Anda di halaman 1dari 8

13 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERBIJI (SPERMATOPHYTA) DI


LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER

Isti Qomah 1), Sulifah Aprilya Hariani 2), Siti Murdiyah 2)


1
Mahasiswa FKIP Universitas Jember
email: sulifah@gmail.com
2
Dosen FKIP Universitas Jember

Abstract
High diversity of plant in University of Jember caused a safe, healthy, and beautiful environment.
Almost all the plant are Spermatophyta and have woody form. Spermatophyta is a group of plant
that has seed as the main characteristic. The woody plant (arbo) is a plant that has stem from wood,
big form, and various type. This research aimed to know the kinds of Spermatophyta around Jember
University. This research was included as a qualitative descriptive research, which is carried to
drawing, interpretating and describing data systematically, factual, and accurate about the facts and
the characteristics of Spermatophyta around of University of Jember. The research design contained
location the selection of research location, sample and picture taking, and plant identifying. The
method of sample taking was cruise. There were 4.644 of Spermatophyta that already found, that
contained 80 species and grouped on 32 families. These families were Anacardiaceae, Annonaceae,
Apocynaceae, Araucariaceae, Arecaceae, Bignoniaceae, Burseraceae, Calophyllaceae,
Casuarinaceae, Combretaceae, Cupressaceae, Ebenaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae,
Flacourtiaceae, Gnetaceae, Lamiaceae, Lauraceae, Lecythidaceae, Lythraceae, Magnoliaceae,
Malvaceae, Meliaceae, Moraceae, Muntingiaceae, Myrtaceae, Oxalidaceae, Phyllanthaceae,
Pinaceae, Rubiaceae, Sapindaceae, and Sapotaceae.

Keywords: Identifying, Spermatophyta, University of Jember

1. PENDAHULUAN
menopang aktivitas akademik non-dan
Jember merupakan salah satu kota di Jawa aktivitas lain yang terkait.
Timur yang memiliki iklim tropis, dengan
kisaran suhu antara 23oC- 32oC, Luas 3.293,34 Kondisi lingkungan yang tercipta
km2 dan terletak pada ketinggian antara 0- didukung oleh banyaknya spesies tumbuhan
3.330 mdpl (Setiawan, 2013). Kota Jember terutama tumbuhan peneduh jalan dan
memiliki kawasan hijau dan ramah lingkungan tanaman hias. Sebagian besar dari kelompok
yang terletak di area pusat pendidikan yaitu tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji dan
kampus Universitas Jember (Maulana, 2010). berperawakan pohon. Tumbuhan biji adalah
tumbuhan yang memiliki organ biji sebagai
Universitas Jember memiliki luas alat reproduksi generatif sedangkan tumbuhan
1.120.261 m2 (112,03 ha) terdiri atas 133.714 berperawakan pohon (arbo) adalah tumbuhan
m2 (13,371 ha) di luar kampus Tegal boto, yang memiliki ciri-ciri batang berkayu, besar
yang dipergunakan untuk kebun percobaan dan beragam (Tjitrosomo, 1983). Batang
dan area seluas 986.547 m2 (98,655 ha) pohon berkayu karena memiliki banyak
berada di kampus Tegal boto dengan berbagai kandungan lignin sehingga batang menjadi
macam tumbuhan di dalamnya. Keberadaan keras dan berwarna kecoklatan. Karakter lain
kampus Universitas Jember yang memiliki yang dimiliki pohon seperti diameter batang
keanekaragaman jenis tumbuhan tinggi ≥20 cm serta akan mulai bercabang setelah
menghasilkan kondisi lingkungan yang aman, tinggi pertumbuhannya melebihi 1 meter
sehat, dan indah sehingga mampu (Sutedjo, 1989).
mengakomodasi berbagai kebutuhan dalam

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


14 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

Area kampus Universitas Jember memiliki Penelitian ini dilakukan di wilayah


43 jenis tumbuhan berhabitus pohon pada Universitas Jember yang terletak di Jl.
luasan 27,75 ha. Terdapat 28,13% dari Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto untuk
keseluruhan luas yang sudah teridentifikasi pengambilan sampel tumbuhan dan
tumbuhannya, hal ini menunjukkan bahwa pengambilan gambar. Tahap identifikasi
tumbuhan berhabitus pohon yang ada belum beberapa tumbuhan dilakukan peneliti di
teridentifikasi sepenuhnya. Oleh karena itu, Laboratorium Botani Pendidikan Biologi dan
perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut agar apabila belum teridentifikasi dilanjutkan di
seluruh tumbuhan di kawasan Universitas LIPI UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun
Jember dapat diketahui identitasnya Raya Purwodadi.
(Mikorizawan, 2012).
Alat yang digunakan pada penelitian ini
Identifikasi tumbuhan dapat diartikan antara lain: cutter, gunting, pisau, kamera
sebagai kegiatan untuk mengungkapkan dan digital, penggaris, meteran, alat tulis, buku
menetapkan identitas atau jati diri tumbuhan, catatan, dan buku acuan yang relevan seperti:
dalam hal ini adalah menentukan nama Morfologi Tumbuhan: Gembong
tumbuhan yang benar serta tempatnya yang Tjitrosoepomo, tahun 2005; Taksonomi
tepat dalam sistem klasifikasi. Klasifikasi Tumbuhan (Spermatophyta): Gembong
merupakan susunan tingkatan taksonomi Tjitrosoepomo, tahun 2007; Tropical
makhluk hidup yang digunakan untuk Flowering Plants: K.A Llamas, tahun 2003;
mempermudah pengelompokan makhluk dan Flora untuk Sekolah di Indonesia:
hidup. Identifikasi dan klasifikasi dapat C.G.G.J. van Steenis, tahun 2013. Bahan yang
diawali dengan melakukan pengamatan pada dibutuhkan dalam penelitian adalah sampel
karakter atau ciri morfologi pada akar, umbi, tumbuhan berbiji (Spermatophyta) berhabitus
rimpang, batang, daun, dan bagian tanaman pohon (arbo) yang ditemukan di lokasi
yang lain pada spesies, karakter yang muncul penelitian.
inilah yang dapat digunakan untuk proses
Metode pengambilan sampel terdiri dari
identifikasi. Tumbuhan yang akan
pengambilan sampel dan gambar. Metode
diidentifikasi dimungkinkan ada yang belum
pengambilan sampel yaitu menggunakan
dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan,
metode jelajah yang dilakukan dengan
sehingga penentuan nama baru, atau tingkatan
berjalan menyusuri lokasi penelitian atau
taksonnya harus mengikuti aturan yang
menjelajahi per area penelitian.
terdapat di dalam KITT (Kode Internasional
Tata nama Tumbuhan). Tumbuhan yang telah Desain penelitian terdiri dari dua tahap
dikenali dapat diidentifikasi menggunakan ahli yaitu pemilihan lokasi penelitian dan teknik
tumbuhan, spesimen, herbarium, buku.-buku pengambilan sampel tumbuhan yang terdiri
flora, ataupun kunci determinasi atas pengambilan sampel dan pengambilan
(Tjitrosoepomo, 2009). gambar baik secara utuh maupun per bagian
organ; serta tahap identifikasi.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
jenis-jenis tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
di lingkungan kampus Universitas Jember. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Identifikasi dilakukan pada hari
2. METODE PENELITIAN pengamatan. Tumbuhan yang tidak
teridentifikasi di bawa ke Labratorium Botani
Penelitian yang dilakukan termasuk dalam
Pendidikan Biologi Universitas Jember.
jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu
Terdapat beberapa spesies yang tidak
penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk
teridentifikasi oleh peneliti sehingga
menggambarkan, menginterpretasi serta
identifikasi dilanjutkan ke Lembaga Ilmu
mendeskripsikan data hasil penelitian yang
Pengetahuan Indonesia UPT Balai Konservasi
telah dilakukan secara sistematis, faktual, dan
Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.
akurat mengenai kebenaran, fakta dan sifat
tumbuhan berbiji (Spermathophyta) berhabitus Berikut merupakan data tumbuhan berbiji
pohon yang terdapat di lingkungan kampus (Spermatophyta) berhabitus pohon yang
Universitas Jember. ditemukan di lingkungan kampus Universitas

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


15 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

Jember yang meliputi nama spesies, famili 28 Eucalyptus deglupta Myrtaceae 1 1


dan jumlah spesiesnya. Blume.
29 Ficus benjamina L. Moraceae 25 1,2,3,4,5,7,9,
Tabel 1. Data tumbuhan berbiji 10,11,12,18

(Spermatophyta) yang ditemukan di 30 Ficus elastica Moraceae 5 10,11,12,14


Roxb. Ex. Hornem.
lingkungan kampus Universitas
Jember. 31 Ficus microcarpa L. Moraceae 4 18

32 Ficus superba Miq. Moraceae 7 4,9,12

No. Nama Jenis Famili Jml. Lokasi *) No. Nama Jenis Famili Jml. Lokasi
1 Acacia Fabaceae 6 3,4,12
33 Ficus tinctoria L. Moraceae 2 18
auriculiformis A.
Cunn. ex Benth. 34 Filicium decipiens Sapindacea 238 1,2,3,4,5,6,
2 Agathis dammara Araucariace 36 2,9,12
(Lamb.) Rich. ae (Wight
& Arn.) Thwaite. e 7,9,
10,11,12,1
4, 16,18
3 Albizia Fabaceae 10 4,5,12
lebbeck (L.) 35 Gliricidia sepium Fabaceae 11 1,11
Benth. (Jacq.) Kunth.
4 Anthocephalus Rubiaceae 6 5,1
cadamba 36 Gmelina arborea Roxb. Lamiaceae 255 1,2,3,4,5,6,
(Roxb.) Miq. 7,9,
11,12,13,1
5 Antidesma Phyllanthac 31 1,4 4, 18,19
bunius (L.) eae
Spreng. 37 Gnetum gnemon L. Gnetaceae 13 5,11,12,1
6 Araucaria Araucariace 12 4,9,10,11,18 9
heterophylla ae 38 Hevea brasiliensis Euphorbiac 20 4
(Salisb.) Franco. (Willd. ex A. Juss.) eae
7 Artocarpus Moraceae 10 7,10,11 Mull. Arg.
heterophyllus 39 Hibiscus tiliaceus L. Malvaceae 9 1,8,13,15,
Lam. 19
8 Averrhoa bilimbi L. Oxalidaceae 8 12,13 40 Hibiscus macrophyllus Malvaceae 3 13
Roxb. ex Hornem.
9 Averrhoa carambola Oxalidaceae 7 7, 13, 19
L. 41 Hura crepitans L. Euphorbiac 10 10,14
10 Azadirachta Meliaceae 5 13,14 eae
indica A. Juss. 42 Hydnocarpus sp. Flacourtiace 24 12,19
ae
11 Barringtonia Lecythidace 4 7,11,12,13 43 Kigelia africana Bignoniace 13 1,9,12,13,
asiatica (L.) Kurz. ae (Lam.) Benth. ae 14

12 Bauhinia purpurea L. Fabaceae 35 3,4,10,11,12, 44 Lagerstroemia speciosa Lythraceae 130 1,4,5,7,10,


16,18,19 (L.) Pers. 11,12,13,14

13 Callistemon viminalis Myrtaceae 7 9,11 45 Leucaena leucocephala Fabaceae 13 1,12,13,1


(Sol. ex Gaertn.) (Lam.) de Wit. 4
Cheel. 46 Livistona rotundifolia Arecaceae 35 2,6,9,19
14 Calophyllum Calophyllac 29 5,6,7,8,10,12,
inophyllum
L. eae 13 (Lam.) Mart.

15 Canarium indicum L. Burseraceae 296 4,5,6,9,12,13, 47 Mangifera indica L. Anacardiac 44 1,4,5,7,10,


15,19 eae 11,
13,16,17,1
9
16 Cassia fistula L. Fabaceae 21 8,12,13 48 Manilkara kauki (L.) Sapotaceae 33 1,4,6,9,10,
Dubard. 11, 12,14
17 Casuarina Casuarinace 18 6,9,10
equisetifolia L. ae 49 Melaleuca cajuputi Myrtaceae 56 14
18 Ceiba pentandra (L.) Malvaceae 19 1,13,14,16,17, Powel.
Gaertn. 18,19,20
50 Melia azedarach L. Meliaceae 4 13,14,18
19 Cerbera manghas L. Apocynacea 10 18,19
e 51 Michelia alba DC. Magnoliace 17 9,10,11,1
20 Chrysophyllum Sapotaceae 23 7,10,12 ae 2
cainito L. 52 Mimusops elengi L. Sapotaceae 187 1,3,4,5,7,9,
21 Cinnamomum Lauraceae 14 9,13,16 10,
12,13,14,1
burmannii 6, 17,18
(Nees & T. Nees).
22 Cocos nucifera L. Arecaceae 7 1,8,11,18,19 53 Morinda citrifolia L. Rubiaceae 8 12,13
23 Delonix regia (Bojer) Fabaceae 73 5,9,11,12,13, 54 Muntingia calabura L. Muntingiac 21 6,7,9,11,12,
Raf. 18,19 eae 17, 18,19
24 Dimocarpus longan Sapindaceae 13 2,4,7,11,12,13 55 Nephelium lappaceum Sapindacea 4 11,16
Lour. L. e
25 Diospyros blancoi A. Ebenaceae 57 3,4,5,6,10,12 56 Paraserianthes Fabaceae 12 4,12,18,1
DC. falcataria 9
26 Diospyros malabarica Ebenaceae 9 4,5
(L.) Nielsen.
(Ders.) Kostel.
27 Erythrina fusca Lour. Fabaceae 15 18,19

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


16 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

57 Peltophorum Fabaceae 39 5,10,11,1 Fakultas ISIP, 8= Lapangan, 9=


pterocarpum 2 Gedung Rektorat, 10= FKIP
(DC.) Backer ex Gedung I, 11= Farmasi, 12=
K. Heyne.
58 Persea americana Mill. Lauraceae 3 9,10,11 Fakultas Pertanian, 13= Fakultas
59 Pinus merkusii Jungh. Pinaceae 7 6,11
MIPA, 14= Fakultas Tekni
Pertanian, 15= Kebun Agrotekno,
60 Polyalthia longifolia Annonaceae 92 2,4,5,12,13, 16= Fakultas Kesehata Masyarakat,
Sonn. 18
17= Program Studi Ilmu
61 Psidium guajava L. Myrtaceae 4 9,11,12 Keperawatan, 18 Fakultas
62 Pterocarpus indicus Fabaceae 180 1,2,3,4,5,6 Kedokteran Gigi, 19= Fakultas
Willd. ,7,
10,11,12,1 Kedokteran, 20=Fakultas Teknik.
3,
14,16,17

No. Nama Jenis Famili Jml. Lokasi Penelitian identifikasi tumbuhan berbiji
63 Roystonea regia Arecaceae 100 5,6,7,8,9,10, (Spermatophyta) berhabitus pohon dilakukan
(Kunth)
O.F. Cook. 12,18,20 di lingkungan kampus Universitas Jember
dengan luas area 98,655 ha. Lokasi dibagi
64 Samanea saman (Jacq) Fabaceae 326 1,2,3,4,5,6,7,8,
Merr. 9,10,12,13,14,
menjadi 20 area untuk mempermudah dalam
15,16,17,18, penelitian. Tumbuhan yang terdapat di lokasi
19,20 penelitian umumnya merupakan tumbuhan
65 Schleichera oleosa Sapindacea 6 9,11 pilihan yang sengaja ditanam karena nilai
(Lour) Oken e estetika dan ekologi yang dimiliki. Penataan,
66 Senna siamea (Lam.) Fabaceae 20 2,3 pemilihan, dan perpaduan benar-benar
H.S. Irwin & Barneby. diperhatikan, baik dari segi keragaman, sifat
67 Spathodea Bignoniace 175 3,5,6,7,8,9,10, maupun karakter fisik tumbuhan sehingga
campanulata
P. Beauv. ae 12,13,14,16, menciptakan lingkungan lebih fungsional serta
18,19
menghasilkan pemandangan yang indah.
68 Sterculia foetida L. Malvaceae 31 3,4,10,13,14, Pemilihan jenis tumbuhan yang digunakan
18
bergantung pada kebutuhan, fungsi dan lokasi
69 Streblus asper Lour. Moraceae 3 6,9 penanaman sehingga terdapat keselarasan
70 Swietenia mahagoni Meliaceae 1229 1,2,3,4,5,6,7,9, dengan karakter jenis tumbuhan yang dipilih.
(L.)
Jacq. 10,11,12,13,
14,15,16,18,
Identifikasi dilakukan dengan mengamati ciri
19,20 morfologi yang tampak pada tumbuhan. Ciri
71 Syzygium aqueum Myrtaceae 4 7,11,14 morfologi tumbuhan yang digunakan dalam
(Burm. f.) Alston. proses identifikasi seperti karakter batang,
72 Syzygium polyanthum Myrtaceae 16 4,14 daun, bunga, buah, dan biji.
Wigh. Walp.
Hasil penelitian dari kegiatan identifikasi
73 Tabebuia argentea Bignoniace 40 5,11,12
(Bureau & K. ae
tumbuhan berbiji (Spermatophyta) di
Schum.) Britton. lingkungan Universitas Jember menunjukkan
74 Tamarindus indica L. Fabaceae 18 2,12,16
bahwa terdapat 4.644 individu/pohon dari
banyak spesies. Jumlah spesies tumbuhan
75 Tectona grandis L. Lamiaceae 77 1,2,5,14,18,19
yang diperoleh menunjukkan keanekaragaman
76 Terminalia catappa L. Combretace 123 1,2,3,4,5,6,7,9, yang cukup tinggi meskipun terdapat beberapa
ae 10,11,12,13,
14,18,19 famili yang anggotanya hanya sedikit.
77 Theobroma cacao L. Malvaceae 8 12,13
Keanekaragaman tumbuhan biji
(Spermatophyta) ini dapat dilihat dari jumlah
78 Thuja orientalis L. Cupressace 31 1,3,7,10,11
ae keseluruhan spesies yang ditemukan, yakni
79 Veitchia merillii Arecaceae 18 10,11,14,19 terdapat 80 spesies yang tergabung ke dalam
(Becc.)
H. E. Moore. 32 famili (suku). Famili-famili tersebut adalah
80 Wodyetia bifurcata (L.) Arecaceae 109 1,2,4,5,7,9,10, Anacardiaceae, Annonaceae, Apocynaceae,
A.K. Irvine. 11,16,17,18,19
Araucariaceae, Arecaceae, Bignoniaceae,
Total 4644
Burseraceae, Calophyllaceae, Casuarinaceae,
Keterangan: *) 1= Fakultas Sastra, 2= Fakultas Combretaceae, Cupressaceae, Ebenaceae,
Ekonomi, 3= Fakultas Hukum, 4= Euphorbiaceae, Fabaceae, Flacourtiaceae,
Stadion dan KAUJ, 5= FKIP
Gnetaceae, Lamiaceae, Lauraceae,
Gedung III, 6= UPT Bahasa, 7=

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


17 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

Lecythidaceae, Lythraceae, Magnoliaceae, langsung dalam kehidupan pengguna atau


Malvaceae, Meliaceae, Moraceae, masyarakat di sekitar kampus, misalnya
Muntingiaceae, Myrtaceae, Oxalidaceae, manfaat estetis. Keindahan tataan dan paduan
Phyllanthaceae, Pinaceae, Rubiaceae, ragam tumbuhan mampu menciptakan
Sapindaceae, dan Sapotaceae. pemandangan yang indah dan serasi. Area
yang sering dilewati atau dijangkau seperti
Tumbuhan di lingkungan Universitas
pada kanan-kiri jalan banyak dijumpai pohon
Jember sengaja ditanam sebagai tumbuhan
S. mahagoni, C. indicum, Delonix regia
peneduh atau hiasan taman. Kesengajaan ini
(Bojer) Raf., Peltophorum pterocarpum (DC.)
berpengaruh terhadap distribusi jenis dan
Backer ex K. Heyne., Spathodea campanulata
jumlah individu pada setiap area. Distribusi
P. Beauv., Erythrina fusca Lour., Michelia
dan jumlah individu tergantung dengan
alba DC., Mimusops elengi L. dan Tabebuia
kondisi, luas, dan kebutuhan area. Terdapat
argentea (Bureau & K. Schum.). Selain
beberapa spesies tumbuhan yang distribusinya
memiliki bentuk yang indah, tumbuhan
tidak merata dan ada pula tumbuhan yang
tersebut juga memiliki keistimewaan dalam
mendominasi dan tersebar di berbagai area,
perbungaan, serta buah yang dengan
seperti pada spesies Samanea saman (Jacq.)
sendirinya sudah menarik perhatian. Warna,
Merr. yang tersebar di 19 area, Swietenia
bentuk dedaunan, bunga, buah serta bentuk
mahagoni (L.) Jacq. tersebar di 18 area, serta
susunan tajuk yang berpadu dengan benda
Terminalia catappa L. dan Pterocarpus indicus
konstruksi seperti gedung, jalan, dan
Willd. yang tersebar di 15 area.
sebagainya dapat menciptakan pemandangan
Spesies paling banyak adalah tumbuhan yang menyejukkan Nazarudin, 1994).
dari famili Fabaceae yang terdiri atas 14
Tumbuhan di lingkungan kampus
spesies. Spesies yang mendominasi
Universitas Jember secara ekologis memiliki
selanjutnya dari famili Moraceae yang terdiri
manfaat dan nilai untuk mempertahankan
atas 7 spesies, dan dari famili Myrtaceae yang
kenyamanan di sekitar terutama perannya
terdiri atas 6 spesies. Berdasarkan jumlah
dalam menjaga keseimbangan ekologi.
individunya, tumbuhan yang paling banyak
Tumbuhan mampu mengendalikan iklim
mendominasi berturut-turut adalah S.
mikro melalui perubahan unsur-unsurnya yang
mahagoni sebanyak 1229 pohon, S. saman
terdapat pada sekitar tumbuhan seperti suhu,
sebanyak 326 pohon, Canarium indicum L.
kelembaban, intensitas cahaya, serta arah dan
sebanyak 296 pohon, Gmelina arborea Roxb.
kecepatan angin. Iklim mikro secara sederhana
sebanyak 255 pohon, dan Filicium decipiens
dapat didefinisikan sebagai keadaan di sekitar
(Wight & Arn.) Thwaite. sebanyak 238 pohon.
tumbuhan dan hewan sampai batas 2 meter di
Spesies dengan jumlah individu paling atas dan di bawah objek yang diamati. Iklim
sedikit jumlahnya adalah Eucalyptus deglupta mikro sangat dipengaruhi oleh radiasi
Blume. sebanyak 1 pohon. Ficus tinctoria L. matahari yang diterima atmosfer dan
sebanyak 2 pohon, Hibiscus tiliaceus L. permukaan tanah serta lingkungan fisik yang
sebanyak 3 pohon, Streblus asper Lour. ada pada permukaan tanah tersebut
sebanyak 3 pohon, dan Persea americana Mill. (Sudyastuti, 1998).
sebanyak 3 pohon. Rendahnya jumlah
Suhu pada kawasan padat penduduk
individu salah satunya disebabkan oleh
seperti Jember semakin meningkat akibat
meningkatnya pembangunan dan kebutuhan
banyaknya aktifitas kota, pantulan benda dan
ruang yang umumnya mengabaikan unsur
beberapa sumber panas yang memicu
alami seperti pepohonan sehingga terjadi
peningkatan suhu udara seperti mobilitas
perubahan penggunaan lahan yang cenderung
kendaraan bermotor, industri, rumah tangga,
menurunkan proporsi lahan atau ruang
dan berbagai aktifitas lain. Kondisi tersebut
terbuka.
harus diimbangi dengan jumlah tumbuhan di
Adanya kawasan hijau di lingkungan sekitarnya. Tumbuhan mengendalikan suhu
kampus Universitas Jember bukan hanya lingkungan melalui proses fisiologi yaitu
program akan tetapi juga menunjukkan transpirasi. Tumbuhan yang banyak, maka
identitas yang membedakan dengan yang lain. sistem tajuk tumbuhan akan memacu
Terdapat manfaat yang dapat dirasakan secara peningkatan laju transpirasi (terutama untuk

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


18 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

menjaga stabilitas suhu tumbuhan). Proses yang memiliki kelembaban tanah cukup tinggi
tranpirasi tumbuhan akan menggunakan ditandai dengan tanah yang cenderung basah
sebagian besar air yang berhasil diserap dari atau becek seperti pada Area 4 = Stadion dan
tanah. Setiap gram air yang diuapkan akan KAUJ, Area 8 = Lapangan, Area 9 = Gedung
menggunakan energi sebesar 580 kalori. Rektorat, dan sekitar Area 16 = Fakultas
Karena besarnya energi yang digunakan untuk Kesehatan Masyarakat. Area tersebut banyak
menguapkan air pada proses transpirasi, maka dijumpai tumbuhan dengan kemampuan
hanya sedikit panas yang tersisa yang akan evapotranspirasi tinggi seperti S. saman,
dipancarkan ke udara sekitarnya (Lakitan, Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen.,
1997). Jumlah tumbuhan sebanyak 4644 Swietenia sp., Tectona grandis L. dan L.
pohon yang tersebar di 20 area dengan leucochephala. Sedangkan tumbuhan dengan
berbagai macam bentuk, akan membantu daya evapotranspirasi rendah, seperti
menekan peningkatan suhu udara di kota Casuarina equisetifolia L., Ficus elastica
Jember terutama di kawasan sekitar kampus. Roxb. ex Hornem., Hevea brasiliensis (Willd.
ex A. Juss.) Mull. Arg., Lagerstroemia
Keberadaan tumbuhan sebagai komponen
speciosa (L.) Pers., dan Cocos nucifera L.
biotik juga mampu menyerap radiasi matahari.
(Manan, 1976). Perbedaan karakter dan
Tajuk pohon merupakan salah satu bagian
aktifitas fisiologis tumbuhan tersebut
yang menjadi pertimbangan pemanfaataannya.
memberikan pengaruh positif terhadap
Radiasi matahari diserap oleh daun-daun
kestabilan kelembaban tanah di lingkungan
penyusun tajuk sebagai sumber energi untuk
kampus Universitas Jember.
proses fotosintesis. Energi cahaya diubah oleh
tumbuhan menjadi energi kimia untuk Keberadaan tumbuhan juga berkontribusi
digunakan dalam mensintesis karbohidrat. dalam perbaikan kualitas udara di sekitar
Secara keseluruhan karbondioksida dan air di kampus yaitu dengan meningkatkan udara
ubah menjadi karbohidrat dan oksigen. Efek bersih yang semakin menipis akibat
dari proses fisiologis yang memerlukan panas banyaknya asap kendaraan, debu dan partikel
tersebut menyebabkan terjadinya pendinginan pencemar lainnya. Kendaraan bermotor
suhu udara di sekitar tumbuhan. Semakin merupakan sumber utama timbal yang
banyak tumbuhan yang bertajuk rindang maka mencemari udara di daerah perkotaan. Sekitar
semakin banyak karbondioksida yang diserap 60-70% dari partikel timbal di udara perkotaan
dan semakin banyak pula oksigen yang berasal dari kendaraan bermotor (Krishnayya
dihasilkan. Agathis sp., Bauhinia purpurea L., dan Bedi, 1986.) Tumbuhan mampu
Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit., Acacia membersihkan dan menyaring udara melalui
auriculiformis A., dan Ficus benjamina L. proses jerapan dan serapan. Muntingia
merupakan jenis tumbuhan yang baik dalam calabura L sebanyak 21 pohon. dan S.
menyerap karbondioksida (Widyastama, campanulata sebanyak 175 pohon mampu
1991). D. regia juga merupakan tumbuhan menjerap debu yang melayang di udara karena
yang efektif dalam menyerap karbondioksida memiliki daun yang berbulu dan memiliki
dan tahan terhadap pencemaran udara permukaan yang kasar. Semakin banyak
(Sugiharti, 1998) pohon yang ditanam maka semakin efektif
dalam menjerap debu. Dahlan (1989),
Berdasarkan data penelitian di kawasan
menyatakan Agathis sp., Swietenia sp., dan
Universitas Jember, Agathis sp., sebanyak 36
Senna siamea (Lam.) H.S. Irwin & Barneby.,
pohon, B. purpurea sebanyak 35 pohon, L.
memiliki kemampuan yang sedang-tinggi
leucocephala sebanyak 13 pohon, A.
dalam menurunkan kandungan timbal dari
auriculiformis sebanyak 6 pohon, F.
udara. Polyalthia longifolia Sonn., Baringtonia
benjamina sebanyak 25 pohon dan D. regia
asiatica L. Kurz., dan Mimusops elengi L.
sebanyak 73 pohon.
memiliki kemampuan serapan terhadap timbal
Aktifitas fisiologis tumbuhan selain yang rendah akan tetapi tahan terhadap
fotosintesis adalah evapotranspirasi. pencemaran udara sedangkan B. purpurea
Tumbuhan memegang peranan penting dalam walaupun memiliki kemampuan serapan yang
pengaturan sistem hidrologi terutama melalui sangat rendah dan sangat tidak tahan terhadap
intersepsi oleh tajuk dan serasah sehingga pencemaran udara, B. purpurea tetap ditanam
meningkatkan resapan air tanah. Area-area karena memiliki manfaat yang lain.

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


19 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

Tumbuhan memberikan keteduhan dan tumbuhan lain yang bersifat epifit seperti
kenyamanan, yaitu dengan efek bayangan lumut, paku, atau lichen. Selama penelitian,
yang dapat melindungi pengguna dari panas tumbuhan tersebut banyak dijumpai pada
matahari. Tumbuhan mengontrol radiasi pohon beralur seperti S. saman, S. mahagoni,
matahari dan suhu udara, oleh karenanya P. pterocarpum dan seluruh genus Ficus. Epifit
tumbuhan yang ada dapat menciptakan rasa tumbuh dengan subur apabila kulit tumbuhan
nyaman pada lingkungan sekitar kampus penopang mempunyai alur dan celah
Universitas Jember (Carpenter, 1975). sedangkan kulit tumbuhan penopang yang
Terdapat syarat-syarat tumbuhan peneduh agak licin akan menyebabkan epifit sulit untuk
antara lain buah tidak terlalu besar, jatuhnya melekat dan tumbuh pada penopang (Ewusie,
daun tidak terlalu banyak, tidak tumbuh liar, 1990). Keberadaan epifit bergantung pada
tidak terlalu teduh, perakaran tidak terlalu kondisi lingkungan di sekitarnya seperti
cepat, tidak mudah patah atau roboh dan tidah intensitas cahaya, temperatur, kelembaban dan
mudah terserang hama dan penyakit. S. saman jenis-jenis tumbuhan yang ada. Tumbuhan
sebanyak 326 pohon yang tersebar di 19 area, epifit dalam ekologi berperan sebagai
F. benjamina sebanyak 25 pohon yang penyumbang biomassa dan kekayaan jenis
tersebar di 11 area dan P. indicus sebanyak suatu kawasan (Whitten, et. al., 1984).
180 pohon dan tersebar di 15 area, memiliki Kawasan hijau di Universitas Jember dengan
struktur percabangan memayung dan banyaknya ragam tumbuhan di dalamnya
menyebar sehingga area bawah pohon banyak mengandung nilai-nilai ilmiah yang dapat
dimanfaatkan sebagai tempat berteduh, dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup
bernaung, dan melakukan berbagai kegiatan. untuk sarana pendidikan dan penelitian
ataupun sebagai tempat pelestarian plasma
Tumbuhan dalam ekosistem juga
nutfah, dengan demikian lingkungan kampus
menciptakan ruang hidup bagi makhluk hidup
Universitas Jember dapat dipandang sebagai
lainnya, yaitu sebagai habitat satwa khususnya
area pelestarian di luar kawasan konservasi,
burung. Jika suatu area terjadi pencemaran,
karena pada area ini dapat dilestarikan
maka burung yang pertama kali mendapat
flora/fauna secara ex-situ.
dampaknya. Burung pada kawasan seperti ini
memberikan kenyamanan baik bagi manusia
maupun makhluk hidup lainnya (Azmi, 2010). 4. KESIMPULAN
Kawasan yang luas, kaya akan Berdasarkan hasil identifikasi yang telah
pepohonan dan ragam tumbuhan produktif dilakukan di lingkungan kampus Universitas
menjadikan lingkungan kampus banyak Jember didapatkan hasil yaitu tumbuhan
dijumpai spesies burung. Burung perlu berbiji (Spermatophyta) berhabitus pohon
dilestarikan mengingat perannya dalam berjumlah 4.644 individu yang terdiri atas 80
mengendalikan serangga hama, membantu spesies dan tergabung dalam 32 famili, antara
proses penyerbukan bunga, menciptakan lain Anacardiaceae, Annonaceae,
suasana menyenangkan dengan kicauan yang Apocynaceae, Araucariaceae, Arecaceae,
khas, sebagai sumber plasma nutfah serta Bignoniaceae, Burseraceae, Calophyllaceae,
objek untuk pendidikan dan penelitian. Casuarinaceae, Combretaceae, Cupressaceae,
Beberapa spesies tumbuhan yang banyak Ebenaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae,
didatangi burung antara lain: Ficus spp., F. Flacourtiaceae, Gnetaceae, Lamiaceae,
benjamina yang buahnya banyak dimakan Lauraceae, Lecythidaceae, Lythraceae,
oleh burung punai. Di sekitar Area 19 = Magnoliaceae, Malvaceae, Meliaceae,
Fakultas Kedokteran dan Area 18 = fakultas Moraceae, Muntingiaceae, Myrtaceae,
Kedokteran Gigi banyak ditanam E. fusca. Oxalidaceae, Phyllanthaceae, Pinaceae,
Erythrina sp. akan banyak di didatangi burung Rubiaceae, Sapindaceae, dan Sapotaceae.
betet, serindit, jalak, dan beberapa spesies
burung madu karena bunga bernektar yang
dimiliki (Hernowo dan Prasetyo, 1989) REFERENSI
Azmi, N. 2010. Evaluasi Fungsi Ekologis
Tumbuhan yang terdapat di kawasan
RTH pada KawasanvRekreasi Sentul
kampus Universitas Jember terutama habitus
pohon umumnya menjadi tempat hidup

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015


20 Isti Qomah @______ Identifikasi Tumbuhan Berbiji di …

City, Bogor. Bogor: Institut Pertanian Jember: Program Studi Pendidikan


Bogor. Biologi FKIP Universitas Jember.
Carpenter, P.L., T.D. Walker dan F.O. Nazarudin. 1994. Penghijauan Kota. Jakarta:
Lanphear. 1975. Plants in The Landscape. Penebar Swadaya.
W.H. Freeman and Co. San Fransisco.
Setiawan, A. 2013. Letak Geografis Jember.
Dahlan, E.N. 1989. Measure to Increase Wild http://kabarjember.com. Diakses pada
Bird Populations in Urban Areas in Java tanggal 21 Januari 2015.
(Management of Foot Suplies and Bird
Sudyastuti, T. 1998. Pengaruh Perbedaan
Plants). Media Konservasi. 2(2):51-55.
Ventilasi dan pencahayaan terhadap
Ewusie, J. Y. 1990. Pengantar Ekologi Pertumbuhan Tanaman Muda Individual
Tropika. Buku. Bandung: Institut di Dalam Rumah Kaca Tipe Tunggal.
Teknologi Bandung. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Hernowo, J.B. dan Prasetyo, L.B. 1989. Sugiharti, T. 1998. Pengaruh Pencemaran
Konsepsi Ruang Terbuka Hijau di Kota Udara terhadap Kecepatan Fotosistesis
sebagai Pendukung Pelestarian Burung. dan Respirasi pada Tanaman Hutan Kota.
Media Konservasi. 2(4):61-71. Bogor: Skripsi Fakultas Kehutanan IPB.
Krishnayya, N.S.R. dan Bedi. 1986. An Effect Sutedjo, M.M dan Kartasapoetra. S. 1989.
of Automobile Lead Pollution on Cassia Tumbuhan dan Organ-organ
tora and C. occidentalis. J. Environment Pertumbuhannya. Jakarta: Bina Aksara.
Pollut (series A). Vol.40:221.
Tjitrosoepomo, G. 2009. Taksonomi Umum.
Lakitan, B. 1997. Dasar-dasar Klimatologi, Yogyakarta: Gadjah Mada University
Jakarta: Raja Grafindo Persada. Press.
Manan, S. 1976. Pengaruh Hutan dan Tjitrosomo, S.S. 1983. Botani Umum 3.
Manajemen Daerah Aliran Sungai. Bandung: Angkasa.
Bogor: Diktat Fakultas Kehutanan IPB.
Whitten, A. J., J. Anwar, S.J. Damanik., N.
Maulana, Y. 2010. Kabupaten Jember: Kota Hisyam. 1984. Ekologi Ekosistem
Seribu Gumuk. http://yustian.com. Sumatera. Yogyakarta: Gadjah Mada
Diakses pada tanggal 21 Januari 2015. University Press.
Mikorizawan, N.S. 2012. Keanekargaman Widyastama, R.1991. Jenis Tanaman
Jenis Pohon di Kampus Universitas Berpotensi untuk Penghijauan Kota.
Jember. Tidak Publikasikan. Skripsi. Kompas 11 Juli 1991.

Bioedukasi Vol. XIII No. 2 Oktober 2015