Anda di halaman 1dari 9

PROJECT

“VISI MISI SERTA MASALAH YANG DIHADAPI OLEH


UMKM YANG BERJALAN DIBIDANG MAKNAN YAITU
ZINGGER CAFE ”

Disusun untuk memenuhi tugas ”Manajemen Strategi”

Dosen Pengampu : Ivo Selvia Agusti SE, M,Si

Disusun Oleh :

KELOMPOK I

1. ASWIN FAHREZI LUBIS


2. FIKA RAHAYU NINGSIH
3. JONATHAN HASUGIAN
4. RYO PUTRA SIMAMORA
5. YOGASWARA VERANO PRASETYA
6. MISNAWATI
7. NURUL DAYANTI
8. ANNISA SALSABILA

PENDIDIKAN BISNIS
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
Rahmat dan Karunia-Nya kami bisa menyelesaikan tugas Project pada mata kuliah
Majaemen Strategi ini tanpa halangan yang berarti dan selesai tepat pada waktunya. Terima
kasih juga kami ucapkan kepada Dosen Pengampu kami yaitu ibu Ivo Selvia Agusti SE, M,Si
atas bimibingan nya dalam pengerjaan tugas project ini.Dan,kami juga menyadari bahwa
tugas yang kami kerjakan ini masih ada kekurangan dan kesalahan baik dari segi penyusunan
kalimat maupun pembahasan materi nya serta jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada teman-teman sekalian yang membaca Tugas
kami ini dengan senang hati kami menerima dan membutuhkan saran, kritik serta ide-ide dari
pembaca sekalian. Demikianlah kata pengantar dari kami, jika ada kesalahan mohon
dimaafkan. Sekian dan Terimakasih.

Medan, Mei 2021

Kelompok I

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ....................................................................................................... 1

B. Tujuan .................................................................................................................... 1

C. Rumusan Masalah .................................................................................................. 2

D. Manfaat .................................................................................................................. 2

BAB II LANDASAN TEORI

A. LANDASAN TEORI .............................................................................................. 3

BAB III PEMBAHASAN

A. VISI DAN MISI UMKM ........................................................................................ 4

B. MASALAH YANG DIHADAPI UMKM ............................................................. 5

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ............................................................................................................ 6

B. Saran ....................................................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG MASALAH
Bisnis diartikan sebagai seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang
berkecimpung di dalam bidang perniagaan (produsen, pedagang, konsumen, dan industri di
mana perusahaan berada) dalam rangka memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.
(Husein Umar, 2005).
Pengertian strategi ada beberapa macam sebagaimana dikemukakan oleh para ahli dalam
buku karya mereka masing-masing. Menurut Stephanie K. Marrus, strategi didefenisikan
sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan
jangka panjang organisasi, disertai suatu penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar
tujuan tersebut dapat dicapai.
Menurut Hamel dan Prahalad, strategi merupakan suatu tindakan yang
bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan
sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan
demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari
apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola
konsumen memerlukan kompetensi inti (core competence). Perusahaan perlu mencari
kompetensi mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Menurut Fred R. David,
strategi adalah alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. (Husein Umar, 2005).
Pada saat ini banyak sekali pembisnis yang bergerak di dunia UMKM yang masih
menemukan banyak masalah – masalah yang ada. Tetapi tak banyak juga UMKM yang
membuat visi dan misi nya sendiri.

1.2.TUJUAN
Tujuan dari sebuah VISI dan MISI untuk membuat suatu penjualan semakin bisa meraih apa
yang harusnya diraih oleh si penjual. Manfaat kainnya adalah untuk mengetahui bagaimana
visi dan misi itu terlaksanakan dengan baik.
1.3.RUMUSAN MASALAH
a. Apakah penjual sudah membuat VISI dan MISI untuk penjualannya?
b. Apakah ada kendala atau masalah yang di hadapi oleh si penjual?
1.4.MANFAAT
a. Mengetahui visi dan misi penjualan
b. Mengetahui masalah – masalah yang dihadapi.

iii
BAB 2
LANDASAN TEORI
UMKM adalah sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha
ukuran kecil. Penggolongan UMKM lazimnya dilakukan dengan batasan omzet per
tahun, jumlah kekayaan atau aset, serta jumlah karyawan. Sedangkan usaha yang tak
masuk sebagai UMKM dikategorikan sebagai usaha besar, yakni usaha ekonomi
produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil
penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah, yang meliputi usaha nasional milik
negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi
di Indonesia.
Di Tanah Air, arti UMKM memiliki peranan sangat penting dalam perekonomian negara.
Ini karena sektor UMKM adalah penyumbang PDB terbesar, paling banyak menyerap
lapangan kerja, serta relatif tahan terhadap krisis keuangan. Sebagai contoh, Indonesia
pernah diterpa krisis ekonomi hebat pada tahun 1998 yang membuat perusahaan-
perusahaan besar tumbang. Namun saat krisis ekonomi tersebut, sektor UMKM banyak
yang tetap bertahan. Aktivitas roda ekonomi dari UMKM di Indonesia justru menjadi
penyelamat negara yang sedang berada dalam kondisi terpuruk.
Jenis UMKM
1. Usaha mikro
Usaha mikro UMKM adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan
usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU
tersebut. Penjualan atau omzet dari usaha mikro dalam setahun paling banyak Rp 300 juta
dan jumlah aset bisnisnya maksimal Rp 50 juta (di luar aset tanah dan bangunan). Tak
jarang dalam pengelolaan, keuangan usaha mikro masih tercampur dengan keuangan
pribadi pemiliknya. Contoh UMKM mikro adalah pedagang kecil di pasar, usaha pangkas
rambut, pedangan asongan, dan sebagainya.
2. Usaha kecil
Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh orang
perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak
langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil yang
dimaksud dalam UU tersebut. Arti UMKM kategori usaha kecil yakni memiliki kekayaan
bersih antara Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta, lalu penjualan per tahun antara Rp
300 juta sampai Rp 2,5 miliar. Baca juga: Mengenal Apa Itu Giro, Cek, dan Bilyet Giro
Pengelolaan keuangan usaha kecil juga sudah lebih profesional ketimbang usaha mikro.
Contoh UMKM kecil adalah usaha binatu, restoran kecil, bengkel motor, katering, usaha
fotocopy, dan sebagainya.
3. Usaha menengah
Sementara usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak
perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik
langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah
kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UU tersebut.
Kekayaan bersih usaha menengah di luar tanah dan bangunan sudah mencapai di atas Rp
500 juta per tahun (apa itu UMKM). Usaha menengah atau menengah UMKM adalah
juga memiliki kriteria omzet penjualan sebesar lebih dari Rp 2,5 miliar sampai Rp 50

iv
miliar per tahun. Selain pengelolaan keuangan yang sudah terpisah, usaha menengah juga
sudah memiliki legalitas. Contoh UMKM menengah adalah perusahaan pembuat roti
skala rumahan, restoran besar, hingga toko bangunan.

v
BAB II
PEMBAHASAN
3.1. VISI DAN MISI UMKM
Pada projek kali ini kelompok 1 mendatangi sebuah caffe yang beralamatkan di desa
seibejangkar dusun VII. Nama dari cafenya adalah ZINGGER CAFE. Cafe tersebut
di keloah oleh nyonya Nazwa dengan alasan yang sederhana, katanya dia membuka
cafe karena beliau melihat belum adalah orang yang membuka cafe di desanya
tersebut. Cafe tersebut mempunyai visi dan misi yang sangat luat biasa. Berikut
adalah visi dan misi dari zingger cafe tersebut:
Visi:

“Menjadi Café yang tradisional bertaraf internasional”

Misi:

 Memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumen


 Menyajikan menu-menu terbaik
 Menjaga cita rasa tiap masakan
 Mempromosikan masakan atau makanan dengan teknik marketing terbaik

3.2.MASALAH YANG DIHADAPI OLEH UMKM


Walaupun cafe tersebut mempunyai visi dan misi yang menurut kelompok kami
sudah baik tetapi banyak hal juga yang menjadi masalah pada saat sudah membuka
cafe tersebut. Berikut adalah 3 masalah terbesar serta cara penyelesaiannya oleh
zingger cafe:
1. Kurangnya sumer daya manusia
Pada hal ini yang dimaksud dengan sumber daya manusia yang kurang adalah
kurangnya pekerja yang berada di cafe tersebut. Sehingga mengakibatkan
lambatnya datangnya maskan yang dipesan, menurut kelompok kami pekerja
adlah hal yang penting untuk membuat restauran tersebut maju, karena dengan
perkerja yang gesit dan cukup membuat suatu restaurant menjadi baik karena
pelayanannya yang bai pula.
2. Kurangnya finansial
Pada hal ini keterbatasan modal menjadi masalah bagi cafe tersebut, untuk
pemecahan masalah ini nyinya nazwa membuat target penjualan yaitu 1 hari
hanya 50 pelanggan yang akan membeli di cafenya tersebut.
3. Kurangnya pelanggan
Kurangnya pelanggan menjadi hal yang paling besar dan sering terjadi. Untuk itu
pemecahan masalah yang dilakukan oleh zingger cafe tersebut adalah dengan
memposting atau mengshare bahwasannya cafe tersebut menyediakan layanan
antar jemput dan cafe tersebut membuka 5 orang tercepat akan diberikan diskon
makan sebesar 20%,

vi
BAB IV
KESIMPULAN
4.1. KESIMPULAN
1. UMKM adalah sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau
badan usaha ukuran kecil. Penggolongan UMKM lazimnya dilakukan dengan
batasan omzet per tahun, jumlah kekayaan atau aset, serta jumlah karyawan.
Sedangkan usaha yang tak masuk sebagai UMKM dikategorikan sebagai usaha
besar, yakni usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan
jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha
menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha
patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.
2. VISI dan MISI yang diberi oleh cafe zingger sangatlah baik.

4.2. SARAN
Saran dari kelompok kami adalah zingger cafe harus lebih copeten lagi dalam
pembuatan visi dan misi setta lebih ditingkatkan lagi untuk masalah masalah yang
dihadapi.

vi
DAFTAR PUSTAKA

https://money.kompas.com/read/2021/03/26/153202726/apa-itu-umkm-pengertian-kriteria-dan-
contohnya?page=all

vi