Anda di halaman 1dari 2

MATA KULIAH : ANGGARAN DASAR

SEMESTER :V
DOSEN : NURBETI SE, MSI

1. PT BANDUNG BALI
Berikut ini adalah data akutansi perusahaan
a. Produk yang dihasilkan adalah semen yang memliki pasar Oligopoli. Harga pasar
yang berlaku adalah Rp 70 per unit
b. Pabrik memiliki biaya standar untuk satuan per 100 unit produk jadi, yaitu bahan
baku A 55 Unit, B 44 Unit dan C 11 Unit. Harga Standart untuk satuan bahan baku
per unit A Rp 43, B Rp 35, dan C Rp 25
c. Untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi dibutuhkan tenaga kerja buruh
tarif standart Rp 7.50 per jam dan dibutuhkan waktu pengolahan 500 jam per 100
unit output
d. Biaya overhead pabrik didsarkan pada upah jam kerja langsung ( upah buruh ) pasa
normal kapasitas 16.500 jam. Biaya overhead pabrik yang dianggarkan adalah tetap
Rp 12.375 dan variable Rp 8..250
e. Kenyataan yang terjadi saat ini di pabrik ( dalam periode akutansi satu tahun )
adalah bahwa output rill yang dihasilkan adalah 3.234 unit semen jadi yang siap
dijual kepasar
f. Permintaan actual adalah sebesar 3000 unit. Pembelian bahan baku A 2000 unit
@Rp 44, B1 1200 unit @ Rp 37, dan C 500 unit @Rp 24. Sedangkan bahan baku yang
digunakan dalam proses produkis adalah A 1870 Unit, B 1100 unti, dan C 440 unit;
penyimpangan bahan baku dicatat pada saat pembelian bahan baku
g. Upah buruh yang dibayarkan Rp 7.95 per jam pada jam kerja actual 15.800 jam
h. Biaya overhead actual tetap Rp 11.075 dan variable Rp 8.490
Diminta : menghitung varian overhead pabrik

2. Kasus PT Lesmana
Kebiajakn lama : potongan tunai 3% untuk pembayaran sampai 7 hari (3/7). Rata-rata
oengumpulan piutang 30 hari, pembeli yang memanfaatkan potongan tunai 15%,
piutang tak tertagih ( bad debt ) 2% dari penjualan kredit ( credit sales ). Penjualan
selama satu tahun 1.500 unit @Rp 5, VC Rp 2,3 biaya modal diperhitungkan 22% per
tahun
Kebijakan baru : perjanjian kredit penjualan ( term of sales ) adalah 4/15, potongan
tunai 4% bagi yang melakukan sampai dengan 15 hari. Rata-rata pengumpulan piutang
40 hari. Yang memanfaatkan potongan tunai bertambah menjadi 25% dan penjualan
meingkat 20%, tambahan tenaga penjual 3 orang dengan gaji per bulan Rp 1.7 per bulan
per orang, piutang tak tertagih ( bad debt
) 3%. Apakah perusahaan mempertahankan kebijakan lama atau baru ?

3. PT. Subur mengeluarkan biaya tetap pada tahun yang lalu sebesar Rp 100.000.000,00
untuk pelaksanaan proses produksi dan operasi dalam perusahaan tersebut. Produk
perusahaan ini dijual dengan harga Rp 4.000,00 setiap unitnya, sedangkan biaya
variable yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dapat dijualadalah 200000 unti. Pada
tahun ini manajemen perusahaan yang bersangkutan tersebut memutuskan untuk
mengadakan pergantian komposisi bahan baku dengan suatu bahan baku penemuan
baru yang lebih hemat dengan kualitas yang memadai, sehingga biaya variable per unit
yang harus ditanggung oleh perusahaan tersebut turun menjadi Rp 1.500.000,-. Dengan
digantikannya bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan yang bersangkutan
tersebut yang diikuti dengan penurunan biaya per unit produk, maka penjualan produk
perusahaan tersebut dapat ditingkatkan menjadi 400000 unit. Dengan berdasarkan data
yang ada ini diminta untuk memperhitungkan :
a. Pulang pokok tahun ini dalam jumlah unit dan rupiah
b. Pulang pokok tahun ini dalam jumlah unit dan rupiah
c. Perubahan tang terjadi dari pulang poko serta besar perubahan yang ada tersebut
d. Margin of safety dalam unit dan rupiah pada tahun yang lalu
e. Margin of safety dalam unit dan rupiah pada tahun ini
F Margin of safety tahun ini seandainya tidak terdapat penambahan unit yang dijual