Anda di halaman 1dari 35

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Umum
Pemutusan tenaga (CB) adalah saklar yang dapat digunakan untuk
menghubungkan atau memutuskan rangkaian listrik dengan tegangan, arus dan
daya listrik sesuai dengan ratingnya.
Pada waktu pemutusan atau penyambungan arus/daya listrik, CB dilengkapi
dengan medium pemadam bunga api listrik.
Pemadaman bunga api listrik pada waktu pemutusan atau penyambungan
dapat dilakukan oleh beberapa beberapa macam bahan, yaitu : Minyak, Udara,
dan Gas.

2.2 Macam – Macam Circuit Breaker


Circuit Breaker (CB) terdiri dari dati tiga macam, yaitu :
1. Circuit Breaker dengan media minyak
2. Circuit Breaker dengan media udara
3. Circuit Breaker dengan media gas

2.2.1 Circuit Breaker dengan media minyak


Jenis ini terbagi lagi menjadi :
- Ciricuit Breaker dengan banyak menggunakan minyak (Bulk Oil Circuit
Breaker).
- Circuit Breaker dengan sedikit menggunakan minyak (Low Oil Content Circuit
Breaker).

2.2.2 Circuit Breaker dengan media Udara


Circuit Breaker dengan media udara juga terbagi menjadi :
- Circuit Breaker dengan Udara hembus (Air Blast Circuit Breaker)
- Circuit Breaker dengan hampa udara (Vacum Circuit Breaker).

5
2.2.3. Circuit Breaker dengan media Gas.
Circuit Breaker pada type ini menggunakan media gas yaitu SF6 (Sulphur
Hexafluoride).
Pada CB ini gas SF6 berfungsi sebagai :
● Pemadam loncatan busur api
● Isolasi antara bagian – bagian yang bertegangan serta bagian yang
bertegangan dengan badan.

2.3. Klasifikasi Circuit Breaker


Circuit Breaker untuk tegangan tinggi dapat dibagi dalam dua kelompok
utama.
1. Oil Circuit Breaker (Circuit Breaker dengan menggunakan minyak).
2. Oilles Circuit Breaker (Circuit Breaker tanpa menggunakan minyak).

Di samping itu CB dapat pula dikelompokkan berdasarkan atas tegangan


nominal. CB dibawah tegangan nominal 1000 Volt disebut Circuit Breaker
tegangan rendah dan lebih dari 1000 Volt disebut CB tegangan tinggi.
a. Kelompok Circuit Breaker yang menggunakan minyak sebagai pemadaman
bunga api listrik.
- Circuit Breaker dengan menggunakan banyak minyak (Bulk Oil Circuit
Breaker).
- Circuit Breaker dengan sedikit menggunakan minyak (Minimum Oil
Circuit Breaker).

b. Kelompok Circuit Breaker tanpa menggunakan minyak untuk pemadaman


bunga api listrik.
- Circuit Breaker dengan pemutus udara (Air Break Circuit Breaker).
- Circuit Breaker dengan udara hembus tekanan tinggi (Air Blast Circuit
Breaker).
- Circuit Breaker dengan gas keras (Hard Gas Circuit Breaker)
- Circuit Breaker dengan hampa udara (Vacuum Circuit Breaker)
- Circuit Breaker dengan gas sulfur Hexaflouride (Sulphur Hexaflouride
Circuit Breaker → SF6)

6
Circuit Breaker ini mempergunakan bermacam – macam teknik pemadaman
bunga api, sebagai akibat pemisahan kontak – kontak pembawa arus. Bentuk
pemadaman bunga api ini dapat berupa :
“ Zero Point Interuption “ (Pemutusan pada titik Nol) atau
“ High Resistance Interuption “ (Pemutusan pada daya hambat tinggi).

2.4 Fungsi Umum Circuit Breaker


Circuit Breaker merupakan suatau alat listrik yang berfungsi untuk
melindungi sistem tenaga listrik apabila terjadi kesalahan atau gangguan pada
sistem tersebut, terjadinya kesalahan pada sistem akan menimbulkan berbagai
efek seperti efek termis, efek magnetis dan dinamis stability.

2.4.1 Circuit Breaker dengan Media Minyak


2.4.1.1 CB Dengan Banyak Menggunakan Minyak (Bulk Oil Circuit Breaker)
CB dengan menggunakan banyak minyak secara umum dipergunakan pada
sistem tegangan sampai 245 kV. Gambar dasar CB type ini dapat dilihat
pada gambar 1.
Pada tipe ini minyak berfungsi sebagai :
● Peredam loncatan bunga api listrik selama pemutusan kontak – kontak.
● Bahan Isolasi antara bagian – bagian yang bertegangan dengan badan.
CB tipe ini ada yang mempunyai alat pembatas busur api listrik dan adapula
yang tidak memakai.

2.4.1.2 CB Dengan Sedikit Menggunakan Minyak (Low Oil Content Circuit


Breaker)
Pada CB dengan sedikit menggunakan minyak ini, minyak hanya
dipergunakan sebagai perendam loncatan bunga api, sedangkan sebagai
bahan isolasi dari bagian – bagian yang bertegangan digunakan porselen atau
material isolasi dari jenis organik.
Pemutusan arus dilakukan dibagian dalam dari pemutus, pemutus ini
dimasukkan dalam tabung yang terbuat dari bahan isolasi. Diantara bagian
pemutus dan tabung diisi minyak yang berfungsi untuk memadamkan busur
api waktu pemutusan.Gambar CB tipe ini dapat dilihat pada Gbr.2.

7
Gambar.1(a).CB dengan menggunakan Gambar.1(b).CB banyak menggunakan
banyak minyak (Plain brea- minyak dengan pengaturan
ker Bulk Oil Circuit Breaker) busur api (Bulk Oil Circuit
device)

Keterangan Gambar.1.(a).dan Gambar.1.(b).


1. Tangki
2. Minyak dilektrik
3. Kontak yang bergerak
4. Gas yang terbentuk oleh deskomposisi minyak dilektrik (hydrogen 70 %)
5. Alat pembatas busur api listrik
6. Kontak tetap
7. Batang penegang (dari fiberglass)
8. Konduktor dari tembaga
9. Bushing terisi minyak atau tipe kapasitor
10. Kondutor (tembaga berlapis perak)
11. Inti busur api listrik
12. Gas Hasil Ionisasi
13. Gelembung – gelembung gas

8
Keterangan Gbr.2
1. Kontak Tetap
2. Kontak Bergerak
3. Ruangan pemutus aliran
4. Ruangan penyangga
5. ruangan atas (puncak)
6. Alat pemadam busur api
7. Kontak tetap
8. Penutup dari kertas bakelit
9. Batang penggerak
10. Katup pelalu
11. Teminal
12. Katup pembantu
13. Lobang gas
Gambar.2.CB sedikit menggunakan minyak
2.4.2 CB dengan Hasil Media Udara
2.4.2.1 CB dengan Udara Hembus ( Air Blast Circuit Breaker )
Pada CB udara hembus (juga disebut compressed air circuit breaker),
udara tekanan tinggi dihembuskan ke busur api melalui nozzle pada
kontak pemisah ionisasi media diantara kontak dipadamkan ole
hembusan udara.
Setelah pemadaman busur api dengan tekanan tinggi, udara ini juga
berfungsi mencegah restriking voltage (tegangan pikul)
Kontak CB ditempatkan didalam isolator, dan juga katub hembusan
udara
Pada CB kapasitas kecil Isolator ini merupakan satu kesatuan dengan
CBnya, tetapi untuk kapasitas besar tidak demikian halnya.
Gbr.3.menunjukkan CB hembusan udara tekanan tinggi.

2.4.2.2 CB dengan hampa udara (Vacuum Circuit Breaker)


CB jenis hampa udara belum banyak digunakan. Kontak – kontak
pemutus dari CB ini terdiri dari kontak tetap dan kontak bergerak yang
ditemapatkan dalam ruang hampa udara. Ruang hampa udara ini

9
mempunyai kekuatan dielektrik (dielectric strength) dan media
pemadam busur api yang baik.
Gbr.4.menunjukkan pemutus dari sebuah CB hampa udara.

(pandangan depan) (pandangan samping)

Gambar.3.a : CB Udara Hembus Gambar.3.b : Ruangan pemadam busur


api-ganda pada CB udara
hembus
Keterangan gambar.3.a dan gambar.3.b
1. Tangki persediaan dari plat baja
2. Isolator berongga dari steatite atau porselin
3. Ruangan pemadam busur api ganda
4. Mekanis penggerak pneumatik
5. Batang penggerak dari baja
6. Katup pneumatik
7. Kontak tetap dari tembaga
8. Kontak bergerak dari tembaga
9. Terminal dari tembaga atau perak
10. Pegas penekan dari campuran baja
11. Pelepas udara keluar
12. Tanduk busur api dari tembaga
13. Unit Tahanan
14. Penutup dari porselin
15. Saluran

10
Gambar.4. : Pemutus dari CB hampa udara

Keterangan Gbr.4.
1. Plat – plat penahan bukan bahan magnit
2. Rumah pemutus dari bahan berisolasi
3. Pelindung dari embun uap
4. Kontak bergerak
5. Kontak tetap
6. Penghembus dari bahan logam
7. Tutup alat penghembus
8. Ujung kontak

2.4.3. CB dengan media gas


Media gas yang digunakan pada tipe CB ini adalah gas SF6 (sulphur
hexaflouride) sifat – sifat gas SF6 murni adalah :
● Tidak berwarna
● Tidak berbau
● Tidak beracun
● Tidak mudah terbakar

Pada temperatur diatas 1500 C gas SF6 mempunyai sifat tidak


merusak metal, plastik dan bermacam – macam bahan yang umumnya
digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.
Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang
tinggi (2,35 kali udara) dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan
pertambahan tekanan.

11
Sifat lain dari gas SF6 mempunyai kekuatan yang mampu
mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat, setelah arus bunga api
listrik melalui titik nol.
CB SF6 ada 2, tipe yaitu :
● Tipe tekanan tunggal (single pressure type)
● Tipe tekanan ganda (Double pressure type)
Pada CB tekanan tunggal, CB diisi gas SF6 dengan tekanan kira -
kira 5 kg/cm 2 . Selama pemisahan kontak – kontak gas SF6 ditekan ke
dalam suatu tabung/silinder yang menempel pada kontak bergerak.
Pada waktu pemutusan gas SF6 ditekan melalui nozzle dan tiupan ini
yang mematikan busur api.
Pada tipe tekanan ganda, gas dari sistem tekanan tinggi dialirkan
melalui nozzle ke gas sistem tekanan rendah selama pemutusan busur
api.
Pada sistem gas tekanan tinggi tekanan gas kurang lebih 12 kg/cm 2
dan pada sistem gas tekenan rendah, tekanan gas kurang lebih 2 kg/cm 2 .
Gas pada sistem tekanan rendah kemudian dipompakan kembali ke
sistem tekanan tinggi.

Gambar.5.a : Satu kutub CB dengan gas SF6 bertangki ganda


dalam tangki tertutup
Keterangan Gambar.5.a
1. Sambungan terminal – terminal (connection terminals)
2. Isolator – isolator atas (upper insulators)

12
3. Jalan masuknya gas SF6 : 14 kg/cm 2 (SF6 inlet 14 kg/cm 2 )
4. Jalan keluarnya gas SF6 : 2 kg/cm 2 (SF6 outlet 2 kg/cm 2 )
5. Ruang pemadam busur api (arc extinction chamber)
6. Sambungan penggerak (operating link)
7. Isolator bawah (lower insulator)
8. Persediaan utama gas SF6 14 kg/cm 2 (main SF6 reservoir 14 kg/cm 2 )
9. Ganjal dari aluminium (activated alumina)
10. Ruang tekanan rendah 2 kg/cm 2 pada tekanan tanah (lower pressure chamber 2
kg/cm 2 , earth potential)
11. Pembantu persediaan tekanan tinggi 14 kg/cm 2 (auxilliary, high pressure
reservoir)

Gambar.5.b. : Satu kutub CB 245 kV dengan gas SF6

Keterangan Gbr.5.b.
1. Mekanisme penggerak (operating mechanism)
2. Pemutus (interrupter)
3. Isolator penyangga dari porselen rongga (hollow support insulator percelain)
4. Batang penggerak berisolasi glass fiber (fibre glass insulating operating rod)
5. Penyambung diantara no.4 dan no.12
6. Terminal – terminal
7. Saringan (filters)
8. Silinder bergerak (movable cylinder)
9. Torak tetap (fixed piston)

13
10. Kontak tetap (fixed contact)

2.5. Persamaan-Persamaan Perhitungan


1. Arus Hubung Singkat
• Untuk mencari besarnya impedansi pembangkit yaitu :
MVA
Zp= x 1 p.u ---------------------------------------- (2.1)
Breaking Capasity Sisi Pr imer

• Untuk Mencari Harga Impedansi Base (Zbase) adalah :


KV 2
Z base = ----------------------------------------------------------------------------- (2.2)
MVA

ƒ Untuk Besarnya Impedansi Saluran dalam p.u adalah :


2
ZL
Z L ( pu ) = ---------------------------------------------------------------------------- (2.3)
Zb

• Untuk Besarnya Impedansi Total dalam pu adalah :


Z total ( pu ) = Z p + Z T + Z L ------------------------------------------------------------ (2.4)

• Untuk Tegangan Trafo dalam pi adalah :


KV
E ( pu ) = ---------------------------------------------------------------------------- (2.5)
KVb

• Untuk Besarnya Arus Hubung Singkat 3 Phasa dalam Satuan pu adalah :


E PU
I hs 3 ø ( pu ) = ---------------------------------------------------------------- (2.6)
Z total ( pu )

Untuk mencari harga arus hubung singkat dalam satuan Ampere, maka perlu
diketahui besarnya harga arus dasarnya yaitu :
MVA dasar
I dasar = --------------------------------------------------------------------- (2.7)
V 3 . KVdasar

14
Dimana :Zp : Impedansi Pembangkit

Z base : Impedansi dasar (Base)

Z L ( pu ) : Impedansi saluran dalam p.u

Z total ( pu ) : Impedansi total dalam p.u

E ( pu ) : Tegangan trafo dalam p.u

I hs 3 ø ( pu ) : Arus Hubung Singkat dalam p.u

(p.u) : Per Satuan

2. Breaking Capasity
● Untuk mencari besarnya arus nominal
P
In = -------------------------------------------------------------------------- (2.8)
V x 3
● Untuk mencari besarnya arus pemutus (breaking capasity)
I hs = k x I n ---------------------------------------------------------------------------- (2.9)
Dimana :
P : Trafo Daya
V : Tegangan Trafo
I n : Arus Nominal

2.6. Induktansi Saluran


Seperti yang telah dijelaskan dimuka bahwa impedansi yang diperlukan
adalah urutan positif dengan mengabaikan kapasitasnya, berarti yang akan dihitung
adalah frekuensi dan induktansi urutan positifnya saja. Besarnya induktansi urutan
positif dapat dihitung dengan persamaan :

jarak rata − rata Geometris(GMD)


L = 2x10-7In ( H / m / phasa) ---------- (2.10)
Radius rata − rata Geometris(GMR)

Dan
Xl = 2 x π x f x L ( ohm/m/phasa )----------------------------------------- (2.11)

15
Table 2.1. Spesifikasi penghantar, disalin sesuai dengan lokakarya IV pembukuan PLN.
Penampang nominal Jari-jari urat GMR R1
(mm ) (mm) (mm)
16 2,257 7 1,6385 2,0820
25 2,821 7 2,0480 1,3324
35 3,33 7 2,4238 0,9523
50 3,99 7 2,8967 0,6666
70 4,27 7 3,4267 0,4761
95 5,50 19 4,070 0,3508
150 6,91 19 5,2390 0,2222

2.7. Prinsip Kerja CB


2.7.1. Prinsip Kerja CB dengan banyak menggunakan Minyak :
Untuk proses membuka dan menutup dari CB ini adalah dengan
menggerakkan batang penggerak (Tension Rod), turun untuk membuka
kontak-kontak dan naik untuk menutup kontak-kontak.
Batang penggerak digerakkan oleh mekanisme penggerak digeraakan
oleh mekanisme penggerak (Operating Mekanisme).

2.7.2. Prinsip Kerja CB dengan sedikit menggunakan Minyak :


Untuk membuka dan menutup CB adalah dengan menaikkan dan
menurunkan posisi dari kontak bergerak (Moving Contact) yang
terhubung pada batang penggerak (Operating Rod) yang digerakkan
oleh mekanisme penggerak (Operating Mechanism).
• Pada Proses Penutupan :
Batang kontak penggerak (Moving Contact Rod) yang berhubungan
dengan kontak bawah (Lower Fixed Contact) bergerak kearah kontak
tetap atas (Upper Fixed Contact) sehingga kontak tetap dan kontak
bergerak akan terhubung yang merupakan arus dari terminal atas
(Upper Terminal) ke terminal bawah (Lower Terminal).
• Pada Proses Pembukaan :
Batang kontak bergerak yang terhubung dengan kontak tetap bawah,
meninggalkan kontak tetap atas, sehingga kontak tetap dan kontak

16
bergerak akan terlepas yang merupakan terputusnya terminal atas
dengan terminal bawah.

2.7.3. Prinsip Kerja CB dengan Media Udara Hembus :


Pada keadaan CB masuk, arus mengalir dari terminal pemutus
pembantu (25) yang selanjutnya terus melewati kontak tetap pemutus
pembantu (13), kontak bergerak (14), kontak jari-jari pemutus
pembantu (17), penyangga pemutus pembantu (3), kontak tetap
pemutus utama (10), kontak bergerak pemutus utama (9), penyangga
pemutus utama (4), kemudian menuju kontak gerak, kontak tetap
pemutus utama pada sisi berikutnya, terus ke penyangga pemutus
pembanutu, kontak jari-jari pemutus pembantu, kontak bergerak,
kontak tetap pemutus pembantu dan terus keterminal pemutus
pembantu.
Seperti juga pada CB yang lainnya, proses penutupan dan pembukaan
CB adalah dengan cara menutup dan membuka kontak-kontak pada
atau dari kontak-kontak tetap dengan adanya perubahan tekanan udara
didalam ruangan pemutus secara terperinci dengan pembantu (Gbr.14)
sebagai berikut :
• Cara Pembukaan CB :
Setelah kumparan pelepas bekerja, maka katub pengatur (23.a)
membuka dan udara bertekanan tinggi mengalir kesebelah bawah
dari silinder penggerak (15). Dengan berputarnya poros penggerak
(24) searah jarum jam akan menyebabkan katub kerja (20) dan katub
tekan (19) membuka.
Ruangan didalam isolator penyangga (5) dan unit pemutus utama (2)
akan terisi penuh dengan udara bertekanan tinggi dari tangki,
sehingga kontak bergerak (9) didalam pemutus utama membuka.
Busur api akibat pembukaan kontak dipadamkan oleh hembusan
udara, dan gas yang timbul akibat busur api tersebut keluar bersama-
sama melalui lubang pembuang udara (8). Setelah terjadi pembukaan
pada pemutus utama, dengan kelambatan dua Cycle yang diatur oleh

17
katub kelambatan (11), maka udara tekan akan masuk kedalam unit
pemutus pembantu (1).
Setelah kontak pemutus pembantu membuka, serta arus sisa yang
mengalir melalui tahanan yang paralel dengan pemutus utama
diputuskan. Pada akhir langkah kerja pembukaan, kontak bergerak
pemutus pembantu (14) menutup lubang pembuang udara (8). Ruang
isolator penyangga, pemutus utama dan pemutus pembantu terisi
penuh oleh udara bertekanan tinggi.
Kontak bergerak pemutus utama masuk kembali setelah pegas penuh
dengan tekan. Setelah pemutus arus, pembukaan dari kontak pemutus
pembantu dipertahankan membuka oleh tekanan udara dalam
ruangan tersebut.
• Cara Pemasukan CB :
Dengan bekerjanya kumparan penutup, maka katub pengatur (23.b)
membuka dan udara tekan mengalir ke sisi atas dari silinder
penggerak (15) dan akan menyebabkan berputarnya poros
penggerak (24) yang berlawanan arah dengan putaran jarum jam,
maka katub pembuangan (21) terbuka.
Sehingga udara yang bertekanan tinggi didalam ruangan isolator
penyangga (5) dan unit pemutus utama (2) terbuang melalui katub
pembunag (21). Karena turunnya tekanan udara tersebut dengan
tiba-tiba , maka katub kelambatan (11) bekerja dan udara tekan
dalam ruang udara dari katub kelambatan (11) mengalir masuk
kedalam silinder penutup (12) dan mendorong kontak-kontak
pemutus pembantu (14) masuk.

18
Keterangan Gambar.6.
1. Unit Pemutus Pembantu
2. Unit Pemutus Utama
3. Rumah Pemutus Pembantu
4. Penyangga Pemutus Utama
5. Isolator Penyangga
6. Tangki Udara
7. Terminal Unit Pemutus Pembantu
8. Lubang Pembuang Udara
9. Kepala Kontak Bergerak Pemutus Utama
10. Kontak Tetap Pemutus Utama
11. Ktub Kelambatan
12. Silinder Penutup
13. Kontak Tetap Pemutus Pembantu
14. Kontak Bergerak Pemutus Pembantu

19
15. Silinder Penggerak
16. Pegas Kontak Bergerak Pemutus Utama
17. Jari-jari Kontak Pemutus Pembantu
18. Torak Katub Tekan
19. Katub Tekan
20. Katub Kerja
21. Katub Pembuang
22. Torak Katub Pembuang
23. Katub Pengatur
24. Poros Penggerak
25. Torak

2.7.4. Prinsip Kerja CB Dengan Media Gas SF6 :


Untuk membuka dan menutup dari CB adalah dengan menaikkan
posisi dari kontak bergerak yang terhubung pada batang batang
penggerak yang digerakkan oleh mekanisme penggerak (Lihat Gbr.14.
a, b, c, d ).
• Pada Proses Penutupan :
Tabung kontak bergerak (d) yang berhubungan dengan kontak –tetap
bawah (b) bergerak kearah bagi-bagian kontak tetap atas (a dan f)
sehingga kontak tetap dan kontak bergerak akan terhubung yang
merupakan penghubung arus dari terminal atas keterminal bawah.
• Pada Proses Pembukaan :
Tabung kontak bergerak (d) yang berhubngan dengan kontak tetap
bawah (b) meninggalkan kontak tetap atas. Pertama kali, silinder
bergerak (c) akan terpisah dengan jari-jari kontak tetapa (a)
kemudian jari-jari busur (e) akan terpisah batang busur (f) dan
akhirnya ujung busur (i) akan terpisah dengan batang busur (f). pada
saat ujung busur (i) terpisah dengan batang busur (f) akan terjadi
loncatan busur api yang segera dipadamkan oleh hembusan gas SF6.

20
2.8. Sistem Relay
Meskipun CB dilalui oleh daya dan arus gangguan, tetapi alat inilah
yang dipakai melokalisir tempat gangguan. Pembukaan CB dikomandoi oleh
relay menurut setting relay sehingga daya arus gangguan tidak sempat
merusak peralatan jaringan. Ada dua macam relay arus lebih yang dapat
dibedakan menurut settingnya, yaitu relay yang diset berdasarkan arus beban
maximum dan yang diset berdasarkan hubung singkat.
Penggunaan relay macam pertama mengharuskan waktu yang
bertingkat kearah pembangkit pada suatu jaringan, untuk mendapatkan waktu
kerja yang berbeda dalam operasinya. Keadaan ini perlu dicegah mengingat
untuk keadaan tertentu, arus gangguan harus segera di proteksi.
Dengan alasan ini, yang dinamakan Over Current OUT OFF sering
dipakai pada suatu jaringan untuk mengatasinya. Relay macam ini di set
berdasarkan arus gangguan dan tidak berdasarkan arus beban, dan dapat
bekerja tanpa atau dengan kelambatan waktu, jadi sistem relay berfungsi untuk
menjaga agar daya dan arus gangguan tidak dibiarkan terus berjalan sehingga
merusak peralatan jaringan.

2.9 CB Dengan Media Minyak


CB dengan media minyak dapat dibagi menjadi 2 macam :
● CB dengan banyak minyak menggunakan (bulk oil circuit breaker).
Pada CB ini minyak berfungsi sebagai isolasi antara bagian – bagian yang
bertegangan dengan badan dan juga berfungsi sebagai peredam / pemadam
loncatan busur api.
● CB dengan sedikit menggunakan minyak (low oil circuit breaker).
Pada CB ini minyak berfungsi sebagai peredam / pemadam loncatan busur
api saja.

2.9.1 Bagian – Bagian Utama


● Bagian - bagian utama dari CB dengan banyak menggunakan minyak adalah :
a. Tangki
Bahan dari tangki CB ini dibuat dari plat baja, dengan teknik pengelasan
khusus. Tangki dilengkapi dengan ventilasi (saluran pengaman dimana arah
alirannya dari dalam keluar), yang berfungsi untuk membebaskan tekanan

21
dalam tangki. Ventilasi tersebut harus selalu diperhatikan agar jangan sampai
tersumbat oleh sesuatu.

Tangki berfungsi untuk menahan tekanan gas yang timbul selama proses
pemadaman busur api. Bentuk dari CB direncanakan sesuai dengan kebutuhan,
yaitu ada satu tangki untuk 3 kutub atau satu tangki untuk satu kutub saja.

b. Kontak - kontak
Kontak – kontak terdiri dari kontak bergerak (moving contact) dan kontak
tetap (fixed contact). Perencanaan kontak – kontak ditentukan oleh tipe
dari pengatur busur api (arc control device).
Kontak – kontak dilapisi dengan oxida tembaga sehingga selalu dalam
keadaan bersih (Gbr.6) dati pergesekan antara kontak – kontak tetap (2)
dilengkapi dengan pegas (3) yang berfungsi menahan kontak bergerak (4).
Kontak bergerak adalah sebuah batang tembaga (6) berbentuk silinder
yang dilengkapi dengan ujung montak (5) bila rusak, dapat diganti dan
dipasang kembali tanpa mengganti seluruh kontak.

Gambar.7.: Susunan kontak – kontak

22
Keterangan Gbr.7
1. Penahan Kontak (contact support).
2. Kontak Utama (main contact)
3. Belitan pegas (coiled spring) terdiri dari phospher bronze.
4. Kontak bergerak (moving contact)
5. Ujung jontak (arcing tip) terdiri dari tungsten copper.
6. Tangkai contact bergerak (moving contact stem) terdiri dari electrolytic copper.

c. Pengatur busur api.


Pengatur busur api (arc control device) umumnya dipergunakan pada CB
dengan banyak menggunakan minyak yang berkapasitas besar dan CB
dengan sedikit menggunakan minyak.
Pengatur busur api mengatur panjangnya busur api sehingga pemadamannya
dapat berlangsung dengan baik.
Mekanisme dalam busur api dapat dijelaskan sebagai berikut (lihat Gbr.7.a.
dan c). Ketika kontak bergerak (moving contact) (2) terpisah meninggalkan
kontak tetap (fixed contact) (1), didalam pengatur busur api (arc control
device) terbentuk gas (Gbr.7.b).
Gas yang dihasilkan ini, tekanannya akan bertambah dalam busur api (arc
control device).
Karena cepatnya kontak bergerak (moving contact) menunggalkan kontak
tetap (fixed contact) dan besarnya tekanan gas, maka akan menimbulkan
blass effect (Gbr.7.c) sehingga busur api padam.

8.(a) Kontak menutup 8. (b) Kontak mulai membuka 8.(c) Kontak dalam posisi terbuka

23
Keterangan Gambar.8
1. Kontak tetap
2. Kontak bergerak
3. Pengatur busur api
4. Busur api
5. Gas bertekanan
6. Minyak

d. Mekanisme Penggerak
Mekanisme penggerak berfungsi menggerakkan kontak bergerak untuk
pemutusan dan penutupan dari CB. Bagian ini terdiri dari satu kesatuan kerja
tersendiri. Pemutusan dan penutupan oleh mekanisme penggerak dapat
secara :
● Mekanik
● Elektris
● Pneumatik
● Hidrolis
Pemilihan mekanisme penggerak ini adalah tergantung dari perencanaan CB
dan letak pengoperasiannya.

e. Bushing
Bushing terdiri dari porselen dan inti (electroda).
Inti berfungsi sebagai konduktor dan bertegangan, sedangakan porselen
berfungsi sebagai isolasi antara yang bertegangan dengan badan.

2.9.2 Fungsi bagian utama CB dengan sedikit menggunakan minyak.


a. Bagian / ruang pemutus tenaga
Bagian / ruang pemutus tenaga ini berupa ruangan yang diselubungi
dibagian luar atau porselen atau isolator steatif dan disebelah dalam
diselubungi oleh tabung bakelit.
Dalam ruangan tersebut terletak kontak – kontak yang tetap melekat pada
bagian atas tabung bakelit, sedangkan kontak – kontak yang bergerak
tersambung pada batang penggerak terletak didalam sistem batang busur api
dan minyak.

24
Bagian ini terletak diantara bagian ruang atas (top chamber) dan bagian
penyangga (supporting compartmen).

b. Kontak – kontak.
Kontak – kontak terdiri dari kontak tetap (fixed contact) dan kontak
bergerak (moving contact).
b.1. Kontak tetap (fixed contact)
Kontak tetap terdiri dari segmen – segmen yang disebut jari – jari
kontak (contact finger), terbuat dari campuran tembaga dan perak.
Ujung dari jari – jari kontak yang akan berhubungan atau bersentuhan
dengan kontak bergerak (moving contact) terbuat dari tembaga
tungsten.
Kontak tetap terbagi dalam 2 bagian :
● Kontak tetap atas
Kontak tetap atas terdapat dalam pengatur busur api yang
dihubungkan ke terminal atas.
● Kontak tetap bawah
Kontak tetap bawah terletak pada dasar bagian pemutus tenaga yang
dihubungkan ke terminal bawah.

b.2. Kontak bergerak (moving contact) terdiri dari :


● Batang kontak bergerak.
Batang kontak bergerak ini terbuat dari campuran tembaga dan
perak.
● Ujung kontak (arcing trip).
Ujung kontak tebuat dari tembaga atau tungsten.

c. Pengatur busur api.


Pengatur busur api pada CB dengan sedikit menggunakan minyak ini
fungsinya sama dengan CB dengan banyak menggunakan minyak, hanya
pada pengatur busur api pada CB dengan sedikit menggunakan minyak
ini terdapat beberapa perlengkapan tambahan seperti :

25
● Pengatur busur api tepasang tetap dan disekelilingnya terdapat
ventilasi – ventilasi yang berfungsi sebagai saluran aliran minyak
untuk pemadam busur api.
● Pengatur busur api dapat bergerak pada waktu pemutusan sehingga
pangatur busur api berfungsi sebagai pompa minyak. (Gbr.8).

CB dalam kedudukan Busur api dalam Proses pemadaman Ruang busur api
menutup minyak bertekan busur api dalam keadaan normal
Gambar.9. : Pengatur busur api
● Pengatur busur api terpasang tetap dan terhubung dengan selubung atas.
Pengatur busur api ini dilengkapi dengan batang pengisap berfungsi
sebagai penekan minyak untuk memadamkan busur api. (Gbr.9.)

Penahan untuk ujung kontak

Batang pengisap

Ujung kontak

Gambar.10. : Batang pengisap pada pengatur busur api

26
d. Mekanisme penggerak (Operating mechanisme).
Mekanisme penggerak berfungsi untuk menggerakkan kontak bergerak
untuk pemutusan dan penutupan dari CB.
Pemutusan dan penutupan CB oleh mekanisme penggerak dapat secara :
● Mekanis
● Pneumatik
● Elektris
● Hidrolis

Penilaian mekanisme penggerak ini adalah tergantung dari perencanaan


CB dan letak pengoperasiannya.

e. Bagian penyangga (suporting compartment).


Bagian ini terbuat dari porselen atau isolator steatif yang menurut
konstruksinya dari pabrik ada yang dipasang vertikal atau horizontal
pada ruang dasar. Di dalam bagian ini terdapat batang kontak bergerak
(sebagian) tersambung dengan batang penggerak dari mekanisme
penggerak CB.
Sedangkan minyak yang didalam bagian penyangga berfungsi untuk
mengisolasi antara bagian – bagian bertegangan dengan badan.

f. Bagian ruang atas (top chamber).


Bagian ruang atas terbuat dari besi, terdiri dari :
● Separator yang berfungsi untuk menyemburkan minyak keluar, jika
terjadi pemuaian minyak secara berlebihan, ketika terjadi proses
pemutusan dan penutupan (pemasukan) dalam keadaan ada gangguan.
● Penduga tinggi minyak untuk mengetahui batas – batas minimum
dalam CB.
● Katub ventilasi, suatu alat pernafasan yang berfungsi untuk
pelepasan uap yang timbul dari dalam CB.
● Pengaman diafragma yang terpasang dibawah tutup kubah yang
direncanakan terangkat / terlepas untuk pengaman CB atau untuk
melindungi CB dari kerusakan, jika timbul tekanan yang sangat
tinggi di dalam CB.

27
2.10 CB Dengan Media Udara Hembus
Pada CB ini udara hembus dengan tekanan tinggi yang berfungsi sebagai
pemadam loncatan busur api.

2.10.1Bagian –bagian utama dan fungsinya


a. Ruang pemutus tenaga
Ruangan pemutus tenaga ini berfungsi sebagai ruangan pemadam busur api.
(Gambar.10).
a.1. Unit pemutus utama (2) berfungsi sebagai pemutus utama.
Unit pemutus utama ini berupa ruangan yang diselubungi bagian luar
oleh isolator dari porselen dan disebelah dalamnya terdapat ruangan
udara, kontak – kontak bergerak (a) yang dilengkapi oleh pegas
penekan, torak (a.5) dan kontak tetap (b) sebagai penghubung yang
terletak melekat pada isolator porselen.

a.2. Unit pemutus pembantu (1) berfungsi sebagai pemutus arus yang
melalui tahanan.
Unit pemutus pembantu ini berupa ruangan yang diselubungi bagian
luar oleh isolator dari porselen dan disebelah dalamnya terdapat
ruangan udara, kontak – kontak bergerak (f) yang dilengkapi oleh
pegas penekan, torak dan kontak tetap (e) sebagai penghubung yang
terletak melekat pada porselen.

a.3. Katub kelambatan (c) yang berfungsi sebagai pengatur udara yang
bertekanan dari unit pemutus utama ke unit pemutus pembantu,
sehingga kontak pada unit pemutus pembantu akan terbuka kurang
lebih 25 ms (mikro detik) setelah kontak – kontak pada unit pemutus
utama terbuka.
Katub kelambatan ini berupa bejana berbentuk silinder yang
berongga sebagai ruang udara, juga terdapat : ruang pengatur (c5)
katub penahan (c18), katub pengatur (c3), rumah perapat (c10) dan
tempat katub (c11). (Gbr.11).

28
a.4. Tahanan.
Tahanan ini dipasang paralel dengan unit pemutus utama, yang
berfungsi untuk :
● Mengurangi kenaikan harga dari tegangan pukul.
● Mengurangi arus pukulan pada waktu pemutusan

a.5. Kapasitor.
Kapasitor ini dipasang paralel dengan tahanan unit pemutus utama
dan unit pemutus pembantu, yang berfungsi untuk :
● Mendapatkan pembagian tegangan yang sama pada setiap celah
kontak, sehingga kapasitas pemutusan pada setiap celah adalah
sama besarnya.

b. Kontak – Kontak.
b.1. Unit pemutus utama.
Kontak bergerak dilapisi dengan perak, terdiri dari :
● Kepala kontak bergerak.
● Silinder kontak
● Batang kontak
● Pegangan kontak
Kontak tetap, terdiri dari :
● Kepala kontak
● Pegangan kontak
b.2. Unit pemutus pembantu
Kontak bergerak.
Kontak tetap terdiri dari :
● Jari – jari kontak
● Pegangan kontak

29
Gambar.11. : Potongan CB dengan media udara hembus (posisi mulai membuka)
Keterangan Gambar.11. :
1. Unit pemutus pembantu
2. Unit pemutus utama
3. Tahanan
4. Kapasitor
5. Rumah pemutus pembantu
6. Penyangga pemutus utama
7. Isolator penyangga
8. Rumah untuk unit kontrol
9. Tangki udara

30
10. Penukaran udara
11. Pemanas
12. Katub penutup
13. Katub searah
14. Saringan udara
15. Saklar pembatas tekanan tinggi
16. Saklar pembatas tekanan rendah
17. Pengukur tekanan
18. Katub pembuka dengan tangan
19. Katub penutup dengan tangan
20. Pemanas
21. Ujung sambungan
22. Terminal utama
23. Jari – jari kontak pemutus pembantu
24. Baut
25. Baut
26. Sumbat
27. Ruang pengumpul udara
28. Katup penutup
29. Lampu tanda
30. Saklar pisau untuk sumber tenaga
31. Saklar pisau untuk pemanas
a. Rangkaian kontak bergerak untuk pemutus unit utama
a.1. Kepala kontak bergerak
a.5. Torak
a.10. Pegas
b. Kontak tetap untuk unit pemutus utama
c. Katub kelambatan
c.3. Katub
c.5. Ruang kelambatan
c.10. Rumah perapat
c.11. Tempat katub
c.18. Katub penahan
d. Silinder penutup

31
e. Kontak tetap untuk unit pemutus pembantu
f. Kontak bergerak untuk unit pemutus pembantu
g. Katub hembus dan katub pembuang
g.1. Rumah torak
g.2. Katub hembus
h. Unit penggerak
i. Unit kontrol saklar
j. Torak penggerak
k. Torak penggerak saklar pembantu
l. Saluran pembuangan ke udara keluar

Keterangan Gbr.12.
c.1. Badan c.11. Tempat Katub
c.2. Penutup c.12. Torak
c.3. Katub c.13. Ruangan Udara
c.4. Torak c.14. Pipa Pembuangan
c.5. Ruang pengatur c.15. Tutup
c.6. Pegas
c.7. Silinder
c.8. Batang
c.9. Cincin penutup
c.10. Rumah perapat
Gambar.12. : Katub kelambatan

c.16. Alas berlubang


c.17. Pegas
c.18. Katub penahan
c.19. Saluran udara ke unit pemutus pembantu
c.20. Saluran udara
c.21. Saluran udara dari unit pemutus utama
c.22. Saluran udara dari ruang udara pengumpul ke tabung penutup

32
c. Pengatur busur api
Udara bertekanan tonggi dari tangki udara yang disupplai keruang
pemadaman busur api melalui nagian penyangga yang berrongga,
menyebabkan udara yang bertekanan tinggi tersebut menekan kepala
kontak bergerak (a.1) sehingga akan memisahkan kontak bergerak
dengan kontak tetap didalam unit pemutus utama (2). Lihat Gbr.(10).
Busur api yang terjadi antara kontak bergerak dan kontak tetap alan
terhembus kedalam pipa kontak tetap sehingga busur api akan padam
oleh aliran udara bertekanan tersebut.
Gas pembuangan mengalir keluar melalui saluran pembuangan ke udara
luar.
Udara bertekanan didalam unit pemutus mengalir keruang pelambatan
(c.5) melalui katub kelambatan dan setelah pemadaman busur api dalam
unit pemutus, katub kelambatan (c.3) terbuka dan udara bertekanan
tinggi mengalir kedalam unit pemutus pembantu sehingga kontak
bergerak akan terpisah dengan kontak tetap.
Arus yang mrngalir melelui tahanan (3) yang paralel dengan unit
pemutus (2) akan diputuskan oleh kontak – kontak dalalm unit pemutus
pembantu.

d. Bagian penyangga
Bagian penyangga terbuat dari porselen atau steatite dan berfungsi
sebagai penyangga dari ruangan pemutus tenaga dan sebagai isolasi
antara bagian – bagian bertegangan dengan badan. Bagian penyangga ini
mempunyei rongga atau disebut juga isolator berongga, yang berfungsi
sebagai saluran udara hembus dari tangki persediaan udara ke ruangan
pemutus tenaga.

e. Katub hembus dan katub pembuangan.


Katub hembus dan katub pembuangan ini terpasang pda dasr bagian
penyangga. Katub hembus berfungsi sebagai pelepasan udara
bertekanan tinggi dari daalm tangki udara ke ruang pemutus tenaga pada
waktu pemutusan. Katub pembuangan berfungsi sebagai sebgai

33
pelepasan udara bertekanan tinggi dari ruangan pemutus ke udara luar,
pada waktu penutupan.

f. Tangki.
Tangki persediaan udara terbuat dari plat baja, berfungsi sebagai
persediaan udara hembus untuk peredam busur api pada saat terjadinya
pemutusan.

g. Mekanis penggerak.
Mekanis penggerak befungsi untuk menggerakkan kontak bergerak
untuk pemutusan dan penutupan dari CB.
Penutupan dan pemutusan oleh mekanis penggerak dapat secara :
● Mekanis
● Pneumatik
● Hidrolis
● Elektris
Pemilihan mekanis penggerak ini tergantung dari perencanaan CB dan
letak pengoperasiannya.
h. Sistem Udara tekan (Compressed air system).
Pada Gbr.12 diperlihatkan diagram dasar dari sistem udara tekan. Udara
hembus yang diperlukan untuk pemutusan selalu tersedia pada tangki
persediaan dengan tekanan 20 – 30 kgf/cm 2 .
Jika tekanan pada tangki persediaan bergurang dibawah harga tertentu
(misalnya 20 kgf/ cm 2 ) maka katub pengatur secara otomatis terbuka
dan udara dari tangki persediaan utama dengan tekanan lebih tinggi (30 –
40 kgf/ cm 2 ) akan masuk ke dalam persediaan.
Bila terjadi penurunan tekanan udara pada tengki persediaan atau tangki
persediaan utama basah, maka katub penutup cepat setempat (12) akan
menutup, sebaliknya bila terjadi kebocoran pada pipa, maka katub searah
(11) akan bekerja. Tekanan pada tangki persediaan dapat dipertahankan
pada harga yang diinginkan, sedangkan tekanan udara pada tangki
persediaan utama diatur pada tekanan 35 kgf/ cm 2 yaitu lebih tinggi dari

34
tekanan udara pada tangki persediaan utama berkurang dibawah harga
yang telah ditentukan, maka kompresor akan bekerja secara otomatis.

Gambar.13. : Diagram dasar sistem udara tekan


Keterangan Gambar.13.
1. Starter
2. Panel kontrol
3. Motor induksi
4. Kompresor
5. Tangki persediaan utama
6. Katub penutup
7. Tangki persediaan udara
8. Pengukur tekanan rendah
9. Pengukur tekanan
10. Katub pembuangan
11. Katub searah
12. Katub penutupan cepat setempat
13. Katub pengatur

2.11 CB Dengan Media Gas SF6 (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker).


Pada CB ini gas SF6 berfungsi sebagai :
● Pemadam loncatan busur api
● Isolasi antara bagian – bagian yang bertegangan serta bagian yang
bertegangan dengan badan.

35
2.11.1 Bagian – Bagian Utama dan Fungsinya.
a. Ruangan Pemutus Tenaga.
Ruangan pemutus tenaga berupa ruangan yang diselubungi oleh porselen
dan didalam ruangan ini terdapat :
● Kontak - kontak
● Silinder bergerak atau silender penghembus
● Torak tetap
Ruangan pemitis tenaga ini terletak diatas bagian penyangga. Setiap
kutub (Pole) dapat terdiri dari satu ruangan pemutus tenaga, atau ruangan
pemutus tenaga ganda, tergantung besarnya tegangan, daya atau MVA
kapasitas pemutus yang dihubungkan seri. Untuk ruangan pemutus
tenaga lebih dari satu, umumnya dengan kapasitor yang dihubungkan
paralel dengan ruangan pemutus tenaga. Fungsi kapasitor pada CB
dengan media gas adalh sms dengan fungsi kapasitor pada CB dengan
udara hembus.
b. Kontak – Kontak.
Kontak – kontak terdiri dari kontak tetap dan kontak bergerak, seperti
Gbr.13.
b.1. Kontak – kontak dinagi dalam 2 bagian :
b.1.1. Kontak tetap atas, yang terdiri dari :
● Bagian penyangga kontak tetap (2)
● Jari – jari kontak tetap (3)
● Kontak busur tetap (4)
Kontak tetap atas ini dihubungkan ke terminal atas (5)
b.1.2 Kontak tetap bawah.
Kontak tetap bawah (7) ini terletak dibagian dalam torak tetap
(6). Kontak tetap bawah dan torak tetap dihubungkan ke terminal
bagian bawah (15).
b.2. Kontak bergerak
Kontak bergerak ini terdiri dari :
● Tabung kontak bergerak (9)
● Silinder bergerak (10)
● Jari – jari kontak busur (11)
● Ujung kontak (12)

36
● Nozzle (13), dari bahan isolasi
Keterangan Gbr.14.
1. Isolator
2. Bagian penyangga kontak tetap
3. Jari – jari kontak tetap
4. Kontak busur tetap
5. Teminal atas
6. Piston tetap
7. Kontak busur tetap
8. Batang penggerak
9. Tabung kontak bergerak
10. Silinder bergerak
11. Jari – jari kontak busur
12. Kontak busur bergerak
13. Nozz;e dari bahan isolasi
14. Isolator penyangga
15. Terminal bawah
Gbr.14. : Kontak – kontak pada CB dengan media gas SF6
c. Pengatur Busur Api.
Untuk mengatur busur api yang terjadi pada CB dengan media gas
SF6. Yang mana pada gambar 15, a, b, c, d, silinder bergerak (c)
terhubung dengan tabung kontak bergerak (d) yang dapat mengikuti
gerakan sepanjang bagian penyangga kontak bergerak.(h).
Pada waktu pembukaan (Gbr.14.b.) silinder bergerak (c) akan
terpisah dengan jari – jari kontak tetap (a), sehingga arus akan
mengalir melalui batang busur (f), jari – jari busur (e), tabung kontak
bergerak (d), kontak tetap (h) berfungsi sebagai piston tetap, dengan
secara berangsur – angsur gas SF6 yang berada dalam silinder
bergerak (c) akan tertekan kearah batang busur (f) melalui nozzle (g).
Dan busur api yang terhadi sewaktu batang busur (f) terpisah dengan
ujung kontak (i) akan dipadamkan oleh gas SF6 yang tertekan
tersebut.

37
Keterangan Gambar.15, a, b, c, d. :
a. Jari – jari kontak tetap
b. Kotak tetap
c. Silinder bergerak
d. Tabung kontak bergerak
e. Jari – jari kontak busur bergerak
f. Kontak busur tetap
g. Nozzle dari bahan isolasi
h. Bagian penyangga kontak tetap
i. Kontak busur bergerak

Gbr.15. : Menggambarkan urutan prinsip kerja pengaturan busur api


pada CB dengan media gas SF6
d. Bagian Penyangga.
Bagian penyangga terbuat dari porselen, dipasang vertikal pada
rangkaian tangki dan berfungsi sebagai penyangga dari ruangan
pemutus tenaga.
Didalam bagian ini terdapat batang penggerak dari bahan isolasi dari
mekanis penggerak pemutus tenaga.
Sedangkan gas SF6 didalam penyangga berfungsi untuk mengisolasi
antara bagian – bagian yang bertegangan dan bagian yang
bertegangan dengan badan.

e. Mekanis Penggerak.
Mekanis penggerak berfungsi untuk menggerakkan kontak bergerak
untuk penutupan dan pemutusan dari CB.
Penutupan dan pemutusan oleh mekanis penggerak dapat secara :
● Mekanis
● Pneumatik
● Hidrolis
● Elektris

38
Pemilihan mekanis penggerak ini adalah tergantung dari perencanaan
CB dan letak pengoperasiannya.

39