Anda di halaman 1dari 5

PENGANTAR SOSIOLOGI

TUGAS 1

NAMA : BAIQ NUNUNG RIANA HAPSARI


NIM : 041020573

FAKULTAS HUKUM, ILMU SOSIAL, DAN ILMU POLITIK


(FHISIP)

UNIVERSITAS TERBUKA
Tugas.1
Kerjakanlah Tugas 1 sebagai berikut :

1. Buatlah satu ilustrasi tentang interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari Anda yang
mendeskripsikan konsep:

1) Komunikasi non-verbal (penggunaan bahasa tubuh)


Bicara tentang komunikasi non verbal Edward T. Hall (dalam Parwitaningsih
(2019: 3.8), “menyatakan bahwa dalam interaksi orang lain membaca perilaku
kita bukan kata kita. Artinya kita harus sadar bahwa dalam berinteraksi kita
tidak hanya memperhatikan kata-kata yang diucapkan seseorang pada kita,
tetapi juga perhatikan apa yang dilakukan”.
Komunikasi non verbal ini ditunjukan dengan posisi dan gerak tubuh ketika
seseorang berkomunikasi dan beranekaragam dalam mengekspresikan seperti:
gerak bibir, badan membungkuk, posisi tangan, anggukan, tatapan mata dan
anggukan. Namun perlu memahami dengan benar komunikasi non verbal ini
karena setiap negara, daerah berbeda-beda dalam makna penggunaan bahasa
tubuh.
Ilustrasi Tata Cara bertamu.
Saya datang kerumah teman dengan mengucapkan salam, barulah mengetuk
pintu dan apabila teman membukakan pintu lalu mempersilahkan masuk,
maka saya sedikit membungkuk memberi hormat lalu masuk, kemudian tuan
rumah mempersilahkan duduk. Makna bahasa tubuh dengan sedikit
membungkuk memberikan makna rasa hormat saya kepada tuan rumah dan
dalam masyarakat ini dijadikan adab dalam bertamu.

2) Pengaturan kesan
Dalam pemikiran Goffman diri merupakan bentukan dari pengaturan kesan
yang dilakukan individu ketika berinteraksi dengan individu lainnya. Artinya
bisa dikatakan bahwa diri bukan merupakan situasi yang tetap, tetapi berubah
dimana pada tiap interaksi masing-masing pihak harus mendefinisikan situasi
yang terjadi sesuai dengan peran yang dimainkannya.
Dalam Mulyana (2002:108-109) Pengaturan kesan sering disebut permainan
peran. Menyatakan bahwa sebagai ekspektasi yang di definisikan secara sosial
dan dimainkan oleh seseorang dalam suatu situasi untuk memberikan citra
tertentu kepada khlayak yang hadir di hadapannya.
Karena itu, permainan peran atau pengaturan kesan bersifat jangka pendek
dan akan terus berubah sesuai dengan kondisi interaksi yang terjadi.
Ilustrasi Kesan Bertemu Teman Baru
Suatu ketika saya mempunyai janji bertemu dengan teman baru sebelumnya
kenal melalui media sosial. Saya mempersiapkan penampilan saya dengan
menggunakan pakaian yang wajar dan sederhana dan sopan, lalu saya datang
tepat waktu dari waktu yang dijanjikan, lalu ketika saya bertemu dengan
teman baru. Karena datang lebih awal saya bangkit dari tempat duduk sambut
dia dengan antusias dan ramah, menatap matanya, memberikan, senyum, dan
menyapa mengucapkan “hai” ,berjabat tangan sambil memperkenalkan diri
dan mengucapkan saya senang bertemu dengan anda.
3) Ekspresi yang diberikan (expession given)
Menurut Goffman Ekspresi pernyataan yang diberikan dimaksudkan untuk
memberikan informasi sesuai dengan apa yang lazimnya dilakukan.

Ilustrasi:
Ketika suami membisikan kepada saya bahwa minggu depan kita bersama
anak-anak akan berlibur ke Gili Trawangan selama tiga hari. Saya merasa
senang dan bahagia karena bisa berlibur bersama keluarga.

4) Ekspresi yang dilepaskan (expession given off)


Menurut Goffman Ekspresi pernyataan yang dilepaskan adalah pernyataan
yang secara tidak sengaja ditampilkan atau dinyatakan yang mengandung
informasi menurut orang lain memperlihatkan ciri atau maksud sesungguhnya
dari si pembuat pernyataan.

Ilustrasi:
Saya sekeluarga berlibur ke Gili Trawangan, suami melakukan cek in di hotel
yang kami rencana menginap, Receptionis meminta kode reservasi hotel lalu
receptionis menyampaikan maaf kode reservasi hotel salah tanggal harusnya
berlaku tanggal 31 Desember 2020, terlihat suami memanggil saya
memberitahukan kesalahan tanggal, lalu saya menyampaikan begini saja kita
mulai cek in sekarang biar mama yang bayar pakai kartu kredit.
Ilustrasi diatas, memperlihatkan bagaiman suami saya cemas dan bingung
ketika mengetahui kesalahan kode reservasi hotel.

5) Panggung Depan
Menurut Gofman dalam analisis Dramaturgi, interaksi sosial dilihat sebagai
suatu khayalan theater. Dimana proses interaksi yang terjadi dari pihak yang
berinteraksi tempat melakukan penampilan disebut “kawasan depan” (front
region) atau Panggung Depan (frontstage). Panggung depan dimaksudkan
juga suatu wilayah aktor berusaha untuk mendefinisikan situasi sehingga
memenuhi harapan dari khalayak.

Ilustrasi:
Suami berusaha mengajak saya dan keluarga untuk mengajak liburan ke Gili
Trawangan dengan sudah mempersiapkan, Suami sudah mempersiapkan dan
merencanakan lama waktu berlibur selama 3 hari, dengan membooking Majo
Private Villas agar berlibur lebih tenang dan santai.

6) Panggung Belakang
Dimana proses interaksi yang terjadi dari pihak yang berinteraksi tempat
melakukan penampilan persiapan penampilan disebut “kawasan belakang”
(back region) atau Panggung belakang (backtstage).

Panggung belakang (back stage) merupakan wilayah yang memberikan


gambaran bahwa individu dalam kondisi santai (relax) ketika berkomunikasi
dengan orang lain.

Ilustrasi:
Ketika waktu santai berdua dengan suami, suami bertanya apakah mama
merasa bahagia, senang dan rileks saat kita berliburan lalu saya tersenyum dan
memberikan jawaban sangat senang dan bahagia.

2. Dari keseluruhan ilustrasi yang Anda buat pada jawaban no. 1, kemukakan ilustrasi-
ilustrasi kecil di dalamnya  yang menggambarkan konsep-konsep yang diminta dalam
soal latihan 1, dan berikan penjelasan tentang alasan Anda menjawab demikian.

Ilustrasi: Interaksi Sosial Dosen dengan Mahasiswa

Amir satu rekan kerja berulang tahun mengajak saya beserta teman-teman lain untuk
merayakan di Lesehan Dakota, tapi teman-teman lain memberi masukan agar tempatnya
di Lesehan Sea Food Lombok. Ekspresi wajah Amir berusaha mengiyakan walaupun dia
tahu restauran yang dimaksud pasti harga makanananya mahal.

Lalu Amir melakukan reservasi makanan di Lesehan yang dimaksud dengan jumlah 10
orang, Sore hari kami berkumpul dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada
Amir. Semua yang hadir mengekspresikan wajah senang. pada saat mengobrol salah satu
teman saya memesan untuk tambahan minuman lagi.

Waktu sudah malam. Amir memanggil pelayan tolong bawakan Billing nya, lalu pelayan
datang dan memberikannya Billingnya kepada Amir.

Amir : Berapa total Billingnya mba ?


Pelayan : 2 Juta pak
Amir : Bisa bayar pakai Gopay ?
Pelayan : Bisa Pak, maaf sebentar saya cek
Amir : Silahkan
Pelayan : Maaf Pak aplikasi Gopay nya lagi gangguan.
Teman : Biar bayar pakai uang saya saja
Amir : Jangan, makasih saya bayar cash saja
Teman : Ok.

Setelah Amir berikan dan bayar pakai uang cash lalu kami semua pulang dan Amir
merasa nyaman karena masih ada uang cashnya.
Dengan menggunakan ilustrasi diatas, Sebelum mengajak saya dan teman-teman Amir
sudah mempersiapkan diri untuk memberikan kesan/performance yang baik pada kami.

Tetapi secara tidak sadar Amir melepas ekspresi kecemasan pada ekspresi mukanya yang
merah disaat melihat billing makanan dan Gopay tidak dapat digunakan untuk membayar.
Pernyataan kecemasan itu dipahami oleh teman saya dan berkata: Biar bayar pakai uang
saya saja.

Dengan kata lain, pernyataan yang dilepaskan atau terlepas dari Amir tadi melalui
ekspresi wajah Amir tidak cukup uang untuk membayar. Sadar bahwa kecemasannya
terbaca dengan cepat merubah opini teman dengan berkata: jangan, makasih dengan
ekspresi wajah yang diusahakan tenang. Pernyataan ini menjadi ekspresi yang diberikan
dalam interaksi merayakan ulang tahun dengan acara makan sore.
Terlihat ada usaha Amir untuk untuk mengatur pernyataan-pernyataan agar kesan yang ia
tampilkan dapat tercapai. Walaupun sempat terjadi kegagalan karena tidak sengaja
menampilkan ekspresi terlepasnya dan melakukan pengaturan kesan.

Bahwa apa yang ditampilkan Amir saat berhadapan dengan pelayan/teman-temannya


adalah satu penampilan yang dilakukan di panggung depan, Amir memanipulasi
pernyataan-pernyataan yang dikeluarkannya baik berupa ucapan maupun ekspresi
wajahnya. Padahal ia merasa tidak cukup uang dan mahal harga makanan yang harus
dibayar ia berpikir ketika meninggalkan Lesehan, inilah yang menjadi panggung belakang
dari penampilan Amir.

Referensi:

1) Parwitaningsih, dkk. (2019). Pengantar Sosiologi. Tangerang: Unuversitas


Terbuka (MODUL ISIP4110).
2) Goffman, Erving.1959. The Presentation of Self Everyday Life. Garden
City,NY:Doubleday.

Anda mungkin juga menyukai