Anda di halaman 1dari 13

Nama : Arini

NIM : 20416262201030

Kelas : AK20A

Mata Kuliah : Statistik Ekonomi I

Soal dan jawaban Hal 147-150

1. Apa yang dimaksud dengan:


a. Dispersi absolut dan dispersi relatif,
b. Varians dan simpangan baku,
c. Kemencengan dan keruncingan?
Jawaban:
a. Dispersi absolut adalah ukuran-ukuran dispersi atau variasi yang telah dibahas
sebelumnya.
Dispersi relatif adalah perbandingan antara dispersi absolut dan rata-ratanya.
b. Varians (s2) adalah nilai tengah kuadrat simpangan dari nilai tengah atau
simpangan rata-rata kuadrat.
Simpangan baku (s) adalaha akar dari tengah kuadrat simpangan dari nilai
tengah atau akar simpangan rata-rata kuadrat.
c. Kemencengan atau kecondongan (skewness) adalah tingkat ketidaksimetrisan
atau kejauhan simetri dari sebuah distribusi.
Keruncingan atau kurtosis adalah tingkat kepuncakan dari sebuah distribusi
yang biasanya diambil secara relatif terhadap suatu distribusi normal.

2. Terangkan dengan singkat kegunaan dari ukuran dispersi absolut dan dispensi relatif!
Jawaban:
- Dispersi absolut atau mutlak digunakan untuk mengetahui tingkat variasi nilai
observasi pada suatu data.
- Dispersi relatif digunakan untuk membandingkan tingkat variasi nilai observasi
pada suatu data dengan tingkat variasi nilai observasi data-data lainnya.
3. Apa yang dimaksud dengan koefisien variasi dan bilangan 𝑧? Tuliskan rumusnya
masing-masing!
Jawaban:
- Dispersi absolut digantikan dengan simpangan bakunya maka dispersi relatifnya
disebut koefisien variasi.
𝑠
𝐾𝑉 = ̅ 𝑥 100%
𝑋
- Bilangan 𝑧 atau bilangan 𝑧 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 adalah suatu ukuran penyimpangan data dari nilai
rata-ratanya yang diukur dalam satuan standar deviasinya.
𝑋𝑖 − 𝑋̅
𝑧𝑖 = , 𝑖 = 1,2,3, … , 𝑛
𝑠

4. Apa hubungan antara simpangan rata-rata dengan varians dan simpangan baku?
Jawaban:
Varians atau ragam menyatakan perbandingan antara simpangan baku/standar deviasi
dengan nilai rata-ratanya. Nilai variasi digunakan untuk mengetahui keseragaman dari
serangkaian data. Simpangan baku digunakan untuk membandingkan suatu kumpulan
data dengan data yang lain.

5. Jumlah kecelakaan pada pabrik ditunjukkan pada tabel berikut.


Rata-rata kecelakaan Jumlah pabrik
1,5 – 1,7 3
1,8 – 2,0 12
2,1 – 2,3 14
2,4 – 2,6 9
2,7 – 2,9 7
3,0 – 3,2 5
Jumlah 50
a. Tentukan koefisien variasinya!
b. Tentukan kemencengan dan jenis kurvanya!
c. Tentukan keruncingan dan jenis kurvanya!
Jawaban:
a. Koefisien variasinya
𝑠
𝐾𝑉 = ̅ 𝑥 100%
𝑋

b. Kemencengan dan jenis kurvanya


c. Keruncingan dan jenis kurvanya
Rata-rata
𝑓 𝑥 𝑢 𝑢2 𝑓𝑢 𝑓𝑢2
kecelakaan
1,5 – 1,7 3 1,6 -2
1,8 – 2,0 12 1,9 -1
2,1 – 2,3 14 2,2 0
2,4 – 2,6 9 2,5 1
2,7 – 2,9 7 2,8 2
3,0 – 3,2 5 3,1 3
Jumlah 50 -

6. Tentukan jarak, simpangan kuartil, deviasi rata-rata, varians, dan simpangan baku dari
data-data berikut!
a. 7, 4, 5, 3, 8, 6, 7
b. 8,772; 6,453; 10,163; 8,542; 9,635; 6,325
c. -3, -2, -5, -6, -8, -1, -3, -7
d.
Kelas Frekuensi
600 – 699 5
700 – 799 15
800 – 899 24
900 – 999 46
1000 – 1099 33
1100 – 1199 16
1200 - 1299 11
Jawaban:

a. 7, 4, 5, 3, 8, 6, 7
- Jarak

7. Sebuah lampu pijar memiliki rata-rata pemakaian 3.500 jam dengan simpangan baku
1.050 jam. Lampu pijar lain memiliki rata-rata pemakaian 9.000 jam dengan simpangan
baku 2,000 jam.
a. Tentukan koefisien variasi kedua lampu tersebut!
b. Yang manakah dari kedua lampu itu yang memliki variasi ketahanan lebih baik?
Jawaban:
a. Koefisien variasi
- Lampu pijar 1
𝑠
𝐾𝑉 = ̅ 𝑥 100%
𝑋
1.050
𝐾𝑉 = 𝑥 100%
3.500
𝐾𝑉 = 0,3 𝑥 100%
𝐾𝑉 = 30%

- Lampu pijar 2
𝑠
𝐾𝑉 = ̅ 𝑥 100%
𝑋
2000
𝐾𝑉 = 𝑥 100%
9000
𝐾𝑉 = 0,22 𝑥 100%
𝐾𝑉 = 22 %

b. Dalam perhitungan koefisien variasi, lampu pijar 1 lebih baik dari lampu pijar
2, karena KV lampu pijar 1 > KV pijar 2
8. Seorang mahasiswa mendapat nilai 85 pada ujian akhir statistik dengan rata-rata dan
simpangan baku kelompok 78 dan 10. Ujian akhir matematika dengan rata-rata dan
simpangan baku kelompok masing-masing 82 dan 16, ia mendapat nilai 90. Pada mata
ujian manakah, mahasiswa tersebut mencapai kedudukan lebih baik?
Jawaban:
𝑋𝑖 −𝑋̅ 85−78
Untuk statistik : 𝑧𝑖 = = = 0,7
𝑠 10
𝑋𝑖 −𝑋̅ 90−82
Untuk matematika : 𝑧𝑖 = = = 0,5
𝑠 16

 Maka mahasiswa tersebut mendapat 0,7 untuk simpangan baku diatas rata-rata
nilai statitik dan hanya 0,5 simpangan baku diatas rata-rata nilai matematika.
Kedudukannya lebih tinggi dalam hal statistik.

9. Dari data 2, 8, 10, 4, 1


a. Buat data baru dengan menggunakan bilangan 𝑧!
b. Buktikan bahwa data baru tersebut memiliki rata-rata 0 dan simpangan baku 1!
Jawaban:
n=5
2+8+10+4+1
𝑋̅ = = 5,8
5

𝑋 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅) 2
2 -3,8 14,44
8 2,2 4,84
10 4,2 17,64
4 -1,8 3,24
1 -4,8 23,04
63,2

̅̅̅
∑(𝑋 − 𝑋) 2
𝑠= √
𝑛−1

63,2
𝑠= √ = 3,97
4
𝑋𝑖 − 𝑋̅
𝑧𝑖 =
𝑠
2 − 5,8
𝑧1 = = −0,957
3,97
8 − 5,8
𝑧2 = = 0,554
3,97
10 − 5,8
𝑧3 = = 1,057
3,97
4 − 5,8
𝑧4 = = −0,453
3,97
1 − 5,8
𝑧5 = = −1,209
3,97
a. Data baru yang terbentuk adalah
-0,957; 0,554; 1,057; -0,453; -1,209

b. Rata-rata dan simpangan bakunya adalah


𝑋̅ (−0,967) + (0,554) + (1,057) + (−0,453)+ (−1,209)
0=
5

𝑋̅ 0= −1,008 = −0,2016
5

𝑍𝑖 𝑍𝑖 − 𝑋̅ 0 (𝑍𝑖 − 𝑋̅ 0 ) 2
-0,957 -0,7554 0,579
0,554 0,7556 0,570
1,057 1,2586 1,584
-0,453 0,2514 0,063
-1,209 -1,0074 1,014
3,81 = 4 (dibulatkan)

(𝑍𝑖 −𝑋̅ 0 ) 2
𝑧0 = √∑ 4

4
𝑧0 = √4 = 1

10. Dibawah ini adalah tabel berisi tes IQ 480 mahasiswa.


𝑋1 70 74 78 82 86 90 94 98 102 106 110 114 118
𝑓 4 9 16 28 45 66 88 76 40 38 29 25 16
Hitunglah:
a. Rata-ratanya!
b. Varians dan simpangan bakunya!
Jawaban:
a. Rata-ratanya
280+666+1248+2296+3870+5940+8272+7448+4080+4028+3190+2850+1888
𝑋̅ = 480
46056
𝑋̅ = = 95,6
480

b. Varians dan simpangan bakunya


- Varians
𝑋 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅) 2
70 -25,6 655,36
74 -21,6 466,56
78 -17,6 309,76
82 -13,6 184,96
86 -9,6 92,16
90 -5,6 31,36
94 -1,6 2,56
98 2,4 5,76
102 6,4 40,96
106 10,4 108,16
110 14,4 207,36
114 18,4 388,56
118 22,4 501,75
480 -20,8 2.995,27
∑(𝑋 − 𝑋̅) 2
𝑠2 =
𝑛−1
2.995,27
𝑠2 = = 249,6
12
- Simpangan baku

∑(𝑋 − 𝑋̅) 2
𝑠= √
𝑛−1

2.995,27
𝑠= √
12
𝑠 = √249,6 = 15,8

11. Dua kelompok mahasiswa, kelompok I sebanyak 16 orang dan kelompok II sebanyak
15 orang, mendapat nilai statistik I, sebagai berikut:
Kelompok I = 25 30 45 48 50 60 65 70 74 78 80 85 91 92 94 95
Kelompok II = 20 36 45 50 50 51 52 54 60 65 66 68 76 80 95
Periksalah apakah diantara kedua kelompok nilai tersebut terdapat nilai pencilan?
Jawaban:

25+30+45+48+50+60+65+70+74+78+80+85+91+92+94+95
Kelompok I : 𝑋̅ 0 = 16
1082
𝑋̅ 0 = = 67,625
16
20+36+45+50+51+52+54+60+65+66+68+76+80+95
Kelompok II : 𝑋̅ 0 = 15
818
𝑋̅ 0 = = 54,53
15

12. Apabila:
𝑓1 = 40 𝑑𝑎𝑛 𝑠1 = 8
𝑓2 = 60 𝑑𝑎𝑛 𝑠2 = 10
Tentukan 𝑠𝑔𝑎𝑏 !
Jawaban:
𝑓1 /𝑛1 = 40 𝑑𝑎𝑛 𝑠1 = 8 → 𝑠12 = 64
𝑓2 / 𝑛2 = 60 𝑑𝑎𝑛 𝑠2 = 10 → 𝑠22 = 100
(𝑛1 − 1)𝑠12 + (𝑛2 − 1)𝑠22
𝑠 2𝑔𝑎𝑏 =
(𝑛1 + 𝑛2 ) − 𝑘
(40 − 1)64 + (60 − 1)100
𝑠 2𝑔𝑎𝑏 =
(40 + 60) − 2
2496 + 5900
𝑠 2𝑔𝑎𝑏 =
98
𝑠 2𝑔𝑎𝑏 = 85,67
13. Perhatikan tabel berikut!
Nilai 𝑓 𝑋
31 – 40 1 35,5
41 – 50 2 45,5
51 – 60 5 55,5
61 – 70 15 65,5
71 – 80 25 75,5
81 – 90 20 85,5
91 – 100 12 95,5
Jumlah 80 -
Buatlah nilai ujian menjadi angka baku!
Jawaban:
35,5 + 45,5 + 55,5 + 65,5 + 75,5 + 85,5 + 95,5
𝑋̅ =
7
458,5
𝑋̅ = = 65,5
7
Simpangan baku:
1
𝑠 = √𝑛 ∑(𝑋1 − 𝑋̅ )2

1
𝑠 = √7 (35,5 − 65,5 )2 − (45,5 − 65,5 )2 − (55,5 − 65,5 )2 − (65,5 − 65,5 )2 −

(75,5 − 65,5 )2 − (85,5 − 65,5 )2 − (95,5 − 65,5 )2 )


1
𝑠 = √7 (900 + 400 + 100 + 0 + 100 + 400 + 900)

1
𝑠 = √7 (2800) = 20

- Angka baku dari nilai 31


𝑋1 −𝑋̅ 35,5−65,5
𝑍= = = −1,5
𝑠 20

- Angka baku dari nilai 41


𝑋1 −𝑋̅ 45,5−65,5
𝑍= = = −1
𝑠 20

- Angka baku dari nilai 51


𝑋1 −𝑋̅ 55,5−65,5
𝑍= = = −0,5
𝑠 20
- Angka baku dari nilai 61
𝑋1 −𝑋̅ 65,5−65,5
𝑍= = =0
𝑠 20

- Angka baku dari nilai 71


𝑋1 −𝑋̅ 75,5−65,5
𝑍= = = 0,5
𝑠 20

- Angka baku dari nilai 81


𝑋1 −𝑋̅ 85,5−65,5
𝑍= = =1
𝑠 20

- Angka baku dari nilai 91


𝑋1 −𝑋̅ 95,5−65,5
𝑍= = = 1,5
𝑠 20

14. Tentukan kemencengan dari data dan distribusi frekuensi berikut, gunakan rumus
koefisien kemencengan momen!
a. 12, 8, 9, 10, 14, 15, 8, 10, 12
b.
Berat badan frekuensi
35 – 39 4
40 – 44 9
45 – 49 12
50 – 54 10
55 – 59 9
60 – 64 8
65 – 69 3
Jawaban:
a. 12, 8, 9, 10, 14, 15, 8, 10, 12
12 + 8 + 9 + 10 + 14 + 15 + 8 + 10 + 12
𝑋̅ = = 10,9 → 11
9
𝑋 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅) 2 (𝑋 − 𝑋̅) 3
12 1 1 1
8 -3 9 27
9 -2 4 8
10 -1 1 1
14 3 9 27
15 4 16 64
8 -3 9 27
10 -1 1 1
12 1 1 1
Jumlah - 51 157

∑(𝑋 − ̅̅̅
𝑋) 2
𝑠= √
𝑛−1

51
𝑠= √ = 6,375
8
1
∑(𝑋 − 𝑋̅ ) 3
𝑎3 = 𝑛
𝑠3
17,4
𝑎3 = = 0,07
(6,375) 3
b.
Berat 𝑋 𝑓 𝑢 𝑓𝑢 𝑓𝑢 2 𝑓𝑢 3
badan
35 – 39 37 4 -2 -8 64 -512
40 – 44 42 9 -1 -9 81 -729
45 – 49 47 12 0 0 0 0
50 – 54 52 10 1 10 100 1000
55 – 59 57 9 2 18 324 5832
60 – 64 62 8 3 24 576 13824
65 – 69 67 3 4 12 144 1728
Jumlah 55 - 47 1289 21143
∑ 𝑓𝑢 2 ∑ 𝑓𝑢
𝑠 = 𝐶√ −( )2
𝑛 𝑛

1289 47
𝑠 = 5√ − ( )2
55 55

𝑠 = 5√23,43 − 0,730
𝑠 = 23,8

2
𝐶 3 ∑ 𝑓𝑢3 ∑ 𝑓𝑢2 ∑ 𝑓𝑢 ∑ 𝑓𝑢
𝑎3 = 3 ( − 3( )( )+2 ( ) )
𝑠 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛

53 21143 1289 47 47 2
𝑎3 = ( −3( )( ) + 2 ( ) )
(23,8)3 55 55 55 55
125
𝑎3 = (384,4 − 60,08 + 1,46 )
35287
𝑎3 = 3,54 (325,78)
𝑎3 = 1150

15. Dari soal nomor 14, tentukan keruncingannya!


a. 12, 8, 9, 10, 14, 15, 8, 10, 12
12 + 8 + 9 + 10 + 14 + 15 + 8 + 10 + 12
𝑋̅ = = 10,9 → 11
9
𝑋 𝑋 − 𝑋̅ (𝑋 − 𝑋̅ ) 4
12 1 1
8 -3 81
9 -2 16
10 -1 1
14 3 81
15 4 256
8 -3 81
10 -1 1
12 1 1
Jumlah - 519
1
∑(𝑋 − 𝑋̅ ) 4
𝑎4 = 𝑛
𝑠4
1
519 58
𝑎4 = 9 4
= = 0,035
(6,375) 1651,6

b.
Berat
𝑋 𝑓 𝑢 𝑢2 𝑢3 𝑢4 𝑓𝑢 𝑓𝑢 2 𝑓𝑢 3 𝑓𝑢 4
badan
35 – 39 37 4 -2 4 -8 16 -8 64 -512 4096
40 – 44 42 9 -1 1 -1 1 -9 81 -729 6561
45 – 49 47 12 0 0 0 0 0 0 0 0
50 – 54 52 10 1 1 1 1 10 100 1000 10000
55 – 59 57 9 2 4 8 16 18 324 5832 104976
60 – 64 62 8 3 9 27 81 24 576 13824 331776
65 – 69 67 3 4 16 64 256 12 144 1728 20736
Jumlah 55 47 1289 21143 478145

𝑠 = 23,8

2 4
𝐶 4 ∑ 𝑓𝑢4 ∑ 𝑓𝑢3 ∑ 𝑓𝑢 ∑ 𝑓𝑢2 ∑ 𝑓𝑢 ∑ 𝑓𝑢
𝑎4 = 4 ( −4( )( )+6 ( )( ) −3 ( ) )
𝑠 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛 𝑛

54 478145 21143 47 1289 47 2 47 4


𝑎4 = ( − 4 ( ) ( ) + 6 ( ) ( ) − 3 ( ) )
(23,8)4 55 55 55 55 55 55

625
𝑎4 = (8693,5 − 1317,75 + 102,48 − 1,595)
320,8

𝑎4 = 1,94 (7476,6)

𝑎4 = 14504,6