Anda di halaman 1dari 2

Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Dari pembahasan, prinsip kerja dan perhitungan yang telah dilakukan


maka dapat diambil beberepa kesimpulan serta saran, sebagai berikut :

5.1 Kesimpulan
● Dari hasil perhitungan di atas maka dapat kita tentukan hasil dari evaluasi
terhadap pengaman (Circuit Breaker) dari tebel 3.2 pada BAB III (halaman 18)
dengan perhitungan tersebut, bahwa arus pemutus (breaking capasity) tidak
sesuai/tidak cocok dengan kapasitas tegangan dan ukuran penampang yang ada
pada gardu induk Boom Baru.

● Dari semua perhitungan arus hubung singkat tiga phasa dan 2 phasa pada rel
gardu induk Boom Baru dan penyulang-panyulangnya yang berupa jaringan
distribusi primer 20 KV yang berbentuk radial, maka disimpulkan bahwa :
● Berdasarkan hasil perhitungan Arus hubung singkat 2 phasa di
transformator 30 MVA di Gardu Induk Boom Baru didapat, pada
penyulang Kurma 106,5 Ampere, pada penyulang Marquisa 1052,1
Ampere, pada penyulang Melon 1312,5 Ampere, pada penyulang Durian,
1508,48 Ampere, pada penyulang Belimbing 1798,225 Ampere.
● Berdasarkan hasil perhitungan Arus hubung singkat 3 phasa di
transformator 30 MVA di Gardu Induk Boom Baru didapat, pada
penyulang Kurma 2139,69 Ampere, pada penyulang Marquisa 2105,3
Ampere, pada penyulang Melon 2624,38 Ampere, pada penyulang Durian,
867,14 Ampere, pada penyulang Belimbing 3596,45 Ampere.

5.2 Saran
Atas dasar kesimpulan diatas maka disarankan :

51
Politeknik Negeri Sriwijaya Laporan Akhir

1. Sebaiknya untuk setiap pemakaian Circuit Breaker (CB) hendaknya


disesuaikan dengan kemampuan media yang dimiliki oleh Circuit
Breaker itu sendiri.
2. Mengingat besarnya arus gangguan hubung singkat yang mungkin
terjadi pada jaringan distribusi primer yang disupply dari gardu induk
Boom Baru, maka perlu adanya sistem pengaman yang selektif, sensitif
dan handal.
3. Apabila terjadi perubahan-perubahan dari jaringan baik yang bersifat
perluasan maupun bersifat penambahan atau pergantian dari jaringan
maka perlu diadakan evaluasi kembali yang sebaik-baiknya terhadap
kapasitas pemutus tenaga pada jaringan yang berubah tersebut, sehingga
dapat diketahui kapasitas pemutus tenaga pada jaringan yang baru.

52