Anda di halaman 1dari 9

SISTEM PROTEKSI TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

SATU FASA KE TANAH PADA BELITAN STATOR GENERATOR 6,3KV


DI PT PLN ( Persero ) PLTU SEKTOR PEMBANGKITAN KERAMASAN

Laporan Akhir Ini Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan


Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro
Program Studi Teknik Listrik

Oleh
Tenang Riatman
0605 3031 0844

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2008
SISTEM PROTEKSI TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT
SATU FASA KE TANAH PADA BELITAN STATOR GENERATOR 6,3KV
DI PT PLN ( Persero ) PLTU SEKTOR PEMBANGKITAN KERAMASAN

Laporan Akhir Ini Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan


Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro
Program Studi Teknik Listrik

Oleh
Tenang Riatman
0605 3031 0844

Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II

Ir. Ilyas Mutiar, S.T


NIP. 132147141 NIP. 131884139

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Elektro Ketua Program Studi
Teknik Listrik

Ir. Ali Nurdin., M.T Ir. Kasmir


NIP. 131954241 NIP. 132003335
ABSTRAK

SISTEM PROTEKSI TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT


SATU FASA KE TANAH PADA BELITAN STATOR GENERATOR 6,3KV
DI PT PLN ( Persero ) PLTU SEKTOR PEMBANGKITAN KERAMASAN

( 2008 : X + 41 Halaman + Daftar Pustaka + 10 Daftar Gambar )

Tenang Riatman
0605 3031 0844
Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik
Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang

Gangguan yang mungkin terjadi pada sistem pembangkit adalah gangguan


hubung singkat ke tanah, baik itu hubung singkat satu fasa, dua fasa ataupun
tiga fasa ke tanah
Dalam studi kasus ini masalah yang akan dibahas adalah perhitungan besar
arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada belitan Stator Generator
6,3 KV di PT. PLN ( Persero ) PLTU Pembangkitan Sektor Keramasan dan
setting rele arus lebih yang di gunakan sebagai proteksi generator terhadap
gangguan tersebut. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah
melakukan perhitungan berdasarkan teori dari buku – buku yang berkaitan
dengan judul kasus yang akan dibahas berdasarkan data yang ada di lapangan.
Kemudian hasil dari perhitungan berdasarkan teori di bandingkan dengan
keadaan yang sebenarnya di lapangan.
Berdasarkan dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa besar arus
gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah pada belitan stator generator adalah
15 Ampere. Untuk setting rele arus lebih sebesar 1,5 In, waktu pemutusannya
adalah 3 detik. Sedangkan keadaan yang sebenarnya di lapangan arus gangguan
hubung singkat maksimum pada generator di batasi sampai 10 Ampere. Untuk
setting rele arus lebihnya adalah 2 In, waktu pemutusannya adalah 5 detik.
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha
Esa. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan akhir ini dengan judul : SISTEM PROTEKSI TERHADAP
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SATU FASA KE TANAH PADA BELITAN STATOR
GENERATOR 6,3KV DI PT PLN ( Persero ) PLTU SEKTOR PEMBANGKITAN
KERAMASAN. Yang dibuat untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan

pendidikan Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Elektro


Program Studi Teknik Listrik.
Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis banyak mendapatkan bantuan
dan motivasi dari banyak pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada :
1. Bapak RD. Kusumanto, ST, MM. Direktur Politeknik Negeri
Sriwijaya.
2. Bapak Ir. Ali Nurdin, MT. Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik
Negeri Sriwijaya.
3. Bapak Ir. Siswandi, Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Politeknik
Negeri Sriwijaya.
4. Bapak Ir. Kasmir. Ketua Program Studi Teknik Listrik Politeknik
Negeri Sriwijaya.
5. Bapak Ir. Ilyas. Pembimbing I Lapoaran Akhir.
6. Bapak Mutiar ST. Pembimbing II Laporan Akhir.
Dalam penyusunan laporan akhir ini, apabila terdapat kekurangan dalam
penyusunannya dari segi bentuk maupun isinya, penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak yang terkait, guna
kesempurnaan laporan akhir ini.
Akhir kata penulis berharap semoga laporan akhir ini dapat memberikan
manfaat bagi kita semua.

Palembang, Juli 2008


Penulis dan penyusun.

Tenang Riatman.
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL …………………………………………………..... i
HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………….. ii
ABSTRAK ………………………………………………………………. iii
KATA PENGANTAR ………………………………………………….. iv
DAFTAR ISI …………………………………………………………….. v
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………. vi
DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………. vii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………………………………………….. 1
1.2 Tujuan dan Manfaat …………………………………………. 2
1.2.1 Tujuan …………………………………………………. 2
1.2.2 Manfaat ………………………………………………... 2
1.3 Metode penulisan ……………………………………………. 2
1.4 Perumusan masalah …………………………………………. 3
1.5 Pembatasan masalah ………………………………………… 3
1.6 Sistematika penulisan ……………………………………….. 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Umum ………………………………………………………... 4
2.2 Syarat – syarat dasar rele proteksi …………………………… 5
2.3 Prinsip dasar sistem proteksi ………………………………… 8
2.4 Klasifikasi rele proteksi …………………………………….... 9
2.5 Beberapa istilah dalam rele proteksi …………………………. 10
2.6 Rele arus lebih ……………………………………………….. 11
2.6.1 Prinsip kerja rele arus lebih ……………………………. 13
2.6.2 Penggunaan rele proteksi arus lebih ………………….... 14
2.7 Gangguan dalam generator …………………………………... 15
2.8 Sistem pentanahan netral generator ………………………….. 17
2.8.1 Pentanahan dengan tahanan ……………………………. 17
2.8.2 Pentanahan dengan kumparan Petersen ………………… 19
2.9 Gangguan hubung tanah pada generator ……………………… 20
2.10 Komponen simetris dari system tiga fasa …………………. 22
2.11 Gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah ……………….. 24
2.12 Proteksi stator …………………………………………….. 27
2.12.1 Proteksi terhadap hubung singkat dalam belitan stator 27
2.12.2 Pengaman gangguan hubung singkat stator
ke tanah untuk Belitan generator – trafo …………………... 28
2.13 Penentuan setting rele proteksi stator ……………………... 29
2.13.1 Rele arus lebih definite time ………………………. 29
2.13.3 Setting waktu rele …………………………………. 29

BAB III KEADAAN UMUM


3.1 Umum ……………………………….......……………………. 30
3.2 Analisa gangguan hubung tanah pada belitan stator generator
PLTU Sektor pembangkitan keramasan ……………………... 30
3.3 Data – data peralatan yang terpasang ………………………... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Umum …………………………………...………………........ 35
4.2 Perhitungan reaktansi dalam satuan perunit ………………..... 34
4.3 Perhitungan besar arus gangguan hubung singkat satu fasa
ke tanah pada belitan stator generator di PLTU 1
sektor keramasan ...................................................................... 35
4.4 Perhitungan sistem pentanahan dengan tahanan pada netral
generator di PLTU sektor keramasan ……………………....... 36
4.5 Perhitungan setting rele arus lebih ……………………………. 37
4.6 Setting waktu rele ……………………………………….…….. 38
4.8 Tabel hasil perhitungan dan data lapangan ………....………..... 39
4.9 Analisa perhitungan …………………………………………. 40
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ………………………………………………........ 41
5.2 Saran ………………………………………………………...... 41

DAFTAR PUSTAKA ……………...…………………………………… 42


DAFTAR GAMBAR

Hal
1.1 Daerah Sistem Proteksi dari Suatu Sistem Tenaga Listrik ………..... 5
1.2 Prinsip Kerja Rele Arus Lebih ……….....…………………………... 13
1.3 Proteksi Gangguan Hubung Tanah pada Sistem Generator dengan
Rele Proteksi Gangguan Hubung Tanah yang dipasang di titik
Netral ….............................................................................................. 15
1.4 Pentanahan Dengan Transformator Tipe distribusi ............................ 18
1.5 Pentanahan Dengan Transformator Tipe distribusi ............................ 20
1.6 Penjumlahan secara grafis komponen simetris ................................... 22
1.7 Suatu Generator Tiga Fasa Hubung Y dengan Netral ditanahkan

Melalui Suatu Reaktansi dan Terjadi Gangguan di Fasa ( a)............. 24


1.8 Prinsip Dasar Penggunaan Proteksi Gangguan Hubung Tanah di
Stator ……………………………………………………………. 32