Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN SKENARIO

TB PARU (TUBERKULOSIS PARU)

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

DISUSUN OLEH :

FEBRIYATUL HUSNA

2041312050

PROFESI KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDALAS

2021
SKENARIO 2

1. Ny. N, 37 Tahun, Pedagang, dating ke RS dengan keluhn eluhan sesak nafas makin meningkat
sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, demam hilang timbul, mual, badan terasa lemas dan
batuk berdahak, pasien sudah minum obat OAT selama 15 hari yang lalu, pasien didiagnosa
mengalami TB paru. pada saat pengkajian pada hari rawatan ke tiga, pasien masih mengeluh
sesak nafas, batuknya berdahak dahaknya sulit dikeluarkan, ditemukan ada tambahan ototo
nafas :: retraksi dinding dada, saat init terpasang oksigen 4 lt/i pasien mengatakan demam
hilang timbul, badan terasa lemah, perutnya terasa mual ketika makan, BB turun dari 45 kg ke
36 kg.
Pasien mengalami batuk yang hilang timbul sejak 3 bulan yang lalu dan berobat ke
puskesmas dan minum obat OAT. menurt informasi pasien tidak rutin minum obat OAT
karena sering lupa dan sibuk.
- diit saat ini ML TKTP. Pasien mengatakan sering tidak menghabiskan makanan karena mual
ketika makan, pasien hanya menghabiskan makanan ¼ porsi dan minum 4 sampai 7 gelas
perhari. BAK sebanyak 1800 cc/hari, berwarna kuning kemerahan dan berbau, idur malam 3-
4 jam/hari kualitas tidur tidak nyenyak dan sering terbangun dimalam hari karena sesak nafas
dan batuk. Membran mukosa bibir kering

Pasien mengatakan sejak sakit pasien merasa ketergantungan dan sering meminta bantuan
kepada orang lain, pasien mengatakan sedih dengan keadaan nya saat ini karena tidak bisa
berkumpul dengan keluarganya, pasien mengatakan jika penyakitnya tidak sembuh siapa yang
akan mengurus anak-anaknya.
Tinggi badan: 150 cm, Berat badan: 36 Kg, Tekanan Darah :100/60 MmH, Nadi : 85 x/I,
Pernafasan : 28 x/iSuhu : 37,5 0C
terapi yang diperoleh :
1) curcuma 3x1 tablet
2) OAT 4 FDC (pagi)1x4 tablet
3) Injeksi ranitidin 2x1 amp
4) injeksi cefoperazon 2x1 gram
5) IVFD NaCl 0,9% 12 jam/kolf

Hasil pemeriksaan laboratorium yang didapatkan


Hemoglobin 10 gr/dl (normal perempuan : 12 - 14 gr/dl)
Leukosit 25.330 mm3 (normal : 5000 - 10.000 mm3)
Trombosit 615.000 mm3(normal : 150.000 - 400.000 mm3)
Hematokrit 32,1 % (normal perempuan : 37 – 43 %)
Gula Darah Sewaktu 139 mg/dl (normal : SP 180 mg/dl).
Hasil pemeriksaan sputum : BTA (+).

Hasil rontgen terdapat fibro infiltrate pada kedua lapang paru, kesan : TB paru.

1. Buatlah konsep teori


2. buatlah WOC
3. Buatlah Asuhan Keperawatan dengan menggunakan NNN dan 3S
4. silahkan tambahkan dan kembangkan data pengkajian yang sudah ada
5. Buatlah jenis edukasi yang tepat pada pasien diatas
Lampiran 10

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Nama :Ny. N (P/L)
MEDIKAL BEDAH
No. MR : 01-09-92-24

Tanggal Lahir/usia: 13/03/1984/ 37 tahun

Ruang : Ruang Neuro Tgl. MRS(Mohon


: 17 diisi
April atau2021 Tgl.stiker
tempelkan Pengkajian
jika ada) :19 April

2021 Pukul : 15.00 WIB


A. PENGKAJIAN
DATA DASAR
Kesadaran: √ CM □ Apatis □ Delirium □ Somnolen □ Soporocoma □ Coma
TTV: TD : 100/60 mmHg, N : 85 X/mnt, S : 37,5 .◦C, P : 28 X/mnt, Nyeri: □Ya □Tidak
Gol Darah: A Rh: + TB: 150 cm BB: 36 kg (Aktual/Perkiraan)
Penanggung jawab: Tn.P (keluarga/suami/istri/.....) Pembiayaan: BPJS
Pekerjaan: Pedagang
Keluhan Utama : Pasien masuk melalui IGD RSUP dr. M. Djamil Padang pada hari Sabtu
tanggal 17 April 2021 pada pukul 14.30 dengan keluhan awal sesak nafas makin meningkat
sejak 1 hari sebelum datang ke rumah sakit, demam hilang timbul, mual, badan terasa lemah
dan batuk berdahak, pasien sudah minum obat OAT selama 15 hari yang lalu.
Lama Keluhan: ± 1 hari yang lalu
Diagnosis Medis: TB Paru

1. Riwayat Kesehatan
1) RKS
Pada saat dilakukan pengkajian pasien mengatakan sudah hari rawatan ke 3, pasien
mengeluh sesak nafas, batuknya berdahak dan dahaknya sulit untuk dikeluarkan,
ditemukan ada tambahan otot bantu nafas: retraksi dinding dada, saat ini pasien
terpasang oksigen nasal kanul 4 lt/i. Pasien juga mengeluh demam hilang timbul, badan
terasa lemah, perutnya terasa mual ketika makan dan terjadi penurunan BB 6 bulan
terakhir sebanyak 9 kg yaitu dari 45 kg ke 36 kg. Diit pasien saat ini ML TKP dan ketika
makan pasien hanya menghabiskan makanan ¼ porsi dan minum hanya 4-7 gelas
perhari. BAK pasien 1800cc/ hari berwarna kuning kemerahan dan berbau. Tampak
membran mukosa bibir kering, hasil vital sign; TD : 100/60 mmHg, Nadi : 85x/i,
Pernafasan : 28x/i. Hasil pemeriksaan sputum pasien BTA (+), hasil laboratorium
Hemoglobin 10 gr/dL, Leukosit 25.330 mm³ dan sekarang pasien terpasang infus
ditangan kiri IVFD NaCl 0,9 % 12 jam/kolf.

2) RKD
Pasien mengatakan sudah mengalami batuk yang hilang timbul sejak 3 bulan yang lalu
dan berobat ke puskesmas dan minum OAT. Pasien mengatakan tidak rutin meminum
OAT sebab sering lupa dan sibuk.

3) RKK
Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit yang sama dengan
nya, dan penyakit kronis lainnya. Dirumah ada anggota keluarga yang merokok yaitu
suami Ny.N.

Genogram

Ket: O : perempuan,
□ : laki-laki,
† : meninggal,
: pasien
X : meninggal karena usia
Pengkajian Fungsional Gordon

a. Pola Persepsi Dan Penanganan Kesehatan


Persepsi pasien terhadap penyakitnya : pasien mengatakan tidak pernah terfikir akan
mempunyai penyakit TBC. Ia mengira batuk yang hilang timbul dulu hanya batuk biasa
dan seketika sudah sangat menggangu baru pasien membawa ke puskesmas terdekat. Dan
pasien pun tidak rutin meminum obat OAT yang di beri karena sering lupa dan sibuk..

b. Pola Nutrisi/Metabolisme
Pasien mengatakan diit nya saat ini ML TKTP. Pasien hanya menghabiskan ¼ porsi
makan karena merasa mual dan minum hanya 4-7 gelas sehari. Pasien memiliki riwayat
penurunan BB 6 bulan terakhir sebanyak 9 kg yaitu dari 45 kg ke 36 kg.
BB saat ini 36 kg, TB 150 cm, IMT : 16,0 (Berat badan kurang)
Pasin tidak memiliki riwayat alergi makanan dan asupan makanan saat ini melalui oral.

Sebelum sakit Selama dirawat

Makan Pagi: Makan Pagi:


Makan Lontong atau Nasi + Lauk pauk Makan diit ML TKTP
Menghabiskan 1 porsi Nasi putih + Telur + Daging semur +
Ketimun iris + Susu
Makan Siang: Namun hanya abis ¼ porsi
Makan nasi + lauk pauk + sayur
Menghabiskan 1 porsi Makan Siang:
Makan diit ML TKTP
Makan Malam: Nasi putih + Ayam goreng + tempe dan sayur
Makan nasi + lauk pauk + sayur + pepaya
Menghabiskan 1 porsi Namun hanya abis ¼ porsi

Makan Malam:
Makan diit MLm TKTP
Nasi putih + daging + telur + syp sayur +
pisang
Namun hanya abis ¼ porsi
c. Pola Eliminasi: Keluhan : pasien mengatakan tidak ada keluhan.

Pola Defekasi Pola Urinasi


Frekwensi 1-2x Konsistensi encer/lunak Frekwensi 6-8 x Konsistensi cair
Warna kuning Bau khas Warna kuning kemerahan Bau khas
Banyaknya tidak terkaji Banyaknya 1800 cc
Stoma - Alat bantu tidak ada

Lain-lain........................................................................................................................................

d. Pola Aktivitas /Olah Raga: Keluhan : Pasien mengatakan sebelum sakit ia melakukan
semua aktivitas sendiri dan dulu pasien emang sangat jarang untuk olahraga. Aktivitas
selama di rumah sakit di bantu oleh keluarga terutama suami dan perawat.

Kemampuan Perawatan Diri (0 = Mandiri, 1 = Dengan Alat Bantu, 2 = Bantuan dari orang lain , 3 =
Bantuan peralatan dan orang lain, 4 = tergantung/tdk mampu)

Aktivitas 0 1 2 3 4

Makan/Minum √

Mandi √

Berpakaian/berdandan √

Toileting √

Mobilisasi di Tempat Tidur √

Berpindah √

Berjalan √

Menaiki Tangga √

Berbelanja √

Memasak √

Pemeliharaan rumah √

ALAT BANTU: ___Tdak ada _____Kruk _____Pispot ditempat tidur


_____Walker____Tongkat ______Belat/Mitela ________Kursi roda. Kekuatan Otot :
5555 5555

5555 5555
e. Pola Istirahat Tidur:
Pasien mengatakan sebelum sakit ia tidur 6-8 jam sehari tanpa gangguan dan perasaan
segar di pagi hari. Selama sakit pasien mengatakan susah tidur dan sering terjaga di
malam hari sebab sesak nafas dan batuk yang mengganggu. Selama sakit pasien hanya
tidur 3-4 jam sehari dan tidak merasa segar di pagi hari.

f. Pola Kognitif –Persepsi


Saat di lakukan pengkajian, pasien dalam kondisi sadar, dapat menjawab semua
pertanyaan yang di ajukan, pasien menggunakaa bahasa minang dalam berkomunikasi.
Pasien mengatakan tidak ada keluhan berupa sulit bicara/ ketidak mampuan pendengaran,
komunikasi, penglihatan dan penciumanan.
GCS pasien : 15 E4 M6 D5 Compos mentis.

g. Pola Peran Hubungan


Klien adalah seorang pedagang. Klien juga istri bagi suaminya dan ibu bagi anak-
anaknya. Klien tinggal dengan suami dan anaknya. Dan suami nya selalu memberikan
dukungan dan menemani selama di rumah sakit. Klien mengatakan tidak ada masalah
mengenai perawatan pasien di rumah sakit. Klien tidak terlihat menarik diri dari
lingkungan.

h. Pola Seksualitas/Reproduksi:
Keluhan tidak terkaji

i. Pola Koping-Toleransi Stres:


Pasien mengatakan saat ini ia merasa sedih dengan keadaanya karena tidak bisa
berkumpul dengan keluargnya apalagi sekarang lagi momen ramadhan, pasien juga
mengatakan jika penyakitnya ini tidak bisa sembuh siapa yang akan mengurus anak-
anaknya. .

j. Pola Keyakinan-Nilai
Klien beragama islam dan ibadahnya selama di rumah sakit tetap ia jalani.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Diagnostik:

- Pemeriksaan Sputum
Hasilnya : BTA (+).
- Rontgen
Hasilnya : Terdapat fibro infiltrate pada kedua lapang paru, kesan TB Paru

Laboratorium: (17 April 2021)

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal

HEMATOLOGI
Hemoglobin 10,0 g/dL 12,0 – 14,0

Leukosit 25.330 mm³ 5.000 – 10.000

Trombosit 651.000 mm³ 150.000 – 400.000

Hematokrik 32,1 % 37,0 - 43,0

Gula Darah Sewaktu 139 mg/dL 50 – 200

Kesimpulan : Hemoglobin & Hematokrik menurun.


Leukosit dan Trombosit meningkat.

PEMERIKSAAN FISIK

Gambaran

Tanda Vital TD : 100/60 mmHg S :37,5° C


N : 85 x/menit P : 28 x/menit

Kulit Teraba hangat, berwarna sawo matang.

Kepala Rambut berwarna hitam, rambut mudah rontok. Tidak terdapat lesi dan
benjolan

Mata Mata simetris kiri dan kanan, konjugtiva anemis


Hidung Simetris, terpasang O2 4lt/i

Mulut Mukosa bibir kering, tampak pucat.

Telinga Simetris kiri dan kanan, tidak terdapat pembengkakan , tidak terdapat
serumen.

Karotid Bruit Tidak terkaji

Vena Tidak ada pembesaran vena jugularis

Kelenjar Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening

Tiroid Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

Lainnya

Inspeksi :tampak penggunaan otot bantu nafas : retraksi dinding dada


Dada (+)
Palpasi : fremitus kiri dan kanan
Perkusi : Sonor
Ausklutasi : terdapat ronchi

Inspeksi : tidak terkaji


Jantung Palpasi : tidak terkaji
Ausklutasi : irama jantung teratur

Abdomen Inspeksi : bentuk simetris, tidak membuncit


Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi :timpany
Ausklutasi : bising usus (+)
5555 5555

5555 5555

Muskuloskeletal/Sendi Kekuatan otot


5555 5555

5555 5555

Nodus Limfe Tidak terkaji

Neurologi GCS pasien : 15 E4 M6 D5 Compos mentis


Status Mental/GCS

Saraf Kranial Nervus I olfaktorius : mengenal zat yang baik


Nervus II optikus : dapat melihat tulisan dengan jelas, lapang pandang
normal
Nervus III okulamotorius : Pupil isokor
Nervus IV trokhlearis : mata dapat bergerak ke arah bawah dan dalam
Nervus V trigeminus : sensibilitas wajah normal, otot mengunyah
normal
Nervus VI abdusens : pergerakan mata ke arah lateral N
Nervus VII facialis : pasien dapat merasakan manis, asam dan asin
Nervus VIII akustikus :klien dapat mendengarkan dengan jarak 1
meter, pasien tidak dapat berjalan
Nervus IX glossofaringeus : refleks muntah pasien normal
Nervus X vagus : uvula berada ditengah
Nervus XI aksesorius : pasien dapat mengangkat bahu dengan
pemeriksa menekan bahu ke bawah
Nervus XII hipoglosus : lidah dapat terkoordinasi dengan baik

Motoris Mampu duduk, terbatas untuk berjalan

Sensoris Tidak ada kelainan atau masalah sensorik


Ekstremitas Ekstremitas atas : dapat digerakkan dengan baik, tangan kiri terpasang
infus NaCl 0,9 % 12 jam/kolf
Ekstremitas bawah : tidak mengalami masalah

Payudara Tidak ada masalah, bentuk simetris, tidak ada edema.

Genitalia Genitalia tidak ada kelainan, dan terdapat keputihan

Rectal Tidak ada kelainan

Lokasi Luka/nyeri/injuri*:

Keterangan:*Diarsir bagian tubuh


yang mengalami. Apabila luka
dilengkapi dengan ukuran & jenis
luka

Penatalaksanaan Medis:
Tanggal: 1) Curcuma 3x1 tablet
2) OAT 4 FDC (pagi)1x4 tablet
17 April
3) Injeksi ranitidin 2x1 amp
2021 4) Injeksi cefoperazon 2x1 gram
5) IVFD NaCl 0,9% 12 jam/kolf
ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI PROBLEM


/
TGL

1 DS : Infeksi Bersihan Jalan Nafas

Tuberculosis Tidak Efektif/


- Pasien mengatakan sesak
Ketidakefektifan Bersihan
nafas dan batuk berdahak
Jalan nafas
namun dahaknya sulit

keluar

DO :

- Pasien tampak sesak

- Nafas cepat

- RR 28x/menit

- Pasien batuk dan sulit

mengeluarkan dahaknya

- Terlihat ada tambahan otot

bantu nafas : retraksi

dinding dada

- Suara tambahan : Ronchi

- TD : 100/60 mmHg

- Nadi : 85 x/menit

- Hasil pemeriksaan

sputum : BTA (+)

- Hasil rontgen terdapat

pada kedua lapang paru,


kesan TB paru.

- Pasein terpasang oksigen

nasal kanul 4 lt/i

2 DS : Kurangnya asupan Defisit

makanan Nutrisi/Ketidakseimbangan
- Pasien mengatakan tidak
nutrisi kurang dari
nafsu makan
kebutuhan tubuh
- Pasien mengatakan mual

dan hanya menghabiskan

¼ porsi makanannya

- Pasien mengatakan terjadi

penurunana BB hingga 9

kg dari 45 kg ke 36 kg.

DO :

- Pasien tampak lemah

- Pasien saat diit ML TKTP

namun hanya abis ¼ porsi

- IMT 16,0 ( Berat badan

kurang)

- Bising usus hiperaktif

- Rambut rontok

- Membran mukosa bibir

kering dan pucat

- Terapi curcuma 3x1 tablet


3 DS : Ketidaknyamanan Gangguan Pola Tidur
- Pasien mengatakan tidur Fisik

tidak nyenyak dan sering

terbangun pada malam hari

karena batuk dan sesak

nafas

- Pasien mengatakan hanya

tidur 3-4 jam sehari

DO :

- Pasien tampak lemas

- Konjugtiva anemis

- Aktivitas pasien dibantu

keluarga

- TD : 100/60 mmHg

- Nadi : 85 x/i

- RR : 28x/i

4 DS : Penurunan Risiko Infeksi

Hemoglobin
- Pasien mengeluh lemas

- Pasien mengatakan urin

nya berwarna kuning

kemerahan

DO :

- Pasien mengatakan lemas

- Hasil hemoglobin menurun

; 10 gr/dL (12-14 gr/dL)


- Hasil Leukosit meningkat ;

25.330 mm³ (5000-10.000

mm³)

- Riwayat minum OAT tidak

teratur

- Hasil pemeriksaan

sputum : BTA (+)

- Hasil rontgen terdapat

fibro infiltrate pada kedua

lapang paru, kesan : TB

Paru
RENCANA KEPERAWATAN

No SDKI SLKI SIKI

1 Bersihan Jalan Nafas Setelah dilakukan tindakan Manajemen Jalan Nafas


Tidak efektif keperawatan 3x24 jam Observasi :
Definisi : diharapkan bersihan jalan - Monitor pola
Ketidakmampuan nafas efektif dengan kriteria nafas(frekuensi,
membersihkan sekret atau hasil : kedalaman, dan
obstruksi jalan nafas - Batuk efektif usaha nafas)
untuk mempertahankan meningkat - Monitor bunyi nafas
jalan nafas tetap paten - Produksi sputum tambahan (mis;
menurun mengi, ronchi)
DS : - Ronchi menurun - Monitor sputum
- Dispnea menurun (jumlah, warna ,
- Dispnea
- Ortopnea menurun aroma)
- Ortopnea
- Sianosis menurun Terapeutik :
DO :
- Gelisah menurun - Pertahankan
- Batuk tidak efektif
- Frekuensi nafas kepatenan jalan
- Sputum berlebihan
membaik nafas dengan head-
di jalan nafas
- Pola Nafas membaik tilt dan chin-lift
- Mengi, ronchi,
- Posisiskan pasien
atau wheezing
semi fowler atau
- Gelisah
fowler
- Frekuensi nafas
- Berikan minuman
berubah
hangat
- Pola nafas berubah
- Lakukan fisioterapi,
bila perlu
- Lakukan
penghisapan lendir
kurang dari 15 detik,
bila perlu
- Berikan oksigen,
jika perlu
Edukasi :
- Anjurkan asupan
cairan 2000 ml/hari,
jika tidak
kontaindikasi
- Ajarkan teknik
batuk efektif
Kolaborasi :
Kolaborasi pemberian
bronkodilator, ekspektoran
dan mukolitik, jika perlu

Latihan Batuk Efektif


Observasi :
- Identifikasi
kemampuan batuk
- Monitor adanya
reensi sputum
- Monitor tanda dan
gejala infeksi
saluran nafas
- Monitor input dan
output cairan
Terapeutik :
- Atur posisi semi
fowler atau fowler
- Pasang perlak atau
bengkak di
pangkuan pasien
- Buang sekret pada
bengkok
Edukasi:
- Jelaskan tujuan dan
prosedur batuk
efektif
- Anjurkan tarik nafas
dalam melalui
hidung selama 4
detik, ditahan
selama 2 detik,
kemudian keluarkan
dari mulut dengan
bibir membuka
selama 8 detik
(buang perlahan)
- Anjurkan
mengulangi tarik
nafas dalam hingga
3 kali
- Anjurkan batuk
dengan kuat setelah
tarik nafas yang ke 3
Kolaborasi :
- Kolaborasi
pemberian
mukolitik atau
ekspektoran , jika
perlu
2 Defisit Nutrisi Setelah dilakukan tindakan Manajemen Nutrisi
Definisi : Asupan nutrisi keperawatan 3x24 jam Definisi : Mengidentifikasi
tidak cukup untuk diharapkan nutrisi membaik dan menglola asupan nutrisi
memenuhi kebutuhan dengan kriteria hasil : yang seimbang
metabolisme. - Porsi makanan yang Tindakan
dihabiskan Observasi
DS : meningkat
- Identifikasi status
- Kekuatan otot
- Pasien mengatakan nutrisi
pengunyah
cepat kenyang - Identifikasi alergi
meningkat
- Pasien mengatakn - Kekuatan otot dan intoleransi
nyeri abdomen menelan meenelan makanan
- Pasien mengatakan meningkat - Identifikasi
nafsu makan - Serum albumin kebutuhan laori dan
menurun meningkat nutrien
- Pasien mengatakan - Verbalisasi - Monitor asupana
sejak sakit terjadi keinginan untuk makanan
penurunan BB > meningkatkan nutrisi - Monitor berat badan
10 kg - Perasaan cepat - Monitor hasil
DO : kenyang menurun pemeriksaan
- BB menurun di - Nyeri abdomen laboratorium
bawah rentang menurun Terapeutik
ideal - Sariawan menurun - Berikan makanan
- Bising usus - IMT membaik tinggi serat untuk
hiperaktif - Frekuensi maka mencegah kontipasi
- Otot mengunyah membaik Edukasi
lemah - Nafsu makan - Anjurkan posisi
- Otot menelan membaik duduk bila mampu
lemah - Bising usus - Ajarkan diet yang
- Sariawan membaik diprogramkan
- Serum albumin Kolaborasi
menurun - Kolaborasi
- Diare pemberian medikasi
- Rambut rontok sebelum makan bila
perlu
- Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk
menentukan jumlah
kalori dan jenis
nutrien yang
dibutuhkan , bila
perlu.

3 Gangguan Pola Tidur Setelah dilakukan tindakan Dukungan Tidur


Definisi : Gangguan keperawatan 3x24 jam Observasi :
kualitas dan kuantitas diharapkan pola tidur
- Identifikasi pola
waktu tidur akibat faktor membaik dengan kriteria
aktivitas dan tidur
eksternal hasil :
- Identifikasi faktor
- Keluhan sulit tidur penggangu
DS:
menurun - Identifikasi
- Mengeluh sulit - Keluhan sering makanan dan
tidur terjaga menurun minuman yang
- Mengeluh sering - Keluhan tidak puas mengganggu tidur
terjaga tidur menurun - Identifikasi obat
- Mengeluh tidak - Keluhan pola tidur tidur yang
puas tidur berubah menurun dikonsumsi
- Mengeluh pola - Keluhan istirahat Terapeutik :
tidur berubah tidak cukup - Tetapkan jadwal
- Mengeluh istirahat menurun tidur rutin
tidak cukup - Kemampuan - Fasilitasi
- Mengeluh beraktivitas menghilangkan stres
kemampuan membaik sebelum tidur
beraktivitas - Lakukan prosedur
menurun untuk meningkatkan
DO: kenyamanan
- Pasien lemas - Sesuaikan jadwal
- Konjugtiva anemis pemberian obat atau
tindakan untuk
menunjang siklus
tidur
Edukasi :
- Jelaskan pentingnya
tidur cukup selama
sakit
- Anjurkan menepati
kebiasaan tidur
- Anjurkan
penggunaan obat
tidur yang tidak
mengandung
supresor terhadap
tidur
- Ajarkan relaksasi
nonfarmakologi
4 Risiko Infeksi Setelah dilakukan tindakan Pemantauan Elektrolit
Definisi : Berisiko keperawatan 3x24 jam Observasi :
mengalami peningkatan diharapkan resiko dapat
- Identifikasi
terserang organisme terkontrol dengan kriteria
kemungkinan
patogenik hasil :
penyebab
- Kemampuan ketidakseimbangan
DS :
mencari informasi elekrolit
- Pasien mengeluh tentang faktor risiko - Monitor kadar
lemah meningkat eletrolit serum
DO : - Kemampuan - Monitor mual dan
- Terjadi pemurunan mengidentifikasi muntah
hemoglobin dan faktor risiko - Monitor kehilangan
leukosit meningkat cairan, bila perlu
- Hasil diganostik - Kemampuan Terapeutik :
pendukung melakukan strategi - Aur interval waktu
kontrol resiko pemantauan sesuai
meningkat dengan kondisi
- Kemampuan pasien
merubah perilaku - Dokumentasi hasil
meningkat pemantauan
- Komitmen terhadap Edukasi :
strategi meningkat - Jelaskan tujuan dan
- Penggunaan fasilitas prosedur
kesehatan meningkat pemantauan
- Pemantauan - Informasikan hasil
perubahan status pemantauan, jika
kesehatan meningkat perlu

Pemberia Obat Intravena


Observasi :
- Identifikasi
kemungkinan lergi,
interaksi, dan
kontaindikasi obat
- Verifikasi order obat
sesuai dengan
indikasi
- Periksa tanggal
kadaluarsa obat
- Monitor tanda vital
dan nilai
laboratorium
sebelum pemberian
obat, jika perlu
- Monitor efek
terapeutik obat
- Monitor efek
sampaing dan
interaksi obat
Terapeutik :
- Lakukan prinsip 6
benar obat
- Pastikan ketepatan
dan kepatenan
kateter IV
- Campurkan obat ke
dalam kantung,
botol atau buret
sesuai kebutuhan
- Berikan obat IV
dengan kecepatan
yang tepat
- Tempelkan label
keterangan nama
obat dan dosis pada
wadah cairan IV
Edukasi :
- Jelaskan jenis obat,
alasan diberikan,
tindakan yang
diharapkan dan efek
samping sebelum
pemberian
- Jelaskan faktor yang
dapat meningkatkan
dan menurunkan
efektivitas obat
CATATAN PERKEMBANGAN

Kamis, 8 April 2021

No. Diagnosa Implementasi Evaluasi

1 Nyeri Akut - Melakukan pengkajian S:


PQRST
- Klien mengatakan
- Memberikan perawatan
nyerinya hilang
analgesik sesuai orderan
timbul dan sering
dokter
muncul pada malam
- Mengajarkan teknik
hari, nyeri terasa
nonfarmakologi teknik
seperti terbakar,
nafas dalam & relaksasi
nyeri di area rektum,
musik spiritual
skala nyeri 6
- Menganjurkan istirahat
- Klien mengatakan
dan tidur untuk
nyeri masih ada
membantu mengurangi
namun mulai dapat
nyeri
di kontrol
O:
- Pasien tampak
meringis
- Skala nyeri 6
- Klien mampu
melakukan teknik
relaksasi relaksasi
nafas dalam
- Klien dapat
mempraktekkan
terai musik religius
- TD: 115/80 mmHg
- Nadi : 121x/ menit
- Pernafasan : 22x/
menit
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan
2 Ansietas - Mengindentifikasi S:
kondisi emosi dan
- Pasien mengatakan
pengalamn subjektif
cemas dan khawatir
yang mengganggu
terhadap penyakit
kemampuan kognitif
nya
- Mengidenfikasi teknik
- Pasien mengatakan
relaksasi yang pernah
pusing dan tidak
digunakan
berdaya
- Periksa tanda-tanda vital
O:
- Menciptakan lingkungan
- Pasien tampak
yang tenang dan nyaman
gelisah
- Mengajarkan teknik
- Pasien tampak pucat
relaksasi
- Saat berbicara
terkadang suara
bergetar
- Sering berkemih
hingga ganti
pempers 7-8 kali
sehari
- TD : 115/80 mmHg
- Nadi : 121 x/menit
- Pernafasan : 22x/
menit
- Pasien sulit tidur
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan
3 Defisit Nutrisi - Mengidentifikasi status S:
nutrisi - Pasien mengatakan
- Mengidentifikasi alergi tidak nafsu makan
makanan - Pasien mengatakan
- Mengidentifikasi ada penurunan BB
kebutuhan kalori sebanyak ±27 kg
- Monitor asupan nutrisi - Pasien mengatakan
- Monitor hasil kembung di perut
pemeriksaan labor O:
- Menganjurkan diet yang - Rambut pasien
di programkan rontok berlebihan

- Pasien tampak pucat

- Konjugtiva tidak

anemis

- IMT pasien : 16,79

(Berat badan

kurang)

- Nilai Albumin 2,6

g/dL (3,8 – 5,0)

- Kebutuhan Kalori
Tubuh ±1.350 kkal
- Diet ML : 1.500
kkal
- Porsi makan pasien
hanya abis ½ porsi
±250 kkal (makan
pagi dan siang hari)
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi di lanjutkan
Jumat, 9 April 2021

No. Diagnosa Implementasi Evaluasi

1 Nyeri Akut - Melakukan pengkajian S:


PQRST
- Klien mengatakan
- Memberikan perawatan
nyerinya hilang
analgesik sesuai orderan
timbul dan sering
dokter
muncul pada malam
- Mengajarkan teknik
hari, nyeri terasa
nonfarmakologi teknik
seperti terbakar,
nafas dalam & relaksasi
nyeri di area rektum,
musik spiritual
skala nyeri 5
- Menganjurkan istirahat
- Klien mengatakan
dan tidur untuk
nyeri masih ada
membantu mengurangi
namun mulai dapat
nyeri
di kontrol
O:
- Pasien masih
tampak meringis
- Skala nyeri 5
- Klien
mempraktekkan
terapi musik religius
- TD: 123/91 mmHg
- Nadi : 106 x/ menit
- Pernafasan : 22x/
menit
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan

2 Ansietas - Mengindentifikasi S:
kondisi emosi dan
pengalamn subjektif - Pasien mengatakan
yang mengganggu cemas dan khawatir
kemampuan kognitif terhadap penyakit
- Mengidenfikasi teknik nya
relaksasi yang pernah - Pasien mengatakan
digunakan pusing dan lemas
- Periksa tanda-tanda vital O:
- Menciptakan lingkungan - Pasien masih
yang tenang dan nyaman tampak gelisah
- Mengajarkan teknik - Saat berbicara
relaksasi terkadang suara
bergetar
- Sering berkemih
hingga ganti
pempers 6-7 kali
sehari
- TD : 123/91 mmHg
- Nadi : 106 x/menit
- Pernafasan : 22x/
menit
- Pasien sulit tidur
malam tadi hanya 2
jam
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan
3 Defisit Nutrisi - Mengidentifikasi status S:
nutrisi
- Pasien mengatakan
- Mengidentifikasi alergi
tidak nafsu makan
makanan
- Pasien mengatakan
- Mengidentifikasi
ada penurunan BB
kebutuhan kalori
sebanyak ±27 kg
- Monitor asupan nutrisi - Pasien mengatakan
- Monitor hasil begah di perut
pemeriksaan labor O:
- Menganjurkan diet yang - Rambut pasien
di programkan rontok berlebihan

- Pasien tampak pucat

- Konjugtiva tidak

anemis

- IMT pasien : 16,79

(Berat badan

kurang)

- Nilai Albumin 2,6

g/dL (3,8 – 5,0)

- Kebutuhan Kalori
Tubuh ±1.350 kkal
- Diet ML : 1.500
kkal
- Porsi makan pasien
hanya abis ½ porsi
±250 kkal (makan
pagi dan siang hari)
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi di lanjutkan
4 Risiko Disfungsi - Mengidentifikasi S:
Motilitas kondisi stoma
- Pasien mengatakan
Gastrointestinal - Mengidentifikasi
nyeri di daerh
kemampuan dan
abdomen
pengetahuan pasien
O:
tentang stoma - Stoma terdapat di
- Melakukan perawatan abdomen kuadrat
stoma kiri bawah
- Menjelaskan prosedur - Kulit sekitas stoma
yang akan dilakukan tidak tampak
kemerahan
- Kantong stoma
berisi feses
konsistensi lunak
berwarna kuning
kecoklatan
- Kantong stoma
dibersihkan dan
diganti dengan yang
baru
A:
Masalah teratasi
P:
Intervensi dihentikan
Minggu, 11 April 2021

No. Diagnosa Implementasi Evaluasi

1 Nyeri Akut - Melakukan pengkajian S:


PQRST
- Klien mengatakan
- Memberikan perawatan
nyerinya hilang
analgesik sesuai orderan
timbul dan sering
dokter
muncul pada malam
- Mengajarkan teknik
hari, nyeri terasa
nonfarmakologi teknik
seperti terbakar,
nafas dalam & relaksasi
nyeri di area rektum,
musik spiritual
skala nyeri 5
- Menganjurkan istirahat
- Klien mengatakan
dan tidur untuk
nyeri masih ada
membantu mengurangi
namun sudah dapat
nyeri
di kontrol
O:
- Pasien masih
tampak meringis
- Skala nyeri 5
- Klien
mempraktekkan
terapi musik religius
- TD: 105/80 mmHg
- Nadi : 90 x/ menit
- Pernafasan : 20x/
menit
A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Intervensi dilanjutkan

2 Ansietas - Mengindentifikasi S:
kondisi emosi dan
pengalamn subjektif - Pasien mengatakan
yang mengganggu masih cemas dan
kemampuan kognitif khawatir terhadap
- Mengidenfikasi teknik penyakit nya
relaksasi yang pernah - Pasien mengatakan
digunakan pusing dan lemas
- Periksa tanda-tanda vital O:
- Menciptakan lingkungan - Pasien masih
yang tenang dan nyaman tampak gelisah
- Mengajarkan teknik - Saat berbicara
relaksasi terkadang suara
bergetar
- Sering berkemih
hingga ganti
pempers 6-7 kali
sehari
- TD : 105/80 mmHg
- Nadi : 90 x/menit
- Pernafasan : 20x/
menit
- Pasien sulit tidur
malam
A:
Masalah belum teratasi
P:
Intervensi dilanjutkan
3 Defisit Nutrisi - Mengidentifikasi status S:
nutrisi
- Pasien mengatakan
- Mengidentifikasi alergi
mulai nafsu makan
makanan
- Pasien mengatakan
- Mengidentifikasi
ada penurunan BB
kebutuhan kalori
sebanyak ±27 kg
- Monitor asupan nutrisi
- Pasien mengatakan
- Monitor hasil tidak terlalu
pemeriksaan labor kembung lagi
- Menganjurkan diet yang O :
di programkan - Rambut pasien

rontok

- Pasien tampak pucat

- Konjugtiva tampak

anemis

- IMT pasien : 16,79

(Berat badan

kurang)

- Nilai Albumin 2,6

g/dL (3,8 – 5,0)

- Kebutuhan Kalori
Tubuh ±1.350 kkal
- Diet ML : 1.500
kkal
- Porsi makan pasien
mulai lebih dari ½
porsi ±350 kkal
(makan pagi dan
siang hari)
A:
Masalah teratasi sebagian
P:
Intervensi di lanjutkan