Anda di halaman 1dari 29

KELOMPOK 1

1. 190522027 Senjani Genesaret R Marbun


2. 190522064 Friska Jayanti Br Purba
3. 190522118 Rupi Utami Listiara
4. 190522119 Anisya Adrida B Siregar
5. 190522140 Tassa Natama Hutasuhut
6. 190522141 Nurul Fadhillah
7. 190522147 Kartini Ayu Ningtyas
P3-1 Apa ide dasar yang mendasari pembuatan laporan keuangan konsolidasi?
JAWABAN
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan danhasil
operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan
(entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas individual tersebut merupakan
satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.
Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung
memiliki kontrol terhadap perusahaan lain, dan sebaliknya laporan keuangan konsolidasi
tidak diperlukan apabila satu perusahaan tidak memiliki kontrol terhadap perusahaan lain.
Artinya, jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan
usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang
sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya.
Jadi, tidak ada maksud untuk membuat sebuah laporan keuangan konsolidasi. Adapun
maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan
gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas darisatu perusahaan
(economicentity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana
laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang
berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.
Dalam PSAK No. 4, Paragraf 4 penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi oleh induk
Perusahaan bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemakai Laporan Keuangan
mengenai data keuangan dari suatu kelompok perusahaaan dalam kelompok tersebut
merupakan suatu entitas hukum yang terpisah satu sama lain.
Dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi, laporan keuangan bank dan anak perusahaan
digabungkan satu persatu dengan menjumlahkan unsur-unsur yang sejenis dari asset,
kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban. Agar laporan keuangan konsolidasi dapat
menyajikan informasi keuangan dari kelompok perusahaan tersebut sebagai satu kesatuan
ekonomi.
P3-3 Apakah laporan keuangan konsolidasi akan lebih berguna untuk pemilik induk
perusahaan atau untuk pemilik nonpengendali dari anak perusahaan? Mengapa?
JAWABAN
Laporan keuangan konsilidasi berguna bagi pemilik induk. Karena, perusahaan yang
memiliki satu atau lebih anak perusahaan biasanya akan menyajikan laporan keuangan dalam
bentuk laporan keuangan konsolidasi. Prinsipnya adalah penyajian laporan keuangan yang
isinya gabungan dari laporan milik perusahaan induk dan entitas anak perusahaan dalam satu
laporan sehingga seolah-olah mereka adalah satu entitas.
Tujuan dari penyusunan laporan tersebut adalah untuk memberikan gambaran objektif secara
keseluruhan mengenai posisi keuangan dan aktivitas dari suatu kelompok perusahaan (induk
dan anaknya) sehingga bisa dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan (investor,
auditor, dsb).
Bentuk laporan tersebut dibutuhkan jika perusahaan induk memiliki kendali atas perusahaan
lain (anak perusahaan). Syarat dari perusahaan yang membutuhkan laporan keuangan
konsolidasi adalah sebagai berikut:
 Mempunyai satu atau lebih anak perusahaan yang dibuktikan dengan kepemilikan saham
 Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan lebih dari 50%
 Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan kurang dari 50% namun
perusahaan induk memiliki kendali penuh
Manfaat dari laporan keuangan konsolidasi adalah :
 Mengetahui efek entitas anak perusahaan terhadap induk perusahaan dalam jangka
panjang
 Memberikan informasi paling mutakhir kepada tim manajemen perusahaan induk
mengenai kinerja anak perusahaan yang dimiliki
 Memberikan informasi kepada pihak luar yang membutuhkan

P3-5 Apakah laporan keuangan konsolidasi akan lebih berguna untuk kreditur induk
perusahaan atau kreditur anak perusahaan? Mengapa?
JAWABAN
Laporan keuangan konsolidasi terutama ditujukan bagi kreditur perusahaan induk, daripada
pemegang saham minoritas dan kreditur-kreditur perusahaan anak. (Perusahaan anak, sebagai
entitas hukum yang terpisah, tetap melaporkan operasinya kepada para pemegang saham
minoritas.)
Laporan keuangan konsolidasi menyediakan berbagai informasi yang tidak terdapat dalam
laporan keuangan terpisah perusahaan induk, dan laporan konsolidasi biasanya diwajibkan
untuk menyajikan yang wajar posisi keuangan dan hasil operasi dari suatu kelompok
perusahaan-perusahaan berafiliasi. Kondisi yang lazim untuk konsolidasi adalah kepemilikan
lebih dari 50% saham berhak suara perusahaan lain. Berdasarkan PSAK No. 4, “Laporan
Keuangan Konsolidasi, paragraf 06, perusahaan anak tidak dikonsolidasikan jika (1)
pengendalian dimaksudkan untuk sementara, karena saham perusahaan anak dibeli dengan
tujuan untuk dijual atau dialihkan dalam jangka pendek.Atau, (2) perusahaan anak dibatasi
oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga mempengaruhi secara signifikan kemampuannya
dalam mentransfer dana kepada peruahaan induk. Perusahaan anak yang tidak
dikonsolidasikan tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan induk sebagaimana
perusahaan anak lainnya.

P3-7 Apa kriteria utama yang harus dipenuhi sebelum suatu perusahaan di konsolidasi?
JAWABAN
Syarat utama suatu laporan keuangan anak perusahaan dikonsolidasi ke dalam laporan
keuangan induk perusahaannya adalah bila:
1. Kepemilikan (penyertaan) saham di anak perusahaan melebihi 50%
2. Kepemilikan (penyertaan) saham di anak perusahaan kurang dari 50% tapi induk
perusahaan mempunyai pengendalian di anak perusahaan (perusahaan asosiasi)
dimaksud.
Yang dimaksud pengendalian di point 2 di atas adalah bahwa induk perusahaan bisa
mempunyai kemampuan untuk mengatur, menentukan kebijakan dan keputusan yang akan
diambil di anak perusahaan yang bersangkutan. Pengendalian ini bisa dilihat juga dari
struktur manajemen yang ada di anak perusahaan dimana sebagian besar manajemen yang
duduk di dalamnya adalah manajemen yang juga duduk di induk perusahaan.

P3-9 Apa kriteria utama yang harus dipenuhi sebelum suatu perusahaan dikonsolidasi?
JAWABAN
1. Kepemilikan (Penyertaan) saham di anak perusahaan melebihi 50%
2. Kepemilikan (Penyertaasn) saham di anak perusahaan kurang dari 50% tapi induk
perusahaan mempunyai pengendalian di anak perusahaan (perusahaan asosiasi).

P3-11 Apa karakteristik yang umumnya akan diperhatikan dalam menentukan apakah suatu
perusahaan merupakan penerima keuntungan dari entitas kepentingan variable?
JAWABAN
1. Sebuah partai yang tidak bisa membiayai operasinya tanpa dukungan keuangan
subordinasidari perusahaan, misalnya, entitas bunga variabel lain yang perusahaan
adalah penerima utama.
2. Pihak yang menerima kepentingannya sebagai kontribusi atau pinjaman dari perusahaan.
3. Seorang petugas, karyawan, atau anggota dewan yang mengatur perusahaan.
4. Sebuah partai yang memiliki:
(1) perjanjian yang tidak dapat menjual, mengalihkan, atau membebani kepentingan
dalam entitas tanpa persetujuan terlebih dahulu dari perusahaan atau
(2) hubungan bisnis yang dekat seperti hubungan antara penyedia layanan profesional
dan salah satu klien yang signifikan.

P3-13 Terdapat tiga prosedur dasar yang tepat dilakukan perusahaan untuk mengambil alih
perusahaan lain, yaitu.
JAWABAN
1. Merger atau Konsolidasi
2. Akuisisi Saham
3. Akuisisi Aset
Bentuk laporan tersebut dibutuhkan jika perusahaan induk memiliki kendali atas
perusahaan lain (anak perusahaan). Syarat dari perusahaan yang membutuhkan
laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut:
 Mempunyai satu atau lebih anak perusahaan yang dibuktikan dengan kepemilikan
saham
 Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan lebih dari 50%
 Kepemilikan saham induk perusahaan terhadap anak perusahaan kurang dari 50%
namun perusahaan induk memiliki kendali penuh

P3-15 Mengapa saham anak perusahaan tidak dilaporkan sebagai saham beredar
dineraca konsolidasi?
JAWABAN
 Saham induk dimiliki oleh anak perusahaan Dari sudut pandang konsolidasi, saham
induk yang dimiliki oleh anak perusahaan tidak termasuk ke dalam saham yang
beredar. Oleh karena itu di dalam laporan keuangan konsolidasi, saham tersebut akan
dilaporkan sebagai saham treasuri dan akan dikurangkan dari stockholders’ equity
konsolidasi pada nilai biayanya.Saham anak dimiliki oleh anak perusahaan yang
lainnya Untuk saham anak yang dimiliki oleh anak perusahaan yang lainnya, tidak
akan diperlakukan sebagai Treasury stock (Saham). Investasi tersebut akan
dieliminasi bersamaan dengan eliminasi ekuitas perusahaan yang sahamnya dimiliki.
Hak control yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung
Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak control
oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.b. Pemilikan saham-saham
perusahaan anak, terjadi sebelum adanya kontrol oleh perusahaan induk pada
perusahaan sub induk.C. Hak control yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi
di antara perusahaan-perusahaan (anak).

P3-17 Apa yang dimaksud dengan kepentingan non pengendali anak perusahaan?
JAWABAN
Kepentingan non pengendali adalah bagian dari hak kepemilikan anak perusahaan oleh
pemegang saham minoritas yang dikonsolidasikan pada perusahaan induk sebagai
pengendali. Hak yang dimiliki tersebut tidak sepenuhnya dipegang oleh perusahaan induk.
Melainkan dimiliki oleh pihak lain.
Dengan kata lain, kepentingan non-pengendali atau non-controllinginterest merupakan nilai
atau hak kepemilikan atas anak perusahaan yang dimiliki selain oleh perusahaan induk.
Perusahaan induk disini juga bisa diganti dengan pemilik saham atau entitas induk.
Kepemilikan atas perusahaan selain entitas induk ini tidak memiliki peran atau memegang
kendali atas operasional perusahaan. Untuk itu bagian tersebut disebut sebagai non
pengendali.

P3-19 Bagaimana perbedaan antara teori konsolidasi perorangan dengan praktek akuntansi
saat ini?
JAWABAN
Perbedaan mendasar antara teori induk entitas, teori entitas dan teori kontemporer, yaitu teori
induk perusahaan mengambil sudut pandang pemegang saham induk entitas dan teori entitas
memfokuskan pada keseluruhan entitas konsolidasi. Sebaliknya, teori kontemporer
memandang pemegang saham dan kreditor induk entitas sebagai pemakai utama laporan
keuangan konsolidasi, namun mengasumsikan tujuan pelaporan posisi keuangan dan hasil
operasi adalah bagi entitas usaha tunggal.
P3-21 Teori Konsolidasi mana yang paling mendekati praktik akuntansi saat ini?
JAWABAN
Teori Entitas, Laporan keuangan konsolidasi yang dijadikan sudut pandang suatu perusahaan
atau entitas baru. Dalam teori ini semua asset dan liabilities dari perusahaan anak diakui 100
% dengan mempertimbangkan kepemilikan minoritas.

P3-23 Bagaimana praktik dimasa datang untuk kombinasi usaha dan laporan keuangan
konsolidasi mengubah dalam mata uang yang dilaporkan dilaporan posisi keuangan
konsolidasi untuk kepentingan nonpengendali?
JAWABAN
Penyajian kepentingan non pengendali dalam laporan keuangan konsolidasi. Kepentingan
non pengendali adalah pemilik selain induk di anak perusahaan yang dikendalikan oleh induk
perusahaan. Kepentingan non pengendali hanya muncul dalam laporan keuangan konsolidasi,
yaitu laporan yang menggabungkan induk dan semua anak perusahaan yang dikendalikan
oleh induk.Transaksi dengan kepentingan non-pengendali dihitung sebagai transaksi dengan
pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan oleh karena itu tidak terdapat goodwill yang
diakui sebagai hasil transaksi tersebut. Penyesuaian kepentingan non-pengendali berdasarkan
jumlah proporsional aset bersih entitas anak.
K3-1 Penghitungan Nilai Total Aset
Pembaca laporan keuangan konsolidasi dari PT Gilangis menerima dari sumber lain salinan
laporan keuangan masing-masing perusahaan yang termasuk dalam konsolidasi. Ia bingung
dengan fakta bahwa total assetdilaporan posisi keuangan konsolidasian berbeda secara
substansial dengan penjumlahan total asset yang dilaporkan oleh masing-masing perusahaan.
Diminta
Apakah hubungan tersebut selalu benar? Apa factor yang dapat menyebabkan perbedaan
tersebut terjadi?
JAWABAN
Benar, karena perbedaan nilai wajar asset yang dilaporkan oleh entitas perusahaan anak
masingmasing perusahaan. Dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi, laporan
keuangan bank dan anak perusahaan digabungkan satu persatu dengan menjumlahkan unsure-
unsur yang sejenis dari asset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban. Selain itu karena
transaksi dan saldo resiprokal antara induk perusahaan dan anak perusahaan harus
dieliminasi. Serta keuntungan dan kerugian yang belum direalialisasi, yang timbul dari
transaksi antara bank dan anak perusahaan harus dieliminasi

K3 – 3 Perlunya konsolidasi ( Diadaptasi dari AICPA )


PT. Seruni akan mengakuisisi 90% saham PT. Marina dalam suatu kombinasi bisnis. Total
yang harus diserahkan dalam suatu kombinasi bisnis telah disetujui, tetapi cara
pembayarannya belum ditentukan. Diperkirakan pada tanggal kombinasi bisnis akan
dilakukan, nilai wajar akan melebihi nilai buku aset PT. Marina dikurangi liabilitasnya. PT.
Seruni ingin membuat keuangan laporan konsolidasi yang termasuk didalamnya laporan
keuangan PT. Marina
Diminta :
a. Jelaskan bagaimana menentukan jumlah goodwill?
Jawab : Semua asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilities diasumsikan dalam
kombinasi bisnis, apakah ditunjukkan dalam laporan keuangan PT. Marina atau
tidak, harus dinilai pada fair value pada tanggal akuisisi.
goodwill muncul hanya ketika nilai yang dibayarkan pembeli untuk memperoleh aset
melebihi nilai asli aset tersebut, dan bukan sebelumnya.
b. Dari sudut pandang teoritis, mengapa harus dibuat laporan keuangan konsolidasian?
Jawab : Syarat wajib Laporan Konsolidasi harus disusun adalah saat salah satu entitas
yang bergabung mempunyai kendali atas entitas usaha (perusahaan) lain. perusahaan
investor atau yang bisa disebut sebagai acquirer (perusahaan induk) adalah yang
menyusunnya. Pengendalian atas perusahaan investee diperoleh  jika salah satu entitas
usaha yang bergabung memiliki lebih dari 50 persen hak suara pada perusahaan yang
lain, kecuali jika bisa dibuktikaan sebaliknya bahwa tdak terdapat pngendalian
meskipun kepemilikan lebih dari 50 %. Laporan tsb harus berdasar pada substansi
dari peristiwa ekonomi dan tidak menyesatkan pihak yang berkepentingan.
Apabila saham yang dibeli seluruhnya (100%), maka laporan keuangan konsolidasi
mudah saja disusun. kita hanya menggabungkan saja kedua atau lebih hasil
operasional perusahaan, guna menghasilkan 1 laporan keuangan, (skema perusahaan
induk - perusahaan cabang). Akan tetapi, persoalan muncul manakala investor
membeli saham perusahaan investee kurang dari 100 persen, artiny masih ada hak
bagi perushaan investe meskipun kecil atau sangat kecil (minoritas)

c. Dari sudut pandang teoritis, apa yang biasanya merupakan kondisi pertama yang
harus dipenuhi sebelum dibuat laporan keuangan konsolidasian?
Jawab : Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan
yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain, dan sebaliknya laporan
keuangan konsolidasi tidak diperlukan apabila satu perusahaan tidak memiliki kontrol
terhadap perusahaan lain. Artinya,  jika tidak memiliki hak kendali (control) yang
lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-
masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin
untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. Jadi, tidak ada maksud untuk
membuat sebuah laporan keuangan konsolidasi.
L3-3 Pertanyaan Pilihan Ganda tentang Pembahasan Konsolidasi (Diadaptasi dari
AICPA)
1. Laporan keuangan konsolidasian umumnya dibuat jika suatu perusahaan:
a. Mencatat investasi pada perusahaan lain dengan metode ekuitas.
b. Mencatat investasi pada perusahaan lain dengan metode biaya.
c. Mempunyai pengaruh signifikan atas kebijakan operasi dan pendanaan perusahaan
lain.
d. Mempunyai kepentingan keuangan pengendali di perusahaan lain.
JAWABAN C. Mempunyai pengaruh signifikan atas kebijakan operasi dan
pendanaan perusahaan lain.

2. PT. Antartika memiliki 80% saham biasa beredar PT Bidara. Bandingkan laba bersih
konsolidasi PT. Antartika dan PT. Bidara (X) dan laba bersih PT. Antartika jika ia tidak
mengonsolidasi PT. Bidara (Y):
a. X lebih besar dari Y
b. X sama dengan Y
c. X lebih kecil dari Y
d. Tidak dapat ditentukan
JAWABAN C. X lebih kecil dari Y

3. Pada tanggal 1 Oktober, PT X mengakuisisi tunai semua saham biasa beredar PT. Y.
Kedua perusahaan mempunyai akhir periode 31 Desember dan telah berdiri bertahun-
tahun. Laba bersih konsolidasi untuk tahun berakhir 31 Desember seharusnya termasuk
laba bersih:
a. PT X untuk 3 bulan dan PT Y untuk 3 bulan
b. PT X untuk 12 bulan dan PT Y untuk 3 bulan
c. PT X untuk 12 bulan dan PT Y untuk 12 bulan
d. PT X untuk 12 bulan, tetapi tidak ada laba dari PT Y sampai PT Y membagikannya
sebagai dividen.
JAWABAN B. PT X untuk 12 bulan dan PT Y untuk 3 bulan
L3-5   Laporan Posisi Keuangan konsolidasi dengan Tranfer Antarperusahaan
PT Prima membeli 100% saham biasa berhak suara PT Sehati dengan dengan menerbitkan
obligasi bernilai pari dan nilai wajar Rp135.000.000 untuk pemegang saham PT Sehati.
Sesaat sebelum akuisisi, PT prima melaporkan total aset Rp510.000.000, liabilitas
Rp320.000.000, dan ekuitas pemegang saham Rp190.000.000. Pada tanggal tersebut, PT
Sehati melaporkan total Aset Rp350.000.000, liabilitas Rp215.000.000, dan ekuitas
pemegang saham Rp135.000.000. termasuk di dalam liabilitas PT Sehati yaitu utang usaha
kepada PT Prima sejumlah Rp15.000.000, yang dimasukan PT Prima dalam piutang
usahanya.
Diminta:
Sesaat setelah PT Prima membeli saham PT Sejati:
a. Berapa jumlah total aset yang akan dilaporkan PT Prima di laporan posisi keuangan?
b. Berapa jumlah total aset yang akan dilaporkan di laporan posisi keuangan konsolidasian?
c. Berapa jumlah total liabilitas yang akan dilaporkan di laporan posisi keuangan
konsolidasian?
d. Berapa jumlah ekuitas pemegang saham yang akan dilaporkan di laporan posisi keuangan
konsolidasian?
Jawaban
a. Total aset yang akan dilaporkan PT Prima di laporan posisi keuangan
= 510.000.000 + 135.000.000
= Rp 645.000.000
b. Total aset yang akan dilaporkan di laporan posisi keuangan konsolidasian
= 510.000.000 + 350.000.000
= Rp860.000.000
c. Total liabilitas yang akan dilaporkan di laporan posisi keuangan konsolidasian
= 320.000.000 + 215.000.000 + 135.000.000 – 15.000.000
= Rp655.000.000
d. jumlah ekuitas pemegang saham yang akan dilaporkan di laporan posisi keuangan
konsolidasian
= Rp190.000.000
L3-7 Anak Perusahaan Diakuisisi secara Tunai
PT Pensil membeli 100% saham PT Penghapusan pada tanggal 2 Januari 20X3 senilai
Rp150.000.000 tunai. Ikhtisar data laporan posisi keuangan untuk kedua perusahaan per 31
Desember 20X3 adalah sebagai berikut.
PT Pensil PT Penghapus
Nilai Buku Nilai Wajar Nilai Buku Nilai Wajar
Kas Rp 200.000.000 Rp 200.000.000 Rp 50.000.000 Rp 50.000.000
Aset lain 400.000.000 650.000.000 120.000.000 180.000.000
Total Debit 600.000.000 170.000.000

Liabilitas Rp 100.000.000 100.000.000 80.000.000 80.000.000


Lancar
Saham Biasa 300.000.000 50.000.000
Saldo Laba 200.000.000 40.000.000
Total Kredit Rp 600.000.000 170.000.000
Diminta
Buatlah laporan posisi keuangan konsolidasian sesaat setelah akuisisi.

JAWABAN
PT Pensil
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Des 20X3
Aset Liabilitas dan Ekuitas
Kas Rp250.000.000 Liabilitas Rp 180.000.000
Aset Lain Rp 430.000.000 Modal saham biasa Rp 300.000.000
Saldo Laba Rp 200.000.000

Total Aset Rp 480.000.000 Total liabilitas & Ekuitas Rp. 680.000.000

L3-9 Anak Perusahaan Diakuisisi dengan Menerbitkan Saham Preferen


PT Bina Komputer membeli 100% saham PT Nanosoftware pada tanggal 2 Januari
20X3,dengan menerbitkan saham preferen dengan nominal Rp 6.000 per lembar dan nilai
pasar Rp 10.000 per lembar. Total 15.000 lembar saham preferen dikeluarkan. Data laporan
Posisi keuangan untuk kedua perusahaan sesaat sebelum kombinasi bisnis disajikan di L3-8
Diminta
Buatlah laporan posisi keuangan konsolidasian untuk kedua perusahaan sesaat setelah PT
Bina Komputer memperoleh kepemilikan di PT Nanosoftware dengan menerbitkan saham
preferen

JAWABAN
PT Bina Komputer
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Desember 20X3
Aset Liabilitas dan Ekuitas
Kas Rp250.000.000 Liabilitas lancar Rp180.000.000
Aset lain 520.000.000 Saham Biasa 300.000.000
Saham Preferen 90.000.000
Saldo Laba 200.000.000
Total Aset Rp770.000.000 Total Liabilitas dan Ekuitas Rp770.000.000

Saldo konsolidasian diperoleh sebagai berikut.


a. Kas : Rp 200.000.000 + Rp Rp 50.000.000
b. Aset lain : Rp 400.000.000 + Rp 120.000.000
c. Liabilitas lancar : Rp 100.000.000 + Rp 80.000.000
d. Saham preferen : 15.000 lembar saham x Rp 6.000

L3-11 Kepentingan Nonpengendali


PT. Surakarta membeli 70% saham biasa PT. Karimun pada tanggal 1 Januari 20X7
seharga Rp 294.000.000 tunai. Akun ekuitas pemegang saham kedua perusahaan pada
tanggal pembelian adalah:
PT Surakarta PT Karimun
Saham Biasa (nilai nominal Rp 10.000) Rp 400.000.000 Rp 180.000.000
Agio Saham Biasa 222.000.000 65.000.000
Saldo Laba 358.000.000 175.000.000
Total Ekuitas pemegang saham Rp 980.000.000 Rp 420.000.000

Diminta
a. Berapa jumlah yang akan dialokasikan pada kepentingan nonpengendali pada tanggal
1Januari 20X7 di laporan posisi keuangan konsolidasian?
b. Buatlah bagian ekuitas pemegang saham dari laporan posisi keuangan konsolidasianPT
Surakarta dan PT Karimun per 1 Januari 20X7.
c. PT Surakarta membeli kepemilikan di PT Karimun untuk memastikan pasokan tetap
darisaklar elektronis yang dibelinya secara berkala dari PT Karimun. Mengapa PT
Surakartamerasa tidak harus membeli semua saham PT Karimun?

JAWABAN
a. 30% x Rp. 420.000.000 = Rp 126.000.000
b. Total ekuitas pemegang saham adalah sebesar Rp 980.000.000
c. Karena, PT Surakarta tidak perlu membeli semua saham. Kalau bisa membeli 70%
kenapa harus membeli 100%

L3-13 Penghitungan Saldo Anak Perusahaan


PT Terang membeli 75% saham berhak suara PT Lintas pada tanggal 1 Januari 20X2, sebesar
nilai buku yang mendasarinya. Kepentingan nonpengendali mendapat alokasi laba sebesar
Rp8.000.000 dalam laporan laba rugi konsolidasian PT Terang untuk tahun 20X2 dan saldo
Rp65.500.000 dilaporan posisi keuangan konsolidasian PT Terang per 31 Desember 20X2.
PT Lintas melaporkan saldo laba Rp70.000.000 dan agio saham biasa Rp40.000.000 pada
tanggal 1 Janari 20X2. PT Lintas tidak membayar dividen atau mengeluarkan saham di tahun
20X2.
Diminta:
a. Hitunglah jumlah laba bersih yang dilaporkan PT Lintas untuk tahun 20X2:
b. Buatlah bagian ekuitas pemegang saham dari laporan posisi keuangan PT Lintas per 31
Desember 20X2.

JAWABAN
a. Bagian laba nonpengendali dalam laporan laba rugi konsolidasi (25%)= Rp. 8.000.000
Bagian Laba pengendali (75%) = Rp. 24.000.000
Jumlah laba bersih yang dilaporkan PT Lintas Rp. 32.000.000

b. Saldo Laba Awal + Laba Bersih


= Rp. 70.000.000 + Rp. 32.000.000
= Rp. 102.000.000

L3-15 Menerapkan Teori Akuntansi Alternatif


PT. Nominal memiliki 75% saham PT Pesona. Selama tahun 20X9, PT. Nominal dan PT.
Pesona melaporkan penjualan masing masing sebesar Rp. 400.000.000,- dan Rp.
200.000.000,- sedangkan beban sebesar Rp. 280.000.000,- dan Rp. 160.000.000,-

Diminta
Hitunglah jumlah total pendapatan, total beban, dan laba bersih yang dilaporkan dalam
laporan laba rugi tahun 20X9 berdasarkan alternatif pendekatan berikut.
a. Teori perorangan.
b. Teori induk perusahaan.
c. Teori Entitas.
d. Praktik akuntansi saat ini.

Jawaban:
Teori Teori Induk Teori Entitas Praktik Akuntansi
Perseorangan Saat Ini
Penjualan:
- Induk Rp 400.000.000 Rp 400.000.000 Rp 400.000.000 Rp 400.000.000
- Anak Rp 150.000.000a Rp 200.000.000 Rp 200.000.000 Rp 200.000.000
Total Rp 550.000.000 Rp 600.000.000 Rp 600.000.000 Rp 600.000.000
Penjualan:
Beban:
- Induk Rp 280.000.000 Rp 280.000.000 Rp 280.000.000 Rp 280.000.000
- Anak Rp 120.000.000b Rp 160.000.000 Rp 160.000.000 Rp 160.000.000
Total Beban: Rp 400.000.000 Rp 440.000.000 Rp 440.000.000 Rp 440.000.000
Laba Bersih Rp 150.000.000d Rp 160.000.000d Rp 160.000.000d Rp 160.000.000d

Keterangan:
a. Teori Perseorangan
Penjualan
= Rp 200.000.000 X 75%
= Rp 150.000.000

Beban
= Rp 160.000.000 X 75%
= Rp 120.000.000
b. Teori Induk, Teori Entitas Perusahaan, Praktik Akuntansi Saat Ini
Penjualan
Induk = Rp 400.000.000 X 100% = Rp 400.000.000
Anak = Rp 200.000.000 X 100% = Rp 200.000.000

Beban
Induk = Rp 280.000.000 X 100% = Rp 280.000.000
Anak = Rp 160.000.000 X 100% = Rp 160.000.000

c. Laba Bersih = Total Penjualan - Total beban


Teori Perseorangan
Laba Bersih = Rp 550.000.000 – Rp 400.000.000
= Rp 150.000.000
Teori Induk Perusahaan
Laba Bersih = Rp 600.000.000 – Rp 440.000.000
= Rp 160.000.000

Teori Entitas
Laba Bersih = Rp 600.000.000 – Rp 440.000.000
= Rp 160.000.000

Praktik Akuntansi Saat Ini


Laba Bersih = Rp 600.000.000 – Rp 440.000.000
= Rp 160.000.000

L3-17 Penilaian Aset Berdasarkan Teori Akuntansi Alternatif


PT Gilang membeli 75% saham suara PT Zaza pada tanggal 1 januari 20X4. Pada saat
akuisisi, PT Zaza melaporkan bangunan dan peralatan dengan nilai buku Rp.240.000.000
,tetapi, penilaian (appraisal) mengindikasikan nilai wajarnya Rp290.000.000

Diminta
Jika dibuat laporan keuangan konsolidasian, tentukan jumlah bangunan dan peralatan yang
akan dilaporkan berdasarkan tiap alternative konsolidasi berikut.
a. Teori entitas
b. Teori induk perusahaan
c. Teori perorangan
d. Praktik akuntansi saat ini.

JAWABAN

Teori
Perorangan Induk Praktik
perusahan Entitas akuntansi saat
ini
Nilai asset bersih anak
perusahaan yang diakui
pada saat akuisisi
Nilai Buku:
Rp.240.000.000 x 0,75 180.000.000 240.000.000 240.000.000 240.000.000
Rp.240.000.000 x 1,00
Kenaikan Nilai wajar:
50.000.000 x 0,75 37.500.000 37.500.000 50.000.000 37.500.000
50.000.000 x 1,00
Total Aset Bersih 217.500.000 277.500.000 290.000.000 277.500.000

Keterangan:
a. Teori Entitas
Nilai Buku : 240.000.000 x 100% = Rp.240.000.000
Kenaikan Nilai wajar Rp.50.000.000 x 100% = Rp.50.000.000
Total asset Bersih Rp.290.000.000
b. Teori Induk Perusahaan
Nilai Buku : 240.000.000 x 100% = Rp.240.000.000
Kenaikan Nilai wajar Rp.50.000.000 x 75% = Rp.37.500.000
Total asset Bersih Rp.277.500.000
c. Teori Perorangan
Nilai Buku : 240.000.000 x 75% = Rp.180.000.000
Kenaikan Nilai wajar Rp.50.000.000 x 75% = Rp.37.500.000
Total asset Bersih Rp.217.500.000
d. Teori Praktik akuntansi saat ini
Nilai Buku : 240.000.000 x 100% = Rp.240.000.000
Kenaikan Nilai wajar Rp.50.000.000 x 75% = Rp.37.500.000
Total asset Bersih Rp.277.500.000

L3-19 Akuisisi Kepemilikan Mayoritas


PT Larasati melaporkan nilai buku asset bersih sebesar 120.000.000 dan nilai wajar
170.000.000. Nilai wajar keseluruhan PT Larasati ditentukan sebesar 200.000.000 ketika PT
Mekarsari membeli 75% kepemilikan dengan harga 150.000.000. PT Mekarsari melaporkan
asset bersih dengan nilai buku 520.000.000 dan nilai wajar 640.000.000 pada saat itu, di luar
nilai investasinya di PT Larasati.
Diminta
Hitung jumlah yang akan dilaporkan sesaat setelah penggabungan berdasarkan satu praktik
Akutansi saat ini dan dua praktik masa depan untuk masing masing nilai berikut ini.
a. Aset bersih yang dapat di identifikasi.
b. Good will.
c. Kepentingan non pengendali.

JAWABAN
a. Aset bersih yang dapat diidentivikasikan
Praktik Saat ini Praktik Masa Depan
Nilai Buku 120.000.000 120.000.000
Kenaikan Nilai Wajar 37.500.000 50.000.000
Total Aset Bersih 157.500.000 170.000.000

b. Goodwill
Praktik saat ini
= harga beli – (170.000.000 x 0,75)
= 150.000.000 – 127.500.000
= 22.500.000
Praktik masa datang
= nilai wajar aset bersih – nilai wajar keseluruhan
= 170.000.000 – 200.000.000
= 30.000.000

c. Kepentingan non pengendali


Praktik saat ini
= nilai buku aset x 25%
= 120.000.000 x 25%
= Rp30.000.000
Praktik masa datang
= Nilai wajar aset bersih x 25%
= 170.000.000 x 25%
= Rp42.500.000
Praktik Saat Ini Praktik Masa Datang
Nilai Buku 120.000.000 12.000.000
Goodwiil 22.500.000 30.000.000
Kepentingan Non Pengendali 30.000.000 42.500.000
S3-21 Pertanyaan Pilihan Ganda Tentang Laporan Keuangan Konsolidasian Dan
Gabungan (Diadaptasi Dari AICPA)
1. Apa metode yang secara teoritis lebih tepat untuk menyajikan kepentingan
nonpengendali dilaporan posisi keuangan konsolidasian?
a. Sebagai akun terpisah dalam bagan liabilitas
b. Sebagai pengurang dari (kontra atas) goodwill dari konsolidasi, jika ada.
c. Dengan catatan atau catatan kaki dilaporan posisi keuangan.
d. Sebagai akun terpisah dalam bagian ekuitas pemegang saham.
JAWABAND. Sebagai akun terpisah dalam bagian ekuitas pemegang saham

2. Menyajikan laporan keuangan konsolidasian pada tahun ini sedangkan laporan keuangan
dari perusahaan individual disajikan pada tahun sebelumnya merupakan:
a. Perbaikan kesalahan
b. Perubahan akuntansi yang harus disajikan secara prospektif.
c. Perubahan akuntansi yang harus disajikan dengan menyajikan laporan keuangan dari
semua periode sebelumnya yang disajikan.
d. Bukan perubahan akuntansi.
JAWABANC. Perubahan akuntansi yang harus disajikan dengan menyajikan
laporan keuangan dari semua periode sebelumnya yang disajikan.

3. Anakperusahaan, yang diakuisisi dengan kas dalam kombinasi bisnis, memiliki peralatan
dengan nilai pasar diatas nilai bukunya pada tanggal kombinasi bisnis. Laporan posisi
keuangan konsolidasian yang dibuat sesaat setelah akuisisi akan memperlakukan selisih
tersebut sebagai:
a. Goodwill
b. Aset tetap
c. saldo laba
d. kredit tangguhan
JAWABAN A. Goodwill

4. Ketika laporan keuangan konsolidasian dibuat untuk kelompok perusahaan yang berelasi,
transaksi antarperusahaan dan laba atau rugi perusahaan harus dieliminasi ketika
kelompok tersebut terdiri dari:
Perusahaan yang Anak Perusahaan
Dikendalikan Bersama Yang Tidak Dikonsolidasi
a. Tidak a. Tidak
b. Tidak b. Ya
c. Ya c. Ya
d. Ya d. Tidak
JAWABAN C

5. Tuan candra memiliki empat perusahaan. Laporan keuangan gabungan sedang dibuat
untuk perusahaan – perusahaan tersebut, dimana terdapat pinjaman antarperusahaan
sebesar Rp 200.000.000 dan laba antarperusahaan sebesar Rp 500.000. Berapakah
jumlah pinjaman dan laba antarperusahaan tersebut yang harus dimasukkan di laporan
keuangan gabungan?
Antarperusahaan
Pinjaman Laba
a. Rp200.000 a. Rp0
b. Rp200.000 b. Rp500.000
c. Rp0 c. Rp0
d. Rp0 d. Rp500.000
JAWABAN C

S3-23 Transfer Persediaan Antarperusahaan


PT Rinjani membeli semua persediaannya dari anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya,
PT. Cendana. Pada tahun 20X2, PT. Cendana memproduksi persediaan dengan biaya
perolehan Rp.10.000.000 dan menjualnya ke PT. Rinjani seharga Rp.25.000.000. Induk
perusahaan masih memiliki semua persediaan tersebut pada tanggal 1 Januari 20X3. Selama
tahun 20X3, PT. Rinjani menjual seluruh unit persediaan tersebut seharga Rp.55.000.000.
Diminta
Asumsikan perusahaan tidak mempunyai transaksi lain selama dua tahun tersebut, tentukan
jumlah yang seharusnya akan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi untuk-untuk
akun berikut.
a. Persediaan per 1 januari 20X3
b. Beban pokokpenjualanuntuktahun 20X2
c. Beban pokokpenjualanuntuktahun 20X3
d. Penjualanuntuktahun 20X2
e. Penjualanuntuktahun 20X3
JAWABAN
Tahun 20X2
 Induk Perusahaan
Persediaan Rp 25.000.000
Kas Rp 25.000.000
 Anak Perusahaan
Kas Rp 25.000.000
Penjualan Rp 25.000.000
Harga PokokPenjualan Rp 10.000.000
Persediaan Rp 10.000.000

Tahun 20X3
 Induk Perusahaan
Kas Rp 55.000.000
Penjualan Rp 55.000.000
Harga PokokPenjualan Rp 25.000.000
Persediaan Rp 25.000.000

a. Persediaan per 1 Januari 20X3 = Rp 25.000.000 - *(Rp 25.000.000 – Rp 10.000.000) =


Rp 10.000.000
*eliminasi persediaan anak perusahaan sebesar selisih harga jual dengan harga pokok
penjualan
b. Harga Pokok Penjualan pada tahun 20X2 = Rp 10.000.000
c. HPP pada tahun 20X3 = Rp 25.000.000
d. Penjualan pada tahun 20X2 = Rp 25.000.000
e. Penjualan pada tahun 20X3 = Rp 55.000.000

S3-25 Menentukan Laba Bersih Induk Perusahaan


PT Talenta dan anak perusahaannya melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar
Rp164.300.000 untuk tahun 20X2. PT Talenta membeli 60% saham biasa anak
perusahaannya tersebut sebesar nilai buku yang mendasari. Kepentingan nonpengendali
dialokasikan laba sebesar Rp15.200.000 dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 20X2.
Diminta
Tentukan jumlah laba operasi terpisah yang dilaporkan PT Talenta untuk tahun 20X2.

JAWABAN
Laba operasi terpisah = (LB konsolidasi – Kepentingan non pengendali laba) x 60%
= (164.300.000 – 15.200.000) x 60%
= 149.100.000 x 60%
= 89.460.000
*LB = laba bersih

S3-27 Data Perusahaan dan Konsolidasi Tidak Lengkap


PT Berdikari membeli 100% saham biasa PT Mantili pada tanggal per 31 Desember 20X4.
Pada tanggal tersebut, asset dan liabilitas PT Mantili yang dapat diidentifikasi memiliki
nilaibuku dan nilai wajar yang sama. Data neraca untuk masing-masing perusahaan per 1
Januari 20X5 adalah sebagai berikut.
PT Berdikari PT Mantili
Kas 71.000.000 350.000.000
Piutang Usaha 431.000.000 50.000.000
Persediaan 909.000.000 90.000.000
Investasi pada Saham PT 1.250.000.000 -
Mantili (pada biaya perolehan)
Tanah 510.000.000 100.000.000
Bangunan (Bersih) 1.303.000.000 250.000.000
Peralatan (Bersih) 1.528.000.000 475.000.000

Total Aset 6.002.000.000 1.350.000.000


Utang Usaha 227.000.000 95.000.000
Utang Obligasi 500.000.000 -
Saham Biasa 1.000.000.000 500.000.000
Premi Biasa 3.550.000.000 400.000.000
SaldoLaba 725.000.000 355.000.000
Total Liabilitas dan Ekuitas 602.000.000 1.350.000.000

Diminta
a. Asumsikan tidak terdapat transaksi persediaan antarperusahaan, berapakah saldo
persediaan yang seharusnya dilaporkan dilaporan posisi keuangan konsolidasian?
b. Berapa jumlah yang dibayarkan PT Berdikari untuk mengakusisi PT Srikandi? Apakah
jumlah tersebut sama dengan, lebih besar, atau lebih kecil dari nilai buku yang
mendasari? Bagaimana anda mengetahuinya?
c. PT Berdikari menjual tanah yang dibelinya 12 tahun yang sebelumnya seharga
Rp10.000.000 ke PT Srikandi sesaat setelah ia mengakuisisi PT Srikandi. Berapakah
harga jual tanah tersebut dari PT Berdikari ke PT Srikandi? Bagaimana anda
mengetahuinya?
d. Berapakah saldo yang dilaporkan sebagai utang usaha dilaporan posisi keuangan
konsolidasian? Berapakah nilai nominal saham biasa beredar PT Berdikari per 1 Januari
20X5?

JAWABAN
a. Saldo persediaan yang dilaporkan di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah
Rp999.000.000 (Rp 09.000.000 +Rp 90.000.000).
b. Jumlah yang dibayarkan PT Berdikari untuk mengakuisisi PT Mantili adalah
Rp1.250.000.000 dan jumlah nilai investasi tersebut lebih kecil dari nilai buku yang
mendasari sebesar Rp 5.000.000.
c. Rp5.000.000 = Harga Perolehan – Nilai Wajar Aset Bersih PT Mantili
= Rp1.250.000.000–Rp1.255.000.000
d. PT Mantili membeli tanah seharga Rp15.000.000, jadi dalam laporan konsolidasian
menjadi Rp605.000.000, karena tanah dama pembukuan PT Mantili dieliminasi sebesar
Rp5.000.0000 sehingga total saldo laba dalam laporan konsolidasi sebesar
Rp720.000.000 bukan Rp725.000.000.
e. Saldo utang usaha yang dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah
Rp322.000.000 (Rp227.000.000 + Rp95.000.000) dan nilai nominal saham biasa
PTBerdikari yang dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasi yaitu
Rp1.000.000.000.

S3-29 Saldo Induk Perusahaan dan Konsolidasi


PT Quantum membeli 80% sahambiasa PT Timika pada tanggal 31 Desember 20X5,
sebesarnilaibuku yang memdasari. PT Timika menyediakan data neracasaldoberikut per 31
Desember 20X5.
Debit Kredit
Kas 28.000.000
Piutangusaha 65.000.000
Persediaan 90.000.000
Bangunan dan peralatan (bersih) 210.000.000
Beban pokokpenjualan 105.000.000
Beban penyusutan 24.000.000
Beban operasi lain 31.000.000
Dividen yang diumumkan 15.000.000
Utang usaha 33.000.000
Wesel bayar 120.000.000
Saham biasa 90.000.000
Saldo laba 130.000.000
Penjualan 195.300.000
Total 568.000.000 568.000.000
Diminta
a. Berapakah yang dibayarkan PT Quantum untuk membeli saham PT Timika?
b. Jika laporan keuangan konsolidasi andi buat per 31 Desember 20X5, berapakah jumlah
yang akan di alokasikan ke kepentingan non pengendali di laporan posisi keuangan
konsolidasian?
c. Jika PT Quantum melaporkan laba dari operasi terpisahnya sebesar 143.000.000 untuk
tahun 20X5, berapakah jumlah laba bersih konsolidasi yang akan dilaporkan di tahun
20X5?
d. Jika PT Quantum telah membeli kepemilikan di PT Timika pada tanggal 1 Januari 20X5
sebesar 143.000.000 untuk tahun 20X5, berapakah jumlah laba bersih konsolidasi yang
akan dilaporkan di tahun 20X5?

JAWABAN
a. Saham PT Timika Rp90.000.000
Laba ditahan
1 Jan 20X5 Rp130.000.000
Penjualan 20X5 Rp195.000.000
Dikurangi : Beban Rp(160.000.000)
Pembagian Dividen Rp(15.000.000)

Laba ditahan 31 Des 20X5 Rp150.000.000


Nilai buku bersih 31 Des 20X5 Rp240.000.000
Proporsi saham PT Quantum 80%
Harga pembelian Rp192.000.000

Maka PT Quantum membayar sebanyak Rp192.000.000 untuk saham PT Timika


b. Nilai buku bersih tanggal 31 Des 20X5 Rp240.000.000
Proporsi saham non pengendali 20%
Total Rp48.000.000

c. Laba bersih konsolidasi Rp143.000.000

d. Laba bersih konsolidasi Rp178.000.000


[Rp143.000.000 + (Rp195.000.000- Rp160.000.000)]

S3-31 PT ungu berusaha mengembangkan usahanya dengan membeli kepemilikan di PT


Hijau. Struktur kepemilikan dilaporkan sebgai berikut :
Investor Investee Persentase kepemilikan
PT Ungu PT Hijau 70
PT Hijau PT Orange 10
PT Orange PT Biru 60
PT Hijau PT Kuning 40

Hitunglah jumlah laba bersih konsolidasi yang dilaporkan tahun 20X9:

JAWABAN
Struktur kepemilikan

Ungu

70%

Hijau
40% 10%

Kuning Orange

60%

Biru

Jumlah laba bersih konsolidasi yang dilaporkan tahun 20X9


Laba bersih dari PT Hijau

Laba operasional 20.000.000


Pendapatan deviden dari PT Orange (30.000.000 x 10%) 3.000.000
Metode ekuitas - Pendapatan dari PT Kuning (60.000.000 x 40%) 24.000.000
Laba bersih PT Hijau 47.000.000

Laba bersih konsolidasi :

Laba operasional PT Ungu 90.000.000


Laba bersih PT Hijau 47.000.000
Laba bersih konsolidasi 137.000.000

Laba bersih PT Ungu (Not Required)


Pendapatan Operasional PT Ungu 90.000.000
Saham PT Ungu dari Laba bersih PT Hijau 32.900.000
(47.000.000 x 70%)
Laba bersih PT Ungu 122.900.000

S3-33 Jumlah Laporan Posisi Keuangan Berdasarkan Teori Akutansi Alternatif


PT Paranghayang membeli 75 persen kepemilikan PT Tulip pada 31 Desember 20X7,
seharga Rp210.000.000 Jumlah ringkasan neraca perusahaan pada tanggal 31 Desember
20X7 sebelum pembelian adalah sebagai berikut:
              PT Tulip
PT Parahyangan Nilai Buku Nilai Wajar
Kas dan Persediaan Rp 300,000,000.00 Rp 80,000,000.00 Rp 80,000,000.00
Bangunan dan
Peralatan [Bersih] Rp 400,000,000.00 Rp 120,000,000.00 Rp 180,000,000.00
Total Aset Rp 700,000,000.00 Rp 200,000,000.00 Rp 26,000,000.00
Saham Biasa Rp 380,000,000.00 Rp 90,000,000.00
Saldo Laba Rp 320,000,000.00 Rp 10,000,000.00
Total Liabilitas dan Rp 700,000,000.00 Rp 200,000,000.00
Ekuitas Pemegang
Saham  
Diminta
Jika laporan keuangan konsolidasian disusun, tentukan jumlah yang akan dilaporkan sebagai
kas dan persediaan, bangunan dan peralatan (bersih), dan goodwill dengan menggunakan
alternatif konsolidasi berikut: 
a. Teoriperorangan.
b. Teori perusahaan induk.
c. Teori entitas.
d. Praktik akuntansi saat ini.

JAWABAN
a. Teori perorangan.
Kas dan persediaan (300.000.000 + (80.000.000 x 75%) Rp 360.000.000
Bangunan dan peralatan (net) (400.000.000 + (180.000.000 x 75%) Rp 535.000.000
Goodwill (210.000.000 – (260.000.000 x 75%) Rp   15.000.000
b. Teori perusahaan induk.
Kas dan persediaan (300.000.000 + 80.000.000) Rp 380.000.000
Bangunan dan peralatan (net)
(400.0.0 120.000.000 + (60.000.000 x 75%) Rp 565.000.000
Goodwill (210.000.000 – (260.000.000 x 75%) Rp   15.000.000
c. Teori entitas.
Kas dan persediaan (300.000.000 + 80.000.000) Rp 380.000.000
Bangunan dan peralatan (net) (400.000.000 + 180.000.000) Rp 580.000.000
Goodwill (210.000.000 / 75%) - (260.000.000) Rp   20.000.000
d. Praktik akuntansi saat ini.
Kas dan persediaan (300.000.000 + 80.000.000) Rp 380.000.000
Bangunan dan peralatan (net) (400.000.000 + 180.000.000) Rp580.000.000
Goodwill (210.000.000 / 75%) - (260.000.000) Rp   20.000.000