Anda di halaman 1dari 5

Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Perhitungan Besar Arus Gangguan Hubung Singkat


● Penyulang Marquisa
Z T =11,37 %
Trafo : 30 MVA : 70 / 20 KV
JTM : Panjang Saluran (L) = 9,654 Km
Data Kabel AAAC 3 X 150 mm2
Reaktansi Saluran (XL) = 0,3343 Ohm/Km
Tahanan Saluran (RL) = 0.222 Ohm/Km
Perhitungan :
• Untuk mencari besarnya impedansi pembangkit yaitu :
MVA
Zp= x 1 p.u
Breaking Capasity Sisi Pr imer

30
Zp= x 1 p.u
630
= 0,047619.p.u

• Untuk Besarnya Impedansi Trafo adalah :


Z T = 11,37 %
11,37
= x 1 p.u
100
= 0,1137 p.u

• Untuk Impedansi Saluran adalah :


Z L = L (R L + J XL)
= 8,330 (0,222 + J 0,3343)
= 1,84926+ J 0,3343

46
Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

= (1,84926) 2 + (0,3343) 2

= 3,42 + 7,755
= 3,34 Ohm
• Untuk Mencari Harga Impedansi Base (Zbase) adalah :
KV 2 (20) 2
Z base = = = 13,33 Ohm
MVA 30

• Untuk Besarnya Impedansi Saluran dalam p.u adalah :


2
ZL 3,34
Z L ( pu ) = = = 0,2505 pu
Zb 13,33

• Untuk Besarnya Impedansi Total dalam pu adalah :


Z total ( pu ) = Z p + Z T + Z L

= 0,047619 pu + 0,1137 pu + 0,2505 pu


= 0,4112 pu
• Untuk Tegangan Trafo dalam pu adalah :
KV 20
E ( pu ) = = = 1 pu
KVb 20

• Maka Besarnya Arus Hubung Singkat 3 Phasa dan 2 Phasa dalam Satuan pu adalah :
E PU 1
I hs 3 ø ( pu ) = = = 2,431 pu
Z total ( pu ) 0,4112

E PU
I hs 2 ø ( pu ) =
Z1 + Z2

Dimana : Z1 = Z2 = Z T = 0,4112

1
I hs 2 ø ( pu ) =
0,4112 + 0,4112

47
Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

= 1,215 pu

• Maka mencari harga arus hubung singkat dalam satuan Ampere, maka perlu
diketahui besarnya harga arus dasarnya yaitu :
MVA dasar 30.000
I dasar = = = 866,031 A
V 3 . KVdasar V 3 . 20

Jadi besarnya arus hubung singkat 3 ø dan 2 ø dalam satuan Ampere adalah :
I hs 3 ø = 2,431 x 866,031

= 2105,3 Ampere

I hs 2 ø = 1,215 x 866,0

= 1052,19 Ampere

Dari perhitungan Arus Hubung Singkat 2 phasa dan 3 phasa dapat kita
evaluasi berdasarkan data Arus Hubung Singkat di Gardu Induk Boom Baru
dengan cara membandingkanya dengan panjang saluran :

PERHITUNGAN ARUS HUBUNG SINGKAT


Tabel.4.1 Data Arus Hubung Singkat Gardu Induk Boom Baru
Panjang Saluran IHS 3 Fasa IHS 2 Fasa IHS F1 Fasa
(km)
0,60 6.463,21 5.597,30 287,09
3,02 4.482,76 3.882,18 282,79
6,03 3.220,56 2.789,08 276,91
9,05 2.507,61 2.171,66 270,59
12,06 2.051,47 1.776,63 263,95
15,08 1.735,10 1.502,64 257,10
18,09 1.502,99 1.301,63 250,13
21,11 1.325,51 1.147,93 243,12

48
Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

Berikut adalah Tabel Hasil Evaluasi Arus Hubung Singkat :

Tabel.4.2 Hasil Evaluasi Arus Hubung Singkat


Nama Sebelum Di Evaluasi Sesudah Di Evaluasi
Penyulang 2ø 3ø 2ø 3ø
Kurma 2171,66 A 2507,61 A 1065,1 A 2139,69 A
Marquisa 2171,66 A 2507,61 A 1052,19 A 2105 A
Melon 2789,08 A 3220,56 A 1312,53 A 2624,38 A
Durian 3882,18 A 4482,76 A 1508,48 A 867,14 A
Belimbing 1301,63 A 1502,99 A 1798,225 A 3596,45 A

4.2 Hasil Evaluasi


1. Perhitungan Arus Pemutus (Breaking Capasity).
Arus pemutus atau breaking capasity adalah arus pengaman bilamana
terjadi arus hubung singkat, dimana arus tersebut berasal dari trafo pada gardu
induk yang disalurkan kepada masing-masing penyulang. Sebelum kita
menentukan hasil evaluasi dan tabel evaluasi pada pengaman di gardu induk
Boom Baru, dalam hal ini adalah Circuit Breaker. Terlebih dahulu kita mencari
Arus Pemutusnya (Breaking Capasity).
Dimana : P = 30 MVA
V = 70 KV
P
In =
V x 3
30.000.000
=
70.000 x 3
= 247,435 A
I hs = k x I n
= 3 x 247,435
= 742,305 A

49
Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

2. Tabel Hasil Evaluasi


Tabel.4.3. Tabel Evaluasi Arus Pemutus (Breaking Capasity) Pada Circuit Breaker
Arus Pemutus (Breaking Capasity)
Nama Pada Circuit Breaker
Keterangan
Penyulang Hasil Sesudah
Observasi Dievaluasi
Kurma 630 A 742,305 A Tidak Cocok
Marquisa 630 A 742,305 A Tidak Cocok
Melon 630 A 742,305 A Tidak Cocok
Durian 630 A 742,305 A Tidak Cocok
Belimbing 630 A 742,305 A Tidak Cocok

50