Anda di halaman 1dari 4

NAMA : RUSNI SUGIARTI

NPM : 052036038
TUGAS MATA KULIAH : Manajemen Sektor Publik
JAWABAN
1. Performance budgeting
2. Kebijakan reformasi birokrasi diterapkan pemerintah dalam rangka mewujudkan
birokrasi berkelas dunia yang dinamis dan berdaya saing. Implementasinya telah
memberikan beberapa perbaikan, meskipun belum cukup signifikan. Karena
pendekatannya yang terlalu formalistis dan seragam, perubahan yang dihasilkan belum
cukup memberikan dampak dan manfaat nyata bagi publik. Inovasi sektor publik
dihadirkan untuk melengkapi kekurangan tersebut.
Inovasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya realisasi focus area
perubahan reformasi birokrasi Indonesia yaitu : Telah dikembangkan sistem seleksi
CPNS dan promosi PNS yang terbuka. Penerimaan CPNS kini dilakukan secara terbuka
dan tanpa biaya.Pelaksanaannya juga transparan, ditandai dengan pelaksanaan tes
berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan pengumuman nilai secara terbuka.
Sementara untuk promosi dan mutasi PNS, melalui SE MenPAN RB No. 16 Tahun 2012
telah diatur bahwa mutasi dan promosi PNS dilakukan dengan sistem merit. Untuk
jabatan eselon I dan II pengisiannya dilakukan secara terbuka dan kompetitif melalui
mekanisme open bidding, di mana peserta di luar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
telah memenuhi syarat juga dapat mengikutinya.
3. Upaya Peningkatan pelayanan public yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yaitu
Peningkatan pelayanan public berusaha diwujudkan dengan menerbitkan sebuah
peraturan induk mengenainya, yakni UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik. Dari situ kemudian dihasilkan berbagai standar dan instrumen yang mampu
menjadi katalis bagi instansi public untuk memperbaiki pelayanannya seperti Standar
Pelayanan Publik, Standar Pelayanan Minimal, Standar Operasi Prosedur (SOP),
Maklumat Pelayanan, Indeks Kepuasan Masyarakat, dan sebagainya. Sementara
pembentukan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) sejak tahun 2000 menjadi lembaga
pengawas dan penerima pengaduan atas pelayanan publik yang dilakukan birokrasi.
Dalam dimensi ini juga patut disebutkan amanat untuk membentuk Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (PTSP), institusi yang memberikan pelayanan perizinan dan non-perizinan
yang dalam keseluruhan prosesnya mulai dari permohonan sampai terbitnya sebuah
dokumen dilakukan di satu tempat. Keberadaan PTSP memperpendek dan memperhemat
pelayanan yang selama ini dilakukan di banyak tempat dengan prosedur berbelit. Sampai
dengan tahun 2015 telah terbentuk 498 PTSP (menurut Kementerian Dalam Negeri) atau
508 (menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal) di seluruh Indonesia (Pusat Inovasi
Pelayanan Publik LAN, 2015).
4. Organizing
5. Semuanya benar
6. System penganggaran.manajemen sumber daya manusia serta evaluasi program, dan
audit
7. 8 area perubahan
8. Semuanya benar
9. Kebijakan pemerintah yang menerapkan Work From Home bagi para ASN, tentunya
memiliki sejumlah dasar pertimbangan dan acuan dalam pemutusan kebijakannya.
Namun banyak faktor yang menghambat kinerja ASN dalam metode kerja ini. Lebih dari
1 bulan para ASN ini menemukan kendala-kendala seperti sulitnya bertemu secara fisik
sebagai makhluk sosial, sehingga menyebabkan kesalahan informasi baik dalam bentuk
data maupun prosedur pelaksanaan kerja di setiap instansi. Motivasi untuk melakukan
pelayanan terbaik terhadap publik juga masih kurang disadari dan menjadi acuan untuk
para ASN. Mereka hanya melakukan tindakan-tindakan yang sebatas memenuhi
formalitas dalam bekerja saja dalam kondisi darurat seperti ini, dimana integritas yang
tinggi dibutuhkan pada kondisi ini. Selain itu faktor kebosanan dari rutinitas, kondisi dan
lingkungan bekerja di rumah  juga berpengaruh pada kreatifitas dan semangat kerja para
ASN tersebut.
Selain dari faktor internal, faktor eksternal juga disinyalir menjadi penghambat kinerja
para ASN. Ketidakadaan atau ketidaklengkapan sarana dan prasarana di rumah untuk
menunjang pekerjaan mereka menjadi penghambat kinerja mereka dalam melayani
publik secara baik. Tingkat kondusifitas bekerja di rumah juga menjadi unsur penentu
efektifitas kerja ASN. Rumah atau Kos yang sejatinya digunakan untuk tempat istirahat
dan berkumpul keluarga tiba-tiba menjadi ‘lahan’ bagi para ASN untuk bekerja, tentu
saja tidak semua dari mereka memiliki tempat tinggal yang kondusif untuk bekerja,
gangguan mulai dari anggota keluarga yang lain seperti Suami, Istri, Orang Tua, Anak,
Tetangga Dll menjadi penentu efektifitas kerja para ASN.
10. Penerapan good governance di Indonesia yaitu sebagai berikut :
Konsep Good Governance mulai dikenal sekitar tahun 1990an. Namun Indonesia sendiri
mulai mengimplementasikan Konsep Good Governance ini saat setelah krisis moneter
serta krisis kepercayaan yang melanda Indonesia di tahun 1998. Good Governance
merupakan salah satu tuntutan reformasi dalam pemerintahan yang baru saat itu.
Prinsip Good Governance itu diterapkan oemerintah untuk memperbaiki penyelenggaran
pelayanan publik terutama dalam aspek manajemen pelayanan publik. Aspek- aspek yang
harus ada didalam pelayanan publik yaitu kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan
keadilan. Hal itu menjadi alat untuk mengukur pelayanan publik yang berkualitas.
Dari beberapa prinsip Good Governance yang ada salah satu yang menjadi fokus
pemerintah yakni pada prinsip akuntabilitas dan transparansi. Kedua prinsip itu
dipandang sangat perlu dalam memerangi patologi birokrasi yang sudah ada sejak lama. 
Seiring dengan berkembang waktu, penerapan Good Governance di Indonesia ini sudah
mulai terlihat hasilnya. Mulai muncul transparansi anggaran pendapatan serta belanja
negara (APBN) dan adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolahan anggaran
pemerintahan baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
11. Semua benar
12. Controlling
13. 4 masalah inovasi terkait teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia yaitu :
a. Efektifitas, keamanan, kecepatan dan Kecerdasan (server) dan sistem layanan di
Data Center dan Cloud Computing.
b. Penggunaan perangkat berbasis Internet protocol (IP) seperti Internet of Things
dan Machine to Machine (M2M).
c. Implementasi e-government, smart city, smart maritime dan lainnya.
d. Peningkatan kapasitas industri dalam negeri dari sisi konten kreatif, perangkat dan
sistem.
14. UU no 25 tahun 2009
15. Inovasi Hubungan