Anda di halaman 1dari 7

Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

SOAL UTS METODE PENELITIAN KUANTITATIF dan RnD


PROGRAM STUDI S2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN FKIP UNS
April 2021
Jawablah pertanyaan berikut:
1. Apakah yang dimaksud masalah penelitian, jelaskan juga unsur-unsur dan kriteria yang
harus diperhatikan dalam menentukan masalah penelitian.
2. Penelitian kuantitatif sering disebut pendekatan “logico-hipotetico-verifikatif”,
jelaskan apa yang dimaksud pendekatan tersebut.
3. Jika judul penelitiannya adalah “ Hubungan antara Status Sosial Ekonomi orang
tua dan motivasi belajar dengan Prestasi Belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta”,
buatlah: Identifikasi masalah; Pembatasan masalah; Perumusan masalah; Tujuan
penelitian; Manfaat penelitian; dan Hipotesis penelitian.
4. Bagaimanakah hubungan antara kajian teori (telaah pustaka) dengan kerangka berpikir
dan hipotesis penelitian; jelaskan juga hubungan antara kajian teori dengan instrument
penelitian.

Tabel: Rekapitulasi Nilai M.P. Bahasa Indonesia Siswa Klas XI SMA

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 J.B
Siswa
A
B Isilah kolom ini dengan angka 1 (jawaban benar) atau 0 (jawaban salah)
C sesuai selera anda.
D
E Selanjutnya di kolom paling kanan (J.B) adalah jumlah benar setiap
F siswa
G
H Baris paling bawah (Bnr) diisi jumlah jawaban benar dari setiap butir
I soal.
J
K
L
Bnr

5. Berdasar table di atas, hitunglah Tingkat Kesukaran (TK) dan Daya Pembeda (DP)
masing-masing Nomor Soal
Jawaban di email ke arif_mussadad_fkip@yahoo.co.id hari Sabtu, 24 April jam 16.00 –
17.00
Kamis, 22 April tidak ada kuliah, presensi Hari Rabu 21 April jam 16.20 – 18.00
Nama file: nama depan_dua digit no absen terakhir_Kuanti&RnD_S2TP_UTS
Contoh: Budi_04_Kuanti&RnD_S2TP_UTS
Mulai Minggu Depan, Rabu tg 28 April materi RnD diampu Prof. Dr. Asrowi
Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

JAWABAN

1. Masalah penelitian merupakan suatu kesenjangan atau penyimpangan antara suatu


peristiwa dengan sesuatu yang seharusnya terjadi (kondisi ideal), seperti kesenjangan
antara teori dengan praktek, kesenjangan antara rencana maupun aturan dengan
pelaksanaan. Berikut unsur-unsur dalam menentukan masalah penelitian:
A. Masalah penelitian harus tampak dan dirasakan sebagai tantangan yang ingin
dipecahkan dengan mempergunakan keahlian dari peneliti.
B. Masalah penelitian menunjukkan suatu kesenjangan antara peristiwa dengan tolak
ukur tertentu dari kondisi ideal dari suatu oeristiwa tertentu.
C. Masalah penelitian adalah keraguan yang timbul terhadap suatu peristiwa yang
berupa kesangsian tentang tingkat kebenaran terhadap suatu keadaan.

Dalam memilih masalah penelitian, baiknya peneliti memperhatikan kriteria berikut:

A. Masalah penelitian yang dipilih harus sesuatu yang berguna untuk di teliti dan
dipublikasikan.
B. Masalah penelitian yang dipilih harus relevan dengan keahlian peneliti.
C. Masalah penelitian harus menarik untuk di teliti dan dipublikasikan.
D. Masalah penelitian sebisa mungkin menghasilkan suatu inovasi baru.
E. Masalah penelitian yang dipilih harus dapat digali datanya secara lengkap dan
objektif.
F. Maslah penelitian tidak boleh terlalu luas dan terlalu sempit.

2. Pendekatan “logico-hipotetico-verifikatif” dalam penelitian kuantitatif memiliki makna


bahwa seseorang memandang suatu permasalahan sebagai suatu pola tertentu dan
kemudian mencoba menjawab berbagai permasalahan tersebut menggunakan asumsi-
asumis sementara atau hipotesis dan kemudian memverifikasi asumsi-asumsi tersebut
dengan fakta-fakta yang mendukung, untuk membuktikan kebenaran dari asumsi-
asumsi yang telah ditetapkan oleh seorang peneliti. Dengan demikian pendekatan
“logico-hipotetico-verifikatif” berasal dari suatu teori yang di rumuskan menjadi
kesimpulan sementara kemudian dibuktikan melalui penelitian ilmiah sehingga
menghasilkan teori baru yang relevan dan konsisten dengan teori sebelumnya dan harus
cocok dengan fakta-fakta empiris.
Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

3. Judul penelitian “Hubungan antara Status Sosial Ekonomi orang tua dan motivasi
belajar dengan Prestasi Belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta”. Maka:
A. Identifikasi Masalah
1) Perbedaan tingkatan sosial ekonomi orang tua siswa sangat beragam.
2) Terdapat siswa dengan sosial ekonomi orang tua tinggi memiliki prestasi belajar
yang baik.
3) Terdapat siswa dengan latar belakang sosial ekonomi orang tua menengah
kebawah memililiki motivasi dan prestasi belajar yang baik.
4) Motivasi belajar yang tinggi tidak dimiliki oleh sebagian siswa.
5) Sebagian prestasi belajar siswa cenderung rendah.
6) Cenderung asal-asalan dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan.

B. Rumusan Masalah
1) Apakah terdapat hubungan yang positif antara status sosial ekonomi orang tua
dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta?
2) Apakah terdapat hubungan yang positif antara motivasi belajar dengan prestasi
belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta?
3) Apakah terdapat hubungan yang positif antara status sosial ekonomi orang tua
dan motivasi berprestasi secara bersama dengan prestasi belajar siswa SMA
Negeri 3 Surakarta?

C. Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antara status sosial
ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta.
2) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antara motivasi belajar
dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta.
3) Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif antara status sosial
ekonomi orang tua dan motivasi berprestasi secara bersama dengan prestasi
belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta.

D. Pembatasan Penelitian
Agar penelitian dapat dilakukan lebih fokus, sempurna, dan mendalam maka
penelitian yang dilaksanakan perlu dibatasi, oleh sebab itu peneliti membatasi
penelitian yang hanya berkaitan dengan “status sosial ekonomi orang tua siswa, dan
Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

motivasi belajar siswa serta hubungannya dengan prestasi belajar siswa”. Prestasi
belajar siswa dipilih karena penting dalam proses pendidikan sebagai bahan
evaluasi tindakan selanjutnya.

E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis dan
praktis adalah sebagai berikut:
1) Manfaat Teoritis
a. Mengembangkan pengetahuan dan keilmuwan khususnya mengenai
hubungan status sosial ekonomi orang tua, motivasi belajar dan prestasi
belajar siswa
b. Sebagai sumbangan dan bahan referensi bagi perkembangan ilmu
pengetahuan khususnya dalam dunia pendidikan.
2) Manfaat praktis
a. Sekolah : sebagai salah satu informasi mengenai hubungan antara sosial
ekonomi keluarga, motivasi dan prestasi belajar siswa sehingga dapat
dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil
keputusan dan tindakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar
siswa.
b. Universitas : memperkaya hasil penelitian yang berkaitan dengan sosial
ekonomi, motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa.
F. Hipotesis Penelitian
Berikut hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini:
1) Terdapat hubungan positif antara status sosial ekonomi orang tua dengan
prestasi belajar siswa SMA Negeri 3 Surakarta.
2) Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar
siswa SMA Negeri 3 Surakarta.
3) Terdapat hubungan positif antara status sosial ekonomi orang tua dan
motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa SMA
Negeri 3 Surakarta.
Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

4. Menjelaskan hubungan kajian teori dengan kerangka berpikir dan hipotesis penelitian
serta instrumen penelitian.
A. Hubungan antara kajian teori dengan kerangka berpikir dan hipotesis penelitian.
Kajian teori berisi uraian sistematis tentang teori dan hasil-hasil penelitian
yang relevan dengan variabel yang ditetili, peneliti menguraikan jalan pikirnya
secara logis dengan mengkaitkan variabel bebas dengan variabel terikat melalui
suatu fenomena tertentu menggunakan prinsip silogisme dalam rangka
memecahkan masalah yang telah dirumuskan. Selain itu dalam kerangka berpikir
juga memberikan penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek
permasalahan penelitian. Penyusunan kerangka berpikir dengan menggunakan
dasar argumentasi-argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan (kajian teori)
pada akhirnya akan melahirkan suatu kesimpulan, kesimpulan tersebutlah yang
akan menjadi rumusan hipotesis dari suatu penelitian sebagai jawaban semantara
atas pemecahan masalah yang diteliti. Dalam mengkaji suatu teori peneliti harus
mensintesis teori-teori yang menjadi variabel dalam penelitian.
Sehingga kajian teori akan menjadi dasar peneliti dalam menyusun
kerangka berpikir, untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan berdasarkan pola pikir
peneliti yang didukung dengan kajian teori yang relevan sehingga muncul rumusan
hipotesis atau jawaban sementara (kesimpulan teoritis) dari suatu penelitian, sampai
disinilah proses yang disebut dengan logico hipotetico menggunakan cara berpikir
logika deduktif.
B. Hubungan antara kajian teori dengan instrumen penelitian
Kajian teori memberikan dasar-dasar konseptual dalam menyusun definisi
operasional dari suatu instrumen penelitian, karena dalam mengkaji suatu teori
peneliti juga harus menyertakan indikator dan deskriptor untuk mengukur variabel
tersebut. Sehingga indikator dan deskriptor yang di buat oleh peneliti cocok dengan
kisi-kisi instrumen yang dibahas pada bab III.
Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

5. Menghitung tingkat kesukaran dan daya pembeda dari tiap-tiap butir soal.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 J.B
Siswa
A 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 12
B 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 15
C 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 15
D 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 13
E 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 14
F 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 14
G 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 13
H 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 13
I 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 11
J 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 12
K 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 14
L 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 12
Bnr 6 7 8 8 7 5 6 7 7 8 6 7 5 7 5 8 7 5 9 6

A. Menghitung Tingkat Kesukaran


𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑆𝐼𝑆𝑊𝐴 𝑀𝐸𝑁𝐽𝐴𝑊𝐴𝐵 𝐵𝐸𝑁𝐴𝑅
TK = 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑆𝐼𝑆𝑊𝐴 𝑃𝐸𝑆𝐸𝑅𝑇𝐴 𝑇𝐸𝑆
8 7 8 10
NO 1 = 12 = 0.67 ; NO 2 = 12 = 0.58 ; NO 3 = 12 = 0.67 ; NO 4 = 12 = 0.83 ;
8 7 7 8
NO 5 = 12 = 0.67 ; NO 6 = 12 = 0.58 ; NO 7 = 12 = 0.58 ; NO 8 = 12 = 0.67 ;
8 9 7 9
NO 9 = 12 = 0.67 ; NO 10 = 12 = 0.75 ; NO 11 = 12 = 0.58 ; NO 12 = 12 = 0.75 ;
8 9 7 8
NO 13 = 12 = 0.67 ; NO 14 = 12 = 0.75 ; NO 15 = 12 = 0.58 ; NO 16 = 12 0.67 ;
8 7 10 8
NO 17 = 12 = 0.67 ; NO 18 = 12 =0.58 ; NO 19 = 12 = 0.83 ; NO 20 = 12 0.67

Tabel tingkat kesukaran

no soal skor kategori no soal skor kategori


1 0,67 sedang 11 0,58 sedang
2 0,58 sedang 12 0,75 mudah
3 0,67 sedang 13 0,58 sedang
4 0,83 mudah 14 0,75 mudah
5 0,67 sedang 15 0,58 sedang
6 0,58 sedang 16 0,67 sedang
7 0,58 sedang 17 0,67 sedang
8 0,67 sedang 18 0,58 sedang
9 0,67 sedang 19 0,83 mudah
10 0,75 mudah 20 0,67 sedang
Dini Wahyu Mulyasari_02_Kuanti&RnD_S2TP_UTS

B. Analisis Daya Pembeda

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 JB
Siswa
B 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 15
C 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 15
L 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 15
E 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 14
F 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 14
K 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 14
BA 4 4 5 4 5 2 3 4 5 5 5 3 4 4 4 5 6 4 6 5
G 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 13
H 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 13
D 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 13
J 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 12
A 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 12
I 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 11
BB 4 3 5 5 3 5 4 4 3 4 2 6 3 5 3 3 2 3 4 3

𝐵𝐴−𝐵𝐵
DP = 1
𝑁
2

Berdasarkan perhitungan excel didapatkan skor daya pembeda sebagai berikut:

nomor skor kategori nomor skor kategori


soal soal
1 0 baik 11 0,5 baik
2 0,17 baik 12 -0,5 tidak
baik
3 0 baik 13 0,17 baik
4 -0,2 tidak 14 -0,2 tidak
baik baik
5 0,33 baik 15 0,17 baik
6 -0,5 tidak 16 0,33 baik
baik
7 -0,2 tidak 17 0,67 baik
baik
8 0 baik 18 0,17 baik
9 0,33 baik 19 0,33 baik
10 0,17 baik 20 0,33 baik