Anda di halaman 1dari 10

Nama : Pian

Kelas : VI.A

Candi Borobudur.
Magelang, Jawa Tengah.

candi borobudur diyakini merupakan peninggalan kerajaan Dinasti Sailendra masa pemerintahan raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno dan selesai
dibangun pada abad ke-8.banyak sekali misteri candi borobudur yang belum terkuak ,apa sebenarnya nama asli candi borobudur tidak ada prasasti atau buku yang
menjelaskan dengan pasti tentang pembanguan borobudur,ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama samara budhara memiliki arti gunung yang
lerengnya terletak teras teras ada juga yang mengatakan borobudur berasal dari ucapan para budha yang mengalami pergeseran satu satu nya tulisan yang
menyebutkan borobudur pertama kali adalah thomas Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul sejarah pulau jawa .para ahli sejarah
memperkirakan Sir Thomas Stamford Raffles menyebut borobudur dari kata bore dan budur ,bore artinya ialah desa sebuah desa yang terletak di dekat lokasi
letak candi borobudur ditemukan sedangkan budur artinya purba
Nama : Junia
Kelas : VI.A

Candi Mendut.
Dekat Magelang, Jawa Tengah.

Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya
hanya sekitar 3 km dari Candi Barabudhur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi
tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan.
Nama : Junia
Kelas : VI.A
Candi Pawon.
Magelang, Jawa Tengah.

Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Candi yang mempunyai nama lain Candi Brajanalan
ini lokasinya sekitar 2 km ke arah timur laut dari Candi Barabudhur dan 1 km ke arah tenggara dari Candi Mendut. Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi
Barabudhur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan yang erat. Selain letaknya, kemiripan
motif pahatan di ketiga candi tersebut juga mendasari adanya keterkaitan di antara ketiganya. Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon
merupakan upa angga (bagian dari) Candi Barabudhur.
Nama : Stephani
Kelas : VI.A

Candi Jabung.
Kraksan, Jawa Timur.

Candi Jabung dibangun pada tahun 1354 Masehi, pada masa kebesaran kerajaan Majapahit. Dalam kitab Nagara Kertagama Candi Jabung di kunjungi oleh Raja
Hayam Wuruk pada tahun 1359 Masehi. Berdasar kitab Pararaton, candi ini diperkirakan dibangun untuk tempat pemakaman Bhra Gundul salah seorang keluarga
raja. Situs Candi Jabung terdiri dari dua bangunan yang terdiri atas satu bangunan utama dan satu bangunan yg lebih kecil. Yang menarik adalah material
bangunan candi yang berupa batu bata merah berkualitas tinggi yang kemudian diukir dalam bentuk relief. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah
ini mampu bertahan ratusan tahun.
Nama : Stephani
Kelas : VI.A
Candi Kalasan.
Di sebelah timur Yogyakarta.

Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya sekitar 16 km ke arah timur dari kota Yogyakarta.
Dalam Prasasti Kalasan dikatakan bahwa candi ini disebut juga Candi Kalibening, sesuai dengan nama desa tempat candi tersebut berada. Tidak jauh dari Candi
Kalasan terdapat sebuah candi yang bernama Candi Sari. Kedua candi tersebut memiliki kemiripan dalam keindahan bangunan serta kehalusan pahatannya. Ciri
khas lain yang hanya ditemui pada kedua candi itu ialah digunakannya vajralepa (bajralepa) untuk melapisi ornamen-ornamen dan relief pada dinding luarnya.
Nama : Stephani
Kelas : VI.A
Candi Sari.
Magelang, Jawa Tengah.

Candi Sari terletak tidak jauh dari Candi Kalasan, sekitar 0,5 Km di sebelah timur lautnya. Secara administrasi, Candi Sari berada di Dusun Bendan,
Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata Sari mempunyai arti cantik atau elok. Dimungkinkan
pemilihan kata tersebut, dikaitkan dengan keindahan hiasan serta corak gaya bangunannya.

Menurut beberapa ahli arkeologi, Candi Sari dibangun sezaman dengan Candi Kalasan, yaitu sekitar abad ke-8 M. Pendapat ini didasarkan atas pola
hias yang ada, berupa pahatan-pahatan yang sangat halus. Candi Sari merupakan sebuah bangunan wihara atau asrama yang diperuntukan bagi para
pendeta. Sesuai dengan bentuk atapnya yaitu stupa, Candi Sari ini berlatar belakang agama Buddha.
Nama : Stephani
Kelas : VI.A

Candi Sojiwan

Rute Menuju Candi Sojiwan

Secara administratif, Candi Sojiwan terletak di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Untuk menuju ke
candi ini tidaklah sulit, Anda bisa mengambil rute dari arah pintu masuk Candi Prambanan.

 Dari pintu masuk (atau pintu keluar) Candi Prambanan, Anda bergerak menuju Jln. Solo yang dijaga oleh lampu lalu lintas. Kemudian ambil
jalan ke kanan (barat).
 Setelah ambil jalan ke kanan, Anda akan menemukan batas propinsi. Perhatikan bahwa ada jalan kecil di sebelah kiri (selatan) setelah tugu
batas propinsi yang ramai, karena ada pasar di sana. Masuklah ke jalan tersebut.
 Setelah melewati rel kereta api, kira-kira 300 meter Anda akan menemukan pertigaan dengan cabang ke kanan (timur). Ambil jalan ke kanan
tersebut, Anda sudah tiba di jalan utama Desa Kebondalem Kidul. Ikuti jalan lurus itu saja.
Nama : PIAN
Kelas : VI.A
CANDI PLOSAN

Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten,
Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya
kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah
candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal
dengan nama Kerajaan Mataram Kuno.
CANDI SEWU

Candi Sewu atau Manjusrighra adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi
Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua
daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti
seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang.

Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
CANDI NGAWEN

Candi Ngawen adalah candi Buddha yang berada kira-kira 5 km sebelum candi Mendut dari arah Yogyakarta, yaitu di desa Ngawen, kecamatan
Muntilan, Kabupaten Magelang. Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh wangsa Sailendra pada abad ke-8 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Menurut Soekmono keberadaan candi Ngawen ini kemungkinan besar adalah bangunan suci yang tersebut dalam prasasti Karang Tengah pada tahun
824 M, yaitu Venuvana (Sanskerta: 'Hutan Bambu').

Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya.
Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya nampak berada pada salah satu candi lainnya. Beberapa
relief pada sisi candi masih nampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran Kinnara, Kinnari, dan kala-makara.