Anda di halaman 1dari 13

Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 1

TEKNIK BUDIDAYA JAGUNG (Zea Mayz L) UNTUK MENINGKATKAN HASIL

Agus Wartapa, Made Slamet, Krisdyanto Ariwibowo, Sri Hartati.


Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang
Jl. Kusumanegara No.2, Yogyakarta, 55167
Email : aguswartapayogya@gmail.com

ABSTRACT
This study aims “ The Nubmber of Seeds and Pruning of Maize Yields (Zea mayz L). The
research was conducted in April to December in the village of Pandes, Wedi Subdistrict,
Klaten Regency, Central Javw propince. High land 115 m type soil vertisol.This research used
a completely random factorial 2 x 4 randomized Block design. The irst factor is the number
of corn seeds per planting hole (B), consisting of 2 levels B1: 1 seed per planting hole with a
spasing (coloum) of 20 cm, B2: 2 seeds per palnting hole white a inter spasing (row) 40 cm. The
second factor is pruning (P), consisting of 4 levels: P0 white out pruning (control), P1 pruning
leaves unbder the corn cob, P3 pruning male lowers (tassel) and P4 in combination.
Results, all treatment parameter had no interaction, except the weight of corn seeds per cob.
All treament parameter were not signiicantly different except the weight of corn kernels per
corn cob. The largest seed weight is the combination of B1P2 (183,93 grams per corn cob,
number of seeds 1 grain planting hole with pruning of leaves and male lowers. The smallest
seed weight is the combination of B1P0 (176,88 grams per corn cob, number of seeds 1 grain
planting hole with out pruning.
Keywords: number of seeds, pruning, yields

PENDAHULUAN meningkatkan hasil jagung walau dengan


Laju pertambahan penduduk berbagai cara, baik dengan menggunakan
yang semakin meningkat secara tidak varietas unggul maupun teknologi yang dapat
langsung mempengaruhi permintaan jagung meningkatkan hasil jagung.
yang semakin meningkat pula. Jagung Salah satu upaya untuk memenuhi
merupakan salah satu komoditas pangan kebutuhan jagung nasioal dan zero
sumber karbohidrat kedua setelah beras impor, sejak tahun 2007 pemerintah
yang mempunyai peranan strategis dalam telah menerapkan program peningkatan
perekonomian nasional. Kedudukan sebagai produktiitas jagung melalui Pengelolaan
sumber pangan utama mempunyai peluang Tanaman Terpadu jagung (PTT jagung).
yang cukup tinggi untuk dikembangkan Saat ini, pemerintah (SK Mentan Nomor:
sebagai bahan baku industry pengolahan 1243/Kpts/OT.160/12/2014) melanjutkan
pangan (Herlina,N & Fitria W 2017). program tersebut dengan program upaya
Kebutuhan ini terus meningkat sejalan khusus peningkatan produksi jagung melalui
dengan meningkatnya industri pangan dan Gerakan Peningkatan Pengelolaan Tanaman
industri pakan ternak. Oleh karena itu pada Terpadu jagung (GP-PTT jagung) serta
saat produksi dalam negeri tidak mencukupi, Perluasan Areal Tanam dengan Peningkatan
pemerintah harus mengimpor untuk Indeks Pertanaman jagung (PAT-PIP),
memenuhi kebutuhan tersebut. Hal tersebuat yang bertujuan untuk meningkatkan
adalah tantangan bagi pemerintah untuk produksi, pendapatan petani, dan menjaga
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang
2 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Volume 26, No. 2 Desember 2019

kelestarian lingkungan (Kementan,2015). sekitar 25 cm. Penyebaran pada lapisan


Dalam prakteknya dilaksanakan dengan alah tanah, bentuk sistim perakaran sangat
menggunakan pendekatan penerapan bervariasi (Suprapto, 1992). Batangnya
teknologi yang bersifat spesiik lokasi. beruas – ruas dengan jumlah kurang lebih
Rendahkan produksi jagung dalam negeri 8-21 ruas, tetapi jumlah tersebut tergantung
dimungkinkan dari penggunaan teknologi pra pada varitas dan kondisi lahan. Daun tanaman
dan pasca panen yang belum sesuai. Kendala jagung berbentuk pita/garis, jumlah daun tiap
kendala tersebut adalah merupakan tantangan batangnya lebih kurang 10 - 20 helai, panjang
bagi petani maupun pengusaha agar peluang daun sekitar 30 - 150 cm, lebar dapat mencapai
tersebut dapat tertangkap (Anonim, 2002). 15 cm. Daun muncul dari buku – buku batang
Populasi tanaman merupakan factor yang pada bagian ujungnya sering menjuntai
penting untuk memperoleh hasil jagung yang ke bawah (Effendi, 1991).
maksimal. Populasi tanaman jagung dapat Bunga jagung berumah satu, yakni
di lakukan dengan cara pengaturan jarak Bungan jantan dan betina terpisah dengan
tanam atau dengan cara penggunaan jumlah bunga jantan. Bunga jantan terletak pada
benih per lobang tanam. Semakin tinggi ujung tanaman di atas (tassal) dan Bunga
kerapatan tanam menyebabkan peningkatan betina berada pada ketiak daun. Bunga
kompetisi: hara, cahaya, air irigasi. Namun betina berbentuk gada, putih panjang dan
demikian kerapatan tanam akan diperoleh sering disebut rambut jagung. Bunga jantan
populasi tanaman yang semakin tinggi pula. mengandung banyak bunga kecil, tiap bunga
Populasi tanaman jagung yang ideal adalah kecil terdapat 3 buah benang sari dan pistil
50.000 tanaman/ha. Untuk mencapai populasi rudimantar bunga betina juga mengandung
tersebut dapat menggunakan jarak tanam 100 banyak bunga kecil yang ujung pendek
X 20 cm, 100 X 40 cm (jumlah benih 2 butir datar, pada saat masak disebut tongkol.
per lobang tanam). Produksi jagung dapat Setiap bunga betina mempunyai satu putik
meningkat salah satunya apabila menggunakan dan stamen medimentar dengan sistim
teknologi yang tepat. Pemangkasan daun dan perkawinan umumnya menyerbuk silang.
bunga jantan atau kombinasi dari keduanya Tanaman ini memiliki jenis bunga yang
dapat meningkatkan translokasi asimilat ke bersifat monoecious dengan bunga jantan
buah atau buji jagung. Pemangkasan dapat terletak pada malai dan bunga betina pada
diartikan sebagai membuang atau memotong tongkolnya (Suprapto, 1992).
bagian tertentu dari suatu tanaman. Salah Cahaya matahari merupakan sumber
satu tujuan pemangkasan adalah untuk energi dan sangat membantu dalam proses
meningkatkan produktivitas. asimilasi daun. Pada proses asimilasi
Menurut Warisno (1988), susunan tersebut sinar matahari berperan langsung
tubuh jagung terdiri atas : akar, batang, daun, pada pemasakan makanan yang kemudian
bunga dan buah yang terdiri atas tongkol diedarkan keseluruh bagian tubuh tanaman.
dan biji. Tanaman jagung berakar serabut, Hasil dari asimilasi ditranslokasikan
menyebar kesamping dan kebawah sepanjang menjadikan buah. Penyinaran matahari
Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 3

yang berperan dalam terbentuknya batang kurang menguntungkan karena populasi


(Wasisno, 1988). tanaman menjadi lebih sedikit. Persaingan
Syarat yang paling baik untuk antara tanaman dalam mendapatkan air
pertanaman jagung adalah PH tanah netral 5,5 maupun cahaya matahari berpengaruh
– 6,8. Pengolahan tanah memperbaiki tekstur terhadap pertumbuhan vegetative, sehingga
tanah sehingga terdapat rongga-rongga di jarak tanam yang lebih lebar akan memacu
dalam tanah yang dapat menyimpan udara dan pertumbuhan vegetative tanaman.
air yang diperlukan untuk akar tanaman, yang Pengaturan jarak tanam jagung
dilakukan setelah selesai panen (AAK,2001). dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah.
Selanjutnya dibuat alur-alur untuk pangairan Tanah yang subur cenderung lebih jarang
yang lebarnya ± 30 cm, dengan kedalaman dibanding dengan tanah yang kurang subur.
30 cm, jarak tiap alur 100-120 cm (Wasisno, Jarak tanam yang edial untuk tanaman
1988). Pada tanah yang miskin dengan jagung adalah 75 X 25 cm, 100 X 20 cm,
manggunakan pupuk yang cukup, hasil akan dan 100 X 40 cm. Jarak tanam yang edial
melonjak menjadi dua atau tiga kali lipat dari akan memper kecil tingkat kompetisi, baik
hasil asal, (Efendi, 1991). Pupuk organic kompetisi terhadap unsur hara tanaman,
diberikan pada tanaman jagung dipergunakan cahaya, air, udara, pertumbuhan gulma,dll.
untuk memutup lobang tanaman yang telah Jumlah benih per lobang tanam akan
diletakkan biji jagung. meningkatkan populasi tanaman. Populasi
Menurut Haryadi (1990) jarak tanaman meningkatkan produktiitas jagung
tanam mempengaruhi populasi tanaman yang hanya menggunakan pengaturan jarak
dan keefesienan penggunaan cahaya juga tanaman. Pengaturan jarak tanam 100 x 20
mempengaruhi kompetisi antara tanaman cm dengan jumlah benih 1 butir perlobang
dalam menggunakan air dan zat hara, sehingga tanam kebutuhan benih akan sama dengan
akan mempengaruhi hasil. Hasil penelitian jarak tanam 100 X 40 cm dengan jumlah
Simamora, 2006 menyimpulkan bahwa benih 2 butir per lobang tanaman.
perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata Pemangkasan tanaman merupakan
terhadap produksi jagung varitas DK3 per usaha untuk memperbaiki kondisi lingkungan
plot. Pada jarak tanam rapat terjadi kompetisi seperti suhu, kelembaban, cahaya, sirkulasi
penggunaan cahaya yang mempengaruhi angin sehingga aktivitas fotosintesa
pula pengambilan unsur hara, air dan udara. berlangsung normal. Anonim (1997)
Kompetisi cahaya berpengaruh pada proses mengatakan pemangkasan dapat memperbaiki
fotosintesis. Penanaman dengan jarak tanam kesehatan tanaman, merangsang pembungaan
lebih lebar pertumbuhannya akan lebih baik dan kualitas buah meningkat.
karena kebutuhan tanaman tercukupi, namun Pada umur 97-110 hari setelah tanam
demikian apa bila penanaman terlalu lebar jagung siap dipenen, setelah melewati masak
maka tidak eisien dalam memanfaatkan masak isiologis yang ditandai kelobot telah
ruang tempat tumbuh. Disisi lain penanaman mengering atau berwarna coklat. Selain itu
dengan jarak tanam yang terlalu lebar kadar air telah mencapai kurang lebih 30%

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang


4 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Volume 26, No. 2 Desember 2019

yang ditandai dengan biji telah mengeras dan kali ulangan. Faktor pertama: Jumlah benih
telah membentuk lapisan hitam minimum per lobang tanam (B), terdiri dua aras yaitu
50% di setiap barisan biji. Pemanenan B1 yaitu jumlah benih per lobang tanam 1
dilakukan pada kondisi cerah untuk butir ( jarak tanaman 100 X 20 cm), dan B2
menghindari infestasi cendawan paska panen yaitu Jumlah benih per lobang tanam 2 butir
seperti Aspergillus lapus. Tahap berikutnya (jarak tanaman 100 x 40 cm). Faktor kedua:
adalah penjemuran tongkol sampai kadar air Pemangkasan (P), terdiri dari 4 aras: P0
biji mencapai kurang lebih 20% dan dipipil kontrol, P1 pemangkasan daun 3 daun dari
dengan menggunakan alat pemipil. Biji tongkol ke bawah, P2 pemangkasan bunga
pipilan ini kembali dijemur sampai mencapai jantan dan daun, dan P3 pemangkasan bunga
kadar air sekitar 14%. jantan. Pemangkasan daun maupun bunga
jantan dilakukan setelah terjadi penyerbukan
METODE PENELITIAN
dan bunga betina (rambut jagung) sudah
Penelitian telah dilaksanakan pada
mulai mengering.
bulan April sampai dengan Desember
Pupuk organik diberikan pada saat
2018, dilahan milik petani di Desa Pandes,
tanam, untuk menutup lobang tanam sebanyak
Kecamatan Wedi, Kabupetan Klaten,
15 gram per lobang tanaman. Pupuk an
Propinsi Jawa Tengah dengan ketinggian
organik diberikan sebagai pupuk dasar umur
tempat + 155 m dpl. Jenis tanah regusol.
0 minggu dengan Urea 100 kg/ha, SP 36 100
Bahan penelitian yang dipergunakan antara
kg/ha dan K.Cl 50 kg/ha. Pupuk susulan I
lain benih Jagung Hibrida, Pupuk Urea, SP 36,
umur 4 minggu 100 kg Urea/ha, susulan II
K Cl, Ponska 15:15:15 dan Pupuk Organik.
umur 8 minggu 100 kg Urea/ha. Pemberian
Alat yang dipergunan antara lain : alat
pupuk an organik dengan cara alur tertutup
pengolahan tanah, alat tulis, jangka sorong,
dalam tanah. Pemupukan dilakukan pada pagi
dan timbangan. Pengolahan lahan dengan
hari, paling lambat setelah tanamn berumur 7
membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman,
hari. Penyulaman adalah penanaman kembali
lahan dilembabkan dan selanjutnya dibajak
benih jagung pada lobang tanam yang tidak
sedalam 20-30 cm, digaru sampai rata dan
tumbuh, yang disebabkan tanaman mati
dibuat petak petak kajian ukuran 5 X 10 meter
atau benih tidak berkembang. Penyulaman
sebanyak 8 petak pada setiap blok, dan dibuat
menggunakan benih yang sama dengan saat
sebanyak 3 blok sebagai ulangan. Jarak antar
penanaman. Penjarangan ini dilakukan setelah
blok 100 cm dan jarak antar bedengan 50
tanaman jagung berumur 2 minggu setelah
cm dan tinggi bedengan 20 cm, dengan luas
tanam, dengan cara mencabut atau memotong
lahan per petak percobaan masing masing 50
tanaman jagung dalam satu rumpun dan
m2 . Benih jagung hibrida ditanam dengan
disisakan 1 batang atau 2 batang yang paling
cara ditugal sedalam 2-3 cm, dengan jumlah
baik sesuai dengan perlakuan. Penyiangan
benih sesuai dengan perlakuan.
bertujuan untuk membersihkan gulma
Disain rancangan yang digunakan
dari pertanaman jagung. Pembumbunan
Rancangan Acak Lengkap Ber Blok
bertujuan mempertahankan agar tanaman
(RAKL) faktorial dan diulang sebanyak 3
Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 5

jagung berdiri kokoh. Penyiangan dan inchi. Selanjutnya hasil pengamatan pada
pembumbunan dilakukan dengan cangkul parameter tersebut dianalisis sidik ragam
pada umur 3 minggu dan 6 minggu setelah berdasarkan uji F pada taraf 5 %. Sedangkan
tanam untuk memperkokoh berdirinya pada parameter yag terdapat beda nyata
tanaman jagung dari hembusan anggin. dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak
Pengairan dilakukan dengan sistem leb, dan Berganda Duncan (Duncan Multiple Range
diberikan secukupnya pada saat kondisi Test atau DMRT) dengan taraf ketelitian
lahan mulai mengering. Pengairan dilakukan 95 % (Gomez, 2010) . Pada parameter
pada umur tanaman 2 minggu, dan 5 minggu pertumbuhan vegetatif tidak terdapat beda
dan pada saat memasuki proses pengisian nyata antar kedua perlakuan sedangkan pada
biji (sesuai dengan kondisi di lapangan). pengamatan pertumbuhan generatif terdapat
Pemangkasan dilakukan setelah terjadi beda antar perlakuan dan terjadi interaksi
penyerbukan tanaman jagung yang ditandai positif antara kedua perlakuan tersebut,yakni
rambut jagung sudah mulai layu mengering. pada parameter berat biji pertongkol. Adapun
Tiga helai daun jagung ke bawah dibawah hasil uji sidik ragam dapat di liat pada lampiran
tongkol jagung dipotong atau dipangkas 1 sampai 14. Hasil pengamatan parameter
dengan menggunakan tangan (“diklenthek), pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan
sedangkan pemangkasan bunga jantan generaif dapat dilihat pada tabel berikut ini
jagung dipotong menggunakan gunting pada Parameter tinggi tanaman dilakukan
tangkai bunga jantan, atau ditarik keatas pengamatan selama 3 kali, pada umur 3,4,5
sehingga lepas. Jagung mulai dapat dipanen minggu setelah tanam. Hasil analisis sidik
setelah berumur kurang umur lebih 97-107 ragam tinggi tanaman dapat dilihat pada
hari dengan ditandai apabila jagung telah tabel 1. Pada umur tanaman 3 minggu tinggi
mengalami masak isiologis, klobot mulai tanaman kurang lebih 20 cm. Tidak ada beda
mengering. Waktu yang baik untuk panen nyata pada perlakuan jumlah benih 1 atau
adalah pada waktu siang hari, karena pada 2 butir per lobang tanaman pada parameter
suhu yang tinggi kandungan jagung tidak tinggi tanaman pada pengamatan pertama.
terlalu lembab. Untuk mempercepat proses Hal ini diduga pertumbuhan tanaman jagung
pengeringan, beberapa hari sebelum panen pada umur 3 minggu tidak terjadi kompesisi
batang jagung diatas tongkol dipotong dan terhadap kebutuhan air, cahaya , unsur hara
klobot jagung dibuka sehingga biji jagung maupun pertumbuhan gulma, sehingga
tampak semuanya. pertumbuhan tanaman jagung optimal.
Sedangkan perlakuan terhadap pemangkasan
HASIL DAN PEMBAHASAN
daun maupun bunga jantan belum dilakukan.
Berdasarkan hasil pengamatan
Pertumbuhan tanaman jagung pada
lapangan, selama pertumbuhan tanaman
umur tanaman 4 minggu atau pengamatan ke
tidak terdapat serangan opt yang berati, air
2 pada pada parameter tinggi tanaman, tidak
pengairan tersedia dengan menggunakan
ada perbedaan yang nyata terhadap perlakuan
sumur pantek yang dinaikkan dengan
jumlah benih jagung per lobang tanaman.
menggunakan pompa air ukuran selang 2
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang
6 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Volume 26, No. 2 Desember 2019

Tidak terjadi tumpang tindih daun antar umur 4 minggu, tanaman jagung mencapai
tanaman, sehingga tidak terjadi kompetisi ketinggian kurang lebih 70 cm. Hal ini
terhadap kebutuhan air, cahaya maupun hara tanaman jagung dapat tumbuh secara normal.
pada pertumbuhan yanaman jagung. Pada

Tabel 1 Rerata tinggi tanaman jagung umur 3,4,5 minggu setelah tanam (cm).
Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
Umur 3 mg
B1 17,58 17,68 17,58 17,67 17,63 a
B2 17,42 17,42 17,47 17,58 17,47 a
Rerata 17,50 p 17,55 p 17,73 p 17,63 p (-)
Umur 4 mg
B1 71,17 71,10 71,17 71,00 71,11 a
B2 71,17 71,08 71,08 71,00 71,98 a
Rerata 71,17 p 71,09 p 71,12 p 71 p (-)
Umur 5 mg
B1 145.25 144.80 145.11 145.33 145.12 a
B2 145.88 145.50 144.80 145.75 145.49 a
Rerata 145.53a 145.15 p 144.96 p 145.54 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Pengamatan ke 3 pada parameter tinggi sesuai dengan pendapat Ferry (2009) dalam
tanaman jagung umur 5 minggu, tanaman Indrawan Rizky (2017), bahwa makin tinggi
jagung mencapai ketinggian kurang lebih kerapatan tanam,individu tanaman makin
140 cm. Pada umur tersebut daun tanaman bersaing untuk merebutkan cahaya, sehinga
jagung sudah terjadi tumpang tindih antar individu tanaman makin menperliatkan
tanaman. Diduga sudah mulai terjadi etiolasi. Hasil pengamatanrerata jumlah daun
kompetisi antara tanaman yang satu dengan dapat dilihat pada tabel 2.
yang lain, sehingga kebutuhan hara, cahaya Tabel 2 menunjukan hasil analisis
maupun air di penuhi. Tidak terdapat beda pengamatan jumlah daun pada pengamatan
nyata antar kedua perlakuan perlakuan, baik 1,2, dan ke 3 umur 3,4,dan 5 minggu
tanaman jagung yang tumbuh 1 tanaman setelah tanam. Berdasarkan tabel tersebut
perlobang tanam, maupun tanaman jagung menunjukkan bahwa perlakuan jumlah benih
yang tumbuh 2 tanaman perlobang tanam. jagung per lobang tanam tidak berbeda nyata.
Terdapat kecenderungan bahwa jagung Jumlah daun pada pengamatan 1 umur 3
yang ditanam 1 butir perlobang tanam, lebih minggu kurang lebih 8 lembar.
pendek dibanding yang ditanam 2 butir Pada umur 3 minggu pertumbuhan
per lobang tanam. Hal ini diduga bahwa tanaman jagung masih tergolong
jagung yang ditanam 2 butir per lobang pertumbuhan awal, sehingga kebutuhan
tanam terjadi kompetisi terhadap kebutuhan terhadap air, cahaya maupun hara tanaman
cahaya, sehingga terjadi etiolasi dalam masih tergolong rendah, sehingga tidak
kadar yang masih rendah. Proses etiolasi ini terjadi kompetisi terhadap kebutuhan unsur
Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 7

unsur tersebut. Pertumbuhan tanaman per lobang tanaman jumlah daun relatif lebih
jagung tergolong masih dapat pertumbuhan banyak dibanding benih jagung yang ditanam
yang normal, namun terdapat kecenderungan 2 butir per lobang tanaman pada umur
bahwa benih jagung yang ditanam 1 butir tanaman yang sama.

Tabel 2.Rerata jumlah daun tanaman jagung umur 3,4,5 minggu setelah tanaman.
Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
Umur 3 mg
B1 7,58 7,68 7,58 7,67 7,63 a
B2 7,42 7,42 7,47 7,58 7,43 a
Rerata 7,50 p 7,55 p 7,53 p 7,63 p (-)
Umur 4 mg
B1 9,67 9,58 10 9,25 9,63 a
B2 9,50 10,17 9,33 9,42 9,61 a
Rerata 9,59 p 9,88 p 9,67 p 9,34 p (-)
Umur 5 mg
B1 12,08 12,33 11,92 11,75 12,02 a
B2 11,83 11,92 11,50 11,50 11,69 a
Rerata 11,96 p 12,21 p 11,71 p 11,63 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Pada pengamatan ke 2 umur 4 minggu tanaman. Boleh dikatakan bahwa pada


belum menunjukkan adanya kompetisi kondisi tersebut mulai terjadi kompetisi
terhadap kebutuhan air, cahaya maupun hara, antara tanaman yang satu dengan yang lain,
sehingga tanaman jagung tergolong terhadap sehingga kebutuhan hara, cahaya maupun air
jumlah daun yang masih dalam pertumbuhan di tambah. Tidak terdapat beda nyata antar
yang wajar. Pembentukan daun pada umur kedua perlakuan, namun tanaman jagung
tanaman 4 minggu kurang lebih 10 lembar yang tumbuh 1 tanaman perlobang tanam
daun. Terdapat kencerungan dan umur cenderung lebih banyak jumlah daunnya. Hal
tanaman yang sama, bahwa benih jagung ini diduga bahwa jagung yang ditanam 1 butir
yang ditanam 1 butir per lobang tanaman per lobang tanam tingkat kompetisi terhadap
jumlah daun relatif lebih banyak dibanding kebutuhan air, cahaya maupun hara lebih
benih jagung yang ditanam 2 butir per lobang rendah bila dibanding dengan penanaman
tanaman. 2 butir benih jagung per lobang tanam. Hal
Pada umur 5 minggu atau pengamatan ini sejalan dengan pendapat Kusumawati
yang ke 3 pada parameter jumlah daun, Eka (2018), bahwa Journal Ilmu Pertanian
rata rata tanaman jagung sudah memiliki Agroradix Vol 1 N0.2 Juni 2018 ISSN 2621.
12 lembar daun. Kecenderungan terhadap Fakultas Pertanian Univ Islam Darul Ulum
kompetisi untuk mendapatkan air, cahaya Lamongan Pengaruh Kompetisi Intraspesiik
maupun hara tanaman sudah mulai nampak. dan Interrspesiik terhadap Pertumbuhan
Pada umur tersebut letak daun tanaman Tanaman Jagung dan Kacang Hijau.
jagung sudah mulai tumpang tindih antar

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang


8 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Volume 26, No. 2 Desember 2019

Tabel 3.Rerata diameter batang tanaman jagung umur 3,4,5 minggu setelah tanaman.
Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
Umur 3 mg
B1 9,37 9,27 9,20 9,20 9,26 a
B2 9,18 9,23 9,15 9,23 9,20 a
Rerata 9,28 p 9,25 p 9,17 p 9,21 p (-)
Umur 4 mg
B1 18,10 18,07 18,13 18,03 18,08 a
B2 18,10 18,00 18,17 18,00 18,07 a
Rerata 18,10 p 18,03 p 18,15 p 18,01 p (-)
Umur 5 mg
B1 26,64 26,70 26,23 25,28 26,21 a
B2 25,96 24,84 21,88 25,66 24,60 a
Rerata 26,3a 25,77 p 24,06 p 25,47 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Pada tabel 3 tersebut menunjukan terhadap kebutuhan air, cahaya maupun


hasil analisis terhadap parameter rerata hara. Pertumbuhan tanaman khususnya
diameter batang tanaman jagung. Tidak pada parameter diameter batang termasuk
terdapat interaksi positif pada parameter dalam kategori pertumbuhan yang wajar.
tersebut,dan tidak ada beda nyata terhadap Pembentukan daun pada umur tanaman 4
perlakuan jumlah benih per lobang tanam. minggu kurang lebih 10 lembar daun. Terdapat
Diameter batang pada pengamatan umur 3 kencerungan dan umur tanaman yang sama,
minggu kurang lebih 10 mm. Pertumbuhan bahwa benih jagung yang ditanam 1 butir
tanaman tersebut termasuk masih dalam per lobang tanaman jumlah daun relatif lebih
pertumbuhan awal. Secara umum kebutuhan banyak dibanding benih jagung yang ditanam
terhadap air,cahaya maupun hara tanaman 2 butir per lobang tanaman.
tercukupi. Tidak terjadi kompetisi pada Diameter batang tanaman jagung
pertumbuhan tanaman jagung, dan tanaman umur 5 minggu atau pengamatan yang ke
jagung tumbuh dalam kondisi normal. 3, menunjukan bahwa rata rata diameternya
Terdapat kecenderungan bahwa benih jagung kurang lebih 20 mm. Mulai nampak
yang ditanam 1 butir dengan 2 butir per kecenderungan kompetisi akan kebutuhan
lobang tanaman pada umur tanaman yang air, cahaya maupun hara. Pertumbuhan daun
sama, benih jagung yang ditanam 1 butir tanaman jagung mulai tumpang tindih antar
per lobang tanaman meiliki diameter yang tanaman. Membuktikan bahwa mulai terjadi
lebih besar. Hal ini diduga bahwa kompetisi kompetisi antara tanaman jagung, untuk
terhadap kebutuhan hara, air maupun cahaya selanjutnya kebutuhan hara, cahaya maupun
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman air di tingkatkan. Tidak terdapat beda nyata
parameter diameter batang. antar kedua perlakuan, benih jagung yang
Pengamatan pada parameter diameter ditanam 1 butir perlobang tanam diameter
batang tanaman jagung ke 2 umur 4 minggu batang cenderung lebih besar. Dimungkinkan
belum menunjukkan adanya kompetisi bahwa jagung yang ditanam 1 butir per lobang
Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 9

tanam tingkat kompetisi terhadap kebutuhan maupun bunga jantan pada tanaman jagung
air, cahaya maupun hara lebih rendah bila atau kombinasi keduannya tidak berpengaruh
dibanding dengan penanaman 2 butir benih nyata terhadap panjang tongkol. Hal ini
jagung per lobang tanam. dipilih yang paling mudah sesuai kondisi
Pengamatan panjang tongkol dilakukan dan kebutuhan. Berdasarkan pengamatan,
setelah jagung tanaman sampel dipanen dan hasil pangkasan daun maupun bunga jantan
telah dikeringkan sampai kadar air 14 %. masih layak dipergunakan untuk pakan
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis ternak. Panjang tongkol jagung berkisar
panjang tongkol jagung, diperoleh bahwa 18 cm. Terdapat kecenderungan dengan
perlakuan jumlah benih per lobang tanaman pemangkasan daun maupun bunga jantan
dengan pemangkasan. Tidak terdapat beda dapat meningkatkan panjang tongkol. Hal
nyata maupun interaksi terhadap parameter ini diduga pahwa proses asimilasi terjadi
panjang tongkol pada perlakuan jumlah pada jaringan kloropil dalam tubuh tanaman.
benih per lobang tanam maupun perlakuan Pemangkasan dapat meningkatkan asimilat,
pemangkasan. Dalam teknis budidaya apabila jaringan kloropil tidak berfungsi
jagung, penanam dengan menggunakan dalam proses asimilasi, maka daun tersebut
benih 1 butir per lobang tanam maupun 2 tidak produktif. Adapun rerata panjang
butir per lobang tanam dipilih yang mudah tongkol dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini.
dilaksanakan. Sedangkan pemangkasan daun

Tabel 4.Rerata Panjang tongkol jagungsetelah panen.


Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
B1 17,33 17,34 17,42 17,33 17,36 a
B2 17,38 17,29 17,38 17,42 17,37 a
Rerata 17,35 p 17,31 p 17,40 p 17,36 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Berdasarkan hasil pengamatan dan bunga jantan pada tanaman jagung atau
analisis diameter tongkol, diperoleh hasil kombinasi keduannya tidak berpengaruh
bahwa perlakuan jumlah benih per lobang nyata terhadap diameter tongkol. Hal yang
tanaman dengan pemangkasan, tidak terdapat paling mudah sesuai kondisi dan kebutuhan.
beda nyata maupun interaksi terhadap Hasil pangkasan daun maupun bunga jantan
parameter diameter tongkol pada perlakuan layak dipergunakan untuk pakan ternak.
jumlah benih per lobang tanam maupun Berdasar pengamatan, diameter tongkol
perlakuan pemangkasan. Dipersilakahkan jagung berkisar 47 mm. Dengan melakukan
memilih dalam teknis budidaya jagung, pemangkasan daun maupun bunga jantan
penanam dengan menggunakan benih 1 butir dapat meningkatkan diameter tongkol. Hal
per lobang tanam maupun 2 butir per lobang ini diduga pahwa proses asimilasi terjadi
tanam dipilih yang mudah dilaksanakan. pada jaringan kloropil dalam tubuh tanaman.
Sedangkan pemangkasan daun maupun Pemangkasan dapat meningkatkan asimilat,
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang
10 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Volume 26, No. 2 Desember 2019

apabila jaringan kloropil tidak berfungsi yang sehingga produk asimilat bersih tidak
dalam proses asimilasi, maka daun tersebut optimal (Salisbury, 1995). Adapun rerata
tidak produktif. Kloroplast di dalam daun yg diameter tongkol dapat dilihat pada tabel 5
ternaungi menjadi tersusun secara fototaksis berikut ini.

Tabel 5. Rerata Diameter tongkol jagung (mm)


Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
B1 46,26 46,28 46,21 46,18 46,23 a
B2 46,11 46,15 46,09 46,08 46,17 a
Rerata 46,18 p 46,22 p 46,15 p 46,136 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Pada umumnya jagung memiliki masing masing. Merujuk hasil pengamatan


jumlah cicin atau lajur deretan biji jagung dan analisis, jumlah cincin atau lajur adalah
dengan bilangan genap, misalkan 10,12,14,16 18 lajur. Rerata jumlah cicin tongkol jagung
lajur,sesuai dengan karakter varietas benih dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6.Rerata Jumlah cincin tongkol jagung.


Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
B1 15,33 15,83 15,67 15,67 15,63 a 15,62
B2 15,83 15,83 15,50 15,33 a
Rerata 15,61 p 15,83 p 15,59 p 15,50 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Tabel 6 menunjukan bahwa perlakukan kombinasi keduanya juga tidak berbeda nyata.
penanaman jagung dengan menggunakan Hal ini sangat dipengartuhi oleh sifat genetis
jumlah benih 1 atau 2 butir per lobang yang dimiliki oleh varietas jagung tersebut.
tanam tidak berbeda nyata, sehingga Tanaman jagung dilakukan pemangkasan
dalam penerapan praktek budidaya dapat daun, bunga maupun kombinasi keduanya
menyesuaikan kebiasaan tanamam yang telah apabila mempunyai maksud tertentu dari
dilakukan. Pertimbangan populasi tanaman pelakunya, misalnya untuk mencukupi
tepat dipergunnakan sebaia standar acuan. kebutuhan pakan ternak dapat diambilkan
Perlakuan pemangkasan daun, bunga dan dari pangkasan tanaman jagung tersebut.

Tabel 7.Rerata Jumlah biji per tongkol.


Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
B1 463,83 463,75 463,67 463,42 463,67 a
B2 462,92 463,83 463,92 463,50 463,54 a
Rerata 463,38 p 463,79 p 463,80 p 463,46 p (-)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT
Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 11

Jumlah biji jagung atau “kariopsis” yang dipergunakan. Perlakuan pemotongan


per tongkol dapat dipengaruhi oleh faftor daun maupun bunga jantan pada fase akhir
iklim seperti kecepatan angin, curah hujan. penyerbukan tanaman jagung boleh dilakukan
Pada umumnya fase pembungaan tanaman dengan pertimbangan pertimbangan tertentu,
jagung yang dibarengi dengan kondisi hujan misalnya untuk kebutuhan pakan ternak.
dan angin yang tinggi berpengaruh pada Dengan melakukan pemangkasan daun
pembentukan biji jagung. Berdasarkan hasil maupun bunga kebutuhan hijaun pakan ternak
analisis seperti yang tertulis pada tabel 7 dapat dipenuhi tanpa meberikan pengaruh
tersebut, bahwa tidak ada beda nyata antara pada jagung biji jagung tersebut.
pelaksanaan penanaman jagung dengan Biji merupakan penyimpanan produk
menggunakan jumlah benih 1 butir atau 2 asimilat yang ditunggu tunggu sebagai
butir per lobang tanaman terhadap jumlah pencerminan dari produk pertanian. Eisiensi
biji yang terbetuk. Jumlah biji jagung per dari produk pertanian salah satunya adalah
tongkol selain dipengaruhi oleh sifat genetis dengan sisitem pemangkasan, sehingga
tanaman jagung, dapat diperahui oleh faktor diharapkan produk asimilasi tersimpan
iklim. Dengan melihat data seperti tersebut seluruhnya didalam sebuah “relung” yaitu
diatas, dalam parktek budidaya tanaman biji. Hasil analisis perlakuan jumlah benih
jagung jumlah benih per lobang tanaman dan pemangkasan tanaman jagung dapat
diputuskan dengan pertimbangan tertentu, dilihat pada tabel 8.
misalnya tenaga, atau peralatan tanam

Tabel 8.Rerata berat biji per tongkol jagung.


Perlakuan P0 P1 P2 P3 Rerata
B1 146,88 e 171,89 c 183,93 a 177,61 b 170.08
B2 148,13 d 172,46 c 173,17 c 172,08 c 166.46
Rerata 147.51 172.18 178.55 174.85 (+)
Keterangan: (+) = ada interaksi
(-) = tidak ada interaksi
Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama, tidak berbeda nyata pada taraf 5 % menurut DMRT

Tabel 8 menunjukkan, bahwa Hal ini sependapat dengan Herlina H dan


perlakuan jumlah benih dan pemangkasan Fitriani W (2017) dan Rizky Indrawan
jagung pada parameter pengamatan jumlah biji (2017). Kombinasi pelakuan terhadap berat
per tongkol terdapat interaksi positif. Hal ini biji per tongkol yang paling rendah adalah B1
menunjukan bahwa kedua perlakuan tersebut P0 (146,88 gram). Kombinasi perlakuan B1
saling memberikan konstribusi terhadap P2 nyata lebih tinggi dibanding perlakuan B1
berat biji jagung. Berat biji jagung pertongkol P3, maupun B1 P1,B1 P0, B2 P3, B2 P2, B2
paling berat adalah kombinasi perlakuan B1 P1, B2 P0 dan B1 P0. Secara umum bahwa
P2 (183,93 gram per tongkol), yaitu perlakuan perlakuan jumlah benih 1 butir per lobang
jumlah benih 1 butir per lobang tanam dan tanaman dengan jarak tanam dalam barisan
pemangkasan bunga jantan tanaman jagung. 20 cm, tingkat kompetisi terhadap kebutuhan
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang
12 Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Volume 26, No. 2 Desember 2019

air, cahaya maupun hara relatif lebih kecil semua parameter, kecuali parameter berat
dibanding perlakuan jumlah benih 2 butir per biji jagung per tongkol.
lobang tanam, walaupun jarak tanaman dalam 2. Tidak ada beda nyata antar perlakuan
barisan 40 cm. Dengan jumlah benih 2 butir pada semua parameter, kecuali parameter
per lobang tanam kemungkinan terjadinya berat biji jagung per tongkol.
“mutual shading” (posisi daun yang saling 3. Berat biji per tongkol tertinggi pada
menaungi) relatif lebih tinggi. Jasman J kombinasi perlakuan B1P2 (183,93
(2016) menguatkan, Jumlah benih per lobang gram) yaitu perlakuan jumlah benih 1
memberikankan pertumbuhan terbaik. Proses butir perlubang tanam dengan perlakuan
fotosintesa yang terjadi pada jaringan kloroil pemangkasan daun dan bunga jantan.
sangat berhubungan dengan penyinaran sinar 4. Berat biji per tongkol terrendah pada
matahari, apabila terjadi penaungan daun tidak kombinasi perlakuan B1P0 (176,88 gram)
dapat melakukan proses fotosintesa. Untuk yaitu perlakuan jumlah benih 1 butir
mencukupi pertumbuhan daun menggunakan perlubang tanam dengan tanpa perlakuan
asimilat dari daun yang lainnya, dalam hal ini pemangkasan daun dan bunga jantan.
produk asimilat adalah negatif. Pemangkasan
bunga jantan atau detaseling, memberikan
DAFTAR PUSTAKA
dampak positif terhadap berat biji jagung.
AAK,2001. Teknik Bercocock Tanam Jagung.
Hal ini dimungkinkan karena tassel atau Kanisius Yogyakarta.hal 29,51.
bunga jantan jagung setelah tepungsari
Anonim, 2002. Pedoman Bercocok Tanam
(pollen) melakukan pollinasi sudah cukup, Padi , Polowijo dan Sayuran. Deptan
dan bila dipangkas akan meningkatkan Badan Pengendalian Bimas. Jakarta.
asimilat yang ditrabslokasikan pada biji 159h.
jagung. Pemangkasan tassel memberikan ----------, 1997. Teknik Bercocok Tamam
pengaruh pengurangan penaungan pada Jagung. Kanisius Yogyakarta. 140 h.
tanaman jagung. Hal ini dimungkinan dengan Effendi, 1991. Jagung. CV. Swaraguna.
pemangkasan tersebut kenaikan produk Jakarta. 80 h.
asimilat bersih meningkat, dan dampak Ferry,2009 dalam Indrawan Rizky (2017),
selanjutnya berat biji jagung meningkat. Kajian Iklim Mikro terhadap
Menurut Hunter dan Mortimor, 1973 dalam berbagai sistem tanam dan populasi
tanaman jagung manis. Jurnal
Franky J. Paat, Johanes, pemangkasan taseel Produksi Tanaman vol. 5. No1
dapat menigkatkan perubahan karakter biji Januari 2017 92-99 issn: 2527-8452
jagung Gomez, Kwanchai A, & Gomez Arturo A.
2010). Prosedur Statistik Untuk
Penelitian. UI Press. Jakarta. Hal
KESIMPULAN 214.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan Haryadi, S.S. 1990. Pengantar Agronomi.
dapat disimpulhan: Gramedia. Jakarta.
1. Tidak ada interaksi perlakuan terhadap Herlina,N.& Fitriani,W. 2017. Pengaruh
Agus Wartapa dkk - Teknik Budidaya Jagung (Zea Mayz L) untuk Meningkatkan Hasil 13

Prensentasi Pemangkasan Daun dan Intraspesiik dan Interspesiik


Bunga Jantan terhadap Hasil Jagung terhadap Pertumbuhan Tanaman
(Zea mays L). Jurnal Biodjati 2 (2) Jagung dan Kacang Hijau. Journal
2017. Hal 116. Ilmu Pertanian Agroradix Vol 1
N0.2 Juni 2018 ISSN 2621. Fakultas
Herlina,N,& Fitriani,W.2017. Pengaruh Pertanian Univ Islam Darul Ulum
Prensentasi Pemangkasan Daun dan Lamongan
Bunga Jantan terhadap Hasil Jagung
(Zea mays L). Journal Biodjati 2 (2) Leonard, W.H. and J.H. Martin, Carneal
http://journal.uinsgd ac.id/index. Crops, (New York: The Macmilla
php/biodjati. Publ.CO.Ni,1963). 256-357 p.
Hunter dan Mortimor, 1973 dalam Franky J. Rizky Indrawan (2017) Kajian Iklim Mikro
Paat, Johanes, Semuel 2010. Model terhadap berbagai sistem tanam
Pertumbuhan dan Produksi Jagung dan pemangkasan jagung manis.
Hibrida pad Pertalkuan Pemberian Jurnal Produksi Tanaman vol.5.No1
Nitrogen serta Pemangkasan Tassel. Januari populasi tanam2017 92-99
Univ Sam Ratulangi Manado. issn:2527-8452
Jurusan Budidaya Pertanian Journal
Eugenia vol 16 No 3 Des 2010 repo. Salisbury, 1995 Fisiologi Tumbuhan Jilid
unsrat.ac.id/262/1/1. 2.ITB Bandung hal. 87.

Jasman J (2016) Pengaruh Jarak Tanam dan Simamora, T.J. L. 2006. Pengaruh Waktu
jumlah benih perlobang terhadap Penyiangan dan Jarak Tanam
pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan
Jagung Manis (Zea mays,saccarata Produksi Tanaman Jagung (Zea
sturt L). Univ Sam Ratulangi mays L) Varietas DK3. http://
Manado. Jurusan Budidaya Pertanian respository.usu.ac.id/bitstream/1234
Journal Eugenia vol 16 No 3 Des 6789/7568/1/09E00237.Pdt.
2010 repo.unsrat.ac.id/262/1/1. Suprapto dan H.A. Rasyid Marzuki, 2002.
Kementan,2015. Modul Pendampingan Bertanam Jagung. Penebar Swadaya.
Mahasiswa dalam Rangka Upsus Jakarta. 59 h.
Padi,Jagung,Kedelai. 58 h. Warisno, 1988. Budidaya Jagung Hibrida.
Kusumawati Eka (2018) Pengaruh Kompetisi Kanisius. Yogyakarta. 117 h.

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Anda mungkin juga menyukai