Anda di halaman 1dari 3

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Identitas Diri
Nama : …………………………………………..…………………….
NIM : ………………………………………………………………….
Prodi : ………………………..……………………….……………….
Fakultas : ………………………………………………….…………….

Bacalah teks secara saksama dan teliti. Selanjutnya, tandai dalam bentuk
lingkaran atau garisbawahi teks tersebut pada bagian yang menggunakan ciri-ciri
teks akademik dan berikan penjelasan Saudara tentang penggunaan ciri-ciri teks
akademik tersebut.

Teks

Mereka duduk di belakang kelas bukan karena keinginan mereka melainkan


karena disitulah tempat yang seolah-olah telah disediakan untuk mereka. Di beberapa
kelas, ada banyak gangguan yang terlihat yang sering kali memaksa guru untuk
memisahkan kelas satu dengan kelas lain atau siswa yang satu dengan siswa yang
lain. Di depan kelas ada siswa-siswa yang rajin yang sudah menunggu dengan
tangannya yang siap untuk mengacungkan jarinya pada momen-momen khusus.
Mereka membungkung-bungkuk seperti serangga-serangga besar yang baru saja
ditangkap dengan jebakan pendidikan. Mereka juga seolah-olah seperti atlet terkenal
yang sedang duduk di tengah-tegah kelas. Hal itu tentu membuat mereka tidak yakin
untuk duduk di belakang kelas dan dipinggir mahasiswa-mahasiswa lain.
Sementara itu, siswa-siswa yang duduk di bangku lain membuat suatu
komunitas yang dengan alasannya masing-masing, seperti mencerminkan bahwa
mereka tidak berhasil menjalani sistem pendidikan umum di Sekolah di Jambi. Dulu
mereka sering kali dianggap orang-orang yang lemah, yang memiliki prestasi rendah,
lamban, miskin, tertinggal, dan sebutan-sebutan lain. Sekarang mereka lebih kenal
dengan siswa beresiko gagal. Wajah-wajah mereka berubah dan dalam seting
perkotaan, jumlah mereka juga terus bertambah.
Delapan tahun yang lalu, ada banyak penelitian tentang perlunya
memperbaiki sistem pendidikan dan memberdayakan siswa-siswa yang beresiko
gagal. Pada tahun 90-an pemerintah sudah menulis sebuah dokumen bertajuk
―Resiko Pendidikan‖ yang mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dalam
sistem pendidikan di Jambi dan mengharapkan adanya reformasi besar-besaran.
Salah satu reformasi ini adalah upaya membangun sistem pembelajaran yang lebih bermutu dan
standar-standar prestesi siswa yang lebih tinggi. Namun, di tengahtengah semangat reformasi ini,
ada banyak siswa marginal yang kebutuhankebutuhannya sering kali tidak dihiraukan. Masih
jarang diketengahkan persoalanpersoalan yang terkait dengan apakah reformasi ini menjamin
bahwa semua siswa dapat memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan yang
berkualitas. Agar pemberdayaan dalam ranah pendidikan dapat benar-benar
terwujud, maka kebutuhan-ke butuhan para siswa marginal ini perlu mendapatkan
perhatian lebih.
Dewasa ini, sejumlah penelitian lebih banyak berfokus pada usahasa
mengidenifikasi karakteristik-karakteristik siswa beresiko gagal. Sementara beberapa
penelitian yang lain, masih berkutat dalam usaha menggalakan reformasi dan
program-program pemberdayaan bagi siswa-siswa yang beresiko gagal. Studi-studi
dan penelitian-penelitian tentang topik ini juga tidak jarang melibatkan para pakar di
bidang pendidikan, bisnis, dan industri serta bagian pemerintahan.
Meskipun ada kemanjuan dalam mengidentifikasi karakteristik-karakteristik
siswa beresiko gagal dan mengembangkan program-program untuk memenuhi
kebuuhan-kebutuhan mereka. Esensi problem beresiko gagal masih saja muncul dan
terus menerus memperlemah sistem sekolah di Jambi. Beberapa pendidik merasa
bahwa kita tidak perlu melakukan penelitian lebih lanjut. Meski demikian, ada
penelitian-penelitia yang masih menyarankan agar kita membangun jaringan yang
lebih kuat antara bisnis dan pendidikan. Bahkan ada pula yang menawarkan agar kita
sebaiknya berusaha merekontruksi secara total sistem pendidikan kita.
Meskipun semua penelitian dan studi sudah sering dilakukan oleh para pakar,
kenyataannya kita masih memiliki siswa-siswa yang berada dipigiran pendidikan.
Hal ini mungkin disebabkan penelitian-penelitian selama ini terlalu banyak yang
mempersoalkan kurikulum dan sistem pendidikan. Masih jarang ditemukan
penelitian yang fokus pada keberadaan siswa. Untuk itu, penelitian ini fokus pada
siswa itu sendiri. Inilah saatnya bertanya kepada siswa dan mendengarkan responrespon mereka.
Bagian ini diharapkan dapat membawa konsepsi baru bagian
penelitian yang sudah ada dan menentun pada reformasi lanjutan. Siswa-siswa yang
dropout dan yang berepotensi dropout akan diwawancarai secara mendalam untuk
mencari tahu faktor-faktor umum yang sering menggangu proses belajar mereka.
Informasi ini diharapkan bermanfaat, baik bagi peneliti yang akan terus menerus
mencari pendekatan-pendekatan baru dalam pendidikan maupun bagi praktisi yang
sehari-hari berurusan dengan siswa-siswa ini. (disadur dari Creswell, 2010).
Ulasan atau Komentar
……………………………………………………………………………………..…
…………………………………………………………………………………..……
………………………………………………………………………………..………
……………………………………………………………………………..…………
…………………………………………………………………………..……………
………………………………………………………………………..………………
……………………………………………………………………..…………………
…………………………………………………………………..……………………
………………………………………………………………..………………………
……………………………………………………………..…………………………
…………………………………………………………..……………………………
………………………………………………………..………………………………
……………………………………………………..…………………………………
…………………………………………………..……………………………………
………………………………………………..………………………………………