Anda di halaman 1dari 4

1.

Deskripsi bisnis
a. Proses bisnis dan jenis industri
PT.Indofarma (Persero) Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
industri farmasi dan alat kesehatan nasional. Jumlah produk hasil manufaktur PT
Indofarma berjumlah 281 produk meliputi Ethical Generik (OGB), Ethical
Branded, Over The Counter (OTC), dan alat kesehatan (pada akhir tahun 2019).
b. Kondisi internal perusahaan
Awal tahun 2020 terbentuk Holding BUMN Farmasi, dan PT.Indofarma (Persero)
Tbk termasuk di dalamnya. Indofarma berkomitmen mendukung Holding BUMN
Farmasi untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya
saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri. PT Indofarma (Persero)
Tbk memiliki 2 entitas anak dan 1 entitas asosiasi dengan lini bisnis yang saling
melengkapi yaitu PT Indofarma Global Medika (IGM) yang bergerak dalam
bidang perdagangan dan distribusi obat dan alat kesehatan, PT Farmalab
Indoutama (FLIU) yang bergerak dalam usaha Jasa Laboratorium Uji Ekivalensi
dan Uji Klinik, dan PT Asindo Husada Bhakti (AHB) yang bergerak pada bisnis
apotek, dengan dukungan 770 karyawan (Lap. Keuangan Tahun 2019).
2. Analisis Ekonomi Global dan Lokal
a. Ekonomi Global
Pandemi Covid-19 yang melanda hampir diseluruh dunia membuat aktivitas
perekonomian global menyusut tajam bahkan ekonomi sebagian negara
terkontraksi dan kondisi ini mengancam terjadinya resesi global. Perekonomian
dunia diproyeksi terkontraksi hingga 3,0 persen pada tahun 2020. Kondisi tersebut
dipengaruhi oleh kebijakan lockdown, situasi keuangan negara berkembang, serta
harga komoditas yang cenderung melemah. Pertumbuhan negara-negara maju
diprediksi akan terkontraksi hingga 6,1 persen. Negara berkembang secara umum
juga akan terkontraksi 0,1 persen. Namun, negara di Asia memiliki
kecenderungan tetap tumbuh positif.
Dengan masih berlangsungnya pandemi covid-19, membuat bank sentral Amerika
Serikat memangkas suku bunga hingga 150 bps pada bulan Maret dalam dua
tahapan. Tahap pertama, The Fed menurunkan 50 bps menjadi 1,00-1,25 persen.
Dua minggu kemudian, suku bunga kembali dipangkas ke level 0,00-0,25 persen.
Penerapan suku bunga yang rendah diharapkan akan kembali meningkatkan
kepercayaan pasar sehingga kinerja sektor keuangan lebih stabil.
b. Ekonomi Lokal
Pandemi COVID-19 menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020.
Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 mengalami penurunan sebesar 5,32%
(yoy), dibandingkan dengan capaian triwulan I 2020 sebesar 2,97% (yoy). Bank
Indonesia sepanjang 2020, telah menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Repo
Rate sebanyak 4 kali dengan total penurunan 1,00% menjadi 4,00% pada 19
Agustus 2020 sebagai respon atas turunnya pertumbuhan PDB. Adapun data
inflasi yang dipublikasikan Bank Indonesia per Agustus 2020 yaitu 1,32% telah
mengalami penurunan dibanding Januari 2020 yaitu 2.68 % dan mencapai level
tertinggi pada Februari 2020 yaitu 2.98 %. Pandemi Covid-19 di Indonesia
berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 02
September 2020 Positif 180.646 kasus, Sembuh 129.971 kasus, Meninggal 7.616
kasus juga berdampak terhadap penjualan produk Perseroan.
3. Tinjauan Industri & Posisi Persaingan
a. Tinjauan Pasar
Perusahaan farmasi yang listing di Bursa Efek Indonesia antara lain, perusahaan
dengan ticker DVLA, INAF, KAEF, KLBF, MERK, PEHA, PYFA, SCPI, SIDO,
dan TSPC. Berdasarkan pertimbangan kami, perusahaan yang dapat dibandingkan
dengan PT.Indofarma adalah PT Kimia Farma Tbk dan PT Kalbe Farma Tbk.
Keunggulan PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk adalah bagian holding
BUMN farmasi, sedangkan dari segi market share PT Kalbe Farma Tbk lebih
unggul dibanding PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.
b. Competitive Advantage
Keunggulan kompetitif PT Indofarma Tbk terletak pada komersialisasi Produk
Pharmaceutical Engineering. Produk Pharmaceutical Engineering yang diproduksi
dan dipasarkan PT Indofarma Tbk adalah mesin pengemasan untuk industri
farmasi yang diberi nama merk Indomach. Melalui unit usaha Indomach,
Perseroan melakukan manufaktur, penjualan dan pemeliharaan mesin kebutuhan
pabrik farmasi kepada pihak luar. Indomach memiliki keunggulan harga yang
kompetitif dan berbasis teknologi mesin Eropa dibandingkan kualitas dan harga
dari kompetitor. Di samping itu, produksi mesin yang dilakukan Perseroan
sepenuhnya menyesuaikan dengan prasyarat dari regulator dalam hal ini Badan
POM yang dapat menjadi rujukan kualifikasi bagi pelanggan saat menggunakan
produk mesin yang diproduksi Perseroan melalui unit usaha Indomach.
c. Analisis Porter
 Rivalry in industry
Industri farmasi memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat, perusahaan
farmasi yang listing dibursa efek Indonesia sendiri terdapat 10 perusahaan,
belum lagi perusahaan farmasi yang belum listing. Akan tetapi, Indonesia
memiliki tiga BUMN farmasi yang bergabung dalam satu naungan holding
BUMN Farmasi yakni PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk (KAEF),
dan PT Indofarma Tbk (INAF) guna meningkatkan pangsa pasar dari BUMN
farmasi di industri farmasi Tanah Air.
 Bargaining power of consumers
PT Indofarma Tbk memiliki beberapa anak perusahaan yang berfokus dalam
distribusi dan pemasaran produk perseroan dan sebagai salah satu pemasok
kebutuhan farmasi rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
 Bargaining power of suppliers
Bahan baku untuk industri farmasi saat masih sekitar 90% berasal dari impor,
saat ini PT Indofarma Tbk sedang terus berupaya untuk melakukan kontrak
jangka panjang pembelian bahan baku tertentu yang memiliki faktor harga
yang fluktuatif serta melakukan strategi substitusi bahan dengan melihat
produk mana saja yang secara pangsa pasar cukup besar tetapi secara nilai
cukup kompetitif.
 Threat of new entrants
Produsen farmasi harus bersaing ketat supaya bisa masuk ke e-katalog dalam
memasok obat untuk program pemerintah karena harus memenuhi standar
kualitas dan harga yang terjangkau, sehingga terdapat barriers to entry
terhadap pendatang baru.
 Threat of substitute products
Ancaman produk subtitusi pada industri farmasi relatif tinggi, namun PT
Indofarma Tbk memiliki beberapa anak perusahaan yang berfokus dalam
pemasaran dan distribusi produk perseroan. PT Indofarma Tbk juga telah
menjadi holding BUMN farmasi sehingga persaingan antar BUMN farmasi
sudah tidak ada.
4. Tata kelola perusahaan
Visi Pt Indofarma Tbk adalah “Menjadi Perusahaan Healthcare indonesia
Pilihan Utama yang Berskala Global”. Untuk mencapai hal tersebut, pada tahun 2019
perseroan menerapkan kebijakan Turnaround Strategy. Kebijakan Turnaround
Strategy Indofarma ini merupakan pedoman arah pengembangan Perseroan untuk
menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam menjalankan kebijakan
tersebut, insan Indofarma berpedoman pada budaya perusahaan yairu “BETTER”
singkatan dari Brave, Energetic, Trusted, Teamwork, Evolved, Dan Responsible
sebagai pedoman bagi Insan Indofarma dalam membangun Perseroan sebagai warga
korporasi yang baik.
Infrastruktur GCG Perseroan juga mengikutsertakan beberapa aspek penting
yang berperan untuk mendukung penguatan kontrol dan pengelolaan terhadap
Perseroan terdiri dari organ pendukung yaitu Satuan Pengawasan Intern, Sekretaris
Perusahaan, dan Unit Kepatuhan & Manajemen Risiko yang berada di bawah Direksi,
serta Komite Audit dan Komite GCG yang berada di bawah Dewan Komisaris.
Proses dan mekanisme GCG Indofarma tertuang dalam soft structure. Dalam
rangka menumbuhkan komitmen dalam menerapkan GCG, indofarma melakukan
penyempurnaan dan konsistensi penerapann Roadmap penerapan GCGnya.
Penyempurnaan soft structure bertujuan melengkapi kebijakan pendukung, selain
meningkatkan tanggung jawab dalam menjaga segenap kepentingan Pemangku
Kepentingan. Sedangkan infrastruktur GCG dilengkapi dengan melakukan
penyempurnaan organisasi yang diperlukan.