Anda di halaman 1dari 15

Nama : Febby Sulistiani Putri

NPM : C1C018036
Kelas : D S1 Akuntansi
Mata Kuliah : Akuntansi Keprilakuan

Tugas “Menjelaskan 5 Model Komunikasi”

1. Model Komunikasi Lasswell


Menurut Lasswell, komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan yang dilakukan
melalui media kepada komunikate yang menimbulkan efek tertentu. Model komunikasi
Lasswell menggambarkan kajian proses komunikasi secara ilmiah yang menitikberatkan
pada berbagai turunan dari setiap elemen komunikasi dan sekaligus merupakan jawaban dari
pertanyaan yang telah ia kemukakan. Kelima elemen komunikasi tersebut adalah :

 Komunikator/sumber/pengirim pesan atau communicator/source/sender.


 Pesan atau message.
 Media atau channel.
 Komunikan/komunikate/penerima pesan atau communicant/communicatee/receiver.
 Efek atau effect.

Elemen-elemen dalam Model Komunikasi Lasswell

Dalam model komunikasi Lasswell, terdapat 5 (lima) elemen komunikasi yang juga dapat
digunakan sebagai alat untuk melakukan evaluasi terhadap proses komunikasi dan evaluasi
terhadap masing-masing elemen komunikasi. Kelima elemen tersebut adalah sebagai berikut
:

1. Who, merujuk pada komunikator atau sumber yang mengirimkan pesan.


Menurut Lasswell, dalam setiap bentuk komunikasi selalu ada seseorang atau sesuatu
yang memainkan peran dalam melakukan komunikasi. Para ahli komunikasi sepakat
bahwa yang dimaksud dengan komunikator adalah source/transmitter/sender atau
pengirim pesan. Terkait dengan studi media, maka elemen Who dalam model
komunikasi Lasswell dapat dikaji melalui analisis kontrol atau control analysis. Yang
dimaksud dengan analisis kontrol atau control analysis adalah studi atau kajian yang
menitikberatkan pada hal-hal yang terkait dengan kepemilikan media massa, ideologi
media, dan lain sebagainya.
2. (Says) What, merujuk pada isi pesan.
Elemen kedua dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (Says) What yang
merujuk pada isi pesan. Terkait dengan studi media, maka elemen (Says) What dapat
dikaji melalui content analysis atau analisis isi. Yang dimaksud dengan analisis isi
atau content analysis adalah penelitian terhadap isi pesan dan biasanya diterapkan
melalui pertanyaan-pertanyaan yang bersifat representasi. Misalnya, berapa jumlah
perempuan yang direpresentasikan dalam pers tabloid, bagaimana kaum minoritas
digambarkan dalam televisi, dan lain sebagainya. Beberapa karakteristik media
penyiaran yang dimiliki media massa seperti televisi atau radio memungkinkan khalayak
untuk berfikir dalam gambar atau secara visual atau berfikir dalam suara.
3. (In Which) Channel, merujuk pada media atau saluran yang digunakan untuk
mengirimkan pesan
Kemudian, elemen ketiga dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (In Which)
Channel yang merujuk pada pemilihan dan penggunaan media dalam proses pengiriman
pesan. Terkait dengan studi media, penelitian yang menitikberatkan pada media massa
seperti radio dan lain-lain dinamakan analisis media atau  media analysis. Sama halnya
dengan analisis isi, dalam analisis media penelitian dilakukan dengan menggunakan
berbagai pertanyaan terkait ketersediaan media yang sesuai yang akan digunakan untuk
mengirimkan pesan, misalnya media apakah yang sesuai bagi khalayak. Kesalahan
dalam pemilihan media yang tepat dapat mempengaruhi efek komunikasi yang
diharapkan.
4. (To) Whom, merujuk pada penerima pesan.
Elemen keempat yang tak kalah penting dalam model komunikasi Lasswell adalah
elemen (To) Whom atau siapa yang menjadi penerima pesan. Dalam tataran kajian
media, studi yang menekankan pada penerima pesan atau khalayak disebut
dengan audience analysis atau analisis khalayak.
Pengetahuan tentang khalayak sasaran dalam proses komunikasi sangatlah penting.
Tidak hanya komunikasi yang kita lakukan melalui media, namun juga komunikasi yang
kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan orang lain, diantaranya dalam sistem
komunikasi interpersonal, komunikasi lintas budaya, komunikasi
antarbudaya, komunikasi persuasif, komunikasi internasional, komunikasi
pembangunan, komunikasi pembelajaran, komunikasi pertanian, komunikasi kesehatan,
dan komunikasi dakwah.
5. (With What) Effects, merujuk pada efek media yang ditimbulkan.
Elemen terakhir dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (With What) Effects,
yaitu efek yang ditimbulkan dari komunikasi yang dilakukan. Kajian terhadap elemen
efek media disebut dengan analisis efek atau effect analysis. Kita melakukan komunikasi
karena ada tujuan yang ingin dicapai. Lasswell tidak menekankan pada komunikasi
interpersonal atau komunikasi antar pribadi namun pada efek media massa. Tema
penting yang dikaji dalam efek media massa diantaranya adalah apakah media memiliki
efek terhadap khalayak serta bagaimana media massa mempengaruhi khalayak sasaran.
Kajian tentang efek media massa telah melahirkan berbagai teori efek media massa,
diantaranya adalah teori jarum hipodermik, teori agenda setting, teori spiral
keheningan, teori uses and gratifications, analisis framing dan lain-lain.

Kelebihan dan Kekurangan Model Komunikasi Lasswell

Model komunikasi Lasswell memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, diantaranya


adalah sebagai berikut :

a. Kelebihan model komunikasi Lasswell

 Model komunikasi sangat sederhana.


 Mudah dipahami.
 Dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bentuk komunikasi.
 Adanya konsep efek.

b. Kekurangan model komunikasi Lasswell

 Tidak adanya konsep tujuan komunikasi.


 Tidak adanya konteks dimana komunikasi berlangsung.
 Tidak adanya konsep umpan balik atau feedback.
 Tidak dapat diterapkan dalam komunikasi manusia secara langsung.
 Model komunikasi hanya dapat diterapkan dalam konteks komunikasi massa.
 Tidak adanya cara untuk mengetahui apakah komunikasi yang efektif dapat dicapai atau
tidak.
 Tidak adanya konsep gangguan atau hambatan-hambatan komunikasi.
 Dipandang terlalu umum.
 Komunikasi bersifat satu arah.
 Khalayak digambarkan bersifat pasif dan harus memiliki kemampuan untuk
melakukan decoding terhadap pesan.
 Tidak ada komunikasi timbal balik.
 Jumlah pesan yang dapat dikirimkan pada satu waktu dapat lebih dari satu.
 Pengirim pesan harus memiliki kemampuan untuk melakukan  encoding terhadap pesan.
 Model komunikasi Lasswell tidak dapat diterapkan pada komunikasi elektronik dan
internet karena tidak jelasnya pengirim dan penerima pesan.

Kritik terhadap Model Komunikasi Lasswell

Model komunikasi Lasswell mendapatkan kritik terutama dari beberapa ahli komunikasi
lainnya, diantaranya George Gerbner, Richard Braddock,Denis McQuail dan Sven Windahl,
dan lain-lain.

 George Gerbner (1956) mengembangkan model komunikasi Lasswell yang menekankan


pada persepsi serta reaksi yang diberikan oleh penerima pesan serta akibatnya bagi
komunikasi. Pengembangan model komunikasi Lasswell oleh Gerbner merupakan
respon terhadap tidak adanya konsep umpan balik atau feedback dalam model
komunikasi Lasswell. Persepsi dan reaksi khalayak sangat penting dalam komunikasi
karena merupakan ukuran untuk mengetahui sejauh mana efek komunikasi yang telah
ditimbulkan oleh komunikasi yang dilakukan. (Baca juga : Ontologi, epistemologi, dan
aksiologi)
 Richard Braddock (1958) mengembangkan model Lasswell sebagai respon terhadap
tidak adanya tujuan komunikasi serta situasi atau keadaan yang mendasari
berlangsungnya komunikasi. Menurut Braddock, elemen-elemen dalam model
komunikasi Lasswell hendaknya ditambah dengan dua elemen baru yaitu tujuan
komunikasi dan konteks komunikasi.
 Denis McQuail dan Sven Windahl (1993) berpendapat bahwa model komunikasi
Lasswell dapat ditransformasikan ke dalam sebuah kotak besar yang menggambarkan
setiap elemen komunikasi dan keterkaitannya satu sama lain. Hal ini sebagai respon
terhadap model komunikasi yang dipandang terlalu umum dan sederhana.
 Stanley Baran dan Dennis Davis (1995) berpendapat bahwa model komunikasi Lasswell
merupakan model proses komunikasi verbal sebagai respon terhadap model komunikasi
Lasswell yang bersifat linear.
 B.S Greenberg dan M.B Salwen (2008) mengakui model komunikasi Lasswell sebagai
sebuah model komunikasi yang paling sering diterapkan secara luas. Namun mereka
berpendapat bahwa walaupun model komunikasi Lasswell menggambarkan atau
menekankan pada beberapa elemen kunci dalam proses komunikasi massa, tidak berarti
menggambarkan cakupan wilayah studi komunikasi massa.

Manfaat Mempelajari Model Komunikasi Lasswell

Mempelajari model komunikasi Lasswell sebagai salah satu model yang acapkali dikutip
oleh para peminat komunikasi memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah :

 Mengetahui dan memahami model komunikasi Lasswell sebagai salah satu model
komunikasi linear.
 Memahami konsep dasar model komunikasi Lasswell.
 Memahami elemen-elemen penting dalam model komunikasi Lasswell beserta kajian
ilmiah yang menyertainya.
 Memahami kelebihan model komunikasi Lasswell.
 Memahami kekurangan model komunikasi Lasswell.
 Memahami kritik terhadap model komunikasi Lasswell yang dikemukakan oleh para ahli.

Contoh Penerapan Model Komunikasi Laswell

 Dosen (siapa)
 Berbicara mengenai bahan ajar atau materi apa yang akn dipelajari selama perkuliahan
berlangsung (apa)
 Melakukan proses perkuliahan di kelas menggunakan bahan ajar seperti ppt, buku, dan
perlengkapan lainnya yang ada dikelas (saluran),
 Kepada Mahasiswa (kepada siapa)
 Dengan pengaruh yang terjadi dosen dapat memberi ilmu dan pemahaman kepada
mahasiswa (efek).

2. Model Komunikasi The Shannon-Weaver


Model ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan berdasarkan tingkat
kecermatannya. Model ini mengandaikan sebuah sumber daya informasi yang menciptakan
sebuah pesan dan mengirimnya dengan suatu saluran kepada penerima yang kemudian
membuat ulang pesan tersebut.

Dengan kata lain, model ini mengasumsikan bahwa sumber daya informasi menciptakan
pesan dari seperangkat pesan yang tersedia. Pemancar (transmitter) mengubah pesan
menjadi sinyal yang sesuai dengan saluran yang dipakai. Saluran adalah media yang
mengirim tanda dari pemancar kepada penerima. Di dalam percakapan, sumber informasi
adalah otak, pemancar adalah suara yang menciptakan tanda yang dipancarkan oleh udara.
Penerima adalah mekanisme pendengaran yang kemudian merekonstruksi pesan dari tanda
itu. Tujuannya adalah otak si penerima. Dan konsep penting dalam model ini adalah
gangguan.

Fokus utama teori ini adalah untuk menentukan cara di mana saluran komunikasi dapat
digunakan secara efisien. Bagi mereka, saluran utamanya adalah kabel telepon dan
gelombang radio. Mereka mencetuskan teori yang memungkinkan mereka mendekati
masalah bagaimana mengirim sejumlah informasi yang maksimum melalui saluran yang
ada, dan bagaimana mengukur kapasitas dari suatu saluran yang ada untuk membawa
informasi. Mereka menggunakan asumsi bahwa komunikasi antar manusia itu ibarat
hubungan melalui telepon dan gelombang radio.
a. Sumber Informasi ( Information Source )
Dalam komunikasi manusia menjadi sumber informasi adalah otak. Pada otak ini terdapat
kemungkinan message / pesan yang tidak terbatas jumlahnya. Tugas utama dari otak
adalah menghasilkan suatu pesan atau suatu set kecil pesan dari berjuta-juta pesan yang
ada.
b. Transmitter
Langkah kedua dari model Shannon adalah memilih transmitter. Pemilihan transmitter ini
tergantung pada jenis komunikasi yang digunakan. Kita dapat membedakan dua macam
komunikasi yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi mesin.
Pada komunikasi tatap muka yang menjadi transmitternya adalah alat-alat pembentuk
suara dan dihubungkan dengan otot-otot serta organ tubuh lainnya yang terlibat dalam
penggunaan bahasa nonverbal , sedangkan pada komunikasi yang menggunakan mesin-
mesin alat komunikasi yang berfungsi sebagai transmitter adalah alat itu sendiri seperti,
telepon, radio, televisi, foto, dan film.
c. Penyandingan Pesan (Encoding )
Penyandingan pesan diperlukan untuk mengubah ide dalam otak kedalam suatu sandi
yang cocok dengan Transmitter. Dalam komunikasi tatap muka signal yang cocok dengan
alat-alat suara adalah berbicara. Signal yang cocok dengan otot-otot tubuh dan indera
adalah anggukan kepala, sentuhan dan kontak mata.
Pada komunikasi yang menggunakan mesin, di mana alat-alat yang digunakan sebagai
perluasan dari indera, penyandian pesan juga berasal dari tubuh tetapi diperluas melalui
jarak jauh dengan transmitter. Misalnya radio adalah perluasan dari suara manusia,
televisi perluasan dari mata dan begitu juga dengan alat komunikasi lainnya.
d. Penerima dan Decoding
Istilah Shannon mengenai penerima dan decoding atau penginterpretasian pesan seperti
berlawanan dengan istilah penyandian pesan. Pada komunikasi tatap muka kemungkinan
transmitter menyandikan pesan dengan menggunakan alat-alat suara dan otototot tubuh.
Penerima dalam hal ini adalah alat-alat tubuh yang sederhana yang sanggup mengamati
signal.
Misalnya telinga menerima dan menguraikan sandi pembicaraan, mata menerima dan
menguraikan sandi gerakan badan dan kepala, kilatan mata dan signal lainnya yang dapat
dilihat mata. Jelaslah jika seorang individu pada komunikasi tatap muka kekurangan satu
atau lebih organ tubuh maka penerimaan pesan akan menjadi macet.
e. Tujuan (Destination)
Komponen terakhir dari Shanon adalah destination (tujuan) yang dimaksud oleh si
komunikator. Destination ini adalah otak manusia yang menerima pesan yang berisi
bermacam-macam hal, ingatan atau pemikiran mengenai kemungkinan dari arti pesan.
Penerima pesan telah menerima signal mungkin melalui pendengaran, penglihatan,
penciuman dan sebagainya kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam
otak.
f. Sumber Gangguan (Noise)
Dalam model komunikasi Shannon ini terlihat adanya faktor sumber gangguan pada
waktu memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima. Misalnya pada waktu
anda berbicara dengan teman di jalan kedengarannya suara mobil lewat anak-anak
berteriak yang semuanya itu mengganggu pembicaraan anda sesaat dan gangguan itu
dinamakan noise. Gangguan ini selalu ada dalam tiap-tiap komunikasi.

Oleh sebab itu kita harus siap menetralkan gangguan dan tidak terkejut dengan
kehadirannya. Untuk menetralkan gangguan ini Shannon mengemukakan empat cara
seperti berikut :

• Menambah kekuatan ( power ) dari signal. Misalnya kalau kita berbicara dengan
seseorang di jalan yang suasananya hiruk pikuk, kita perlu memperkeras suara kita dalam
berbicara supaya tidak diteln suara hiruk pikuk dan agar dapat didengar oleh lawan kita
berbicara.

• Mengarahkan signal dengan persis. Seperti halnya dalam pembicaraan diatas, taktik lain
yang bisa dipakai untuk mengatasi gangguan adalah berbicara dekat sekali dengan lawan
berbicara sehingga suara kita itu dapat menetralkan gangguan suara lain.

• Menggunakan signal lain. Sebagai tambahan terhadap dasar pertama, dapat digunakan
taktik lain untuk menetralisir gangguan yaitu dengan memperkuat pesan dengan signal
lain misalnya, dengan gerakan kepala, gerakan badan, sentuhan, dan sebagainya.

• Redudansi. Redudansi dalam situasi yang normal kurang baik digunakan., tetapi dalam
suasana yang hiruk pikuk pengulangan kata-kata kunci dalam pembicaraan perlu
dilakukan untuk membantu memperjelas pesn yang disampaikan.

Sumber dipandang sebagai pembuat keputusan (decision maker), yaitu sumber yang
memutuskan pesan mana yang akan dikirim. Pesan yang sudah diputuskan untuk dikirim
kemudian diubah oleh transmiter menjadi sebuah sinyal yang dikirim melalui saluran
kepada penerima. Diumpamakan telepon, salurannya adalah kabel, sinyalnya adalah arus
listrik di dalamnya, dan transmiter dan penerimanya adalah pesawat telepon.
Kelebihan Model Komunikasi Shannon dan Weaver

• Menitikberatkan perhatiannya langsung kepada saluran yang menghubungkan pengirim


(sender) dan penerima (receiver) atau dengan kata lain, komunikator dan komunikan.

• Membedakan source dengan transmitter dan antara receiver dengan destination. Dengan kata
lain, dua fungsi dipenuhi pada sisi pengiriman (transmitting) dan pada sisi penerimaan
(receiving) dari proses.

• Digunakan dalam konteks-konteks komunikasi yaitu komunikasi antar pribadi, komunikasi


publik dan komunikasi massa.

• Menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya.


• Memiliki konsep penting yang tidak dimiliki oleh model komunikasi lain yaitu : Noise
(gangguan), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat
mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan.

Kekurangan Model Komunikasi Shannon dan Weaver

• Komunikasi dipandang sebagai fenomena yang statis.

• Komunikasi bersifat satu arah dengan tidak memiliki konsep feedback.

• Model ini memberikan gambaran yang parsial mengenai proses komunikasi.

• Tidak ada konsep umpan balik atau transaksi yang terjadi dalam penyandian dan penyadian
balik dalam model tersebut.

• Tulisan-tulisan Weaver sangat sulit dipahami, misalnya formula yang dikemukakannya.

Contoh Penerapan Model Komunikasi Shannon dan Weaver


Model ini sering disebut model matematis atau model teori informasi. Model Shannon and
Weaver (1949) berfokus pada teori informasi, dan khususnya mengenai transmisi dan
penerimaan pesan. Modelnya terdiri dari tiga elemen: transmiter, receiver dan sumber gangguan.
Dalam telekomunikasi, alat transmiter dan penerima bisa berupa alat perangkat keras, yang
digunakan antara pengirim dan penerima. Gangguan bisa berasal dari cuaca yang buruk,
peralatan listrik yang terganggu oleh sinyal dsb.
Shannon &Weaver juga memperkenalkan konsep lain yang terdiri dari  entropy dan redudancy.
Redudansi dibutuhkan untuk meningkatkan ketepatan berkomunikasi dan mengatasi
gangguan (noise) komunikasi sedangkan entropi adalah ketidakpastian atau ketidakberaturan
suatu situasi. Sebagai contoh entropi pada penderita penyakit Aids. Pengidap Aids atau yang
lebih sering disebut ODHA tidak dapat dipastikan usianya atau kapan ia akan dijemput maut. Hal
ini dikarenakan ajal atau kematian adalah sebuah sistem organisasi yang kemungkinannya sangat
tidak dapat dipastikan. Dengan kata lain, semakin besar entropi, semakin kecil kemungkinan-
kemungkinannya (prediktabilitas). Contoh untuk redudansi adalah apabila kita ingin
mengiklankan produk kita kepada masyarakat konsumen baik melalui media cetak (koran,
majalah, atau tabloid) ataupun elektronik (radio dan televisi), maka redundansi berperan pada
penciptaan pesan (iklan) yang dapat menarik perhatian, sangat simpel, sederhana, berulang-ulang
dan mudah untuk diprediksikan (predictable).

3. Model Komunikasi Berlo’s SMCR


Model komunikasi Berlo merupakan model yang menggambarkan proses komunikasi.
Melalui model komunikasinya, Berlo menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi
setiap elemen yang dimiliki individu dalam proses komunikasi guna membuat komunikasi
menjadi lebih efisien. Model komunikasi SMCR Berlo juga menekankan pada
proses encoding dan decoding yang terjadi sebelum sumber atau source/sender mengirim
pesan dan sebelum penerima pesan atau receiver menerima pesan.

Elemen-elemen dalam Model Komunikasi Berlo

Model komunikasi SMCR Berlo memiliki 4 (empat) komponen atau elemen utama yang
menyokong terjadinya proses komunikasi. Keempat elemen utama tersebut
adalah sender/source atau pengirim pesan, message atau pesan, channel atau saluran komunikasi,
dan receiver atau penerima pesan. Masing-masing elemen model komunikasi Berlo dipengaruhi
oleh beberapa faktor.
Berikut adalah uraian singkat tentang berbagai elemen yang terdapat model komunikasi Berlo
beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Penelaahan Model SMCR

1. S untuk Sender/Source atau Sumber atau Pengirim Pesan


Sender/source atau pengirim pesan adalah sumber berasalnya pesan. Terdapat beberapa faktor
yang mempengaruhi elemen sender/source atau sumber yaitu keterampilan komunikasi, sikap,
pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.

 Keterampilan komunikasi (communication skills)

Merupakan kemampuan individu untuk berkomunikasi seperti kemampuan untuk


membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, dan lain sebagainya. Keterampilan
komunikasi yang dimiliki oleh sender/source atau sumber merupakan faktor yang
mempengaruhi proses komunikasi. Jika sender/source atau sumber memiliki keterampilan
komunikasi yang baik, maka pesan akan dapat dikomunikasikan dengan lebih baik.
Sebaliknya, jika sender/source atau sumber tidak memiliki keterampilan komunikasi yang
baik, maka pesan tidak dapat dikomunikasikan dengan baik. Komunikasi yang efektif pun
tidak akan terjadi.

 Sikap (attitudes)

Merupakan sikap yang diberikan oleh sender/source atau sumber kepada diri sendiri,


khalayak, dan lingkungan dapat memberikan perubahan makna dan efek pesan.

 Pengetahuan (knowledge)

Merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh sender/source atau sumber tentang subyek


pesan yang membuat pesan dikomunikasikan memiliki efek yang lebih terhadap khalayak.
Dengan memiliki pengetahuan yang baik tentang subyek akan membuat pesan dapat
dikirimkan secara lebih efektif oleh komunikator. Perlu dipahami bahwa pengetahuan
disini menyangkut pengetahuan tentang subyek bukan pengetahuan secara umum.

 Sistem sosial (social systems)

Meliputi beberapa aspek sistem sosial seperti nilai-nilai, kepercayaan, budaya, agama, dan
pemahaman umum terkait masyarakat. Aspek-aspek ini mempengaruhi
cara sender/source atau sumber dalam mengkomunikasikan pesan.

 Budaya (culture)

Merupakan bagian dari masyarakat yang juga berada dalam sistem sosial. Budaya
merupakan salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi. Sebagaimana
telah kita pelajari dalam Komunikasi Antar Budaya atau Komunikasi Lintas Budaya bahwa
latar belakang budaya yang dimiliki oleh individu dapat mempengaruhi dalam
pembentukan serta penerimaan pesan. Dengan kata lain, perbedaan budaya mempengaruhi
dalam penerimaan pesan. Untuk itu kita sebagai sender/source atau sumber harus memiliki
pengetahuan yang baik tentang khalayak yang menjadi sasaran komunikasi.

2. M untuk Message atau Pesan
Yang dimaksud dengan elemen message atau pesan dalam model komunikasi Berlo
adalah substansi yang dikirimkan oleh sender/source atau  sumber kepada penerima pesan.
Pesan yang dikirimkan oleh sender/source atau sumber dapat berbentuk suara, teks, video,
ataupun media lainnya. Dalam elemen pesan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
pesan, yaitu isi (content), elemen pesan (elements), perlakuan (treatment), struktur (structure),
dan kode (code).

 Isi (content) merujuk pada materi dalam pesan yang dipilih oleh sender/source atau


sumber untuk mengekspresikan tujuannya. Isi atau content memiliki elemen dan struktur.
 Elemen (elements) menyangkut beberapa hal nonverbal seperti bahasa, gestur, bahasa
tubuh dan lain sebagainya. Dalam pesan selalu terdapat beberapa elemen yang
melengkapi isi pesan atau content. (Baca juga : Komunikasi Nonverbal)
 Perlakuan (treatment) merujuk pengemasan pesan yang mencakup bagaimana pesan
dikirimkan kepada penerima pesan serta memberikan efek terhadap umpan balik yang
diberikan oleh receiver atau penerima pesan. Perlu diingat pula bahwa perlakuan yang
berlebihan terhadap pesan justru akan menghambat jalannya komunikasi.
 Struktur (structure) merujuk pada struktur pesan yang berdampak pada keefektifan
sebuah pesan. Pesan bisa jadi sama namun struktur pesan yang tidak baik akan membuat
pesan tidak dapat diterima dengan baik oleh receiver atau penerima pesan.
 Kode (code) merujuk pada kode pesan dalam artian bagaimana bentuk pesan yang
dikirimkan misalnya bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa tubuh, gestur, musik, dan
budaya. Melalui kode-kode, kita memberikan atau menerima pesan. Pesan akan sangat
jelas apabila kode-kode pesan sangat baik. Sebaliknya, kode pesan yang tidak baik dapat
menimbulkan misinterpretasi.

3. C untuk Channel atau Saluran Komunikasi


Dalam melakukan komunikasi, sender/source atau sumber harus memilih sebuah saluran
komunikasi untuk membawa atau mengirimkan pesan yang dimiliki. Misalnya dalam
konteks komunikasi massa, digunakan media massa sebagai channel atau saluran komunikasi
untuk menyampaikan pesan. Sementara itu, dalam bidang komunikasi lainnya seperti
misalnya komunikasi pemasaran atau komunikasi bisinis atau komunikasi
organisasi seringkali digunakan saluran komunikasi dalam organisasi lainnya
seperti komunikasi online yang menggunakan media komunikasi modern seperti internet
sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan (Baca juga : Komunikasi Modern).
Namun, dalam komunikasi secara umum, panca indera manusia merupakan channel atau
saluran komunikasi yang berdampak pada keefektifan channel atau saluran komunikasi.
Kelima indera yang kita miliki adalah :

 Hearing – mendengarkan, yaitu menggunakan telinga untuk menerima pesan


 Seeing – melihat, yaitu saluran komunikasi visual misalnya televisi yang dapat kita lihat
dan pesan yang disampaikan dapat kita terima
 Touching  – menyentuh, yaitu sensasi sentuhan dapat digunakan sebagai sebuah saluran
komunikasi misalnya ketika akan membeli gorengan kita akan menyentuh gorengan
tersebut apakah masih hangat atau tidak
 Smelling – mencium dapat menjadi saluran untuk berkomunikasi. Misalnya ketika kita
mencium bau bawang goreng maka kita menjadi paham bahwa ada yang memasak
makanan
 Tasting – merasa, indera pengecap yakni lidah juga dapat kita gunakan sebagai saluran
komunikasi misalnya ketika kita mencicipi makanan maka komunikasi pun dapat terjadi

Komunikasi tidak hanya terjadi dengan menggunakan satu indera saja namun kombinasi dari
kelima indera yang kita miliki.

4. R untuk Receiver atau Penerima Pesan


Receiver atau penerima pesan merujuk pada individu yang menerima pesan yang dikirimkan
oleh pengirim pesan. Sebagaimana sender/source atau sumber atau pengirim pesan,
maka receiver atau penerima pesan juga memiliki berbagai elemen yang dipengaruhi oleh
beberapa faktor. Elemen-elemen tersebut adalah keterampilan komunikasi, sikap,
pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.

 Keterampilan komunikasi (communication skills) merupakan kemampuan individu


dalam hal ini penerima pesan atau receiver dalam menerima pesan. Keterampilan
komunikasi yang dimaksud meliputi kemampuan mendengarkan, menulis, berbicara,
membaca, dan lain-lain.
 Sikap (attitudes) merupakan sikap yang diberikan oleh penerima pesan sebelum dan
setelah menerima pesan.
 Pengetahuan (knowlwdge) merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh receiver atau
penerima pesan agar pesan dapat diterima dengan baik.
 Sistem sosial (social systems) yang meliputi nilai-nilai, kepercayaan, agama, dan lain-
lain mempengaruhi receiver atau penerima pesan dalam menerima pesan yang dikirimkan
oleh pengirim pesan.
 Budaya (culture) sebagai salah satu bagian dari sistem sosial mempengaruhi
cara receiver atau penerima pesan dalam menerima pesan (Baca juga : Unsur Komunikasi
Antar Budaya – Komunikasi Bisnis Lintas Budaya).

Model komunikasi Berlo meyakini bahwa agar terjalin komunikasi yang efektif maka


baik source/sender atau sumber maupun receiver atau penerima pesan hendaknya berada dalam
tingkatan yang sama.

Kritik terhadap Model Komunikasi Berlo

Model komunikasi yang dicetuskan oleh Berlo tidak lepas dari berbagai kritik. Adapun kritik
terhadap model komunikasi Berlo adalah sebagai berikut :

 Tidak adanya umpan balik sehingga sumber tidak mengetahui efek yang terjadi pada
penerima pesan
 Tidak menyebutkan adanya hambatan-hambatan komunikasi (Baca juga : Hambatan
Komunikasi Organisasi – Hambatan Komunikasi Bisnis)
 Tidak adanya ruang untuk gangguan komunikasi
 Model komunikasi Berlo dipandang sebagai model komunikasi yang kompleks
 Model komunikasi Berlo merupakan model komunikasi linear
 Model komunikasi Berlo bukanlah model komunikasi dua arah
 Dalam kehidupan nyata, kebutuhan individu untuk berada pada level yang sama bagi
terjadinya komunikasi terkadang tidak benar

Manfaat Mempelajari Model Komunikasi Berlo

Mempelajari model komunikasi Berlo dapat memberika manfaat, diantaranya adalah :

 Memahami akar model komunikasi Berlo.


 Memahami konsep model komunikasi Berlo.
 Memahami berbagai elemen dalam model komunikasi Berlo.
 Memahami berbagai kritik terhadap model komunikasi Berlo.

Keterbatasan

Berlo mengganggap bahwa komunikasi merupakan sebuah fenomena yang statis. Disamping itu,
umpan balik yang diterima pembicara dari khalayak tidak dimasukkan dalam model grafiknya
dan komunikasi non verbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi orang lain.

Contoh penerapaan Model Komunikasi Berlo’s SMCR

Model ini dikenal dengan model SMCR


yaitu Source (sumber), Message (pesan), Channel (saluran), dan Receiver (penerima). Sumber
(source) adalah pihak yang menciptakan pesan baik seseorang maupun suatu kelompok.
Pesan (message) adalah terjemahan gagasan kedalam kode simbolik seperti bahasa atau isyarat
saluran (channel) adalam medium yang membawa pesan dan penerima (receiver) adalah orang
yang menjadi sasaran komunikasi. Salah satu kelebihan Berlo adalah bahwa model ini tidak
terbatas pada komunikasi publik atau komunikasi massa, namun juga berkomunikasi antarpribadi
dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Contoh aplikasi model ini adalah Guru SD
menyampaikan materi dengan metode ceramah menggunakan alat bantu, bisa  menggunakan
laptop dan LCD dengan slide yang di buat sesuai materi yang akan diajarkan, serta menyisipkan
gambar ataupun video yang dapat membuat slide semakin menarik dan membuat siswa semakin
mengerti dengan materi yang disampaikan. Dapat pula dengan menyediakan alat-alat praktek
yang sesuai.

4. Model Komunikasi the Westley-Maclean


Model komunikasi yang kedua dari Westley dan Maclen adalah model komunikasi massa.
Model ini dihasilkan atas pemikiran bahwa model komunikasi antar pribadi tidak cocok jika
digunakan dalam dunia jurnalistik. Salah satu yang paling menonjol dan membedakan kedua model
komunikasi ini adalah bahwa didalam model atau proses komunikasi dengan model komunikasi
massa terdapat penambahan pihak media atau perantara.
Model Westley dan MacLean merupakan model perluasan dari model Lasswell dan model Shannon
and Weaver, yaitu dengan menambahkan jumlah peristiwa, gagasan, dan objek yang tidak terbatas,
tepatnya model ini tidak membatasi pada tingkat individu, bisa juga terjadi pada aktivitas
suatu kelompok atau suatu lembaga sosial, karena menurut pendapat Westley setiap individu,
kelompok atau sistem mempunyai kebutuhan untuk mengirim dan menerima pesan sebagai
sarana orientasi terhadap lingkungan.
Model ini merumuskan antara komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa.
Konsep penting yang tercakup dalam model ini adalah memasukkan umpan balik. Perbedaan dalam
umpan balik inilah yang membedakan antara komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa.
Dalam komunikasi antar pribadi, umpan balik yang diterima bersifat segera, sedangkan umpan balik
dalam komunikasi masa bersifat tunda, semisal calon presiden yang berdebat dalam rangka
kampanye politik yang disiarkan televisi. Tidak dapat mendapatkan umpan balik secara langsung
terkait bagaimana penerimaan pesannya diterima oleh khalayak pemirsa. Umpan balik baru muncul
dalam beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.
Dalam model Westley dan Maclean ini terdapat 5 unsur, yaitu: objek, orientasi, pesan, sumber,
penerima dan umpan balik.
Westley dan Maclean memang menggambarkan dua model komunikasi, yaitu model
komunikasi antar pribadi dan model komunikasi massa. Model komunikasi antar pribadi sendiri
menggambarkan adanya feed back terhadap pesan yang disampaikan.

1. Model Komunikasi Antar Pribadi

Westley dan Maclean memang menggambarkan dua model komunikasi, yaitu model


komunikasi antar pribadi dan model komunikasi massa. Model komunikasi antar pribadi
sendiri menggambarkan adanya feed back terhadap pesan yang disampaikan. Suatu
komunikasi diartikan sedang berlangsung dalam model komunikasi antar pribadi apabila
memang pengirim pesan telah mendapatkan umpan balik dari penerima pesan.
Dalam hal ini biasanya akan menanggapi pesan yang diterima disertai dengan penambahan
pesan baru kepada pengirim pesan pertama. Ketika penerima pesan mendapatkan feed back
tersebutlah baru dapat dikatakan adanya komunikasi yang berlangsung, dan komunikasi akan
terus berlangsung hingga mencapai kesepakatan bersama.

2. Model Komunikasi Massa

Model komunikasi yang kedua dari Westley dan Maclen adalah model komunikasi
massa. Model ini dihasilkan atas pemikiran bahwa model komunikasi antar pribadi tidak
cocok jika digunakan dalam dunia jurnalistik. Salah satu yang paling menonjol dan
membedakan kedua model komunikasi ini adalah bahwa didalam model atau proses
komunikasi dengan model komunikasi massa terdapat penambahan pihak media atau
perantara.

Secara singkatnya jika model komunikasi antara pribadi tersebut hanya dilakukan oleh dua
pihak saja, tetapi dalam model komunikasi massa terdapat tiga pihak yang dapat berpengaruh
satu sama lain dan juga menentukan terjadinya suatu komunikasi.

Jadi, ketika pengirim pesan mendapatkan informasi untuk disampaikan maka akan
tersampaikan pada media atau perantara terlebih dahulu, tidak langsung kepada penerima
pesan sesungguhnya. Kemudian perantara akan memberikan feed back pada pengirim pesan
dan mengirimkan pesan pada penerima pesan asli. Nantinya penerima pesan aslinya juga
dapat memberikan feed back kepada pengirim pesan namun tidak bisa secara langsung karena
harus melewati media atau perantara terlebih dahulu.

Selain itu, pihak media atau perantara juga dapat mendapatkan informasi secara langsung
tidak dari pengirim pesan, dan media atau perantara dapat mengirimnya ke penerima pesan
dan juga dapat menerima feed back dari penerima pesan tersebut.

Secara garis besarnya didalam model komunikasi yang diciptakan oleh Westley dan Maclean
mengandung beberapa unsur penting, seperti objek, orientasi, pesan, sumber penerima, dan
juga harus ada perantara disertai umpan balik atau feed back.
Model ini berbicara dalam dua konteks, komunikasi interperonal dan massa.Dan perbedaan
yang paling penting diantara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik
(feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung cepat dan langsung, sedang di
komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat. Dalam komunikasi
interpersonal model ini, terdapat lima bagian : orientasi objek (object orientation), pesan
(messages), sumber (source), penerima (receiver), dan umpan balik (feedback). Sumber (A)
melihat objek atau aktivitas lainnya di lingkungannya (X). Yang lalu membuat pesan tentang
hal itu (X') dan kemudian dikirimkan kepada penerima (B). Pada kesempatan itu, penerima
akan memberikan umpan balik kepada sumber. Sedang komunikasi massa pada model ini
mempunyai bagian tambahan, yaitu penjaga gerbang (gate keeper) atau opinion leader (C)
yang akan menerima pesan (X') dari sumber (A)atau dengan melihat kejadian disekitarnya
(X1, X2. Lalu opinion leader membuat pesannya sendiri (X") yang akan dikirim kepada
penerima (B). Sehingga proses penyaringan telah terbentuk. Ada beberapa konsep yang
penting dari model ini: umpan balik, perbedaan dan persamaan antara komunikasi
interpersonal dan massa dan opinion leader yang menjadi hal penting di komunikasi
massa.Model ini juga membedakan antara pesan yang bertujuan dan tidak bertujuan

Contoh penerapaan Model Komunikasi

Westley dan MacLean merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi


antarpribadi dan komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebagai bagian integral
dari proses komunikasi. Menurut kedua pakar ini perbedaan dalam umpan balik inilah yang
membedakan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa. Umpan balik pada
komunikasi antarpribadi bersifat segera sedangkan umpan balik pada komunikasi massa
bersifat minimal atau tertunda. Model Westley dan Maclen mencakup beberapa konsep
penting: umpan balik, perbedaan dan kemiripan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi
massa, dan pemimpin pendapat yang penting sebagai unsur tambahan dalam komunikai
massa. Model ini juga membedakan pesan yang bertujuan (purposif) dengan pesan yang tidak
bertujuan (nonpurposif). Pesan yang bertujuan adalah pesan yang dikirimkan sumber untuk
mengubah citra penerima mengenai sesuatu dalam lingkungan. Pesan yang nonpurposif
adalah pesan yang dikirimkan sumber kepada penerima secara langsung atau melalui sesuatu
namun tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi penerima. Contoh kasus model ini adalah
ketika anda kita menyampaikan pesan kepada seorang teman mahasiswa bahwa dosen yang
member kita nilai ujian yang buruk sebagai killer, kita mengirimkan pesan yang purposif. Dan
bila kita mendengar seorang dosen berkomentar mengenai seorang mahasiswa kepada dosen
lain, pesannya tersebut bersifat nonpurposif.

5. Model Penyatuan Komunikasi

Anda mungkin juga menyukai