Anda di halaman 1dari 3

TUGAS SEARCHING 2

EKOLOGI TANAMAN LANJUTAN

Nama Mahasiswa : Antonius Jumadi Sihotang,S.P.


NIM : 2010241856
Dosen Pengampu : Prof. Dr.Ir. Hapoh,M.S.

1. Keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam agroekosistem dan apa akibat


jika tidak terjadi ?
Agroekosistem adalah sistem interaksi antara manusia dengan lingkungan
biofisik, sumber daya pedesaan dan pertanian guna meningkatkan kelangsungan hidup
penduduknya. Agroekosistem dapat diartikan sebagai suatu unit yang tersusun oleh
semua organisme di dalam areal pertanaman bersama-sama dengan keseluruhan kondisi
lingkungan yang telah dimodifikasi manusia, yaitu pertanian, industri, tempat rekreasi,
dan aktifitas sosial manusia lainnya.
Pada agroekosistem, manusia sengaja merubah ekosistem alami. Ekosistem ini
khusus dibuat untuk kepentingan pertanian. Berikut adalah komponen-komponen dari
agroekosistem dan masalah-masalah yang dihadapinya.

Komponen Agroekosistem
Komponen Agroekosistem terdiri dari komponen abiotik dan biotik.
a. Komponen Biotik
Komponen biotik dari agroekosistem terdiri dari:
1. Produsen berupa jasad-jasad hidup yang mampu menangkap energi matahari
dan membentuk bahan-bahan yang mengandung energi. Contohnya adalah
tumbuh-tumbuhan berklorofil hijau.
2. Konsumen berupa jasad-jasad hidup yang memakan tumbuh- tumbuhan dan
atau hewan; mampu membentuk bahan-bahan organik yang lebih tinggi
mutunya dari bahan yang dimakannya. Konsumen terbagi menjadi herbivora,
karnivora, dan omnivora.
3. Dekomposer berupa jasad-jasad hidup (mikrobia) yang dapat menguraikan sisa-
sisa dari jasad hidup yang mati melalui proses mineralisasi.
4. Tanaman atau vegetasi tanaman dalam agroekosistem berfungsi sebagai
produsen atau komponen yang diusahakan oleh manusia untuk budidaya.
5. Hewan sebagai penyeimbang atau pendukung komponen- komponen dalam
agroekosistem. Contoh: cacing yang membantu menyuburkan tanah.
b. Komponen Abiotik
Komponen abiotik dari agroekosistem terdiri dari:
1) Air
Lebih dari 50% penyusun tubuh organisme terdiri dari air. Oleh sebab itu, air
merupakan salah satu komponen abiotik yang sangat menentukan kelangsungan hidup
organisme. Kalau kita perhatikan di berbagai daerah di sekitar kita, maka ada daerah
yang kaya akan air, tapi ada pula daerah kering. Perbedaan keadaan tersebut
menyebabkan cara adaptasi organisme berbeda-beda. Organisme yang hidup pada
daerah kurang air/kering memiliki cara untuk mendapatkan air serta menghemat air.

2) Udara
Gas-gas yang ada di atmosfer,di samping sebagai selimut bumi, juga sebagai sumber
berbagai unsur tertentu, seperti: oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan hidrogen. Udara
juga merupakan komponen utama tanah. Tanah yang cukup pori atau cukup rongga
akan baik pertukaran udara atau aerasinya. Tanah yang baik, aerasinya akan baik, dan
baik pula proses mineralisasinya.
3) Suhu
Setiap makhluk hidup memerlukan suhu lingkungan tertentu. Suhu diperlukan makhluk
hidup untuk proses kimia dalam tubuhnya. Semua makhluk hidup selalu menghindari
suhu lingkungan yang terlalu tinggi, dan terlalu rendah. Makhluk hidup selalu berusaha
untuk mendapatkan suhu lingkungan yang optimum.
4) Tanah
Tanah merupakan komponen sumberdaya alam yang mencakup semua bagian padat di
atas permukaan bumi, termasuk semua yang ada di atas dan di dalamnya yang terbentuk
dari bahan induk dan dipengaruhi oleh kinerja iklim, jasad hidup, dan relief setempat
dalam waktu tertentu. Dalam satu toposekuen akan dijumpai berbagai jenis tanah,
sebagai akibat ada perbedaan bahan induk, iklim, topografi dan penggunaan lahan.
5) Cahaya
Cahaya matahari merupakan komponen abiotik yang berfungsi sebagai sumber energi
primer bagi ekosistem. Keberadaannya mampu mempengaruhi dan mengontrol
organisme yang ada pada suatu ekosistem.
6) Salinitas
Salinitas berhubungan erat dengan pH tanah. Jika pH tanah semakin tinggi, maka akan
menghambat proses pertumbuhan tanaman. Hal ini karena ada beberapa tanaman yang
tidak cocok dengan pH yang tinggi.

Keserasian, keselarasan dan keseimbangan sangat dibutuhkan dalam agroekosistem.


Apabila hal tersebut tidak dapat tercapai, maka akan terdapat masalah – masalah yang
akan dihadapi oleh agroekosistem tersebut. Misalnya, apabila komponen biotik sepeti
produsen jumlah nya tidak mencukupi kebutuhan konsumen, maka akan menyebabkan
terjadinya kekurangan pakan dan pangan. Contoh lain adalah, apabila komponen abiotic
seperti suhu tidak berada pada kondisi yang layak, maka akan dapat berpengaruh buruk
terhadap komponen biotik baik itu tumbuhan, hewan dan manusia.
Referensi:

Adiwirman. 2019. Modul Pertanian dan Lingkungannya. Fakultas Pertanian


Universitas Terbuka : Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai