Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TUTORIAL KE-2

TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI

NAMA: KOMANG DEWI MULYANI


NIM: 031190016

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS EKONOMI
TUGAS TUTORIAL KE-2
PROGRAM STUDI AKUNTANSI

Nama Mata Kuliah : Teori Portofolio dan Analisis Investasi


Kode Mata Kuliah : EKSI4203
Jumlah sks : 3 sks
Nama Pengembang : Eka Wirajuang Daurrohmah, S.E.I., M.Ak
Nama Penelaah : Eka Wirajuang Daurrohmah, S.E.I., M.Ak
Status Pengembangan : Baru/Revisi*
Tahun Pengembangan : 2021
Edisi Ke- : 3

No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial


1 Ada 3 macam nilai 40 Modul 4 Kegiatan Belajar 1
saham. Sebut dan
jelaskan ketiganya
serta berikan cara
perhitungannya.
2 Hitung nilai 30 Modul 5 Kegiatan Belajar 2
intrinsiknya dan
berikan keputusan
pembelian
3 Bagaimana 30 Modul 6 Kegiatan Belajar 2
langkah-langkah
untuk memilih
portofolio yang
optimal menurut
metode Markowitz
* coret yang tidak sesuai
2. Suatu obligasi tidak membayar kupon masih mempunyai umur 7 tahun hingga jatuh
temponya. Nilai jatuh tempo obligasi ini sebesar Rp 1.000.000 dan sekarang dijual
dengan harga Rp 675.000 per lembarnya. Berapa nilai intrinsik obligasi ini pada
saat ini jika suku bunga diskontonya 6,25% setahun? Keputusan apa yang akan
diambil jika anda adalah calon investor yang sedang mencari instrument investasi
Lembar Jawaban

1. Ada 3 macam nilai saham. Sebut dan jelaskan ketiganya serta berikan cara
perhitungannya.
Jawab :
Nilai-nilai saham :
A. Nilai Nominal
Merupalan nilai kewajiban yang ditetapkan untuk tiap-tiap lembar saham.
Untuk saham yang tidak memiliki nominal, dewan direksi umumnya
menetapkan nilai sendiri per lembarnya. Jika ada nilai yang ditetapkan,
maka yang dianggap sebagai modal secara hukum adalah semua
penerimaan bersih yang diterima oleh emiten pada waktu mengeluarkan
saham bersangkutan.
Nilai nominal bervariasi dari satu saham ke saham lain, di Indonesia
sebagian besar saham mempunyai nilai nominal yang sama yaitu sebesar
Rp100.
B. Nilai Buku
Nilai buku (book value) per lembar saham menunjukkan aset bersih yang
dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham. Karena
aset bersih adalah sama dengan total ekuitas pemegang saham, maka nilai
buku per lembar dihitung sebagai berikut :
Nilai Buku per lembar = Total Ekuitas : Jumlah saham beredar
Apabila perusahaan mempunyai 2 macam kelas saham yaitu saham
preferen dan saham biasa maka perhitungan nilai buku per lembar nya
yaitu :
a. Nilai Buku Saham Preferen
Nilai buku saham preferen dihitung dengan mengalikan
nilai tebus (call price) ditambah dengan dividen yang di
arrears dengan le,bar saham preferen yang beredar. Jika
nilai tebus tidak digunakan, maka nilai nominal yang
digunakan.
Di dalam perhitungan ini, agio saham untuk saham preferen
tidak dimasukkan, karena pemegang saham preferen tidak
mempunyai hak untuk agio ini walaupun berasal dari saham
preferen, sehingga nilai agio ini dimasukkan sebagai
tambahan nilai ekuitas saham biasa.
b. Nilai Buku Saham Biasa
Dihitung dengan mengurangi nilai total ekuitas dengan nilai
buku saham preferen. Nilai buku per lembar saham biasa
dihitung dengan membagi nilai total ekuitas saham biasa
dengan jumlah lembar biasa yang beredar.
Contoh:
Total ekuitas suatu perusahaan adalah sebesar Rp. 8 milyar. Perusahaan ini
mempunyai 80.000 lembar saham preferen dengan nilai nominal Rp.
10.000 per lembarnya. Dividen untuk saham preferen sebesar 8% yang
berada di arrears adalah selama 1 tahun. Jumlah saham biasa yang beredar
adalah sebanyak 640.000 lembar. Berapa nilai buku saham preferen dan
saham biasa?
Jawab:
Nilai ekuitas dari saham preferen sebagai berikut ini.
Nilai nominal saham preferen (80.000 lembar x Rp10.000) = Rp800.000.000
Dividend in arrears (80.000 lembar x 8% x Rp. 10.000) = Rp64.000.000
Total nilai ekuitas saham preferen = Rp. 864.000.000
Jadi nilai buku per lembar saham preferen adalah sebesar Rp. 864.000.000
dibagi dengan 80.000 lembar = Rp. 10.800. Nilai buku saham biasa adalah
sebesar (Rp. 8.000.000.000 – Rp. 864.000.000 : 640.000 lembar saham
yang beredar) yaitu sebesar Rp. 11.150 per lembaranya.
C. Nilai Intrinsik
Merupakan nilai sebenarnya yang diperkirakan. Nilai intrinsik disebut
dengannilai fundamental. Nilai intrinsik dapat dihitung dengan
beberaoa metode :
a. Metode Nilai Sekarang Aliran Kas Masa Datang
Nilai perusahaan dicerminkan oleh nilai prospek di masa
depan yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan arus kas di masa depan. Perusahaan yang
mempunyai kemampuan menghasilkan arus masa depan
lebih tinggi maka nilai perusahaannya juga akan dinilai
lebih tinggi. Agar dapat dinilai sekarang, maka nilai-nilai
arus kas masa depan tersebut perlu di nilai sekarangkan
(present value)

Arus Kast
Po¿ =∑
t=1 (1+ k )t

Notasi :
Po¿ = Nilai Sekarang dari perusahaan
t = periode waktu ke t dari t=1 sampai dengan ∞
k = suku bunga diskonto atau tingkat
pengembalian yang diinginkan.
b. Model Diskonto Dividen
Merupakan model alternatif untuk menghitung nilai
intrinsik saham selain model nilai sekarang arus kas masa
depan.
Rumus nila intrinsik model diskonto dividen :

¿ Dt
Po =∑ t
t=1 (1+k )

Notasi :
Po¿ = Nilai Sekarang dari perusahaan
D t = Dividen yang dibayarkan untuk periode ke t.
t = periode waktu ke t dari t=1 sampai dengan ∞
k = suku bunga diskonto atau tingkat
pengembalian yang diinginkan.
Ada 3 macam versi variasi dividen yang dibayarkan
oleh perusahaan, yaitu :
a) Pembayaran Dividen Konstan
D D
Po¿ = +
( 1+ k ) ¿ ¿
b) Pembayaran Dividen Bertumbuh Konstan
D0 (1+g )
Po¿ =
( k −g )

Untuk D1= D 0 (1 +g)

Maka secara singkat dapat ditulis :


D1
Po¿ =
( k−g )

c) Pembayaran Dividen Tidak Beraturan

D1 D
Po¿ = + ¿ ¿2
( 1+ k )

c. Model Relatif
Menghitung nilai intrinsik saham dikaitkan secara relatif
dengan nilai lain. Salah satu metode populernya adalah
dengan mengaiktkan relatif terhadap laba (earning
multiplier). Rumus nya :
¿ P0 ¿
Po = x E1 atau Po =PER x E 1
E1
(Sumber : BMP EKSI4203 Modul 4 Halaman 4.13 sampai 4.20)

2. Dik :
Nilai Jatuh Tempo NJT = Rp 1.000.000
Waktu sampai jatuh tempo n = 7 tahun
Nilai pasar = Rp 675.000
i = 6,25% = 0,0625
¿
Dit : Nilai Intrinsik NO ?
Hit:
NJT n
NO ¿= n
(1+i)

Rp1.000 .000 = Rp 654.180


NO ¿=
¿¿
Keputusan yang akan saya ambil sebagai calon investor adalah tidak membeli obligasi ini
karena nilai pasarnya Rp 675.00 lebih mahal dari nilai intrinsiknya Rp 654.180

(Sumber : BMP EKSI4203 Modul 5 Halaman5.18 dan 5.23 sampai 5.24)

3. Bagaimana langkah-langkah untuk memilih portofolio yang optimal menurut metode


Markowitz
Jawab :
Untuk memilih portofolio yang optimal metode Markowitz dapat dilakukan dengan 2
langkah, yaitu :
a. Membentuk set efisien yang berisi dengan portofolio-portofolio efisien
efisien.
b. Pilih salah satu dari portofolio efisien sebagai portofolio optimal sesuai
dengan prefrensi risiko investor.

Preferensi risiko investor menunjukkan seberapa besar risiko yang investor berani
mengambil. Sesuai dengan preferensi risikonya masing-masing, investor akan memilih
portofolio yang akan mengoptimalkan utilitinya. Fungsi utiliti investor tergantung juga
dari preferensi risikonya. Mereka yang mempunyai preferensi risiko rendah (risk averse)
akan memilih portofolio optimal di C1, sedangkan mereka yang mempunyai preferensi
risiko tinggi (risk taker) akan memilih portofolio optimal di titik C2.

Portofolio yang optimal untuk tiap-tiap investor terletak pada titik persinggungan antara
fungsi utiliti investor dengan efficient set. Karena titik ini menunjukkan portofolio efisien
yang tersedia dipilih dengan menyediakan kepuasan tertinggi yang dapat dinikmati oleh
investor.

(Sumber : BMP EKSI 4203 Modul 6 Halaman 6.10)