Anda di halaman 1dari 17

AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA

OLEH :

Husnah Tul Khatimah

1905113515

Dosen Pengampu :

Dra.Arnentis M.s

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS RIAU

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis
dapatmeyelesaikan makalah yang  berjudul “AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG
PENCIPTAAN MANUSIA” ini sesuai waktu yang diberikan. Makalah ini berisi tentang ayat-
ayat Al Quran yang yang menjelaskan penciptaan/ pembentukan manusia atau organ .Pada
kesempatan yang berbahagia ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,


2. Ibu Dra.Arnentis, M.s selaku dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Profesi
Guru.
3. Orang tua kami, yang selalu memberikan dukungan dan do’a restunya yang tak pernah
berhenti,
4. Teman-teman yang selalu memberikan masukan serta dukungan dalam pembuatan
makalah ini, yang tidak dapat disebut satu persatu.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami
meminta saran dan kritik yang membangun agar kedepannya kami dapat membuat suatu makalah
yang lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menambah
pengetahuan untuk pembaca.

Payakumbuh , 15 April 2021

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................
DAFTAR ISI ....................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................
1.1 Latar Belakang....................................................................................
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................
1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................
2.1 Proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an
2.2 Ayat-ayat Al Quran tentang pembentukan Manusia
BAB III PENUTUP .........................................................................................
3. 1 Kesimpulan.........................................................................................
3. 2 Saran...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang Allah swt. turunkan kepada hamba-Nya dan
sekaligus merupakan kitab suci yang paling mulia. Kesuciannya tidak tercemari oleh
sedikitpun campur tangan makhluk. Kemuliaannya tidak mampu ditandingi oleh semua kitab
yang ada dimuka bumi ini. Dalam Al-Qur’an dan Hadist, banyak sekali bercerita mengenai
manusia dan ini suatu hal yang tidak dapat dipungkiri, karena tidak ada satu ayat pun atau
Hadist yang tidak ada hubungannyan dengan manusia. Maka dapat ditegaskan bahwa Al-
Qur’an dan Hadist itu sepenuh-Nya untuk manusia.
Manusia diciptakan sebagai makhluk Allah yang paling mulia, ia juga diciptakan sebagai
khalifah dimuka bumi dan berfungsi sebagai makhluk paedagogik, yaitu makhluk Allah yang
dilahirkan dengan membawa potensi yang dapat dididik dan mendidik. Secara umum
manusia itu seperti mahkluk-mahkluk lainnya seperti malaikat, jin, hewan dan benda-benda
angkasa semuanya itu adalah ciptaan dari Allah SWT. Manusia diciptakan secara alamiah
karena dalam penciptaan nabi Adam itu Allah menjadikannya dari tanah yang bersifat materi
yaitu dari unsur-unsur sari pati tanah yang kemudian ditiupkan ruh oleh Allah sehingga dapat
hidup,berkembang, berfikir, bergerak, dilihat dan dirasakan. Dengan demikian maka manusia
secara harfiah dapat didefinisikan kepada “makhluk yang secara potensial memiliki watak
yang jinak serta harmoni dan secara empirik dapat dilihat serta diketahui.
Terkait dengan proses penciptaan manusia sudah sangat jelas di dalam al-Qur’an. Al-
Qur’an berbicara panjang lebar tentang manusia, dan salah satu yang diuraikannya adalah
persoalan proses penciptaan manusia serta tahap-tahap yang dilaluinya hingga tercipta
sebagai manusia. Al-Qur’an mengajak untuk memikirkan penciptaan manusia itu sendiri dan
rahasia rahasia yang terdapat dalam dirinya. Al-Qur’an mengarahkan manusia dengan tanda-
tanda kekuasaan Allah, ayat al-Qur’an tiada hentinya menaburkan mutiara-mutiara ilmu dan
pengetahuan kepada seluruh dunia. Dialah al-Qur’an dengan mukjizat yang kekal dengan
kekalnya manusia diatas permukaan bumi dan menyingkap ufuk-ufuk ilmu dan pengetahuan
kepada manusia setiap saat. Proses penciptaan manusia sangat penting untuk di ketahui
manusia itu sendiri, dengan mengetahui proses penciptaan manusia, maka manusia dapat
merenungkan dan memahami begitu besar anugerah dan nikmat Allah yang diberikan
kepadanya, dengan demikian manusia mampu berpikir dengan jernih, mampu memahami
ilmu pengetahuan dengan baik, dan mampu berperilaku positif serta menghindari hal-hal
yang negatif, selain itu juga dapat meningkatkan keimanan kepada Allah. Semua ayat-ayat
tentang penciptaan manusia dalam al-Qur‟an bertujuan untuk memberikan pelajaran dan
i‟tibar melalui perkembangan janin manusia yang dapat diamati dengan sederhana, untuk
tujuan inilah al-Qur‟an selalu mengingatkan manusia atas kelemahan dan kehinaannya
dengan mengungkapkan bahwa manusia tercipta dari tanah, tanah liat, air mani atau
segumpal darah, atau dari air yang memancar di antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada
perempuan. Agar manusia tidak sombong dan pongah melebihi kemampuannya. Demikian
manusia perlu mengetahui proses penciptaan manusia itu sendiri.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah sebagai beriku :
1. Proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an
2. Ayat-ayat Al-Qur’an tentang pembentukan Manusia
1.3 Tujuan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an
2. Untuk mengetahui Ayat-ayat Al Quran tentang pembentukan Manusia
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Proses penciptaan manusia dalam Al-Qur’an


1. Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang
kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah
sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini
ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya:

Artinya:
"Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai
penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah (32) : 7

Artinya:
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering
(yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr (15) : 26)

2. Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)


Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam
keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak
menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri).
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An
Nisaa’ ayat 1 yaitu:
Artinya:
 "Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu
dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat
banyak..." (QS. An Nisaa’ (4) :
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR.
Bukhari-Muslim)
Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung
hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk
menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam
bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan
meneruskan generasinya.

3. Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)


Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali
Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al
Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia
secara biologis dIjelaskan secara terperinci melalui firman-Nya diatas, yaitu surat Al-
Mu’minun ayat 13-14
Artinya:

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang
kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu
sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu
Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan
daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain.
Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik”.

Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda : "Telah bersabda
Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang
diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya
(embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari)
dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan
sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh
kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal
(umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)

Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan
penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad
manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal
dari tanah" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari
makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian
melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan
hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka
terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam
rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna
(seperti dijelaskan dalam ayat diatas)
Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara
bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al
Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat
mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr.
Keith Moore, beliau mengatakan : "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan
Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain itu beliau juga mengatakan,
"Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan)
sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel
tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh
sperma (sel kelamin jantan).

2.2 Ayat-ayat Al Quran tentang pembentukan Manusia


Pada penciptaan manusia, ada orientalitas yang bingung mengenai dengan sejumlah
rumusan yang berbeda-beda menyangkut penciptaan manusia didalam Al-Qur’an. Ada
ayat yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat, tembikar, saripati tanah,
saripati air yang hina, air yang tertumpah dan mani yang terpancar. Bila diamati lebih
dalam dapat disimpulkan bahwa manusia berasal dari dua jenis yaitu dari benda padat
dan benda cair. Benda padat berbentuk tanah (turab), tanah yang sudah mengandung air
(thin), tanah liat (hama’), dan tembikar (shalshal). Benda cair berbentuk air mani.
1. Penciptaan manusia dari tanah
 Surat Ali Imran: 59

Artinya
“Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) ‘Isa bagi Allah, seperti (penciptaan)
Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya,
“Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu”.
Pada ayat tersebut, Allah SWT menyatakan kepada nabi Muhammad Saw
bahwa penciptaan nabi Isa a.s. sama dengan penciptaan nabi Adam a.s yaitu
sama-sama dari tanah. Penciptaan nabi Isa a.s memang dari unsur sel telur yang
berasal dari ibunya. Tetapi perlu diingat bahwa sel telur itu berasal dari darah,
sedangkan darah dari makanan, dan makanan tumbuh dari tanah. Maka, nabi isa
a.s juga berasal dari tanah. (Salman Harun 2016).

 Surat al-Kahfi: 37

Artinya:
“Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap
dengannya, Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau
dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang
laki-laki yang sempurna?”
Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad Saw untuk menceritakan
kepada kaum muslimin tentang kisah seorang yang sombong, pemilik pertanian
yang hasilnya melimpah ruah. Orang tersebut telah ditegur oleh kawannya dan
diingatkan bahwa dia diciptakan dari tanah dan pasti akan kembali kepadanya.
Tetapi ia terus saja membangkang. Dia baru sadar setelah seluruh kekayaannya
sirna.

 Surat al-Hajj: 5
Artinya:
“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya
Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian
dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna
kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan
Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah
ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan
berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada
yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia
sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah
diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami
turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan
menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah”.
Dalam ayat ini Allah menyapa Manusia dan menerangkan bahwa mereka
diciptakan dari tanah, kemudian berproses dari zigot sampai janin. Lalu Manusia
lahir menjadi kanakkanak dan dewasa. Ada yang kemudian meninggal dan ada
pula yang diberi usia lanjut.
2. Penciptaan manusia dari thin
Menurut Al-Asfahani, kata thin bermakna tanah yang sudah bercampur air atau tanah
basah.
 surat al-An’am: 2

Artinya:
“Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal
(kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun
demikian kamu masih meragukannya”.

 surat al-‘Araf: 12

Artinya :
(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak
bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku
lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau
ciptakan dari tanah.”

 surat as-Sajadah: 7

Artinya :
“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai
penciptaan manusia dari tanah”.
 surat ash-Shaffat: 11
Artinya :
“Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): ‘Apakah mereka yang
lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?’
Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat”.

 surat Shad: 71 dan 76

Artinya :
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku
akan menciptakan manusia dari tanah”.

Artinya :
“(Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari
api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

3. Penciptaan manusia dari shalshal


Shalshal adalah tembikar kering yang berongga yang dibuat dari tanah. Sehingga
mengeluarkan bunyi bila ditiup atau diayunkan. Benda itu menurut Al-Qur’an dibuat
dari hama’ yaitu tanah liat yang sedikit berbau. Tanah itu dibentuk (Masnun) menjadi
shalshal tersebut. Kata tersebut diulang tiga kali didalam Al-Qur’an.
 surat al-Hijr: 26, 28 dan 33

Artinya :
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering
dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.

Artinya :
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku
akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang
diberi bentuk”.

Artinya :
“Ia (Iblis) berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang
Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi
bentuk.”

Isyarat tentang proses penciptaan manusia melalui satu tahapan ‘alaqah lebih jauh
dijabarkan dalam Q.S Al-Mu’minun ayat 12-14:

Artinya :
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang
kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu
sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu
Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan
daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain.
Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik”.

Dalam ayat diatas jelas terlihat bagaimana proses penciptaan manusia dimulai dari tahap sulalah
(saripati makanan) kemudian nutfah (sperma) lalu terjadi konsepsi (pembuahan) dan masuk
kedalam rahim (menjadi embrio) kemudian berkembang membentuk ‘alaqah kemudian
berproses menjadi mudhghah, ‘izaman (tumbuh tulang belulangnya) kemudian tulang-tulang itu
dibungkus dengan daging. Setelah terbentuk manusia yang utuh, kemudian Allah SWT
meniupkan (nafakha) kepadanya ruh nya kemudian jadilah ia makhluk yang unik (khalqan
Akhar). Disebut demikian karena manusia memiliki substansi psikis yang berasal dari substansi
tuhan sama sekali tidak dimiliki makhluk-makhluk lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada penciptaan manusia, mengenai dengan sejumlah rumusan yang berbeda-beda
menyangkut penciptaan manusia didalam Al-Qur’an. Ada ayat yang menyatakan
bahwa manusia diciptakan dari tanah liat, tembikar, saripati tanah, saripati air yang
hina, air yang tertumpah dan mani yang terpancar. Tetapi hal tersebut dapat di
jelaskan mengenai proses penciptaan manusia dalam kitab Al-Qur’an sebagaimana
yang tertera dalam surat AlMu’minun ayat 12-14 yang menjelaskan bahwa dalam
ayat tersebut jelas terlihat bagaimana proses penciptaan manusia dimulai dari tahap
sulalah (saripati makanan) kemudian nutfah (sperma) lalu terjadi konsepsi
(pembuahan) dan masuk kedalam rahim (menjadi embrio) kemudian berkembang
membentuk ‘alaqah kemudian berproses menjadi mudhghah, ‘izaman (tumbuh tulang
belulangnya) kemudian tulang-tulang itu dibungkus dengan daging. Setelah
terbentuk manusia yang utuh, kemudian Allah SWT meniupkan (nafakha) kepadanya
ruh nya kemudian jadilah ia makhluk yang unik (khalqan Akhar). Disebut demikian
karena manusia memiliki substansi psikis yang berasal dari substansi tuhan sama
sekali tidak dimiliki makhluk-makhluk lain.
3.2..............................................................................................................Saran
Penulis mengharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan para pembaca dan
penulis. Penulis juga mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca
karena penulis menyadari masih terdapat banyak kesalahan dalam makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Okativani, Rita. 2018. Penciptaan Manusia dalam Perspekitf AL Quran dan Sains.

Asis, Ahmad Syahrudin (2012) Proses Penciptaan Manusia dalam Q.S. al-


Mu’minūn/ 23: 1214

Hakim, Ahmad.2012.Proses Penciptaan Manusia Dalam AL-Quran Dam


Implikasinya Terhadap Kurikulum quran hadist.

Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI.2016. Penciptaan Manusia dalam
Perspekitf AL Quran dan Sains. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Gedung Bayt
Al-Qur'an dan Museum Istiqlal Jl. Raya TMII Pintu I Jakarta Timur 13560