Anda di halaman 1dari 25

MATERIAL KOMPOSIT

Penulis :
Kelompok :3
Anggota : 1. Mega Silvia Utami NPM.1713023015
2. Desi Aprilia NPM.1713023059
3. Riska Trisia Defi NPM.1713023009
Program Studi : Pendidikan Kimia
Kelas : 7A
Mata Kuliah : Kimia Material
Dosen Pengampu : 1. Dr. Noor Fadiawati, M.Si.
2. M. Mahfudz Fauzi S, S.Pd. M.Sc.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2020
DAFTAR ISI

Material Komposit ......................................................................................... 3

Komposisi material komposit ........................................................................ 4

Struktur material Komposit .......................................................................... 13

Sifat-sifat komposit ...................................................................................... 19

Aplikasi material komposit .......................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 25


A. Material Komposit
Komposit adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua
atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama
lainnya, baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil
akhir bahan tersebut (Nurun, 2013). Material komposit dapat didefinisikan
sebagai kombinasi dari dua atau lebih bahan yang menghasilkan sifat yang
lebih baik daripada sifat bahan penyusunnya (Campbell, 2010). Menurut
Lokantara (2012), komposit adalah suatu material yang terbentuk dari
kombinasi dua atau lebih material, dimana sifat mekanik dari material
pembentuknya berbeda-beda dimana satu material sebagai fasa pengisi
(matriks), dan yang lainnya sebagai fase penguat (reinforcement).

Beberapa definisi komposit sebagai berikut


• Tingkat dasar : pada molekul tunggal dan kisi kristal, bila material
yang disusun dari dua atom atau lebih disebut komposit (contoh senyawa,
paduan, polymer dan keramik)
• Mikrostruktur : pada kristal, phase dan senyawa, bila material
disusun dari dua phase atau senyawa atau lebih disebut komposit (contoh
paduan Fe dan C)
• Makrostruktur : material yang disusun dari campuran dua atau
lebih penyusun makro yang berbeda dalam bentuk dan/atau komposisi
dan tidak larut satu dengan yang lain disebut material komposit (definisi
secara makroini yang biasa dipakai)

Pada umumnya suatu bahan komposit adalah tunggal, dimana merupakan


susunan dari paling tidak terdapat dua unsur yang bekerja bersama untuk
menghasilkan sifat-sifat bahan yang berbeda terhadap sifat unsur bahan
penyusunnya. Dalam prakteknya komposit terdiri dari suatu bahan utama
(matriks) dan suatu jenis penguatan (reinforcement) yang ditambahkan
untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan matrik.Penguatan ini biasanya
dalam bentuk serat (fibre/fiber). Beberapa faktor yang mempengaruhi Fiber-
Matriks Composite antara lain:
1. Jenis serat, serat digunakan untuk dapat memperbaiki sifat dan struktur
matik, mampu menjadi bahan penguat matrik pada komposit untuk
menahan gaya yang terjadi.
2. Orientasi serat, menentukan kekuatan mekanik komposit yang
mempengaruhi kinerja komposit tersebut.
3. Panjang serat, sangat berpengaruh terhadap kekuatan dimana serat
panjang lebih kuat dibandingkan serat pendek.
4. Bentuk serat, pada umumnya semakin kecil diameter serat akan
menghasilkan kekuatan komposit yang semakin tinggi.
5. Jenis matrik, matrik berfungsi sebagai pengikat serat menjadi sebuah unit
struktur, melindungi dari perusakan eksternal, meneruskan atau
memindahkan beban eksternal pada bidang geser antara serat dan matrik.
6. Ikatan serat-matrik, keberadaan void dalam komposit akan mengurangi
kekuatan komposit yang disebabkan ikatan interfacial antara matrik dan
serat yang kurang besar.
7. Katalis / pengeras, digunakan untuk membantu proses pengeringan
resin dan serat dalam komposit. (Setyawan, 2012).

B. Komposisi Material Komposit


Komposit adalah material yang tersusun atas campuran dua atau lebih
material dengan sifat kimia dan fisika berbeda, dan menghasilkan sebuah
material baru yang memiliki sifat-sifat berbeda dengan material-material
pengusunnya. Salah satu contoh paling mudah dari material komposit adalah
beton cor yang tersusun atas campuran dari pasir, batu koral, semen, besi,
serta air. Nampak bahwa material-material penyusun tersebut memiliki sifat-
sifat yang berbeda-beda, namun ketika dicampurkan dengan perbandingan
serta teknik tertentu akan menghasilkan beton yang sangat kuat, keras, dan
tahan terhadap berbagai cuaca.

4
Material komposit tersusun atas dua tipe material penyusun yakni matriks dan
fiber (reinforcement).
1. Matriks
Matriks adalah fasa dalam komposit yang mempunyai bagian atau fraksi
volume terbesar (dominan). Matriks, umumnya lebih ductile tetapi
mempunyai kekuatan dan rigiditas yang lebih rendah. Adapun Syarat pokok
matrik yang digunakan dalam komposit adalah matrik harus bisa meneruskan
beban, sehingga serat harus bisa melekat pada matrik dan kompatibel antara
serat dan matrik, artinya tidak ada reaksi yang mengganggu. Umumnya
matrik dipilih yang mempunyai ketahanan panas yang tinggi (Triyono &
Diharjo, 2000). Matriks mempunyai fungsi yaitu untuk mentransfer tegangan
ke serat, membentuk ikatan koheren permukaan matrik/serat, melindungi
serat, memisahkan serat, melepas ikatan, dan stabil setelah proses
manufaktur.

Gambar 1. Ilustrasi matriks pada komposit

5
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, fiber berfungsi sebagai material
rangka yang menyusun komposit, sedangkan matriks berfungsi untuk
merekatkan fiber dan menjaganya agar tidak berubah posisi. Campuran
keduanya akan menghasilkan material yang keras, kuat, namun ringan.

Gambar 2.Komposisi penyusun material komposit

Gambar 3. Klasifikasi komposit berdasarkan bentuk dari matriksnya

Gambar 4. Matriks dari beberapa tipe komposit

6
Berdasarkan matriks, komposit dapat diklasifikasikan kedalam tiga
kelompok besar, yaitu:
a. Komposit Matrik Polimer (Polymer Matrix Composites – PMC)
Komposit ini bersifat :
1. Biaya pembuatan lebih rendah
2. Dapat dibuat dengan produksi massal
3. Ketangguhan baik
4. Tahan simpan
5. Siklus pabrikasi dapat dipersingkat
6. Kemampuan mengikuti bentuk
7. Lebih ringan.
Keuntungan dari PMC :
1. Ringan
2. Specific stiffness tinggi
3. Specific strength tinggi
4. Anisotropy

Jenis polimer yang banyak digunakan :


1. Thermoplastic
Thermoplastic adalah plastic yang dapat dilunakkan berulang kali
(recycle) dengan menggunakan panas. Thermoplastic merupakan polimer
yang akan menjadi keras apabila didinginkan. Thermoplastic meleleh
pada suhu tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu dan mempunyai
sifat dapat balik (reversibel) kepada sifat aslinya, yaitu kembali mengeras
bila didinginkan. Contoh dari thermoplastic yaitu Poliester, Nylon 66,
PP, PTFE, PET, Polieter sulfon, PES, dan Polieter eterketon (PEEK).
2. Thermoset
Thermoset tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversibel). Bila
sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan
kembali. Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan termoset
melainkan akan membentuk arang dan terurai karena sifatnya yang
demikian sering digunakan sebagai tutup ketel, seperti jenis-jenis

7
melamin. Plastik jenis termoset tidak begitu menarik dalam proses daur
ulang karena selain sulit penanganannya juga volumenya jauh lebih
sedikit (sekitar 10%) dari volume jenis plastik yang bersifat termoplastik.
Contoh dari thermoset yaitu Epoksida, Bismaleimida (BMI), dan Poli-
imida (PI).

Aplikasi PMC, yaitu sebagai berikut :


1. Matrik berbasis poliester dengan serat gelas
a. Alat-alat rumah tangga
b. Panel pintu kendaraan
c. Lemari perkantoran
d. Peralatan elektronika.
2. Matrik berbasis termoplastik dengan serat gelas = Kotak air radiator
3. Matrik berbasis termoset dengan serat carbon
a. Rotor helikopter
b. Komponen ruang angkasa
c. Rantai pesawat terbang

b. Komposit Matrik Logam (Metal Matrix Composites – MMC)


Metal Matrix composites adalah salah satu jenis komposit yang memiliki
matrik logam. Material MMC mulai dikembangkan sejak tahun 1996.
Pada mulanya yang diteliti adalah Continous Filamen MMC yang
digunakan dalam aplikasi aerospace.
Kelebihan MMC dibandingkan dengan PMC :
1. Transfer tegangan dan regangan yang baik.
2. Ketahanan terhadap temperature tinggi
3. Tidak menyerap kelembapan.
4. Tidak mudah terbakar.
5. Kekuatan tekan dan geser yang baik.
6. Ketahanan aus dan muai termal yang lebih baik
Kekurangan MMC :
1. Biayanya mahal

8
2. Standarisasi material dan proses yang sedikit Matrik pada MMC :
a. Mempunyai keuletan yang tinggi
b. Mempunyai titik lebur yang rendah
c. Mempunyai densitas yang rendah
Contoh : Almunium beserta paduannya, Titanium beserta paduannya,
Magnesium beserta paduannya.

Aplikasi MMC, yaitu sebagai berikut :


1. Komponen automotive (blok-silinder-mesin,pully,poros gardan,dll)
2. Peralatan militer (sudu turbin,cakram kompresor,dll)
3. Aircraft (rak listrik pada pesawat terbang)
4. Peralatan Elektronik

c. Komposit Matrik Keramik (Ceramic Matrix Composites – CMC)


CMC merupakan material 2 fasa dengan 1 fasa berfungsi sebagai
reinforcement dan 1 fasa sebagai matriks, dimana matriksnya terbuat dari
keramik. Reinforcement yang umum digunakan pada CMC adalah
oksida, carbide, dan nitrid. Salah satu proses pembuatan dari CMC yaitu
dengan proses DIMOX, yaitu proses pembentukan komposit dengan
reaksi oksidasi leburan logam untuk pertumbuhan matriks keramik
disekeliling daerah filler (penguat).
Matrik yang sering digunakan pada CMC adalah: gelas anorganic,
keramik gelas, alumina, silikon nitrida
Keuntungan dari CMC :
1. Dimensinya stabil bahkan lebih stabil daripada logam
2. Sangat tangguh , bahkan hampir sama dengan ketangguhan dari cast
iron
3. Mempunyai karakteristik permukaan yang tahan aus
4. Unsur kimianya stabil pada temperature tinggi
5. Tahan pada temperatur tinggi (creep)
6. Kekuatan & ketangguhan tinggi, dan ketahanan korosi tinggi.

9
Kerugian dari CMC
1. Sulit untuk diproduksi dalam jumlah besar
2. Relative mahal dan non-cot effective
3. Hanya untuk aplikasi tertentu
Aplikasi CMC, yaitu sebagai berikut :
1. Chemical processing = Filters, membranes, seals, liners, piping,
hangers
2. Power generation = Combustorrs, Vanrs, Nozzles, Recuperators, heat
exchange tubes, liner
3. Wate inineration = Furnace part, burners, heat pipes, filters, sensors.
4. Kombinasi dalam rekayasa wisker SiC/alumina polikristalin untuk
perkakas potong.
5. Serat grafit/gelas boron silikat untuk alas cermin laser.
6. Grafit/keramik gelas untuk bantalan,perapat dan lem.
7. SiC/litium aluminosilikat (LAS) untuk calon material mesin panas.

Gambar 5. Pembagian Komposit berdasarkan penguatnya

Komposit berdasakan jenis penguatnya dapat dijelasakan sebagai berikut :


a. Particulate composite, penguatnya berbentuk partikel
b. Fibre composite, penguatnya berbentuk serat
c. Structural composite, cara penggabungan material komposit

10
Gambar 6. Ilustrasi komposit berdasarkan penguatnya

2. Fiber
Serat atau fiber dalam bahan komposit berperan sebagai bagian utama yang
menahan beban, sehingga besar kecilnya kekuatan bahan komposit sangat
tergantung dari kekuatan serat pembentuknya. Semakin kecil bahan (diameter
serat mendekati ukuran kristal) maka semakin kuat bahan tersebut, karena
minimnya cacat pada material

Fiber memiliki sifat yang mudah untuk diubah bentuknya dengan cara
dipotong atau juga dicetak sesuai dengan kebutuhan desainnya. Selain itu,
perbedaan pengaturan susunan fiber akan merubah pula sifat-sifat komposit
yang dihasilkan. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan sifat
komposit sesuai dengan parameter yang dibutuhkan.

Matriks umumnya terbuat dari bahan resin. Ia berfungsi sebagai perekat


material fiber sehingga tumpukan fiber dapat merekat dengan kuat. Resin
akan saling mengikat material fiber sehingga beban yang dikenakan pada
komposit akan menyebar secara merata. Selain itu resin juga berfungsi untuk
melindungi fiber dari serangan bahan kimia atau juga kondisi cuaca ekstrim
yang dapat merusaknya.
a. Resin matriks
Merupakan bahan dasar utama dalam komposit. BIS-GMA, urethane
dimetakrilat (UEDMA) dan trietilen glikol dimetakrilat (TEGDMA) adalah

11
dimetakrilat yang umum digunakan dalam komposit gigi. Digunakan untuk
mengontrol konsistensi pasta komposit. Dikarakteristik oleh ikatan ganda
karbon yang bereaksi mengubah ke polimer.
b. Bahan pengisi atau filler
Dimasukannya partikel bahan pengisi ke dalam suatu matriks secara nyata
meningkatkan sifat bahan matriks bila partikel pengisi benar-benar berikatan
dengan matriks. Bila tidak, partikel bahan pengisi dapat melemahkan bahan.
Bahan pengisi halus yaitu Quartz, Lithium aluminium silicate, barium,
strontium, zinc. Bahan pengisi sangat halus yaitu colloidal silica particles.
Filler halus yang mengandung barium, strontium, zinc akan menghasilkan
foto radiopak. Mengurangi kontraksi polimerisasi. Mengurangi muai termis
komposit. Meningkatkan sifat mekanis komposit. Mengurangi penyerapan
air, kelunakan, dan pewarnaan.
c. Coupling agent
Aplikasi bahan coupling yang tepat dapat meningkatkan sifat mekanis dan
fisik serta memberikan kestabilan hidrolitik dengan mencegah air menembus
sepanjang antar-muka bahan pengisi dan resin.
Berfungsi membentuk ikatan yang baik antara resin matriks dengan bahan
pengisi atau filler. Bahan yang paling banyak digunakan adalah vynil silane.
d. Bahan tambahan lain
1. Pigmen pigmen inorganic ditambahkan dalam jumlah kecil sehingga
warna komposit sama dengan struktur gigi. Komposit disediakan dalam 10
atau lebih warna yang berkisar pada warna gigi.
2. Inisiator organic peroksida atau diketone.
3. Accelerator : organik amina

C. Struktur Material Komposit


Komposit dikasifikasikan menjadi empat bagian berdasarkan struktur dan
bentuknya (Jones, 1975).
1. Komposit Serat (Fibrous Composites)
Fibrous Composites (Komposit Serat) merupakan jenis komposit yang hanya
terdiri dari satu laminat atau satu lapisan yang menggunakan penguat berupa

12
serat atau fiber. Fiber yang digunakan bisa berupa glass fibers, carbon fibers,
aramid fibers (poly aramide), dan sebagainya. Fiber ini bisa disusun secara
acak maupun dengan orientasi tertentu bahkan bisa juga dalam bentuk yang
lebih kompleks seperti anyaman. Komposit serat tersusun atas bahan penguat
dan matriks yang berperan sebagau bahan pengikat, pengisi volume, serta
pelindung serat yang berfungsi dalam mendistribusikan beban gaya pada serat
(Schwartz, 1984). Serat dapat menentukan karakteristik suatu komposit
seperti kekuatan, keuletan, kekakuan dan sifat mekanik lainnya (Jones, 1975)

Gambar 7. Struktur komposit serat

Tinggi rendah dari kekuatan komposit tergantung dari serat yang di gunakan,
karena tegangan yang di kenakan pada komposit mulanya diterima oleh
matrik akan diteruskan kepada serat, sehingga serat akan menahan beban
sampai beban maksimum. Maka dari itu serat harus memiliki tegangan tarik
dan modulus elastisitas yang lebih besar daripada matrik penyusun komposit
(Van Vlack, 1985).
Komposit di perkuat dengan serat dapat di golongkan menjadi 2 bagian,
yaitu:
1. Komposit serat pendek
Berdasarkan dari arah orientasi material komposit yang di perkuat
dengan serat pendek dapat di bagi dengan dua bagian yaitu serat acak dan
serat satu arah.
2. Komposit serat panjang
Komposit serat panjang merupakan lebih mudah diorientasikan jika di
bandingkan dengan serat pendek. Secara teoritis serat panjang dapat
menyalurkan pembebanan atau tegang dari suatu titik pembebanannya.

13
Kebutuhan akan penempatan serat dan arah serat yang berbeda menjadikan
komposit diperkuat serat dibedakan lagi menjadi beberrapa bagian
diantaranya (Gibson, 1994) :
a. Continous fiber composite (komposit diperkuat dengan serat kontinyu).
Tipe ini mempunyai susunan serat panjang dan lurus, membentuk lamina
diantara matriksnya. Tipe ini mempunyai kelemahan pemisahan antar
lapisan.

Gambar 8. Struktur Continous fiber composite


b. Woven fiber composite (komposit diperkuat serat anyaman). Komposit
ini tidak mudah dipengaruhi pemisahan antar lapisan karena susunan
seratnya mengikat antar lapisan. Susunan serat memanjangnya yang tidak
begitu lurus mengakibatkan kekuatan dan kekakuan melemah.

Gambar 9. Woven fiber composite


c. Chopped fiber composite memiliki serat pendek secara acak tersebar
dalam matriks. Komposit serat cincang (chopped) digunakan secara
ekstensif dalam aplikasi volume tinggi karena biaya produksi yang
rendah, tetapi sifat mekanik jauh lebih rendah daripada continous fiber
composite.

14
d. Hybrid composite (komposit diperkuat serat kontinyu dan acak). Hybrid
composite dapat terdiri dari campuran cincang serat dan serat
berkesinambungan, atau jenis serat campuran seperti kaca atau grafit.

Gambar 10. Struktur Hybrid composite

2. Komposit Laminat/Monolitik
Komposit laminat adalah suatu struktur komposit dimana material-material
penyusunnnya adalah lembaran-lembaran lamina (1 lembar komposit dengan
arah serat tertentu) yang diatur dan ditata satu persatu membentuk elemen
struktur secara integral pada komposit. Proses pembentukan lamina ini
menjadi laminate dinamakan proses laminasi. Sifat yang dapat ditekankan
oleh laminasi adalah kekuatan, kekakuan, berat badan rendah, ketahanan
korosi, ketahanan aus, keindahan dan daya tarik, isolasi termal, insulasi
akustik, dan lainnya. Contoh dari laminated composite materials, yaitu
bimetal, clad bimetals, kaca laminasi, plastic-based laminates dan laminasi
material komposit berserat

Sebagai elemen sebuah struktur, lamina yang serat penguatnya searah saja
(unidirectional lamina) pada umumnya tidak menguntungkan karena
memiliki sifat yang buruk. Untuk itulah struktur komposit dibuat dalam
bentuk laminate yang terdiri dari beberapa macam lamina atau lapisan yang
diorientasikan dalam arah yang diinginkan dan digabungkan bersama sebagai

15
sebuah unit struktur. Mikrostruktur lamina dan jenis-jenis dari arah serat
dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 11. Mikrostruktur lamina

Gambar 12. Struktur Komposit Laminat

3. Komposit Partikel
Partikel Komposit adalah suatu komposit yang menggunakan partikel sebagai
penguatnya dan terdistribusi secara menyeluruh dalam matriks. Komposit
terdiri dari partikel dan matriks yaitu butiran (pasir, kerikil) yang di perkuat
semen yang kita lihat sebagai beton. Partikel komposit adalah suatu produk
yang dihasilkan dengan menaruh serbuk dan mengikatnya dengan satu
matriks secara bersama sama. Lebih dari unsur perlakuan seperti, katalisator,
tekanan, panas kelembaban, dll. Partikel komposit ini tidak sama dengan jenis
serat acak sehingga bersifat isotropis. Bentuk komposit yang tersusun dari
partikel dapat dilihat sebagai berikut :

16
Gambar 13. Struktur komposit partikel

4. Komposit Sandwich
Konstruksi sandwich mirip dengan strukturlaminat, namun yang
membedakan adalah penggunaan Honeycomb Core. Tiap bagian memiliki
fungsi tersendiri yang akan menunjang kerja dan kinerja struktur sandwich.
Struktur sandwich, terdiri dari 3 elemen: 1. Sepasang komposit laminate yang
kuat, atau disebut skin. 2. Inti yang ringan dan tebal yang berfungsi untuk
memisahkan kedua lapisan skin, dan memuat beban dari satu lapisan ke
lapisan lainnya. 3. Lapisan adhesive yang mampu meneruskan beban gesekan
dan aksial ke dan dari inti.

Ditinjau dari strukturnya, material komposit sandwich tersusun atas dua


komponen dasar. Masing - masing disebut dengan ¬skin dan core. Core
merupakan komponen dengan jumlah fraksi volume yang jauh lebih besar
dari skin. Core juga merupakan inti dari komposit sandwich. Karakterisitik
core berbeda tergantung dari jenis material penyusun core tersebut. Skin juga
didefinisikan sebagai komponen material terluar (facing) atau kulit dari
material komposit sandwich, yaitu komponen yang digunakan untuk
memperkuat (menyokong) core. Skin dapat berupa serat - serat dengan arah
tertentu di dalam material komposit. Skin yang berupa serat dan arah tertentu
merupakan definisi dari fiber. Lapisan kulit berfungsi sebagai penahan utama
dari gangguan berupa gaya dari tekanan dari luar.

17
Material yang biasa digunakan sebagai lapisan kulit adalah campuran
aluminium alloy, plastik berpenguat serat, titanium, besi, dan kayu lapis.
Bagian inti memiliki dua fungsi yaitu sebagai pemisah antar kedua
permukaan dan sebagai penahan deformasi dari tegangan geser yang dialami
material saat berhadapan dengan gaya dari luar. Material yang cocok
digunakan sebagai inti merupakan material yang bersifat elastis dan tahan
terhadap tekanan dari luar seperti polimer foam, karet sintesis, perekat
inorganik, dapat juga menggunakan kayu lapis. Lapisan adhesive yang
mampu meneruskan beban gesekan dan aksial ke dan dari inti

Gambar 14.: Struktur sandwich

5. Flake Composite (Komposit Serpih)


Flake composite merupakan jenis komposit yang tersusun atas serpihan-
serpihan yang ditambahkan dalam matriks, dimana serpihan tersebut
berfungsi untuk bahan pengikat permukaan komposit. Komposit serpih
bersifat mempunyai bentuk yang besar dan permukaan yang datar, oleh
karena itu jenis komposit ini dapat disusun rapat sehingga menghasilkan
bahan pengikat yang kuat. Pada dasarnya serpihan tersebut saling tumpang
tindih pada suatu komposit sehingga bisa membentuk lintasan fluida atau uap
yang bisa mengurangi kerusakan mekanis karena penetrasi. Menurut
Schwartz (1984), serpihan yang umum digunakan seperti serpihan mika,
serpihan kaca (glass), dan serpihan yang terbuat dari metal.

18
Gambar 15. Struktur Flake Composite

D. Sifat – Sifat Material Komposit


Dalam pembuatan sebuah material komposit, suatu pengkombinasian
optimum dari sifat-sifat bahan penyusunnya untuk mendapatkan sifat-sifat
tunggal sangat diharapkan. Beberapa material komposit polymer diperkuat
serbuk yang memiliki kombinasi sifat-sifat yang ringan, kaku, kuat dan
mempunyai nilai kekerasan yang cukup tinggi.
Menurut Agarwal dan Broutman, yaitu menyatakan bahwa bahan komposit
mempunyai ciri-ciri yang berbeda dan komposisi untuk menghasilkan suatu
bahan yang mempunyai sifat dan ciri tertentu yang berbeda dari sifat dan ciri
konstituen asalnya. Disamping itu konstituen asal masih kekal dan
dihubungkan melalui suatu antara muka. Dengan kata lain, bahan komposit
adalah bahan yang heterogen yang terdiri dari fasa yang tersebar dan fasa
yang berterusan. Fasa tersebar selalu terdiri dari serat atau bahan pengukuh.
Ada tiga faktor yang sangat menentukan sifat-sifat dari suatu komposit, yaitu
(Gibson, 1994)
a. Material pembentuk
Sifat-sifat yang dimilki oleh material pembentuk memegang peranan
yang sangat penting karena sangat besar pengaruhnya dalam menentukan
sifat kompositnya. Sifat dari komposit itu merupakan gabungan dari
sifat-sifat komponennya.
b. Bentuk dan susunan komponen
Karateristik struktur dan geometri komponen juga memberikan pengaruh
yang besar bagi sifat komponen. Bentuk dan ukuran tiap komponen dan
distribusi serta jumlah relatif masing - masing merupakan faktor yang

19
sangat penting yang memberikan kontribusi dalam penampilan komposit
secara keseluruhan.
c. Hubungan antar komponen
Komposit merupakan campuran atau kombinasi bahan-bahan yang
berbeda, baik dalam hal sifat bahan maupun bentuk bahan, maka sifat
kombinasi yang diperoleh pasti akan berbeda. Prinsip yang mendasari
perancangan, pengembangan dan penggunaan dari komposit adalah
pemakaian komponen yang sesuai dengan aplikasinya.
d. Sifat-sifat mekanikal dan fisika
Pada umumnya pemilihan bahan matriks dan serat memainkan peranan
penting dalam menentukan sifat-sifat mekanik dan sifat komposit.
Gabungan matriks dan serat dapat menghasilkan komposit yang
mempunyai kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi dari bahan
konvensional. Berikut ini adalah kelebihan material komposit dilihat dari
sifat-sifat mekanikal dan fisikanya:

• Bahan komposit mempunyai density yang jauh lebih rendah


berbanding dengan bahan konvensional.
• Massa jenis rendah (ringan)
• Lebih kuat dan lebih ringan
• Perbandingan kekuatan dan berat yang menguntungkan
• Lebih kuat (stiff), ulet (tough) dan tidak getas.
• Koefisien pemuaian yang rendah
• Tahan terhadap cuaca
• Tahan terhadap korosi
• Mudah diproses (dibentuk)
• Lebih mudah dibanding metal

Bahan komposit mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahan


konvensional seperti logam. Kelebihan tersebut pada umumnya dapat dilihat
dari beberapa sudut yang penting seperti sifat-sifat mekanik dan fisik,
kegunaan, kemudahan pemrosesan dan biaya. Komposit dibentuk dengan

20
tujuan untuk memperbaiki sifat mekanik atau sifat spesifik tertentu sehingga
manfaatnya sesuai dengan yang diharapkan. Di samping ini juga bertujuan
untuk mempermudah disain, leluasa dalam bentuk yang dapat menghemat
biaya dan menjadikan bahan lebih ringan. Pada umumnya pemilihan bahan
matriks dan serat mempunyai peranan penting dalam menentukan sifat-sifat
mekanik dan sifat komposit. Gabungan matriks dan serat dapat menghasilkan
komposit yang mempunyai kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi dari
bahan tanpa campuran. Bahan komposit mempunyai densitas yang jauh lebih
rendah dibanding dengan bahan konvensional. Ini memberikan implikasi
yang penting dalam konteks penggunaan karena komposit akan mempunyai
kekuatan dan kekakuan spesifik yang lebih tinggi dari bahan konvensional.
Implikasi kedua ialah produk komposit yang dihasilkan akan mempunyai
kerut yang lebih rendah dari logam. Selain itu komposit mempunyai massa
jenis rendah, lebih kuat dan lebih ringan, tidak getas, koefisien pemuaian
yang rendah, tahan terhadap cuaca, korosi, mudah diproses (dibentuk), lebih
mudah dibanding metal.

E. Aplikasi material komposit


1. Aplikasi komposit pada penerbangan

Komposit digunakan sebagai Komponen kapal terbang, Komponen


Helikopter, Komponen satelit.Material komposit canggih kini telah umum

21
digunakan pada bagian sayap dan ekor, propeller, bilah rotor, dan juga
struktur internal pesawat terbang. Penggunaan material komposit terus
dikembangkan pada struktur pesawat terbang. Hal ini merupakan
terobosan yang sangat inovatif dalam pengembangan sebuah struktur
pesawat terbang, dimana yang kita ketahui struktur pesawat terbang yang
selama ini ada, hanya menggunakan material material metal seperti :
alumunium, nickel, caststeel, iron dan lain – lain.

Pada pesawat komersil dan pesawat militer yang memerlukan beban berat,
teknologi yang digunakan untuk material komposit ini adalah High
Pressure Composites (HPC). Karakteristik dari HPC adalah dibuat dengan
tegangan dan suhu yang tinggi, masih memerlukan bolt dan rivet (masih
rawan terjadi korosi), berat jenis 1,6 (alumunium 2,7). Pabrikan seperti
Eurofighter, Airbus dan Boeing telah meneliti lebih lanjut tentang
kekuatan material komposit ini, dan Boeing sendiri telah mengeluarkan
series terbarunya yaitu boeing 787-dreamliners. Series pesawat ini hampir
97% struktur penyusunnya menggunakan komposit. Sebelumnya militer
Amerika Serikat adalah pihak yang pertama kali mengembangkan dan
memakai bahan komposit. Pesawat AV-8D mempunyai kandungan bahan
komposit 27% dalam struktur rangka pesawat pada awal tahun 1980-an.
Penggunaan bahan komposit dalam skala besar pertama kali terjadi pada
tahun 1985. Ketika itu Airbus A320 pertama kali terbang dengan stabiliser
horisontal dan vertikal yang terbuat dari bahan komposit. Airbus telah
menggunakan komposit sampai dengan 15% dari berat total rangka
pesawat untuk seri A320, A330 dan A340.

Sedangkan pada pesawat yang tidak memerlukan beban berat dan


dibutuhkan kemampuan untuk bermanuver, teknologi yang digunakan
untuk material kompositnya adalah Low Pressure Composites (LPC).
Karakteristik dari LPC adalah dibuat dengan tegangan dan suhu sedang,
tidak memerlukan bolt dan rivet, berat jenis 1,5 (alumunium 2,7) dan
mudah dalam pemeliharaannya. Pabrikan seperti Cirrus, Diamond dan

22
Grob Aircraft telah menerapkannya pada produksi pesawat terbaru
mereka, termasuk pesawat Grob yang akan memperkuat jajaran pesawat
latih TNI AU dimana hampir seluruh struktur penyusunnya menggunakan
komposit.
2. Komposit sebagai bahan pembuatan kaki palsu

Prostesis merupakan produk tiruan yang berfungsi sebagai komponen


pengganti bagian tubuh yang mengalami kerusakan atau trauma. Salah
satu produk prostesis yang dikembangkan secara berkelanjutan adalah
prostesis atas lutut ]. Pengembangan prostesis atas lutut berteknologi
menengah terfokus pada material plastik dan komposit dengan serat
sintesis seperti yaitu dengan memanfaatkan sifat-sifatkomposit
berpenguat fiber carbon dan fiber glass dandengan didukungnya oleh
pemahaman pada amputeesbiomechanics dalam memperhitungkan aspek-
aspekcompliance dan flexibility pada struktur prostetik.
3. Aplikasi komposit pada otomotif

23
Komponen-komponen interior seperti dashboards, panel pintu
menggunakan biokomposit polypropelene yang diperkuat serat alam
(Suddell dan Evans, 2005). Panel pintu juga terbuat dari komposit
polyurethane yang diperkuat campuran serat flax dan sisal. Panel-panel
ini tidak hanya mengurangi berat per satuan volume secara signifikan
akan tetapi juga memberikan kestabilan dimensi yang baik.
Daimler Chrysler meningkatkan penelitian dan investasi dalam
pengembangan biokomposit polyester yang diperkuat serat flax untuk
aplikasi exterior atau semiexterior

Panel exterior truk dengan bahan utama biokomposit yang diperkuat flax
saat ini telah diproduksi. Panel exterior ini menunjukkan ketahanan
impak yang baik tanpa mengalami pecah sampai menjadi serpihan. Hal
ini merupakan pertimbangan penting dalam pengujian tabrak.
Biokomposit ini juga memiliki kestabilan dimensi dan ketahanan cuaca
yang baik (Suddell dan Evans, 2005)

Tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah komponen exterior harus


memiliki ketahanan terhadap kondisi ekstrim seperti terendam dan basah.
Hasil dari proyek pengembangan ini adalah cover mesin atau transmisi
mobil Travego (buatan Mercedez Benz) telah menggunakan biokomposit
yang diperkuat serat flax. Hal ini merupakan komponen exterior pertama
yang menggunakan serat alam sebagai penguat (Anonim, 2000 dalam
Suddell dan Evans, 2005).
4. Aplikasi komposit di bidang olahraga
Digunakan sebagai bahan pembuat sepeda, stick golf, raket tenis, sepatu
olahraga
5. Aplikasi komposit di bidang Industri Pertahanan
Komposit digunakan sebagai Komponen jet tempur, Peluru, Komponen
kapal selam
6. Aplikasi komposit di bidang Industri Pembinaan
Komposit digunakan sebagai Jembatan, Terowongan, Rumah, Tanks.

24
DAFTAR PUSTAKA

Callister, William D. 2007. Material Science and Engineering An Introduction.


New York: John Wiley and Sons, Inc.

Campbell, F.C. 2010. Structural Composite Material. ASM Internasional

Gibson, Ronald F. 1994. Principle of composite material mechanics. New York :


McGraw-Hill

Nayiroh, Nurun. 2013. Teknologi Material Komposit. Jakarta, Indonesia.

Paryanto Dwi Setyawan, dkk 2012 Pengaruh Orientasi dan Fraksi Volume Serat
Daun Nanas (Ananas Comosus) Terhadap Kekuatan Tarik Komposit
Polyester Tak Jenuh (UP).

http://nurun.lecturer.uin-malang.ac.id/wp content/uploads/sites/7/2013/03/

Material-Komposit.pdf. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2020 Pukul 14.50