmusuhnya),
keputusan tentang ikatan sosial dan masyarakat mana Stuttgart 1992
yang hendak ia bangun dan bagaimana bentuk ikatan F.A. von Hayek, W ahrer und falscher
sosial tersebut; dan bahw a keputusan-keputusan itu Individualismus (Individualisme yang benar dan
tidak boleh dipaksakan oleh suatu masyarakat (kolektif) palsu), dalam: idem, Individualismus
terhadap individu. Sementara makna dari nilai-nilai undwirthaftliche Ordnung (Individualisme dan
seperti altruisme, solidaritas dan komunitas, serta tatanan ekonomi), Salzburg 1976. Penganut paham liberal adalah
reputasinya sebagai seruan moral tidak menjadi
masalah bagi individu. individualis. Ini tidak mengherankan,
karena intisari dan tujuan liberalisme
Penyerahan keputusan kepada masing-masing individu
seperti di atas juga merupakan reaksi liberal dalam adalah kebebasan individu. Artinya,
menyikapi kritik yang menyatakan bahw a liberalisme kebebasan menurut paham liberal adalah
bersalah atas munculnya "imperialisme budaya".
Alasannya adalah karena liberalisme juga ƒmemaksa≈
milik setiap individu, bukan kolektif.
masyarakat untuk menerima individualisme yang
Tentu saja ada pula hak-hak kebebasan yang hanya
budayanya lebih berorientasi pada nilai-nilai sosial
Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi: dapat dipahami secara bersama atau secara kolektif,
daripada individual. Bagi liberalis, apakah orang harus
Friedrich-Naumann-Stiftung, seperti hak bermusyawarah dan berkumpul. Tapi, dalam
tunduk kepada nilai-nilai sosial seperti ini (misalnya
Jl. Rajasa II No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta 12110 konteks ini pun si pengusung awal haknya adalah
apakah seorang w anita harus tunduk kepada laki-laki
Tel. (021) 725 6012-13 / indonesia@fnst.org individu yang kemudian memutuskan apakah mereka
atau yang lebih muda terhadap yang lebih tua karena
hendak bermusyawarah atau berkumpul atau tidak.
itu sesuai dengan tradisi budaya dalam masyarakat ini), www. fnsindonesia.org
Selain itu, akan perlu waktu yang lama sekali hingga
haruslah dapat ditentukan oleh setiap individu. Selama

www. fnsindonesia.org
kita dapat menemukan satu di antara 190 negara di Liberalisme modern dilihat dari segi sejarah
dunia ini di mana hak-hak "kolektif" tersebut berfungsi intelektualnya adalah anak (produk) era Aufklärung
tanpa sebelumnya ada jaminan atas hak-hak utama yang hendak menciptakan individu individu yang Namun demikian, bukan berarti bahwa dalam
individu seperti kebebasan berpendapat dan berpikir. matang atau warga yang dewasa. Kenyataan ini telah budaya-budaya yang mengutamakan "kolektivitas"
Jadi, kalau kita berbicara tentang hak-hak kebebasan, mempengaruhi karakter liberalisme untuk waktu yang tidak ada arus tradisi individualistis. Tradisi individualis
maka kita akan merujuk pada individu. lama. Penghargaan terhadap individu dan martabatnya tetap ada dalam budayabudaya yang mementingkan
yang dimulai di jaman pencerahan ini tidak hanya ƒkolektivitas≈ meski sifatnya sementara. Hal ini, jika
Hal ini memiliki akar sejarah budaya yang dalam dan tampak dalam filsafat politik hasil pemikiran diperhatikan secara jelas, tidak pula mengherankan
tua. Gagasan tentang gambaran Tuhan yang membumi bapak-bapak liberalisme, namun juga dapat dilihat karena tentu saja dalam setiap budaya terdapat
dan anak Tuhan dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen, pada pemikiran Adam Smith yang model ekonominya manusia yang memperjuangkan hak-hak, kebebasan,
merupakan peran sentral individu sebagai pemegang didasari pada tindakan otonom individu. Bahkan pasar dan martabat dirinya serta orang lain sebagai individu.
tanggung jawab, moral dan kebebasan dalam filsafat bebas (seperti semua hal yang bersifat bebas) adalah Oleh karena itu di seluruh pelosok dunia ada penganut
klasik Yunani; semua gagasan ini mengetengahkan sesuatu yang bersifat individualistis. liberal.
manusia sebagai individu dan dengan demikian
membentuk landasan dasar bagi munculnya liberalisme Gambaran yang paling tepat tentang individu sebagai Di manapun di dunia ini tentu saja terdapat penentang
sebagai sistem nilai dan kerangka pikir di negara barat tokoh sentral dalam semua bidang kehidupan dalam liberalisme. Mereka umumnya mengritik para liberalis
(di Eropa dan Amerika Utara). abad ke-20 ini dirumuskan dalam “manifes liberal” tidak memiliki rasa sosial. Individualisme yang diusung
pada pertemuan internasional liberal (Liberale kaum liberal, demikian tepatnya bunyi kritik tersebut,
Internationale) 1947 dimana kalimatnya dimulai melepaskan manusia dari ikatan sosial, dari masyarakat
“Di manapun di dunia ini tentu saja sebagai berikut: dan komunitas, dan dengan demikian memberikan
terdapat penentang liberalisme. peluang besar bagi munculnya egoisme, menghilangkan
"Man isfirstand forem osta being endowed setiap rasa solidaritas, dan bahkan membuat manusia
Mereka umumnya mengritik para withthepower oftheindependent thought and menjadi "asosial" dalam arti yang sebenarnya.
action, and with the abilityto distinguish right from
liberalis tidak memiliki rasa sosial” wrong."
Individualisme - Kolektifisme
Gagasan-gagasan lama ini kemudian diangkat lagi di "Manusia adalah makhluk hidup yang dilengkapi Egoisme - Alturisme
era Aufklärung (jaman pencerahan). Immanuel Kant dengan kemampuan untuk berpikir dan bertindak
mendefinisikannya sebagai "kebebasan manusia dari dan dengan akal dapat membedakan yang benar Kritik ini umumnya muncul karena adanya
ketidak dewasaan yang disebabkan kesalahan sendiri". dan yang salah." kesalahpahaman, dan khususnya karena kekeliruan yang
Kedewasaan adalah kemampuan untuk bertanggung didasari pandangan yang picik. Plato pun, seperti yang
jawab terhadap diri sendiri, adalah semata-mata Berdasarkan uraian di atas tidaklah heran apabila dibuktikan Karl Popper, pernah menggunakan skema
kemampuan untuk bertanggungjawab, dan tanggung liberalisme telah menemukan peluang, dan dampak perbandingan intelektual yang salah seperti di bawah
jawab berarti siap menanggung konsekuensi dari terbesarnya terjadi di negara-negara di mana tradisi ini:
tindakannya sendiri. Dalam kemampuan inilah, dan budayanya sangat menghargai manusia sebagai
juga dalam kebebasan yang menjadi syarat terciptanya individu, terutama dalam tradisi budaya barat. Karena Skema yang sederhana di atas menunjukkan dua
tanggungjawab tersebut - karena orang hanya bisa memang di sinilah liberalisme itu lahir. Dan begitu pula pertentangan: indivualisme adalah lawan dari
bertanggungjawab terhadap keputusan yang dilakukan sebaliknya, dalam tradisi budaya yang kurang kolektifisme, bukan dari altruisme. Dengan kata lain,
secara bebas, terletak martabat manusia. menghargai manusia sebagai individu, liberalisme pun altruisme dan individualisme sama sekali tidak saling
sulit berkembang. bertentangan, keduanya dapat saling dihubungkan

Prinsip-prinsip Liberal