Anda di halaman 1dari 26

MODUL PELATIHAN

BABY SPA

Disusun oleh :

Isy Royhanaty

Siti Nur Umariyah Febriyanti

Maftuchah

LEMBAGA PELATIHAN KERJA


STIKES KARYA HUSADA SEMARANG

1
BABY SPA

T
NI
E
M
0
6
X
4
U
T
K
A
W
KONSEP BABY SPA

A. Definisi
Istilah spa berasal dari belgia, yang secara tradisional digunakan untuk menunjuk sebuah
tempat yang memiliki banyak sumber air yang bersifat menyehatkan. SPA juga
merupakan singkatan dari bahasa latin Solus Per Aqua, yang secara harfiah berarti sehat
melalui air. Perawatan spa mencakup perawatan body (fisik), mind, spirit, supaya
tercapai kedamaian dan relax.
Spa adalah perawatan kesehatan menggunakan sarana air. Pada dasarnya perawatan spa
menggunakan rendaman air, air mengalir, pancuran disertai ramuan rempah atau
memanfaatkan sumber air panas yang menggandung mineral tertentu dan memberikan
dampak memelihara, meningkatkan ataupun memulihkan kesehatan. Spa merupakan
suatu upaya kesehatan tradisional yang menggunakan pendekatan holistik, melalui
perawatan menyeluruh dengan menggunakan kombinasi antara perawatan hidroterapi
(terapi air), dan massage (pijat) yang dilakukan secara terpadu untuk menyeimbangkan
tubuh, pikiran, serta perasaan.
Baby spa adalah suatu upaya kesehatan tradisional yang menggunakan pendekatan
holistik, berupa perawatan menyeluruh dengan menggunakan kombinasi antara
keterampilan hidroterapi (terapi air), massage (pijat), senam bayi (baby gym), aroma
therapy dan di tambahkan pelayanan makanan, minuman yang sehat serta olah aktivitas
fisik.
Melalui kegiatan spa, bayi dapat merasakan relaksasi karena ketika lahir bayi harus
beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Bayi yang berada selama sembilan bulan
terlindung di perut ibu yang gelap dan hangat, sedangkan ketika lahir harus menghadapi
suhu yang dingin. Selain itu, relaksasi pada bayi bukan hanya untuk menghilangkan

2
stres, tetapi merupakan hal yang penting bagi proses tumbuh kembang anak. Oleh karena
itu, baby spa dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang diberikan kepada bayi
dengan tujuan untuk memberikan relaksasi pada bayi.
Proses perawatan baby spa sebaiknya ditangani oleh terapis yang berpengalaman. Bahan-
bahan yang digunakan merupakan bahan pilihan yang tidak mengakibatkan alergi pada
bayi. Pengaturan dekorasi ruangan juga harus diperhatikan, beragam mainan untuk bayi
dengan pertimbangan yang cermat dan warna-warna yang cerah untuk merangsang indra
visual bayi. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari baby spa, maka sebaiknya
baby spa dilakukan secara rutin yaitu minimal seminggu sekali.

B. Manfaat
Terdapat banyak manfaat baby spa diantaranya adalah :
1. Pola tidur lebih teratur, pengenalan terhadap lingkungan, serta ketenangan emosi
yang lebih baik. Apabila bayi tidur lelap, perkembangan dan pertumbuhan bayi
akan semakin baik.
2. Merangsang dan menyeimbangkan kortisol dan oksitosin. Hormon kortisol adalah
hormon penyebab stres. Penurunan hormon kortisol akan membuat bayi lebih riang
dan tidak suka menangis. Hormon oksitosin akan meningkat sehingga dapat
menimbulkan rasa nyaman dan kasih sayang.
3. Memperbaiki sistem imunitas bayi sehingga membuat bayi lebih sehat.
4. Menstimulasi enzim-enzim yang ada di perut sehingga penyerapan nutrisi dalam
tubuhnya lebih optimal.
5. Merangsang hormon yang berpengaruh dalam meningkatkan nafsu makan bayi,
yaitu hormon gastrin dan insulin yang berperan penting dalam proses penyerapan
makanan. Bila penyerapan makanan baik maka akan baik pula pertumbuhannya.
6. Memperlancar peredaran darah dan membantu menguatkan otot. Jika ototnya kuat
maka perkembangan motorik kasar akan baik pula.
7. Mencegah bayi mengalami kembung dan kolik, sehingga bayi dapat lebih ceria dan
tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal.
8. Meningkatkan perkembangan motorik halus yang berkorelasi dengan keterampilan
fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata dan tangan.
9. Mempengaruhi perkembangan otak secara optimal. Stimulasi bisa dilakukan
dengan cara di pijat. Sentuhan pada pijatan akanmerangsang tumbuh kembang fisik

3
dan otak yang lebih baik. Semakin sering bagian otak tersebut mendapat stimulasi
maka sinapsis akan sering diaktifkan sehingga menjadi semakin kuat.
10. Mempengaruhi personal sosial yang dalam hal ini adalah interaksi sosial.
11. Meningkatkan kemampuan berbahasa yang mencerminkan kemampuan intelektual
atau kecerdasannya. Komunikasi nonverbal sangat penting karena membantu
perkembangan sel sensorik.
12. Menyehatkan organ tubuh dan mengoptimalkan kemampuan organ sensoris, seperti
indera peraba, penciuman, penglihatan, pendengaran serta keseimbangan.

C. Unsur
1. Aromaterapi
a. Pengertian
Aromaterapi merupakan kata yang berasal dari dua kata yaitu aroma dan
terapi. Aroma berarti bau harum dan terapi berarti penyembuhan. Aromaterapi
merupakan seni dan ilmu yang menggunakan bau harum dari ektraksi daun,
bunga, kulit pohon, biji maupun akar tanaman guna memberikan efek
penyembuhan body, mind and spirit. Dengan kata lain aromaterapi berarti
terapi dengan memakai minyak esensial yang merupakan ekstrak dari unsur
kimia yang diambil dengan secara utuh. Aromaterapi adalah bagian dari ilmu
herbal (herbalism). Aromaterapi berarti ‘pengobatan menggunakan wangi-
wangian’. Istilah ini merujuk pada penggunaan minyak esensial dalam
penyembuhan holistik untuk memperbaiki kesehatan dan kenyamanan
emosional dan dalam mengembalikan keseimbangan badan. Terapi
komplementer (pelengkap), seperti homoeopati, aromaterapi dan akupuntur
harus dilakukan seiring dengan pengobatan konvensional.
Tumbuhan aromatik menghasilkan minyak aromatik. Apabila disuling,
senyawa yang manjur ini perlu ditangani secara hati-hati. Sebagian besar
senyawa ini akan menimbulkan reaksi kulit, tetapi jika digunakan secara tepat,
senyawa ini memilki nilai teraupetik. Senyawa ini dapat dihirup, digunakan
dalam kompres, dalam air mandi, atau dalam minyak pijat.
b. Sejarah Aromaterapi
Aromaterapi telah digunakan sejak zaman Mesir kuno yang memang terkenal
dengan ilmu pengetahuan yang tinggi. Merekalah yang menciptakan dan
meramaikan dunia pengobatan, farmasi, parfum serta kosmetik. Dari Mesir,

4
aromaterapi dibawa ke Yunani, Cina, India serta Timur Tengah sebelum
masuk ke Eropa di abad pertengahan. Beberapa dokter pada zaman itu tetap
memakai minyak esensial dalam praktek sehari-hari mereka. Pada zaman
modern, aromaterapi digali oleh Robert Tisserand yang menulis buku The Art
of Aromatherapy. Dewasa ini, riset membuktikan aneka penggunaan minyak
aroma. Riset kedokteran pada tahun-tahun belakangan ini mengungkapkan
fakta bahwa bau yang kita cium memiliki dampak penting pada perasaan kita.
Menurut hasil penelitian ilmiah, bau berpengaruh secara langsung terhadap
otak seperti obat. Misalnya, mencium lavender meningkatkan frekuensi
gelombang alfa terhadap kepala bagian belakang dan keadaan ini dikaitkan
dengan relaksasi.
c. Minyak Esensial
Tanaman teraupetik yang beraroma mengandung minyak esensial di tubuhnya.
Struktur minyak esensial sangatlah rumit, terdiri dari berbagai unsure senyawa
kimia yang masing-masing mempunyai khasiat teraupetik serta unsure aroma
tersendiri dari setiap tanaman. Berdasarkan pengalamanlah, para ahli
aromaterapi menentukan secara tepat bagian tanaman yang terbaik. Cara aman
menggunakan aromaterapi seperti digunakan sebagai untuk minyak pijat atau
menghirup wanginya. Tapi minyak esensial memiliki efek yang kuat pada
tubuh, sehingga harus digunakan dengan hati-hati karena bersifat pekat.
Aroma dan kelembutan minyak esensial dapat mengatasi keluhan fisik dan
psikis. Minyak esensial diserap oleh tubuh melalui 2 cara yaitu :
1) Melalui indra penciuman (hidung)
Cara ini merupakan yang paling sederhana yaitu dengan mencium aroma
dari minyak esensial, oleh sebab itu terapi ini disebut aroma-terapi. Indra
penciuman yang merangsang daya ingat kita yang bersifat emosional
dengan memberikan reaksi fisik berupa tingkah laku. Aroma yang sangat
lembut dan menyenangkan dapat membangkitkan semangat maupun
perasaan tenang dan santai. Akses lewat jalur nasal jelas merupakan cara
yang paling cepat dan efektif untuk pengobatan permasalan emosional
seperti stres serta depresi (dan juga beberapa tipe nyeri kepala). Hal ini
terjadi karena hidung mempunyai hubungan langsung dengan otak yang
bertanggung jawab dalam memicu efek minyak esensial tanpa
mempedulikan jalur yang dipakai untuk mencapai otak. Hidung sendiri

5
bukan organ pembau tetapi mengubah suhu serta kelembaban udara yang
dihirup dan mengumpulkan setiap benda asing yang terhirup masuk
bersama udara pernapasan. Kalau minyak esensial dihirup, molekul-
molekul dalam minyak tersebut akan terbawa oleh arus turbulen ke langit-
langit hidung. Pada langit-langit hidung terdapat bulu-bulu halus (silia)
yang menjulur dari sel-sel reseptor ke dalam saluran hidung. Kalau
molekul minyak terkunci pada bulu-bulu ini, suatu pesan elektromagnetik
(implus) akan ditransmisikan lewat bulbus olfaktorius dan traktus
olfaktorius ke dalam sistem limbik. Proses ini akan memicu respons
memori dan emosional yang lewat hipotalamus yang bekerja sebagai
pemancar serta regulator yang menyebabkan pesan tersebut dikirim ke
bagian otak yang lain badan bagian tubuh lainnya. Pesan yang diterima
akan diubah menjadi kerja sehingga terjadi pelepasan zat-zat neurokimia
yang bersifat euforik, relaksan, sedatif atau stimulan menurut
keperluannya.
2) Melalui indra perabaan (kulit)
Pada saat kita membalurkan minyak esensial yang telah dicampur dengan
minyak dasar pada kulit kita, minyak tersebut akan diserap oleh pori-pori
dan diedarkan oleh pembuluh darah ke seluruh tubuh. Proses penyerapan
ini terjadi sekitar 20 menit.
d. Penggunaan
Penggunaan aromaterapi bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :
1) Dihirup
Aromaterapi dapat dihirup dengan berbagai cara, yaitu :
a) Dihirup secara langsung
Bias dilakukan dengan memegang botol dengan jarak beberapa senti
dari hidung lalu menghirup aromanya, atau bisa juga dengan
meneteskan 1 tetes ditelapak tangan lalu tangkupkan diarea hidung dan
mulut.
b) Dihirup secara tidak langsung
Dapat dilakukan dengan cara menambahkan setetes minyak essensial
pada saputangan, pakaian, rambut, bantal, dan lain-lain untuk
kemudian menghirup aromanya, atau bisa juga dengan meletakkan

6
kain yang sudah ditetesi minyak essesnsial didepan kipas angina atau
AC.
2) Menggunakan humidifier (alat pelembab udara)
Dilakukan dengan cara memakai alat seperti alat difusi. Pilih alat yang
dapat digunakan untuk minyak essesnsial, karena minyak essensial dapat
merusak media plastik.
3) Topical
Aromaterapi dioleskan langsung pada bagian yang mengalami masalah
atau keluhan. Oleskan 1-3 tetes krim yang dicampur dengan minyak
esensial. Oleskan pada bagian telapak kaki, karena telapak kaki
mempunyai pori-pori yang besar, sehingga dapat lebih cepat menyerap.
Bagian tubuh lain yang memiliki penyerapan yang lebih baik adalah
belakang telinga dan pergelangan tangan.
4) Diminum
Mengingat terdapat beberapa minyak esensial aromaterapi yang tidak
aman untuk diminum, maka penggunaan dengan cara ini kurang
disarankan.
e. Manfaat
Berbagai jenis aromaterapi dapat digunakan untuk mengatasi keluhan anak
dengan batuk pilek, mengencerkan dahak, melegakan pernafasan,
meningkatkan daya tahan tubuh, meringankan sakit perut, diare, colic
abdomen, konstipasi, kembung dan lain lain. Berikut beberapa manfaat
masing-masing aromaterapi :
1) Cajuput
Cajuput oil memiliki fungsi terapetik yaitu sebagai analgesic, anti
neuralgik, antiseptic, anti spasmodic, dekongestan, ekspektoran dan masih
banyak lagi. Cajuput berguna untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara
menstimulasi kelenjar keringat, selain itu juga membantu mengurangi
infeksi plus menenangkan system pencernaan.
2) Peppermint
Peppermint pada umumnya digunakan dalam beberapa obat flu dan pilek
karena penelitian sudah membuktikan jika peppermint dapat mematikan
virus dan kuman. Selain itu tanaman herbal ini juga diketahui memiliki
efek menenangkan dan meredakan rasa sakit dengan demikian bisa

7
menghilangkan rasa badan sakit sakit yang umum menyertai sakit flu. Tak
hanya itu mentol dalam peppermint juga efektif menghilangkan lendir dan
memecah dahak yang sangat membantu untuk meredakan batuk dan
hidung tersumbat. Peppermint atau mentol adalah bahan yang umum
dalam dekongestan yang juga merupakan bahan umum dalam obat gosok
yang digunakan pada dada untuk meredakan nyeri dada yang dialami
karena pilek.
3) Turpentin
Minyak turpentine adalah getah dari pohon pinus (pinus merkusii) yang
kemudian diolah menjadi terpentin. Pine oil berfungsi sebagai antiseptik,
antibakteri, antimikroba, antivirus dan pengencer dahak. Pine oil mampu
melegakan system pernafasan terutama saluran bronchial.
4) Serai
Minyak essensial yang dibuat menggunakan serai dapat digunakan untuk
memperkuat dan meningkatkan fungsi system saraf. Karenanya minyak
serai yang dioleskan ke permukaan tubuh memberikan efek
menghangatkan, melemaskan otot dan meredakan kejang. Serai
meringankan semua jenis peradangan dan iritabilitas yang berhubungan
dengan sakit dan nyeri.
5) Piper betle
Ada banyak zat yang terkandung dalam piper betle yang sangat berguna
untuk kesehatan dan memiliki kekuatan sebagai antiseptic, antibakteri,
membunuh kuman, antioksidan dan antijamur.
6) Kaffirlime
Zat aktifnya berkhasiat membunuh kuman dan bakteri, meredakan stress
dan mengusir serangga. Aromanya segar dan tajam, member efek
membangkitkan energy, meredakan mual dan kembung, menstrual
regulator, mengatasi sakit kepala dan ketombe.
7) Lemon
Zat aktifnya berkhasiat mengatasi gangguan pernafasan seperti demam,
flu, sinus, memperbaiki system imun, detok, menyegarkan dan
membangkitkan semangat. Aromanya berbau jeruk yang tajam dan segar,
member efek membangkitkan energi, sikap positif dan membersihkan
emosi.

8
8) Lime
Zat aktifnya berkhasiat sebagai antivirus dan antibakteri, meredakan batuk
dan flu, mengencangkan otot dan memperbaiki nafsu makan,
membangkitkan energi dan sebagainya. Aromanya berbau jeruk segar dan
tajam, memberi efek memurnikan pikiran dan energi serta membersihkan
aura.
9) Fennel/ adas
Fennel dapat digunakan untuk mengobati batuk, mengatasi gangguan
perut seperti kembung dan colic serta meningkatkan daya penglihatan.
2. Pijat Bayi
a. Pengertian
Pijat Bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak
awal manusia di ciptakan di dunia serta telah dipraktekan sejak berabad-abad
tahun silam secara turun temurun oleh dukun bayi.
Sentuhan dan pandangan mata antara orang tua dan bayi mampu mengalirkan
kekuatan jalinan kasih sayang di antara keduanyayang merupakan dasar
komunikasi untuk memupuk cinta kasih secara timbal balik, mengurangi
kecemasan, meningkatkan kemampuan fisik, serta rasa percaya diri.
Pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada
permukaan kulit bayi, dilakukan dengan menggunakan tangan yang bertujuan
untuk menghasilkan efek terhadap syaraf, otot, system pernafasan serta
sirkulasi darah dan limpha.
Pijat bayi di sebut juga stimulasi touch atau terapi sentuh. Disebut terapi
sentuh karena melalui pijat bayi inilah akan terjadi komunikasi antara ibu dan
buah hatinya. Sebenarnya, dikenal oleh berbagai bangsa dan kebudayaan di
dunia sejak berabad-abad yang lalu.
b. Mekanisme dasar
1) Beta endorphin yang mempengaruhi mekanisme pertumbuhan
Pijatan akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui
mekanisme :
a) Penurunan enzim ODC (ornithine decarboxylase) suatu enzim yang
menjadi petunjuk peka bagi pertumbuhan sel dan jaringan.
b) Penurunan pengeluaran hormon pertumbuhan.

9
c) Penurunan kepekaan ODC jaringan terhadap pemberian hormon
pertumbuhan. Pengurangan sensasi taktil akan meningkatkan
pengeluaran suatu neurochemical betha-endorphine, yang akan
mengurangi pembentukan hormon pertumbuhan karena menurunnya
jumlah dan aktivitas ODC jaringan.
2) Aktivitas nervus vagus yang mempengaruhi mekanisme penyerapan
makanan
Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak
ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan
gastrin dan insulin. Dengan demikian, penyerapan makanan akan menjadi
lebih baik. Itu sebabnya mengapa berat badan bayi yang dipijat meningkat
lebih banyak daripada yang tidak dipijat.
3) Aktivitas nervus vagus meningkatkan volume ASI
Penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktivitas
Nervus Vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering
menyusu pada ibunya. Akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi.
Seperti diketahui, ASI akan semakin banyak diproduksi jika semakin
banyak diminta. Selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih
tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI.
4) Produksi serotonin meningkatkan daya tahan tubuh
Pemijatan akan meningkatkan aktivitas neurotransmitter serotonin, yaitu
meningkatkan kapasitas sel reseptor yang berfungsi mengikat
glucocorticoid (adrenalin, suatu hormone stress). Proses ini akan
menyebabkan terjadinya penurunan kadar hormon adrenalin (hormon
stress). Penurunan kadar hormon stress ini akan meningkatkan daya tahan
tubuh, terutama IgM dan IgG.
5) Pijat dapat Mengubah Gelombang otak
Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan
kesiagaan (alertness) atau konsentrasi. Hal ini disebabkan pijatan dapat
mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara
menurunkan gelombang alpha dan meningkatkan gelombang beta serta
tetha, yang dapat dibuktikan dengan penggunaan EEG (electro
encephalogram).
c. Manfaat

10
Pemijatan secara rutin dapat bermanfaat antara lain :
1) Meningkatkan daya tahan tubuh
2) Memperbaiki peredaran darah dan pernapasan
3) Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan
4) Meningkatkan kenaikan berat badan
5) Mengurangi stress dan ketegangan
6) Meningkatkan kesiagaan
7) Membuat tidur lelap
8) Mengurangi rasa sakit mengurangi kembung dan sakit perut
9) Meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayi
10) Meningkatkan produksi air susu ibuFrekuensi memijat bayi
d. Respon bayi
Bayi akan memberikan respon ketika dipijat. Respon yang diberikan bayi
meliputi menerima pijatan atau menolak pijatan. Bayi belum bisa memberikan
respon tersebut dengan berbicara, sehingga pemijat perlu memahami respon
bayi melalui tanda-tanda yang diberikan bayi. Tanda-tanda tersebut dapat
terangkum pada tabel berikut ini.

Respon Kontak Mata dan Ekspresi Wajah Suara Bahasa Tubuh


Menerima  Mata terbuka dan cerah  Mengoceh  Terlentang dengan nyaman
 Menoleh kekanan kiri kemudian  Tertawa dan tenang
kembali kedepan dan tersenyum  Tersenyum  Gerakan lembut pada tangan
 Melihat langsung ke ortu/trapis  Kadang dan kaki
dengan wajah dan mata yang berseri menghisap  Berusaha meraih ortu, kontak
mata, tersenyum
 Open body language
Menolak  Mata memejam dalam kondisi sadar  Cegukan  Berusaha merangkak, pergi,
menguap dan mengantuk  Kemerahan berputar
 Membuang muka atau memalingkan  Marah  Gerakan tak terkontrol, rewel
dan menggulingkan kepala  Menangis  Selalu menjauhi saat
 Kaku dipegang, kaku dan
menendang
 Closed body language

3. Baby Gym
a. Pengertian
Baby gym atau senam bayi merupakan latihan untuk membantu stimulasi
pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf dan motorik bayi secara optimal.
Melalui senam bayi, kedekatan (bounding) antara ibu dan bayi akan semakin
kuat. Senam bayi sangat penting untuk menguatkan otot-otot dan juga sendi

11
pada bayi dan juga sebagai stimulasi bayi untuk duduk, berdiri dan berjalan.
Senam bayi dilakukan sesuai pola perkembangan.
b. Manfaat
1) Menguatkan otot-otot dan persendian.
2) Meningkatkan perkembangan motorik.
3) Meningkatkan fleksibilitas atau daya kelenturan tubuh.
4) Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
5) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan fungsi tubuh.
6) Memperkuat interaksi antara orang tua dan anaknya.
7) Memperlancar peredaran darah dan memperkuat jantung.
8) Memudahkan orang tua mendeteksi secara dini adanya gangguan atau
hambatan pertumbuhan dan perkembangan.
9) Meningkatkan kemampuan bayi merespon rangsang dari lingkungan.
10) Memberi kesempatan kepada bayi untuk bereksplorasi dengan bagian
tubuhnya sendiri.
4. Berendam atau Baby Swim
a. Pengertian
Mandi berendam sangat efektif untuk menghilangkan kelelahan dan
kejenuhan. Pada bayi, mandi berendam merupakan pilihan terbaik untuk
membantu menghilangkan kelelahannya. Pada bayi yang cenderung memiliki
sifat mudah bosan, mandi berendam dapat menjadi kegiatan yang
menyenangkan dan menyehatkan bagi mereka.
Berendam dan berenang akan merangsang gerakan motorik bayi. Dengan
bermain air, otot-otot bayi akan berkembang dengan sangat baik, persendian
tumbuh secara optimal, pertumbuhan badan meningkat dan tubuh pun menjadi
lentur. Dengan kata lain, melalui gerakan di dalam air semua anggota tubuh
bayi akan terlatih, karena seluruh anggota tubuh digerakan mulai dari kaki,
tangan, hingga kepala, walaupun gerakan belum sempurna.
Untuk bayi berusia dua bulan sampai satu setengah tahun menekankan pada
bayi untuk berenang atau baby swim. Air yang digunakan untuk berendam
harus selalu bersih, karena mengingat kulit bayi sangat sensitive dan mudah
tertular penyakit kulit. Untuk suhu air, dapat diatur dengan kisaran 31 hingga
32 derajat celcius untuk bayi dibawah tiga bulan sedangkan untuk bayi diatas
tiga bulan suhu air diatur dengan kisaran 34 hingga 35 derajat celcius. Dimana

12
bayi akan berenang kurang lebih 10 hingga 15 menit dengan menggunakan
pelampung. Selain memiliki fungsi merendam, aktifitas di air ini untuk melatih
fungsi tubuh, dan menggerakan kaki dan tangannya di dalam air agar
memberikan stimulasi motorik dan melatih otot sang bayi. Perawatan baby
swim dikhususkan untuk bayi dibawah dua tahun yang mempunyai tujuan
utama, yaitu untuk merangsang aktifitas bayi.
b. Manfaat
1) Berenang sejak lahir sangat baik untuk kesehatan dan pengembangan bayi
serta pengenalan awal akan mencegah bayi mengalami ketakutan (fobia)
air yang dapat berkembang di kemudian hari dalam masa kanak-kanak.
2) Air membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan (sensitivitas
vestibular).
3) Mengasah kemandirian, keberanian dan percaya diri bayi
4) Mengembangkan kemampuan motorik, keterampilan sosial dan
kecerdasan.
5) Memperkuat jantung, paru-paru, sistem pernapasan dan membantu
perkembangan otak.
6) Meningkatkan daya konsentrasi dan respon terhadap perintah, membentuk
mental yang baik, serta meningkatkan tingkat pemahaman.
7) Berenang secara teratur dalam air hangat dapat membuat bayi lebih relax,
merangsang nafsu makan, serta menyebabkan kuantitas dan kualitas tidur
meningkat.

13
TUJUAN

A. Tujuan Umum
Secara umum tujuan dari baby spa adalah memberikan terapi alami yang mencakup body
(fisik), mind, spirit, supaya tercapai kedamaian, kenyamanan, dan sebagai upaya
relaksasi.
B. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari baby spa adalah memberikan perawatan alamai yang meliputi :
1. Aromaterapi
2. Pijat bayi
3. Senam bayi
4. Berendam atau berenang

14
OS

ER
OP
PR

AT

ST
IN
U
D

A
D
N
A
R

R
E

BABY SPA

PENGERTIAN
Suatu upaya kesehatan alami yang menggunakan pendekatan holistik, yang mencakup perawatan body
(fisik), mind, dan spirit, melalui perawatan menyeluruh dengan menggunakan kombinasi antara
aromaterapi, pijat, senam, serta berenang yang dilakukan secara terpadu untuk menyeimbangkan tubuh,
pikiran, serta perasaan
TUJUAN
Memberikan perawatan yang mencakup aromaterapi, pijat, senam, serta berenang
KEBIJAKAN
1. Dilakukan pada ruangan dengan fasilitas yang memadai
2. Tidak boleh dilakukan pada bayi segera setelah menyusu atau makan
3. Tidak boleh membangunkan bayi khusus untuk melakukan baby spa
4. Dilakukan hanya pada bayi sehat
5. Tidak boleh memaksakan posisi atau langkah-langkah tertentu
PETUGAS
Dilakukan oleh terapis atau orang tua yang terlatih
PERALATAN
1. Pantom bayi
2. Set baju bayi
3. Minyak esensial aromaterapi
4. Diffuser
5. Air
6. Minyak pijat bayi
7. Matras
8. Alas bayi
9. Bantal bayi (cekung)
10. Mainan bayi
11. Linen untuk selimut
12. Pelampung leher
13. Kolam renang bayi
14. Air hangat
15. Kursi mandi
16. Sabun dan sampo bayi
17. Wash lap
18. Handuk
PROSEDUR PELAKSANAAN
A. Sikap
1. Memberi salam dan berkenalan kepada ibu bayi
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur baby spa
3. Meminta ijin dan persetujuan kepada ibu bayi
4. Menyapa dan berkenalan kepada bayi
5. Meminta ijin kepada bayi untuk melakukan baby spa
B. Isi
1. Aromaterapi
a. Mengisi air pada diuser sesuai batas yang ditentuntukan
b. Meneteskan minyak esensial aromaterapi sesuai ketentuan
c. Menyalakan diffuser sesuai ketentuan selama dilakukan baby spa
2. Pijat bayi
 Persiapan

15
a. Cuci tangan

b. Melepas semua pakaian bayi

Menyelimuti dengan handuk dan hanya membuka


c.
bagian tubuh yang akan dipijat

d. Menuangkan minyak pijat ke tangan

Menghangatkan tangan (menggosok-gosokkan


e. tangan) sambil memberikan stimulasi di telinga
kanan dan kiri bayi

Meminta ijin kepada bayi (dilakukan dengan


f. mengajak bayi berkomunikasi sambil membelai
wajah dan kepala bayi)

 Kaki

16
Perahan india  pegang kaki pada pangkal paha,
gerakkan tangan dari pangkal paha ke
a.
pergelangan kaki secara bergantian seperti
memerah susu dengan kedua tangan bergantian

Punggung kaki  tekan punggung kaki dari jari


b. ke pergelangan menggunakan kedua ibu jari
secara bergantian

Telapak kaki  urut telapak kaki dari tumit ke


c.
jari menggunakan kedua ibu jari secara bergantian

Jari kaki  pijat jari satu persatu dengan gerakan


memutar menjauhi telapak kaki diakhiri tarikan
d.
lembut pada tiap ujung jari menggunakan ibu jari
dan jari telunjuk

 Perut

Mengayuh sepeda  pijat perut bayi seperti


mengayuh sepeda dengan lembut dari atas ke
a.
bawah perut menggunakan telapak tangan kanan
dan kiri secara bergantian

Ibu jari ke samping  pijat perut dengan lembut


dari samping kanan dan kiri pusat ke tepi perut
b.
kanan dan kiri menggunakan kedua ibu jari secara
bersamaan

17
I L U menggunakan empat jari tangan kanan :
 Membentuk huruf I  pijat perut dari kiri atas
ke bawah (3 kali)
 Membentuk huruf L terbalik  pijat perut
c. dari kanan atas ke kiri atas dilanjutkan ke kiri
bawah (1 kali)
 Membentuk huruf U terbalik  pijat perut
dari kanan bawah ke kanan bawah, dilanjutkan
ke kiri atas, terus ke kiri bawah (1 kali)

Jari berjalan  pijat perut dari bagian kanan ke


d. bagian kiri mengunakan empat ujung jari tangan
kanan seperti berjalan

 Dada

Love besar  pijat dada seolah menggambarkan


jantung dengan empat jari dari kedua tangan,
a. dimulai dari tengah dada/ulu hati ke atas, ke
samping di atas tulang selangka, dilanjutkan ke
bawah, dan kembali ke tengah dada/ulu hati

Kupu-kupu  pijat dada seolah menggambar


kupu-kupu. Dengan tangan kanan dari tengah
dada/ulu hati ke bahu kiri, dan kembali ke dada
b.
tengah/ulu hati. Dengan tangan kiri dari tengah
dada/ulu hati ke bahu kanan, dan kembali ke dada
tengah/ulu hati. Lakukan secara bergantian

 Tangan

18
Perahan india  pegang tangan pada pangkal
tangan, gerakkan tangan dari pangkal tangan ke
a.
pergelangan tangan secara bergantian seperti
memerah susu

Punggung tangan  pijat punggung tangan dari


b. pergelangan ke jari menggunakan kedua ibu jari
secara bergantian

Telapak tangan  buka telapak tangan dari


c. pergelangan ke jari menggunakan kedua ibu jari
secara bergantian

Jari tangan  pijat jari satu persatu dengan


gerakan memutar menjauhi telapak tangan
d.
diakhiri tarikan lembut pada tiap ujung jari
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk

 Punggung

Maju mundur punggung  pijat punggung


dengan gerakan maju mundur dari arah leher ke
a. pantat, dilanjutkan kearah leher kembali
menggunakan kedua telapak tangan secara
bergantian

Mengusap punggung  tangan kanan menahan


b. pantat bayi, kemudian pijat punggung dari leher
ke pantat menggunakan tangan kiri

19
Mengusap punggung-kaki  tangan kanan
c. memegang kaki bayi, kemudian pijat punggung
dari leher ke pantat, dilanjutkan ke tumit kaki

 Muka (Tidak Memakai Minyak)

Dahi-pelipis-tulang pipi  pijat dahi dari tengah


ke pelipis, kemudian membuat lingkaran kecil di
a. pelipis, dan dilanjutkan menyusuri tulang pipi
bawah mata menggunakan empat jari tangan
kanan dan kiri secara bersamaan

Alis  pijat alis dari tengah ke samping


b.
menggunakan kedua ibu jari secara bersamaan

Alis-hidung-tulang pipi  pijat dari pertengahan


alis ke tepi hidung, kemudian dilanjutkan ke
c.
samping tulang pipi menggunakan kedua ibu jari
secara bersamaan

Atas bibir-pipi  pijat dari pertengahan diatas


d. mulut ke samping, dilanjutkan ke pipi
menggunakan kedua ibu jari secara bersamaan

Dagu-pipi  pijat dari pertengahan dagu ke


e. samping, dilanjutkan ke pipi menggunakan kedua
ibu jari

3. Senam bayi

20
Relaksasi  menggoyang, menepuk, dan
a. melambungkan badan dan kaki bayi secara
lembut

Menyilangkan tangan  pegang kedua


b. pergelangan tangan, silangkan di dada, kemudian
luruskan kembali

Menyilangkan tangan kaki  pegang pergelangan


kaki kanan dan pergelangan tangan kiri, silangkan
c. di atas tubuh, kemudian luruskan kembali.
Lakukan hal yang sama untuk kaki kiri dan
tangan kanan

Menyilangkan kaki  pegang kedua pergelangan


d. kaki, silangkan di atas, kemudian luruskan
kembali

Menekuk kaki  pegang pergelangan kaki,


e. kemudian tekuk lutut dan kaki agak didorong ke
perut, lakukan secara bergantian

4. Berenang

21
1. Menyiapkan kolam berisi air hangat sesuai usia bayi
2. Memasang pelampung leher (pastikan klip berada dibelakang dan dagu bayi berada di cekungan
pelampung)
3. Memulai menyiram air ke tubuh bayi sambil mengajak bercanda
4. Memasukkan bayi secara perlahan ke dalam kolam mulai dari kaki bayi (gerak-gerakkan kaki bayi di
dalam air)
5. Lanjutkan memasukkan badan bayi ke dalam kolam (sambil terus distimulasi untuk menggerakkan
tangan dan kaki)
6. Melepaskan dan membiarkan bayi berenang selama 10-20 menit jika bayi sudah merasa nyaman di
kolam (sambil terus menstimulasi, bisa dengan mainan, untuk menggerak-gerakkan tangan dan kaki)
7. Memandikan bayi dengan air hangat yang baru
8. Mengeringkan bayi dengan handuk
9. Baluri tubuh bayi dengan minyak telon
10. Memakaikan baju kering dan hangat
11. Mengucapkan terima kasih
12. Cuci tangan
C. Teknik
1. Selalu berkomuniasi dengan ibu dan bayi
2. Memberi respon yang positif terhadap ibu dan bayi
3. Melakukan secara sistematis

22
SKILL LABORATORIUM

LEMBAGA PELATIHAN DAN KERJA KARYA HUSADA


SEMARANG

BABY SPA
No : ______________________________________________________________
Nama : ______________________________________________________________
Tanggal : ______________________________________________________________
NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI
YA TIDAK
SIKAP (10%)
1 Memberi salam dan berkenalan kepada ibu bayi
2 Menjelaskan tujuan dan prosedur baby spa
3 Meminta ijin dan persetujuan kepada ibu bayi
4 Menyapa dan berkenalan kepada bayi
5 Meminta ijin kepada bayi untuk melakukan baby spa
Nilai Sikap = ∑/5 x 10 = ………..
ISI (80%)
A. Aromaterapi
1 Mengisi air pada diuser sesuai batas yang ditentuntukan
2 Meneteskan minyak esensial aromaterapi sesuai ketentuan
3 Menyalakan diffuser sesuai ketentuan selama dilakukan baby spa
B Pijat bayi
 Persiapan
4 Cuci tangan
5 Melepas semua pakaian bayi
6 Menyelimuti dengan handuk dan hanya membuka bagian tubuh yang akan dipijat
7 Menuangkan minyak pijat ke tangan
8 Menghangatkan tangan (menggosok-gosokkan tangan) sambil memberikan stimulasi di
telinga kanan dan kiri bayi
9 Meminta ijin kepada bayi (dilakukan dengan mengajak bayi berkomunikasi sambil
membelai wajah dan kepala bayi)
 Kaki
10 Perahan india  pegang kaki pada pangkal paha, gerakkan tangan dari pangkal paha ke
pergelangan kaki secara bergantian seperti memerah susu dengan kedua tangan
bergantian
11 Punggung kaki  tekan punggung kaki dari jari ke pergelangan menggunakan kedua ibu
jari secara bergantian
12 Telapak kaki  urut telapak kaki dari tumit ke jari menggunakan kedua ibu jari secara
bergantian
13 Jari kaki  pijat jari satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki
diakhiri tarikan lembut pada tiap ujung jari menggunakan ibu jari dan jari telunjuk
 Perut
14 Mengayuh sepeda  pijat perut bayi seperti mengayuh sepeda dengan lembut dari atas
ke bawah perut menggunakan telapak tangan kanan dan kiri secara bergantian

23
NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI
YA TIDAK
15 Ibu jari ke samping  pijat perut dengan lembut dari samping kanan dan kiri pusat ke
tepi perut kanan dan kiri menggunakan kedua ibu jari secara bersamaan
16 I L U menggunakan empat jari tangan kanan :
 Membentuk huruf I  pijat perut dari kiri atas ke bawah (3 kali)
 Membentuk huruf L terbalik  pijat perut dari kanan atas ke kiri atas dilanjutkan ke
kiri bawah (1 kali)
 Membentuk huruf U terbalik  pijat perut dari kanan bawah ke kanan bawah,
dilanjutkan ke kiri atas, terus ke kiri bawah (1 kali)
17 Jari berjalan  pijat perut dari bagian kanan ke bagian kiri mengunakan empat ujung
jari tangan kanan seperti berjalan
 Dada
18 Love besar  pijat dada seolah menggambarkan jantung dengan empat jari dari kedua
tangan, dimulai dari tengah dada/ulu hati ke atas, ke samping di atas tulang selangka,
dilanjutkan ke bawah, dan kembali ke tengah dada/ulu hati
19 Kupu-kupu  pijat dada seolah menggambar kupu-kupu. Dengan tangan kanan dari
tengah dada/ulu hati ke bahu kiri, dan kembali ke dada tengah/ulu hati. Dengan tangan
kiri dari tengah dada/ulu hati ke bahu kanan, dan kembali ke dada tengah/ulu hati.
Lakukan secara bergantian
 Tangan
20 Perahan india  pegang tangan pada pangkal tangan, gerakkan tangan dari pangkal
tangan ke pergelangan tangan secara bergantian seperti memerah susu
21 Punggung tangan  pijat punggung tangan dari pergelangan ke jari menggunakan kedua
ibu jari secara bergantian
22 Telapak tangan  buka telapak tangan dari pergelangan ke jari menggunakan kedua ibu
jari secara bergantian
23 Jari tangan  pijat jari satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak tangan
diakhiri tarikan lembut pada tiap ujung jari menggunakan ibu jari dan jari telunjuk
 Punggung
23 Maju mundur punggung  pijat punggung dengan gerakan maju mundur dari arah leher
ke pantat, dilanjutkan kearah leher kembali menggunakan kedua telapak tangan secara
bergantian
24 Mengusap punggung  tangan kanan menahan pantat bayi, kemudian pijat punggung
dari leher ke pantat menggunakan tangan kiri
25 Mengusap punggung-kaki  tangan kanan memegang kaki bayi, kemudian pijat
punggung dari leher ke pantat, dilanjutkan ke tumit kaki
 Muka
26 Dahi-pelipis-tulang pipi  pijat dahi dari tengah ke pelipis, kemudian membuat
lingkaran kecil di pelipis, dan dilanjutkan menyusuri tulang pipi bawah mata
menggunakan empat jari tangan kanan dan kiri secara bersamaan
27 Alis  pijat alis dari tengah ke samping menggunakan kedua ibu jari secara bersamaan
28 Alis-hidung-tulang pipi  pijat dari pertengahan alis ke tepi hidung, kemudian
dilanjutkan ke samping tulang pipi menggunakan kedua ibu jari secara bersamaan
29 Atas bibir-pipi  pijat dari pertengahan diatas mulut ke samping, dilanjutkan ke pipi
menggunakan kedua ibu jari secara bersamaan
30 Dagu-pipi  pijat dari pertengahan dagu ke samping, dilanjutkan ke pipi menggunakan
kedua ibu jari
C Senam bayi
31 Relaksasi  menggoyang, menepuk, dan melambungkan badan dan kaki bayi secara
lembut
32 Menyilangkan tangan  pegang kedua pergelangan tangan, silangkan di dada,
kemudian luruskan kembali
33 Menyilangkan tangan kaki  pegang pergelangan kaki kanan dan pergelangan tangan
kiri, silangkan di atas tubuh, kemudian luruskan kembali. Lakukan hal yang sama untuk
kaki kiri dan tangan kanan
34 Menyilangkan kaki  pegang kedua pergelangan kaki, silangkan di atas, kemudian
luruskan kembali

24
NILAI
NO ASPEK YANG DINILAI
YA TIDAK
35 Menekuk kaki  pegang pergelangan kaki, kemudian tekuk lutut dan kaki agak
didorong ke perut, lakukan secara bergantian
D Berenang
36 Menyiapkan kolam berisi air hangat sesuai usia bayi
37 Memasang pelampung leher (pastikan klip berada dibelakang dan dagu bayi berada di
cekungan pelampung
38 Memulai menyiram air ke tubuh bayi sambil mengajak bercanda
39 Memasukkan bayi secara perlahan ke dalam kolam mulai dari kaki bayi (gerak-gerakkan
kaki bayi di dalam air)
40 Lanjutkan memasukkan badan bayi ke dalam kolam (sambil terus distimulasi untuk
menggerakkan tangan dan kaki)
41 Melepaskan dan membiarkan bayi berenang selama 10-20 menit jika bayi sudah merasa
nyaman di kolam (sambil terus menstimulasi, bisa dengan mainan, untuk menggerak-
gerakkan tangan dan kaki)
42 Memandikan bayi dengan air hangat yang baru
43 Mengeringkan bayi dengan handuk
44 Baluri tubuh bayi dengan minyak telon
45 Memakaikan baju kering dan hangat
46 Mengucapkan terima kasih
47 Cuci tangan
Nilai Isi = ∑/47 x 80 = ……….
C TEKNIK
1 Selalu berkomuniasi dengan ibu dan bayi
2 Memberi respon yang positif terhadap ibu dan bayi
3 Melakukan secara sistematis
Nilai Teknik = ∑/3 x 10 = ……….
Total Nilai = ∑Sikap, Isi, Teknik = ……….

25
DAFTAR PUSTAKA

TES FORMATI

Barbara AHR. 2010. Berenang untuk Bayi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Dewi, Siska. 2016. Pijat dan Asupan Gizi Tepat. Yogyakarta : Pustaka Baru Press
Hae Kyung. 2005. The Effect of Infant Massage on Weight Gain, Physiological and
Behavioral Responses in Premature Infants. J Korean Acad Nurs. Dec;35(8):1451-
1460. English. Published online March 28,
2017.  https://doi.org/10.4040/jkan.2005.35.8.1451
Irawati. 2006. Panduan Senam Bayi : Biarkan Ia Bekembang Menjadi Pribadi yang Aktif,
Sehat. Jakarta : Niaga Swadaya
Kemenkes RI. 2004. Permenkes No : 1205/MENKES/PER/X/2004 Tentang Pedoman
Persyaratan sehat pakai Air (SPA). Jakarta : Kemenkes RI
Kusmini Suprihatin, Melyana Nurul Widyawati, Sutarmi. 2016. Baby massage and Spa.
Surabaya : IHCA (Indonesian Holistic Care Association)
Nova, Kurnia. 2009. Panduan Lengkap Mengurut Bayi. Yogyakarta : Panji Pustaka
PermataAyu. 20017. Pengaruh pijat bayi Terhadap Peningkatan Lama Tidur Malam pada
Bayi 3-6 Bulan. Jurnal Kesehatan Al irsyad (JKA). Vol X No 2
Prasetiyono. 2013. Buku Pintar Pijat bayi. Yogyakarta : Buku Biru
Putri, Alissa. 2009. Pijat dan Senam untuk Bayi dan Balita Panduan Praktis Memijat Bayi
dan Balita. Yogyakarta : Briliant Offest
Ria, Riskani. 2012. Cara Mudah dan Aman Pijat Bayi. Jakarta : Niaga Swadaya
Roesli, Utami. 2010. Pedoman Pijat Bayi. Jakarta : PT Trubus Agriwidya
Subakti, Deri Riky. 2008. Keajaiban Pijat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media
Syaukani, Aulia. 2015. Petunjuk Praktis Pijat Senam dan Yoga Sehat untuk Bayi. Yogyakarta
: Araska
Wang, JL He, XH Zhang. 2013. The Efficacy of Massage on Preterm Infants: A Meta-
Analysis. American Journal of Perinatology
Yahya, Nadjibah. 2011. SPA Bayi dan Anak. Jakarta : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

26