Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

“ANALISIS PERKREDITAN”

Disusun Oleh :
KELOMPOK 5 – 6 C MANAJEMEN MALAM
1. Rinjani Dwi Atmila Putri 2018.61.003332
2. Sri rahayu 2018.61.003196
3. Yunita Maulina Sari W.N 2018.61.003209
4. Elvira Dian Islami 2018.61.003163
5. Melivia 2018.61.003177
6. Rizka Damayanti Putri 2018.61.003256
7. Danti Ramadhani 2018.61.003212

Dosen Pembimbing :
AGUNG GUNAWAN, S.E., MM

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan


Tahun 2021
2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan
memberi petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan
makalah Analisis Laporan Keuangan tentang “Analisis Perkreditan”
Dalam kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan, bimbingan dan
arahan kepada penyusun.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu segala saran dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat
kami nantikan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi
penyusun dan para pembaca pada umumnya.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih.

Balikpapan, 06 Mei 2021


                                                                                    
                                          

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG..........................................................................1
1.2 RUMUSAN MASALAH......................................................................2
1.3 TUJUAN PENULISAN........................................................................2
BAB 2 PEMBAHASAN...................................................................................3
2.1 PENGERTIAN ANALISIS KREDIT..................................................3
2.2 FUNGSI ANALISIS KREDIT.............................................................3
2.3 ASPEK PENILAIAN KREDIT............................................................4
2.4 JENIS – JENIS KREDIT......................................................................5
2.5 KEBIJAKAN POKOK PERKREDITAN............................................8
BAB 3 PENUTUP............................................................................................10
3.1 KESIMPULAN.....................................................................................10
3.2 SARAN.................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Perbankan mempunyai tugas yang sangat penting dalam rangka
mendorong pencapaian tujuan nasional yang berkaitan dalam peningkatan dan
pemerataan taraf hidup masyarakat. Bank adalah suatu lembaga keuangan
yang menghubungkan pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak
yang memerlukan dana, atau dana masyarakat ditarik oleh bank dan kemudian
dipinjamkan kembali kepada masyarakat.Peranan bank dalam mendukung
kegiatan perekonomian cukup besar karena bank memberikan jasa dalam lalu
lintas peredaran uang.
Ditinjau dari sudut pandang bank, kredit mempunyai suatu kedudukan
yang strategis dimana sebagai salah satu sumber uang yang perlu dalam
membiayai kegiatan usaha yang dapat dititikberatkan sebagai kunci kehidupan
bagi setiap manusia.
Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank merupakan asset yang
terbesar bagi bank. Dalam hal kegiatan bank memberikan fasilitas kredit,
resiko kerugian sebagian besar bersumber pada kegiatan tersebut, sehingga
bila tidak dikelola dengan baik dan disertai pengawasan yang memadai akan
mengancam kelangsungan hidup bank tersebut.
Dalam memberikan kredit, bank harus mempunyai kepercayaan
terhadap calon debitur bahwa dana yang diberikan akan digunakan sesuai
dengan tujuan, dan pada akhirnya akan dikembalikan lagi kepada bank sesuai
dengan perjanjian yang disepakati.
Telah kita ketahui bahwa dalam pendapatan terbesar bagi usaha jasa
perbankan adalah berasal dari bunga kredit yang diberikan.Namun demikian
pemberian kredit ini memiliki faktor resiko yang cukup tinggi, dan
berpengaruh cukup besar pula terhadap tingkat kesehatan Bank.
Dalam Undang- undang No 7/1992 tentang Perbankan sesuai dengan
jenis dan usaha bank, mengenai jenis bank pada pasal 5 ayat 1 menurut
jenisnya terdiri dari :
1 Bank Umum
2 Bank Pengkreditan Rakyat
            Bank Umum adalah bank yang dalam pengumpulan dananya terutama
menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito dan dalam usahanya
terutama memberikan kredit jangka pendek.

1
            Bank Pengkreditan Rakyat adalah suatu bank yang fungsinys menerima
simpanan dalam bentuk uang dan memberikan kredit jangka pendek untuk
masyarakat pedesaan.
UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah
dengan UU No. 10 Tahun 1998 (UU Perbankan) mendefinisikan kredit
sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank
dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya
setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Berdasarkan pasal
tersebut terdapat beberapa unsur perjanjian kredit yaitu :
a. Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu
b. Berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antarabank
dengan pihak lain
c. Terdapat kewajiban pihak peminjam untuk melunasi utangnya
dalamjangka waktru tertentu Pelunasan utang yang disertai dengan bunga

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan Analisis Kredit ?
2. Apa saja fungsi yang ada dalam Analisis Kredit ?
3. Apa saja aspek yang ada dalam penilaian Analisis Kredit ?
4. Apa saja jenis – jenis kredit ?
5. Bagaimana kebijakan pokok yang ada didalam perkreditan ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


1. Untuk mengetahui apa itu Analisa Kredit
2. Untuk mengetahuan fungsi Analisa Kredit
3. Agar memahami apa saja yang terdapat dalam aspek penilaian Analisa
Kredit
4. Untuk mengetahui apa saja jenis kredit
5. Untuk mengetahui kebijakan pokok yang ada didalam perkreditan

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN ANALISIS KREDIT
Analisis Kredit adalah cara untuk menghitung kelayakan kredit suatu
usaha atau organisasi. Dengan perkataan lain, analisis kredit adalah penilaian
kemampuan suatu perusahaan menghargai semua kewajiban keuangannya.
Laporan keuangan teraudit dari sebuah perusahaan besar dapat dianalisis
ketika perusahaan itu menerbitkan obligasi Atau, sebuah bank dapat
menganalisis laporan keuangan suatu usaha kecil sebelum pinjaman komersial
diberikan atau diperbarui. Istilah ini mengacu pada kedua kasus, apakah bisnis
itu besar atau kecil
Berikut pengertian Analisis Kredit dari beberapa ahli :
1. Menurut Djohan

Analisis Kredit adalah segala aktivitas dari suatu pemeriksaan, penelitian,


atau menganalisa mengani sejumlah kelengkapan, keabsahan, dan kelayakan
dari sejumlah berkas/surat/data yang akan menjadi sebagai pemohon kredit
/calon debitur sampai pada saat dikeluarkannya suatu ketetapan apakah kredit
tersebut memang benar layak untuk diterima atau justru akan ditolak.

2. Menurut Thomas Suyatno

Menyusun segala apa yang menjadi kebutuhan atas segala penguraian dan
berbagai aspek, baik keuangan atau non keuangan guna mengetahui
kemungkinan bisa/tidak bisa dipertimbangkan lagi akan suatu permohonan
kredit.

2.2 FUNGSI ANALISIS KREDIT

 Sebagai dasar bagi bank dalam menentukan suku bunga pinjaman dan
jaminan yang harus dipenuhi oleh pelanggan
 Sarana untuk pengendalian resiko yang akan dihadapi bank
 Persyaratan dan fasilitas kredit untuk struktur, jumlah kredit,, periode
kredit, tujuan kredit.
 Sebagai pertimbangan bagi pemimpin atau direktur bank dalam proses
pengambilan keputusan
 Sebagai alat informasi diperlukan untuk evaluasi kredit

2.3 ASPEK PENILAIAN ANALISA KREDIT

3
 Aspek Hukum atau Yuridis

Tujuan analisis ini yaitu untuk menilai keaslian dan keabsahan


dokumen yang diajukan oleh pemohon kredit.

 Aspek Pemasaran

Dalam aspek ini dinilai besar kecilnya permintaan terhadap produk


yang dihasilkan dan strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan,
sehingga akan diketahui prospek usaha tersebut sekarang dan di masa
mendatang

 Aspek Keuangan

Analisa aspek ini terhadap suatu perusahaan pemohon kredit sangat


menentukan jumlah dari kebutuhan usaha dan juga terpenting untuk
menilai kemampuan berkembangnya usaha pada masa mendatang serta
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kreditnya

 Aspek Teknis

Tujuan utama dilakukan sebagai analisis ini yaitu untuk mengamati


perusahaan dari segi fisik serta lingkungannya agar perusahaan tersebut
sehat dan produknya mampu bersaing di pasaran dengan masih
memperoleh keuntungan yang memadai.

 Aspek Manajemen

Penilaian aspek ini dapat digunakan untuk menilai struktur


organisasi perusahaan, sumber daya manusia yang dimiliki serta latar
belakang pendidikan dan pengalaman sumber daya manusianya.

 Aspek Sosial Ekonomi

Penilaian aspek ini digunakan untuk bisa menganalisis dampak


yang ditimbulkan akibat adanya proyek atau usaha pemohon kredit
terhadap perekonomian masyarakat dan sosial secara umum.

4
 Aspek Amdal

Yaitu salah satu aspek analisis terhadap lingkungan baik darat, laut
atau udara, termasuk kesehatan manusia jika usaha atau proyek pemohon
kredit dijalankan.

Analisis ini dilakukan secara mendalam sebelum kredit disalurkan,


sehingga proyek atau usaha yang dibiayai tidak akan mengalami
pencemaran lingkungan disekitarnya.

2.4 JENIS – JENIS KREDIT

1. Jenis Kredit dilihat dari Tujuan


a) Kredit Konsumtif
Kredit yang bertujuan untuk memperoleh barang-barang atau
kebutuhan lainnya guna memenuhi keputusan dalam konsumsi.

b) Kredit Produktif
Kredit yang bertujuan untuk memperlancar jalannya proses produksi,
mulai dari saat pengumpulan bahan mentah, pengolahan, sampai pada
proses penjualan barang-barang yang sudah jadi.

2. Jenis Kredit dilihat dari Jangka Waktu


a. Short Term Credit (kredit jangka pendek)
Adalah kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun
b. Intermediate Term Credit (kredit jangka waktu menengah)
Adalah suatu bentuk kredit yang berjangka waktu dari satu sampai
tiga tahun
c. Long Term Credit (kredit jangka Panjang)
Adalah suatu bentuk kredit yang berjangka waktu lebih dari tiga
tahun
d. Demand loan atau call loan  
Suatu bentuk kredit yang setiap waktu dapat diminta kembali

3. Jenis Kredit dilihat dari Tujuan Penggunaan


a. Kredit Modal Kerja/Kredit Eksploitasi
Kredit modal kerja kredit jangka pendek yang diberikan untuk
membiayai kebutuhan modal kerja dari suatu perusahaan (working
capital loan)
b. Kredit Investasi

5
kredit investasi kredit jangka menengah dan panjang yang
diberikan untuk membiayai proyek baru ataupun proyek perluasan
suatu perusahaan (investment loan)
c. Kredit Konsumsi
kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya
kepada pihak perseorangan, termasuk pegawai bank pelapor, untuk
keperluan konsumsi dengan cara membeli, menyewa, atau dengan
cara lain; kredit perseorangan; kredit konsumtif (consumer credit;
personal credit; consumer loan)

4. Jenis Kredit Menurut Sektor Ekonomi


a. sektor Pertanian, Perburuhan, dan Sarana Pertanian
b. sektor Pertambangan
c. sektor Perindustrian
d. sektor Listrik, Gas, dan Air
e. sektor Konstruksi
f. sektor Perdagangan, Restoran, dan Hotel
g. sektor Jasa-jasa Sosial Masyarakat
h. sektor lain-lain

5. Jenis Kredit Menurut Sifat


a) Kredit atas dasar Transaksi satu kali (Eenmalig)
Kredit jangka pendek untuk pembiayaan suatu transaksi tertentu
dengan sistem sekali tarik, penarikan kredit hanya satu kali selama
jangka waktu kredit sehingga harus lunas dan berakhir secara otomatis
pada saat transaksi selesai.
b) Kredit atas dasar Transaksi Berulang (Revolving)
Kredit jangka pendek untuk usaha yang merupakan suatu seri
transaksi yang sejenis.
c) Kredit atas dasar Plafon Terikat
Kredit diberikan dengan jumlah dan jangka waktu tertentu dengan
tujuan untuk tambahan modal kerja bagi unit produksi atas dasar
penilaian kapasitas produksi/kebutuhan modal kerja.
d) Kredit atas dasar Plafon Terbuka
Kredit untuk kebutuhan modal kerja, maksimum kredit yang
diberikan tidak terikat pada kapasitas produksi normal ataupun
realisasi penjualan (onzet). Selama jangka waktu kredit masih berlaku,
nasabah dapat melakukan penarikan dan penyetoran sehingga posisi
baki debet dapat menunjukkan jumlah yang naik/turun.
e) Kredit atas dasar Penurunan Plafon secara Berangsur
Kredit diberikan kepada nasabah yang pelunasannya harus
dilaksanakan secara berangsur sesuai dengan jadwal pelunasan yang
telah ditentukan oleh bank.

6
6. Jenis Kredit yang Disalurkan dalam Bentuk
a) Cash Loan
Pinjaman uang tunai yang diberikan bank kepada nasabahnya. Dalam
pemberian cash loan ini bank telah menyediakan dana (fresh money)
yang dapat digunakan oleh nasabah berdasarkan ketentuan tertentu
yang ada dalam perjanjian kreditnya.
b) Non‐Cash Loan
Fasilitas yang diberikan bank kepada nasabahnya, tetapi atas fasilitas
tersebut bank belum mengeluarkan uang tunai. Dalam fasilitas ini
bank baru menyatakan kesanggupan untuk menjamin pembayaran
kewajiban nasabah kepada pihak lain/pihak ketiga.

7. Jenis Kredit dari Sisi Sumber Dana


a) Kredit dengan dana bank sendiri
b) Kredit dana bersama bank lain (sindikasi, konsorsium, joint
financing)
c) Kredit dengan dana dari luar negeri (offshore, two step loan, project
aid)

8. Jenis Kredit dari Sisi Akad


a) Pinjaman Dengan Akad Kredit
b) Pinjaman Tanpa Akad Kredit

9. Jenis Kredit Two Step Loan ( TSL ), Buyer’s Credit (Export Credit),
Onshore Loan, dan Offshore Loan
a) Two Step Loan ( TSL ) Suatu pinjaman yang diperoleh pemerintah
dari lender (lembaga keuangan) di luar negeri yang selanjutnya oleh
pemerintah dipinjamkan kepada Participating Financial Institution
(PFI/Bank) untuk digunakan sebagai pinjaman kepada berbagai
proyek/perusahaan yang memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan oleh
peminjam.
b) Buyer’s Credit (Export Credit) Fasilitas yang diberikan kepada
importer (buyers) yang disediakan oleh bank-bank di luar negeri untuk
pembiayaan impor/pemberilan barang (khususnya barang modal) yang
berasal dari negara bank pemberi fasilitas di luar negeri.
c) Onshore Loan Pemberian kredit dalam valuta asing yang pada
beberapa bank dananya dikelola oleh Divisi Treasury.
d) Offshore Loan Pemberian kredit dalam valuta asing oleh kantor bank
yang ada diluar negeri kepada nasabah-nasabah dalam negeri sehingga
menimbulkan kewajiban membayar kembali terhadap luar negeri.

10. Jenis Kredit Sindikasi

7
Sindikasi adalah suatu pembiayaan bersama terhadap suatu objek kredit
oleh beberapa bank/lembaga pembiayaan, baik pembiayaan jangka
pendek, menengah, maupun panjang dimana resiko kredit ditanggung
bersama oleh bank/lembaga pembiayaan pemberi kredit.

11. Jenis Kredit Konsorsium dan Joint Financing


a) Konsorsium Fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah bank
yang pembiayaannya dilakukan secara bersama, bisa antar sesame bank
pemerintah, meskipun tidak tertutup kemungkinan dengan bank swasta
besar.
b) Joint Financing Cara pembiayaan kredit yang dilaksanakan secara
bersamasama antara bank-bank nasional (bank pemerintah/bank
pemerintah daerah, atau bank swasta) dengan bank-bank asing.

2.5 KEBIJAKAN POKOK DALAM PERKREDITAN

1. Kebijakan Pokok dalam Perkreditan


Menjelaskan mengenai tata cara pemberian kredit yang sehat, meliputi antara
lain prosedur pemberian kredit yang sehat, termasuk prosedur persetujuan kredit,
prosedur dokumentasi dan administrasi kredit, dan proses pengawasan kredit.
a. Kredit yang perlu mendapatkan perhatian khusus
 Perlakuan terhadap kredit dengan kapitalisasi tunggakan bunga.
 Prosedur penyelesaian kredit bermasalah dan prosedur
penghapusbukuan kredit macet serta tata cara pelaporan kredit macet.
 Tata cara penyelesaian barang agunan kredit yang yang telah dikuasai
bank yang diperoleh dari hasil penyelesaian kredit.
 Pemberian kredit kepada pihak terkait dengan bank dan atau debitur-
debitur besar tertentu, antara lain jumlah maksimum fasilitas kredit
kepada pihak terkait, Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), dan
tata cara penyediaan kredit kepada pihak terkait.
 Pemberian kredit pada sektor ekonomi, segmen pasar, kegiatan usaha
dan debitur yang mengandung risiko tinggi bagi bank.
b. Kredit yang dihindari
 Kredit untuk tujuan spekulasi.
 Kredit yang diberikan tanpa informasi keuangan yang cukup, dengan
catatan informasi untuk kredit kecil dapat disesuaikan oleh bank.
 Kredit yang memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki bank.
 Kredit kepada debitur bermasalah dan atau macet pada bank lain

8
2. Tata cara penilaian kualitas kredit
Dalam kebijakan kredit diatur mengenai tata cara penilaian kualitas kredit
untuk memastikan bahwa hasil penilaian kolektibilitas kredit yang dilakukan oleh
bank telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
3. Profesionalisme dan integritas pejabat perkreditan .
Dalam kebijakan kredit harus tegas dinyatakan bahwa semua pejabat bank
yang terkait dengan perkreditan termasuk anggota dewan Komisaris dan Direksi
harus melaksanakan kemahiran profesional di bidang perkreditan secara jujur,
objektif, cermat, dan seksama Memahami ketentuan pasal 49 ayat (2) UU No. 7
tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan UU No. 10 tahun
1998, menjauhkan diri dari perbuatan sebagaimana disebutkan dalam pasal 49,
yaitu: Anggota dewan Komisaris, Direksi atau pegawai bank dilarang dengan
sengaja meminta atau menerima, mengizinkan atau menyetujui untuk menerima
suatu imbalan, komisi, uang tambahan, pelayanan, uang atau barang berharga,
untuk keuntungan pribadi atau untuk keuntungan golongan, dalam rangka
mendapatkan atau berusaha mendapatkan bagi orang lain dalam memperoleh uang
muka, bank garansi, atau fasilitas kredit dari bank, atau dalam rangka pembelian
pembelian atau pendiskontoan oleh bank atas surat-surat wesel, surat promes, cek,
dan kertas dagang atau bukti kewajiban lainnya, ataupun dalam rangka
memberikan persetujuan bagi orang lain untuk melaksanakan penarikan dana yang
melebihi batas limit.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kredit adalah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat


disamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara
pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk
melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan. Pemberian kredit
adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, pemerintah,
dunia usaha ataupun perorangan. Maksud dan tujuan kredit mencakup
scope yang luas,ada dua fungsi pokok yang saling berkaitan dengan kredit
adalah Profitability dan safety. Analisi kredit atau penilaian kredit adalah
suatu proses yang dimaksudkan untuk menganalisis atau menilai suatu
permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur kredit sehingga dapat
memberikan keyakinan kepada pihak bank bahwa proyek yang akan
dibiayai dengan kredit bank cukup layak (feasible).
Dari penilaian terhadap aspek financial ataupun nonfinansial kiranya
sudah mencakup tujuan daripada penilaian terhadap pertimbangan
pemberian kredit, yaitu kita mengetahui sampai di mana kemampuan
perusahaan pemohon kredit di dalam;
· Melaksanakan operasinya pada masa yang akan datang
· Menyediakan kebutuhan modal kerja
· Memenuhi kewajiban finansialnya
· Menciptakan atau memperoleh laba
Seberapa jauh analisis atau penilaian aspek keuangan ini akan tergantung
kepada besar kecilnya risiko yang dihadapi oleh bank. Jika risiko
sedemikian besarnya maka pihak bank dapat mengadakan penilaian lebih
luas dan teliti bahkan kalau perlu sampai pada penilaian teknis misalnya
proses teknologinya.

3.2 SARAN

Pengamanan  yang  dilakukan  oleh  pihak  bank  sangat  diperlukan,


karena dana yang disimpan pada bank tersebut harus dilindungi. Apabila
bank tidak memperhatikan faktor pengamanan dana masyarakat tersebut,
maka  dapat  mengurangi  kepercayaan  masyarakat  dalam  menyimpan
uangnya di bank.

10
Daftar Pustaka

https://ibf.proxsisgroup.com/kebijakan-kredit-dan-prosedur/

https://zinsari.files.wordpress.com/2013/07/pkpb-lamp-se-142613.pdf

file:///C:/Users/ASUS/Downloads/IX%20Kredit%20Perbankan.pdf

https://siswady.wordpress.com/makalah/kepemimpinan-di-indonesia/
https://sarjanaekonomi.co.id/analisis-kredit/
https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_kredit

11