Anda di halaman 1dari 74

MATERI PELAYANAN TATA HIDANGAN

NOVEMBER 2, 2015 KOMANGRIZKY LEAVE A COMMENT

Bab 1
Food and Beverage
Department

1. Pengertian Food and Beverage Department


Sebelum mengulas mengenai F&B department, perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari hotel. Hotel adalah salah satu jenis
akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk memberikan jasa pelayanan penginapan, makam,
minum, serta lainnya bagi umum dan dikelola secara komersial.
Di hotel bertaraf internasional sering kita dengar istilah food and beverage department sebagai bagian dari hotel. Definisi food
and beverage department secara umum adalah bagian yang mengurus makanan dan minuman, sedangkan definisi food and
beverage department secara khusus adalah bagian dari hotel yang mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan
pelayanan makan dan minum serta kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang tinggal maupun tidak di hotel terseut, dan
dikelola secara komersial dan profesional.

2. Fungsi Food and Beverage Department


Food and beverage department merupakan salah satu bagian yang amat penting artinya bagi sebuah hotel karena merupakan
sumber keuntungan kedua setelah penjualan kamar (room sales).
Adapun fungsi dari F&B department yaitu:
• Memenuhi selera (memberi kepuasan) bagi tamu.
• Memelihara dan meningkatkan nama baik hotel.
• Membuat keuntungan yang wajar.

3. Pembagian Food and Beverage Department


F&B department dapat dibagi menjadi dua bagian sesuai tugasnya masing-masing, yaitu bagian depan (front service) dan bagian
belakang (back service).
• F&B department bagian depan (front service) biasanya terdiri dari restoran, bar, banquet, dan room service. Petugas di bagian
ini langsung berhubungan dengan para tamu.
• F&B department bagian belakang (back service) biasanya terdiri dari kitchen (bagian dapur) stewarding, service bar, dan kantin
karyawan. Disebut back service karena tidak langsung berhubungan dengan tamu, dan harus melalui perantaraan pramusaji.

4. Tujuan Food and Beverage Department


• Menjual makanan dan minuman sebanyak-banyaknya dengan harga yang sesuai.
• Memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada tamu hingga tamu merasa puas. Hal ini menyangkut mutu pelayanan, mutu
makanan dan minuman, sikap karyawan, dekorasi ruangan serta suasana sekitar, peralatan yang dipakai dan sanitasinya
(kebersihan).
• Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan kesinambungan usaha.

Bab 2
Restoran

Perkembangan restoran untuk pertama kalinya dimulai di Paris sekitar tahun 1765. Selanjutnya diikuti dengan semakin
banyaknya coffee shop dan tavern (kedai minuman) yang didirikan di Amerika Serikat. Salah satu restoran yang terkenal pada
saat itu adalah “DELMONICO” yang berkedudukan di New York sekitar abad 19. Sedangkan perkembangan restoran bertaraf
internasional di indonesia diperkirakan sekitartahun 1962.

1. Pengertian
Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik
kepada semua tamunya baik berupa makan maupun minum.

2. Jenis-jenis Restoran
Pada dasarnya restoran yang ada di dalam sebuah hotel dapat dikelompokkan dalam tiga bagian besar, yaitu; Formal Dinning
Room, Informal Dinning Room, dan Specialities Dinning Room. Dari ketiga kelompok tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Formal Dinning Room


Formal dinning room adalah restoran di dalam hotel yang merupakan high class restoran. Restoran ini diciptakan sedemikian
eksklusif sehingga tamu-tamu tertentu yang dapat menikmati hidangan tersebut. Faktor-faktor yang menyebabkan restoran
tersebut menjadi prestise bagi hotel, adalah:
• Peralatan yang dipakai menggunakan bahan-bahan yang mewah.
• Cara pelayanan yang secara pribadi.
• Jenis makanan yang disediakan harganya cukup mahal.
• Biasanya digunakan untuk jamuan makan lengkap dan resmi.
• Pada umumnya proses memasak makanan tertentu dapat dilihat atau di depan tamu.
• Biasanya menghidangkan full course dinner.

Contoh untuk Formal Dinning Room, antara lain:


Rotisserie adalah restoran eksklusif di mana tempat pembakaran dapat dilihat oleh tamu.
Grill adalah restoran untuk steak atau chops, yang mana makanan tersebut dibakar menurut selera tamu.
Cabaret atau Supper Club adalah restoran yang mengadakan pertunjukan pada saat acara makan.

b. Informal Dinning Room


Untuk restoran yang sifatnya tidak formal hotel pun menyediakan fasilitasnya. Beberapa contoh dari informal restoran tersebut
antara lain; coffee shop, tavern, cocktail lounge, pool snack bar, room service.
• Coffee Shop
Coffee shop adalah suatu usaha dibidang makanan yang dikelola secara komersial yang menawarkan kepada para tamu makanan
atau makanan kecil dengan pelayanan dalam suasana tidak formal tanpa diikuti suatu aturan service yang baku (sebagaimana
sebuah exclusive dinning room), jenis-jenis makanan atau harganya lebih murah, karena biasanya beroperasi dua puluh empat
jam maka coffee shop tetap buka ketika restoran resminya sudah tutup.

• Tavern
Tavern adalah restoran kecil yang berada di dalam hotel, yang mana disajikan untuk minuman utamanya adalah Bir dan anggur
(wines).

• Coctail Lounge
Coctail Lounge adalah suatu fasilitas yang diberikan kepada tamu dan pengunjung hotel, suatu tempat yang santai untuk minum
dengan suasana pencahayaan yang agak remang-remang.
Untuk coctail lounge dalam kenyataannya juga menyediakan makanan kecil (snack), dan tamu tetap diperkenankan memesan
makanan tetapi dengan syarat tamu akan menunggu waktu yang cukup lama karena makanan diambil dari main kitchen.

• Pool Snack Bar


Pool snack bar adalah counter bar kecil yang terletak di tepi kolam renang sebuah hotel. Disamping menyediakan minuman,
makanan kecil, tamu juga dapat memesan makanan lain, dan makanan tersebut akan diambil dari main kitchen.

• Room Service
Room service is a service to hotel guest where food and beverage delivery to the guest’s room.
Jika diterjemahkan artinya room service adalah sistem pelayanan terhadap tamu hotel yang mana makanan dan minuman yang
dipesan oleh tamu akan diantarkan dan dinikmati di dalam kamar.

c. Specialities Dinning Room


Specialities dinning room adalah restoran yang berada di hotel yang menyediakan makanan/masakan khusus. Makanan khusus
tesebut biasanya sudah terkenal secara internasional, seperti makanan Jepang, Korea, Italia dan lain-lain.

Bab 3
Struktur Organisasi
Restoran

Organisasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk persekutuan dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama, yang terikat serta formal, di mana dalam hubungan tersebut ada sekelompok orang yang disebut pimpinan dan
kelompok bawahan.

1. Pengertian
Struktur organisasi adalah serangkaian hubungan di antara individu-individu di dalam kelompok, kemudian struktur tersebut
dilukiskan dalam bagan organisasi atau diagram yang memperlihatkan garis besar hubungan tersebut menurut fungsi-fungsi di
dalam usaha, arus tanggung jawab, dan wewenang.
2. Manfaat Suatu Organisasi
Manfaat suatu organisasi adalah sebagai berikut:
• Karyawan dapat melihat secara jelas kedudukan dirinya dalam organisasi.
• Menggambarkan jenjang karier yang jelas.
• Memberi informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab dan kepada siapa bertanggung jawab.
• Memperlihatkan jalur koordinasi kerja sama antarbagian.
• Memperlihatkan fungsi yang ada.

3. Contoh Struktur Organisasi


Perangkat struktur organisasi restoran di hotel antara yang satu dengan yang lain pada umumnya akan berbeda-beda sesuai
dengan kriteria yang dimiliki serta sesuai dengan besar kecilnya restoran. Adapun beberapa contoh struktur organisasi restoran
dapat dilihat pada gambar berikut:

Struktur Organisasi di Hotel Besar

Struktur Organisasi di Hotel Menengah dengan Dua Outlet

Struktur Organisasi di Hotel Kecil

4. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab


Sesuai dengan bentuk struktur organisasi yang ada, setiap staf yang terdapat pada struktur organisasi tersebut memiliki uraian
tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan jabatan yang dimilikinya. Guna menunjang operasional restoran, uraian
tugas dan tanggung jawab tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Restaurant Manager
Restaurant manager, bertanggung jawab kepada F&B manager mengenai kelancaran operasional semua restoran yang ada di
hotel.

b. Assistant Restaurant Manager


Assistant restaurant manager, membantu manager dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari dalam mengawasi kelancaran
operasional semua restoran yang terdapat di hotel.

c. Head Waiter
Head waiter, bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kelancaran operasional di sebuah restoran. Agar berhasil
menjalankan tugas-tugas di atas, seorang head waiter dituntut untuk memenuhi kualifikasi karena mempunyai beban tugas dan
tanggung jawab yang lebih luas dari bawahan.
Adapun kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang head waiter adalah sebagai berikut:
• Memiliki pengetahuan yang luas tentang makanan khas tradisional dan nasional di samping makanan internasional.
• Memiliki pengetahuan tentang makanan terkenal dari berbagai negara, baik mengenai kualitas maupun rasa makanan, terutama
makanan yang menjadi kegemaran tamu yang datang dari suatu negara.
• Memiliki pengetahuan yang luas tentang jenis-jenis restoran dan bar serta mengetahui cara-cara penyajian.
• Memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis peralatan dan perlengkapan restoran dan bar, serta mengetahui cara penggunaannya.
• Menguasai bahasa indonesia dan berbagai bahasa asing (terutama bahasa inggris) dengan baik.
• Memiliki pengetahuan tentang standar kebersihan dan keselamatan kerja yang berlaku serta cara penanggulangannya sesuai
dengan ruang lingkup pekerjaan.
• Menguasai peraturan dan tata tertib kerja yang berlaku di bagiannya.
• Menguasai fungsi organisasi, hubungan kerja antar bagian serta dapat melaksanakannya, baik dalam bentuk pengawasan
maupun dalam memberikan bentuk pelatihan kepada bawahan.
• Menguasai serta dapat membentuk hubungan kerja sama yang baik dengan bagian-bagian lain yang terdapat di hotel sesuai
dengan prosedur yang berlaku.

d. Assistant Head Waiter


Bertugas membantu head waiter dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dalam mengawasi kelancaran operasional di restoran, dan
menggantikan tugas head waiter jika berhalangan.

e. Captain
Bertanggung jawab terhadap station di restoran serta melayani tamu-tamu dalam hal-hal tertentu, seperti; mengambil pesanan
tamu, menyajikan anggur, flambing dan carving.
f. Waiter
• Tugas utamanya adalah melayani tamu. Di samping itu, ia juga bertanggung jawab pada persiapan restoran sebelum restoran di
buka, yaitu melengkapi semua perlengkapan yang akan digunakan dalam operasional, seperti; chinaware, silverware, glassware,
dan lain-lain.
• Menjaga kebersihan lingkungan kerja, keamanan, dan keselamatan.

g. Busboy
Bertugas membantu waiter dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari di restoran, terutama pada waktu persiapan (mise en place),
mengangkat piring kotor, maupun mengambil makanan dari dapur.

h. Hostes
Bertugas sebagai nyonya rumah atau greeter dengan tugas menyambut tamu yang datang ke restoran, mulai dari mengucapkan
salam, membimbing tamu ke meja, membantu tamu duduk, dan mengantarkan tamu meninggalkan restoran sampai ke pintu.

i. Wine Butler
Wine butler adalah petugas restoran yang mempunyai keahlian tentang minuman anggur (wine), mulai dari cara menawarkan,
membuka, mencicipi, hingga menyajikannya kepada tamu.
Bab 4
Hubungan Kerja Sama Restoran Dengan Bagian Lain

Restoran merupakan salah satu sub bagian (outlet) dari Food and Beverage Department, maka dalam operasionalnya tidak akan
terlepas dari hubungan kerja sama dengan bagian-bagian lainnya yang ada di hotel. Hubungan kerja sama ini terjalin dalam
rangka menunjang keberhasilan operasional restoran.
Adapun bagian lain di hotel yang menjalani hubungan kerja sama dengan restoran adalah sebagai berikut:

1. Hubungan Kerja Sama dengan Front Office Cashier


Petugas restauran cashier harus segera mengirimkan setiap bon penagihan yang dibayar oleh tamu,baik tamu yang menggunakan
kartu kredit maupun tamu yangmembubuhkan tanda tangan pada restaurant bill ke front office cashier yakni untuk digabungkan
pada front office guest bill tamu yang bersangkutan yang terdapat di front office. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya
keterlambatan dalam penagihan pada saat tamu check-out.

2. Hubungan Kerja Sama dengan Bar


Bar merupakan bagian yang khusus dalam menyediakan kebutuhan tamu akan minuman. Oleh karena itu, bar akan selalu
menyediakan dan memenuhi setiap jenis minuman sesuai dengan pesanan tamu yang berada di restoran.

3. Hubungan Kerja Sama dengan Kitchen


Kitchen merupakan bagian yang memproduksi, menyediakan, dan memenuhi setiap jenis makanan sesuai dengan pesanan tamu
yang tertulis pada bon pesanan (slip order). Hubungan kerja dengan bagian pastry dilakukan untuk memenuhi pemesanan
makanan penutup (dessert).

4. Hubungan Kerja Sama dengan Linen Room


Bagian linen akan menyediakan dan memenuhi berbagai jenis lena bersih yang diperlukan oleh restoran sesuai dengan
permintaan yang tertulis pada daftar permintaan lena (requesition sheet).

5. Hubungan Kerja Sama dengan Daily Store


Biasanya dalam sebuah hotel yang besar terdapat dua buah jenis store. Tugas masing-masing store adalah sebagai berikut;
• Daily Store (gudang persedian sehari-hari), bertugas menyediakan kebutuhan restoran berdasarkan daftar permintaan yang
diajukan, seperti bumbu-bumbu, saus tomat, mustard sc, garam, merica, serbet kertas, dan lain sebagainya.
• General Store (gudang umum), bertugas menyediakan kebutuhan untuk barang-barang seperti serbet kertas, placemats, stirer,
toothpick, dan lain sebagainya. Permintaan dilakukan secara periodik dengan menggunakan requesition form.

6. Hubungan Kerja Sama dengan Housekeeping


Housekeeping secara rutin akan membersihkan area restoran dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti alat pel atau alat
penyerap debu.

7. Hubungan Kerja Sama dengan Stewarding


Stewarding merupakan salah satu outlet F&B department yang setiap saat akan menyediakan peralatan dan perlengkapan sesuai
dengan daftar permintaan yang diajukan oleh restoran, seperti; piring, gelas, dan lain-lain. Pemeliharaan dan kebersihan peralatan
tersebut juga ditangani oleh bagian stewarding.
8. Hubungan Kerja Sama dengan Engineering
Engeneering akan segera memperbaiki kerusakan perlengkapan dan peralatan yang digunakan di restoran sesuai dengan
permohonan yang diajukan, seperti meja, kursi, lampu dan lain-lain.

Bab 5
Pramusaji

Pramusaji adalah orang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melayani kebutuhan makanan dan minuman bagi para tamu
baik yang tinggal maupun tidak tinggal di dalam hotel secara profesional. Dengan pelayanan (service) yang menyenangkan bagi
para tamu merupakan modal dasar agar tamu datang lagi menikmati hidangan.

1. Kualifikasi Seorang Pramusaji


Sebagai orang yang berhubungan langsung dengan tamu dalam menjalankan tugasnya, yaitu melayani dan menyajikan
makanan/minuman di restoran, seorang waiter dituntut memiliki persyaratan sebagai berikut:

a. Ramah Tamah
Sikap ramah tamah dan sopan santun merupakan hal yang harus selalu diperlihatkan setiap saat. Waiter harus
• Menyambut tamu yang datang ke restoran.
• Memberikan pelayanan yang sama kepada setiap tamu tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan bangsa.
• Membiasakan penggunaan ungkapan-ungkapan seperti; selamat pagi, silahkan, selamat menikmati hidangannya, terima kasih
tuan/nyonya dan lain-lain.
• Berusaha mengingat dan memanggil dengan menyebut nama tamu, terutama kepada tamu langganan.
• Bersikap rela membantu dan melayani setiap tamu.
• Menghindari kebiasaan menirukan atau mengoreksi sikap tamu yang berada di restoran.
• Menghindari terlibat dalam percakapan mengenai agama, ras, politik yang dapat menimbulkan perdebatan.
• Menghindari bertiriak, bersiul dan mengunyah makanan pada waktu bertugas.
• Menghindari merokok, bersin, berkumur, meludah, atau kebiasaan lain yang tidak terpuji dihadapan tamu.

b. Penampilan Pribadi
Penampilan pribadi merupakan salah satu hal yang sangat penting dan harus diketahui serta dilaksanakan oleh setiap petugas
yang berhubungan langsung dengan tamu. Adapun beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam penampilan adalah
sebagai berikut:

• Rambut
Pria:
– Dicukur pendek sewajarnya.
– Disisir rapi dan tidak terlalu berminyak.
– Tidak berketombe.
– Dicuci 2 kali dalam seminggu, minimal 1 kali.

Wanita:
– Tidak terlalu panjang.
– Disisir rapi, tidak terurai kedepan menutupi mata.
– Tidak berketombe.
– Dicuci 2 kali dalam seminggu, minimal 1 kali.

• Wajah
Pria:
– Kumis dan janggut selalu di cukur rapi.

Wanita:
– Menggunakan make-up yang sederhana namun tetap feminim.
– Tidak menggunakan parfum dan perhiasan yang berlebihan.

• Seragam
– Harus selalu dalam keadaan bersih, rapi dan tidak bernoda.
– Kancing pakaian selalu lengkap.
– Berganti seragam setiap hari.
• Tangan
– Kuku dipotong pendek dan bersih.
– Tidak menggunakan cat kuku (untuk wanita).
– Biasakan mencuci tangan dengan sabun.

• Sepatu
– Gunakan sepatu yang berwarna hitam dan pantas.
– Selalu di semir dan mengkilat.
– Wanita menggunakan sepatu ber hak.
– Wanita menggunakan stoking.

• Sikap
– Selalu menunjukan sikap yang menyenangkan pada waktu melayani tamu, baik saat mengambil pesanan maupun saat
menyajikan makanan.

• Gerakan
– Tunjukan gerakan yang gesit dan menarik saat melayani tamu,jangan terkesan malas dan lamban.

2. Tugas Dan Tanggung Jawab Pramusaji


Seorang waiter memiliki tugas dan tanggung jawab dari satu operasional ke operasional yang lainnya tergantung kepada
kebijakan dan standar pelayanan yang dilaksanakan di suatu restoran.

a. Tugas
Tugas Pramusaji Sebelum Restoran Buka (Pre Operational)
– Memeriksa table setting secara keseluruhan.
– Memeriksa side board.
– Mempersiapkan daftar makanan, minuman, serta daftar minuman anggur.
Tugas Pramusaji Saat Restoran Buka (During Operational)
– Membantu captain atau head waiter dalam hal menyambut tamu.
– Mengambil pesanan minuman ke bar atau makanan ke dapur dengan bantuan busboy jika perlu, dan menghidangkannya kepada
tamu.
– Melayani tamu secara keseluruhan dengan baik.
– Dalam waktu-waktu tertentu mengadakan perhitungan atau inventory terhadap semua alat restoran, termasuk juga taplak meja,
napkin glass towel dan sebagainya.

Tugas Pramusaji Sesudah Restoran Tutup (After Operasional)


– Merapikan meja dan kursi.
– Mengganti taplak meja.
– Membersihkan/mengeringkan peralatan dari bagian pencucian seperti: water goblet, knife, fork, B&B plate, cup.
– Set-up dengan lengkap dan rapi.
– Menyimpan kembali daftar makanan, minuman dan anggur di tempatnya.
– Mengantarkan seluruh alat yang kotor ke bagian pencucian.
– Melaporkan kepada captain atau head waiter apabila terjadi kesulitan/pernyataan tidak puas, komentar atausaran dari tamu.
– Saat terakhir meninggalkan restoran, pastikan bahwa semua laci/lemari sudah terkunci dengan baik.

b. Tanggung Jawab
– Menjaga penampilan diri (personal grooming)
Lihat pada gambar 1.1 (personal grooming)

Gambar 1.1 (personal grooming)

– Berkelakuan baik (deportment)


Seorang waiter harus memiliki gerakan gesit dan lincah dalam melayani pelanggan. Seorang waiter dalam melaksanakan
pekerjaannya harus cepat, namun bukan berarti harus berlari-lari.
Jika restoran tidak dalam keadaan sibuk, bukan berarti bahwa waiter boleh bersandar atau berjalan melenggang seperti orang
yang tidak memiliki gairah kerja.
– Tulus hati (honesty)
Seorang waiter dituntut bersikap tulus dan jujur, baik kepada tamu maupun kepada kawan kerja, dan juga kepada perusahaan.
Seorang waiter harus jujur kepada rekan kerjanya bila mendapatkan tip.

– Tepat waktu (punctuality)


Seorang waiter harus tepat waktu jika datang ke tempat kerja, sebaiknya tiba 15 menit sebelum jam kerja dimulai.

– Setia (loyality)
Kesetiaan bekerja sebagai seorang waiter merupakan satu perasaan setia terhadap pekerjaan dan terhadap pelanggan.
Kesetiaan terhadap pekerjaan akan mendatangkan perhatian baik dari atasan maupun dari pelanggan itu sendiri.

– Terampil dalam bekerja secara tim (ability to work within a team)


Seorang harus bisa bekerja sama dengan teman sekerjanya dan dengan bagian lain yang terkait.
Kerja sama sangat penting, terutama pelayanan pada waktu sibuk. Jika saat seorang waiter melihat temannya sedang melayani
dan tamu lainnya memerlukan sesuatu, maka ia harus segera membantu memberikan pelayanan kepada tamu tersebut.
Teamwork membantu alur pelayanan menjadi cepat dan efisien.

– Bersikap dan berpikiran yang positif (positive attitude)


Setiap langkah dalam melakukan pekerjaan merupakan refleksi dari suatu attitude. Pekerjaan yang dilakukan dengan positive
attitude akan meningkatkan profesionalisme.

3. Perlengkapan Yang Harus Dimiliki Seorang Pramusaji


Seorang waiter yang profesional harus memiliki perlengkapan yang siap pakai pada saat bekerja. Beberapa perlengkapan tersebut
antara lain:
a. Multipurpose opener (pembuka botol serba guna).
b. Bolpoin.
c. Sapu tangan yang bersih untuk kepentingan pribadi.
d. Buku catatan kecil untuk mencatat pesanan tamu sementara.
e. Korek api (matches) untuk tamu yang memerlukan.
f. Service cloth digunakan untuk pelayanan.

Bab 6
Menu

1. Pengertian Mengenai Menu


Pengertian istilah menu bisa bermacam-macam, tergantung dari sudut pandangnya.
– Secara umum istilah menu dapat diartikan sebagai daftar atau rangkaian jenis makanan dan minuman yang tersedia dan siap
dihidangkan.
– Dari sudut pandang tamu restoran: daftar makanan yang bisa dipilih sesuai selera tamu tersebut.
– Dari sudut pandang tamu pada jamuan makan: daftar urutan makanan yang akan disajikan.
– Dari sudut pandang juru masak: daftar makanan yang harus disiapkan.
– Dari sudut pandang pramusaji: daftar makanan yang harus dijual.
– Dari sudut pandang pengusaha: daftar makanan yang dapat memberikan keuntungan.
– Dari sudut pandang pemerintah: daftar makanan yang dapat dijadikan sumber lapangan kerja dan pajak.

2. Menu Dapat Dikelompokan Menjadi Empat

a. Kerangka Menu
Sejarah tersusunnya menu dimulai pada akhir abad 19. Hingga sekarang telah terjadi tiga kali perubahan dan penyesuaian sesuai
tuntutan kebutuhan masyarakat internasional. Penyusunan menu yang pertama kali dikenal adalah classic menu (menu klasik).
Menu klasik terdiri dari 13 macam course. Setelah itu terjadi perubahan, menu klasik menjadi menu modern yang terdiri dari 11
macam course. Setelah itu ternyata masih perlu dilakukan penyederhanaan dengan pertimbangan penyingkatan waktu
penghidangan, ditambah lagi dengan semakin beragamnya variasi makanan, akhirnya disusunlah actual menu yang terdiri atas
tiga macam yaitu actual menu five course, actual menu four course dan actual menu three course.

Menu Klasik
Terdiri dari 13 course (tahapan)
No Nama Course Contoh Hidangan
1 Cold Appetizer – Oyster
2 Soup – Consomme princess
3 Warm Appetizer – Marrow on Toast
4 Fish – Blue River Trout
5 Main Course – Beef Tenderloin
6 Side Dish (warm) – Breast of Chicken wih Paprika
7 Side Dish (cold) – Mouseline ofHam with paprica
8 Sherbet – Champange Sherbet
9 Roast – Roast of Pheasant
10 Vegetable – Gratinated Asparagus
11 Sweet Dish – Blancmange with Hazel Nuts
12 Savoury – Ementhaler Cheese
13 Dessert – Mixed Fruite

Menu Modern
Terdiri dari 11 course (tahapan)
No Nama Course Contoh Hidangan
1 Cold Appetizer – Herring Fillet
2 Soup – Clear Oxtail Soup
3 Warm Appetizer – Spring Roll
4 Fish – Grilled Snapper
5 Main Course – Lamb Chop
6 Warm or Cold side dish – Breast of Chicken
7 Roast – Duckling a l’orange
8 Salad – Salad Jardiniere
9 Vegetable – Boiled Spinach
10 Sweet Dish – Lychees Flambe
11 Dessert – Fruite in the basket

Actual Menu
– Actual Menu Five Course
No Nama Course Contoh Hidangan
1 Cold Appetizer – Shrimp Cocktail
2 Soup – Onion Soup
3 Warm Appetizer – Escargot
4 Main Course – Chicken Steak
5 Sweet Dish – Caramel Pudding

– Actual Menu Four Course


No Nama Course Contoh Hidangan
1 Cold Appetizer – Smoke Salmon
2 Soup – Vegetable Soup
3 Main Course – Fillet Mignon
4 Sweet Dish – Black Forest Cake

– Actual Menu Three Course


No Nama Course Contoh Hidangan
1 Soup – Pea Soup
2 Main Course – Grilled Snapper
3 Sweet Dish – Banana Split

b. Jenis Menu
Dilihat dari sisi bagaimana menu itu disusun dan ditawarkan kepada tamu yang menyangkut harga, maka menu dapat dibagi
menjadi empat, yaitu:
Ala Carte Menu
Daftar hidangan yang terdiri dari berbagai macam pilihan makanan dengan harga masing-masing.
Table D’hote Menu/Set Menu
Daftar hidangan yang terdiri dari satu paket makanan dengan harga secara keseluruhan atau harga per paket.
Blue Plate Menu
Daftar hidangan yang terdiri dari satu paket makanan ditambah dengan satu pilihan soft drink dengan harga secara keseluruhan,
dan semuanya disajikan di meja tamu.
Buffet Menu
Daftar beberapa paket makanan untuk dipilih. Setiap paket terdiri dari beberapa macam appetizer, satu atau dua macam soup,
beberapa macam main coursedan beberapa macam dessert. Makanan disajikan di atas meja panjang dengan dekorasi menarik,
dan para tamu dipersilahkan mengambil sendiri makanan yang disukai.
Special Menu
Banquet, cocktail party dan sebagainya. Kadang-kadang disebut juga dengan hidangan spesial.

c. Sifat Menu
Pada dasarnya penyusunan menu perlu divariasikan seiring dengan tuntutan selera konsumen yang selalu menginginkan menu
yang tidak monoton. Untuk merubah menu harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti: selera mayoritas, tersedianya bahan
baku dan lain-lain. Menu berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
Static Menu
Penggantian dilakukan setiap 6 bulan sekali dan biasanya menu telah disusun dari berbagai macam pilihan sehingga mampu
bertahan sampai 6 bulan bahkan lebih. Contohnya: ala carte menu, table d’hote menu.
Cycle Menu
Perubahan dan penggantiannya satu minggu sekali atau setiap hari berubah, dan biasanya hanya terdiri dari satu atau dua macam
pilihan saja. Contohnya: special to day atau plat du jour.

d. Menu Menurut Waktu Penyajian


Adapun pembagian menu menurut waktu penyajian adalah sebagai berikut:
Breakfast Menu (05.00 – 09.00)
Contohnya:
• American Breakfast
– Satu gelas juice atau buah segar.
– Cold cerial or hot cerial.
– 2 butir telur dengan peneman bacon, sosis atau ham.
– 2 potong roti disajikan dengan mentega dan selai.
– Satu cangkir kopi disajikan dengan susu atau teh dengan irisan jeruk nipis.
• Continental Breakfast
– Satu gelas fruite juice atau buah segar.
– Dua potongroti dengan selai dan mentega.
– Satu cangkir kopi atau teh.

• English Breakfast
– Juice or stewed fruit.
– Cold cerial or hot cerial.
– Steam or friet or grilled fish.
– Egg/bacon/ham or mushroom on toast or grilled kidney bacon.
– Fresh fruits.
– Dua potong roti.
– Tea or coffee.

• Indonesian Breakfast
– Satu gelas sari buah atau buah segar.
– Soto.
– Nasi putih.
– Satu cangkir teh atau kopi.

Brunch atau Breakfast-lunch (09.00 – 11.00)


Menu brunch adalah kombinasi antara menu breakfast dan menu lunch. Komposisinya lebih berat dari menu breakfast.

Lunch (12.00 – 15.00)


Contohnya:
– Sea food in hafl avocado.
– Ministrone soup.
– Spaghetti bolognaise.
– Peach melba.
– Coffee.
Tea Time (15.00 – 17.00)
Contohnya:
– Coffee or tea
– Crepe suzette/pancake/pisang goreng.

Dinner (19.00 – 21.00)


Contohnya:
– Russian molossal caviar.
– Double consomme with sherry.
– Escargots dyonnaise.
– Dutch veal medallion oscar.
– Cherries jubillee.
– Coffee.

Supper (21.00 – 01.00)


Contohnya:
– Cream mushroom soup.
– Fillet chicken wing.
– Caramel custard.
– Tea.

3. Dasar-dasar Penyusunan Menu


Dasar penyusunan menu tergantung antara lain:
– Guest need, seperti: kebangsaan tamu, lama tinggal, dll.
– Variasi menu yang akan dihidangkan.
– Penampilan menu.
– Faktor musim.
– Persediaan bahan baku di pasaran.
– Peralatan dapur yang dimiliki.

Bab 7
Sistem Dasar Pelayanan
Food and Beverage

What Is Service?
• S = Smile for every one
• E = Excellent in everything we do
• R = Reaching out to every guest with hospitality
• V = Viewing every guest as special
• I = Inviting guest to return
• C = Creating a warm atmosphere
• E = Eye contact that shows we are
Apakah Pelayanan Itu?
• Senyum kepada setiap orang.
• Mengerjakan segala pekerjaan dengan hasil yang baik atau memuaskan.
• Jangkau atau dekati setiap tamu dengan segala keramah-tamahan.
• Memandang setiap tamu dengan rasa sangat special.
• Mengundang para tamu untuk datang kembali.
• Selalu meningkatkan suasana yang hangat kepada tamu.
• Selalu ada kontak mata dengan tamu, sehingga apabila tamu membutuhkan sesuatu cepat dapat kita layani.

Tipe-tipe dasar pelayanan makanan di restoran pada umumnya dapat dipakai untuk membedakan katagori suatu restoran. Ada
empat macam tipe dasar pelayanan antara lain:
1. Table Service
Table service adalah suatu sistem pelayanan restoran di mana para tamu duduk di kursi menghadap meja makan, dan kemudian
makanan maupun minuman diantarkan, disajikan kepada para tamu. Dalam hal ini yang menyajikan makanan dan minuman bisa
waiter maupun waitress.
Table service pada umumnya dapat dibedakan menjadi empat katagori,antara lain:
a. American Service
Adalah cara penghidangan Amerika dimana makanan telah siap diracik di atas piring (ready on plate) dari dapur dan langsung
dihidangkan kepada tamu.
Adapun ciri-ciri dari american service adalah sebagai berikut:
– Sifat pelayanannya sederhana, tidak resmi serta cepat.
– Makanan sudah siap ditata dan diatur diatas piring sejak dari dapur.
– Disajikan kepada tamu dari sebelah kanan.
– Piring kotor diangkat dari sebelah kanan tamu.
– Merupakan cara pelayanan yang paling lazim digunakan di restoran pada umumnya.
Langkah-langkah American Service adalah sebagai berikut:
– Semua hidangan yang akan disajikan ditata dipiring saji terlebih dahulu, lengkap dengan garnish.
– Setelah hidangan siap, pramusaji membawanya dari dapur dengan tray, kemudian meletakkannya di side stand.
– Kemudian hidangan tersebut disajikan dengan membawanya dari side stand ke meja si pemesan tanpa menggunakan tray lagi,
tetapi dengan menggunakan tangan saja.
– Meletakan hidangan tepat di depan pemesan diantara dinner knife dan dinner fork, dari sebelah kanan tamu dengan tangan
kanan.
– Semua jenis minuman di bawa dengan tangan kiri menggunakan tray langsung ke meja pemesan tanpa meletakan di side stand
terlebih dahulu. Khusus untuk wine dan champagne dalam botol dibawa dengan kedua tangan, yaitu tangan kiri memegang dasar
botol dan tangan kanan memegang leher botol dengan lebel menghadap ke depan.
– Semua jenis minuman disajikan dari sebelah kanan, denga tangan kanan sementara tangan kiri tetap memegang tray.
– Melakukan clear up semua bekas peralatan yang sudah selesai dipakai dari sebelah kanan tamu. Khusus untuk B&B plate dan
B&B knife diambil dari sebelah kiri.
– Semua gelas di clear up dari sebelah kanan dengan tangan kanan, kemudian diletakan di tray yang dipegang dengan tangan kiri
lalu dibawa ke side stand untuk dibawa ke tempat pencucian.

b. English Service
English service lebih dikenal dengan istilah family service, karena lebih mencerminkan suasana kekeluargaan. English service
paling ideal diterapkan pada acara jamuan makan di pesta-pesta keluarga atau kelompok yang orang-orangnya akrab
satusamalain.

Adapun langkah-langkah dari English service adalah sebagai berikut:


– Hidangan yang telah disiapkan di dapur, disusun di silver platter atau oval plate dengan porsi yang cukup bahkan lebih untuk
para tamuyang hadir.
– Tuan rumah duduk bersama-sama para tamu, kemudian buttler membawa hidangan dari dapur untuk diserahkan kepada tuan
rumah dari sebelah kiri dengan kedua tangan. Oleh tuan rumah hidangan tersebut disusun di bagian tengah meja sambil
memperkenalkan jenis-jenis hidangan kepada tamunya.
– Bersamaan pada saat itu, disiapkan pula piring kosong serta service set oleh buttler.
– Setelah semua hidangan siap, tuan rumah memotong dan mengatur untuk diserahkan kepada tamu dengan tetap memperhatikan
pedoman dalam urutan melayani tamu.
– Service minuman dilakukan dari sebelah kanan tamu dengan tangan kanan, sementara kaki kanan setengah langkah maju ke
depan.
– Clear up semua piring, gelas, peralatan makan dilakukan dari sebelah kanan tamu dengan tangan kanan, dimulai dari tamu di
sebelah kanan tuan rumah dan terakhir tuan rumah. Khusus clear up B&B knife dan plate dari sebelah kiri tamu.
– Untuk clear up silver platter yang berda di tengah-tengah meja, diambil dari sebelah kiri tuan rumah.

c. French Service
Sistem french service merupakan sistem pelayanan yang paling bergengsi. Pada sistem pelayanan ini, semua jenis hidangan
disiapkan dan disajikan secara demonstratif di depan pelanggannya oleh dua orang pramusaji dan beberapa petugas khusus yang
melayani minuman. Untuk pramusaji senior disebut dengan Chef De Rang yang di bantu oleh pramusaji junior yang disebut
dengan Commis De Rang dan pranusaji yang khusus melayani minuman wine yang disebut dengan sommilier.
Pekerjaan memasak, mengatur, dan menyajikan makanan dilakukan di hadapan tamu dengan menggunakan kereta dorong
(gueridon) lengkap dengan peralatannya, maka french service sering juga disebut dengan istilah Gueridon Service.

Adapun langkah-langkah french service adalah sebagai berikut:


– Chef de rang menyerahkan lembaran order kepada commis de rang.
– Commis de rang menyerahkan order ke juru masak di dapur agar bahan-bahan untuk suatu hidangan disiapkan.
– Bahan makanan yang masih mentah atau setengah jadi disiapkan sesuai pesanan, kemudian dibawa oleh commis de rang dan di
serahkan kepada chef de rang.
– Chef de rang memasak, mengatur dan memberi garnish dan menata hidangan sampai siap dihidangkan.
– Setelah siap maka commis de rang menyajikan kepada tamu dari sebelah kanan dengan tangan kanan.
– Clear up bekas piring makan serta peralatan makan dilakukan dari sebelah kanan kecuali B&B plate dan B&B knife, finger
bowl, salad bowl diambil dari sebelah kiri dengan tangan kiri.
– Service semua jenis minuman dilakukan dari sebelah kanan dengan tangan kanan. Tangan kiri memegang tray berisi gelas
minuman, tangan kanan menyajikan/memindahkan minuman dari tray ke meja tamu.
– Clear up semua gelas minuman dilakukan dari sebelah kanan dengan tangan kanan.

d. Russian Service
Russian service adalah suatu cara penghidangan makanan, dimana makanan sepenuhnya telah diracik, disiapkan, dipotong-
potong di dapur kemudian kemudian diatur rapi dan menarik pada platter oleh seorang chef yang ahli.

Cara pelaksanaan dan hal yang harus diperhatikan dalam Russian Service:
– Makanan disiapkan, diracik, dan dihias pada sebuah pinggan (platter) dari dapur dengan rapi dan menarik
– Makanan yang disiapkan pada silver platter dibawa dari dapur ke ruang makan bersamaan dengan piringnya baik yang panas
ataupun yang dingin
– Piring kosong (panas/dingin) diletakkan dihadapan tamu dari sebelah kanan dengan menggunakan tangan kanan dan searah
dengan jarum jam (clock wise)
– Memperlihatkan makanan makanan di atas pinggan kepada tuan rumah (host) dan tamu yang lain untuk mendapat persetujuan
disamping membangkitkan selera makan
– Penyajian/pemindahan makanan dari silver platter ke piring tamu dilaksanakan dari sebelah kiri dengan menggunakan service
set (service spoon and fork) yang dilakukan dengan tangan kanan
– Sisa makanan harus dikembalikan ke dapur
– Jangan mempergunakan garpu tanpa sendok (kecuali menyajikan smoked salmon)
– Tidak akan pernah menggunakan dua spoon tapi boleh menggunakan dua fork saja
– Pemindahan makanan ke piring tamu jangan sampai tergelincir

Keuntungan Russian Service:


– Hanya satu orang pramusaji diperlukan untuk satu meja saja
– Merupakan cara pelayanan yang cepat
– Tergolong cara pelayanan yang baik dan bermutu tinggi
– Porsi makanan dapat dipertanggung jawabkan karena telah disiapkan dan diatur terlebih dahulu
– Tamu seolah-olah mendapat perhatian khusus

2. Counter Service
Counter service adalah suatu sistem pelayanan restoran di mana para tamu yang datang ke restoran langsung duduk di counter.
Apabila makanan dan minuman yang dipesannya sudah siap maka akan disajikan kepada para tamu di atas counter.

3. Self Service
Self service atau buffet service adalah suatu sistem pelayanan restoran di mana semua makanan secara lengkap (dari hidangan
pembuka, soup, hidangan utama, hidangan penutup dan sebagainya) telah ditata dan diatur dengan rapi di atas meja hidang atau
meja prasmanan. Para tamu secara bebasmengambil sendiri hidangannya sesuai dengan selera maupun kesukaannya.

4. Carry Out Service


Carry out service atau take out service adalah suatu sistem pelayanan restoran di mana tamu datang untuk membeli makanan
yang telah siap, atau telah dibungkus dalam box untuk dibawa pergi. Jadi makanan tidak dinikmati di tempat itu, tetapi makanan
itu biasanya dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga, dibawa piknik, ke kantor, ke kampus dan sebagainya.

Pada artikel tentang napkin sebelumnya, Studi Pariwisata telah membahas mengenai macam-macam

dan cara membuat beberapa jenis lipatan napkin.

Untuk menambah pengetahuan lebih banyak mengenai cara melipat napkin, pada artikel kali ini, Studi

Pariwisata akan memberikan panduan 12 cara melipat napkin.

Panduan ini akan sangat panjang, oleh karena itu silahkan cari jenis lipatan napkin yang diinginkan

melalui daftar isi berikut ini.


Konsultasi Gratis melaui WhatsApp

KONSULTASI

DAFTAR ISI

 Panduan 12 Cara Melipat Napkin

o 1. The Pyramid

o 2. The Arrow

o 3. The Bird Of Paradise

o 4. The Diamond

o 5. The Cone

o 6. The French

o 7. The Bishop’s Hat

o 8. The Rosebud

o 9. The Sail

o 10. The Slide

o 11. The Crown

o 12. The Standing Fan

Panduan 12 Cara Melipat


Napkin
1. The Pyramid

Lipatan napkin yang satu ini sangat simple, cepat untuk dibuat dan mudah diterapkan untuk hampir

semua jenis napkin. Jika napkin yang digunakan adalah jenis napkin yang tipis dan tidak kaku, maka

gosoklah napkin terlebih dahulu dengan ditaburi kanji agar napkin lebih kaku. Berikut cara melipat napkin

dengan bentuk Pyramid.


1. Bentangkan napkin secara terbalik

di depan anda

2. Lipat napkin secara diagonal


3. Putar napkin sehingga bagian

terbuka berada di atas

4. Lipat bagian kanan bawah ke atas

hingga bertemu bagian lipatan yang terbuka


5. Ulangi langkah tadi pada bagian

kiri bawah, sehingga napkin membentuk seperti berlian

6. Balik napkin sehingga bagian yang

terlipat tadi menghadap ke bawah


7. Lipat bagian atas napkin ke arah

bawah sehingga membentuk segitiga terbalik

8. Balik kembali napkin tadi sehingga

bagian terbuka berada di atas


9. Tegakkan napkin dengan

puncaknya merupakan sisi napkin yang terbuka


2. The Arrow

Cara melipat napkin yang satu ini

juga terbilang sangat simpel dan bisa dipakai untuk hampir semua jenis napkin. Jenis lipatan napkin ini

akan memberikan tampilan yang elegan untuk meja

1. Bentangkan napkin secara terbalik


2. Lipat napkin secara mendatar

3. Lipat ujung napkin bagian kanan

atas ke arah bawah

4. Ulangi langkah ini untuk ujung

napkin bagian kiri atas

5. Lipat sisi terbuka napkin bagian

kanan ke atas secara diagonal


6. Lakukan hal yang sama untuk sisi

terbuka bagian kiri

7. Tarik bagian kiri dan kanan napkin

ke belakang secara bersamaan dengan perlahan


3. The Bird Of Paradise

Bentuk napkin jenis ini merupakan

salah satu bentuk napkin klasik. Cara melipat napkin ini juga terbilang mudah. Untuk membuatnya

diperlukan jenis napkin yang kaku. Jika anda tidak mempunyai jenis napkin ini, maka pergunakanlah

napkin yang di gosok dengan taburan kanji

1. Bentang napkin secara terbalik


2. Lipat napkin secara mendatar ke

arah bawah

3. Lipat kembali napkin ke arah

samping sehingga membentuk persegi


4. Lipat napkin secara diagonal agar

membentuk segitiga

5. Putar napkin hingga puncak

segitiga berada pada posisi atas


6. Lipatlah bagian kanan segitiga

napkin secara diagonal dengan garis tengah napkin sebagai acuannya


7. Lakukan hal yang dama untuk

ujung napkin bagian kiri sehingga membentuk seperti berlian


8. Masukkan bagian bawah napkin ke

sisi belakang sehingga napkin kembali membentuk segitiga

9. Tegakkan segitiga napkin ini

dengan puncaknya adalah sisi terbuka napkin


10. Tarik ujung sisi terbuka napkin

satu persatu
11. Rapikan dan napkin siap

dijadikan sebagai dekorasi meja


4. The Diamond

Cara melipat napkin yang satu ini

terbilang sangat cepat untuk dilakukan. Perlu napkin yang kaku untuk membuat lipatan napkin yang satu

ini. Tapi jika anda tidak mempunyai napkin kaku, maka pergunakan napkin yang digosok dengan sedikit

taburan kanji

1. Letakkan napkin secara terbalik


2. Lipat napkin ke arah anda sehinga

membentuk persegi panjang

3. Lipat kembali napkin ke arah

kanan agar membentuk persegi


4. Ambil salah satu sisi terbuka

bagian kanan bawah dan lipat ke arah atas secara diagonal

5. Lipat satu lagi sisi terbuka bagian

kanan secara diagonal, tapi jangan sampai garis diagonalnya sama dengan lipatan pertama, sehingga

ada jarak antara garis napkin pertama dan kedua tadi


6. Lakukan hal yang sama dan tetap

perhatikan agar garis lipatan napkin yang ketiga tidak sama dengan garis lipatan napkin ke dua

7. Lipat kembali sisi napkin yang

terakhir
8. Sekarang lipat ujung kiri dan kanan

napkin ke bagian belakang agar membentuk kerucut seperti di gambar. Tekan-tekan sedikit agar rapi dan

napkin telah selesai dalam 60 detik :)


5. The Cone

Sekedar informasi, cara melipat

napkin ini berasal dari suku Indian :D . Gunakanlah napkin yang kaku atau napkin yang digosok dengan

taburan kanji.

1. Bentangkan napkin secara terbalik

di depan anda
2. Lipatlah napkin secara diagonal

3. Posisikan napkin sehingga

membentuk segitiga sama sisi

4. Lipat ujung kiri napkin ke arah atas


5. Ulangi langkah sebelumnya untuk

ujung napkin bagian kanan

6. Balik sisi napkin bagian bawah ke

atas
7. Lipat ujung bawah napkin ke atas

kira-kira 1 / 3 bagian dari panjang napkin, tekan napkin atau gunakan setrika agar rapi

8. Lipat ujung kiri dan kanan napkin

ke bagian belakang secara perlahan sehingga membentuk seperti di gambar


6. The French

Cara melipat napkin dengan bentuk french ini

tidak memerlukan jenis napkin khusus, jadi sangat mudah untuk dilakukan :)

1. Letakkan napkin di depan anda secara

terbalik
2. Lipat napkin secara diagonal

3. Posisikan napkin sehingga bagian terbuka

menghadap ke kanan
4. Ambil ujung napkin bagian atas dan lipat ke

sisi kanan, perhatikan garis lipatan agar tidak sampai ke ujung sisi terbuka napkin

5. Ambil sisi terbuka napkin sedikit angkat dan

lipat sehingga membentuk corong


7. The Bishop’s Hat

Ini merupakan jenis lipatan napkin

yang klasik. Sebelum melipat napkin dengan bentuk ini terlebih dahulu setrikalah napkin yang akan

digunakan agar kaku

1. Bentangkan napkin dengan posisi

terbalik
2. Lipat napkin anda secara mendatar

3. Ambil ujung kanan nagian atas

dari napkin dan lipat secara diagonal mengarah ke tengah

4. Kemudian ambil ujung kiri bawah

dari napkin dan lipat mengarah ke tengah sehingga nampik sekarang membentuk jajar genjang
5. Balik napkin

6. Lipat bagian bawah napkin ke atas,

perhatikan pada sisi bawah napkin terdapat ujung napkin, jangan lipat ujung ini

7. Ambil ujung napkin yang satu lagi

yang berada di sisi bawah


8. Lipat ujung napkin bagian kiri ke

sisi belakang

9. Balik kembali posisi napkin


10. Lipat ujung kanan napkin yang

sudah dibalik dan masukkan ke dalam lipatan satunya


11. Secara perlahan tegakkan napkin

dan buka bagian tengahnya


12. Rapikan dan napkin siap

digunakan
8. The Rosebud

Bentuk napkin cantik ini dapat dibuat

dengan napkin kaku maupun napkin tipis. Jika napkin di gosok terlebih dahulu, tentu akan lebih mudah

dalam membentuknya :)

1. Bentangkan napkin secara terbalik


2. Lipat napkin secara diagonal

3. Posisikan bagian terbuka napkin

hingga mengarah ke atas

4. Lipat ujung kanan napkin ke arah

atas dengan garis tengah sebagai garis lipatannya


5. Ulangi langkah ke 4 untuk bagian

kiri napkin sehingga napkin sekarang berbentuk berlian

6. Balik sisi napkin


7. Lipat bagian bawah napkin yang

sudah dibalik tadi dengna garis lipatan kira-kira 1/3 dari panjang napkin

8. Balik kembali napkin tadi sehingga

sisi terbukanya berada di atas


9. Gulung kedua sisi napkin dan

satukan di salah satu kantung yahng terbentuk dari lipatan napkin tersebut

[divider]
10. Tegakkan napkin , rapikan dan

napkin siap di jadikan dekorasi untuk table setting


9. The Sail

Ini merupakan salah satu bentuk

napkin tegak yang paling simpel. Tapi lagi-lagi anda membutuhkan jenis napkin kaku agar bisa membuat

melipat napkin ini. :)


1. Letakkan napkin dengan sisi dalam

di atas

2. Lipat napkin secara mendatar

3. Lipat ujung kanan atas ke arah

bawah secara diagonal


4. Lakukan hal yang sama dengan

ujung napkin kiri atas sehingga sekarang napkin berbentuk segitiga

5. Tegakkan napkin dengan cara

membalik terlebih dahulu sisi napkinnya lalu buatlah napkinnya berdiri. Simpel bukan? :)
10. The Slide

Cara melipat napkin yang satu ini

agak sedikit rumit tapi tetap saja bisa dilakukan siapa saja. Bagusnya lagi, semua jenis napkin baik yang

kaku maupun yang tipis bisa digunakan untuk membuat lipatan napkin ini. :)

1. Bentangkan napkin secara terbalik

di depan anda
2. Lipat napkin secara mendatar

3. Lipat lagi napkinnya sehingga

sekarang napkin membentuk bujur sangkar


4. Posisikan ujung napkin yang

terbuka di atas

5. Lipat ujung napin bagian atas

secara horisontal ke arah bawah sehingga napkin sekarang membentuk segitiga terbalik
6. Ambil salah satu ujung terbuka dari

napkin dan lipat ke atas. Perhatikan garis lipatan agar tidak sampai ke ujung, cukup kira-kira 4/5 bagian

dari panjang napkin

7. Balik sisi napkin secara perlahan


8. Setelah itu lipat napkin ke arah

kanan secara vertikal


9. Tekan-tekan napkin hingga napkin

menjadi lebih kaku dan tegakkan napkin dengan garis lipatan sebagai puncaknya. Selesai :)
11. The Crown

Jika ingin membuat suasana makan

seperti suasana makannya para raja, maka jenis nepkin ini sangat cocok untuk digunakan. Sesuai

namanya, napkin ini akan berbentuk mahkota. Tapi anda perlu menyiapkan napkin kaku untuk

membentuk napkin dengan lipatan seperti ini.

1. Bentangkan napkin secara terbalik


2. Lipat napkin secara diagonal

hingga membentuk segitiga siku-siku

3. Arahkan puncak segitiga napkin ke

atas sehingga bagian terbukanya sekarang berada di atas

4. Lipat ujung kanan dari segitiga

napkin ini ke atas secara diagonal


5. Ulangi langkah sebelumnya untuk

napkin bagian kiri. Lalu balik sisi napkin sehingga sisi yang terdapat lipatan berada di bawah

6. Ambil ujung napkin bagian bawah

lalu lipat ke atas dengan batas garis lipatan sekitar 1/3 bagian dari panjang napkin
7. Ambil ujung lipatan dari segitiga

napkin yang terbentuk kemudian lipat ke bawah sampai ujung lipatannya menyentuh bagian bawah dari

napkin

8. Gulung napkin lalu satukan

masing-masing ujungnya dengan memasukkan salah satu ujungnya ke kantung yang terbentuk di ujung

yang lain dari napkin tersebut


9. Tegakkan napkin lalu secara

perlahan buka sisi napkin yang merupakan hasil dari lipatan sebelumnya. Rapikan dan napkin telah

siap :)
12. The Standing Fan

Inilah cara melipat napkin yang

terakhir dalam artikel ini. Bentuk napkin ini sangat elegan dan cocok untuk dijadikan dekorasi table

setting. Seperti biasa, sangat diperlukan jenis napkin kaku agar bisa melipat napkin dengan bentuk ini

secara sempurna.

1. Bentangkan napkin dengan posisi

bagian dalam berada di atas


2. Lipat napkin secara mendatar

dengan posisi ujung yang terbuka menghadap anda

3. Lipatlah napkin seperti akan

membuat origami kipas dari kertas mulai dari ujung napkin bagian kanan, namun sisakan sekitar 3 cm di

bagian ujung kiri


4. Lipat napkin secara vertikal

dengan garis lipatan kertas berada di luar


5. Ambil ujung napkin yang disisakan

tadi lalu lipat secara diagonal dan masukkan ke dalam lipatan kipas tadi
6. Perlahan bukalah kipas napkin dan

napkin siap digunakan

Bagaimana? ada kesulitan dengan cara melipat napkin di atas? jika iya, atau ada masukan dan informasi

baru, jangan sungkan untuk mengirimkan komentar di bawah artikel ini ya.