Anda di halaman 1dari 3

Yth, Tutor

Saudara mahasiswa,

Berikan CONTOH (CUKUP 2 (DUA) CONTOH SAJA), kesalahan-kesalahan


dalam penulisan bidang hukum yang dapat saudara temukan; sebutkan apa
sumbernya, dimana letak kesalahannya (beserta alasan) dan bagaimana pula
mesti perbaikannya.

Selamat belajar.

Tutor

TUGAS 3 - SESI 7

A. Kesalahan dalam penulisan bidang hukum


1. Ketidaklengkapan Unsur Pembentuk Kalimat
a. [Menelusur lebih jauh, hukum di Indonesia sudah
mapan. Hukum di Indonesia sudah memiliki
struktur yang terus-menerus mengalami
perbaikan-perbaikan.] Sudah cukup memadai
untuk menjadi regulator yang baik bagi negara kita

2. Subjek dan Objek tidak Berkata Depan


a. Mengenai perkawinan, perceraian, dan poligami
bagi PNS diatur dalam PP No. 10 Tahun 1983
dengan perubahan yang diatur dalam PP No.45
Tahun 1990.
B. Dimana letak kesalahannya beserta alasannya
1. Pada susunan kata dalam contoh (A.1.a) Sudah cukup
memadai untuk menjadi regulator yang baik bagi negara
kita tersebut belum membentuk kalimat karena
subjeknya belum ada. Karena kalimat lengkap setidak-
tidaknya mempunyai subjek dan predikat. Susunan kata
itu akan menjadi kalimat jika ditambahkan subjek.
(Subjek adalah sesuatu yang menjadi pokok, dasar, atau
hal yang dibicarakan penulis.)

2. Pada susunan kata dalam contoh (A.2.a) Subjek dalam


contoh tersebut tidak jelas karena kelompok kata yang
seharusnya menjadi subjek, yaitu mengenai perkawinan,
perceraian dan poligami bagi PNS, didahului oleh kata
depan mengenai. Subjek kalimat tidak diperkenankan
berkata depan. Kata depan adalah kata yang
pemakaiannya dihubungkan dan ditempatkan didepan
kata benda. Oleh karena kata depan mengenai
pemakaiannya dihubungkan dengan Subjek dan agar
subjeknya jelas, kata depan itu harus dihilangkan.

C. Bagaimana pula mesti perbaikannya


1. Penambahan Subjek di depan Susunan Kata
a. Hukum di Indonesia sudah cukup memadai untuk
menjadi regulator yang baik bagi negara kita.

2. Menghilangkan Kata Depan yang ditempatkan di depan


Subjek
a. Perkawinan, perceraian, dan poligami bagi PNS
diatur dalam PP No. 10 Tahun 1983 dengan
perubahan yang diatur dalam PP No.45 Tahun
1990.

Sumber :
1. Buku Materi Pokok HKUM4101 - Bahasa dan Terminologi Hukum -
Modul 8 : Kesalahan Kalimat Karya Ilmiah Hukum.

Anda mungkin juga menyukai