Anda di halaman 1dari 5

Kisah lona kaka dan lona rara

Alkisah di desa bukambero, kodi,sumba barat hiduplah dua orang


kaka beradik yang sulung bernama lona kaka dan yang bungsu
bernama lona rara. Kedua kaka beradik tersebut senantiasa
mendapatkan perilaku yang sama dari ibu mereka, akan tetapi lona
kaka selalu iri jika adiknya meraih sebuah keberhasilan,ia selalu
berusaha mencelakai adiknya jika meraih keberhasilan.

Pada suatuhari,ibu menyuruh lona kaka dan lona rara untuk


menumbuk padi secara cepat siapa yang selesai duluan ialah yang
mendapatkan hadiah yaitu dendeng yang lezat...

Dhini: lona kaka lona rara...

M&A: iya buu

Dhini: ayo sekarang kalian menumbuk padi siapa yang paling cepat,ia
yang akan mendapatkan hadia

M&A: baik buuu

Saat mereka sedang menumbuk padi lona kaka melihat bahwa


tumbukan padi lona rara sudah ingin selesai

Atifa: hmm, tumbukan padi lona rara sudah ingin selesai sebaiknya
aku bilang saja pada ibu bahwa tumbukan padi ku sudah
selesai........... ibu... ibu.. tumbukan padi ku sudah selesai

Dhini: wa... bagus lona kaka ini hadiah untukmu dendeng buatan ibu
yang lezat

Saat lona kaka ingin mengambil dendeng,lona rara pun datang...

Mirjam: tidak ibu, aku yang sudah selesai duluan!


Ibupun bingung siapa yang sudah selesai duluan,lalu ibu melihat
tumbukan padi mereka

Dhini: waah ternyata benar tumbukan padi lona rara yang sudah
selesai terlebih dahulu, jadi.. yang berhak mendapatkan dendeng ini
adalah lona rara.

Pada saat lona rara mendapat hadiah dendeng istimewa dfari ibu
mereka,karna berhasil menumbuk padi secara cepat. Lona kaka
bermaksut untuk merampas dendeng itu dari tangan adiknya. Untuk
itu,iya membujuk adiknya agar mau menemaninya mengambil air di
sungai.iya pun menyuruh adiknya untuk berjalan di depannya.
Dengan begitu ia akan lebih mudah mengambil dendeng itu tanpa
sepengatahuan adiknya.

Atifa: adikuu! Maukah kamu menemani kaka mengambil air di sungai

Mirjam: baik lah ka

Keduanyapun memikul dua buah wadah air,tanpa sedikit curiga lona


rara menaruh dendengnya di belakan,lona kaka berusaha
mengambilnya tapi tidak berhasil juga,tapi lona kaka tidak kehabisan
akal, iapun segera mendahului adiknya untuk mengambil air di
sungai

Atifa: adiku kk sudah selesai kini giliranmu untuk mengambil air di


sungai

Miryam: baik ka

Iya pun menitipkan dendengnya pada kakanya,tidak lama kemudian


kakanya berteriak bahwa dendengnya telah di makan oleh seekor
anjing

Atifa: sini kaka bantu membawakan dendengmu agar kamu dapat


mengambil air demgan leluasa
Miryam: baik ka

Atifa: rara... rara... dendengmu di curi dan di bawa lari anjing itu

Miryam: apa!!!

Ternyata lona kaka sengaja memberikan dendeng itu pada seekor


anjing itu,lona kaka pun pura” mengejar anjing itu,dan lona rara
mengejar lebih cepat dari lona kaka,tanpa di sadarinya iya tersesat di
tengah hutan dan tidak tahu arah jalan pulang ia pun tidak
menemukan anjing itu...

Miryam:hmmm bagai mana ini aku tersesat aku tidak tahu dimana
aku

Lalu ia pun ke sungai dan berdiam dirisaat melihat sekeliling nya ia


melihat pohon jeruk yang lebat. Lalu ia memetik jeruk nya untuk
dimakan, saat ia membelah jeruk itu tiba’’ ada seorang lelaki gagah
dan tampan tiba2 menghampirinya

Mirjam: hei..!! siapa kamu

Alya: maaf, bukankah putri sendiri yang meminta pertolongan


kepadaku

Mirjam: tidak aku hanya membelah buah jeruk ini

Alya: justru itu, kalau ada yang membelah buah jeruk itu aku akan
datang dan menolongnya.

Saat mereka tersesat ibu mereka mencari mereka, saat ibu mereka di
tengah hutan, ibu diterkam oleh hewan buas dan ibu pun meninggal.

Dhini: lona kaka..! lona rara...! dimana kalian?? Ibu disini mencari mu

Singa: haum... haumm..

Dhini: AAA!!!!! TIDAK!!!!


Lona rara pun sudah tiba dirumah atas bantuan pemuda itu. Saat
sampai di rumah nya ia melihat lona kaka sedang menikmati
pemandangan. Lona kaka pun terkejut ia berpura2 peduli terhadap
adiknya, tapi lona rara sudah tau sifat busuk kakanya.

Atifa: HAH!!! LONA KAKA!! Kamu tidak apa2 kaka berusaha mencari
mu tapi tidak ketemu ibu mencarimu lalu ibu di terkam oleh hewan
buas.

Mirjam: APAAA!!! IBU SUDAH MENINGGAL!!!

Atifa: iya

Lona rara pun sedih atas meninggal ibu nya lalu ia berfikir bahwa ini
semua karena kaka nya

Mirjam: hmmm ibu sudah tidak ada, ini semua karena lona kaka jika
dia tidak memberi dendeng itu kepada anjing aku tidak akan
mengejar nya hingga tersesat, aku kesal kepada dia. Lihatlah aku
akan membalas dendam

Saat lona rara sedang terdiam lona kaka masih berusaha mencelakai
adeknya dengan cara mendorong nya ke jurang, tapi rencana itu
gagal karena ada seorang pemuda yang menolongnya

Alya: putri kau tidak apa2??

Mirjam: tidak, aku tidak apa2 terimakasih kau telah menolong ku

Alya: oke aku akan membantu apa yang kamu inginkan

Mirjam: aku ingin membalas dendam pada kaka ku

Keesokan harinya lona rara menyuruh lona rara untuk membuka peti
yang ada di hutan ia berkata ada seorang pemuda yang tamoan di
dalamnya
Mirjam: kaka2, kaka tahu tidak pemuda tampan tadi itu siapa??

Atifa: tidak tahu, siapa pemuda tampan itu ???

Mirjam: jika kaka mau bertemu dengan nya besok pagi kaka datang
ke hutan dan jiika ada peti, kaka buka peti itu karena di dalam itu ada
pemuda tampan itu

Atifa: baiklah!

Hari itu pun tiba lona rara segera pergi ke hutan dan masuk ke
sebuah peti dengan membawa senjata

Atifa: wah!! Sudah sampai di hutan mana ya peti itu??, ooh itu peti
nya

Lona kaka pun tewas dibunuh oleh adiknya, lona raradan pemuda itu
pun membawa kakanya ke suatu tempat.

Lona rara dan pemuda itupun hidup bahagiaa...