Anda di halaman 1dari 9

REVIEW MATA KULIAH BAB III:

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Analisa Laporan Keuangan Lanjutan


Pada Magister Akuntansi

Disusun oleh :

1. ANDI AGUSTIAWAN (20062020014)


2. SHAHNAZ ARIANNE AMIRAH (20062020020)

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTASI

2020
A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Menurut Harahap (2015:190) Analisis laporan keuangan adalah menguraikan berbagai pos
yang ada di dalam laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat
hubungannya yang bersifat signifikan atau yang memiliki makna antara satu dengan yang lain
baik antara data kuantitatif ataupun data non-kuantitatif. Hal tersebut dilakukan dengan untuk
mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan
keputusan yang tepat.
Prastowo (2015:50) menjelaskan bahwa Analisis laporan keuangan adalah suatu proses
yang penuh dengan pertimbangan dalam rangka membantu evaluasi posisi keuangan dan hasil
operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu.
Herry (2015:132) Analisis laporan keuangan adalah suatu proses untuk membedah laporan
keuangan ke dalam unsur – unsurnya dan menelaah masing – masing dari unsur tersebut guna
mendapatkan pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.

B. Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Pada dasarnya tujuan dari ALK adalah untuk membantu para pengguna laporan keuangan
dalam memperkirakan masa yang akan datang suatu entitas dengan cara membandingkan,
mengevaluasi, dan juga menganalisis tendensi dari setiap aspek keuangan suatu entitas.
Namun selain itu terdapat tujuan lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu sebagai berikut.
1. Bisa dipakai sebagai pembanding dengan entitas lain yang sejenis mengenai hasil yang
berhasil mereka raih.
2. Melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen perusahaan.
3. Mengetahui berbagai macam langkah perbaikan di masa yang akan datang berdasarkan
hasil analisis terhadap posisi keuangan.
4. Mengetahui berbagai kekuatan atau potensi yang dimiliki oleh perusahaan.
5. Mengetahui berbagai kelemahan atau kekurangan yang dimiliki oleh perusahaan.
6. Menilai kewajaran dari laporan keuangan yang disajikan.
Dari sudut pandang lain tujuan analisis laporan keuangan menurut Bernstein (1983:32)
yang disampaikan oleh Harahap (2007:18) adalah sebagai berikut.
1. Screening
Proses analisis dilakukan dengan tujuan untuk dapat mengetahui kondisi dan juga situasi
suatu entitas dan laporan keuangan tanpa harus terjun secara langsung ke lapangan.
2. Understanding
Dengan melakukan proses analisis, informasi yang masih mentah dari laporan keuangan
akan menjadi lebih detail, mendalam, dan luas. Hubungan satu pos dengan pos yang
lainnya ini akan bisa menjadi suatu indicator atau tolak ukur tentang posisi dan juga
prestasi keuangan perusahaan serta memperlihatkan bukti kebenaran dalam penyusunan
laporan keuangan. Oleh karena itu dapat memahami kondisi dari perusahaan,
keuangannya, dan apa yang dihasilkannya.
3. Forcasting
Proses analisis dipakai untuk bisa memprediksi atau meramalkan keadaan keuangan suatu
entitas atau perusahaan di masa depan.
4. Diagnosis
Proses analisis dimaksudkan untuk dapat menggambarkan atau melihat berbagai
kemungkinan masalah yang terjadi, baik dalam manajemen, operasi, keuangan, atau
masalah lain yang ada di perusahaan.
5. Evaluation
Proses analisis dilakukan untuk menilai berbagai pencapaian atau prestasi yang sudah di
capai oleh semua pihak yang mengelola perusahaan.

C. Metode Analisis Laporan Keuangan


Terdapat 2 metode yang sangat umum dipakai dalam melakukan proses ALK, yaitu
sebagai berikut.
1. Metode Horisontal (Dinamis)
Metode horizontal adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara melakukan
perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode sehingga akan diketahui
perkembangannya. Metode ini dikatakan dinamis karena metode ini bergerak dari tahun
ke tahun. Artinya metode ini menjadikan periode sebelumnya sebagai dasar untuk
melakukan perbandingan terhadap laporan pada periode sekarang dan seterusnya.
2. Metode Vertikal (Tetap/Statis)
Metode vertikal adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan
keuangan pada periode tertentu, yaitu dengan melakukan perbandingan antara pos satu
dengan yang lainnya pada laporan keuangan di periode yang sama. Metode ini dikatakan
statis atau tetap karena metode ini hanya membandingkan berbagai pos laporan keuangan
pada periode yang sama.
 
D. Teknik Analisis Laporan Keuangan
Terdapat beberapa teknik yang dapat dipakai untuk melakukan analisis terhadap laporan
keuangan, berikut beberapa teknik yang digunakan dengan berbagai metode.
1. Teknik Komparatif / Perbandingan
Teknik komparatif atau teknik perbandingan adalah teknik yang digunakan untuk
melakukan analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk 2 periode
atau lebih dengan menunjukan:
a. Data absolut atau berbagai jumlah dalam satuan rupiah.
b. Kenaikan atau pun juga penurunan dalam jumlah rupiah.
c. Kenaikan atau pun juga penurunan dalam persentase.
d. Perbandingan yang dinyatakan dalam bentuk rasio.
e. Persentase total.
2. Teknik Analisis Trend atau Tendensi
Teknik analisis trend adalah teknik yang digunakan untuk mengetahui trend atau tendensi
dari kondisi keuangan perusahaan, apakah menunjukan kecenderungan tetap, naik atau
bahkan menurun. Hal tersebut dilakukan dengan cara membuat plot atas rasio keuangan
dari waktu ke waktu. Hal ini sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
apakah keadaan perusahaan sudah membaik atau memburuk dari waktu ke waktu.
3. Teknik Analisis Laporan dengan Persentase per Komponen (Common Size Statement)
Teknik analisis laporan dengan persentase per komponen adalah teknik analisis untuk
mengetahui persentase investasi pada setiap aktiva terhadap total aktiva-nya. Selain itu
juga untuk mengetahui struktur modal dan juga beban yang terjadi dihubungkan dengan
jumlah penjualannya.
4. Teknik Index Time Series
Teknik index time series adalah teknik analisis terhadap informasi historis yang
dibutuhkan untuk melihat berbagai trend yang mungkin terjadi. Selanjutnya bisa
menganalisis apa yang terjadi dibalik angka trend – trend tersebut. Dalam metode ini
berbagai macam perubahan structural yang akan berdampak terhadap angka – angka
keuangan harus diperhatikan. Berikut ini merupakan beberapa contoh dari perubahan
strukturan yang dapat berpengaruh terhadap trend keuangan suatu perusahaan:
a. Peraturan pemerintah.
b. Perubahan kompetisi.
c. Perubahan teknologi.
d. Akuisisi dan juga marge (penggabungan perusahaan).
5. Teknik Analisis Rasio
Teknik analisis rasio adalah suatu teknik analisis untuk mengetahui hubungan dari setiap
akun tertentu yang terdapat di dalam laporan posisi keuangan (neraca) atau laporan laba
rugi secara individu atau gabungan dari kedua laporan tersebut. Sebenarnya terdapat 15
rasio keuangan, namun dalam artikel ini akan dijelaskan 7 macam rasio keuangan yang
sering digunakan yaitu.
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang membicarakan apakah perusahaan bisa melunasi
atau membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancarnya
(likuid) atau tidak.
b. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang berbicara apakah suatu entitas bisa melunasi
semua utangnya (solvent) atau tidak (insolvent).
c. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio yang berbicara tentang apakah suatu entitas bisa
menghasilkan keuntungan (profitable) atau tidak.
d. Rasio Pasar
Rasio pasar adalah sekumpulan rasio yang membicarakan tentang nilai perusahaan
relative terhadap nilai buku perusahaan. Rasio ini terdiri dari Dividen Yield, Price
Earning Ratio, Price to Book Value, dan 2 rasio lainnya.
e. Rasio Arus Kas Bebas
Adalah rasio yang membicarakan sisa perhitungan arus kas yang dihasilkan oleh
perusahaan pada akhir periode keuangan atau setelah dikurangi belanja modal untuk
pengembangan perusahaan.
6. Teknik Analisis Sumber dan Penggunaan Dana
Adalah teknik analisis yang dipakai untuk mempelajari bagaimana suatu entitas atau
perusahaan dalam mengaplikasikan kebijakan investasi-nya dan mengaplikasikan
kebijakan financial-nya selama periode tertentu dari kegiatan operasinya (pada umumnya
1 tahun).
7. Teknik Analisis Break Even Point
Teknik analisis break even point adalah suatu analisis untuk dapat menentukan tingkat
penjualan yang harus diraih oleh suatu entitas supaya entitas tersebut tidak mengalami
kerugian, namun juga belum mendapatkan keuntungan. Dengan menggunakan analisis ini
akan diketahui berbagai macam tingkat keuntungan ataupun kerugian terhadap suatu
tingkat penjualan.
8. Teknik Analisis Gross Profit
Teknik analisis gross profit adalah suatu analisis yang bertujuan untuk mengetahui
berbagai macam sebab perubahan laba kotor suatu entitas dari suatu periode ke periode
lainnya atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang dianggarkan untuk
periode tersebut.
9. Teknik Dupont Analysis
Dupont analysis adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui efisiensi
perusahaan dalam menggunakan aktivanya dan bisa mengukur tingkat profit atas
penjualan yang didapatkan oleh perusahaan. Analisis ini dipakai degan tujuan untuk
mengetahui tingkat efektivitas perusahaan dalam memutar modalnya.  Para manajemen
perusahaan dapat memakai teknik ini untuk menganalisa berbagai cara yang bisa
memperbaiki kinerja perusahaan.

E.  Model Analisis Laporan Keuangan

1. Bankruptcy Model
Bankruptcy model adalah model yang memberikan rumusan untuk menilai kapan suatu
perusahaan akan mengalami kebangkrutan atau gulung tikar. Dengan memakai suatu
rumus yang diisi dengan menggunakan rasio keuangan, maka akan bisa diketahui suatu
angka tertentu yang akan menjadi bahan untuk memprediksi kapan kemungkinan suatu
perusahaan akan bangkrut.
2. Net Cash Flow Prediction Model
Net Cash Flow Prediction model adalah model yang didesain untuk mengetahui seberapa
besar arus kas masuk bersih suatu perusahaan pada periode yang akan datang.
3. Take Over Prediction Model
Take Over Prediction model adalah model yang dimaksudkan untuk mengetahui kapan
kemungkinan suatu entitas akan diambil alih oleh perusahaan lain.
 
F. Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Terdapat beberapa keterbatasan atau kekurangan dalam melakukan analisis laporan
keuangan, yaitu sebagai berikut.
1. Analisis laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan, sehingga kelemahan yang
ada di dalam laporan keuangan harus selalu diingat – ingat. Hal tersebut supaya
kesimpulan dari hasil analisis tidak salah.
2. Ojek dalam melakukan proses analisis laporan keuangan hanyalah laporan keuangan.
Untuk dapat memberikan suatu penilaian terhadap laporan keuangan tidak cukup hanya
dengan menggunakan angka – angka yang terdapat pada laporan keuangan. Tapi juga
harus melihat beberapa aspek lainnya seperti situasi ekonomi, gaya manajemen, situasi
industry, tujuan perusahaan, budaya perusahaan, dan budaya masyarakat.
3. Objek dalam proses analisis adalah informasi historis yang mencerminkan masa lalu dan
keadaan ini bisa berbeda dengan keadaan di masa yang akan datang.
4. Apabila melakukan perbandingan dengan perusahaan lain, maka harus dilihat beberapa
perbedaan prinsip yang dapat menjadi penyebab perbedaan angka. Misalnya prinsip
akuntansi, ukuran perusahaan, jenis industry, periode laporan, laporan individual atau
konsolidasi, motif perusahaan.
5. Laporan keuangan hasil konsolidasi atau hasil dari konversi mata uang asing harus
mendapatkan perhatian khusus. Hal tersebut dikarenakan perbedaan dapat terjadi karena
maslah kurs konversi atau metode konsolidasi.
 
Daftar Pustaka

Harahap, Sofyan Syafri. 2015. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi 1-10. Jakarta:
Rajawali Pers.

Prastowo D, Dwi. 2015. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Hery. 2015. Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Yogyakarta: Center For Academic Publishing


Services

Anda mungkin juga menyukai