Anda di halaman 1dari 47

LAPORAN FINAL

Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor


No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00

LEMBAR PENGESAHAN

URAIAN NAMA & JABATAN TANDA TANGGAL


TANGAN

DISUSUN OLEH

DIPERIKSA
OLEH

DISETUJUI
OLEH

DISAHKAN OLEH Kepala SNVT PPJN Provinsi NTT


LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00

LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D
Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
Privinsi Nusa Tenggara Timur
HK.02.03/145/P2JN-NTT/V/2014
Tanggal September 2015

STATUS DOKUMEN

TERKENDALI
ASLI
STATUS

TANGGAL
LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00
DISTRIBUSI DOKUMEN

No Jumlah Tanggal Tanda


Penerima
. Buku Terima Tangan
Balai Pelaksanaan Jalan
01.
Nasional wilayah VIII
Kepala SNVT Perencanaan dan
Pengawasan Jalan Nasional
02.
(PPJN) Provinsi Nusa Tenggara
Timur

Kepala SNVT Pelaksanaan


03. Jalan Nasional Provinsi Nusa
Tengara Timur

04. Team Leader Core Team


Consultant Pendampingan
Teknis Provinsi NTT
05. Direktur Perwakilan PT. Maha
Charisma Adiguna
LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00
SEJARAH DOKUMEN

TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN


LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00
SURAT PENGANTAR
Nomor : Kupang, Desember 2015
Lampiran :

Kepada Yth :
Kepala Satuan Kerja
Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional
Provinsi Nusa Tenggara Timur
di Kupang

Perihal : Penyerahan Laporan Akhir


Paket : PR-01D Pekerjaan Perencanaan Black Spot di Pulau Timor

Sehubungan dengan Pekerjaan Perencanaan Black Spot di Pulau Timor


Paket : PR-01D yang dibiayai oleh APBN dan sesuai kontrak HK.02.03/145/PPJN-
NTT/V/2015 tanggal 06 Mei 2015, maka dengan ini kami menyampaikan Laporan
Final sebanyak 6 (enam) eksemplar.
Demikian disampaikan, atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kami
ucapkan terimakasih.

PT. Maha Charisma Adiguna jo

Ir. ................................
Team Leader
LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Proyek..................................................................... 1
1.2. Maksud dan Tujuan Pekerjaan Proyek............................................ 2
1.4. Lingkup Kegiatan............................................................................. 3
1.5. Kondisi eksisting lokasi black spot.................................................. 4
1.5.1. Peta Lokasi Kegiatan............................................................
1.5.2. Peta Lokasi Kegiatan............................................................
1.6. Data dan Fasilitas Penunjang.......................................................... 4
1.7. Metodologi...................................................................................... 5
1.8. Tenaga Ahli dan Tenaga Penunjang............................................... 6
1.9. Jangka Waktu Pelaksanaan............................................................ 7
1.10. Pelaporan........................................................................................ 6

BAB II METODOLOGI............................................................................... 7
2.1. Metoda Kerja Konsultan................................................................. 7
2.1.1. Pekerjaan Persiapan............................................................ 7
2.1.2. Pekerjaan Lapangan............................................................ 8

BAB III PENANGANAN BLACK SPOT........................................................ 22


3.1. Kondisi ruas jalan............................................................................ 22
LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00

PERENCANAAN BLACK SPOT DI PULAU TIMOR


1. LATAR BELAKANG PROYEK
Black spot adalah lokasi pada jaringan jalan dimana frekuensi kecelakaan atau jumlah kecelakaan
lalulintas dengan korban mati, atau kriteria kecelakaan lainnya, pertahun lebih besar daripada
jumlah minimal yang ditentukan
Seperti sebuah persimpangan, atau bentuk yang spesifik seperti Jembatan, atau panjang jalan yang
pendek, biasanya kurang lebih 0,3 km.
Black spot dilakukan apabila di suatu lokasi sudah terjadi minimal 5 kali kecelakaan pada titik
yang sama dalam kurun waktu 5 tahun
Ruas jalan Lintas Pulau Timor OESAO~MOTAAIN terletak di Pulau Timor propinsi Nusa
Tenggara Timur Ruas Jalan tersebut disinyalir merupakan jalur merah karena melalui data
kepolisian Satlantas Polda Nusa Tenggara Timur kasus kecelakaan lalulintas meningkat cukup
significant.
Untuk melindungi pengguna jalan yang melewati ruas tersebut, perlulah meneliti ruas jalan
tersebut.
Dari penelitian tersebut dapat diketahui keadaan ruas jalan tersebut yang sebenarnya kemudian
memberikan informasi yang berguna bagi pengguna jalan tersebut dan potensi kecelakaan lalu
lintas dapat dikurangi.
Undang-undang No 14 Tahun1992 ,tentang lalu-lintas dan angkutan jalan, dijelaskan
bahwa keselamatan , keamanan , ketertiban dan kelancaran lalu-lintas memudahkan bagi
pengguna jalan, maka jalan wajib dilengkapi dengan rambu-rambu lalu-lintas. Disamping itu
dalam tatalaksana lalu-lintas upaya upaya dalam menuntun, mengarahkan, memperingati,
melarang dan sebagainya atau lalu-lintas yang ada dengan sedemikian rupa agar lalu-lntas dapat
bergerak dengan aman, lancar dan nyaman disepanjang jalur lalulintas maka dibutuhkan
penggunaan rambu-rambu lalulintas.

2. MAKSUD DAN TUJUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (BLACK SPOT )


Secara umum pekerjaan ini dimaksudkan, antara lain :
• Untuk mengetahui kinerja sistem pengelolaan keselamatan lalu lintas pada jalan
• Memperoleh standarisasi nilai konversi fatalitas kecelakaan lalu lintas
LAPORAN FINAL
Paket : PR-01D Perencanaan Black Spot di Pulau Timor
No. :
Dok. Halaman : Paraf :
No. Rev. : 00

• Memperoleh nilai ambang batas kinerja keselamatan jalan (standar safety performance
function / SPF ) yang sesuai dengan karakteristik budaya dan prilaku masyarakat
penggunakan jalan.

Maksud pekerjaan adalah untuk mengadakan perbaikan, terutama perbaikan geometris secara
langsung pada lokasi -lokasi yang sudah diidentifikasi ,dari data yang ada kemudian dilakukan
analisis untuk dicari faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan dilokasi tertentu ( black spot)
maupun ruas jalan tertentu ( black site) . Penelitian dilakukan untuk mencari cara penanggulangan
/penanganan didaerah rawan kecelakaan guna ditindak lanjuti dengan tahapan perbaikan baik
alinyemen maupun kelengkapan pengamanan dan rambu-rambu yang memadai.

4. PEMILIHAN LOKASI

Survai dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari kejadian
kecelakaan lalu lintas dengan data dibutuhkan sebagai berikut :
a. Pengumpulan data sekunder selama kurun waktu 5( lima) tahun terakhir dari tahun 2009-
2015 yang berupa :
- Data kecelakaan lalulintas baik berupa data umum maupun laporan/berita acara
kecelakaan lalu lintas.
- Data ruas jalan maupun panjang jalan yang diteliti.
- Data lalu lintas Harian rata-rata
- Uji laik fungsi Jalan pada ruas yang bersangkutan dengan data kecelakaan
b. Pengumpulan permasalahan yang berkaitan dengan kecelakaan lalulintas pada tiap tiap
lokasi yang dinatakan sebagai daerah rawan kecelakaan.
c. Penanggulangan daerah rawan kecelakaan lalulintas( black spot ) sertaaudit keselamatan
jalan
5. LOKASI PENELITIAN DAN PENANGANAN BLACK SPOT
Lokasi peninjauan diambil pada pada ruas jalan lintas Pulau Timor dari OESAO- MOTAAIN
sepanjang 300 KM , dimana hasilnya adalah seperti pada tabel dibawah ini
DAFTAR LOKASI BLACK SPOT DI PULAU TIMOR
Perencanaan Black Spot Pulau Timor

Koordinat
No. Nama Ruas Jarak KM/STA Kondisi
Awal Akhir
1 OESAO - BOKONG 250 m KM 32 + 775 - KM 33 + 025 S 10° 05' 49.51" S 10° 05' 44.76"  Lokasi tikungan, dimana jarak pandang terbatas
E 123° 50' 41.14" E 123° 50' 46.88" dan terdapat simpang jalan yang memicu
terjadinya banyak kecelakaan.

2 BTS. KOTA SOE - NIKI NIKI 350 m KM 119 + 800 - KM 120 + 150 S 9° 51' 55.44" S 9° 51' 56.15"  Lokasi dengan turunan tajam dan tikungan dengan
E 124° 20' 40.24" E 124° 20' 49.47"
jarak pandang yang terbatas dan relatif pendek

sehingga sering mengakibatkan kecelakaan.


 Perlu pengecekan kembali alinyemen vertikal
maupun horisontalnya.

3 BTS. KOTA SOE - NIKI NIKI 150 m KM 120 + 975 - KM 121 + 125 S 9° 51' 54.25" S 9° 51' 56.18"  Lokasi tikungan dengan jarak pandang terbatas,
E 124° 21' 13.61" E 124° 21' 17.67" hal ini diakibatkan oleh adanya bangunan disisi
kanan jalan.

4 BTS. KOTA SOE - NIKI NIKI 325 m KM 121 + 250 - KM 121 + 575 S 9° 51' 57.71" S 9° 51' 53.97"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak pandang
E 124° 21' 21.46" E 124° 21' 28.74"
terbatas yang mengakibatkan banyak kecelakaan.

5 BTS. KOTA SOE - NIKI NIKI 275 m KM 128 + 300 - KM 128 + 575 S 9° 51' 51.29" S 9° 51' 45.74"  Lokasi tikungan patah dengan jarak berdekatan,
E 124° 21' 46.60" E 124° 21' 52.25" jarak pandang terbatas dengan alinyemen jalan
kurang baik.

6 NIKI NIKI - NOELMUTI 300 m KM 146 + 100 - KM 146 + 400 S 9° 45' 31.22" S 9° 45' 21.21"  Lokasi tikungan yang beredekatan dengan jarak
E 124° 28' 55.78" E 124° 28' 56.58" pandang terbatas akibat alinyemen jalan yang
kurang baik.
 Perlu pengecekan kembali alinyemen vertikal
maupun horisontalnya.

7 NIKI NIKI - NOELMUTI 200 m KM 147 + 350 - KM 147 + 550 S 9° 44' 55.48" S 9° 44' 50.48"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak pandan
E 124° 28' 55.67" E 124° 28' 54.56" terbatas serta grade yang tinggi sehingga
kendaraan berat sering mundur dan masuk ke
jurang (terutama dari arah atambua menuju
kupang)
8 NIKI NIKI - NOELMUTI 200 m KM 149 + 750 - KM 149 + 550 S 9° 44' 17.47" S 9° 44' 14.34"  Lokasi tikungan tajam dengan grade yang tinggi.
E 124° 28' 40.24" E 124° 28' 40.18"
 Perlu perbaikan alinyemen vertikal maupun
horisontalnya.

9 NIKI NIKI - NOELMUTI 600 m KM 155 + 350 - KM 155 + 950 S 9° 42' 30.37" S 9° 42' 26.10"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak pandang
E 124° 27' 50.94" E 124° 27' 56.76" terbatas serta grade yang tinggi sehingga sering
terjadi kecelakaan.

10 NIKI NIKI - NOELMUTI 500 m KM 156 + 150 - KM 156 + 650 S 9° 42' 32.77" S 9° 42' 30.18"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak pandang
E 124° 28' 01.93" E 124° 28' 10.97" terbatas serta grade yang tinggi sehingga sering
terjadi kecelakaan.

11 NIKI NIKI - NOELMUTI 200 m KM 161 + 100 - KM 161 + 300 S 9° 41' 02.41" S 9° 40' 56.50"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak berdekatan,
E 124° 29' 09.83" E 124° 29' 10.36" jarak pandang terbatas serta super elevasi pada
tikungan tidak ada sehingga sering terjadi
kecelakaan.
 Perlu pengecekan kembali alinyemen vertikal
maupun horisontalnya.

12 JLN. A. YANI - KEFA 200 m KM 197 + 950 - KM 198 + 150 S 9° 28' 01.07" S 9° 28' 02.15"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak pandang
E 124° 29' 56.66" E 124° 30' 02.07"
terbatas serta super elevasi pada tikungan tidak

ada sehingga sering terjadi kecelakaan.


 Perlu pengecekan kembali alinyemen vertikal
maupun horisontalnya.

13 KEFA - MAUBESI 400 m KM 205 + 600 - KM 206 + 000 S 9° 26' 53.94" S 9° 26' 58.15"  Lokasi tikungan yang berdekatan dengan jarak
E 124° 32' 48.82" E 124° 32' 52.20" pandang yang terbatas.
14 NESAM - HALILULIK 200 m KM 226 + 200 - KM 226 + 400 S 9° 26' 33.86" S 9° 26' 36.10"  Lokasi tikungan tajam dengan jarak pandang
E 124° 42' 25.94" E 124° 42' 31.74" terbatas serta super elevasi pada tikungan tidak
ada.
 Perlu pengecekan kembali alinyemen
horisontalnya.

15 NESAM - HALILULIK 450 m KM 228 + 950 - KM 229 + 400 S 9° 26' 19.38" S 9° 26' 11.76"  Lokasi tikungan yang berdekatan dengan jarak
E 124° 43' 46.08" E 124° 43' 56.05" pandang terbatas.
 Alinyemen tikungan kurang baik sehingga perlu
dicek ulang kontur yang naik turun.

16 NESAM - HALILULIK 200 m KM 229 + 970 - KM 230 + 170 S 9° 25' 56.69" S 9° 25' 53.40"  Alinyemen pada optik jembatan kurang baik
E 124° 44' 08.85" E 124° 44' 14.00"
sehingga sering terjadi kecelakaan pada jembatan

17 NESAM - HALILULIK 300 m KM 245 + 975 - KM 246 + 275 S 9° 21' 12.35" S 9° 21' 07.22"  Lokasi dengan jarak pandang kurang baik dan
E 124° 49' 21.33" E 124° 49' 27.75" tidak ada super elevasi sehingga sering
mengakibatkan kecelakaan pada titik ini, karena
tikungan yang landai dan bisa dilewati dengan
kecepatan tinggi.

18 ATAMBUA - MOTAAIN 75 m KM 308 + 550 - KM 308 + 625 S 8° 58' 19.32" S 8° 58' 19.67"  Lokasi dengan tikungan tajam, jarak pandang
E 124° 54' 27.02" E 124° 54' 28.75" terbatas.
 Perlu cutting batu pada sisi kanan jalan
1.Km 23.00

Data-data eksisting

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.75 ~1,00 m, sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Air dari permukaan perkerasan mengalir langsung ke
area persawahan.
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada alat pengaman lalu lintas
Bagian Tikungan Lengkung dengan jari-jari kelengkungan diperkirakan
>150 m
Persimpangan Sebidang Persimpangan menuju ke " Novanto Center" yang
merupakan jalan desa dan tidak ada rambu
peringatan.
Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Gorong-gorong di km 23+600 dengan pengaman
Bawah. barrier dari plesteran batu bata
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada Tembok Penahan
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya simpang
Patok Pengarah Tidak ada
Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

Rencana Penanganan :
1.Dibuatkan median setinggi 25 cm selebar 2 kanstin sepanjang,km 23.00
2.Konsekuensinya harus dibuatkan juga U-turn untuk kedua arah
3.Perlu jalan arteri dilengkapi dengan pita penggaduh pada jarak 100 m sebelum sampai
ditikungan atau simpang sebidang
4.Oleh karena sebahagian lebar jalan dipergunakan untuk jalur pemisah maka diperlukan
penambahan lebar jalan 0.5 m
5.Menambahkan tanda-tanda peringatan/petunjuk lalu lintas

OESAO

RAKNAMO

KUPANG

RAKNAMO

OESAO

KUPANG
2. Km 119+800 ~ 120+500

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Bahu Lebar bahu jalan adalah 0.5~0.75 m, se
Selokan Samping Berupa selokan tanah dan baru ada pa
jembatan
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada tanda pengaman lau lintas
Bagian Tikungan Radius eksiting 30.00 m
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Langsung kejalan
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada tembok penahan tanah kecua
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tan
berupa pasangan batu kali

Rambu Tidak ada rambu


Patok Pengarah Tidak ada
Patok Kilometer Dalam kondisi kurang jelas
Median (pada jalan raya) Tidak ada

Rencana Penanganan :
1.Pelebaran pada tikungan sesuai geometri dengan kecepatan rencana 60km/jam
2.Jembatan diperlebar sesuai dengan geometri, termasuk pembongkaran barier jembatanya.
3.Perlu jalan arteri dilengkapi dengan pita penggaduh pada jarak 100 m sebelum sampai
ditikungan
4. Menjadikan radius tikungan menjadi 90.00 m sehingga harus memotong tanah.
BLACKSPO
ST=119+953.5929

TKM19+
EP=119+990.1447
700

119+960
C
S=119+
780.6312

5.Menambahkan tanda-tanda peringatan/petunjuk lalu lintas

3.Km 120+975 ~ 121+125


4. Km 121+250 ~ 121+575

no 3

no 4

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 1,00 m, sepanjang ruas yang ditinjau .
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada tanda-tanda lalu lintas
Bagian Tikungan Jari-jari tikungan 1 yaitu=25.00m,
tikungan 2=35.00m
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, LintasBawah. Tidak ada
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
Rencana Penanganan :
1.Pelebaran pada tikungan sesuai geometri dengan kecepatan rencana 60km/jam
2. Perlu jalan arteri dilengkapi dengan pita penggaduh pada jarak 100 m sebelum sampai
ditikungan
3. Radius tikungan diperbesar menjadi 1=49.5m dan kedua = 60 m
4. Perlu adanya pembebasan tanah penduduk.
TS= 120+817.79

5
CS =121+349.4413
01
5.KM 128+

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.5~0.75 m, sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada.
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan 40m, r2=40m

Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan


Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Bawah. Tidak ada
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

Rencana Penanganan :
1. Pelebaran pada tikungan sesuai geometri dengan kecepatan rencana 60km/jam
2. Perlu jalan arteri dilengkapi dengan pita penggaduh pada jarak 100 m sebelum sampai
ditikungan
3. Radius 40m bolak balik, realinyemen menjadi r=100 , dengan demikian memotong bukit.

IP-1

128+320

. 00

128+440

3. Penambahan DPT dan guard rail sepanjang 27m,48m sebelah kiri jalan.
4. Penambahan saluran samping kiri sepanjang 133 m dan 223m dan 84 m kanan.
5. Penambahan rambu-rambu lalu lintas,
6.KM 146+100

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.5~1,00 m, sepanjang ruas yang ditinjau ,
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada
Bagian Tikungan Tikungan bolak balik radius 1 = 40 m, dan
radius ke 2 =25 m
Persimpangan Sebidang Bukan persimpangan
Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
6
4
13
+0
2
P
I-2

Penanganan :
1. Membuat tikungan dengan radius lebih besar yang 1 dari R= 40 m menjadi R= 50 m,
kemudian yang ke2 dari R = 25m menjadi R = 32 m
2. Dengan merubah radius maka alinyemen berubah sehingga ada lahan penduduk yang perlu
dibebaskan
3. Melengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas.
7. Km 147+350

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.5m, sepanjang ruas yang ditinjau ,berupa
urpil
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Tikungan bolak balik radius 1 = 25 m, dan
radius ke 2 =15 m .
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Tidak ada hunian.
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
7
4
1+0
0
6

SS = 147+574.0936
7
4
1+0
6
5

Penanganan :
1. Membuat tikungan dengan radius lebih besar yang 1 dari R= 25 m menjadi R= 25 m,
kemudian yang ke2 dari R =15m menjadi R = 20 m
2. Dengan merubah radius maka alinyemen berubah sehingga ada lahan penduduk yang perlu
dibebaskan
3. Melengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas.
4. Menambah dinding penahan tanah
5. Menambah panjang guard rail
8. Km 149+750~ Km 149+550

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.50 m, sepanjang ruas yang ditinjau ,berupa gravel
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan sangat kecil hanya 13 m
saja
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Tidak ada hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

Rencana Penanganan :
1. Pelebaran pada tikungan sebelah kiri ( arah Kupang- Atambua ) sesuai geometri dengan
kecepatan yang masih dapat diterapkan yaitu 20km/jam
2. Perlu jalan arteri dilengkapi dengan pita penggaduh pada jarak 100 m sebelum sampai
ditikungan
3. Memperbesar radius menjadi 15 m
4. Penambahan rambu-rambu lalulintas
5. Penambahan panjang guard rail.
6. Tambahan DPT ( dinding penahan tanah ) pada sisi kiri.

9. Km 155+350~ 155+950
Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way
Lebar bahu jalan 0.50~0.75m, sepanjang ruas yang ditinjau l
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan eksisting adalah
r1=30,r2=9.5,r3=19.5,r4=40,r5 =12
urutandimulai dari arah Kupang ke Atambua
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Tidak ada hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

155+480
C
S=1
55
+11
2.
5 7
74

penanganan :
Rencana Penanganan :
1. Pelebaran pada tikungan sesuai geometri dengan kecepatan yang masih dapat diterapkan
yaitu 20km/jam
2. Penambahan DPT sepanjang 82 m, penambahan gard rail sepanjang 82 m.
3. Penambahan saluran samping sepanjang 32 m.
4. Penambahan rambu-rambu lalu lintas,
10. Km 156+150~156+650

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.50 m, sepanjang ruas yang ditinjau ,
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Guard rail
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan adalah
r1=35m,r2=13m,r3=9.3m 9 (diukur dari sta
kecil )
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Tidak ada hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
C
S=1
56+0
49.4
501

1. Pelebaran pada tikungan sesuai geometri dengan kecepatan yang masih dapat diterapkan
yaitu 20km/jam
2. Perlu jalan arteri dilengkapi dengan pita penggaduh pada jarak 100 m sebelum sampai
ditikungan
3. Pembuatan saluran samping 65 m
4. Penambahan guard rail menjadi 165 m
5. Pemasangan rambu lalu lintas.
6. Dinding penahan tanah ( DPT) sepanjang 16 m.

11. Km 161+000 ~ 161+325


Lebar jalan 2 X 3.0 m two lane two way
Lebar bahu jalan 0.50~0.75 m, sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan 30 m dan 97 m

Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan


Akses persil Tidak ada hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

CS = 161+271.0712

Penanganan :
1. Pemasangan dinding penahan tanah ( DPT ) =85 m dan 70m, disisi kanan.
2. Pemasangan saluran samping kiri sepanjang 166 m, dan 92m, sebelah kanan 39m dan
54 m
3. Pemasangan guard rail sepanjang 85 m dan 70 m disisi kanan.
4. Pemasangan rambu lalu lintas

12. Km197+100 ~ Km 161+300


Lebar jalan 2 X 3.0 m two lane two way
Lebar bahu jalan 0.50~0.75m, sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan 30 m dan 97 m

Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan


Akses persil Tidak ada hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan Sudah ada pelebaran berupa rigid pavement
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Ada jembatan sungai
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Ada DPT
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Tidak ada
Rambu Tidak ada

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

BS KM 197
BP = 197+954.5400
197+960

TS
= 197
+97
4.1 SC
115
=
198+
19
120
SS

080
7+
99 198+
EP =
=

9.
11
19

15
8+

CS
198+ KM 197
ST =

= 19
17

SC

8+0
19

3.

19
14.
BS

40
CS = 198+237.9553
08

8+
8+

300.0

+0
348
198+
= 198

16
4
00

78

198 0
0

232
SC = 198+08

272.9
+20
CS =

8.08

553
198+

78

198
+2 280
123

198+
SS

00
9.3484

.087
= 19

198+240
8+

8
03
9.3
48
4

Penanganan :
1. Pemasangan dinding penahan tanah ( DPT ) =22 m dan 41.5m, disisi kiri
55m dan 76m disisi kanan.
2. Pemasangan saluran samping kiri sepanjang 56 m, dan 35.5m, sebelah kanan 202m
3. Pemasangan guard rail sepanjang 78.5 m dan 153 m disisi kiri.
58m dan 76 m disisi kanan.
4. Pemasangan rambu lalu lintas
13. Km 205+600 ~ Km 206+000

Lebar jalan 2 X 3.0 m two lane two way


Lebar bahu jalan 0.50~0.75m, sepanjang ruas yang ditinjau
,berupa urpil
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan 20 m dan 17 m

Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan


Akses persil Tidak ada hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Ada DPT
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Tidak ada
Rambu Tidak ada

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
2
05
+7
20
Penanganan :
1. Pemasangan dinding penahan tanah ( DPT ) = 25m dan 15m disisi kanan.
2. Pemasangan saluran samping kiri sepanjang 83.7 m, dan 63.2m dan 96.8m, samping kanan
302.3m , 35m
3. Pemasangan guard rail sepanjang 150 m dan 18 m disisi kiri.
15m , 32 m dan 51.8m disisi kanan.
4. Pemasangan rambu lalu lintas

14. Km 226+200 ~ Km 226+400


Lebar jalan 2 X 3.0 m two lane two way
Lebar bahu jalan 0.50 m, sepanjang ruas yang ditinjau ,
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan r1=75 m dan r2=80 m

Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan


Akses persil Langsung dari hunian
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Tidak ada
Rambu Tidak ada

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
SS=226+2
91.001
5
Penanganan :
1. Pemasangan dinding penahan tanah ( DPT ) = 105m dan 48m disisi kanan.
2. Pemasangan saluran samping kiri sepanjang 34 m, samping kanan 28m.
3. Pemasangan guard rail sepanjang 105 m dan 48m disisi kanan.
4. Pemasangan rambu lalu lintas
5. pelebaran culvert melintang jalan

15. Km 228+950 ~ Km 229 +400


Lebar jalan 2 X 3.00 m one lane two way
Lebar bahu jalan Rata-rata 0.5~0.75m sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan r1=100,r2=100, dan
r3=62m
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.

Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada


Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
T
S=229+1
85.30
60

229+120 229+160
S
T=229+1
35.23
89
Penanganan :
1. Pemasangan dinding penahan tanah ( DPT ) = 49m, 26m dan 19m disisi kanan.
2. Pemasangan saluran samping kiri sepanjang 314 m dan 60m, samping kanan 48m.
3. Pemasangan guard rail sepanjang 49 m, 26 m dan 19m disisi kanan.
4. Pemasangan rambu lalu lintas

16. Km 229+970 ~ Km 230+170

Lebar jalan 2 X 3.00 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.5~0.75 m, sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas Tidak ada
Bagian Tikungan

Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan


Akses persil
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya
tikungan
Patok Pengarah Tidak ada
Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
Penanganan :
1. Pemasangan dinding penahan tanah ( DPT ) = 2 x 17m( sebagai penahan abutmen ) untuk
jalur kiri, dan 2x 12m dan 102m untuk jalur kanan.
jembatan eksisting difungsikan lagi
2. Pemasangan saluran samping kiri sepanjang 72 m dan 54m.
3. Pemasangan guard rail sepanjang 102m disisi kanan.
4. Pemasangan rambu lalu lintas

17. Km245+975 ~ Km 246+275


Lebar jalan 2 X 3.5 m one lane two way
Lebar bahu jalan 1,00 m, sepanjang ruas yang ditinjau ,berupa
gravel
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Radius tikungan yang pertama R=100 m ,
sedangkan radius tikungan kedua R2= 45m
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas
4
26+200

penanganan :
Rencana Penanganan :
1. Penggeseran alinyemen ,menjadi radius 45 m dengan pelebaran tikungan.
2. Penambahan rambu-rambu lalu lintas
3. Pemasangan guard rail baru sepanjang 213.5m
4. Pemasangan saluran samping baru
18. Km 308+550 ~ Km 308+625

Lebar jalan 2 X 3.0 m one lane two way


Lebar bahu jalan 0.5~0.75 m, sepanjang ruas yang ditinjau
Selokan Samping Tidak ada selokan samping
Alat-alat Pengaman Lalu lintas
Bagian Tikungan Jari-jari kelengkungan sangat kecil
diperkirakan 17 m,
Persimpangan Sebidang Tidak ada persimpangan
Akses persil Langsung menuju ke jalan arteri
Kekuatan Konstruksi Jalan
Jembatan, Lintas Atas, Lintas Tidak ada
Bawah.
Konstruksi Tembok Penahan Jalan Tidak ada
Konstruksi Saluran Tepi Jalan Saluran tepi jalan berupa saluran tanah
Rambu Tidak ada rambu hati hati, rambu adanya

Patok Pengarah Tidak ada


Patok Kilometer Ada , kondisi kurang jelas

penanganan :

Rencana Penanganan :
1. Pelebaran pada tikungan sesuai geometri dengan kecepatan yang masih dapat diterapkan
yaitu 20km/jam , dengan demikian maka ada pemotongan tanah/ batu disebelah kanan
jalan.
2. Pemasangan saluran samping sepanjang 145,3 m , sedangkan sebelah kiri jalan tidak ada
karena lang sung mengalir kearah laut
3. Menambah panjang guard rail dan menggeser kearah dalam di sesuaikan dengan bahu
jalan
4. Menambah rambu lalu lintas dengan tanda hati hati dan jalan berbelok.

Anda mungkin juga menyukai