Anda di halaman 1dari 5

RESUME FILM HELLEN KELLER

Hellen keller merupakan anak dari pasangan Arthur dan Kate Keller.
Hellen mengalami demam selama 3 minggu sehingga menyebabkan
dia buta dan tuli, karena dia buta dan tuli maka otomatis dia menjadi
bisu karena tidak bisa melihat bagaimana cara orang berbicara atau
melafalkan suatu kata, dan tulinya juga menyebabkan dia tidak bisa
mendengar dan mengikuti cara orang lain berbicara. Ketika ibunya
tengah memasak dan sambil menggendong bayi, hellen dating
menghampiri ibunya dan memeluk badannya dengan tangannya.
Ibunya kira Hellen ingin menggendong bayi atau adiknya,ketika
dilarang hellen langsung mengamuk karena permintaanya tidak di
penuhi. Ternyata Hellen hanya ingin boneka baru. Nah ternyata
bahasa itu sangat penting lebih penting dari penglihatan. Karena
tidak bisa mengutarakan apa yang dirasakannya atau ia ingin orang
lain itu mengerti dia, membuat orang itu brutal dan temperamental,
sering melampiaskannya pada barang-barang yang ada disekitarnya.
Karena hal itu juga sikap Hellen menjadi liar dan sulit di ajar
bahkan dapat dikatakan bahwa Hellen tidak bermoral, ia makan
tidak sesuai dengan adab makan, ketika itu orang tuanya bertemu
dengan Annie Suvian yang merupakan guru pribadi Hellen. Ketika
awal mengajar Hellen ia disiram dengan air oleh Hellen. Tingkat
intelektualnya rendah, karena ia tidak bisa mencerna apa yang orang
tuanya berikan. Annie pun butuh waktu, kesabaran,dan keyakinan
untuk memberikan pelajaran kepada Hellen. Annie berusaha keras
mendidik Hellen, bahkan ketika Hellen melawan Annie, Annie tidak
segan-segan membalas perbuatan Hellen. Karena cinta yang begitu
besar dari Ayahnya kepada Hellen, Arthur menolak untuk
melanjutkan pendidikan untuk anaknya. Namun karena sang Ibu
ingin sekali anaknya dapat berkomunikasi ibunya pun membela agar
tetap dilanjutkannya proses pendidikan tersebut. Karena perlakuan
Ayahnya tersebut, menyebabkan Hellen menjadi manja dan menjadi
liar kembali. Untuk itu, Annie pun menegaskan bahwa ia minta
waktu 2 minggu dan dengan ruangan yang tepisah, dan akhirnya
Hellen hidup berdua dengan Annie. Setelah beberapa hari berlalu,
terlihat ada perubahan pada Hellen, ia bisa makan menggunakan
sendok dan menggunkan serbet. Ketika itu orang tuanya dating dan
Arthur merasa bahwa Hellen sudah bisa kembali ke rumah. Namun
Annie menolak, namun pada akhirnya Hellen jkembali kumpul
bersama. Ketika mereka makan bersama, serbet Hellen terjatuh,
kemudian diambilkan oleh Ayahnya, pada saat itu Annie melarang,
agar Hellen saja yang mengambil serbet itu sendiri. Namun karena
saking cintanya, diambilkanlah serbet itu dan diletakkanya kembali
dip aha Hellen. Karena itu Hellen kembali ber-ulah. Ia dengan
sengaja membuang serbetnya. Sekali lagi Annie melarang Arthur
untuk mengambilkannya. Namun Arthur tetap mengambilkannya dan
kembali meletakkan di posisi semula. Oleh sebab itu Hellen kembali
liar, ia makan seperti dulu kembali, meggunakan tangan dan seperti
orang yang kelaparan cara makannya. Karena merasa cara mengajar
anknya terlalu keras, Arthur pun mengusir Annie dan saat itu juga
Hellen pergi keluar, mungkin ia kecewa dan marah akibat hal itu,
karena Hellen telah terbiasa dengan Annie.Annie pun sama, ia
merasa tak tega jika ia harus pergi meninggalkan Hellen. Ia sangat
berharap bahwa Hellen dapat mengerti apa yang orang lain
sampaikan. Saat itu Hellen berlari kea rah pompa air, dan saat itu
Annie mencoba menyampaikan kata air sambil mencelupkan tangan
Hellen kedalam air dan ternyata Hellen dapat merespon dengan baik.
Ketika Annie mengajarkan kata ibu sambil menunjukkan ibunya,
ternyata Hellen bisa meresponnya dengan benar juga, dan itu
merupakan hal terindah bagi seorang ibu ketika anaknya memanggil
dia ibu.
Dari kisah ini dapat diambil hikmahnya bahwa dimana ada kemauan
dan tekad yang kuat, maka pasti ada jalan. Bahwa bahasa itu
sangatlah penting, karena merupakan alat untuk berkomunikasi.
Bahasa dapat mempengaruhi aspek-aspek perkembangan seperti
sosialnya ( pergaulannya dalam film ini Hellen tidak bisa
bersosialisasi dengan baik, karena erasa orang lain tidak bisa
,mengerti apa yang dia inginkan ), intelektualnya ( proses berfikir
atau proses pembelajarannya, dalam film ini Hellen sangat sulit
menerima rangsangan dari orang tuanya dan gurunya, sulit untuk
dididik ), emosi dan perasaanya ( perasaanya Hellen sangatlah jelas
bahwa dia sulit mengerti orang lain, dan orang lain pun tidak bisa
mengerti Hellen menyebabkan Hellen itu liar dan sering ngamuk atau
marah-marah ), motivasi (orang tua dan guru yang sangat saying
terhadap Hellen dan sangat mendukung setiap perubahan Hellen
membuat Hellen termotivasi untuk dapat menerima ilmu yang
diberikan Annie ), sikap ( sikapnya Hellen liar, karena ia tidak
mengerti apapun, misalnya bagaimana cara makan,dll selain itu
karena tidak bisa mengkomunikasikan apa yang ia ingionkan
membuat orang lain sering salah sangka menyebabkan ia marah dan
temperament ), kepribadian ( Media untuk berkomunikasi yang tidak
dimiliki Hellen menyebabkan ia memiliki kepribadian yang buruk,
temperamental dan liar ), serta moral ( karena Hellen memiliki
kepribadian yang buruk, menyebabkan Hellen tidak bermoral,
misalnya saja cara ia makan dan sikapnya yang bisa dibilang
songong terhadap gurunya ketika Annie pertama kali dating dan
mencoba mendidik Hellen saat makan, Hellen menyiram muka Annie,
ini mengindikasikan bahwa Hellen tidak bermoral karena tidak
mengerti apapun )

RESUME FILM HELLEN KELLER BESERTA


TANGGAPAN BERDASARKAN ASPEK –
ASPEK PERKEMBANGAN

USWATUN HASANAH ( 3315102391)


PENDIDIKAN KIMIA REGULER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

2011